Dari sebelah tetangga...
Siapa tahu Bekakakers bisa mengikuti jejaknya....

Keliling Dunia 
Posted by: "Riza" [EMAIL PROTECTED]   rz55153 
Tue Dec 4, 2007 5:29 pm (PST) 
WISATA & HIBURAN [spacer]
Keliling Dunia
Berkelana ke Lima Benua demi Misi Damai

[Jeffrey Polnaja (Dok. Jeffrey Polnaja)] Angin musim gugur berembus
kencang di sepanjang jalan raya dari Minsk, ibu kota Belarusia, menuju
Moskow, ibu kota Rusia, Ahad, 9 September lalu. Guyuran hujan lebat
membuat suhu makin dingin, menjadi 2 derajat celcius. Di atas jalanan
licin ini, sebuah sepeda motor gede (moge) BMW seri R1150 GS melaju
kencang.

Stiker peta Indonesia berlatarbelakang bendera Merah Putih terlihat di
kaca depan. Tiga kotak muatan terpasang di bagian belakang moge bercat
putih itu. Pengemudinya memakai atribut biker lengkap. Jaket hitam tebal
dipadu celana dan sepatu hitam. Tak ketinggalan helm putih plus kacamata
hitam.

Atribut ini membuat Jeffrey Polnaja, si pengendara, seolah tak peduli
dengan terjangan hujan dan udara yang menusuk tulang. Malah, moge-nya
sempat dipacu hingga 150 kilometer per jam. Hanya butuh waktu delapan
jam untuk melibas 700 kilometer jarak Minsk-Moskow.

Saat motor bernomor D 5010 JJ (singkatan dari "Jurig Jalanan",
julukan buat Jeffrey) masuk ke kota Moskow, hari sudah menjelang senja.
Jeff --panggilan akrabnya-- akan singgah sekitar sepekan di kota paling
padat se-Eropa ini. Beberapa acara rutin sudah menanti. Mulai konferensi
pers, keliling kota, hingga presentasi di berbagai komunitas.

Pria berdarah Ambon kelahiran Bandung, 45 tahun lalu ini, mengadakan
konferensi pers di Kantor Berita Ria Novosti, 12 September. Acara yang
didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow
ini menarik perhatian banyak media lokal maupun asing.

Selang sehari, Jeff bertemu dengan ratusan anggota klub motor BMW Rusia
di gedung BMW Service Centre. Serbuan pertanyan berbaur kekaguman
mengarah ke sang Jurig Jalanan alias Phanthom of The Roads ini. Para
anggota klub itu terpesona dengan beragam kisah unik Jeff menjelajahi 42
negara di Asia, Afrika, dan Eropa.

Rusia adalah negara ke-43 dalam rangkaian pengembaraan Jeff keliling
dunia naik moge sendirian (solo ride). Di bawah bendera Ride for Peace,
ia sudah melibas 75.000 kilometer dari rencana perjalanan 330.000
kilometer. Ini setara dengan 150 kali perjalanan Jakarta-Bali
pulang-pergi.

Rute ini terbagi menjadi dua etape, masing-masing selama dua tahun.
Pertama, menyusuri 50 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kedua,
menyusuri sekitar 54 negara di benua Amerika dan Australia. Jeff
mengawali petualangan ini di Jakarta 23 April tahun silam. Dan akan
berakhir tahun 2011, karena ada selang rehat setahun di antara dua
etape.

Para bikers negeri beruang merah ini pun antusias menanyakan performa
sepeda motor BMW Jeff. Total berat motor plus perlengkapan seperti
peralatan tidur, memasak, makanan, montir, GPS (global positioning
system) mencapai 400 kilogram.

Menurut Jeff, motor yang diberi nama Mahesa (dari bahasa Jawa yang
berarti "kerbau") ini didesain khusus oleh pabrik BMW di Jerman. Motor
bermesin 1.150 cc punya kecepatan maksimal 190 kilometer per jam dan
kapasitas tangki bensin 30 liter.

Selama perjalanan, Jeff melanjutkan, motornya tak pernah ngadat. Salah
satu trik yang digunakan adalah membagi beban seimbang dan memilih jalan
yang pas. "Kalaupun ada kerusakan kecil, saya reparasi sendiri,"
tuturnya.

Lalu apa sih motivasi Jeff sebenarnya? Jeff menuturkan ide petualangan
ini muncul saat acara menonton siaran berita bersama keluarga sekitar
tujuh tahun lalu. Berita perang di berbagai belahan bumi mendominasi isi
berita. Ini mengundang komentar putra keduanya Rendra Tasta yang saat
itu baru 10 tahun. "Ayah mengapa mereka memberik contoh buruk pada
kami? Lakukanlah sesuatu," ujar Jeff menirukan anaknya.

Jeff langsung menjawab, apa yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha
dan biker sepertinya. Spontan putranya bilang, Jeff bisa kampanye
perdamaian dengan mengendarai sepeda motor. "Ide ini menghantui
saya," ujar suami Milly Ermilia ini.

Kemudian ia mulai merintis upaya mewujudkan ide itu. Selain menyebarkan
misi perdamaian, Jeff juga ingin mempromosikan Indonesia sebagai negara
cinta damai. Sehingga citra sebagai negara teroris yang mulai melekat
bisa dilepas. Selain itu perjalanan ini juga menjadi bukti semangat
petualangan dan kemerdekaan dari tiap manusia.

