Dear Sahabat,

He..he..hee... jadi lucu nih bacanya... gmn ya ngejawabnya :)

Duhai pren (baca : friend), ketika saya membacanya hati ini menjadi lirih
terkesima. Disatu sisi saya salut akan keinginan untuk maju dan disisi lain
saya jadi "lapar" ketika membaca kalimat yang tertulis "orang bodoh dan tak
pintar"..hi..hi..

Bagaimana bila pertanyaan itu saya kembalikan kepadamu? Apakah kamu mengira
mereka yang tergabung dalam milis ini sudah menjadi MASTER??? Sekalipun iya
dan ada, tentu mereka tak akan pernah mengakuinya. Karena pemahaman mereka
yang mendalam, telah menghiasi jiwanya untuk tidak mengklaim ketangguhan
dirinya. Mereka sangat menyadari bahwa milis ini merupakan sekolah jitu yang
telah menjadikan dirinya banyak perubahan.Milis ini penuh corak yang
beraneka warna. Perbedaan SARA telah dikesampingkan apalagi status "bodoh
dan pintar" tentu akan dihapus dari memorinya. Milis ini terdiri dari mereka
- mereka yang mau belajar dan belajar terus menerus. Kebersamaan dan Arena
Diskusi merupakan salah satu panglimanya. Saling berlomba untuk kebaikan.
Tentunya tetap sportif dan mengikuti rule yang telah ditetapkan. Dengan
adanya rule ini, sangatlah bermanfaat untuk kebaikan bersama. Ada rambu -
rambu yang harus dipatuhi. Ada tata cara bertanya dan menjawab. Dan rule itu
selalu dikirimkan setiap bulannya agar kita semua selalu ingat aturan
mainnya. Oleh karena itu, ikutilah rule tersebut dalam aktifitas kita agar
kita bisa menghargai diri sendiri. Karena bagaimana orang lain akan
menghargai kita, bila kita tak bisa menghargai diri sendiri??? Dan tentunya,
orang lain pun tak akan menghargai kita apabila kita tak menghargainya. Hal
ini pun berbanding lurus dalam hal mengajukan pertanyaan. Bagaimana cara
kita bertanya dan dapat menarik sahabat lainnya untuk menjawab. Tentu
haruslah sesuai rule tersebut. Bila kita mengabaikan rule tersebut, berarti
kita tak menghargai diri sendiri yang menyebabkan orang lain pun berbuat
yang sama. Oleh karena itu, marilah kita menata kembali agar semuanya
menjadi endah (baca: indah). Hi..hi... wooiiii... serius amat bacanya :))

Btw, sekedar berbagi pengalaman saja.
Siapa sih orang yang tak mau menjadi pintar? Siapa juga yang tak ingin maju?
Lalu bagaimana untuk bisa mewujudkannya??? Jauh sudah diri ini iri dengan
mereka yang sudah berhasil. Tetapi saya pun menyadari bahwa diam diri tanpa
"action" dan hanya melulu meratapi nasib yang kurang beruntung, sungguh itu
suatu kesalahan besar dan fatal. Hal itu hanya akan membunuh potensi kita
secara perlahan. Sungguh.... diri kita begitu "Sangat Berarti" untuk
disia-siakan begitu saja. Selagi Tuhan masih memberikan waktu dan daya pada
diri kita, mengapa harus menunda untuk berubah??? Menunda???? Iya... tidak
adanya "action" dalam diri kita sama saja dengan menunda perubahan. Memang
perubahan tidaklah semudah membalikan kedua telapak tangan. Tetapi bukan
pula hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja mungkin kita masih bingung
"dari mana" perubahan itu harus diawali dan "kemana" perubahan itu akan
diwujudkan???

sadarilah, bahwa untuk sebuah perubahan yang lebih baik tidaklah perlu
berfikir rumit. Ingatlah, That's simple!!! Untuk bisa berubah kita hanya
perlu "KESUNGGUHAN" dan "BERKESINAMBUNGAN" dalam menggapainya. Karena langit
dan bumi, juga alam semesta tidaklah Tuhan ciptakan dalam sekejab, sekalipun
DIA berkuasa melakukannya. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa untuk
mencapai perubahan PERLU adanya PROSES. Sejauh mana proses itu dilakukan
sejauh itu pula waktu yang dibutuhkannya.

