--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 03 Januari 2004 12:20 UTC ** TNI TANGKAP DUA GERILYAWAN GAM ** PEMERINTAH INDONESIA BERLAKUKAN VISA ON ARRIVAL BAGI 21 NEGARA ** KECELAKAAN PESAWAT UDARA DI MESIR ** DELEGASI AMERIKA AKAN BERKUNJUNG KE INSTALASI NUKLIR KOREA UTARA ** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: DUNIA ARAB HADAPI SEDERET TANTANGAN ** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: TUGAS BERAT JAAP DE HOOP-SCHEFFER SEBAGAI SEKJEN BARU NATO ** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: PEMILU PRESIDEN AMERIKA NOVEMBER 2004 * TNI TANGKAP DUA GERILYAWAN GAM TNI menangkap dua gerilyawan GAM serta dua mayat penduduk sipil ditemukan di Aceh. Kedua gerilyawan GAM ditangkap dalam berbagai operasi di Aceh Selatan Jumat kemarin. Hal ini dikemukakan oleh juru bicara Komando Operasi TNI, Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki. Salah seorang yang ditangkap ialah seorang isteri komandan GAM. Sementara itu penduduk Sabang dan Bireun menemukan dua mayat pada hari yang sama. Gerilyawan GAM di Peureulak, Aceh Selatan , memperingatkan guru dan murid sekolah agar menghentikan kegiatan belajar mengajar. 10 orang tewas akibat ledakan bom pada malam Tahun Baru di Peureulak. Pihak TNI dan Polri menuding GAM bertanggung jawab atas ledakan tersebut, namun hal ini dibantah oleh GAM. * PEMERINTAH INDONESIA BERLAKUKAN VISA ON ARRIVAL BAGI 21 NEGARA Pemerintah Indonesia akan memberlakukan pemberian visa on arrival bagi wisatawan dari 21 negara mulai bulan Februari mendatang. Sebelumnya pemerintah berencana mencabut peraturan bebas visa bagi 60 negara. Hal ini memicu protes keras dari sektor pariwisata yang terpuruk akibat bom Bali dan wabah penyakit SARS. Beberapa negara yang masuk dalam peraturan baru visa on arrival adalah: Afrika Selatan, Argentina, Emirat Arab Persatuan, Britania, Italia, Kanada, Australia, Jepang dan Korea Selatan. Para wisatawan dari sembilan negara antara lain Brunei, Cile, Malaysia, Singapura dan Filipina tidak memerlukan visa. Pemerintah negara negara tersebut memberlakukan peraturan yang sama bagi wisatawan Indonesia. * KECELAKAAN PESAWAT UDARA DI MESIR Kecelakaan pesawat udara yang jatuh di Laut Merah di Mesir kemungkinan diakibatkan oleh kesalahan teknis. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Mesir memastikan bahwa tidak terjadi ledakan di pesawat. 135 penumpang dan 13 awak pesawat tewas dalam musibah ini. Sebagian besar korban berkewarganegaraan Prancis. Pemerintah Mesir mengerahkan pesawat helikopter dan kapal laut kelokasi musibah. Jenazah pertama korban kecelakaan telah berhasil dievakuasi. Kepingan kepingan pesawat ditemukan di sepanjang pantai Laut Merah. Kecelakaan terjadi beberapa saat setelah pesawat yang naas tinggal landas dari kota wisata pantai Sharm el-Sheikh. Pesawat Boeing 737 itu dalam penerbangan ke Paris dengan persinggahan di Kairo. * DELEGASI AMERIKA AKAN BERKUNJUNG KE INSTALASI NUKLIR KOREA UTARA Dua delegasi Amerika Serikat akan melakukan kunjungan ke instalasi nuklir Korea Utara minggu depan. Instalasi nuklir di Yongbyon diduga memainkan peran penting dalam program nuklir Korea Utara. Sejumlah ahli nuklir dan mantan utusan Amerika di Korea Utara akan bergabung dalam delegasi tersebut. Gedung Putih memastikan bahwa sejumlah warga Amerika akan melakukan kunjungan ke Yongbyon seraya menambahkan bahwa kunjungan ini bukan sebuah lawatan resmi. Kunjungan ini juga bukan merupakan bagian dari perundingan enam negara yang bertujuan mencari pemecahan krisis nuklir antara Korea Utara dan Amerika Serikat. * PEMERINTAH INDIA TIDAK AKAN MELAKUKAN PERUNDINGAN BILATERAL DENGAN PAKISTAN Perdana Menteri India Atal Bihari Vajpayee menyatakan tidak akan melakukan perundingan bilateral dengan para pejabat pemerintah Pakistan dalam KTT Asia Selatan di Pakistan. Pembicaraan itu dinilai dapat menghambat kemajuan dalam perundingan masalah