---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 08 Januari 2004 14:20 UTC



** INDONESIA BANGUN DUA KAPAL PEMBURU DI BELANDA

** PENDERITA KEDUA PENYAKIT SARS DI CINA

** HUKUMAN PENJARA UNTUK TERTUDUH PEMBUNUHAN PEMIMPIN SOSIALIS BELGIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUSH DIKRITIK KARENA BERNIAT
MELEGALISASI JUTAAN BURUH ILEGAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KASUS LIKWIDASI POLITIKUS BELGIA
AKHIRNYA SELESAI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: INDONESIA DAN MALAYSIA HARUS LEBIH
WASPADA BAHAYA TEROR MARITIM

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERLUASAN APARAT BIN DIDUGA TINGKATKAN
PENGAWASAN NEGARA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KENAPA MILITER JUGA AMBIL ALIH
KEKUASAAN?



* INDONESIA BANGUN DUA KAPAL PEMBURU DI BELANDA

Galangan kapal De Schelde di Vlissingen Belanda, akan membangun dua
buah kapal korvet atau kapal pemburu untuk Indonesia. Kontrak
pembangunan kapal-kapal tersebut ditandatangani di Jakarta kemarin
malam. Pimpinan De Schelde menyatakan dibutuhkan waktu 32 bulan
sebelum kedua kapal selesai. Kapal korvet tersebut dilengkapi dengan
senjata paling canggih, antara lain torpedo dan peluru kendali udara.
Beberapa bulan lalu diberitakan bahwa galangan kapal di Vlissingen
itu akan mendapat kontrak. Tetapi kontrak ini tidak pasti karena
Pemerintah Belanda masih harus memberikan ijin ekspor senjata untuk
Indonesia. Diperkirakan proyek tersebut tidak akan menyebabkan
persoalan politik yang berarti.


* PENDERITA KEDUA PENYAKIT SARS DI CINA

Di Propinsi Guangdong, Cina kemungkinan ditemukan satu orang lagi
yang menderita penyakit paru-paru menular SARS. Sang pasien, seorang
perempuan berusia 20 tahun telah satu minggu lamanya dirawat di rumah
sakit di ibukota propinsi Kanton. Kemungkinan penularan baru itu
diberitakan beberapa jam setelah pasien pertama penderita SARS
dinyatakan sehat dan boleh pulang ke rumah. Pasien pertama ini sempat
dirawat selama dua minggu. Sementara di Hongkong tiga orang dirawat
di rumah sakit karena menunjukkan gejala penyakit SARS. Ketiganya
adalah kru televisi yang baru pulang dari Guangdong, setelah membuat
reportase mengenai SARS.


* HUKUMAN PENJARA UNTUK TERTUDUH PEMBUNUHAN PEMIMPIN SOSIALIS BELGIA

Sewaktu sidang perkara pembunuhan pemimpin partai sosialis Belgia,
Andre Cools, hakim akhirnya menjatuhkan hukuman penjara hingga 20
tahun kepada empat orang tertuduh. Keempat orang itu dinyatakan
terbukti terlibat dalam pembunuhan mantan politikus dan mencoba
membunuh pacar sang politikus di tahun 1991. Dua orang tertuduh
lainnya mendapatkan hukuman penjara lima tahun, sementara dua lainnya
dibebaskan dari tuduhan. Keenam orang yang dihukum ini adalah tangan
kanan mantan Menteri Pekerjaan Umum Alain van der Biest. Mantan
menteri itu juga salah satu terdakwa, tetapi ia melakukan bunuh diri
dua tahun lalu. Menurut pihak kehakiman Belgia, Cools dibunuh karena
menemukan kasus penggelapan uang oleh para pejabat departemen
pimpinan Van der Biest, dan berniat untuk mengumumkannya. Dua orang
pembunuh bayaran asal Tunisa, yang melepaskan tembakan yang
mematikan, sudah dihukum penjara seumur hidup di negaranya tahun
1998.


* AKSI PROTES DI TAMBANG EMAS HALMAHERA

Sewaktu aksi protes menentang penambangan emas oleh perusahaan asing
di Pulau Halmahera, satu orang demonstran tewas ditembak dan empat
orang lainnya cedera. Dengan tembakan peringatan ke udara polisi
mencoba menghalangi dan membubarkan beberapa ribu orang demonstran
yang mencoba masuk ke tambang emas Toguraci milik perusahaan
Australia Newcrest. Para demonstran menuntut perusahaan ini untuk
membagi keuntungan dengan penduduk setempat. Enam orang warga
ditahan. Tahun lalu perusahaan Australia tersebut harus menghentikan
kegiatannya untuk sementara waktu setelah aksi protes serupa.


