Iya padahal Bandara nya sangat luas di banding yg lain misalnya 
Pekanbaru,Medan,Pangkal Pinang,Balikpapan,Manado,Semarang dll




________________________________
Dari: Kang Prie <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 2 Juli, 2009 10:22:36
Judul: Re: [BekaKak] Fw: GURITA BISNIS KALLA BROTHERS





gak asyik neh..
pembangunan bandara yg JK banggakan di makassar gak disebut..
gak asyik..gak asyik..gak asyik..gak asyik..gak asyik..gak asyik..

LANJUTKAN. OPSS.. LAUTKAN AJA DEH.. XIXIXIXII

2009/7/1 ryolix <hendro.bekakak007@ gmail.com>:
>
>
>  RyoBerry®
>
> ____________ _________ _________ __
> From: "Koesyanto, Ladi"
> Date: Wed, 1 Jul 2009 11:17:39 +0200
> Subject: GURITA BISNIS KALLA BROTHERS
>
> Gurita Bisnis Kalla Bersaudara
>
>
>
> Resume:
>
>
>
> Kepentingan JK tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekspansi bisnis
>
> keluarga besarnya, karena Indonesia tidak punya peraturan yang melarang
>
> konflik kepentingan jabatan publik dengan kepentingan bisnis pribadi dan
>
> keluarga serta sahabatnya.
>
>
>
> Profil Usaha
>
> Ada empat kelompok perusahaan yang dikuasai oleh JK (kelompok Bukaka &
>
> Hadji Kalla), iparnya, Aksa Mahmud yang Wakil Ketua MPR-RI (kelompok
>
> Bosowa), dan adiknya, Halim Kalla (kelompok Intim).
>
>
>
> Beberapa perusahaannya yang dikenal publik antara lain: Bhakti Centra Baru
>
> (Bukaka Agro; Bukaka Asia Investment Ptd; Bukaka Barelang Energy (BBE);
>
> Bukaka Building Construction; Bukaka Investindo; Bukaka Marga Utama
>
> (membangun dan mengelola Ciawi - Sukabumi toll road, Pasuruan -
>
> Probolinggo tol road); Bukaka Meat; Bukaka Teknik Utama (yang antara lain
>
> meliputi Bukaka Singtel (sudah dilego karena gagal memenuhi komitmen
>
> pemasangan telepon terhadap Telkom), Bumi Karsa,  Duta Agro Sulawesi,
>
> Haji Kalla Trading Company, NV, Kalla Inti Karsa; Mal Ratu Indah,
>
> Makassar;  Kalla Lines.
>
>
>
>
>
> Track Record:
>
>
>
> Pada krisis 1997/1998, Grup Bukaka Termasuk 20 debitur kakap yang
>
> mengemplang ke Bank-Bank BUMN yang mengakibatkan bank-bank plat merah
>
> kolaps. Sebagaimana debitor lainnya, Bukaka juga `memaksa' mendapatkan
>
> hair-cut dalam jumlah yang sangat fantastis.
>
>
>
>
>
> Sejak 2005, Bukaka dan Bosowa menjadi `beban' bagi Bank BUMN seperti
>
> Mandiri. Kredit macet mereka terbilang tinggi yang memaksa bank-bank plat
>
> merah baru ini menyisihkan pencadangan, dan termasuk merestrukturisasi
>
> utang-utang tersebut.
>
>
>
> Bukaka Teknik Utama tercatat menjadi pemegang saham mayoritas (35%) PT
>
> Trans-Jawa Paspro Jalan Tol. Yang memegang konsesi jalan  tol
>
> Pasuruan-Probolingg o.  Lantaran tak mampu memenuhi kewajiban berupa
>
> jaminan pelaksanaan, dana tanah, dan financial closed yang deadlinenya 30
>
> Juni 2008. Karena wan prestasi, akhirnya konsesi itu dilego ke kelompok
>
> usaha bakrie.
>
>
>
> Bukaka tercatat di Bursa Efek Jakarta. Tapi, lantaran laporan keuangannya
>
> selalu disclaimer selama bertahun-tahun, akhir Bursa Efek Indonesia
>
> mendelistingnya dari pasar saham. (Pada saat kampanye pilpres 2009, Kalla
>
> dengan sinisnya bilang, "Pasar modal adalah sarang neolib.").
>
>
>
>
>
