Waalaikum salam, Miss, penjelasannya puanjang banget, bisakah diselipkan contoh bagaimana pengerjaannya, kan tini telat pintar urusan rumus dan macro, please #wajahmemelas Salam Tiny Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Jan Raisin <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 5 Dec 2012 09:10:27 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [belajar-excel] Fw: Emailing: rekam macro transpose Assalamu'alaikum wr. Wb., mbak Tini, Question: 1. jika saya ingin membuat rekap baru untuk PPN seperti Rekap PPH 23, apakah saya harus membuat macro yg sama dgn rekap PPH 23? Answer: Sebaiknya mbak Tini membuat macro yang baru, bisa dalam 1 file tetapi berbeda sheet, cara membuatnya bisa melalui insert New Module, atau dengan menggunakan module yang sama tetapi dengan prosedur yang baru. Jika format inputnya sama maka bisa menggunakan 1 form input saja, tinggal diganti nomer PPhnya saja (--kelihatannya setiap form PPh tidak ada yang sama ya--) Letak rekapnya bisa di sheet yang berbeda, atau.... Jika mbak Tini bersedia untuk sedikit bersusah payah, maka ada baiknya dibuat 1 buah data base yang digunakan untuk menghimpun seluruh data pajak, berarti bisa jadi bukan hanya untuk PPh ps 23 dan PPh ps 4 saja, agar dikemudian hari jika ingin membuat laporan --misal : seluruh pajak atas nama PT "X" untuk periode Nov 2012-- maka bisa ditampilkan hanya dengan menggunakan Pivot Table dalam beberapa kali klik saja, atau jika format Pivot Tabel tidak sesuai maka bisa dibuat laporan yang baku dengan sumber data dari data base tersebut. Tentu saja databasenya harus dibuat dengan kaidah data base yang baik, yaitu: a. Selalu dimulai dari cell A1 sebagai header data b. Tidak ada merge cell c. Tidak ada baris kosong antar data, misal baris 3 ada datanya, baris 4 kosong sama sekali, lalu baris 5 ada datanya lagi d. Tidak ada kolom kosong antar data e. Disusun dengan orientasi vertikal (dari atas ke bawah), bukannya horizontal (dari kiri ke kanan) f. Bukan berupa matriks (kadang Jan masih salah mau bikin database tapi bentuknya malah jadi matriks, kata mr Kid: Matriks itu disebut juga Compact database, untung Mr. Kid bersedia memberikan arahan jadi Jan gak nyasar lebih jauh xixixixi :D) Question: 2. Bagaimana saya membuat validasi atas no transaksi, agar tdk diinput double? Answer: Ada banyak cara untuk menghindari agar nomer tidak dobel, antara lain: a. dengan cara input manual, diperlukan VBA untuk melakukan pengecekan terhadap data base apakah nomer tersebut sudah pernah digunakan atau belum, jika sudah pernah ada maka hapus nomer tersebut dan beri tahu user bahwa nomer tersebut sudah ada dan user harus membuat nomer baru lagi. b. membuat nomer otomatis, menurut Jan ini adalah cara yang paling baik, yaitu menambahkan 1 nilai dari nomer yang paling akhir, misal pada contoh adalah 001.XI/2012, maka untuk nomer berikutnya adalah 001 ditambah 1, diberi titik, bulan dalam romawi, garis miring, tahun. Untuk membuat nomer secara otomatis bisa dilakukan dengan formula, coba mbak Tini pelajari cara memisahkan nilai dari Text/String atau Numeric c. dengan VBA, konsepnya adalah sama dengan cara b hanya saja dibuat lebih otomatis Question: 3. Bagaimana agar jika Kolom No Seri Faktur pajak tidak di isi di Form Isian maka akan muncul peringatan (tidak dpt diinput karena No seri Faktur Pajak belum diisi) Answer: Untuk yang ini juga bisa dilakukan dengan banyak cara, beberapa yang Jan ketahui adalah: a. Menggunakan data validasi, misal jika user mengetik suatu nilai pada kolom DPP padahal nomer seri faktur pajak masih kosong maka muncul peringatan, coba mbak Tini pelajari lagi fitur Data Validasi b. Menggunakan VBA, pemeriksaan dilakukan sebelum proses penulisan data dari form Input ke sheet Database. Jika nomer seri pajak kosong maka muncul pesan kepada user. Ada baiknya jika mbak Tini sudah terbiasa dengan VBA (--semoga cepat bisa dan terbiasa ya mbak, karena Jan juga masih newbie.. baru 3 bulan ini belajar xixixi :D--) maka mbak Tini bisa membuat nomer seri faktur pajak secara otomatis, setahu Jan nomer faktur pajak format penulisannya selalu tetap jadi secara logika bisa dibuat secara otomatis. Jika belum terbiasa dengan VBA tetapi sudah bisa membuat database yang baik dan benar dan databasenya sudah tersedia, maka bisa juga dibuat secara otomatis menggunakan formula. Sekarang adalah kesempatan yang bagus untuk mulai membuat database karena sebentar lagi nomer faktur pajaknya akan dimulai dari nomer 1 lagi, bukankah begitu ? Semoga sesuai dengan yang diharapkan, jika ada yang salah tolong dikoreksi, jika ada yang kurang lengkap tolong ditambahkan. Wassalamu'alaikum wr. wb., -Ms. Jan Raisin- Pada 5 Desember 2012 08:14, <[email protected]> menulis: > ** > > > ** Miss,Subhanallah penjelasannya rinci sekali, saya jadi bisa memahami > bahasa macro, walaupun setahap2 ;), ada beberapa pertanyaan miss seputar > bahasan kemarin: > 1. jika saya ingin membuat rekap baru untuk PPN seperti Rekap PPH 23, > apakah saya harus membuat macro yg sama dgn rekap PPH 23? > 2. Bagaimana saya membuat validasi atas no transaksi, agar tdk diinput > double? > 3. Bagaimana agar jika Kolom No Seri Faktur pajak tidak di isi di Form > Isian maka akan muncul peringatan (tidak dpt diinput karena No seri Faktur > Pajak belum diisi) > Mohon penjelasannya > > Salam > Tiny > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > >

