--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 14 Januari 2004 15:30 UTC ** DUKUNGAN AUSTRALIA TERHADAP AMERIKA ANCAM STABILITAS ASIA TENGGARA ** PELAJAR BELANDA TEMBAK MATI GURU SEKOLAHNYA ** SIDANG PEMBUNUH MENLU SWEDIA ANNA LINDH ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MURID TEMBAK MATI GURU, BELANDA TERKEJUT ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KAWASAN ASIA SELATAN JADI AJANG PERSAINGAN POLITIK INTERNASIONAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BRUSSEL ADUKAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA UNI EROPA KE HAKIM ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AMERIKA SELATAN DAN UTARA PUNYA PRIORITAS BERBEDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERISAI NUKLIR AMERIKA-AUSTRALIA TAK AKAN ANCAM INDONESIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ORDE BARU BANGKIT KEMBALI * DUKUNGAN AUSTRALIA TERHADAP AMERIKA ANCAM STABILITAS ASIA TENGGARA Pemerintah Indonesia menyatakan, dukungan Australia terhadap rencana Amerika untuk membangun sistim perisai anti-rudal, dapat menyebabkan perlombaan senjata di Asia Tenggara dan membahayakan stabilitas wilayah. Demikian dinyatakan Menlu Hassan Wirayuda. Pernyataan itu dilontarkan sehubungan rencana pertemuan antara Perdana Menteri Australia John Howard dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Richard Myers minggu ini. Pembicaraan itu akan dipusatkan pada dukungan Canbera terhadap rencana Washington, yang dikecam keras negara-negara tetangga Australia serta Cina. * PELAJAR BELANDA TEMBAK MATI GURU SEKOLAHNYA Seorang pelajar sekolah menengah di kota Den Haag Belanda, menembak seorang dosennya Selasa kemarin, yang meninggal dunia di rumah sakit beberapa jam kemudian. Ia menembak gurunya tepat di kepala dalam keramaian kantin sekolah. Sang pelajar yang berusia 17 tahun ini mula-mula menghilang selama beberapa jam, tetapi kemudian menyerahkan diri kepada polisi. Sampai sekarang ia belum memberikan keterangan dan motifnya juga belum jelas. Menurut keterangan murid-murid lainnya, beberapa hari sebelumnya ia diskors oleh dosen tersebut. Saat ini polisi telah menemukan senjata yang digunakan. Atas petunjuk sang pelajar, polisi menemukan senjata api itu di semak-semak di dekat sekolah. Guru yang berusia 49 tahun itu selain menjabat sebagai wakil kepala sekolah juga anggota dewan daerah dari Partai Demokrat 66. Drama penembakan di sekolah ini adalah yang pertama kalinya di Belanda. * SIDANG PEMBUNUH MENLU SWEDIA ANNA LINDH Rabu ini pengadilan ibukota Stockholm memulai sidang tersangka pembunuh Menteri Luar Negeri Swedia Anna Lindh. Menlu Swedia itu ditusuk hingga tewas ketika sedang berada di pusat perbelanjaan 10 September tahun lalu, dan meninggal dunia di rumah sakit satu hari kemudian. Sang pelaku yang berusia 25 tahun mengakui perbuatannya minggu lalu. Ia adalah anak laki-laki keturunan Serbia yang tinggal di Swedia. Sidang akan berlangsung selama tiga hari. Apabila dinyatakan bersalah oleh hakim, maka ia mendapat hukuman penjara seumur hidup. Di Swedia hukuman seumur hidup biasanya sekitar 15 tahun penjara. * PBB KIRIM TIM PENYELIDIK KE IRAK Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan memutuskan untuk mengirim satu tim kecil PBB ke Irak. Para inspektur itu harus menyelidiki apakah para pekerja PBB dapat kembali bertugas di Irak. Tiga bulan lalu Kofi Annan memanggil pulang semua pegawai dan pekerja PBB, setelah rangkaian pemboman antara lain di markas besar PBB di ibukota Bagdad. 22 pekerja PBB tewas antara lain wakil PBB di Irak Sergio Vieira de Mello. Wakil pemerintah Amerika Serikat di Irak Paul Bremer menyatakan, sejak penahanan Saddam Hussein jumlah serangan terhadap warga asing di Irak berkurang. * KTT AMERIKA DI MONTEREY DITUTUP KTT dua hari negara-negara benua Amerika di kota Monterey, Meksiko yang dihadiri para pemimpin 34 negara ditutup. Presiden Amerika Serikat George W. Bush mendesak agar zona perdagangan bebas dibuka secepat mungkin. Di dalam pernyataan akhir ke-34 negara kembali menekankan, akan menyelesaikan perundingan zona perdagangan bebas tahun ini juga. Tetapi para pemimpin antara lain Venezuela, Argentina dan Brazil menuntut agar pemerintah Washington juga mengakhiri pemberian subsidi pertanian kepada pra petaninya dan mencabut kebijakasan proteksi pasar Amerika. Sewaktu KTT berlangsung, terjadi konfrontasi antara Bolivia dan Chili. Presiden Bolivia Carlos Mesa menuntut agar Chili mengembalikan wilayah pantai di Lautan Teduh. Wilayah ini dianeksasi Chili 200 tahun lalu. Akibatnya Bolivia tidak punya pantai atau pelabuhan lagi. Dalam reaksinya Presiden Chili Ricardo Lagos menyesalkan mengapa masalah ini kembali dibicarakan. Ia menawarkan Bolivia untuk memulai kembali hubungan diplomatik, yang terputus sejak perang berakhir di ujung abad ke-19. Tetapi menurut Bolivia hal itu baru mungkin apabila wilayah pantai ini dikembalikan terlebih dulu. * AKSI PROTES DI PARLEMEN IRAN BELUM BERAKHIR Para anggota parlemen Iran yang beraliran reformasi, sejak Ahad lalu melakukan aksi duduk memprotes keputusan yang melarang ribuan politikus untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum mendatang. Para anggota parlemen ini bersikeras melanjutkan aksi mereka dan tidak menghiraukan perrmintaan Presiden Mohammad Khatami. Sang presiden meminta agar aksi sit-in itu dihentikan selama satu minggu, dengan harapan dapat menyelesaikan krisis tersebut. Aksi duduk dimulai ketika Dewan Pelindung Konservatif, melarang ribuan politikus yang beraliran reformasi untuk mencalonkan diri dalam pemilu 20 Februari mendatang. Selain itu Presiden Khatami mengancam akan mengundurkan diri apabila Dewan tidak mencabut keputusannya. Juga berbagai menteri kabinet dan pejabat tinggi pemerintah mengancam akan meletakkan jabatan. * AKTIVIS TOM HURNDALL MENINGGAL DUNIA DI LONDEN Aktivis perdamaian Inggris Tom Hurndall yang ditembak di kepalanya April tahun lalu oleh seorang tentara Israel, akhirnya meninggal dunia. Setelah penembakan itu, Hurndall berada dalam keadaan koma dan meninggal dunia di rumah sakit di ibukota Londen. Sementara sang tentara yang melepaskan tembakan telah ditahan sejak akhir tahun lalu. Mula-mula ia menyatakan melepaskan tembakan untuk melindungi diri, tetapi akhirnya ia mengakui hal itu dilakukan untuk menakut-nakuti sang aktivis. Hurndall ditembak ketika sedang menyelamatkan sejumlah anak Palestina. Ia bekerja sebagai sukarelawan untuk gerakan HAM internasional yang bertujuan melindungi warga Palestina dengan cara damai. * LEDAKAN BOM DI EREZ, ISRAEL Di Erez, di perbatasan antara Israel dengan Jalur Gaza sedikitnya empat orang tewas dan sejumlah lainnya cedera akibat ledakan bom. Ledakan itu terjadi di sebuah kantor perbatasan. Kelompok Brigade Martir Al-Aqsa dan Hamas menyatakan diri bertanggung jawab atas peledakan tersebut. Erez adalah pintu masuk di perbatasan yang terpenting antara wilayah Palestina di Jalur Gaza dengan Israel. * KECELAKAAN PESAWAT DI UZBEKISTAN 37 Orang penumpang tewas setelah pesawat yang mereka tumpangi meledak ketika akan mendarat di bandara ibukota Uzbekistan, Tashkent. Pesawat jenis Yak-40 buatan Uni Sovyet berangkat dari kota Termez di wilayah perbatasan dengan Afganistan. Menurut para saksi mata pesawat tersebut mencoba mendarat ketika kabut tebal. Salah satu penumpang pesawat adalah wakil PBB untuk program bantuan pembangunan di Uzbekistan. * BERITA BURSA Pasar bursa Eropa Rabu ini dibuka tanpa arah yang pasti, dan ini sangat mempengaruhi pasar bursa Amerika Serikat. Indeks AEX dibuka pada 342, atau 0,10 persen lebih rendah. Hal yang sama juga dirasakan di Paris dan Londen. Nili tular euro terhadap dolar tercatat 1,2664. Sementara nilai tukar euro terhadap rupiah tetap stabil pada: 12820, 51 rupiah. Indeks pasar bursa Jepang, Nikkei ditutup pada 10.863,00. Para pialang menunggu daftar keuntungan sejumlah konglomerat Amerika uang diumumkan Rabu ini. Sementara kepercayaan konsumen Australia mencapai tingkat tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Indeks Westpac di melbourne naik sebanyak 10% menjadi 19 point. Sementara suara positif tidak dirasakan di Wall Street. Terutama rendahnya keuntungan konglomerat General Electric menekan nilai tukar dolar Amerika. Dow Jones ditutup pada 10.427,59, atau 0,55% lebih rendah dibandingkan Senin lali. Indeks tehnologi Nasdaq turun 0,73% pada 2096,37. * MURID TEMBAK MATI GURU, BELANDA TERKEJUT Pertama kali di Belanda seorang guru sekolah tingkat SMU ditembak mati oleh muridnya. Murid berusia 17 tahun itu menembak gurunya, 49 tahun, di Sekolah Kejuruan Menengah, Terra College, di Den Haag. Si murid lari, tapi malamnya menyerahkan diri, sedangkan sang guru malamnya meninggal dunia. Para guru dan murid sekolah itu terkejut, tapi dunia politik di Den Haag juga. Mengapa bisa terjadi kekerasan semacam itu? Laporan redaktur Carin Tiggeloven ... Jam satu lebih seperempat, kemarin, terjadi peristiwa itu. Sang murid masuk kantin dan menembak dengan pistol si guru tsb. Saya mendengar ledakan, dan ketika saya lihat ke bawah, Pak Guru itu sudah tergeletak di lantai dengan genangan darah seputar kepalanya. Satu pemandangan ayng mengerikan, kata seorang murid yang menyaksikan. Murid pelaku tembakan itu berusia 17 tahun dan belakangan diskors beberapa hari. Rupanya dia membalas dendam kepada dosen dan wakil direktur yang menghukumnya. Para guru dan murid lainnya sangat kaget. Hari ini komuniti sekolah lanjutan pertama itu berkumpul dan akan dijenguk oleh tim psikolog dan pakar trauma. Hari hari mendatang ini sekolah tsb diliburkan. Jumat nanti kemungkinan nakan ada upacara memperingati almarhum guru tsb. Terra College di Den Haag itu sudah lama bergulat dengan masalah kriminalitas. Sekolah kejuruan ini isinya murid murid asal berbagai keturunan, sangat warna warni. Diantara mereka terdapat banyak anak didik dari kalangan yang secara sosial ketinggalan. Ironisnya, sekolah ini baru tahun lalu meraih Hadiah Hein Roethof, suatu penghargaan yang diberikan justru berkat gagasan gagasannya untuk memberantas kriminalitas. Di sekolah itu terpasang kamera pemantau, dan banyak satpam dan berlaku kartu tanda masuk bagi para murid. Dunia politik di Den Haag juga terkejut. PM Jan Pieter Balkenende menyebut itu "suatu berita yang mengagetkan". Iinilah satu contoh tentang apa yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam percaturan masyarakat. Konflik boleh saja terjadi, tetapi jangan memakai senjata... Balkendende tidak mau berkomentar mengenai eprlunya langkah langkah keamanan yang lebih ketat. Para anggota parlemen juga berpendapat, terlalu dini untuk membahas perlunya gerbang khusus untuk mendeteksi senjata di sekolah sekolah. Peter van der Laan dari Pusat Kajian Kriminalitas dan Tegak Hukum di Leiden mengakui iklim masyarakatr di Belanda dewasa ini menjadi kasar, istilahnya. Banyak anak anak muda membawa senjata, tapi kekhawatiran bahwa pemuda pemuda ini selalu bersenjata lengkap di mana mana, itu bwerlebihan, katanya. Van der Laan juga merasa gerbang deteksi itu tidak diperlukan. Itu hanya memindahkan masalah dari sekolah ke jalanan, tambahnya. Jadi apakah keadaan sekolah sekolah di Belanda makin mirip macam di Amerika? Tembak menembak mudah terjadi di sekolah? Van der Laan berpendapat, tidak akan sejauh itu. Soalnya pemilikan senjata di belanda terikat peraturan yang jauh lebih ketat ketimbang di Amerika. Pokoknya, tidak akan segila di Amerika, deh, katanya pula ... * KAWASAN ASIA SELATAN JADI AJANG PERSAINGAN POLITIK INTERNASIONAL Dikala semua perhatian terus terpusat pada pembangunan di Iran dan masalah Palestina, di belahan lain bumi terjadi perkembangan menarik. Salah satu yang kurang disorot adalah persaingan kekuatan politik, ekonomi dan militer di Kaukasus dan Asia Tengah. Amerika Serikat, Rusia dan Cina dan sederetan negara-negara lainnya belakangan ini terlibat persaingan sengit. Ulasan redaktur Hans de Vreij di Hilversum. Dari pantai Laut Hitam di Georgia sampai dengan Kirgizia dan Cina, jarak yang membentang tiga ribu kilometer ke Timur, terdapat wilayah yang sampai 1991 masih menjadi bagian Uni Sovyet. Rusia dan Amerika Serikat sudah beberapa tahun ini terlibat persaingan politik, ekonomi dan militer yang ketat untuk memiliki pengaruh di kawasan yang seluruhnya mencakup delapan negara. Cina terutama tertarik pada bagian timur kawasan itu, tetapi negara-negara di sekeliling seperti India, Pakistan dan Iran juga tidak mau ketinggalan. Geo percaturan politik mencakup beragam aspek. Satu diantaranya adalah negara-negara yang memiliki cadangan minyak serta gas atau negara yang berperan penting dilalui pipa pemasok atau yang disebut Pipelinestan, seperti Georgia. Aspek lainnya adalah murni karena politik, singkatnya antara Amerika Serikat dengan Rusia, yang masih memandang negara-negara bekas pecahan Uni Sovyet sebagai pekarangan belakangnya. Menurut Profesor Stephan Blank, dosen Kajian Perang Tentara Amerika Serikat di Pennsylavania, sebagian kalangan di Rusia masih berpemikiran imperialistik. "Masih ada kelompok kalangan politikus di Moskow yang beranggapan bahwa Rusia masih