> Profil Proyek: Intervensi dan Benturan Kepentingan
>
>
>
> Sejak menjadi wapres, Kalla bersaudara semakin kebanjiran order. Salah
>
> satunya adalah pembangunan PLTA.
>
>
>
> Di Sulawesi Selatan: Bukaka mendapat order pembangunan PLTA di Ussu  di
>
> Kabupaten Luwu' Timur, berkapasitas 620 MW; sebuah PLTA senilai Rp 1,44
>
> trilyun di Pinrang; sebuah PLTA kecil berkapasitas 1 MW di Desa Mappung,
>
> Tompobutu, di perbatasan Kabupaten Gowa dan Sinjai, sebuah PLTA berskala
>
> menengah berkapasitas 8 MW di Bantaeng, serta sebuah PLTA kecil di Salu
>
> Anoa di Mungkutana, Kabupaten Luwu' Utara. Saat ini, Bukaka sedang
>
> membangun PLTA dengan tiga turbin di Sungai Poso, Sulawesi Tengah, yang
>
> akan berkapasitas total 780 MW. Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Bukaka
>
> mendapat order pembangunan PLTA berkapasitas 25 MW.  Selain ditengarai
>
> memainkan pengaruh kekuasaan untuk mendapatkan bisnis ini, pelaksanaannya
>
> pun kerap melanggar aturan.  PLTA Poso, misalnya, mulai dibangun sebelum
>
> ada AMDAL yang memenuhi syarat. (Juga jaringan SUTET-nya ke Sulawesi
>
> Selatan & Tenggara dibangun tanpa AMDAL).
>
>
>
> di Sumatera Utara, kelompok yang dipimpin Achmad Kalla, adik kandung Wakil
>
> Presiden mendapat order pembangunan PLTA di Pintu Pohan, atau PLTA Asahan
>
> III berkapasitas 200 MW serta PLTA Sibaho di Kabupaten Humbang Hasundutan.
>
> Untuk itu, Bukaka sudah melakukan pembebasan lahan, tapi proyeknya
>
> kemudian diambil alih oleh PLN.
>
>
>
> Selain itu,  Bukaka juga terlibat dalam pembangunan pipa gas alam oleh PT
>
> Bukaka Barelang Energy senilai US$ 750 juta – setara dengan Rp 7,5 trilyun
>
> – yang akan terentang dari Pagar Dea, Sumatera Selatan, ke Batam;
>
> pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai US$ 92 juta –
>
> atau Rp 920 milyar – di Pulau Sembilang, dekat Batam; pembangunan
>
> pembangkit listrik tenaga gas di Sarulla, Tarutung, Sumatera Utara, yang
>
> akan mengjasilkan 300 MW
>
>
>
> Yang paling baru adalah rencana pembangunan 19 PLTA berkekuatan 10..000 MW.
>
> Rencana ini dinilai berbahaya secara ekonomi karena Kalla mendorong
>
> BPD-BPD se Indonesia  yang membiayainya dengan mengandalkan dana murah di
>
> bank-bank milik pemda tersebut. Masalahnya, dana murah itu adalah dana
>
> jangka pendek, sedangkan pembangunan PLTA adalah proyek berjangka waktu
>
> panjang. Rata-rata baru setelah 7 tahun, ada duit yang masuk.  Jika
>
> terjadi sedikit saja goncangan, BPD-BPD bakal semaput karena dana jangka
>
> pendek mereka dipakai untuk membiayai proyek jangka panjang.  Kengototoan
>
> Kalla bisa dimaklumi karena kelompok-kelompok Bukaka, Bosowa , dan Intim
>
> (Halim Kalla) termasuk paket kontraktor pembangunan 19 PLTU itu. Kelompok
>
> Bosowa mendapat order pembangunan PLTU Jeneponto di Sulsel, tanpa tender
>
> (Rakyat Merdeka, 7 Juni 2006), sedangkan kelompok Intim milik Halim Kalla
>
> yang juga salah seorang Komisaris Lion Air akan membangun PLTU
>
> berkapasitas 3 x 300 MW di Cilacap, Jateng, dengan bahan baku batubara
>
> yang dipasok dari konsesi pertambangan batubara seluas 5.000 ha milik
>
> kelompok Intim di Kaltim (GlobeAsia, Sept.. 2008, hal. 38).
>
>
>