* MARINIR BELANDA MENYADARI AKSINYA DI IRAK

Tentara marinir Belanda yang dituduh menembak mati seorang penjarah
Irak, menyatakan sadar sepenuhnya akan tindakan yang dilakukannya.
Demikian dinyatakannya sewaktu diwawancarai harian Belanda De
Telegraaf. Menurut sang marinir yang berusia 43 tahun itu, satuannya
tiba-tiba berada dalam posisi berbahaya ketika massa penjarah
tiba-tiba menyerbu. Untuk membubarkan para penjarah ia melepaskan dua
tembakan peringatan, satu ke udara dan satu lagi ke tanah. Ia
membantah tuduhan bahwa ia menembak secara terarah. Pada malam tahun
baru, sersan mayor itu diterbangkan ke Belanda dan kemudian sempat
mendekam di penjara selama lima hari. Belakangan ini insiden itu
menjadi bahan pembicaraan, karena kejaksaan agung Belanda menyatakan
mengajukan sang marinir ke muka hakim dengan tuduhan membunuh atau
pembuhuhan.

Rabu kemarin, Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende tiba-tiba
mengunjungi pasukan perdamaian Belanda yang sedang bertugas di Irak.
Dalam pidatonya Balkenende menekankan keputusan untuk menahan sang
marinir bukanlah berdasarkan pemikiran politik atau pertahanan.


* LEDAKAN BOM DI FILIPINA BUKAN AKSI TERORIS

Ledakan bom Ahad lalu di sebuah gedung olahraga yang penuh sesak di
kota Parang, Filipina, bukanlah aksi teroris. Menurut pemerintah
Filipina, ledakan itu adalah bagian rencana aksi pembunuhan walikota
Parang, bekas Kolonel Bataga. Akibat ledakan 22 orang tewas dan 81
lainnya cedera, antara lain sang walikota. Polisi masih mencari dua
orang tertuduh, yaitu pemilik dan pengendara sepeda motor yang
digunakan dalam serangan. Keduanya diduga diperintah oleh lawan
politik sang walikota.


* AKSI MOGOK MAKAN PENGUNGSI DI NAURU BERAKHIR

Sekitar 35 orang pencari suaka yang ditahan di pusat penampungan di
Nauru, sebuah negara kecil di Lautan Teduh mengakhiri aksi mogok
makan mereka. Ke-35 orang pencari suaka yang sebagian besar berasal
dari Afganistan menolak untuk makan satu bulan lamanya, karena
pemerintah Australia tidak mau mengakui dan menerima mereka sebagai
pengungsi. Menurut sebuah organisasi urusan pengungsi Australia,
mereka mengakhiri aksi mogok makan setelah pemerintah Canberra
berjanji akan mempertimbangkan kembali permintaan suaka mereka.
Kebijakan imigrasi di Australia memang dikenal sangat ketat. Canberra
mencoba menghalangi para pengungsi yang mencoba masuk dengan kapal
laut dan memindahkan mereka ke negara-negara kecil di Lautan Teduh
dengan ganti bantuan finansial.


* UPACARA PERINGATAN KORBAN KECELAKAAN PESAWAT DI MESIR

Di kota pelabuhan Sharm el-Sheikh, Mesir dilangsungkan upcara
peringatan para korban kecelakaan pesawat terbang Sabtu lalu. Lebih
dari 150 orang menghadiri upacara tersebut, antara lain Menteri Luar
Ngeri Prancis Dominique de Villepin dan ibu negara Mesir, Suzanne
Mubarak. Para wakil keluarga korban melemparkan satu buang mawar
untuk setiap korban tewas ke laut. 148 orang penumpang dan awak
pesawat tewas, sebagian besar warga Prancis.


* BERITA BURSA

Pasar bursa di Amsterdam dibuka dengan nilai awal yang cukup tinggi.
Beberapa menit setelah pembukaan indeks AEX melonjak 0,8% menjadi
342,91. Begitu pula pasar bursa di Frankfurt, Londen dan Paris dibuka
dengan nilai positif. Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika saat
ini 1 dolar 26 koma 04 sen. Sementara nilai euro terhadap rupiah
mencapai 12.820,51.

Indeks Nikkei di Tokyo ditutup dengan untung 80 point menjadi
10.837,65. Terutama saham tehnologi mengalami lonjakan positif
seperti Tokyo Electron dan NEC. Pasar bursa di Hongkong, Sydney dan
Seoul ditutup dengan kerugian tips. Sementara Bursa Efek di jakarta
untuk pertama kalinya mencapai nilai tertinggi sejak Juni 1997 pada
730.815.

Pasar bursa di New York dibuka dengan suasana waspada. Para pialang
menunggu pengumuman hasil keuntungan sejumlah perusahaan besar Kamis
ini, selain itu mereka pesimis akan pemulihan ekonomi Amerika dalam
waktu dekat.