merupakan sebuah imperium." Tetapi lebih dari itu: Mereka beranggapan kalau Rusia bukan sebuah imperium lagi maka negara Rusia akan runtuh. Dan itu adalah mitos yang keliru. Tentu saja negara-negara Asia Tengah dan Kaukasus mengetahui pemikiran itu, dan untuk itulah salah satu alasannya mereka mencari bantuan Amerika Serikat." demikian Profesor Stephan Blank. Namun sebaliknya orang beranggapan, terutama kalangan media tradisional Rusia, bahwa Amerika Serikat lah yang justeru menunjukan sikap imperialistis dengan menempatkan landasan-landasan militer di Asia Tengah dan menguatkan pengaruh politik di kawasan. Kendati demikian kedua kubu sepakat bahwa Uni Eropa bersikap hati-hati dalam persaingan politik ini dan tidak punya peran berarti. Dua kawasan paling menarik saat ini dalam percaturan politik adalah di ujung barat yaitu Georgia dan di wilayah paling timur, Kirgizia. Di dua negara itu terdapat baik pasukan Rusia maupun Amerika Serikat. Di Georgia, sebelum "revolusi mawar" sudah terdapat satuan elit pasukan Amerika Serikat yang bertugas melatih tentara dan menjaga pipa-pipa penting minyak yang strategis. Rusia sendiri juga memiliki dua markas tentara di Georgia dan membantu regio-regio bermasalah di negeri itu seperti Abchasia di Baratlaut dan Azaria di Baratdaya. Di Kirgizia juga terdapat pasukan Amerika Serikat dan Rusia. Amerika Serikat punya landasan udara di sana dalam rangka pemberantasan terorisme. Dari landasan militer Peter Ganci di Kirgizai, jet-jet tempur Amerika Serikat dan juga Belanda melancarkan misi di Afganistan. Tidak jauh dari sana, Rusia belum lama ini juga membangun landasan penerbangan, sedangkan Cina baru saja mengadakan latihan militer bersama pasukan Kirgizia. Negara-negara sekeliling juga tidak mau ketinggalan. Menurut Profesor Blank, India ingin mencegah supaya Pakistan tidak memakai Asia Tengah sebagai kegiatan teroris, dan India juga tidak ingin Cina mengepung wilayahnya. Kemudian masih ada Iran yang melihat pentingnya kawasan di luar perbatasannya. Teheran tidak ingin pengaruh terlalu besar Amerika Serikat yang akhinya akan mengepung Iran. Jadi menurut Profesor Blank, setiap negara punya kepentingan mendasar di sana. Pertanyaannya sekarang sejauh mana kemungkinan terjadi konfrontasi langsung antara Rusia, Amerika Serikat dan Cina di kawasan itu? Menurut pakar keamanan AS itu, peluangnya tidak terlalu besar. Yang mungkin terjadi adalah konflik antara kelompok-kelompok lokal, teroris dan lainnya. Situasianya akan menyerupai Yugoslavia dulu, atau Beirut tahun 1980. Tetapi tidak seperti Kuba. * BRUSSEL ADUKAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA UNI EROPA KE HAKIM Pengurus harian Uni Eropa memutuskan untuk menghadap ke hakim. Brussel mau mengadukan negara-negara anggota Uni Eropa yang mengabaikan aturan anggaran Uni Eropa kepada Mahkamah Uni Eropa di Luxemburg. Ini berarti Komisi mau bertarung dengan negara-negara anggota. Yang dipertikaikan adalah masalah siapa yang sebenarnya berwewenang: Pengurus Harian Uni Eropa atau negara-negara anggota? Berikut analisa redaktur Eropa Barat, Johan Huizinga. Gerassimos Thomas: Ada rapat Komisi yang mengadukan keputusan para menteri keuangan tanggal 25 November kepada Mahkamah Agung Uni Eropa. Sebenarnya semula itu menyangkut masalah prosedur saja. Tapi sekarang sudah menjadi perkara di mana Mahkamah dimintakan untuk menilai apakah keputusan negara-negara anggota yang benar atau Komisi Eropa. Juru bicara Uni Eropa, Gerassimos Thomas, berusaha mati-matian untuk menyatakan bahwa ini hanya masalah prosedur belaka. Tapi kenyataanya lebih dari itu. Di musim gugur tahun lalu para menteri keuangan Uni Eropa menunda penerapan aturan anggaran yang ketat itu. Prancis dan Jerman sudah tiga tahun berturut-turut melanggar kriteria anggaran, yakni defisit anggaran tidak boleh di atas 3 persen. Menurut aturan yang disusun oleh negara-negara euro yang justru di bawah pimpinan Jerman, Paris dan Berlin semestinya kena denda. Tetapi mayoritas menteri keuangan Eropa menilai langkah itu terlalu jauh. Pada saat pertumbuhan ekonomi sangat tipis, pemulihan ekonomi tidak boleh dihalangi dengan menambah penghematan, hanya demi menegakkan norma Eropa, tegas mereka. Akhirnya mayoritas menteri keuangan Eropa setuju dengan hal tersebut dan memutuskan untuk tidak mengenakan denda kepada Paris dan Berlin. Sementara hampir