Ternyata ide Jeff mendapat dukungan aneka kalangan. Selain karena
misinya mulia, juga karena Jeff sudah lama dikenal sebagai biker tangguh
selama 28 tahun menggeluti dunia motor. Tahun 1996, Jeff terpilih
menjadi "Captain Marlboro Adventure Team" (MAT) di Utah, Amerika
Serikat. Ia meraih skor tertinggi pada "Motorcycles Off-Road" di Manti
la Sal Nat Park, Amerika Serikat. Selain itu, dialah satu-satunya
anggota International Long Rider Society asal Indonesia.

Sekitar 30 pendukung dan sponsor Jeff tergabung dalam tim Ride for Peace
Officer yang diketuai Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Ada pula tokoh
dari beragam klub sepeda motor seperti HDCI (Harley Davidson Club
Indonesia), HOG (Harley Owners Group), Biker Brotherhood, dan tentu saja
BMCI (BMW Motorcycles Club Indonesia). Beberapa perusahaan juga ikut
jadi sponsor. Ada produsen oli Top One, Eiger, Oakley, dan Djarum.

Pemerintah pun tak mau ketinggalan. Ikatan Motor Indonesia (IMI)
membantu pembuatan carnette de passage. Semacam passport untuk kendaraan
bermotor. Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault juga menobatkan
Jeff sebagai duta bangsa. Tak mengherankan jika semua KBRI di negara
yang masuk rute Ride for Peace selalu memfasilitasi Jeff.

Dukungan moril, fasilitas hingga dana ini sangat membantu kesuksesan
misi Ride for Peace. Maklum, ongkos perjalanan sepanjang satu etape saja
sudah lebih dari Rp 1,5 milyar. Itu pun sudah banyak dibantu oleh
penduduk lokal yang bersimpati pada misi Jeff. "Banyak yang suka
menolong dengan memberi makan minum dan penginapan gratis," kata
Jeff, yang pernah diinapkan gratis di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per
malam oleh seorang pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Jeff yang ramah, gampang
bergaul, dan komunikator. Hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi
kendala untuk berkomunikasi dengan puluhan penduduk negara asing. Jika
sudah mentok, Jeff biasa menggunakan bahasa tubuh. Dan ternyata bisa
dipahami.

Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Jeff adalah saat ditodong
senjata oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Jeff berupaya
tenang, lalu mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi
terhibur dan membolehkan Jeff lewat.

Ketangguhan Jeff sebagai biker juga teruji saat melewati medan-medan
superberat. "Saya melalui bermacam medan, mulai hutan lebat di
Bhutan, pegunungan tinggi sepanjang Himalaya, badai gurun pasir, hingga
kawasan perang," Jeff menjelaskan.

Sekretaris Pertama KBRI Moskow, Johannes Manginsela, mengakui kehebatan
Jeff menguasai jalanan. Johannes menyaksikan aksi Jeff melibas jalanan
berkelok-kelok dan licin dari perbatasan Rusia-Belarusi hingga ke
Moskow. Ia naik mobil Mercedes bersama sopir KBRI mengiringi Jeff.
"Orangnya bermental baja dan bertekad kuat untuk mencapai tujuan,
meski hujan deras menghadang," ujar Johannes.

Makna misi perdamaian Jeff makin terasa di wilayah-wilayah konflik dan
rawan kejahatan yang sempat dilalui. Selama melewati Kabul, Afghanistan,
mesin perang, ranjau, dan milisi bersenjata lengkap dari beragam suku
menjadi pemandangan umum. Untunglah, berbekal misi perdamaian, Jeff tak
mengalami masalah. Malah dia sempat ditemani salah satu kepala suku
hingga ke perbatasan kota.

Media massa Afghanistan pun kagum pada Jeff yang masih mau masuk ke
negara yang tak aman karena konflik. "Saya datang bukan untuk ikut
campur urusan politik dalam negeri, tapi memperkokoh hubungan emosional
antar masyarakat berbagai bangsa," kata Jeff.

Kini, jalinan persahabatan masyarakat antar-bangsa mulai terjalin. Jeff
aktif menjaga kontak terutama lewat e-mail dan website. Sebaliknya,
beberapa komunitas biker di Eropa juga rajin menampilkan update berita
perjalanan Jeff. "Kami terus melanjutkan kontak persahabatan dengan
Jeff dan memuat kisahnya di situs kami," ujar Vladimir Chaikovsky,
After Sales Motorrad Manager BMW Rusia.

Untuk penduduk Indonesia, Jeff menyebarkan misi perdamaian ini lewat
buku. Kelak kisah perjalanan Ride for Peace akan dibukukan. Ia berharap
makin banyak warga yang terinspirasi untuk berani mencoba, jujur,
bermental tangguh dan punya kemauan yang keras. "The road may end,
but not our spirit of adventure, brotherhood, and peace," slogan
itulah yang selalu Jeff pegang teguh.

Zvet Zakharov ( Moskow), dan Astari Yanuarti
[Astakona, Gatra Nomor 47 Beredar Kamis, 4 Oktober 2007]
Sumber:
http://www.gatra.com/artikel.php?id=108845

Kirim email ke