> Intervensi yang juga paling sering dikemukakan adalah menyangkut proyek
>
> Monorel. Rencana proyek ini hampir kandas setelah konsorsium pemenang
>
> ternyata tak punya cukup duit. Belakangan Bukaka masuk dan memimpin
>
> konsorsium. Mereka mendesak bank-bank BUMN untuk mengucurkan kredit.
>
> Karena mendapat sorotan, akhirnya diupayakan dengan cara tipuan:
>
> Pura-puranya ada dana dari Dubai.. Belakangan ketahuan investor Dubai itu
>
> hanyalah arranger keuangan saja, sebab yang menyetor duit itu rencananya
>
> adalah Bank-Bank plat merah (Mandiri, dll). Yang paling disoroti dari
>
> proyek ini adalah permintaan jaminan pemerintah. Dalam hal ini Bukaka
>
> mengklaim potensi penumpang yang sangat besar. Jika jumlah penumpang itu
>
> tak tercapai maka sisanya adalah kerugian yang harus ditanggung
>
> pemerintah!
>
>
>
> Selain itu, grup Kalla juga diketahui menjadi bagian dari konsorsium yang
>
> mendapat konsesi dalam pembangunan apartemen murah 1000 tower. Tak
>
> mengherankan jikalau Kalla-lah yang paling ngotot dan sebagai akibatnya
>
> Pemda Jakarta dipaksa mengabaikan berbagai pelanggaran yang dilakukan
>
> pengembang yang membangun apartemen murah ini. Jika tak dihentikan, daerah
>
> seputar apartemen murah bakal jadi daerah super crowded karena pengembang
>
> membangun unit yang jauh melebihi daya dukung lingkungannya.
>
>
>
> Meski selalu menyebut `ogah asing', pada dasarnya Kalla sudah lama
>
> menjalin relasi dengan perusahaan asing. Terakhir, Adik bungsu Jusuf
>
> Kalla, Suhaelly Kalla, terjun ke bisnis mobil produksi Cina. Suhaelly
>
> dengan perusahaan PT IGC International menjadi distributor mobil merek
>
> Geely di Indonesia. Menurut Suhaelly, keterlibatan dalam bisnis mobil Cina
>
> karena peluangnya cukup menarik. Geely mampu menghasilkan produk yang
>
> kompetitif dengan harga lebih murah. "Harga sedan dibawah Rp 100 juta tiap
>
> unit," kata Suhaelly, dalam acara peluncuran mobil Geely CK CKD
>
> (completely knock down), Jakarta (16/5).
>
>
>
> Dalam soal Blok D Alpha Natuna, Kalla terlihat agresif dan seperti
>
> menentang dominasi perusahaan-perusaha an migas asal Amerika Serikat. Yang
>
> tak diketahui, Kalla merangkul perusahaan migas Eropa. Salah satu yang
>
> dijagokannya adalah perusahaan migas asal Norwegia. Yang menarik, di
>
> tingkat domestik, menantunya yang kerap dipanggil dengan Tono Kalla sudah
>
> menjalin kerjasama dengan BUMD Kab Natuna untuk menampung jatah saham yang
>
> harus dialokasikan kepada pemda. Duit yang dibutuhkan untuk membeli saham
>
> itu mencapai Rp 20 triliun. Hingga kini, Tono Kalla masih mencari kreditor
>
> yang mau mengucurkan kredit padanya. Kehadiran Tono ini jadi tak `asyik'
>
> karena maksud awal Pemda Natuna menggandeng Tono adalah dengan asumsi Tono
>
> cukup punya duit untuk menjadi patnernya pemda setempat.
>
>
>
>  ============ ========= =====
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> This email has been scanned for Viruses and Spam. For more information
> please contact your local Business Unit Information Security representative.
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
>
> 




      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke