terima kasih yg banyak Om Kid.. penjelasannya sangat detail sekali mudah2 an ilmu yg anda berikan dan bermanfaat bagi orang lain diberikan balasannya oleh Allah SWT..
salam Yudha "'Mr. Kid' [email protected] [belajar-excel]" <[email protected]> menulis: >Pak Yudha, > >Pada prinsipnya, excel pivot table bekerja dengan baik jika sumber datanya >berupa fact table. Fact table selalu berisi data yang lengkap informasinya. >Berhubung sumber datanya bukanlah sebuah instansi OLAP DB, maka fact >tablenya harus memuat semua informasi secara apa adanya. Bagian tabel data >yang melengkapi fact table tersebut adalah kolom-kolom yang berformula. >Kolom-kolom berformula ini biasanya disusun dengan query (SQL). > >Pada sisi backend, data disusun mengikuti kaidah tabel database. Berhubung >excel bukan aplikasi database, maka yang paling memungkinkan adalah >berusaha menyusun tabel berkaidah database semampunya. Artinya, tabel data >mudah diproses dengan konsep pengolahan database, tetapi juga bisa menjaga >kemudahan pengolahan dengan Excel. Prinsip dasar relational database adalah >menyusun tabel sesederhana mungkin dan membentuk suatu relasi data antar >tabelnya. > >Jadi, yang perlu dipertegas adalah : >1. ada sisi input >2. ada area penyimpanan >3. ada sisi output > >Yang diusahakan berkaidah database adalah yang nomor 2. >Yang bisa dengan sesuka hati wujud penampilannya adalah nomor 1 dan nomor 3. > >Khusus nomor 2 (area penyimpanan), pada umumnya, selain tabelnya sederhana, >juga mempertimbangkan karakteristik proses bisnis dan resource sistem data >yang dimiliki. Contoh, untuk area penyimpanan data sebuah warung kelontong, >bisa jadi tabel utamanya adalah tabel pembukuan dan tabel stok. Pada >perusahaan korporasi, tentu saja sudah ndak hanya 2 tabel utama. > >Pada contoh tabel pembukuan, ketika transaksi perdagangan cukup intensif >dan recordnya banyak (misal per hari minimal mencapai 10K record), maka >bisa jadi tabel pembukuan akan dipisah menjadi tabel penjualan, tabel >pembelian, tabel hutang piutang, dsb. > >Jadi, pada dasarnya, banyaknya tabel diarea ini disesuaikan dengan >karakteristik bisnis prosesnya dan bukan berdasar kemudahan proses >inputnya. Pada contoh file tempo lalu, tabel pada sheet data (yang header >kolomnya kuning) bisa diisi melalui 2 pintu sisi input, yaitu sisi input >penjualan dan sisi input penagihan. Tanpilan sisi input penjualan bisa jadi >berbeda dengan sisi input penagihan. Tapi, keduanya menyimpan data ke area >nomor 2 ke satu tabel yang sama dan struktur tabel yang sama. > >Kemudian, proses penyusunan output bisa diawali dengan membentuk sebuah >data source. Pada contoh file tempo lalu, data source ini sengaja >diletakkan pada sheet yang sama dengan nomor 2 karena pertimbangan awalnya >bahwa semua proses akan dilakukan oleh Excel dan tanpa VBA. Ketika bahan >pertimbangan ini berubah, bisa jadi akan dibutuhkan sebuah sheet >DATA_SOURCE yang berisi hasil proses penyusunan tabel data (header kuning) >menjadi sebuah tabel data source untuk output. > >Dengan area penyimpanan data (nomor 2) yang sederhana dan terlepas dari >pengaruh cara input dan outputnya, maka akan tersusun sebuah sistem >pengolahan data yang sederhana juga. Akan terbentuk bagian peng-input (bisa >banyak bagian tergantung area input data), ada bagian pengelola data, dan >ada bagian pengolah data. Setelah itu akan muncul bagian analisa data dan >pengambil kebijakan atau yang lainnya. > >;) > >Wassalam, >Kid. > > > > > > >2014-10-06 15:31 GMT+11:00 yudha [email protected] >[belajar-excel] <[email protected]>: > >> >> >> selamat siang Om Kid >> >> oh..jadi pada prinsipnya memang perlu kolom bantu ya..dan tdk bisa langsung >> oh ya kalo melihat contoh lampirannya..kayaknya data antara entry >> penjualan dgn penagihan dijadikan 1 sheet bahkan 1 kolom..apakah memang >> kaidah database yg benar seperti itu ? maaf kalo banyak nanya..soalnya kita >> memang ingin administrasi yg simple tapi bisa mancakup semuanya.. >> >> terima kasih >> Yudha >> >>

