--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 15 Januari 2004 15:20 UTC ** TERDAKWA KEDUA KASUS PEMBOMAN HOTEL MARRIOTT ** JALUR KERETA API INDIA-PAKISTAN KEMBALI DIBUKA ** SINGAPURA NEGARA PALING BANYAK HUKUMAN MATI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUSH MERINDUKAN BULAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BRUSSEL ADUKAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA UNI EROPA KE HAKIM ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANGKATAN BERSENJATA JERMAN BAKAL MAKIN RAMPING ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: UNI EROPA KECAM HUKUMA MATI DI FILIPINA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TIMOR LESTE RESAH SOAL KEAMANAN JIKA PASUKAN PBB DIKURANGI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MALARI, MALAPETAKA POLITIK YANG NYARIS TAK BERGEMA * TERDAKWA KEDUA KASUS PEMBOMAN HOTEL MARRIOTT Kejaksaan agung Indonesia secara resmi mengajukan dakwaan terhadap Mohammad Rais alias Edi Indra, sehubungan peledakan bom di Hotel Marriott di Jakarta, Agustus tahun lalu. 12 orang tewas menjadi korban antara lain seorang warga Belanda. Rais dituduh menolong mempersiapkan peledakan, dan apabila dinyatakan bersalah oleh hakim, bisa dijatuhi hukuman mati. Belum jelas kapan sidang perkaranya akan dimulai. Sidang pertama kasus Marriott akan dimulai November mendatang. Secara keseluruhan polisi menahan 20 orang yang dituduh ada kaitannya dengan gerakan teror Jemaah Islamiyah. * JALUR KERETA API INDIA-PAKISTAN KEMBALI DIBUKA Jalur kereta api antara India dan Pakistan kembali dibuka. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam proses perdamaian antara kedua negara tetangga, yang hampir menyatakan perang dua tahun lalu. Ketika itu krisis disebabkan wilayah Kashmir. Kereta api pertama yang berangkat dari kota Lahore, Pakistan ke Attari, India, dijaga sangat ketat dari kemungkinan serangan. Sebelumnya pemerintah kedua negara juga sudah memulai kembali jalur transportasi dengan bis dan pesawat udara. Dalam beberapa bulan terakhir hubungan antara kedua musuh bebuyutan ini mulai membaik. Minggu lalu kedua pemimpin negara untuk pertama kali mengadakan pertemuan, yang akan dilanjutkan bulan depan. Selain membicarakan masalah bilateral juga akan disinggung masalah Kashmir. * SINGAPURA NEGARA PALING BANYAK HUKUMAN MATI Organisasi HAM Amnesty International menyatakan, dalam 13 tahun terakhir, lebih dari 400 orang menjalani hukuman mati di Singapura. Dengan ini Singapura adalah negara yang paling banyak melaksanakan hukuman mati di dunia, hampir tiga kali lebih banyak dari Arab Saudi dan tujuh kali lebih banyak dari Cina. Amnesty juga menekankan, menurut penyelidikan sebagian besar dari terdakwa yang mendapatkan hukuman mati di Singapura adalah warga asing. Dalam reaksi atas lontaran kritik, pemerintah Singapura menyatakan tidak memandang hukuman mati sebagai masalah hak asasi manusia. * DEFISIT ANGGARAN JERMAN MENCAPAI 4 PERSEN Defisit anggaran belanja Jerman di tahun 2003 melonjak hingga 86 milyar euro atau 4 persen dari penghasilan kotor nasional. Dengan ini pemerintah Jerman dalam dua tahun berturut-turut kembali melanggar maksimum yang ditetapkan dalam pakta stabilitas. Pakta itu menetapkan negara-negara anggota Uni Eropa harus menjaga agar defisit anggaran mereka tidak melebihi 3 persen. Di tahun 2002 defisit anggaran Jerman mencapai 3,5 persen. Awal minggu ini Komisi Eropa memutuskan untuk mengajukan Jerman dan Prancis ke Mahkamah Eropa atas pelanggaran pakta stabilitas. Selain itu juga diumumkan pertumbuhan ekonomi Jerman tahun lalu menurun sebanyak 0,1 persen. Untuk pertama kali dalam 10 tahun, ekonomi Jerman mengalami tren mundur. * PELAKU PEMBUNUHAN DI SEKOLAH BELANDA TIDAK MAU BERIKAN KETERANGAN Serikat Buruh bidang pendidikan dan persatuan pemimpin sekolah Belanda menyerukan untuk mengheningkan cipta selama satu menit tepat jam 11 siang Jumat besok. Pada saat itu dilangsungkan upacara di sekolah kejuruan Terra College di Den Haag, Belanda, memperingati wakil kepala sekolah Hans van Wieren yang ditembak mati salah satu muridnya Selasa