Data per blok kelompok dengan rows yang sama di seluruh kelompok.
Datanya jika didefinisikan begini, benar tidak ya ? (blok data sumber
diberi nama kelompok)
1. Rows per kelompok per waktu data bisa berbeda (data bulan ini, rowsnya
bisa beda dengan bulan lalu).
2. Setiap kelompok membentuk 1 blok range dengan ada baris kosong antar
kelompok.
3. Jumlah kolom di sheet data hanya 1 kolom saja, yaitu kolom nilai yang
akan dijumlahkan.
> Jumlah kolom di sheet data, terutama keberadaan kolom-kolom kunci,
sangat berpengaruh dalam penyusunan proses pengolahan data
jadi, andaikan memang ada kolom-kolom kunci, sebaiknya dijelaskan.
Jika diberi contoh datanya, andai ada lebih dari 1 kolom kunci, Anda bisa
mewakilkan menjadi 2 kolom kunci saja. Andai hanya ada 1 kolom kunci, maka
sertakan 1 kolom kunci tersebut.
> Andai ada kolom kunci, maka kolom nilai (dalam hal ini kolom nilai
yang dijumlahkan) sebaiknya ditemani kolom kunci tersebut. Dampak
sederhananya, keberadaan kolom bisa mempengaruhi pemilihan fungsi yang
dibutuhkan, seperti memilih Sum atau SumIF. Sum bisa bergerak sangat luas,
apalagi ketika disusun sebagai array formula. SumIF juga bisa diperluas,
tetapi selalu dalam batasan tertentu.
Untuk outputnya, definisinya begini bukan ya ? (blok data output diberi
nama grup)
a. Output (misal suatu hasil penggabungan) diletakkan di sheet bernama
'Hasil' membentuk grup per nomor baris.
b. Jadi, baris 1 setiap kelompok di sheet Data akan membentuk grup baris 1
di sheet Hasil dengan jumlah rows per grup adalah sebanyak jumlah kelompok
yang ada di sheet Data.
c. Antar grup output dipisah oleh sebuah baris kosong
d. Setiap grup output akan diberi nama tertentu di 1 baris khusus
(contohnya adalah karakter 'A' disetiap grup hasil yang ada di file
lampiran Anda), yaitu baris ke-1 setiap grup dan setiap record kelompok di
baris yang sama akan membentuk record mulai baris ke-2 kelompok.
e. Jumlah baris Excel hasil = jumlah kelompok [di sheet data] * (jumlah
rows per kelompok + 1 baris nama grup output + 1 baris kosong diakhir
setiap grup sebagai jeda antar grup hasil)
Mungkin ada yang perlu dikoreksi dari definisi di atas ?
-----
Kok pakai ribet mendefinisikan bentuk data dan bentuk output sih ?
> Pola data akan lebih mudah tampak ketika definisi struktur data dapat
dijabarkan (lengkap dengan segala kondisi yang mungkin terjadi)
> Pola data yang telah dapat diketahui, akan sangat menentukan pemilihan
proses di setiap tahap pengolahan data yang diperlukan sampai dengan
penyusunan alur proses seluruh tahap yang relatif lebih efisien dari
seluruh potensi alur proses yang memungkinkan untuk digunakan.
> Alur proses yang dipilih dengan memasukkan pola data sebagai sebuah
variabel penting proses pengolahan data akan memudahkan penyusunan struktur
yang dinamis, mudah ditata kelola (dilacak kalau ada kesalahan komputasi,
dipelihara formula maupun kinerjanya), termasuk kemudahan untuk menata
struktur yang mudah dikembangkan untuk kebutuhan lain atau bila ada
penambahan atau pengurangan elemen suatu output.
> Otomasi (dengan VBA atau tools apapun), akan sangat tergantung pada pola
data. Tidak bisa diputuskan serta merta bahwa prosesnya menggunakan loop
for next jika tidak diketahui pola datanya. Kecepatan, kecermatan, dan
ketepatan proses otomasi yang dibuat akan dipengaruhi oleh pola data.
-----
hmmm...
kayanya postingan ini bukannya menghasilkan solusi tapi malah menambah
masalah ya...
so, kalau bersedia berbaik hati mencoba menjabarkannya, terimakasih, karena
penjabarannya akan memudahkan seluruh member untuk belajar sesuatu yang
dasar tentang pengolahan data (maksudnya sapa tahu ada member yang mau
mencoba atau malah sangat ingin untuk bisa memahami hal dasar yang tampak
sepele dan tampak talk more do less)
:)
moga-moga bersedia menambahkan penjabarannya ya...
tapi kalo ndak bersedia juga ndak apa kok... no worries...
Wassalam,
Kid
2016-01-22 11:21 GMT+07:00 Bayu Prasaja [email protected]
[belajar-excel] <[email protected]>:
>
>
> sama master, yang beda sheets cuma "Data" ama "Hasil", sheets data terdiri
> dari beberapa kelompok data, yang nanti hasilnya jg menjadi beberapa
> kelompok hasil ..
> tiap kelompok dibatasi oleh jumlah row , tiap batas jumlah nya sama baik
> di Data ataupun Hasil, yg beda cuma "jumlah" batas row di sheets Data dan
> Hasil,
> sumber data nya di sheets "Data" nanti hasil penjumlahan tiap tahap nilai
> numeriknya di sheets "Hasil"
> begitu kurang lebih master hehe
>
>
> On Friday, January 22, 2016 10:34 AM, "'Mr. Kid' [email protected]
> [belajar-excel]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> kelompok 1 dan kelompok 2 beda sheet ?
>
> On Fri, Jan 22, 2016 at 10:25 AM, Bayu Prasaja [email protected]
> [belajar-excel] <[email protected]> wrote:
>
>
> saya kurang bisa menjelaskan master, tepatnya seperti di attachment yang
> sekarang
> jadi saya mau ambil data di sheets "Data". Lalu dijadikan sebagai haisl
> SUM komulatif per tiap tahap row dan hasilnya di sajikan di sheets "Hasil"
> dengan range yang dinamis baik itu sheets data nya maupun hasilnya
>
>
> On Thursday, January 21, 2016 4:20 PM, "'Mr. Kid' [email protected]
> [belajar-excel]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> hmmm...
> Jadi tetap tidak bisa dijelaskan dinamisnya seperti apa ya....
>
> Kalau dinamisnya itu karena ada baris yang kosong-kosong yang jumlah baris
> kosong antar recordnya tidak tentu, kalau pakai formula :
> A. Asumsi : (yang kolom A selalu berisi nilai bertipe numerik yang akan
> dijumlah [regional setting english])
> formula dikolom hasil (misal mulai baris 2 dengan header dibaris 1)
> =IF(IsNumber(a2),Sum(a$1:a2),"")
> copy ke semua baris data, atau ubah tabel data menjadi excel table
> supaya tidak perlu repot meng-copy formula ke seluruh record
>
> atau dengan :
> =IF(IsNumber(a2),Iferror(LookUp(9^9,b$1:b1),0)+n(a2),"")
> copy ke semua baris data, atau ubah tabel data menjadi excel table
> supaya tidak perlu repot meng-copy formula ke seluruh record
>
> B. Andai dinamis dimaksudkan dengan :
> 1. jumlah record berubah-ubah,
> 2. kolom A selalu ada isinya (not null),
> 3. kolom B yang bertipe numerik saja yang dijumlahkan,
> 4. hasil running totoal di kolom C
> 5. header di baris 1 dan record data mulai baris 2
>
> Tanpa VBA :
> 1. buat headernya (misal di A1:C1 diberi nama header berupa nilai konstan
> [bukan hasil formula])
> 2. isi sebuah record saja (records lainnya dicopas nanti)
> * A2 sudah ada sebuah nilai (ingat, asumsinya kolom A not null)
> * B2 juga diisi sebuah nilai numerik
> * C2 pasanga formula :
> =IF(IsNumber(b2),Sum(b$1:b2),"") -> kolom a not null, tetapi
> kriteria yang dijumlah adalah yang b berisi nilai numerik
> atau
> =IF(IsNumber(b2),Iferror(LookUp(9^9,c$1:c1),0)+n(b2),"")
> 3. blok A1:C2 -> ribbon Home -> group Styles -> Format as Table -> pilih
> sebuah styles
> 4. copas record data lainnya di cells A3 (baris kosong baru yang pertama
> ditemukan) [ingat, asumsinya kolom a not null]
> 5. selesai
>
> Jadi, kondisi dinamis itu sebenarnya bisa didefinisikan dan akan
> menentukan proses mana yang lebih sesuai dan efisien.
>
> Hal lainnya, kalau pakai VBA dengan asumsi seperti poin A.
> Record dari baris 2 sampai 3000 (area range yang akan dipasangi formula
> bisa ditentukan dengan VBA [bagian yang biru])
> Range("b2:b3000").formula = "=IF(IsNumber(a2),Sum(a$1:a2),"""")"
> 'tanpa R1C1 styles juga bisa
>
> Kondisi : cells hasil di G2:H3000 (2 kolom) dengan G adalah running total
> di kolom A dan H running total di kolom H, VBA-nya :
> Range("g2:h3000").formula = "=IF(IsNumber(a2),Sum(a$1:a2),"""")"
> 'tanpa R1C1 styles juga bisa
>
> Kalau 1 formula universal bisa digunakan dan bunyi formula yang sederhana
> dan simpel, kenapa harus pakai lebih dari 1 formula ?
>
> Regards,
> Kid
>
>
>
> On Thu, Jan 21, 2016 at 10:21 AM, Bayu Prasaja [email protected]
> [belajar-excel] <[email protected]> wrote:
>
>
> ternyata pake formula master jadinya seperti di attachment (dari Mr toby
> ) hahaha, terlalu jauh mungkin saya mikirnya ya kang
> tapi saya rubah formulanya ke R1c1 di vba nya
> makasih banyak master
>
>
> On Wednesday, January 20, 2016 4:27 PM, "'Mr. Kid' [email protected]
> [belajar-excel]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Dinamisnya seperti apa ?
>
>
> On Wed, Jan 20, 2016 at 4:23 PM, Bayu Prasaja [email protected]
> [belajar-excel] <[email protected]> wrote:
>
>
> iya master, soalnya cell "hasil"-nya dynamic ,
> terus klo formula pasti saya rubah lagi ke format .formula atau .R1c1 di
> vba
> jadi klo boleh langsung vba master, atau pake formula tapi dalam bentuk
> vba di cell.formula atau cell.formulaR1C1 hehehe
> maaf klo penjelasannya ngaco
> kurang lebih gitu yang baru saya pahami hehe
>
>
> On Wednesday, January 20, 2016 4:18 PM, "'Mr. Kid' [email protected]
> [belajar-excel]" <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Wa'alaikumussalam wr wb
>
> Harus dengan VBA ya ?
>
> Wassalamu'alaikum wr wb
> Kid
>
>
>
> 2016-01-20 16:12 GMT+07:00 [email protected] [belajar-excel] <
> [email protected]>:
>
>
> Asslamu'alaikum
> sore master,
> mau nanya VBA untuk penjumlahan komulatif, yang menggunakan dynamic range,
> dan tiap hasil penjumlahan ditampilkan..
> kalo pake autofill dsetination mungkin bisa, tapi bukan itu si yang saya
> pengen, soalnya harus berderet kalo autofill, kalo boleh pake "for" "next"
> hehehe
>
> maaf jika pertanyaan atau pernyataan saya banyak yang salah, soalnya baru
> belajar , jadi agak bingung nanya nya juga hehe,
>
> Terima kasih sebelumnya
> File contoh terlampir
>
>
> Wassalamu'alaikum warahmatullohi wabarokatuh
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>