Kalo ngomong masalah ini mah kayak debat kusir... Alex Setia Policy Owner Services (POS) ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of fajar fajar Sent: 13 Februari 2009 14:23 To: [email protected] Subject: Re: [BekaKak] ada yang punya pendapat tentang artikel berikut...?
masalahnya... terlalu banyak pengendara motor yang tidak layak itu berkendara di jalan umum... hiks... dan mungkin jumlahnya jauh lebih besar dari yang sadar... untuk menyelesaikannya..perlu dukungan dari banyak pihak.. dan tentunya perlu ada kemauan dari yg punya kewenangan... 2009/2/13 bebex kampoenk007 <[email protected]<mailto:[email protected]>> hahahaha ini sih penilaian sepihak... mungkin memang ada benarnya tapi sayangnya komen tersebut tidak dilandasi jiwa yang dewasa yang bisa melihat dari banyak aspek..... dan lebih sayang lagi... kok ya dimuat di detik...??? jalan jakarta yg sebegitu luasnya, begitu lebarnya, hanya berisi shof-shof mobil kan? masa motor hanya diberi 2 jalur sempit yang terpisah yang kadang akibatnya menyenggol spion mereka.... kemudian diprotes pula..... jangan jadikan taraf ekonomi menjadi alasan.... kalo mau adil... boleh lah diistilahkan sebagai jalur lambat khusus motor.... tapi mau ngga mereka berada di jalur mobil tanpa harus menginjak lajur khusus motor???? mau ngga? terbukti di gatsu aja, motor harus di lajur kiri... tapi ternyata dilajur kiri sudah dipenuhi mobil dan bis angkutan kota.... apa itu fair? dimana motor harus jalan???? ya nyelonong sana sini laahhhh .... kalo gw selaku pengendara 2 type kendaraan tersebut, gw menghargai kok masing2 pihak... ngga pernah ngomelin / ngocehin mobil saat pake motor dan begitu juga sebaliknya... gw selalu kasih celah cukup aman buat motor melintas demi kenyamanan bersama.... andai salah satu syarat mengendarai kendaraan pribadi adalah kematangan mental dan kedewasaan.... pasti jalanan sepi dari kendaraan pribadi..... On 2/13/09, fajar fajar <[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote: Motor Tidak Mulia, Tak Perlu Jalur Khusus Nograhany Widhi K - detikNews [%20] (Foto: dok detikcom) Jakarta - Sepeda motor tidak perlu jalur khusus. Karena kendaraan beroda dua ini dinilai sarat risiko dan 'egois'. "Lajur khusus sepeda motor, apakah mereka perlu dimuliakan? Sepeda motor itu membawa masalah. Kalau angkutan kota atau bus dibuatkan jalur khusus karena dia membawa solusi," ujar Koordinator Forum Keselamatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Heru Sutomo kepada detikcom, Jumat (13/2/2009). Menurutnya, pemberian lajur khusus bus seperti busway, karena kendaraan itu bersifat mulia. Karena mengangkut banyak orang, bersih lingkungan dan hemat energi. Karena itulah bus diberi penghargaan khusus karena mengutamakan kepentingan umum dan lebih menguntungkan. "Kalau sepeda motor okelah masyarakat kecil bisa terima manfaat. Tapi itu jadi macet, korban kecelakaan yang luar bisa mahalnya, polusi yang tidak kecil dari dia, sebetulnya sepeda motor is a problem," ujarnya. Sepeda motor, menurut dia, juga kendaraan yang tidak terproteksi dibanding mobil, bila ada kecelakaan. Kendaraan ini juga dinilai bersifat egois dibanding sepeda. "Kalau ditambah jalan, tambah kenceng jalannya. Sepeda motor semua, jadi sirkuit nanti. Itu malah mencelakakan mereka. Begitu lepas dari macet langsung memacu kecepatan tinggi. Kalau sepeda kan bisa bertegur sapa, lebih manusiawi," ujar dia. Heru lebih mendukung jika ada lajur khusus sepeda karena sifat sepeda itu ramah lingkungan dan sehat. Seperti di bicycle track di 7 kampus di Yogyakarta atau seperti kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok. "Jakarta juga bisa. Seperti di Thamrin, diletakkan di atas trotoar, maksimal butuh 1,5 meter jalur sepeda," ujarnya. Jadi sepeda motor pun tidak perlu jalur khusus. "Cukup jalur lambat saja," tutur Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini. (nwk/nrl) -- Sent from my RyolixBerry(r) smartphone from Sinyal Bagus BekaKak, Nyambung Teruuusss...!