Indeks Dow Jones turun 11,92 point menjadi 10.526,74. Indeks Nasdaq
naik satu persen menjadi 2.078,09 atau nilai tertinggi selama dua
setengah tahun terakhir.


* BUSH DIKRITIK KARENA BERNIAT MELEGALISASI JUTAAN BURUH ILEGAL

Presiden Goerge W. Bush dihujani kritik karena punya rencana
legalisasi jutaan buruh ilegal. Serikat buruh memperingatkan
tindakan ini membentuk lapisan buruh yang tidak punya hak, tapi
sekaligus bisa menarik simpati para pemilih dari kelompok imigran
asal Amerika Latin. Di dalam partainya sendiri, partai Republik, Bush
juga mendapat tentangan, karena ini adalah imbalan yang tidak pada
tempatnya bagi para pendatang ilegal. Jadi rencana Bush ini banyak
ditentang.  Lebih lanjut ulasan koresponden Reinout van Wagtendonk.


Diperkirakan jumlah pendatang asing ilegal di seluruh Amerika Serikat
berkisar antara 8 dan 14 juta orang. Sebelum serangan WTC 11
september 2001, salah satu prioritas presiden Bush adalah perombakan
kebijakan imigrasi. Hal ini pernah diutarakannya pada presiden
Meksiko Vincente Fox. Bagi Meksiko, kebijakan imigrasi Amerika
Serikat penting, karena sekitar 70% dari pendatang ilegal di negara
Paman Sam berasal dari Amerika Latin.

Banyak pengusaha Amerika juga mendesak agar kebijakan imigrasi
diubah. Sebagian besar pekerjaan berat atau kotor dilakukan oleh
buruh pendatang ilegal, karena warga Amerika sendiri tidak mau.
Dengan demikian para pengusaha, majikan-majikan para buruh ilegal
melanggar undang-undang, tapi dari sisi ekonomi hal ini mendatangkan
keuntungan.

Semua ini berubah setelah peristiwa 11 September 2001. Keamanan
nasional menjadi nomor satu terpenting bagi Amerika Serikat. Dan
semenjak itu Bush membisu mengenai  undang-undang imigrasi. Namun
Presiden Bush sekarang mengatakan bahwa dengan melegalisir jutaan
buruh dan karyawan yang aktif dalam kegiatan ekonomi di Amerika
justru meningkatkan keamanan di negara itu.

George Bush: 'Pendatang-pendatang asing yang secara ilegal melewati
perbatasan negara masuk ke tanah air kita mempersulit penjagaan
keamanan. Sistem itu tidak mujarab. Bangsa kita membutuhkan kebijakan
imigrasi yang mendukung perkembangan ekonomi dan mencerminkan impian
Amerika. Oleh karena itu perombakan kebijakan harus dimulai dengan
memberi jaminan kehidupan dan ekonomi. Pekerjaan yang mereka lakukan
mendukung perkembangan ekonomi Amerika dan kebanyakan warga Amerika
tidak bersedia mengerjakan pekerjaan itu.'

Untuk itu Bush ingin agar Kongres membuat semacam program bagi buruh
pendatang.  Ini khusus untuk buruh-buruh pendatang ilegal yang punya
pekerjaan. Majikan mereka harus membuktikan bahwa tidak ada warga
Amerika yang mau pekerjaan itu. Bila demikian, maka para buruh
pendatang ilegal mendapat ijin kerja untuk 3 tahun dan ini bisa
diperpanjang. Bagaimana rincian selanjutnya masih harus dipikirkan
oleh Kongres dan Gedung Putih.

Namun di dalam partainya sendiri, Partai Republik, rencana Bush
dikecam karena mereka memandang hal ini sebagai hadiah bagi
pendatang-pendatang ilegal. Itu adalah semacam amnesti bagi mereka
yang melanggar undang-undang. Seharusnya mereka diusir keluar dari
Amerika Serikat. Tapi pendapat ini ditangkis oleh Scott McLallen,
jurubicara Gedung Putih.

Scott McLallen: 'Amnesti adalah memberi ijin tinggal pada mereka yang
tinggal secara ilegal di sini. Itu bukan maksud kami. Yang kami
inginkan adalah pemberian ijin kerja sementara pada mereka, itu bukan
berarti mereka kemudian ijin tinggal permanen di sini. Setelah itu
berlalu, mereka harus kembali ke negara asal.'

Presiden Bush menjamin, ijin kerja sementara itu tidak memberi
peluang bagi para pendatang ini mendapatkan apa yang disebut Green
Card, kartu hijau atau ijin tinggal permanen di Amerika Serikat.
Karena belum jelas setelah 3 tahun berlalu ijin kerja itu tidak
dengan sendirinya dicabut maka masih dipertanyakan apakah para
pendatang asing itu kemudian betul-betul malaporkan diri ke imigrasi?