ekonomi. Sebelumnya Perdana Menteri Pakistan Zafarullah Jamali berharap KTT Asia Selatan dapat dimanfaatkan untuk melakukan perundingan bilateral dengan India. Hubungan antara India dan Pakistan sudah beberapa tahun belakangan memburuk akibat konflik seputar kawasan Kashmir. KTT Asia Selatan tiga hari akan dibuka di Pakistan Ahad besok. Kesepakatan mengenai pembentukan zona perdagangan bebas berhasil tercapai dalam perundingan tingkat menteri hari Jumat kemarin. * MUSIBAH LEDAKAN GAS DI CINA AKIBAT KECEROBOHAN Musibah ledakan gas di Cina Barat Daya hampir dua minggu lalu disebabkan oleh kelalaian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam pekerjaan pengeboran di lapangan gas sebuah katup pengaman yang berfungsi mengatur tekanan udara dilepas. Hasil penelitian juga menemukan kesalahan pada cairan pengeboran yang digunakan. Kelalaian tersebut menimbulkan ledakan dahsyat yang disertai dengan emisi sejumlah besar gas belerang. Lebih 230 orang tewas dan lebih 10 ribu orang mengalami keracunan akibat ledakan yang terjadi. Hampir 60 ribu penduduk di kawasan musibah harus diungsikan. Kebocoran baru berhasil diatasi empat hari kemudian. * KOMISI EROPA PERLUNAK SIKAP TERHAADP LIBYA Komisi Eropa menawarkan keanggotaan dalam blok perdagangan antara Uni Eropa dengan negara negara seputar Laut Tengah kepada Libya. Ketua komisi Eropa Romano Prodi menyatakan bahwa sekarang sudah tiba saatnya bagi Libya untuk bergabung dengan negara negara sahabat Eropa. Blok perdagangan yang disebut zona Euro-Mediterania itu memberikan kemudahan peraturan perdagangan dengan Uni Eropa kepada 12 negara di Afrika Utara dan Timur Tengah. Hubungan Brussel dan Tripoli membaik setelah Libya berjanji akan menghentikan program senjata nuklirnya dan membayar santunan kepada para keluarga korban musibah Lockerbie. Hubungan Libya dengan Amerika juga membaik namun Amerika tetap mempertahankan langkah sangsi ekonomi terhadap Libya. Libya mengancam tidak akan mencairkan pembayaran santunan korban musibah Lockerbie, jika Washington tidak mencabut sangsinya. * ISRAEL TIDAK BERENCANA MEMPERLUAS KAWASAN PEMUKIMAN DI GOLAN Israel tidak mempunyai rencana untuk memperluas kawasan pemukiman di Dataran Tinggi Golan. Hal ini dikemukakan oleh Wakil Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam sebuah wawancara dengan organisasi penyiaran Britania BBC. Menteri Pertanian Israel Katz minggu lalu menyatakan pemerintahnya berencana melipatkan gandakan jumlah rumah di Dataran Tinggi Golan. Hal ini memicu kehebohan di Syria. Sampai tahun 1967 Dataran Tinggi Golan adalah bagian dari wikayah Syria. Menurut wakil perdana menteri Israel pernyataan Menteri Katz itu tidak mengatas namakan kabinet. Keberadaan kawasan pemukiman Israel di daerah pendudukan kontroversial dan dinilai sebagai rintangan besar untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. * TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: DUNIA ARAB HADAPI SEDERET TANTANGAN Kawasan Arab menghadapi sederet permasalahan dalam milenium ketiga ini. Kajian pemecahan permasalahan tersebut tetuang dalam laporan PBB: Arab Human Development Reports 2002 dan 2003. Laporan yang pertama baru baru ini mendapat anugerah penghargaan hadiah Pangeran Claus di Belanda. Menurut pihak panitia laporan tersebut adalah sebuah laporan kritis yang disusun oleh cendikiawan Arab. Lebih jauh rangkuman wawancara redaktur Radio Nederland Hanke Drop dengan Rima Khalaf Hunaidi, salah seorang penulis laporan Arab Human Development Reports 2002 dan 2003. Kritik dari dalam terhadap kesalahan-keslahan yang berlangsung di dunia Arab bukanlah hal baru. Kebanyakan negara rejim Arab saat ini tidaklah senang terhadap suara-suara kritis, terutama yang berasal dari dalam masyarakatnya sendiri. Melihat kenyataan ini saja, maka munculnya laporan mengenai Arab Human Development itu sangatlah luar biasa. Masih ada satu alasan lagi kenapa laporan tersebut