semua orang sependapat bahwa apa yang disebut pakta stabilitas memang terlalu ketat dan harus diubah. Tapi mayoritas menteri di bawah pimpinan menteri keuangan Belanda Gerrit Zalm ingin mempertahankan aturan lama selama belum ada yang baru. Komisi Eropa, pengurus harian Uni Eropa, memang bertugas mengawasi penerapan undang-undang. Karena itu Komisi Eropa terpaksa mengadukan negara-negara anggota Uni Eropa yang tidak mau menindak Prancis dan Jerman ke hakim, untuk mengetahui apakah keputusan mereka itu bijaksana atau tidak. Ini berarti Komisi Eropa meminta hakim untuk memutuskan siapa yang berwewenang dalam kasus ini: Komisi Eropa atau pemerintah negara-negara anggota. Jadi hakim harus mengeluarkan keputusan masalah politik yang sebenarnya Komisi sudah kalah. Dan komisi akan selalu kalah selama Eropa tidak memiliki pemerintah pusat di Brussel, yang nampaknya masih lama baru bisa direalisasikan. Wewenang sebenarnya masih terletak di tangan negara anggota. Dan tidak ada satu aturan atau hakim pun yang bisa mengubahnya sekarang. Kenyataan lain adalah bahwa Jerman dan Prancis tidak mau didikte oleh Brussel atau setidaknya dalam kasus ini oleh negara-negara kecil seperti Belanda dalam mengambil kebijakan. Bukankah menteri keuangan Belanda Zalmlah yang hampir sendirian yang tetap bersekukuh untuk mengadu ke mahkamah Eropa. Akibatnya Zalm bertikai dengan sejawatnya dari Jerman Hans Eichel. Menlu baru Belanda, Bernard Bot, jelas lebih memahami realitas politik sehingga dia menunjukkan pengertiannya kepada sejawat Fischer tentang posisi Berlin saat berkunjung ke Jerman baru-baru ini. Bernard Bot: Saya kira itu interpretasi yang salah dari apa yang ucapkan. Fischer menjelaskan kondisi ekonomi Jerman, masalah dan kesulitan yang dihadapi mereka. Dia juga menandaskan bahwa tiap pertumbuhan ekonomi Jerman akan menyumbang pertumbuhan 0,3 sampai 0,6 persen di negara tetangga. Fischer meminta memaklumi situasi ekonomi Jerman dan keinginan Jerman untuk kembali menjadi penggerak Uni Eropa. Nah, lalu saya katakan: Saya memaklumi kesulitan yang dihadapi Jerman. Saya juga mengatakan: "Dalam rangka diskusi yang pernah kami gelar, kami tetap berpegang pada pakta stabilitas. Dia juga mengatakan hal itu. Lalu saya katakan: Saya senang anda berkata demikian, karena Belanda memang ingin agar pakta stabilitas dipatuhi. Kalau ekonomi Jerman tumbuh satu persen maka ekonomi negara-negara tetangga seperti Belanda kebagian pertumbuhan setengah persen, tegas Fischer beberapa silam. Bot menyadari kenyataan ini, dan oleh karena itu dia merujuk ucapan Fischer itu. Dalam hal ini Bot sangat berbeda dengan Zalm yang bersikeras dengan aturan seperti seorang kepala tata usaha yang tidak memahami kesulitan yang dihadapi Jerman. Pemerintah Jerman mewarisi beban ekonomi bekas Jerman Timur yang berhadapan dengan angka pengangguran tinggi. Jerman sudah menunjukkan keberanian politik untuk menggadakan penghematan yang pahit di sektor jaminan sosial, meskipun langkah yang diambil sebenarnya kurang memadai juga. Menghukum Jerman dengan mengenakan denda, seperti yang diinginkan Zalm, menunjukkan kurang mengerti realitas politik. Tidak ada yang bisa diuntungkan oleh krisis politik di Jerman dan juga krisis antara Komisi Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa. Hal ini juga pasti berlaku bagi Belanda yang akan menjadi ketua bergilir Uni Eropa 1 Juni mendatang. Pesan inilah yang ingin disampaikan menlu Bot, tapi sayangnya kurang mendapat sambutan baik dari pihak pemerintah maupun pihak oposisi. * AMERIKA SELATAN DAN UTARA PUNYA PRIORITAS BERBEDA Amerika Serikat harus lebih banyak melakukan perbaikan hubungan dengan Amerika Latin. Kampanye internasional memberantas terorisme, telah mengorbankan perhatian bagi kawasannya sendiri. Demikian terasa dalam KTT dua hari Amerika Utara dan Selatan yang berlangsung di Monterrey Meksiko. Lebih lanjut laporan koresponden Edwin Koopman. Pertemuan itu jelas tidak bisa dikatakan berhasil untuk Amerika Serikat. Awalnya mereka berangkat ke Meksiko dengan niat bisa cepat menjalin kerjasama dagang dan mepropagandakan pemberantasan terorisme. Presiden George W. Bush memang berusaha keras untuk membujuk negara-negara Latin. Pekan lalu Bush mengumumkan kebijakan imigrasi lunak bagi jutaan pendatang gelap, yang terutama menguntungkan pendatang dari Amerika Latin. Selanjutnya Bush juga