Comro Termahal dari Bogor

Comro sebenarnya singkatan dari oncom di jero yang arti harfiahnya
adalah oncom di dalam, yaitu makanan tradisional yang cukup dikenal
bagi kalangan masyarakat Jawa Barat.

Makanan ini bentuknya seperti kroket dari singkong yang diparut. Di
dalam kroket singkong itulah terdapat oncom. Karena seluruh oncom
berada di dalam balutan parutan singkong itulah maka makanan ini
kemudian dinamakan comro. Jika dimakan masih hangat selepas digoreng,
rasanya sangat khas.

Comro ini boleh disebut sebagai makanan tradisional yang kebanyakan
dikonsumi oleh kalangan menengah ke bawah, dengan harga satuannya Rp
300- Rp 500 di penjaja keliling, pedagang kali lima atau di warung
makanan. Namun, khusus untuk comro buatan Atmaja (36), warga Kampung
Kutajaya, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor,
harga jual per satuannya Rp 1.200. Dan tempat jualan Atmaja bukan di
toko, tetapi kereta dorong yang menempati emperan toko roti di pusat
jajanan Suryakencana yang biasa disebut Gang Aut.

Dengan harga jual Rp 1.200 itu, comro buatan Atmaja merupakan comro
termahal di Kota Bogor, bahkan mungkin di seluruh Jabar atau bahkan
se-Indonesia. Di Minimarket Bogor Permai yang juga jualan roti dan
makanan tradisional lainnya, harga jual comro hanya Rp 1.000 per
satuannya.

Seorang sopir yang disuruh mengambil pesanan comro lewat telepon
sekaligus membayar, menurut Atmaja, sempat terkejut ketika mengetahui
tempat dagangannya bukan di toko, tetapi di gerobak dorong di sebuah
emperan toko roti di Jalan Suryakencana. Meski di gerobak dorong,
kebersihan kami utamakan, kata Atmaja.

Adapun penggemar comro buatan Atmaja ini sebagian besar adalah warga
Jakarta. Orang Bogor, akan mikir dua kali untuk membeli comro buatan
saya. Karena harga jualnya dinilai mahal sekali. Namun, begitu
mengetahui dan merasakan comro buatan saya, pasti sesekali beli juga
karena lain dari yang lain, kata Atmaja, Selasa (8/11) siang di tempat
mangkalnya.

Hal yang sama, menurut Atmaja, awalnya juga dirasakan oleh pelanggan
comronya yang sebagian besar adalah warga Jakarta. Pelancong asal
Jakarta yang beli makanan khas Kota Bogor yakni Ngo Hiang dan makanan
jajanan lainnya, seperti Mie Ciseeng dan Tauge, kemudian melihat comro
dagangan saya, lalu pengin beli. Awalnya juga terkejut karena
dianggapnya mahal. Namun, setelah saya jelaskan beda comro buatan saya
dengan buatan orang lain yang murah harganya, mereka maklum dan
membeli juga, kata Atmaja, yang kalau sibuk dibantu Effendi, adiknya.

Lewat informasi dari mulut ke mulut, comro buatan Atmaja itu mulai
dikenal para pelancong asal Jakarta yang singgah untuk makan dan
membeli oleh-oleh makanan jajanan di pusat jajan Jalan Suryakenca/Gang
Aut ini.

Atmaja yang mengaku tak tamat sekolah SLTA ini kurang lebih 12 tahunan
pernah sebagai pedagang daging sapi, tanaman hias, buah, dan tahu
goreng serta tempe goreng. Baru tahun 1998, ia menekuni jualan comro.
Sedangkan jualan tempe dan tahu goreng dia hentikan seiring dengan
makin berkembangnya comro. Jualan tempe dan tahu goreng dengan harga
murah tak memadai, sementara harga minyak gorengnya meningkat terus.
Saya akhirnya hanya jualan comro saja, dengan harga tiga kali lipat
harga jual pedagang comro yang ada, katanya.

Bahan pilihan

Comro buatan Atmaja memang lain rasanya dibanding comro buatan penjual
lainnya. Dari minyak saja, Atmaja menggunakan delapan liter hanya
untuk dua kali pakai lalu diganti. Jadi tidak seperti pedagang
gorengan lain yang menggunakan minyaknya berulang-ulang sampai
warnanya coklat tua.

Saya juga memilih singkong yang baik, yakni putih kekuning- kuningan.
Oncomnya juga yang bagus. Bahan campurannya juga pilihan. Lain dengan
pedagang comro yang murah harganya, kata Atmaja, seraya menyebutkan
belanja minyak seharga Rp 7.000/kg, sedangkan singkong Rp 1.000/kg.
Untuk gas, dia belanja per tabungnya Rp 60.000 untuk 5 hari. Dos
tempat comro ia beli 100 lembar dengan harga Rp 25.000 untuk lima hari.

Bagi Atmaja, hari libur akhir pekan dan hari libur lainnya merupakan
hari-hari sibuk. Hari-hari itu tidak pernah ia lewatkan. Kalau
hari-hari biasa saya hanya belanja singkong 20 kilogram (bisa menjadi
300-an comro), pada hari libur saya belanja 30-35 kg (bisa menjadi
500-an comro), katanya.

Pada musim libur Lebaran kemarin, dagangan comro Atmaja laku keras.
Hari Minggu, misalnya, dalam waktu tiga jam jualannya habis terjual.
Saya biasa mulai dagang pukul 11.00, hari Minggu kemarin, pukul 14.00,
sudah habis, kata Atmaja, seraya menambahkan, kalau lagi sepi paling
lambat pukul 17.00 baru habis.

Atmaja mengaku keuntungan dari jualan comro tiap harinya antara lain
untuk membantu biaya sehari-hari ayahnya, kakak dan adiknya, serta
biaya hidupnya bersama istri dan tiga anaknya. Dari hitungan saya,
setiap comro saya meraih keuntungan sekitar Rp 500, kata Atmaja,
sambil menambahkan bahwa dia selalu berusaha menyisihkan satu hari
dalam sepekan untuk istirahat.

Untuk memperluas usaha, sejak tujuh bulan lalu ia membeli sebuah mobil
Kijang. Dari tabungannya Rp 60 juta, ia keluarkan Rp 35 juta untuk
uang muka Kijang buatan tahun 1999. Setiap bulan selama tiga tahun, ia
harus mengangsur sekitar Rp 3 juta. Mobil itulah yang kini digunakan
untuk mengantar comro pesanan pelanggannya.

Atmaja mengaku tak berangan-angan memiliki kios untuk jualan comronya.
Cukup di gerobak dorong di emperan toko saja, kilahnya. Ketika
didesak, ia mengatakan tidak punya cukup uang untuk membeli kios atau
ruko yang harganya ratusan juta rupiah. Selain itu, ia juga malah
khawatir akan kehilangan pelanggan jika pindah atau ganti tempat
jualan. (FX PUNIMAN)





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/

[Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Baraya_Sunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke