yang cocok buat jalan di jalur BKT apa ya pakdhe???

bisa dishare ngga?
:-)


On 1/9/09, Krisdenis <[email protected]> wrote:
>
>   Source: http://otomotif.kompas.com
>
> Ban Hujan Yang Cocok Untuk Motor
>
> Senin, 1/12/2008 | 07:17 WIB
>
> *Banyak pemilik* sepeda motor kalang kabut menghadapi musim hujan ini. Ada
> yang nggak bisa mulus kala manuver di tikungan lantaran tunggangannya
> memakai ban jenis kering. Lalu, ada yang salah kaprah beli ban basah.
> "Padahal, produsen ban nasional bikin ban sudah menyesuaikan dengnan kondisi
> jalan dan niklim Indonesia," tegas Yulfahmi, pimpinan *Departemen
> technical Production* PT Gajah Tunggal, produsen ban IRC.
>
> Biasanya, lanjut Yulfami, saat memproduksi sudah diperhitungkan bisa
> dipakai saat kondisi jalan basah atau kering. Apalagi ban yang diproduksi
> untuk standar pabrikan motor.
>
> Lalu, ban seperti apa yang cocok untuk kondisi jalan basah? Yang jelas,
> semua desain ban yang mempunyai *pattern groove *(alur kembang) cocok
> untuk jalanan basah. "Sebab *groove *berfungsi sebagai jalur air dan
> memecah genangan air sehingga bagian yang menonjol bisa mengcengkeram
> aspal," jelas Yulfami.
>
> Ban standar bawaan pabrik, sebenarnya paling ideal buat jalanan basah
> maupun kering. Sebab, terang Yulfami, sudah diperhitungkan dengan berat dan
> tenaga motor. Baik diameter maupun lebar tapak.
>
> Pertanyaannya, mana yang lebih baik, ban dengan banyak coakan yang rapat
> atau renggang? Makin rapat groove makin baik membuang air di jalan
> tergenang. Sebaliknya, yang renggang telat memecah genangan air. Tapi,
> coakan rapat atau renggang juga berisiko. "Ini menyangkut umur ban," ungkap
> Yulfahmi.
>
> Jika *groove *rapat, permukaan ban yang bersinggungan dengan aspal semakin
> sedikit. Artinya, beban yang ditanggung jadi lebih berat. Akibatnya gesekan
> akan lebih cepat menggerus kompon ban. Umur ban jadi lebih singkat.
>
> Masih ada lagi, soal coakan di bibir ban. Ada ban yang punya pattern sampai
> bibir, ada juga yang tidak. Tapi jangan menghakimi ban yang tidak 'dicoak'
> sampai bibirnya tidak bagus. Semua sudah dianalisa saat didesain. Terutama
> kemampuan sudut kemiringan ban.
>
> "Biasanya, meski miring saat manuver, tidak sampai habis sisi bibir ban.
> Masih tersisa sekitar 1 centimeter. Nah, biasanya sampai jarak itu produsen
> membuat coakan," jelas Willianto Husada, dari produsen ban Indo Tire.*(Aries)
> *
>
>
> --
> mencoba wujudkan mimpi!
> http://www.formulabisnis.com/?id=Krisdenis
>
> 
>



-- 
Sent from BekaKakBerry(R)
powered by KJB

Kirim email ke