Sahabatku, berikut adalah tips untuk mewujudkan perubahan yang di-impikan:

1. Instrospeksi diri.
Renungkanlah keberadaan diri kita. Karena Tuhan menciptakan kita tidak untuk
main-main. Kita diciptakan sangatlah spesial dan beralasan (bertujuan). Kita
diberikan bakat dan minat yang beraneka. Segera temukan bakat dan minat yang
menonjol, dan berikan waktu yang serius untuk merawatkan agar benar - benar
matang dan berbuah.

2. Belajar secara berkesinambungan
Untuk bisa menjadi mahir, perlu adanya kesungguhan dalam belajar. Belajarlah
secara serius dan sungguh-sungguh. KUASAI hal - hal dasar. Karena tanpa
menguasai DASAR, akan menyulitkan kita untuk belajar lebih jauh. Carilah
referensi untuk mendukungnya. Baik referensi buku atau pun artikel. Atau
bertanyalah secara santun kepada sahabat, agar sahabat kita pun antusias
membantunya. Dan kalau memang memungkinkan untuk les atau kursus, silahkan
tempuh jalan tersebut. (Maaf Abang sekalian, hi...hi... bukannya promosi
privat access ya? :)) ehm...) Karena memang ada tipe orang yang tidak bisa
belajar secara langsung dengan buku, melainkan harus dibimbing dengan
tutorial secara nyata.

3. Belajar studi kasus.
Bila kita sudah benar - benar MENGUASAI HAL DASAR dan STANDAR, mulailah
belajar secara studi kasus. Mencari kasus untuk dipelajari tidaklah sulit.
Karena dimilis ini pun banyak segudang kasus yang bisa dipelajari. Atau
sekedar mengikuti kasus yang sudah dijawab dengan sahabat lainnya. Belajar
studi kasus akan MENUNTUN kita pada hal - hal baru. Justru setiap masalah
yang ditimbulkan, itulah yang diharapkan. Berarti kita masih harus belajar.
Dan tak malu bertanya, merupakan solusi awal yang akan didapatkan.

4. Meniru hasil karya sahabat yang lain.
Salah satu hal yang sangat menggembirakan yaitu bila kita mampu meniru hasil
karya orang. Ingat, meniru bukan berarti "menjiplak abizz" hasil karya
orang. Apalagi hanya mengganti keterangan nama pembuat program..hi..hi...
sungguh, jika demikian, rupanya kita perlu dikasihani.Salah satu cara agar
bisa meniru hasil karya orang lain yaitu dengan MELIHAT program atau pun
screenshot secara langsung. Karena dengan demikian, dapat kita jadikan
sebagai referensi dan tolak ukur sejauh mana proses belajar kita. Dan
tentunya, kita masih bisa mendapatkan hasil karya orang yang GRATISAAANNN.
Masih sangat banyak koq. Dan sekalipun harus bayar, kenapa tidak dilakukan
bila memang hal tersebut SANGAT BERARTI BAGI KITA. Ehm... sekedar informasi
diawal ini, Insya Allah saya akan membuat e-book yang dapat menemani belajar
sahabat. Sekalipun tidak GRATIS, tentu Anda akan diajak berkelana
menggunakan Access tanpa pusing dan rumit, dalam menyelesaikan studi
kasusnya. Nantikan saja di web saya.

5. Lingkungan yang kondusif
Rupanya, item kelima ini tidak kalah pentingnya. Carilah lingkungan yang
kondusif bagi kita. Jangan biarkan kita lama berada dilingkungan yang tidak
menambah manfaat kecuali hanya kerugian dan kesia-sia-an. Lingkungan yang
kondusif bukan saja lingkungan yang HANYA MENUNTUNGKAN DIRI SENDIRI
melainkan sebuah lingkungan (baca: komunitas) yang bisa membuat kita dan
elemen didalamnya saling tumbuh dan berkembang, alias Give and Take!!! Koq
bukan take and give?? Memberi dulu baru kita akan mendapatkan. Karena Tuhan
tak pernah keliru untuk memberikan balasan kepada mereka yang beramal
(Berkarya)...


Salam,

Lusky Kurniawan (Engkong)
www.privat-access.webs.com
www.flusinfo.co.cc

"Yang BESAR belum tentu mengalahkan yang kecil. Yang lambat PASTI tertinggal
dengan yang CEPAT"

Kirim email ke