Maaf om hendro ane ngk merasa terpaksa kok make pertamax,justru bukanya bagus om klo bnyk yg make bensin non subsidi,brarti masyarakat dh mulai mandiri dgn tdk memakai bensin non subsidi,sehingga subsidi bbm bs dialihkan untuk yg lain,jd subsidi bs diberikan kpd yg lbh berhak,sprti untuk kesehatan dn pendidikan yg MAHALL.. Itu menurut saya ya om
--- In [email protected], "hendro cahyono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Waullahu Alam... Bro. > Tp setidaknya analisa tsb bs aja terjadi. Namun mrk jg akan berfikir > dampak thd masyarakat luas. Kejahatan meningkat drastis dgn adanya > penggiringan paksa tsb. Andai strategi tsb dah mudah terbaca agak tdk > mungkin kalau pemerintah akan berstrategi spt itu. Ini menurutku lho > > On 11/17/08, Hari Prastyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Iya bener Rif namanya gulf > > > > Sebenarnya turunnya harga pertamax n pertamax plus itu bagian dari > > imbas turunnya harga minyak dunia atau sekedar strategi aja??? > > > > Coba kita bayangkan apabila permintaan pertamax n pertamax plus > > melebihi biasanya (menurut berita sampai 300%) berarti yg tadinya > > memakai premium beralih ke pertamax n pertamax plus. > > > > Setelah permintaan premium turun otomatis produksi premium dikurangi, > > kemudian harga pertamax n pertamax plus kembali mengikuti harga minyak > > dunia yang bisa jadi kembali ke harga semula atau lebih MAHAL, karena > > premium diproduksinya sedikit bisa jadi nanti harga premium bisa ada > > dikisaran Rp 7500 (hukum pasar) > > setelah per 1 Desember rencananya Rp 6500. > > > > Karena premium sulit didapat mau tidak mau konsumen membeli pertamax n > > pertamax plus karena stok premium habis sehingga dengan sendirinya > > pengguna BBM akan membeli yang non subsidi. > > > > Berarti strategi pemerintah dan pertamina agar rakyat indonesia untuk > > memakai BBM non subsidi sukses dgn strategi tersebut. > > Bagaimana menurut bro Hendro?? > > (CMIIW) > > > > HPO > > bekaKak006 > > > > > -- > hendro > 0812 841 8958 / 99618041 >
