Libur Lebaran? Treking ke Turgo Aja...
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Tumpukan material erupsi dari Gunung Merapi pada 14 Juni 2006 di
Kaliadem, Cangkringan, Sleman, menjadi kawasan yang banyak menarik
kunjungan wisatawan.

YOGYAKARTA, SENIN- Wisata treking di kawasan bukit Turgo di kaki
Gunung Merapi bagian selatan yang masuk wilayah Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), saat ini makin diminati oleh
wisatawan mancanegara dan nusantara, karena memiliki daya tarik
pemandangan alam yang indah.

"Kawasan Merapi-Turgo ternyata banyak menarik wisatawan, baik
mancanegara maupun nusantara sebab terbukti sampai saat ini jumlah
permintaan wisata  trekking meningkat," kata  Triyanto, pengelola
wisata trekking 'Turgo-Merapi', Senin (1/9).

Menurut dia, wisatawan yang ingin berwisata treking datang secara
berombongan maupun perorangan tersebut ingin menikmati pemandangan
alam dan suasana hutan pinus di kawasan kaki gunung teraktif di dunia
ini.

Triyanto yang juga tokoh pemuda desa Turgo mengatakan, dari tahun ke
tahun permintaan wisatawan khususnya nusantara untuk menikmati wisata
trekking terus meningkat. "Jumlahnya  memang tidak pasti, tetapi dalam
beberapa tahun terakhir meningkat. Untuk setiap bulan rata-rata
mencapai 200 orang," katanya.

Menurut dia, wisata treking selain menawarkan keindahan alam kaki
gunung Merapi, juga menawarkan suasana kehidupan asli pedesaan dan
kebun teh rakyat. Tanaman teh yang dibudidayakan di halaman rumah
warga desa Turgo itu menyuguhkan pemandangan menarik bagi peserta
trekking.

"Peserta trekking bisa langsung mencoba sendiri proses produksi teh
rakyat yang dilakukan dengan alat sederhana hingga mereka menikmati
minuman teh yang dibuatnya sendiri," katanya.

Menyinggung tarif wisata treking, ia mengatakan masih bisa dijangkau
wisatawan karena tidak terlalu mahal. Untuk paket A dengan jarak waktu
tempuh satu jam hanya dipatok  Rp 7.500/orang dengan aktivitas
meliputi jelajah alam, pengamatan flora/fauna, dan pembuatan teh.

Paket B dengan waktu tempuh dua jam tarifnya Rp15.000/orang, sedangkan
paket C dengan tarif  Rp 25.000/orang dengan waktu tempuh selama empat
 jam, serta paket D dengan tarif  Rp 50.000/orang dengan waktu tempuh
enam jam.

Tarif sebesar itu sudah termasuk biaya pemandu wisata dan pesan
minuman ringan. Wisata treking ini minimal diikuti dua orang.
"Pokoknya tujuan wisata ini untuk penyegaran sekaligus belajar
mencintai alam dan lingkungan," katanya.

MSH
Sumber : Ant

-- 
Ophet
0818-08807388 / 021-94561925
bebex penjelajah/BekaKak-003
www.bekakak.or.id
http://blackkarisma.multiply.com/
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
www.hkci.or.id

Kirim email ke