keras. Dalam 'perang melawan terorisme' sekarang ini, maka dunia Arablah yang terutama harus membayar harganya. Apabila sekarang masih ditambah lagi dengan kritik dari dalam, maka keadaannya semakin membahayakan. Sebenarnya, laporan itu tidak hanya mengkritik dunia Arab saja. Laporan kedua terutama berisi kemarahan tentang meningkatnya campur tangan Barat dalam dunia Arab selama tahun 2003. Misalnya perang di Irak serta dukungan Amerika Serikat yang terus menerus terhadap Israel termasuk pembangunan pagar keamanan. Penulis laporan Rima Khalaf khusunya menyebut satu perkembangan baru di Barat yang mencemaskan. 'Orang gampang menjadi tertuduh karena ia Arab atau Muslim. Ini dulupun tidak dapat diterima. Sekarang hal itu tidak hanya diberlakukan tapi juga ditolerir. Ini berdampak sangat negatif'. Laporan tahun 2002 mengacu pada tiga masalah utama yang dihadapi dunia Arab: tidak adanya kebebasan, buruknya posisi perempuan, serta absennya masyarakat informasi. Masalah terakhir ini mendominasi laporan tahun 2003. Laporan tahun 2004 membahas mengenai absennya kebebasan serta pemahaman tentang tata pemerintahan yang baik. Tahun 2005 mengenai pemberdayaan perempuan. Rima Khalaf tidak akan berhenti dengan laporan-laporan itu saja, 'Kita berencana untuk terus mengangkat isu-isu lain'. Di samping kritik terhadap kemacetan politik, ekonomi, dan intelektuil di kawasan Arab, laporan juga dilengkapi dengan usulan perbaikan. Untuk mengembangkan masyarakat yang sadar informasi, salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan menterjemahkan publikasi ilmiah asing. Metode penelitian dan pendidikan universitas serta sekolah perlu dimodernisir. Oleh karena itu 'interaksi' menjadi kata kunci di sini. Pertukaran pengetahuan dengan negara-negara lain di luar Arab akan memberi kesempatan kepada dunia Arab untuk mengejar ketinggalannya. Sedangkan negara-negara lain akan bisa lebih memahami budaya Arab yang kaya itu. Kekayaan budaya inilah yang berkali-kali ditegaskan oleh redaktur Nader Fergany yang bersama dengan Rima Khalaf menjadi salah satu kekuatan di balik laporan itu. 'Di masa jaya-jayanya dulu, peradaban Arab-Islam mungkin merupakan yang terbesar sejak ingatan manusia. Kita harus bisa mencapainya lagi'. Fergany juga menyebut kekayaan budaya lainnya seperti bahasa, budaya rakyat, dan islam. Apabila Barat cenderung memandang islam sebagai penyebab utama kemandekan, maka laporan itu justru secara eksplisit menolaknya. 'Kami berpendapat bahwa islam justru mendorong kemajuan pengetahuan. Tetapi akibat pengaruh sejumlah rejim maka upaya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan justru dibatasi. Eksploitasi terhadap agama ini harus diakhiri, demikian ditegaskan Rima Khalaf. Namun itu semua lebih mudah dikatakan katimbang dilaksanakan. Yang jelas, proses perubahan membutuhkan waktu lama. Tetapi ada satu hal untuk bersikap optimis, yaitu banyaknya contoh mengenai pembaharuan dari dalam di negara-negara Arab. Menurut Rima Khalaf, Eropa dapat menjadi mitra dalam interaksi itu. 'Walaupun kita semua memiliki rencana masa depan masing-masing, tapi pada saat ini, dialog sangatlah penting. Yaitu dialog mendalam mengenai topik-topik yang menjadi keprihatinan kita bersama'. * TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: TUGAS BERAT JAAP DE HOOP-SCHEFFER SEBAGAI SEKJEN BARU NATO Mulai tanggal 1 Januari 2004, politikus dan diplomat kawakan - mantan menlu Belanda Jaap de Hoop Scheffer memangku jabatan sekretaris jendral Pakta Pertahanan Atlantik Utara - NATO. Saat ini NATO berada ditengah-tengah pergumulan dramatis dan sejumlah negara Eropa mendesak agar Eropa harus memiliki satuan pertahanan sendiri. Untuk itulah Jaap de Hoop Scheffer harus menggerahkan segala kemampuan dan wibawa diplomasinya untuk memimpin NATO menghadapi semua bentuk permasalahan dan tantangan. -- Kami sampaikan analisa Hans de Vreij, redaktur masalah-masalah pertahanan. Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO sekarang, tidak bisa lagi disamakan dengan 10 atau 15 tahun lalu. Setelah bobolnya tembok Berlin di tahun '89, runtuhnya komunisme di Eropa Timur dan pecahnya Uni Sovyet di tahun '91, maka berakhir pula ancaman yang dihadapi NATO ketika mulai didirikan tahun '49, yaitu mencegah serbuan Uni Sovyet dan sekutu-sekutunya secara massal terhadap Eropa Barat. Tentara dengan persenjataan serba lengkap dan selalu dalam siap-siaga total, tidak lagi diperlukan. Serbuan 11 September 2001 juga tidak membutuhkan kesiap-siagaan NATO. Tahun lalu, NATO mengambil keputusan untuk melakukan perombakan drastis. Disusunlah proses transformasi yang sangat dibutuhkan oleh NATO untuk menjadi organisasi pertahanan yang lebih kleksibel yang juga harus bisa dikerahkan dan beraksi diluar Eropa, misalnya dalam menghadapi teroris atau apa yang disebut dengan negara-negara bandit yang memiliki senjata pemusnah massal. Secara teoritis perombakan NATO nampaknya lebih mudah ketimbang dalam prakteknya. Untuk tugas utama dari transformasi NATO itu dibentuklah satuan dengan apa yang dinamakan "NATO Reaction Force" atau NRF. Pasukan yang beranggotakan 21 ribu tentara itu terutama terdiri dari berbagai angkatan udara dan laut negara-negara Eropa yang dilengkapi dengan persenjataan canggih dan bisa dikerahkan setiap waktu dalam waktu yang singkat. Tapi pasukan khusus NRF itu dalam prateknya baru bisa disusun tahun 2006. Sebagai sekjen NATO yang baru, Jaap de Hoop-Scheffer harus banyak menghadapai tuntutan dari misalnya Perancis dan Jerman, agar Eropa harus memiliki pasukannya sendiri. Tapi masalahnya, Uni Eropa praktis tidak punya suatu kebijakan pertahanan bersama. Untuk sementara ini, Uni Eropa hanya memiliki apa yang disebut dengan "konsep strategi" yang baru saja disetujui bersama. Uni Eropa juga hanya memiliki "program rencana" dengan NATO. Demikian pula sebaliknya. Sejumlah negara Uni Eropa tetap mau mempertahankan hak veto mereka. Ini berarti bahwa dalam menghadapi suatu krisis, sangat sulit dicapai sebuah keputusan bersama. Pembentukan sebuah pasukan Eropa, baru merupakan teori saja. Yang menjadi masalah bukanlah tentara atau persenjataannya, tapi bagaimana menyusun kebijakan, jaringan satelit mata-mata dan komunikasi atau komando bersama. Menurut berbagai analisa, Uni Eropa membutuhkan tidak kurang dari 80 miliar dollar dan yang lebih rumit lagi adalah, merombak kebijakan politik untuk membiayai pembelian apa yang disebut dengan "peralatan strategis". Saat ini, Uni Eropa tidak punya dana sebesar itu dan juga tidak ada kemauan untuk merombak struktur prioritas politik. Jadi pembentukan sebuah pasukan bersama Eropa hanyalah sebuah angan-angan saja dan jurang dengan Amerika tetap besar. Kebanyakan dari ke-19 negara anggota NATO terus melakukan penghematan dalam anggaran pertahanan mereka sejak berakhirnya perang dingin. Anggaran pertahanan rata-rata berkurang dengan 5% dari GNP - penghasilan kotor nasional sejak akhir tahun '80-an. Penghematan saat ini bahkan sampai mencapai separuh dari anggaran pertahanan semula. Hanya satu negara yang tidak melakukan penghematan yaitu Amerika Serikat. Akibatnya kecanggihan angkatan bersenjata negara-negara Eropa semakin jauh ketinggalan. Kalau sampai NATO benar-benar sampai turun tangan dan harus beraksi disebuah negara, maka hanya Amerika, Inggris dan Perancis yang tidak punya hubungan militer dengan NATO, yang masih punya dan bisa mengerahkan peralatan militer yang dibutuhkan. Negara-negara NATO lain hanya sanggup membantu dengan peralatan atau tenaga akhli yang sangat terbatas. Itulah sebabnya, banyak pihak cemas mengenai keterbatasan NATO tersebut. * TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: PEMILU PRESIDEN AMERIKA NOVEMBER 2004 Apa yang terjadi di tahun 2003 menjadi cermin bagi 2004. Penyerbuan dan situasi di Irak akan membayangi kampanye pemilu, yang mulai digelar bulan Januari sampai pemilu presiden di bulan November. George Bush nampak masih sangat kaku dalam soal politik luar negeri ketika mulai menghuni Gedung Putih tiga tahun lalu. Tapi sekarang, ia tampil lebih yakin, penuh percaya diri. Musim kampanye mulai sarat dengan reklame politik. Tidak kurang dari sosok Osama bin-Laden, sampai muncul di televisi tentunya untuk propaganda politik. "Kita hidup di dunia yang sangat berbahaya. Ada diantara anda yang bangun setiap pagi dengan tekad untuk menghancurkan peradaban barat. Amerika menginginkan seorang presiden yang bisa menghadapi bahaya." Reklame ini bukan pro presiden Bush, tapi ditayangkan oleh partai Demokrat menghadapi calon lain dari partai yang sama. Reklame ini ditayangkan untuk menghadapi penantang Bush yaitu Howard Dean mantan gubernur Vermont. "Howard Dean tidak punya pengalaman militer atau politik luar negeri. Ia tidak akan bisa bersaing dengan prsiden Bush dalam soal politik luar negeri. Kini waktunya bagi partai demokrat untuk menimbang kembali calon mereka, sekarang juga". Perang Irak dan dalam konteks yang lebih luas yaitu perang melawan terorisme dipakai oleh politik Amerika dalam segala bentuk. Hanya mantan wapres Amerika Al Gore yang sangat populer dalam pemilu presiden yang lalu, yang juga seorang tokoh partai demokrat yang terkemuka yakin, bahwa presiden Bush tidak akan dapat dikalahkan bila Bush secara langsung ditantang mengenai apa manfaat positip dari penyerbuan Irak. Ketika Bush membuat kejutan dengan mendarat di kapal induk USS Lincoln bulan Mei 2003 dan mengatakan bahwa penyerbuan Irak merupakan "missi yang tuntas", partai demokrat cemas bahwa Bush sudah menang kampanye jauh sebelum kampanye pemilu dimulai. Peluang Bush untuk dipilih kembali nampak semakin kuat dengan ditangkapnya Saddam Hussein Desember lalu. Suatu pukulan telak bagi Howard Dean. "Pemerintah Amerika kalah perang, dengan cara yang keliru, momentum yang salah, tanpa perencaan yang tuntas, bantuan yang tidak memadai, bantuan yang sangat besar sampai 166 milyar dollar". Howard Dean adalah calon presiden partai demokrat yang selalu mengkritik politik Bush tentang Irak. Mulai dari sebelum penyerbuan sampai setelah jatuhnya Saddam Hussein. Itulah yang mengangkat pamor Howard Dean saat dimulai kampanye awal oleh partai demokrat. Pendukung Dean umumnya adalah para aktivis, dari kubu yang lebih kiri dibanding para elektorat pada umumnya. Namun Howard Dean cemas, pendukungnya yang lebih moderat menganggapnya tidak akan mampu untuk melindungi Amerika Serikat dari Osama bin-Ladin ataupun serbuan teror lain seperti 11 September. Bush akan terus menggunakan kedua isyu tersebut dalam politiknya. Sekalipun tidak ada bukti konkrit mengenai keterlibatan Saddam Hussein dengan al-Qaeda maupun serbuan 11 September, tapi menurut berbagai jajak pendapat terbukti bahwa mayoritas rakyat Amerika tetap percaya tentang keterlibatan Saddam Hussein. Hal itu juga jelas dari pidato Bush setelah penangkapan Saddam Hussein. "Penangkapan Saddam Hussein bukan berarti berakhirnya kekerasan di Irak. Kami masih tetap berhadapan dengan teroris yang terus membunuh orang-orang yang tidak bersalah ketimbang memilih kemerdekaan bagi Timur Tengah. Mereka merupakan ancaman langsung bagi rakyat Amerika dan mereka pasti dikalahkan". Bush terus bersikukuh bahwa Irak benar-benar garis terdepan perang global memberantas terorisme. Howard Dean mendukung Bush soal Afghanistan, tapi tidak di Irak. Dukungan dari kubu anti perang digunakan oleh Howard Dean untuk memperkuat posisinya sebagai calon presiden partai Demokrat untuk pemilu tahun ini. Peluangnya cukup besar. Tapi karena politik Amerika lebih erat dengan pandangan Bush mengenai keamanan nasional dan kejatuhan Saddam Hussein, maka kecil sekali peluang bagi Howard Dean untuk memenangkan pemilu presiden Amerika bulan November. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