kemarin. Polisi telah menahan sang pelaku, yang hingga sekarang menolak memberikan keterangan. Dari informasi yang diberikan pimpinan sekolah, murid laki-laki berusia 17 tahun itu sebelumnya diskors karena bertindak di luar batas dan mengancam gurunya. Sejumlah murid lainnya saat ini memulai aksi mendukung sang pelaku, karena menurut mereka, ia digambarkan media sebagai pelajar berkelakukan buruk. Selain itu Van Wieren juga penyebab insiden sendiri dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyakitkan. * AKSI PROTES DI BASRA MENENTANG PEMILIHAN PEMERINTAH INTERIM IRAK Puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di kota Basra, Irak selatan menuntut pelaksanaan pemilihan umum langsung. Mereka mendukung seruan pemimpin Syi'ah Ayatollah Ali al-Sistani, yang menentang rencana Amerika untuk memilih anggota pemerintah interim Irak lewat komisi pemilihan regional. Penyerahan kekuasaan kepada pemerintah baru Irak harus dilakukan paling lambat akhir Juni mendatang. Menurut wakil pemerintah Amerika di Irak, Paul Bremer, tidak ada cukup waktu untuk mempersiapkan pemilihan umum langsung di Irak tahun ini. Karena itu pemilu baru direncanakan tahun depan. Aksi protes di Basra berlangsung tanpa insiden. * ISRAEL TUTUP PERBATASAN DENGAN JALUR GAZA Angkatan bersenjata Israel menutup wilayah perbatasan dengan Jalur Gaza. Akibatnya ribuan buruh Palestina tidak dapat pergi ke tempat kerja mereka di Israel. Demikian diputuskan setelah aksi bunuh diri Rabu kemarin, yang menewaskan empat orang warga Israel. Hamas menyatakan diri bertanggung jawab atas aksi tersebut, yang untuk pertama kalinya menggunakan seorang perempuan. Wakil Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan pemerintahnya tetap akan melanjutkan perjuangan melawan terorisme. Selain itu pasukan Israel juga masuk ke kota Jenin di Tepi Barat Sungai Yordan dan sebuah kamp pengungsi tidak jauh dari situ untuk menggeledah antara lain rumah-rumah tinggal. Di Tulkarem sebuah rumah yang pernah ditinggali seorang aktivis Hamas diledakkan, dan sejumlah warga Palestina ditangkap. * PASUKAN BELANDA LINDUNGI PASUKAN JEPANG DI IRAK SELATAN Pasukan perdamaian Belanda yang ditugaskan di Irak Selatan dalam beberapa bulan mendatang mendapat tugas tambahan yaitu melindungi satuan tentara Jepang. Demikian diputuskan di Den Haag antara pemerintah Belanda dengan Menteri Pertahanan Jepang. Pasukan Jepang juga ditugaskan di Irak Selatan, tetapi harus terlebih dulu membangun kompleks markas mereka. Dalam beberapa minggu mendatang satuan Jepang itu akan bertambah menjadi lebih dari 1000 orang. Mereka mendapatkan tugas yang lain daripada pasukan Belanda dan Inggris di wilayah Al Muthana. * MENLU KOREA UTARA MENGUNDURKAN DIRI Menteri Luar Negeri Korea Utara Yoon Young-kwan akhirnya meletakkan jabatan setelah ditekan berbagai pihak. Yoon menyatakan diri bertanggung jawab atas kesalahan yang dialakukan pejabat departemennya. Mereka mengkritik kebijakan Presiden Roh Moo-hyun terhadap Amerika Serikat. Presiden Roh sedang berunding dengan Washington mengenai pemindahan pangkalan-pangkalan militer Amerika. Para pejabat tinggi deplu Korea Selatan itu antara lain membocorkan sejumlah informasi rahasia. * KUNJUNGAN SEKJEND NATO KE BOSNIA DAN KOSOVO Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan NATO yang baru Jaap de Hoop Scheffer dalam dua hari mendatang akan mengunjungi Bosnia dan Kosovo. Ini adalah kunjungan luar negeri pertama sekjend baru NATO, yang menggantikan Sir George Robertson sejak dua minggu lalu. Di Bosnia dan Kosovo de Hoop Scheffer akan mengunjugi pasukan NATO yang ditugaskan di kedua wilayah. Diperkirakan dalam beberapa minggu mendatang ia juga akan mengunjungi pasukan NATO yang bertugas di Afganistan. * J.P MORGAN CHASE AMBIL ALIH BANK AMERIKA ONE Bank Amerika J.P Morgan Chase akan mengambil-alih Bank Amerika lainnya One dengan harga 58 milyard dolar. Apabila fusi ini berhasil, maka kelompok Morgan Chase adalah kelompok perbankan kedua terbesar di Amerika Serikat setelah Citigroep. Dengan kekayaan lebih dari satu trilyun dolar, J.P Morgan Chase juga aktif di 50 negara di luar Amerika Serikat. Akhir tahun lalu juga dilakukan fusi raksasa di Amerika ketika Bank of America mengambil-alih FleetBoston Financial Corporation seharga 48 milyard dolar. * BERITA BURSA Indeks Nikkei ditutup 1,8% persen lebih rendah pada 10.665, setelah pengumuman keuntungan konglomerat perangkat lunak Amerika Intel. Di New York, indeks Dow Jones dan Nasdaq sepanjang hari di atas positif, karena defisit perdagangan Amerika lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya. Dow Jones ditutup pada 10.538 dan Nasdaq pada 2111. Nilai tukar dolar euro terhadap dolar naik menjadi 1 dolar 26,54 sen dolar. Sementara indeks AEX berada pada 347 atau 3% lebih tinggi. * BUSH MERINDUKAN BULAN Mulai 2015 astronau-astronaut Amerika Serikat akan mendarat lagi di bulan, demikian kata Presiden George W. Bush. Lima tahun kemudian harus ada pangkalan tetap di bulan, yang manjadi batu lompatan misi berawak ke menuju Mars. Bagaimana membiayai cita-cita setinggi itu, tidak dijelaskan oleh Bush, karena Bush hanya Kongres menambah 1 milyar dollar dari anggaran NASA, yang berjumlah 86 milyar dollar, untuk lima tahun mendatang. Lebih lanjut laporan Reinout van Wagtendonk dari New York. Bulan adalah batu loncatan yang masuk program penjelajahan di tata surya kita, kata Presiden Bush dalam pidatonya di muka NASA di Washington. Bush memaparkan visi sangat berani untuk masa depan penjelahan angkasa luar Amerika. Bush menjabarkan tiga tujuan bagi NASA. Pertama secepat mungkin meluncurkan pesawat ulang alik. Semenjak kecelakaan dengan Columbia hampir satu tahun lalu, psawat ini tidak pernah diluncurkan lagi. Ini berdampak negatif bagi semangat organisasi tersebut. Pesawat ini masih harus dipakai sampai 2010, dan setelahnya ketiga pesawat itu dipensiunkan. Menurut rencana Bush pada 2010 bagian Amerika dalam pembangunan setasiun luar angkasa ISS rampung. Kedua NASA harus membuat pesawat berawak yang disebut 'Crew Exploration Vehicle' . Pesawat itu harus lebih dari pesawat ulang alik, karena juga harus bisa ke bulan dan ke Mars dan kembali lagi. Ketiga adalah melakukan penjelajalan dengan dan tanpa awak dari bulan untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru. Kedengarannya semua itu telah dipikirkan matang, tapi kalau disimak lebih teliti, bagi para kritisi: tidak lebih dari omong besar pada waktu menjelang pemilihan. Untuk 5 tahun mendatang, kalau Bush November nanti terpilih lagi, ia hanya minta pada Kongres 5% anggaran tambahan bagi NASA. Total 1 milyar dollar dan 11 milyar dari berbagai kocek untuk pesawat ulang alik, untuk setasiun ruang angkasa internasional , untuk pesawa ke bulan dan mars. Jelas, jelas itu tidak cukup!!! Senator Bill Nelson pernah jadi penumpang pesawat ulang alik dan adalah pendukung program angkasa luar Amerika Serikat. Ia membandingkan anggaran Bush yang pelit itu dengan anggaran NASA yang diempat kali gandakan oleh presiden Kennedy pada 1961 ketika Amerika Serikat mengumumkan akan mendaratkan manusia pertama di bulan. 5% tambahan tidak ada artinya, kata Nelson. Apapun tanggapan luar, Bush berani membeberkan rencana besar. Bagaimana mendanainya bukan urusan dia, Kongres dan mungkin penerusnya di Gedung Putih yang harus menjawab pertanyaan itu. Ketika pada 1989, diperingati 20 tahun pendaratan Neil Amstrong dengan Apollo 11 di bulan, presiden Bush senior ketika itu mengusulkan ekspedisi ke Mars. Diperkirakan ketika itu butuh 400 sampai 500 juta milyar dollar. Jadi artinya apa, ini hanya pidato dan rencana. * BRUSSEL ADUKAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA UNI EROPA KE HAKIM Pengurus harian Uni Eropa memutuskan untuk menghadap ke hakim. Brussel mau mengadukan negara-negara anggota Uni Eropa yang mengabaikan aturan anggaran Uni Eropa kepada Mahkamah Uni Eropa di Luxemburg. Ini berarti Komisi mau bertarung dengan negara-negara anggota. Yang dipertikaikan adalah masalah siapa yang sebenarnya berwewenang: Pengurus Harian Uni Eropa atau negara-negara anggota? Berikut analisa redaktur Eropa Barat, Johan Huizinga. Juru bicara Uni Eropa, Gerassimos Thomas, mati-matian menyatakan