Peng, kalo boleh saranin aja. tujuan akhir kamu dari peningkatan performa apa? topspeed atau gesit (akselerasi)? sebenarnya kalo mau bicara tentang hal diatas akan panjang dan lebar. kasihan ceweknya kalo terlalu panjang dan kasihan cowoknya kalo terlalu lebar hehehe APAAN seeeehhhh????
untuk mengejar akselerasi dengan maksud agar beban mesin lebih ringan (beban motor ente makin berat kan?) dan cukup gesit di kemacetan jakarta maupun tanjakan panjang. sebenarnya simple kok peng, kamu cukup ganti sproket (gear. red) belakang dengan jumlah yang lebih tinggi dari originalnya (35). dengan angka 37 - 40 sudah cukup mengatasi masalah yang ada diatas. hanya saja dari range tersebut carilah nilai yang kamu rasa paling cocok dengan style berkendara kamu... tiap kenaikan angka akan terasa bedanya. bagusnya, pas coba ubahan, rasakan dengan full loaded. semua lemari dibawa. jadi feeling pemilihan gearnya pas. sehingga nilai positif yang didapat adalah tarikan motor ringan, gesit, enteng di tanjakan, lebih efisien bahan bakar dan beberapa keuntungan lain. istilah kata "kencang ditarikan awalnya"..... nilai negatifnya, semakin tinggi nilai sproket yang kamu gunakan, maka topspeed yang kamu capai akan semakin menurun. jangan sekali2 pake proket gede kalo turun balap di sentul. kedua, saat kamu pake gear gede tapi beban bawaan pas minimum, maka motor lebih cenderung berteriak karena putaran mesin yang ringan .... untuk kamu yg beban motor berat, eang disarankan dengan mengganti sproket belakang yang lebih gede. 37-38 cukuplah.... untuk CDI racing apapun merknya, intinya bukan untuk lebih kencang tanpa diimbangi ubahan yang lain. dampak langsungnya dari penggantian CDI standar ke racing adalah adanya "UNLIMITER" pada "rpm" mesin. gw lupa batasan rpm dari pabrik. gampangnya neh, dengan CDI standar dan beban standa, maka motor akan hanya berkitir di misal A rpm yang setara dengan misal 115 km/jam. selebihnya ga akan naik lagi kecepatannya karena dilimit rpm oleh CDI tersebut. tujuan positifnya, dengan tidak over rpm makamesin lebih awet. bayangkan kalo tak dibatasi, bagaimana mesin ga cepat rontok karena dipanteng di rpm tinggi (kaya punya gw). nah dengan CDI racing, maka rpm tetap dibatasi tapi dengan angka yang lebih tinggi. misal aja CDI standar cm dikasih 12000 rpm maka dengan CDI racing bisa melonjak menjadi 16000 rpm bahkan lebih. sehingga misal dari 7dk (daya kuda) bisa naik jadi 8,7dk. otomatis power motor melonjak, tenaga meningkat dan kecepatan akan bertambah... itu logika sederhananya. namun semua itu tidak akan sesimple itu perhitungannya. perlu dipertimbangkan juga beban motor, perbandingan sproket, aerodinamika, flow muffler (snalpot), karburator dll... jadi begitulah ceritanya... nah bicara tentang mainjet dan pilotjet, gw cm bisa ngasih tahu kulitnya doang. main jet dan pilot jet adalah 2 komponen yang adanya didalam karburator yang fungsinya adalah untuk mengatur supply bahan. semakin besar nilainya maka bahan bakar yang disupply akan semakin banyak (kaya) sehingga diharapkan ledakan kompresi di ruang bakar akan jauh lebih besar. otomatis menghasilkan tenaga yang jauh lebih besar juga. Pilot jet untuk mengatur/menaikkan tarikan bawah... Main jet untuk meningkatkan tarikan atas dan nafas motor panjang.... (harus diimbangi dengan free flow pada knalpot). huh capek ngetik... semoga berguna buat bro pepeng dan teman-teman lain... kalo pengetahuan saya ini salah, mohon dapat diluruskan... gong xi fat choy hehehehe On 2/7/08, adi_becks23 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > bro mau nanya... kalau seandainya knalpot masih standart, terus > mesin juga, gak ada yang di ubah main jet, piler jet / jet jet yang > lainnya. (gak ngerti gw dah, masih awam ama mesin.. hehehe)... kalo > di tambah kan CDI BRT + gear 14 - 38. Menurut kalian semua yang > mengerti tentang mesin gimana??? apakah sudah cukup menambah gairah > si bohay u melaju lebih kencang !!! ataw memang harus ada yang di > ganti... > > Mohon Pencerahannya. trims... > > -Satpol Pepeng- 013 > > . > > > -- hendro 0812 841 8958 http://ryolix.multiply.com/ [EMAIL PROTECTED]