Karena berbagai keberatan, maka banyak pihak menduga gagasan Bush ini
adalah untuk menarik simpati pada pemilihan presiden akan datang.
Para pemilih yang berasal dari Amerika Latin sangat peduli dengan
kebijakan imigrasi serta perlakukan yang berprikemanusiaan pada
buruh-buruh pendatang ilegal. Pada pemilihan tahun 2000 George W.
Bush hanya mendapat satu pertiga dari pada pemilih Latino. Di
negara-negara bagian seperti Florida, Arizona, New Mexico dan Nevada
jumlah kelompok Latino ini besar dan bisa menentukan kalah atau
menang pemilihan presiden.


* KASUS LIKWIDASI POLITIKUS BELGIA AKHIRNYA SELESAI


Juri di Pengadilan Luik, Belgia menyatakan 6 diantara 8 terdakwa
terbukti bersalah membunuh politikus Belgia Andre Cools. Kedua
terdakwa itu adalah Di Mauro dan Taxquet. Masing-masing dijatuhi
hukuman penjara 20 tahun. Hukuman ini termasuk ringan, karena jaksa
penuntut umum menuntut hukuman penjara seumur hidup. Menurut hakim
vonis 20 tahun itu karena menimbang lamanya pengadilan. Penyidikan
yang demikian lamban dan selisih penpadat mengenai metoda penyidikan.
Terdakwa lainnya yang dijatuh 5 tahun penjara. Lebih lanjut laporan
koresponden Remco de Jong dari Brussel.


Andre Cools dibunuh 18 Juli 1991, ketika bersama pacarnya, Marie
Helene Joiret meninggalkan apartemennya di Luik. Andre Cools dibunuh
oleh dua pembunuh bayaran asal Tunesia, Joiret luka berat. Kedua
pembunuh Tunesia itu berhasil dilacak dan ditangkap di Tunesia.
Mereka dijatuhi hukuman penjara 20 tahun. Menurut juri di pengadilan
Luik para tertuduh terbukti bersalah menata rencana pembunuhan dan
merekrut para pembunuh bayaran.

Para tertuduh punya hubungan dengan kabinet almarhun Alain van der
Biest, politikus separtai dengan Cools dan mantan Menteri Pekerjaan
Umum. Van der Biest sendiri pada tahun 2002 bunuh diri. Van der Biest
itulah yang diduga memberi perintah menghabisi Andre Cools, meskipun
tuduhan ini selalu dibantah sampai akhir hayatnya. Dalam surat
perpisahan sebelum bunuh diri Van der Biest menyangkal tuduhan
tersebut.

Setelah proses selama 12 minggu akhirnya Juri yakin bahwa motif
pembunuhan Cools seperti dirumuskan oleh penuntut umum benar. Para
terdakwa membunuh Andre Cools karena ia menghalangi karir politik
Alain van der Biest. Van der Biest sedianya dianggap sebagai calon
paling baik untuk menggantikan Cools sebagai pimpinan Partai
Sosialis.

Namun staf Van der Biest sering mabuk dan terlibat praktek-praktek
mafia. Hal-hal itu akan bisa merintangi karir politik Van der Biest.
Dengan menghabisi Andre Cools para pelaku bisa menjamin kekuasaan
atasan mereka. Karena dengan demikian maka praktek-paraktek kotor
mereka akan kabur.

Usai dijatuhkannhya vonis, Marcel Cools, putra politikus yang dibunuh
itu menyatakan puas. Demikian juga Joiret, pacar Andre Cools. Bagi
Joiret, pembunuhan ini punya arti yang sangat dalam.  Walaupun
terbukti  dewan juri punya akal sehat, masih ada bagian-bagian yang
belum dibuka sepenuhnya.

Proses ini tidak memberi kejelasan mengenai alasan membunuh Cools.
Apakah teori yang dikatakan itu benar, bahwa Cools dihabisi untuk
menjamin kepentingan pribadi politisi dari Partai  Sosialis lainnya
di Luik. Tapi sampai akhir proses tidak ada bukti kebenarnya teori
ini.

Hal ini membuat Marcel, putra korban kurang puas. Apa alasan politik
atau alasan keuangan yang membuat ayah saya harus dihabisi tidak
jelas, kata Marcel. Terdakwa utama Pino di Mauro ketika meninggalkan
gedung pengadilan mengatakan dengan gembira: "Saya akan pulang ke
keluarga saya". Di Mauro tidak usah meringkuk di penjara karena
alasan kesehatan. Hal ini membuat Marie Helene Joiret naik pitam. Ia
muak melihat perkembangan tersebut.

Dan Marcel Cools berharap setelah vonis ini ia bisa tidur dengan
nyenyak. Bukan beratnya hukuman yang ia pusingkan, tapi bahwa para
terdakwa dinyatakan bersalah, itulah yang penting.


* INDONESIA DAN MALAYSIA HARUS LEBIH WASPADA BAHAYA TEROR MARITIM

PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, yang berkunjung singkat di
Jakarta, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, bersepakat akan
meningkatkan langkah untuk memberantas bajak laut dan penyelundupan.
Selat Malaka, sepanjang sejarah, menjadi urat nadi bagi politik,
ekonomi dan perdagangan Asia Tenggara. Sekarang, selat strategis itu
juga menjadi ajang perampokan maritim dan penyelundupan orang dan
senjata. Tapi, ada satu bahaya maritim yang terlupakan. Menurut
Organisasi Maritim Internasional, I.M.O, gerakan gerakan ekstremis
Muslim dapat terkait bajak laut dan menjadi ancaman teror maritim di
Asia Tenggara. Ulasan redaksi di  Hilversum ...


Sejumlah pengamat Amerika mencatat bahwa gerakan teroris al-Qaidah
sebenarnya juga mempunyai cabang kegiatan teror di laut, dengan
jumlah kapal dari berbagai ukuran sebanyak 300an. Tokoh al-Qaidah
yang terkenal di bidang ini adalah Abdulrahim Mohammad Aba
al-Nasheri, yang sekarang sudah ditahan di Amerika. Al-Nasheri yang
dijuluki "Raja Laut" itulah, kabarnya, yang mendalangi serangan bom
terhadap kapal induk Amerika USS Cole di Aden, Yaman, pada Oktober
tahun 2000, yang menewaskan 17 pelaut dan melukai 40 lainnya. Konon,
Al-Nasheri pernah merancang serangan terhadap kapal kapal Nato di
Selat Gibraltar, tapi berhasil digagalkan Angkatan Laut Maroko.
Banyak indikasi bahwa Al-Qaidah juga terlibat berbagai serangan di
tengah laut terhadap kapal kapal dagang swasta.

Nah dalam hubungan ini, patut dicatat bahwa kegiatan bajak laut
paling ramai sebenarnya terjadi di Selat Malaka. Rekornya, menurut
Biro Maritim Internasional, meningkat dari 335 serangan di tahun 2001
sampai 370 serangan di tahun 2002. Dan tahun lalu jumlah serangan
bajak laut di situ mecapai hampir seperempat dari jumlah seluruhnya
pada tingkat dunia. Tak heran, Selat Malaka disebut sebagai perairan
paling berbahaya di dunia.

Yang menarik, banyak kegiatan bajak laut itu terjadi di kawasan
negara negara Muslim, misalnya Indonesia, Malaysia, Banga Desh, Yaman
dan Somalia. Korelasi antara aksi aksi bajak laut dan gerakan
Al-Qaidah memang belum tegas, namun para pengamat maritim dini hari
sudah memperingatkan akan bahaya yang dapat mengancam dari Selat
Malaka, selat yang strategis dan rawan ini. Bayangkan, misalnya, jika
arus perdagangan dan suplai minyak dan gas bumi yang bernilai
milyardan dollar itu lalu lalang di selat yang sempit itu, bersamaan
dengan sejumlah kapal yang kemungkinan mengangkut senjata ringan
sampai senjata pemusnah massa, seperti nulir.

Selat Malaka yang sepanjang 600 mil itu disinggahi sekitar 50an ribu
kapal setiap tahun, dan di sinilah bajak laut dalam arti tradisional
bisa terkait dengan gerakan teror modern. Biro Maritim Internasional
itu mencatat kenaikan penyelundupan senjata yang berkaitan dengan
kegiatan pemberontak separatis Gerakan Aceh Merdeka GAM. Diketahui
GAM banyak mencari senjata dari Thailand dan Kamboja. Awal tahun 99
sebuah kapal tanker berbendera Prancis, berukuran 130 ribuan ton
diserang bajak laut di perairan dekat Singapura, para awaknya diikat,
dan tanker itu meluncur sendiri selama sejam di tengah perairan selat
yang ramai itu.

Bagi Amerika dan Jepang, Selat Malaka merupakan urat nadi perdagangan
dan sumberdaya minyak dan gas cair yang mereka butuhkan dari kawasan
tsb. Andaikan, misalnya, kapal pengangkut gas cair LNG itu diserang,
maka ledakannya bisa setingkat ledakan nuklir kecil. Amerika adalah
episentrum dari kegiatan perdagangan maritim, dengan volume
peti-kemas mencapai 40 persen dari seluruh muatan maritim di seluruh
dunia.

