aaaaamiiinnn.....

doa-nya jangan cuma diberi kesehatan bro ....
diberi duit yang banyak, bro ....

aaaaminnnn.........


aksan kurdin
:D


[email protected] wrote:

Saya jg salut sm bpk aksan kurdin, insyaAllah org yg di ajari jd jago RDBMS. Dan bpk aksan selalu dberi kesehatan.. Amin...



Wassalam, thanks and b.regards
Taufik Hidayat

------------------------------------------------------------------------
*From: * Belajar Office <[email protected]>
*Date: *Wed, 20 Jan 2010 23:42:36 -0800 (PST)
*To: *<[email protected]>
*Subject: *Re: [belajar-access] ini formnya

Saya salut berat sama Bpk. Idealnya setiap penanya seharusnya berusaha membuat dulu semampunya, setelah itu kalau ada lubang2 kecil, bisa ditambal oleh Bpk. Tapi Bpk berusaha memandu sebegitu detail. Semoga ilmu Bpk semakin luas dan bertambah banyak. Thank's.


------------------------------------------------------------------------
*From:* Aksan Kurdin <[email protected]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Thu, January 21, 2010 2:16:20 PM
*Subject:* Re: [belajar-access] ini formnya

Sori, tanya dulu:

    * Pending Indent dalam form indent apa maksudnya ? tombol send-nya
      ngapain ?
    * di PO, ada unit_price, ada initial_price, bedanya apa ? bukannya
      sama saja ?
    * status di indent dan di po mewakili informasi apa ?

aksan kurdin


Aksan Kurdin wrote:
Ok,
jadi prosesnya adalah P. Maulana order barang berdasarkan daftar indent, lalu ingin mengontrol order outstanding berdasarkan barang yang sudah diterima dalam proses BPB..
saat ini proses P. Maulana:

Indent -> Order -> BPB

Setiap dokumen indent bisa diorder lebih dari satu dokumen PO, tergantung item mana dulu nih yang mau di order Setiap dokumen order bisa diterima lebih dari satu dokumen BPB, tergantung barang mana dulu yang datang.

Tambahan saya ada disini pak:
Setiap dokumen BPB, bisa terdiri dari lebih satu dokumen 'PO Receipt'. Dokumen ini refernya selalu hanya kepada satu nomor dokumen order PO saja, sehingga bisa dikontrol PO mana yang sudah close, mana yang masih outstanding.

Beri waktu saya sebentar untuk menyusunkan desain relasi tabelnya.
Setelah itu, Insya Allah, saya bantu untuk contoh desain proses berupa entri PO Receipt yang langsung mengambil dari PO yang masih outstanding.
Mungkin after office hour, ya pak ...

aksan kurdin



Maulana wrote:
    ----- Original Message -----
    *From:* Aksan Kurdin <mailto:[email protected]>
    *To:* belajar-access@ yahoogroups. com
    <mailto:[email protected]>
    *Sent:* Thursday, January 21, 2010 9:18 AM
    *Subject:* Re: [belajar-access] ini formnya

    Maaf P. Maulana,
    kita jadi melebar terhadap desain sistem, karena menurut saya
    penyelesaian pendek tidak memecahkan masalah kalau tidak
    dikaitkan dengan relasi tabel yang lain, karena yang anda
    inginkan adalah integritas po dan receipt.
    Saya melihat dari form data entry, bahwa database anda belum
    dalam keadaan normal, sehingga menyulitkan pemrograman selanjutnya.

    Baik, berikut kesimpulan sementara saya terhadap Proses PO,
    tolong dikoreksi sekali lagi.
    Saya menganggap bahwa yang ada di form selama ini berada dalam
    satu tabel, sedangkan kalau di lihat dari field-fieldnya,
    seyogyanya kalau data tersebut dipecah dalam relasi-relasi
    sesuai normalisasi.

    tolong diperiksa:

        * satu nomor indent untuk satu nomor PO  (tidak juga justru
          disini satu nomor P.O bisa untuk banyak nomor Indent)
        * satu nomor PO bisa terdiri dari beberapa currency(tidak) ,
          summary total po dikelompokkan berdasarkan currency
          item-itemnya( tidak), ppn-nya pun per currency(tidak)
        * discount terdiri dari dua level, level item dan level
          dokumen (iya)
        * ppn berlaku untuk satu nomor PO(iya), bukan per item, jika
ada item yang tidak kena ppn akan dibuatkan po lain ? * final price dan sub total adalah calculated field, jadi
          tidak perlu di simpan dalam tabel (disimpan)
        * order quantity selalu mengambil nilai quantity tabel lain
          (TINDENT_STATUS) , artinya PO dibuat selalu berdasarkan
          tabel indent. Adakah kemungkinan PO tidak berdasarkan
          tabel indent ?(tidak)

    bisakah capture untuk Indent formnya disertakan juga ? saya
    lampirkan untuk gambaran

    untuk sementara, menurut saya relasi tabel-nya seharusnya adalah
    seperti ini:

    <deleted ... hemat bandwidth>

    saya lampirkan juga tabel yang saya buat, apakah salah dan mohon
    dikoreksi kalau salah penempatan
Setelah ini baru kita lanjut membahas BPB (apaan sih
    kepanjangannya ? Bukti Penerimaan Barang ?)(iya betul pak)


    aksan kurdin




    Maulana wrote:


        <deleted .. hemat bandwidth>
        Penjelasannya
        - Nomor Indent berlaku untuk satu Dokumen dan terdiri
        banyak item
        - Betul Kode Barang
        - Untuk Setiap item berbeda currency bisa (Rp,USD,Euro,
        SGD, dll)
        - Discount bisa setiap item sendiri atau seluruh dokumen
        - untuk ppn sudah saya set devault 10% tetap apabila tidak
        ada ppn tinggal di ubah pada saat proses
        - [Unit Price] - [Discount]*[ Unit Price]/100
         - untuk Unit Price saya buatkan event GotFocus dan LostFocus
         - Private Sub UNIT_PRICE_GotFocus ()
           Dim varc As Variant
           Dim VARN As Variant
           varc = DLookup("[QTY] ", "TINDENT_STATUS" , "[INDENT_NO]
        = '" & Forms!PURCHASE_ ORDER!INDENT_ NO & "'" & "AND
        [STORE_KODE] = '" & Forms!     PURCHASE_ORDER! Store_Kode &
        "'")
          VARN = DLookup("NAMA_ BARANG", "TBARANG", "STORE_KODE =
        '" & Forms!PURCHASE_ ORDER!Store_ Kode & "'")
          ORDER_QTY = varc
          Nama_Barang = VARN
          End Sub
        Private Sub UNIT_PRICE_LostFocu s()
        SUB_TOTAL = SUB_TOTAL + INITIAL_PRICE * ORDER_QTY
        End Sub

        - untuk note hanya untuk setiap dokumen

        <deleted .. hemat bandwidth>
- Bisa satu No BPB banyak No Indent
        - Bisa menerima sekaligus lebih dari satu Supplier maupun P.O
        - Untuk Assieme,POS, Danieli Kode, itu hanya identitas
        barang untuk Import
        - Currency tidak berganti apabila sudah di P.O lain hal
        kalau belum/atau tidak ada P.O bisa di set sendiri
        - tidak sudah di set apabila ada P.O sudah Automatis harga
        tercantum, bisa juga di input apabila tidak dibuatkan P.O nya

terimakasih atas pencerahannya
        salam sukses
        Maulana




        Maulana wrote:
Dear Pakar
        Maaf ini Formnya saya lupa lampirkan







Kirim email ke