Pak Yudha,

Pada prinsipnya, excel pivot table bekerja dengan baik jika sumber datanya
berupa fact table. Fact table selalu berisi data yang lengkap informasinya.
Berhubung sumber datanya bukanlah sebuah instansi OLAP DB, maka fact
tablenya harus memuat semua informasi secara apa adanya. Bagian tabel data
yang melengkapi fact table tersebut adalah kolom-kolom yang berformula.
Kolom-kolom berformula ini biasanya disusun dengan query (SQL).

Pada sisi backend, data disusun mengikuti kaidah tabel database. Berhubung
excel bukan aplikasi database, maka yang paling memungkinkan adalah
berusaha menyusun tabel berkaidah database semampunya. Artinya, tabel data
mudah diproses dengan konsep pengolahan database, tetapi juga bisa menjaga
kemudahan pengolahan dengan Excel. Prinsip dasar relational database adalah
menyusun tabel sesederhana mungkin dan membentuk suatu relasi data antar
tabelnya.

Jadi, yang perlu dipertegas adalah :
1. ada sisi input
2. ada area penyimpanan
3. ada sisi output

Yang diusahakan berkaidah database adalah yang nomor 2.
Yang bisa dengan sesuka hati wujud penampilannya adalah nomor 1 dan nomor 3.

Khusus nomor 2 (area penyimpanan), pada umumnya, selain tabelnya sederhana,
juga mempertimbangkan karakteristik proses bisnis dan resource sistem data
yang dimiliki. Contoh, untuk area penyimpanan data sebuah warung kelontong,
bisa jadi tabel utamanya adalah tabel pembukuan dan tabel stok. Pada
perusahaan korporasi, tentu saja sudah ndak hanya 2 tabel utama.

Pada contoh tabel pembukuan, ketika transaksi perdagangan cukup intensif
dan recordnya banyak (misal per hari minimal mencapai 10K record), maka
bisa jadi tabel pembukuan akan dipisah menjadi tabel penjualan, tabel
pembelian, tabel hutang piutang, dsb.

Jadi, pada dasarnya, banyaknya tabel diarea ini disesuaikan dengan
karakteristik bisnis prosesnya dan bukan berdasar kemudahan proses
inputnya. Pada contoh file tempo lalu, tabel pada sheet data (yang header
kolomnya kuning) bisa diisi melalui 2 pintu sisi input, yaitu sisi input
penjualan dan sisi input penagihan. Tanpilan sisi input penjualan bisa jadi
berbeda dengan sisi input penagihan. Tapi, keduanya menyimpan data ke area
nomor 2 ke satu tabel yang sama dan struktur tabel yang sama.

Kemudian, proses penyusunan output bisa diawali dengan membentuk sebuah
data source. Pada contoh file tempo lalu, data source ini sengaja
diletakkan pada sheet yang sama dengan nomor 2 karena pertimbangan awalnya
bahwa semua proses akan dilakukan oleh Excel dan tanpa VBA. Ketika bahan
pertimbangan ini berubah, bisa jadi akan dibutuhkan sebuah sheet
DATA_SOURCE yang berisi hasil proses penyusunan tabel data (header kuning)
menjadi sebuah tabel data source untuk output.

Dengan area penyimpanan data (nomor 2) yang sederhana dan terlepas dari
pengaruh cara input dan outputnya, maka akan tersusun sebuah sistem
pengolahan data yang sederhana juga. Akan terbentuk bagian peng-input (bisa
banyak bagian tergantung area input data), ada bagian pengelola data, dan
ada bagian pengolah data. Setelah itu akan muncul bagian analisa data dan
pengambil kebijakan atau yang lainnya.

;)

Wassalam,
Kid.






2014-10-06 15:31 GMT+11:00 yudha [email protected]
[belajar-excel] <[email protected]>:

>
>
> selamat siang Om Kid
>
> oh..jadi pada prinsipnya memang perlu kolom bantu ya..dan tdk bisa langsung
> oh ya kalo melihat contoh lampirannya..kayaknya data antara entry
> penjualan dgn penagihan dijadikan 1 sheet bahkan 1 kolom..apakah memang
> kaidah database yg benar seperti itu ? maaf kalo banyak nanya..soalnya kita
> memang ingin administrasi yg simple tapi bisa mancakup semuanya..
>
> terima kasih
> Yudha
>  
>

Kirim email ke