ini hanya masalah prosedur. Tapi kenyataanya lebih dari itu. Di musim gugur tahun lalu para menteri keuangan Uni Eropa menunda penerapan aturan anggaran yang ketat itu. Prancis dan Jerman sudah tiga tahun berturut-turut melanggar kriteria anggaran, yakni defisit anggaran tidak boleh di atas 3 persen. Menurut aturan yang disusun negara-negara yang memberlakukan mata uang Euro, justru di bawah pimpinan Jerman dan Perancis semesti negara yang melanggar harus didenda. Tetapi mayoritas menteri keuangan Eropa menilai langkah itu terlalu berat. Pada saat pertumbuhan ekonomi sangat tipis, pemulihan ekonomi tidak boleh dihalangi dengan meningkatkan penghematan, hanya demi menegakkan norma Eropa, tegas mereka. Akhirnya mayoritas menteri keuangan Eropa setuju dan memutuskan tidak mendenda Paris dan Berlin. Sementara hampir semua orang sependapat bahwa apa yang disebut pakta stabilitas memang terlalu ketat dan harus diubah. Tapi sejumlah kecil mentri menteri di bawah pimpinan menteri keuangan Belanda Gerrit Zalm ingin mempertahankan aturan lama selama belum ada yang baru. Komisi Eropa, pengurus harian Uni Eropa, memang bertugas mengawasi penerapan undang-undang. Karena itu Komisi Eropa terpaksa mengadukan keputusan tidak mendenda Jerman dan Perancis ini pada hakim, agar ditegaskan siapa yang berwenang sebenarnya, Komisi atau pemerintah negara nasional masing-masing negara anggota? Dari awal sudah jelas komisi akan kalah selama Eropa tidak punya pemerintahan pusat. Jadi hakim harus mengeluarkan keputusan masalah politik. Selama peraturan itu belum diubah tidak ada hakim yang berbuat apa-apa. Kenyataan lain adalah bahwa Jerman dan Prancis tidak mau didikte oleh Brussel atau setidaknya dalam kasus ini oleh negara-negara kecil seperti Belanda dalam mengambil kebijakan. Bukankah menteri keuangan Belanda Zalmlah yang hampir sendirian yang tetap bersekukuh untuk mengadu ke mahkamah Eropa. Akibatnya Zalm bertikai dengan sejawatnya dari Jerman Hans Eichel. Menlu baru Belanda, Bernard Bot, jelas lebih memahami realitas politik sehingga dia menunjukkan pengertiannya kepada sejawat Fischer tentang posisi Berlin saat berkunjung ke Jerman baru-baru ini. Fischer menjelaskan kondisi ekonomi Jerman, masalah dan kesulitan yang mereka hadapi. Dia juga menandaskan bahwa tiap pertumbuhan ekonomi Jerman akan menyumbang pertumbuhan 0,3 sampai 0,6 persen di negara tetangga. Fischer meminta memaklumi situasi ekonomi Jerman dan keinginan Jerman untuk kembali menjadi penggerak Uni Eropa. Menlu Belanda Bot memaklumi hal itu, tapi tetap berpegang pada pakta stabilitas. Belanda ingin pakta stabilitas dipatuhi. Kalau ekonomi Jerman tumbuh satu persen maka ekonomi negara-negara tetangga seperti Belanda kebagian pertumbuhan setengah persen, tegas Fischer beberapa saat silam. Bot menyadari kenyataan ini, dan oleh karena itu dia merujuk ucapan Fischer itu. Dalam hal ini Bot sangat berbeda dengan Zalm yang bersikeras dengan aturan seperti seorang kepala bagian tata usaha yang tidak memahami kesulitan Jerman. Pemerintah Jerman mewarisi beban ekonomi bekas Jerman Timur tingkat pengangguran tinggi. Jerman sudah menunjukkan keberanian politik untuk menggadakan penghematan yang pahit di sektor jaminan sosial, meskipun langkah yang diambil sebenarnya kurang memadai juga. Menghukum Jerman dengan mengenakan denda, seperti yang diinginkan Zalm, menunjukkan kurang mengerti realitas politik. Krisis politik di Jerman tidak menguntungkan siapa-siapa, demikian juga halnya dengan krisis antara Komisi Eropa dan negara-negara anggota. Hal ini juga pasti berlaku bagi Belanda yang akan menjadi ketua bergilir Uni Eropa 1 Juni mendatang. Pesan inilah yang ingin disampaikan menlu Bot, tapi sayangnya kurang mendapat sambutan baik dari pihak pemerintah maupun pihak oposisi. * ANGKATAN BERSENJATA JERMAN BAKAL MAKIN RAMPING Angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr, lagi-lagi menyita perhatian dunia. Tapi bukan dalam urusan perang melainkan armada Jerman tersebut harus makin dirampingkan, lebih lincah dan mudah dikerahkan di mana saja. Demikian pendapat menteri pertahanan Peter Struck. Laporan koresponden Hans Verbeek dari Berlin: Angkatan bersenjata Jerman tidak lama lagi akan menghadapi perampingan terbesar dalam sejarah. Jumlah prajurit akan dikurangi secara besar-besaran, banyak barak akan ditutup, program persenjataan senilai 26 milyar euro akan dihapus. Tapi wajib militer masih tetap dipertahankan. Dengan peraturan baru ini menteri Peter Struck menyiapkan angkatan bersenjata Jerman untuk masa depan. Perang dingin sudah usai. Ketika masih berlangsung angkatan bersenjata Bundeswehr harus senantiasa menghadapi serangan dari blok timur. Sekarang mereka harus mengikuti perkembangan jaman. Di masa mendatang armada pasukan ini dipersiapkan untuk tugas-tugas baru seperti penempatan di lokasi konflik, penjaga perdamaian, dan memberantas terorisme internasional. Berarti mereka harus bisa dikirim ke manapun penjuru dunia. Demikian tandas menteri pertahanan Struck. Oleh karena itu diadakan restrukturisasi menyeluruh. Namun ini tidak akan menyentuh keberadaan Angkatan Darat, Laut maupun Udara. Ketiga angkatan akan tetap dipertahankan. Selain itu perombakan ini memunculkan penambahan komando khusus yang bisa di tempatkan di daerah-daerah konflik. Kemdian kedua, pengadaan pasukan-pasukan stabiltas untuk penjaga perdamaian. Yang ketiga pasukan khusus pengangkutan dan perbekalan di luar Jerman. Initnya adalah angkatan bersenjata Jerman di masa mendatang dituntut keluwesan dalam melakukan operasi. Pasukan yang ada saat ini, 282 ribu prajurit dikurangi menjadi 250 ribu. 100 barak akan ditutup. Walhasil perampingan ini pada kahirnya menjadi kabar buruk bagi kota-kota di mana barak pasukan ini berada. Karena selama ini kota-kota tersebut mendapatkan pendapatan daerah dari keberadaan pasukan-pasukan cadangan strategis itu. Industri persenjataanpun turut meraung menentang penghematan. Karena dengan rancangan baru ini industri persenjataan Jerman bakal kehilangan 26 milyar euro pesanan. Terang saja akibat perampingan tersebut, pesanan-pesanan atas helikopter tempur, kendaraan lapis baja maupun peralatan lain dibatlkan karena terkena imbas. Kendati begitu yang justru menjadi keprihatinan adalah tetap diberlakukannya wajib militer. Padahal inilah yang kebanyakan orang Jerman dimintakan untuk dihapus. Selam ini pada prakteknya toh orang Jerman juga memilih wajib militer alternatif. Itu artinya mereka lebih suka dikerahkan sebagai tenaga kerja sosial seperti menjadi tenaga bantu di rumah sakit ataupun rumah jompo, ketimbang mengikuti pelatihan manggul senjata. Pemerintah Berlin berharap dengan reorganisasi radikal ini, dunia internasional pada akhirnya dapat mengandalkan keampuhan angkatan bersenjata Jerman untuk bisa menjaga perdamain di luar negeri. Walhasil selain ditempatkan di Afghanistan, Balkan dan di dearah tanduk Afrika, pasukan Jerman juga kudu bisa ditempatkan di daerah lain. Tapi tidak hanya itu. Perombakan besar Bundeswehr juga turut, sedikitnya, mengubah pandangan Berlin soal pengerahan pasukan ke Irak. Yang dulunya dianggap tabu, sekarang lebih dimungkinkan. Kanselir Jerman Schroder, pekan ini mengatakan negaranya bersedia mengirimkan pasukan-pasukannya sebatas satuan medis. Tapi ini jangan ditafsiri sebagai perubahan kebijakan Berlin, melainkan hanya menjalankan tugas kemanusiaan belaka. * UNI EROPA KECAM HUKUMAN MATI DI FILIPINA Uni Eropa secara terbuka memprotes hukuman mati yang diberlakukan lagi di Filipina dan mengirim utusan mendatangi penjara tempat meringkuknya beberapa tahanan yang menunggu pelaksanaan hukuman mati mereka. Permintaan utusan ini bertemu dengan Presiden Gloria Arroyo untuk bicara mengenai hukuman mati ditolak. Presiden Arroyo menjelaskan banyaknya gelombang penculikan dan pembunuhan di negaranya. Bagi sekitar seribu tahanan yang menunggu hukuman mati, mereka akan menghadap maut beberapa minggu mendatang setelah disuntik mati. Jan De Kok adalah Kepala Komisi Eropa untuk Filipina. Menjelaskan mengunjungi Penjara Bilipit, sekitar 20 menit dengan mobil dari Manilla. Itulah tempat para tahanan pria menunggu pelaksanaan hukuman mati. Berikut rangkuman wawancara Radio Nederland dengan Jan de Kok. "Kami ingin melihat bagaimana keadaan mereka di sana. Kami terutama ingin tahu bagaimana keadaan para tahanan yang dihukum mati", demikiah Jan de Kok. Sebagai wakil Uni Eropa, Jan de Kok menjelaskan bahwa Uni Eropa punya kebijakan yang tegas menentang hukuman mati. Dan pesan itu harus jelas bagi semua pihak di negara manapun yang masih mengenal hukuman mati, jadi juga disampaikan pada Filipina. Oleh karena itu kami berpendapat pelaksanaan hukuman mati jangan diterapkan pada tahanan-tahanan ini. Sikap ini, menurut Jan de Kok jangan dipandang sebagai mencampuri urusan dalam negeri, tapi lebih merupakan dialog mengenai kebijakan politik. Dengan berdialog kami harapkan akan timbul pengertian baik dari pejabat-pejabat pemerintah maupun dari masyarakat sendiri. Kami, Uni Eropa yakin bahwa hukuman mati tidak bisa mencegah kejahatan. Dan kalau melihat lebih jauh, di tribunal Yugoslavia misalnya, para pelaku kejahatan itu juga tidak dijatuhi hukuman mati.Nah, kalau Uni Eropa menentang hukuman mati, dan menjelaskan sikap ini ke berbagai negara, seperti kepada Filipina, apakah tentangan ini juga disampaikan kepala negara Amerika Serikat di Gedung Putih. Jan de Kok: 'Untuk menjawab pertanyaan itu, saya tidak tahu apakah rekan-rekan atau duta Uni Eropa di Washington ke Gedung Putih untuk menyampaikan pesan ini pada presiden Bush atau pada pejabat-pejabatnya. Itu harus ditanyakan pada mereka sendiri atau pada Brussel.' Sedang Presiden Arroyo juga tampaknya tidak ingin mendengarkan pesan Uni Eropa.Wakil Uni Eropa di Manilla adalah duta besar Belanda untuk Filipina, karena Irlandia yang sekarang ini adalah ketua bergilir Uni Eropa, telah minta waktu untuk menjelaskan pada presiden mengenai kebijakan Uni Eropa terhadap hukuman mati. Tapi jawabannya adalah: Presiden Arroyo tidak bisa menjumpai duta besar Belanda yang bertindak atas nama Uni Eropa dan silakan berjumpa dengan Mentri Luar Negeri. * TIMOR LESTE RESAH SOAL KEAMANAN JIKA PASUKAN PBB DIKURANGI Pemerintah Timor Leste menyampaikan keresahannya kepada Indonesia tentang peledakan pulau karang kecil, di Fatu Sinai atau Pulau Batek, oleh tentara Indonesia bulan lalu. Sementara PBB bermaksud merampingkan kehadiran stafnya maupun pasukan perdaaian PKF di Timor Leste. Mandat lembaga asistensi PBB, UNMISET, di Timor Leste akan berakhir 20 Mei mendatang. Ketua Perkumpulan HAK Jose Louis d-Oliveira mengatakan, keamanan Timor Leste baru terjamin apabila demokrasi, HAM dan tegak hukum di Indonesia tercapai. Namun pengamat Indonesia yang tinggal di Dili, Nugroho Kacasungkana menunjuk, pasukan PBB kurang trampil menangani keamanan, dan soal perbatasan itu lebih merupakan soal trama kekerasan TNI tahun 99: Nugroho Kacasungkana [NK]: Masalah yang lebih mendesak saya pikir, kehadiran PBB itu seperti apa? Karena kalau seperti sebelum-sebelumnya kemampuan mereka untuk kasih keamanan juga sangat rendah. Misalnya saja peristiwa 4 Desember. Di kota Dili terjadi pembakaran beberapa rumah, beberapa toko, hotel, tetapi polisi internasional kalau tidak melakukan tindakan yang cukup untuk mencegah kerusuhan itu meluas. Kehadiran mereka di sini tidak begitu jelas perannya dalam arti apakah mereka memperkuat institusi-institusi Timor Leste sendiri untuk bisa menangani masalah keamanan. Sementara mereka sendiri menangani sendiri persoalan-persoalan keamanan. Juga kelihatan seperti tidak ada koordinasi antar mereka dan harus ada keputusan dari New York untuk hal-hal tertentu dan sebagainya. itu satu soal. Tentang ancaman perbatasan, saya kira ancaman riil itu tidak begitu besar. Memang masih ada kelompok-kelompok milisi tertentu yang masih ingin melakukan inflitrasi-infiltrasi. Tetapi mereka sebenarnya kecil. Minoritas, artinya bukan terorganisir seperti seluruh pasukan integrasi dulu. Tetapi ini akibat dari penanganan PKR atau polisi waktu itu yang tidak begitu baik, ini menimbulkan kecemasan orang banyak. Sekarang saja masih ada PBB, ada infiltrasi-infiltrasi. Bagaimana kalau nanti PBB keluar. Mereka takut seperti itu. Radio Nederland [RN]: Jadi ini sumber masalahnya menurut anda