nah tuh sudah diklarifikasi ama oom darmo secara teknis experimennya,
setidaknya kita jadi lebih ngerti tentang karakter dan kesimpulan awal dari
experimen yang oom darmo lakukan...

namun begitu, bagi gw pribadi, hal itu masih agak beresiko aja.....
mengingat pernah dapet informasi (anggaplah kabar burung) kalo standar SAE
masing masing lubricant company dapat berbeda, biarpun sama - sama 10W-40
bukan berarti karakter akan sama (masuk akal gw karena base oil, additive,
formula, dsb yang digunakan masing-masing lubricant company berbeda2).......
extremenya, itu contoh dihantamkan ke produk dalam negeri kita juga.....

dan issue pula beredar bahwa merk tertentu sebenarnya adalah oli recycle....
waullahu'alam....

kalo masalah "bolehnya" dicampur saya sih setuju aja (pakdhe kris ga usah
risau cari mana yg benar dan salah, karena dari awal saya dah bilang = *(jangan
sekali-kali dipercaya yah), itu bukanlah jadi masalah.... tidak ada efek
yang terlalu significant....*
jadi hanya sharing pemikirannya....


hehehhee
singkong goreng tak selalu berasa keju .......






On 2/27/08, Darmo Susilo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Gakkkk Laaahhh ... masa sih ini terobosan baru ??? huehuehuehue
> Apa gak malu gwe, ama Engineer Oil Company .... hehehehehe
>
> Berbekal informasi yang sering gwe baca dari website2 Oil Company dan
> searching di google tentunya mengenai Karakteristik pelumas / oli,
> yakni SAE (Society of Automotive Engineer) yang menentukan tingkat
> kekentalan (viskositas) pelumas dan API (American Petroleum Institute)
> yang menjadi petunjuk mutu pelumas. Yah yang gwe tau sih ada beberapa
> jenis oli yaitu : Mineral Oli, Semi Synthetic dan Full Synthetic.
>
> Disamping gwe yang memang hobi gonta ganti merek oli sampai mencoba oli
> mobil pun pernah gwe lakukan,
> kecuali untuk oli federal yang gw coba pakai hanya sampai 500 km / service
> pertama, selebihnya gwe banyak memakai
> Motul Ester 5100 dan gonta ganti merek oli sampai sekarang (36.550 km).
>
> Maka gwe mencoba memberanikan diri meng-oplos sendiri stok oli yang masih
> ada di rak gudang.
> Sebenernya oli yang sedang gwe pakai sekarang ini adalah oli oplosan yang
> sedang gwe uji coba,
> saat ini masih berjalan 500 km, untuk starter di pagi hari dengan electric
> stater itu tokcer dan respon mesin
> pada saat gas di buka itu respon sekali dan akselerasi untuk dapet 100 km
> / jam cukup cepat dengan kondisi mesin standard,
> knalpot AHRS dan BBM Pertamax Plus. Biasanya pergantian oli mesin itu, gwe
> lakukan 20 hr kerja s/d 25 hr kerja,
> antara 1200 km - 1400 km (whatever itu merek olinya).
>
> Gini bro, gwe mau cerita sedikit mengenai spesifikasi oli yg gwe sedang
> oplos, Yaitu dengan spesifikasi :
>
> - Motul Ester 4T 5100 SAE 15W-50 (API Service SG & JASO MA) ini Oli Semi
> Synthetic
> - Repsol Moto 4T SAE 15W-50 (API Service SG & JASO MA) ini Oli Mineral
>
> Yang sekarang gwe oplos 1 Ltr oli Motul dengan 1 Ltr Oli Repsol dengan
> perbandingan 450 ml Motul vs 450 ml Repsol.
> Isi oli di mesin bohai gwe itu 800 ml dan gwe masih punya cadangan 100 ml
> oli oplosan untuk penambahan jika oli
> mesin tersebut kurang pada saat dipakai.
>
> Setelah pemakaian 2 liter oli oplosan ini selesai, gwe akan mencoba
> kembali dengan komposisi oplosan yang berbeda lagi, yaitu :
> 500 ml Motul vs 300 ml Repsol untuk pemakaian 2 liter oli oplosan.
>
> Kesimpulan sementara yang gwe ambil dan *pendapat pribadi gwe,*
> berdasarkan pengalaman yang sedang gwe lakukan ini adalah :
>
> Lebih dominannya oli semi synthetic ketimbang oli mineral. Dikarenakan apa
> ??? karena oli semi synthetic cenderung lebih licin.
> Karakteristik oli mineral itu netral dan bisa dicampur dengan oli semi
> synthetic atau full synthetic sekalipun.
> Sebaiknya sih menurut gwe, kalo mao mencampur oli harusnya oli mineral
> dicampur dengan semi synthetic atau full synthetic.
>
> Percuma kalo mencampur oli yang memang udah berkarakteristik synthetic,
> maka akan terjadi kontra produktif antara additive
> yang ada di masing-masing oli synthetic tersebut. Pengalaman gwe dari
> memakai beberapa merek oli dan jenis oli (SAE & API Service)
> yang berbeda, tingkat kekentalan (viskositas) oli semi synthetic lebih
> tahan ketimbang oli mineral.
>
> Okeh deh MasBro, sampe sini dulu yah ... cerita gwe. Mayan neh bisa jadi
> cerpen ... huahuahuahua (just kidding, bro)
>
>
> Salam Biker's
> Darmo
>
> -----
>
>

Kirim email ke