keliling dunia naek karisma, kira2 abis berapa banyak bodi yah ? pasti lobang2 bautnya pada patah2. huahuahuahua
On Dec 5, 2007 2:56 PM, Blie Putu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dari sebelah tetangga... Siapa tahu Bekakakers bisa mengikuti > jejaknya.... > > Keliling Dunia > <http://groups.yahoo.com/group/KYMCO-INDONESIA/message/19885;_ylc=X3oDMTJzb3JvZ2JmBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE0MTIxNDE1BGdycHNwSWQDMTcwNTEyNjI1NQRtc2dJZAMxOTg4NQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMTk2ODQwMzQ3> > Posted > by: "Riza" [EMAIL PROTECTED] > <[EMAIL PROTECTED]> rz55153 > <http://profiles.yahoo.com/rz55153> Tue Dec 4, 2007 5:29 pm (PST) WISATA & > HIBURAN [spacer] > Keliling Dunia > Berkelana ke Lima Benua demi Misi Damai > > [Jeffrey Polnaja (Dok. Jeffrey Polnaja)] Angin musim gugur berembus > kencang di sepanjang jalan raya dari Minsk, ibu kota Belarusia, menuju > Moskow, ibu kota Rusia, Ahad, 9 September lalu. Guyuran hujan lebat > membuat suhu makin dingin, menjadi 2 derajat celcius. Di atas jalanan > licin ini, sebuah sepeda motor gede (moge) BMW seri R1150 GS melaju > kencang. > > Stiker peta Indonesia berlatarbelakang bendera Merah Putih terlihat di > kaca depan. Tiga kotak muatan terpasang di bagian belakang moge bercat > putih itu. Pengemudinya memakai atribut biker lengkap. Jaket hitam tebal > dipadu celana dan sepatu hitam. Tak ketinggalan helm putih plus kacamata > hitam. > > Atribut ini membuat Jeffrey Polnaja, si pengendara, seolah tak peduli > dengan terjangan hujan dan udara yang menusuk tulang. Malah, moge-nya > sempat dipacu hingga 150 kilometer per jam. Hanya butuh waktu delapan > jam untuk melibas 700 kilometer jarak Minsk-Moskow. > > Saat motor bernomor D 5010 JJ (singkatan dari "Jurig Jalanan", > julukan buat Jeffrey) masuk ke kota Moskow, hari sudah menjelang senja. > Jeff --panggilan akrabnya-- akan singgah sekitar sepekan di kota paling > padat se-Eropa ini. Beberapa acara rutin sudah menanti. Mulai konferensi > pers, keliling kota, hingga presentasi di berbagai komunitas. > > Pria berdarah Ambon kelahiran Bandung, 45 tahun lalu ini, mengadakan > konferensi pers di Kantor Berita Ria Novosti, 12 September. Acara yang > didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow > ini menarik perhatian banyak media lokal maupun asing. > > Selang sehari, Jeff bertemu dengan ratusan anggota klub motor BMW Rusia > di gedung BMW Service Centre. Serbuan pertanyan berbaur kekaguman > mengarah ke sang Jurig Jalanan alias Phanthom of The Roads ini. Para > anggota klub itu terpesona dengan beragam kisah unik Jeff menjelajahi 42 > negara di Asia, Afrika, dan Eropa. > > Rusia adalah negara ke-43 dalam rangkaian pengembaraan Jeff keliling > dunia naik moge sendirian (solo ride). Di bawah bendera Ride for Peace, > ia sudah melibas 75.000 kilometer dari rencana perjalanan 330.000 > kilometer. Ini setara dengan 150 kali perjalanan Jakarta-Bali > pulang-pergi. > > Rute ini terbagi menjadi dua etape, masing-masing selama dua tahun. > Pertama, menyusuri 50 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kedua, > menyusuri sekitar 54 negara di benua Amerika dan Australia. Jeff > mengawali petualangan ini di Jakarta 23 April tahun silam. Dan akan > berakhir tahun 2011, karena ada selang rehat setahun di antara dua > etape. > > Para bikers negeri beruang merah ini pun antusias menanyakan performa > sepeda motor BMW Jeff. Total berat motor plus perlengkapan seperti > peralatan tidur, memasak, makanan, montir, GPS (global positioning > system) mencapai 400 kilogram. > > Menurut Jeff, motor yang diberi nama Mahesa (dari bahasa Jawa yang > berarti "kerbau") ini didesain khusus oleh pabrik BMW di Jerman. Motor > bermesin 1.150 cc punya kecepatan maksimal 190 kilometer per jam dan > kapasitas tangki bensin 30 liter. > > Selama perjalanan, Jeff melanjutkan, motornya tak pernah ngadat. Salah > satu trik yang digunakan adalah membagi beban seimbang dan memilih jalan > yang pas. "Kalaupun ada kerusakan kecil, saya reparasi sendiri," > tuturnya. > > Lalu apa sih motivasi Jeff sebenarnya? Jeff menuturkan ide petualangan > ini muncul saat acara menonton siaran berita bersama keluarga sekitar > tujuh tahun lalu. Berita perang di berbagai belahan bumi mendominasi isi > berita. Ini mengundang komentar putra keduanya Rendra Tasta yang saat > itu baru 10 tahun. "Ayah mengapa mereka memberik contoh buruk pada > kami? Lakukanlah sesuatu," ujar Jeff menirukan anaknya. > > Jeff langsung menjawab, apa yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha > dan biker sepertinya. Spontan putranya bilang, Jeff bisa kampanye > perdamaian dengan mengendarai sepeda motor. "Ide ini menghantui > saya," ujar suami Milly Ermilia ini. > > Kemudian ia mulai merintis upaya mewujudkan ide itu. Selain menyebarkan > misi perdamaian, Jeff juga ingin mempromosikan Indonesia sebagai negara > cinta damai. Sehingga citra sebagai negara teroris yang mulai melekat > bisa dilepas. Selain itu perjalanan ini juga menjadi bukti semangat > petualangan dan kemerdekaan dari tiap manusia. > > Ternyata ide Jeff mendapat dukungan aneka kalangan. Selain karena > misinya mulia, juga karena Jeff sudah lama dikenal sebagai biker tangguh > selama 28 tahun menggeluti dunia motor. Tahun 1996, Jeff terpilih > menjadi "Captain Marlboro Adventure Team" (MAT) di Utah, Amerika > Serikat. Ia meraih skor tertinggi pada "Motorcycles Off-Road" di Manti > la Sal Nat Park, Amerika Serikat. Selain itu, dialah satu-satunya > anggota International Long Rider Society asal Indonesia. > > Sekitar 30 pendukung dan sponsor Jeff tergabung dalam tim Ride for Peace > Officer yang diketuai Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Ada pula tokoh > dari beragam klub sepeda motor seperti HDCI (Harley Davidson Club > Indonesia), HOG (Harley Owners Group), Biker Brotherhood, dan tentu saja > BMCI (BMW Motorcycles Club Indonesia). Beberapa perusahaan juga ikut > jadi sponsor. Ada produsen oli Top One, Eiger, Oakley, dan Djarum. > > Pemerintah pun tak mau ketinggalan. Ikatan Motor Indonesia (IMI) > membantu pembuatan carnette de passage. Semacam passport untuk kendaraan > bermotor. Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault juga menobatkan > Jeff sebagai duta bangsa. Tak mengherankan jika semua KBRI di negara > yang masuk rute Ride for Peace selalu memfasilitasi Jeff. > > Dukungan moril, fasilitas hingga dana ini sangat membantu kesuksesan > misi Ride for Peace. Maklum, ongkos perjalanan sepanjang satu etape saja > sudah lebih dari Rp 1,5 milyar. Itu pun sudah banyak dibantu oleh > penduduk lokal yang bersimpati pada misi Jeff. "Banyak yang suka > menolong dengan memberi makan minum dan penginapan gratis," kata > Jeff, yang pernah diinapkan gratis di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per > malam oleh seorang pengusaha di Dubai, Uni Emirat Arab. > > Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Jeff yang ramah, gampang > bergaul, dan komunikator. Hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi > kendala untuk berkomunikasi dengan puluhan penduduk negara asing. Jika > sudah mentok, Jeff biasa menggunakan bahasa tubuh. Dan ternyata bisa > dipahami. > > Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Jeff adalah saat ditodong > senjata oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Jeff berupaya > tenang, lalu mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi > terhibur dan membolehkan Jeff lewat. > > Ketangguhan Jeff sebagai biker juga teruji saat melewati medan-medan > superberat. "Saya melalui bermacam medan, mulai hutan lebat di > Bhutan, pegunungan tinggi sepanjang Himalaya, badai gurun pasir, hingga > kawasan perang," Jeff menjelaskan. > > Sekretaris Pertama KBRI Moskow, Johannes Manginsela, mengakui kehebatan > Jeff menguasai jalanan. Johannes menyaksikan aksi Jeff melibas jalanan > berkelok-kelok dan licin dari perbatasan Rusia-Belarusi hingga ke > Moskow. Ia naik mobil Mercedes bersama sopir KBRI mengiringi Jeff. > "Orangnya bermental baja dan bertekad kuat untuk mencapai tujuan, > meski hujan deras menghadang," ujar Johannes. > > Makna misi perdamaian Jeff makin terasa di wilayah-wilayah konflik dan > rawan kejahatan yang sempat dilalui. Selama melewati Kabul, Afghanistan, > mesin perang, ranjau, dan milisi bersenjata lengkap dari beragam suku > menjadi pemandangan umum. Untunglah, berbekal misi perdamaian, Jeff tak > mengalami masalah. Malah dia sempat ditemani salah satu kepala suku > hingga ke perbatasan kota. > > Media massa Afghanistan pun kagum pada Jeff yang masih mau masuk ke > negara yang tak aman karena konflik. "Saya datang bukan untuk ikut > campur urusan politik dalam negeri, tapi memperkokoh hubungan emosional > antar masyarakat berbagai bangsa," kata Jeff. > > Kini, jalinan persahabatan masyarakat antar-bangsa mulai terjalin. Jeff > aktif menjaga kontak terutama lewat e-mail dan website. Sebaliknya, > beberapa komunitas biker di Eropa juga rajin menampilkan update berita > perjalanan Jeff. "Kami terus melanjutkan kontak persahabatan dengan > Jeff dan memuat kisahnya di situs kami," ujar Vladimir Chaikovsky, > After Sales Motorrad Manager BMW Rusia. > > Untuk penduduk Indonesia, Jeff menyebarkan misi perdamaian ini lewat > buku. Kelak kisah perjalanan Ride for Peace akan dibukukan. Ia berharap > makin banyak warga yang terinspirasi untuk berani mencoba, jujur, > bermental tangguh dan punya kemauan yang keras. "The road may end, > but not our spirit of adventure, brotherhood, and peace," slogan > itulah yang selalu Jeff pegang teguh. > > Zvet Zakharov ( Moskow), dan Astari Yanuarti > [Astakona, Gatra Nomor 47 Beredar Kamis, 4 Oktober 2007] > Sumber: > http://www.gatra.com/artikel.php?id=108845 > > -- [agiel] B 6115 KKU -ordinary black scorpio-