kelemahan institusional? NK: Jadi masalahnya, apa yang harus dilakukan oleh PBB untuk memperkuat institusi-institusi Timor Leste sendiri. Atau apa yang harus dia lakukan sendiri untuk menanngani masalah keamanan, itu tidak begitu jelas. RN: Tapi bukankah di perbatasan begitu sering terjadi penyelundupan orang maupun penyelundupan barang. Bahkan ada yang menjadi korban di Belu. Dan juga ada sebuah pulau diledakkan oleh tentara Indonesia di dekat NTT. Semacam unjuk kekuatan begitu dari militer. Jadi bagaimana sebenarnya situasi keamanan perbatasan ini? NK: Saya kira pada umumnya situasi keamanan di perbatasan itu aman, kecuali memang ada infiltrasi sedikit. Sebetulnya milisi-milisi yang sudah putus asa. Atau ada memang penyelundupan kayu cendana. Terus ada penyelundupan beras. Itu sebetulnya bisa ditangani. Yang masalah adalah bagaimana kepolisian atau tentara Timor Leste WTL itu diperkuat oleh pasukan multi-nasional. Saya pikir ancaman dari luar sebenarnya tidak terlalu masalah. Tapi emmang banyak orang di sini masih trauma dengan 1999. Karena pengalaman milisi dengan TNI. Bagaimana TNI memperlakukan orang di sini dan sebagainya. Itu masih membekas sehingga ketika terjadi perubahan sikap TNI secara umum, itu sudah berubah. Karena juga TNI yang bertugas di sana kebanyakan bukan TNI yang pernah bertugas di sini. Tetapi pandangan orang tentang TNI masih sama dengan sebelum merdeka. Ini masalah psikologis yang masih harus diatasi. Radio Nederland juga menghubungi Jose Louis d-Oliveira, ketua dari Perkumpulan HAK, organisasi HAM di Dili: Jose Louis d-Oliveira: Sejak tahun 2002, pada waktu penyerahan kedaulatan, jadi sejak saat itu memang secara bertahap, pasukan penjaga perdamaian Untaet itu sudah berkurang.Ada batalyon yang dikurangi, seperti batalyon Australia, batalyon Portugal. Ada juga batalyon yang secara keseluruhan ditarik. Misalnya Korea, Thailand, Selandia Baru itu ditarik. Sementara sejauh masa Timor Loro Sae siap saya kira persoalan keamanan itu tidak bisa dilihat semata-mata dari Timor Loro Sae punya angkatan bersenjata untuk menggantikan peranan Untaet. Saya kira bukan itu. Sebenarnya aspek keamanan lebih banyak ditentukan oleh seberapa jauh hubungan diplomatik yang dibangun dengan negara-negara tetangga, khususnya dengan Indonesia. Itu yang sangat menentukan. Soal gangguan di perbatasan saya kira kenyataan itu memang punya potensi. Karena itu juga sangat ditentukan sekali oleh seberapa jauh demokratisasi dan penegakkan HAM di Indonesia. Kalau misalnya proses demokratisasi di Indonesia tidak berjalan dengan baik, dan proses penegakkan hukum dan HAM di Indonesia tidak berjalan dengan baik, maka para pelaku-pelaku itu masih saja berkeliaran. Dan mereka dengan seenaknya saja membuat gangguan di perbatasan. Demikian Jose Louis d-Oliveira Ketua Perkumpulan HAK, sebuah LSM HAM di Dili. * MALARI, MALAPETAKA POLITIK YANG NYARIS TAK BERGEMA Malari, peristiwa malapetaka 15 Januari merupakan sederet saja kisah perlawanan terhadap rejim Harto, si penguasa Orde Baru. Tapi kini para aktivisnya satu per satu mulai tenggelam dan bahkan ada yang malah menempel dengan Cendana. Tapi itulah ciri pergolakan politik Indonesia. Sekarang beberapa suara menyebutkan Malari hanyalah upaya tawar menawar beberapa jenderal terhadap Harto pada saat itu. Laporan Jopie Lasut dari Jakarta. Kemarin, INDEMO, Indonesia Democracy Monitor, suatu organisasi yang dimotori para mantan aktivis anti Orde Baru menyelenggarakan sebuah diskusi politik di hotel Indonesia. Harian Sinar Harapan memberitakan bahwa Ketua INDEMO, Hariman Siregar menyatakan bahwa pemerintahan Orba telah gagal memajukan negeri ini karena kedaulatan rakyat dipasung. Namun pemerintah sekarang pun ternyata mengulang kesalahan di masa lalu dengan mengakali kedaulatan hanya untuk kepentingan segelitir penguasa. INDEMO didirikan Hariman Siregar 4 tahun yang lalu setelah ia berhenti sebagai penasehat Presiden Habibie. INDEMO rajin menyelenggarakan diskusi-diskusi politik. Diskusi-diskusi ini bertempat di Jalan Lautze 62 C Jakarta Pusat. Gus Dur sempat menuduh tempat ini tempat rapat gelap