Indonesia dan Malaysia amat menyadari posisi strategis Selat Malaka,
begitu juga Amerika, Jepang, Korea Selatan dan pemberontak GAM mau
pun bajak bajak laut yang kemungkinan bisa melibatkan gerakan
Al-Qaidah. Selain soal penyelundupan senjata, perang di Aceh
belakangan meningkatkan penyelundupan orang, alias arus pengungsi.
Kini, sekitar 20an ribu warga asal Aceh membanjiri Malaysia,
kebanyakan adalah pendatang haram atau i-legal. Jakarta menuntut
Kuala Lumpur langsung memulangkan mereka untuk mencegah mereka
mengimbau bantuan Organisasi PBB untuk Pengungsi UNHCR. Soalnya,
UNHCR biasanya mengirim para pengungsi Aceh ini ke negara ketiga di
Skandinavia, yang menjadi markasnya GAM. Jadi, dengan menekan Kuala
Lumpur dan UNHCR, Jakarta berupaya mengkucilkan pimpinan GAM di
Swedia dan mencegah Aceh menjadi isu internasional.

Soal lain yang penting adalah keberadaan para pekerja haram Indonesia
di Malaysia yang menurut Menlu Hasan Wirayudha baru akan dituntas-kan
dalam memorandum beberapa bulan mendatang. Perkembangan zaman membuat
Selat Malaka makin penting, sekaligus makin rawan. Indonesia dan
Malaysia harus menanganinya secara regional bersama Asean, atau pada
tingkat kerjasama global. Salah satunya, seperti Rencana Anti
Kriminalitas Trans-nasional yang kemarin disepakati para menlu Asean
di Bangkok.


* PERLUASAN APARAT BIN DIDUGA TINGKATKAN PENGAWASAN NEGARA

Menyusul pernyataan Menteri Aparat Negara Feisal Tamin tentang
rencana memperluas aparat Badan Intelejens Nasional BIN sampai ke
tingkat kabupaten, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono buru buru
mengatakan, orang tak perlu khawatir langkah langkah represif seperti
di masa Orde Baru.

Namun justru itulah yang dikhawatirkan banyak pengamat. Jangan
jangan, seperti ditulis Rendra dalam sajaknya di puncak jayanya Orde
Baru, awal 1980an, negara akan mempunyai banyak sekali mata-mata
sampai tak tahu lagi mata yang mana yang dapat melihat kenyataan.

Direktur Imparsial, Munir dan pengamat dari International Crisis
Group ICG, di Jakarta, Sidney Jones, juga melihat perluasan BIN
sebagai bagian dari pertarungan kuasa di Jakarta ...


Sidney Jones [SJ]: Saya kira ini semacam power play dari BIN untuk
memperluas kekuasaan BIN daripada melawan teror. Menurut saya jauh
lebih baik, kalau peranan utama tetap diserahkan kepada polisi
daripada ke BIN. Yang saya lihat sampai sekarang, ada begitu banyak
informasi yang masuk ke BIN, tapi toh dengan begitu banyak informasi
masih rupanya analisa tidak begitu tajam. Jadi kalau memperluas
jaringan ini ke kabupaten, sama sekali tidak berarti bahwa analisa
akan jadi lebih baik. Informasi sudah ada, jadi untuk apa meluaskan
jaringannya sampai ke tingkat itu.

Radio Nederland [RN]: Jadi menurut anda BIN harus lebih bekerja sama
dengan polisi?

SJ: Lebih baik mempertajam analisa atau kepastian analisa daripada
memperbanyak jumlah orang dan luasnya jaringan. Koordinasi dengan
polisi juga harus tetap ditingkatkan. Karena sampai sekarang hampir
ada permusuhan antara dua instansi itu.

RN: Tapi koordinasi secara nasional bukankah itu diperlukan juga
untuk kegiatan menyeluruh?

SJ: Memang koordinasi sangat diperlukan. Bukan saja antara BIN dan
polisi tetapi juga antara polisi, BIN dan BAIS dengan Cengkareng.
Hanya saya kira lebih baik koordinasi diperbaiki lebih dulu, daripada
mulai dengan memperluas jaringannya.

RN: Jadi ini bukan jaminan yah dalam perang melawan teror?

SJ: Bukan jaminannya bahwa intelijen akan jadi lebih baik.

RN: Saudara Munir dari Inparsial, BIN merencanakan akan memperluas
jaringan sampai tingkat kabupaten. Apa artinya ini?

Munir [M]: Yah sebetulnya pernyataan pemerintah yang menyatakan akan
memperkuat sampai di daerah-daerah, hanya menjustifikasi dari
tindakan BIN yang sudah memperluas tanpa keputusan politik apa pun.
Sehingga prakteknya sekarang BIN sudah bekerja sampai merekrut sampai
ke level lokal. Nah ini tampaknya BIN menjadi super body untuk
mengawasi kehidupan politik masyarakat luas menggunakan birokrasi
pemerintahan sebagai alat kontrol politik.