menyerukan Uni Eropa agar mengurangi subsidi pertanian, subsidi yang sudah bertahun-tahun ini membuat kesal terutama Brasil dan Argentina. Tetapi sebagian besar dari 34 pemimpin Amerika Latin, sama sekali tidak mengharapkan pembicaraan tentang perdagangan bebas. Kemiskinan, bagi mereka merupakan masalah yang lebih mendesak. Persilangan antara Utara dan Selatan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat mulai kehilangan kendali atas Amerika Latin. Di tahun 1970 dan 80 an Amerika Serikat memegang kendali penuh, dalam bentuk bantuan bagi diktator kanan dan pasukan anti-revolusioner. Di tahun 1990an kebijakan itu diganti dengan kepemimpinan ekonomi. Tetapi sejak beberapa tahun ini kebijakan luar negeri Washington terutama tercurah pada pemberantasan terorisme internasional. Amerika Latian seakan dilupakan. Jalan menuju zona perdagangan bebas, tidak dipentingkan lagi. Masalah yang penting di Amerika Latin seperti pemberantasan obat bius tidak diutamakan lagi. Sementara itu di Amerika Latin sendiri sudah banyak yang berubah, seperti pemilu Brasil yang menghasilkan terpilihnya Ignacio Lula da Silva sebagai presiden. Lula ingin menjadikan Brasil, negara berpenduduk 160 juta itu memiliki berpengaruh secara politik maupun politik, sebagai imbangan bagi Amerika Serikat yang sangat kuat itu. Topik pembicaraan penting antara Utara dan Selatan, tidak diragukan lagi adalah rencana perluasan perjanjian bebas dagang negara-negara Amerika Utara, NAFTA yang mencakup Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko. Tahun 2005 sudah terbentuk apa yang disebut ALCA, zona dagang bebas dari Kanada samapi Argentina. Sambutan paling hangat datang dari Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah. Tetapi semakin ke selatan, orang semakin ragu. Presiden Brasil, Lula da Silva meminta jaminan bahwa perdagangan bebas jangan sampai berujung pada hilangnya ekonomi dalam negeri. Pandangan itu mendapat dukungan para pemimpin di kawasan yang berhaluan Sosial Demokrat. Kebanyakan negara Amerika Latin memang mendukung Amerika Serikat kalau soal pemberantasan KKN dan kerjasama memerangi terorisme. Tetapi mengenai perdagangan bebas, para pemimpin masih saling berbeda pendapat. Penghapusan perbatasan sejauh ini tidak membuahkan hasil pada pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, kata mereka. "Ini bukan benua paling miskin di dunia, tetapi barangkali salah satu yang paling tidak adil.", demikian ungkap Presiden Cile, Carlos Lagos dalam pidatonya di KTT Monterry itu. Memperkecil kesenjangan dan peningkatan demokrasi, maka dari itu menjadi priorotas utama. Bagaimana cara merealisasikannya, tetap tidak jelas. * PERISAI NUKLIR AMERIKA-AUSTRALIA TAK AKAN ANCAM INDONESIA Gagasan Australia untuk menyambut rencana Amerika membangun "nuclear shield" atau perisai-nuklir, sistim rudal-penangkis-rudal, di Pasifik, tidak akan mengancam Indonesia seperti dikhawatirkan kalangan DPR. Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Jendral Richard Myers pekan ini akan membicarakan rencana itu dengan PM Australia John Howard. Tetapi, mengapa negara-jiran Kangguru ini merasa perlu ikut-ikutan dengan Amerika? "Tak ada gunanya! Itu hanya akan mendorong kembali lomba senjata nuklir di Asia, padahal Forum Regional ASEAN yang mencakup Indonesia, Australia dan Amerika sudah sepakat membangun iklim damai baru, di kawasan ini!". Demikian mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, LetJen. Purnawirawan, Hasnan Habib: Hasnan Habib [HH]: Itu nuclear shield. Itu bersifat defensif. Kalau Australia mempunyai nuclear shield, itu dia merasa takut terhadap serangan nuklir dari pihak lawan. Dan pihak lawan itu siapa yang mempunyai kemampuan itu? Dan lawan itu sekarang yang sangat dikhawatirkan di Asia ini oleh Jepang, oleh Australia, oleh Cina. Yaitu Korea Utara. Oleh karena itu Korea Utara sedang dirayu oleh Amerika Serikat untuk melepaskan gagasan untuk membentuk kemampuan nuklirnya tadi. Kalau dilihat dari rangka global, membikin nuclear shield itu sudah bertentangan melawan persetujuan senjata nuklir antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet. Mereka itu tidak boleh membentuk suatu tabir pertahanan nuklir terhadap satu sama lain. Nah sekarang Uni Sovyet sudah tidak ada. Tetapi Rusia masih ada. Dan Rusia itu, masih mempunyai kemampuan nuklir. Tetapi kalau Amerika tetap membangun nuclear shield itu, Rusia juga akan merasa, lho ini nuclear shield terhadap siapa? Atau terhadap Cina atau siapa? Dan ini mendorong kepada perlombaan senjata lagi. Kalau Australia ikut dengan Amerika Serikat, maka dia bergabung dengan Amerika Serikat untuk mencetuskan kemungkinan perlombaan senjata lagi. Tentu senjata nuklir. Dan oleh karena Australia tidak mampu mempunyai senjata nuklir, maka dia akan tergantung kepada Amerika Serikat. Untuk melindungi dirinya terhadap serangan nuklir dari lawan. Nah kalau kita bicarakan mengenai pandangan daripada Australia, itu tidak ada satu juga negara di Asia sekarang ini, yang punya senjata nuklir. Jadi dia tidak ada kegunaan irrelevan itu bagi Australia. Apakah Rusia nanti akan menyerang kepada Australia? Ataukan Cina akan menyerang kepada Australia, itu masih perkiraan-perkiraan yang jangka jauh sekali. Bagi Australia tidak ada relevansinya. Bagi Indonesia dan negara-negara di Asia, satu pun tidak mempunyai senjata missile nuclear itu. Jadi bagi Indonesia itu tidak merupakan apa saja. Indonesia atau saya tidak melihat itu sebagai ancaman terhadap Indonesia atau terhadap Asia Tenggara. Radio Nederland [RN]: Kalau Jepang mendukung gagasan ini sebagai satu-satunya negara sejauh ini, maka itu perhatiannya adalah masalah Korea Utara. Dengan begitu berarti Cina akan merasa dibendung, dikepung oleh Australia dengan nuclear shield dari Selatan dan oleh Jepang dari Timur. Bukankah begitu? HH: Jepang tidak akan membikin. Toh akan senantiasa bersandar kepada Amerika Serikat. Payung Amerika Serikat. RN: Nah itu dia. Jepang sudah setuju dengan pembangunan perisai nuklir Amerika ini. HH: Nuclear shield itu tidak mempunyai kemampuan menyerang. Itu adalah menghantam peluru nuklir, missile nuclear dari tembakan lawan kepada daerah dirgantaranya ke daerahnya. Tidak ada kemampuan untuk menyerang negara lain dengan senjata nuklir. RN: Baik. Kalau begitu untuk apa Australia membangun ini bersama Amerika? HH: Itu saya katakan dia ada khawatir terhadap siapa? Terhadap Korea Utara barangkali. Kalau terhadap Rusia dia mengada-ada itu. Soalnya itu kalau terjadi perang nuklir, itu tidak mungkin Rusia akan perang nuklir dengan Australia. Karena Australia tidak ada nuklir. Nah Rusia pula sampai sekarang tidak ada sedikit pun ada pemikiran untuk melakukan kegaduhan di daerah Asia-Pasifik ini. Malahan Rusia bersama Cina dan Amerika Serikat, bersama Jepang itu berusaha mencegah Korea Utara itu menjadi negara nuklir. Jadi tidak ada ancaman nuklir dari negara Asia terhadap wilayah Asia Pasifik. Kecuali kemungkinan dari India dan Pakistan. Tapi India dan Pakistan itu mendirikan kemampuan nuklir untuk saling menghadapi kekuatannya, bukan untuk melakukan black mail terhadap negara-negara lain di luar wilayah Asia Selatan itu. RN: Namun ini kan suatu isyarat yang tidak bersahabat terhadap negara-negara Asia Tenggara khususnya Indonesia. HH: Saya hanya melihat tidak ada relevansinya bagi Australia selain daripada membantu Amerika Serikat untuk menimbulkan mendorong pecahnya nanti perlombaan senjata lagi. Jadi memang tidak ada gunanya bagi Australia. Ini isyarat tidak baik bagi dunia. Untuk apa dia ikut-ikutan. Kalau terjadi perlombaan senjata lagi, maka dampaknya tentu suatu dampak yang negatifbagi keseluruhan Asia-Pasifik. * ORDE BARU BANGKIT KEMBALI Kalau selama 5 tahun Orde Baru yang dimotori keluarga Cendana baru pada tahap tiarap/konsolidasi kini setelah mereka merasa kuat, saatnya untuk mulai tampil penuh percaya diri. Tanpa mengindahkan persoalan masa lalu yang ditinggalkannya dimana semua itu penuh dengan dosa hukum, politik dan ekonomi; duet Tutut dan Hartono melenggang di pentas politik. Akankah rakyat memilih mereka kembali sebagai alternative terhadap kekuasaan Mega-Hamzah dan Amien Rais dan melupakan rasa sakit yang membelenggu selama 32 tahun lalu? Laporan Jopie Lasut dari Jakarta. Jenazah mantan menteri kehutanan semasa Orde Baru, Soedjarwo, dimakamkan di Solo kemarin. Mantan orang kepercayaan Soeharto di bidang kehutanan ini disemayamkan dengan upacara militer. Menteri Kehutanan M.Prakoso bertindak sebagai inspektur upacara.Almarhum Soedjarwo masih terikat kekerabatan dengan almarhumah Ibu Tien Soeharto. Karena itu banyak kalangan mengakui bahwa selama seperempat abad Soedjarwolah yang menguasai Departemen Kehutanan meski menteri-menterinya berkali-kali diganti. Departemen Kehutanan dahulu merupakan salah satu sumber dana terbesar bagi rejim Orde Baru selain Pertamina dan Bulog. Mencuatnya berita penguburan di pers bersamaan dengan kemunculan berita duet Hartono dan Tutut. Ada yang mengatakan hal ini karena pers Indonesia masih sangat permisif dengan hal-hal yang berbau Orde Baru. Sebagaimana diberitakan pers beberapa hari lalu, R. Hartono ketua Partai Karya Peduli Bangsa dengan garang sudah menyatakan bahwa 'siapa yang menentang Orde Baru sama halnya dengan menentang Pancasila dan UUD 45'. Sementara itu putri tertua Soeharto, mbak Tutut juga sudah menyatakan bahwa bangsa Indonesia sudah terpuruk di mata luar negeri. Dan kini ia mengajak rakyat Indonesia untuk bersama-sama menaikan citra bangsa kembali. Sehubungan dengan itu Muchtar Pabotinggi dari LIPI mengatakan tidak ada pikiran lain dibenak kelompok bablasan Orba itu selain merampok bangsa dan Negara. Karena itu mereka harus dilawan dalam Pemilu 2004 apapun resikonya, dalam rangka menyelamatkan bangsa dan Negara. Sedangkan Faisal Basri seorang tokoh Pergerakan Indonesia (PI) mengungkapkan menjelang Pemilu mereka munculkan mitos yang menyesatkan. Yaitu keadaan saat ini lebih buruk daripada era Orde Baru. Untuk membenarkan mitos ini lanjutan atau bablas Orde Baru ini menyebut rentannya keamanaan, ketertiban, stabilitas, perekonomian yang terseok-seok, merajalelanya korupsi, otonomi daerah yang kebablasan, serta terancamnya integrasi bangsa sebagai alasan bagi mereka untuk kembali berkuasa. Orde Baru nampaknya mulai percaya diri untuk kembali berkuasa dengan meniupkan mitos bahwa rakyat rindu pada Soeharto atau Orde Baru. Rakyatpun ingin memberikan kekuasaan kembali pada militer untuk memimpin dalam kehidupan politik. Hingga kini memang kekuatan-kekuatan anti Orde Baru telah bercerai berai, ujar seorang aktivis. Bahkan parahnya sudah ada yang nekad bergabung dengan Partai Golkar. Karena itu mungkin baru Faizal Basri yang mau mengingatkan rakyat bahwa keadaan sekarang merupakan limpahan dari kebobrokan kumulatif selama 32 tahun. Uang-uang hasil korupsi yang dilakukan oleh para koruptor di era Soeharto hingga kini belum ada yang dikembalikan lewat jalan pengadilan yang sah. Kasus-kasus kekerasan atau kejahatan kemanusiaan semasa Orde Baru pun belum ada yang mendapat vonis hukum. Inilah resiko yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Kekuatan-kekuatan politik saat ini tengah adu kuat untuk merebut kekuasaan tanpa memiliki etika moral. Pemilu 2004 sebagai sebuah pintu masuk legal untuk kembali kekuasaan kini menjadi sebuah ajang seru dimana esensi dari Pemilu yang yang sesungguhnya itu sendiri telah pudar. Partai-partai politik tidak lagi bicara soal platform atau agenda masa depan tapi lebih bicara pada siapa calon jadi dan juga berapa kemampuan dana yang dimilikinya. Orde Baru memang sungguh lihai dalam menyulap peristiwa-peristiwa politik. Rakyat semakin bingung atas arah bangsa ini. Sehungan dengan itu Ary Ariyanto aktivis pro demokrasi mengatakan bahwa ini merupakan kesalahan dari rejim Megawati yang membuka secara lebar peluang untuk Orde Baru tampil kembali. Ary Ariyanto: Pertama tidak menyatunya kekuatan gerakan yang sama-sama menyusun program reformasi total. Karena kita bisa melihat, elit-elit politik yang dulu dibesarkan oleh gerakan reformasi, justru setali tiga uang programnya dengan kekuatan anti-demokrasi. Dalam hal ini mereka memberikan kompromi-kompromi politik, mereka juga memberikan pengampunan-pengampunan. Sehingga ketika kekuatan Orde Baru melakukan restorasi, Megawati juga tidak berkutik apa-apa. Bahkan mengakomodir dalam beberapa hal. Misalnya pengampunan, kemudian ketidakseriusan dalam melakukan jeratan-jeratan hukum seperti pelanggaran HAM. Terus kemudian pelaku tindakan korupsi dan lain sebagainya. Hanya beberapa gelintir saja yang memang secara de facto tidak punya sandaran politik sekarang. Seperti Beddu Amang dan lain sebagainya. Pertama persoalan pengkhianatan Megawati atas tidak percayanya dia dalam menjalankan demokrasi dengan dukungan rakyat. Megawati menggunakan embel-embel demokrasi, tapi dia lebih percaya pada: pertama, kekuatan tentara sebagai penopang stabilitas nasional. Yang kedua dia lebih percaya kepada kapitalisme internasional. Demikian Ari Ariyanto. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
