Imajinasi MENUMBUHKAN daya kreatif sejak dini dalam kehidupan anak di taman kanak-kanak adalah persoalan pendidikan hari ini. Hal itu jika kita tidak ingin kalah bersaing oleh bangsa-bangsa lainnya di kemudian hari. Menumbuhkan daya kreatif, antara lain membiasakan anak-anak untuk berimajinasi, menceritakan lingkungan yang dikenalnya dengan bahasa mereka dan sebagainya.
Jika kebiasaan itu ditumbuhkan hingga si anak bisa menguraikan buah pikirannya dalam bentuk tulisan, tidak mustahil apa yang diimajinasikannya bisa diwujudkan dalam bentuk-bentuk penemuan baru, dalam berbagai bidang kehidupan yang ditekuni si anak sesuai dengan profesi yang dipilihnya nanti. Berkaitan dengan itu, bisa dimengerti bila dalam sebuah kesempatan, penyair Taufiq Ismail pernah mengatakan, hambatan utama anak-anak sekolah tingkat SD hingga SMA ketika disuruh mengarang pada macet. Hal itu bukan hanya bersumber pada ketidakmampuan si anak dalam menguasai bahasa dan kosa kata dengan baik, tetapi juga disebabkan si anak tidak terbiasa berimajinasi. Ini memang berkait erat dengan menguraikan pikiran dalam bentuk tulisan. Lahirnya penemuan-penemuan dalam berbagai bidang teknologi, sains, dan sebagainya, pada kenyataannya tidak lepas dari daya imajinasi yang minta dikonkretkan atau diwujudkan dalam kehidupan nyata. "Jadi, pentingnya berimajinasi itu tidak berkaitan dengan dunia karang-mengarang. Seseorang jika tidak berimajinasi ingin terbang sangatlah tidak mungkin menemukan kapal terbang. Berimajinasi menjadi penting, karena ia pada sisi-sisi tertentu merupakan olah pikiran," ujar Taufiq Ismail, dalam percakapannya dengan penulis di Jakarta. ** DI dalam dunia mengarang, berimajinasi menjadi penting, karena ia tidak hanya berfungsi untuk menguraikan konflik dengan berbagai latar pikiran yang tumbuh di seputar tokoh-tokoh dunia rekaan yang dihidupkannya, tetapi juga bisa melahirkan buah renungan yang mencerahkan bagi orang-orang yang membaca karya sastra dengan baik. Apa sebabnya, hingga kini karya-karya sastra klasik dari Persia seperti karya Rumi, Hafiz, dan Al-Hallaj, masih dibaca orang? Atau, karya klasik lainnya dari nusantara seperti karya Hamzah Fansuri hingga Ronggo Warsito masih dibaca? Kalau bukan karena nilai yang dikandungnya, pastilah karya-karya sastra tersebut sudah lama ditinggalkan orang. Di dalam bidang sains dan teknologi, ditemukannya barang-barang baru atau rumus-rumus baru, pada dasarnya tidak lepas dari apa yang telah ditemukan oleh para pendahulunya. Apa yang telah ditemukan oleh para penduhulu itu, dalam konteks yang demikian adalah semacam titik pijak untuk melangkah ke titik yang lain demi sesuatu yang mencerahkan, yang bisa menyejahterakan kehidupan umat manusia di muka bumi. Kini nyata sudah bahwa dunia pendidikan adalah dunia tidak lepas dari imajinasi. Ditemukannya bentuk-bentuk bangunan baru yang memukau secara estetik, yang mampu memanfaatkan dan memaksimalkan lahan sempit, adalah merupakan hasil dari penjelajahan imajinasi dalam membaca ruang dan waktu. Berkaitan dengan itulah bahwa membiasakan anak-anak berimajinasi sejak dini kiranya menjadi penting agar pikiran si anak tidak beku, dan bahkan kurung batokeun.(Soni Farid Maulana/"PR")*** ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