sejumlah jenderal. Padahal pertemuan-pertemuan itu biasanya diikuti aktivis-aktivis muda. Utamanya dari kalangan mahasiswa dan mantan aktivis HMI dan HMI MPO. Karena ketuanya bekas pentolan MALARI maka pada setiap peringatan ulang tahun MALARI yakni pada tanggal 15 Januari INDEMO menyelenggarakan perhelatan besar. Pertama kali pada tahun 2001 di Hotel Sari Pacific. Ketika itu yang hadir antara lain mantan Menteri Agama semasa Habibie, Malik Fajar. Kini ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayan. Dan untuk pertama kali seorang bekas menteri Orde Baru Siswono Judohusodo diundang. Saat itu Gus Dur masih berkuasa. Di tahun 2002 secara mengejutkan mantan panglima ABRI yang disebut-sebut memerintahkan penembakan terhadap mahasiswa di Semanggi hadir dalam acara INDEMO. Tahun 2003 peringatan INDEMO dilakukan lebih besar dan menyedot undangan yang cukup banyak pula. Wirantopun hadir berrsama Fuad Bawazier dan Joris Raweyai. Ada yang bilang MALARI dari tahun ke tahun mulai bergerak ke arah Cendana. Saat itu sudah tidak begitu banyak lagi eks malari yang hadir. Yang terlihat hanyalah Rahman Tolleng, Judil Hery Justam, Adnan Buyung Nasution, Gurmilang Kartasasmita dan Jesse Moninca. Ada juga Cak Barata dan Sunardi. Tetapi tokoh-tokoh MALARI lainnya seperti Sarbini Sumawinata, Murdianto, Yusuf A.R, Syahrir, Eko Djatmiko, Salim Hutajulu, serta Marsillam Simanjutak tidak menghadiri pertemuan-pertemuan INDEMO. Dahulu sejak aktivis-aktivis kampus ini dibebaskan di tahun 1976 setiap 15 Januari mereka mengadakan reuni di Ancol. Pertemuan-pertemuan ini biasanya menelurkan aksi-aksi anti Soeharto. Sejak peristiwa MALARI 30 tahun yang lalu telah terjadi pergeseran dan pergesekan pandangan politik. Dari 56 eks tapol malari yang pernah ditahan di RTM, Losmen Jaya, Denlak Kopkamtib dan Inrehab 'Nirbaya', hanya 3 orang yang membelot ke GOLKAR. Yakni Theo Sambuaga, Fahmi Idris dan Bambang Sulistomo. Sebelum masuk GOLKAR Theo Sambuaga berkata, "tidak pernah ada komitmen antara kita, dan tidak pernah ada platform bersama yang jelas". Memang sulit untuk mengharapkan persatuan antara golongan nasionalis, sosialis maupun Islam. Mengapa, peringatan MALARI pada tanggal 15 januari selalu dijadikan bahan berita? Mungkin peristiwa MALARI merupakan titik awal perlawanan terhadap Soeharto secara besar. Sekitar 800 kendaraan bermotor habis dibakar saat itu. Untuk pertama kali massa kampus dan non-kampus bersatu, kata Hadidjoyo, Wakil Ketua Partai Buruh Sosial Demokrat yang saat itu menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Sebelum Malari memang telah ada aksi mahasiswa menggugat, aksi Golangan Putih dan sebagainya. Tetapi tidak mampu mengikut serta massa dalam jumlah yang cukup signifikan. Namun peristiwa malari bagi generasi muda yang lahir pada tahun 1973 seperti Raja Pangabean tidak cukup dikenal dengan baik. Baginya peristiwa Malari adalah 'peristiwa ribut-ribut di Monas'. Sedangkan Ary Aryanto aktivis pro demokrasi melihat peristiwa malaria adalah konspirasi para jenderal yang tidak memiliki sandaran politik dalam struktur kala itu. Mereka memakai mahasiswa untuk dijadikan alat barganing politik para petinggi Orde Baru saat itu. Ary Aryanto: Ya, karena pada saat malari, itu adalah gerakan mahasiswa yang paling besar dan yang paling bergema. Kemudian juga di sana ada beberapa kejadian, ada beberapa event yang sangat menarik, misalnya adalah persaingan yang begitu keras di tingkat atas. Terutama diperlihatkan pertentangan sebenarnya antara Soemitro dengan Soeharto, di mana yang tampak di permukaan adalah pertentangan antara Ali Moertopo dengan Soemitro. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua juga gerakan itu begitu besar, sehingga terjadi kerusuhan yang amat besar. Pembakaran Proyek Senen yang saat itu adalah proyek yang paling bergengsi di Jakarta. Kemudian juga diberlakukan jam malam, dan beberapa hal yang lainnya. Sementara di antara gerakan itu terlihat bahwa mulai menyatunya kelompok mahasiswa kampus dengan non-kampus. Demikian Ary Aryanto, Ketua I, PRD. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