Dan core bussiness-nya bukan soal terorisme, tapi soal-soal yang
berkaitan dengan upaya untuk menarik keuntungan politik sebagai
negara. Dalam rangka pengawasan politik dan strategi di depan
masyarakat.

RN: Jadi negara makin banyak matanya ini yah?

M: Ya saya kira ini sejarah pertama di Indonesia, yang sebelumnya
masyarakat itu diawasi oleh intelijen TNI lewat teritorial dan
kemudian intelijen kepolisian lewat kepolisian, dan sekarangan
ditambah lagi dengan badan intelijen negara. Jadi struktur kegiatan
intelijen yang mengawasi kehidupan masyarakat Indonesia, jauh lebih
berat dan besar tanpa kemampuan masyarakat untuk menuntut
akuntabilisasi negara. Dalam konteks itu.

RN: Pada zaman Orde Baru kan kita sudah mengalami sampai penyair
Rendra bisa menulis, "negara ini punya banyak mata-mata sampai tidak
punya mata lagi". Jadi tidak bisa melihat mana realitasnya.

M: Dan ini sekarang makin besar. Kalau dulu hanya TNI dan Polri,
sekarang ditambah lagi BIN yang dulu tidak terlibat sampai di
lapangan. Yang dulu hanya intelijen militer, kini ditambah lagi. Jadi
sebetulnya sistim organisasi intelijen negara semakin luas menguasai
kehidupan politik dan kehidupan masyarakat.

RN: Apakah ini khususnya dalam rangka menghadapi pemilu?

M: Tidak. Saya kira ini lebih pada keuntungan-keuntungan politik
beberapa gelintir orang yang haus kekuasaan. Yah saya kira ini
pertarungan kekuasaan yang terus menerus tidak terselesaikan.

RN: Siapa saja itu ...

M: Saya kira di sekitar para perwira tinggi militer, para
purnawirawan militer dan beberapa elit politik sipil yang terus
menerus mencari keuntungan-keuntungan politik dengan menggunakan
militer dan intelijen untuk posisi politik mereka yang baru.

RN: Misalnya persainagn Hendro Priyono versus Yudhoyono begitu?

M: Saya kira di sana memang ada persoalan-persoalan begitu. Tapi
betulnya nama-nama yang anda sebut itu juga adalah bagian dari
pertarungan politik yang sekarang sedang berlangsung, memang.

RN: Tapi lepas dari itu betapa pun Indonesia membutuhkan suatu badan
intelijen yang punya koordinasi secara nasional, jadi bukan
fragmentasi instansi intelijen bukan?

M: Ya betul, tapi itu tidak bisa dilakukan dengan koordinasi dengan
mengawasi kehidupan masyarakat sampai di level-level daerah.
Sebetulnya koordinasi di level nasional untuk mengatur
keputusan-keputusan polik negara, demi untuk kepentingan-kepentingan
negara secara terbatas. Bukan sebuah organisasi yang  bisa melakukan
tindakan eksekutorial dalam arti pengawasan langsung di depan
masyarakat sampai di level daerah tanpa pertanggung jawaban apapun.

RN: Mengapa ini tidak dapat meningkatkan efisiensi dan menyumbang
pada perang anti-teror?

M: Pertama bahwa ini diset bukan untuk menghadapi terorisme. Kalau
dilihat dari strukturnya lebih diset untuk mengawasi kehidupan
politik masyarakat. Apalagi dilihat dengan pembentukan Bakorida,
Badan Koordinasi Intelijen di Daerah yang menempatkan seluruh
struktur birokrasi  pemerintahan bupati, walikota sampai lurah-lurah
pun di bawah koordinasi organisasi intelijen. Ini basisnya adalah
mengawasi kehidupan politik masyarakat plus melumpuhkan kemampuan
masyarakat untuk memberi koreksi terhadap jalannya pemerintahan.

Demikian Munir dari LSM Imparsial.


* KENAPA MILITER JUGA AMBIL ALIH KEKUASAAN?

Militerisme bisa jadi merupakan setan yang benar-benar jadi momok
buat masyarakat Indonesia. Sebentar-sebentar munculah celotehan
ketakutan bahwa militer akan serta merta mengambil alih tampuk
kekuasaan republik. Fobia macam ini pun tidak ketinggalan menjangkiti
presiden Megawati Sukarnoputri lewat pidatonya beberapa waktu silam.
Tapi akan kah demikian? Laporan Jopie Lasut dari Jakarta.

