Phet, Jangan dijual rumahnya, Tar harga jual berlipat tuh.... Nih beritanya :
Senin, 29 Juni 2009 | 17:37 WIB JAKARTA, KOMPAS.com -- Situasi ekonomi yang semakin membaik di kuartal kedua 2009 membuat pengembang makin percaya diri. Selain ekspansi, sebagian dari mereka kembali melanjutkan proyek yang pernah mandek. Salah satu pengembang yang kini bersiap menghidupkan lagi proyek yang tertunda itu adalah PT Summarecon Agung Tbk. Mereka akan melanjutkan kembali megaproyek Kota Mandiri di Bekasi Utara. Proyek ini dirintis sejak 2007. Tahun 2008 lalu, karena krisis, manajemen menunda proyek ini. Saat itu kami memang tidak punya dana untuk melanjutkannya, kata Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki, Minggu (28/6) di Jakarta. Kala itu, mereka baru sebatas melakukan pembebasan lahan. Dari kebutuhan lahan seluas 250 hektare (ha), mereka baru merampungkan pembelian 180 ha. Sisanya kami harapkan bisa selesai pada akhir 2009, tandasnya. Summarecon bakal memulai pembangunan Kota Mandiri itu pada awal 2010. Mereka sudah menyediakan anggaran sekitar Rp 250 miliar untuk memulai pembangunan tahap pertama. Dananya berasal dari kas internal sekitar 50 persen, sisanya berasal dari pinjaman bank, katanya. Summarecon menggunakan uang sendiri karena pendapatan mereka membaik pada tahun lalu. Pendapatan Summarecon pada 2008 mencapai Rp 1,3 triliun, sedangkan pada tahun sebelumnya cuma sekitar Rp 1,02 triliun. Artinya, ada kenaikan sekitar 27 persen. Kontributor terbesar adalah Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Serpong yang mencapai sekitar 67 persen atau sekitar Rp 845 miliar, papar Johannes. Summarecon memperkirakan pembangunan Kota Mandiri akan menghabiskan waktu tujuh tahun. Di Kota Mandiri ini, Summarecon akan membangun beberapa rumah menengah seharga Rp 400 juta sampai Rp 1 miliar. Selain itu, mereka juga akan mendirikan perkantoran, hotel, mal, dan berbagai pusat hiburan. Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan, masuknya Summarecon ke Bekasi Utara bakal menggairahkan pasar properti menengah di sana. Maklum, selama ini yang sudah eksis di sana praktis hanya Kemang Pratama. Setelah itu tidak ada lagi yang eksis, tukasnya. Bisa jadi, kehadiran Summarecon di Bekasi akan memicu kenaikan harga jual tanah di kawasan itu. Kini, harga tanah di kawasan itu mencapai Rp 800.000 per meter persegi. Ali meramal, masuknya Summarcon bisa membuat harga tanah meningkat menjadi sekitar hingga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per meter persegi. (KONTAN/Ali Imron) RyoBerry®
