amoy amoynya kok ga diceritakan ry? denger-denger sampeyan dari sana juga ya ry? hehehe
On 2/21/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Singkawang, menurut data terakhir, punya lima kecamatan, 26 kelurahan, > 43.157 Kepala Keluarga (KK), dan jumlah penduduk 191.589 orang, 51 persen > di antaranya etnis Cina. Karena itu, kemeriahan di kota tersebut begitu > kuatnya dengan suasana etnis Cina. Perayaan Imlek berlanjut hingga > pembagian angpau. Momen yang ditunggu, terutama oleh anak-anak. Angpau tidak > hanya dibagikan kepada saudara dan kerabat, tapi juga tetangga sekitar. > > Singkawang terkenal sebagai kota perdagangan terbesar kedua di Kalbar > setelah Pontianak. Letaknya di pantai barat sangat strategis, yakni berada > di antara kabupaten Sambas dan Bengkayang. Wilayahnya cocok untuk > pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, terdapat di > Kecamatan Singkawang Selatan, Utara dan timur. Wilayah itu memiliki potensi > yang cukup besar. > > Komoditi Kota Singkawang berasal dari sektor perkebunan. Pada sektor ini, > dihasilkan karet yang merupakan komoditi unggulan dengan lahan yang telah > digunakan untuk pengembangan karet seluas 8.002 Ha. Seperti wilayah > lainnya di Kabar, Singkawang memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata > bulanan 26, 1? Celsius, suhu minimum 24,2? Celsius, suhu maksimum 28,8? > Celsius. Iklim tropis di wilayah Kota Singkawang termasuk klasifikasi iklim > tropis basah dengan curah hujan rata-rata 2.819 mm/tahun atau 235 > mm/bulan. Jumlah rata-rata hari hujan 157 hari/tahun atau rata-rat 13 hari > hujan / bulan. Rata-rata kelembaban udara di kota Singkawang adalah 70 %. > > Kota Singkawang memiliki wilayah datar dan sebagian besar merupakan > dataran rendah antara 50 meter s/d 100 meter diatas permukaan laut. Kota > Singkawang yang terletak pada 0? LU dan 109? BT, wilayahnya merupakan daerah > hamparan dan berbukit serta sebelah Barat berada pada pesisir laut, dengan > luas 504.000 atau 50.400 ha. > > Sementara itu warganya menyambut pergantian tahun baru 2559 dan Cap Go Meh > penuh dengan suka cita. Bagi orang yang pernah berkunjung ke Hongkong, > suasana hampir serupa akan didapati di Singkawang. Pemandangan kelenteng > sangat indah. Belum lagi gemerlapnya puluhan hotel dengan pernik Imlek, > lampion pun menerangi dan menghias kota. > > Lilin-lilin besar dan dupa memenuhi kelenteng. Dengan hio di tangan, warga > kota menyembah dewa-dewa yang menguasai alam semesta. Leluhur juga tidak > lupa dipuja. Pemandangan ini akan berakhir hingga Cap Go Meh, 21 Februari > mendatang, dengan acara lebih meriah lagi. > > Kehidupan warga di kota Singkawang tergolong damai. Dibanding sejumlah > kota lainnya di Kalbar, ketika terjadi konflik antaretnis, beberapa tahun > silam, wilayah ini relatif tenang. Pasalnya, sikap toleransi warga dari > berbagai etnis dan agama cukup tinggi. Kelenteng memang banyak, tapi rumah > ibadah lainnya, gereja dan masjid megah pun ada. > > > -- hendro 0812 841 8958 http://ryolix.multiply.com/ [EMAIL PROTECTED]