Di Jakarta, kini kembali timbul kekuatiran di kalangan sipil bahwa
pemilu akan digagalkan oleh pihak militer. Apalagi setelah Presiden
Megawati secara terbuka menantang kalangan militer untuk mengambil
alih kekuasaan sekarang juga. Tokoh PNI Marhaenisme, Profesor Usep
Ranuwijaya, menyatakan belum tentu pemilu 2004 itu bisa berlangsung.
Ada suatu kekuatan yang akan menggagalkan pemilu tersebut, katanya.
Namun, meski dicalonkan sebagai calon nomor satu dari daerah
pemilihan Surabaya, Jawa Timur, Usep senang jika pemilu tidak jadi
dilaksanakan. Hal ini mengingat Pemilu 2004 didasarkan atas
undang-undang tahun 2002 yang secara tidak langsung memberhalakan
uang, ujarnya.

Seperti pemilihan presiden mendatang ini misalnya, para capres akan
sepenuhnya mengandalkan pada dana-dana mereka, katanya. Siapa yang
paling kuat dananya akan menang, katanya. Jelas tanpa uang mereka
tidak bisa menjadi calon presiden. Hal ini pun berlaku pada para
calon anggota DPR. Semuanya harus punya uang dalam jumlah yang besar.
Sistem pemilu di Indonesia sekarang ini hanya meniru system di
Amerika Serikat yang bersandar pada kekuatan uang, tegasnya.
Sedangkan sejak semula PNI Marhaenisme tidak menyetujui Undang-Undang
Pemilu yang diputuskan parlemen pada tahun 2002 itu.

Usep juga heran melihat kebijakan Presiden Megawati yang akhir-akhir
ini nampak mau berkonfrontasi dengan militer. Padahal posisi militer
dengan konfrontasi ini justru menguat. Dukungan dari partai-partai
kecil maupun baru mengalir ke pihak militer. Sedangkan seorang tokoh
NU yang dekat dengan Wakil Presiden Hamzah Has, Danile Tanjung
mengatakan, suasana intrik dan perselisihan sekarang ini telah
membuat bangsa Indonesia di tepi revolusi social. Faktor
ketidakadilan semakin nyata, katanya kepada pers ibukota kemarin.
Keamanan tidak terjamin. Rakyat frustrasi, putus asa serta tidak
punya harapan, jelasnya. Namun, perlukah militer turun tangan?

AM Fatwa, Wakil Ketua DPR RI, menyetujui jika militer kembali
berperan di bidang politik. Militer pun harus memperhitungkan
penilaian dunia, katanya. Dan janganlah menjadi seperti keledai yang
untuk kedua kalinya masuk ke lobang yang sama. Pernyataan-pernyataan
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto serta KSAD Jenderal
Ryamizard harus ditanggapi secara positif sebagai suatu warning.
AM Fatwa: Dari segi positif, pernyataan-pernyataan panglima TNI dan
KSAD Ryamizard sebagai warning kepada seluruh bangsa, agar kita tidak
sampai lengah. Akan bermacam-macam bahaya di depan kita, terutama
menghadapi pesta demokrasi. Peristiwa yang sangat penting. Suatu
agenda nasional yang harus kita sukseskan. Jadi saya anggap itu
sebagai semacam bluffing (teriakan kosong, Red.) semacam manuver juga
supaya kita tidak lalai. Dan nanti khawatir tentara harus diminta
lagi turun memadamkan kebakaran.
Demikian Fatwa. Di kalangan sementara partai kecil saat ini, dan
tokoh-tokoh intelektual di ibukota ada semacam keinginan untuk
bekerjasama dengan pihak militer dan mengambil alih kekuasaan saat
ini. Karena partai-partai baru misalnya sudah melihat bahwa mereka
jelas-jelas akan kalah dalam pemilu mendatang. Untuk bisa lolos saja
dari Depkeh HAM dan KPU saja mereka sudah menghadapi begitu banyak
kesulitan. Sekarang pun hanya partainya Cendana, Partai Karya Peduli
Bangsa, yang mampu menghimpun sekitar 600 caleg mengimbangi
partai-partai besar.

Untuk memenuhi persyaratan KPU, partai-partai kecil sudah kewalahan
apalagi harus berjuang mencari 3 persen suara pemilih. Maka tawaran
untuk merestui dan berkoalisi dengan pihak militer menjadi cukup
menarik. Sebagaimana dikemukakan seorang tokoh partai kecil: Militer
tidak akan mengikuti jejak Birma ataupun Pakistan. Mereka sudah
belajar dari kesalahan mereka di zaman Soeharto. Militer akan
mendukung partai-partai nasionalis kerakyatan, yang sepaham dengan
mereka. Dalam arti kembali pada UUD45 dan Pancasila yang murni.
Kekuasaan akan tetap di tangan sipil yang mau melakukan
perubahan-perubahan yang mendasar, berdikari dibidang ekonomi,
menyelamatkan bangsa dari keterpurukan saat ini, dan memberantas
korupsi di kalangan birokrasi.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke