---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 19 Januari 2004 14:50 UTC



** MILISIA SIPIL SEMAKIN AKTIF DI ACEH

** KORBAN KELIMA FLU BURUNG DI VIETNAM

** PAKISTAN TAHAN DELAPAN PAKAR NUKLIR TERKEMUKA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMERINTAH BELANDA TUTUP MATA
TERHADAP KEBIJAKAN INTEGRASI YANG GAGAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERDAMAIAN DI BURUNDI SEMAKIN
NYATA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA DI BELAKANG MOBILISASI MILISIA DI
ACEH?



* MILISIA SIPIL SEMAKIN AKTIF DI ACEH

TNI menyatakan mendukung semakin banyaknya pembentukan kelompok
milisia sipil di Aceh, yang membantu melawan Gerakan Atjeh Merdeka
GAM. Menurut harian The Jakarta Post ribuan rakyat sipil
bersenjatakan parang dan bambu runcing membantu pasukan TNI. Panglima
TNI Jenderal Endriartono Soetarto mendukung mobilisasi penduduk,
setelah sebelumnya mengecam tidak adanya kerjasama dari penduduk
setempat dalam usaha mencari para komandan GAM. Saat ini paling tidak
ada lima kelompok milisia yang aktif di Aceh.


* TUNTUTAN PENJARA SEMBILAN TAHUN UNTUK ABU RUSDAN

Pihak kejaksaan agung menuntut hukuman penjara sembilan tahun untuk
Abu Rusdan, pemimpin interim gerakan teror Jemaah Islamiyah. Rusdan
dituduh sengaja menyembunyikan informasi mengenai salah satu pelaku
pemboman di Bali Oktober 2002. Sang pelaku, Ali Ghufron alias
Mukhlas, telah dijatuhi hukuman mati oleh hakim. Sewaktu salah satu
pertemuan Jemaah Islamiyah Mukhlas menyatakan bertanggung jawab atas
peledakan di Bali. Rusdan mengaku hadir dalam pertemuan, tetapi
membantah mendengar pernyataan Mukhlas.


* KORBAN KELIMA FLU BURUNG DI VIETNAM

Virus flu burung menuntut korban kelima di Vietnam. Seorang anak
perempuan berusia delapan tahun meninggal dunia di rumah sakit di
Hanoi, dua hari setelah virus ditemukan di badannya. Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia WHO, virus tersebut didapat dari unggas
yang tertular. Sampai sekarang WHO tidak menemukan bukti bahwa orang
dapat menularkan virus flu burung kepada sesama manusia. Wabah flu
burung juga melanda sejumlah negara Asia lainnya, tetapi tidak
menuntut korban jiwa. Saat ini sudah jutaan ayam dimusnahkan, antara
lain untuk mencegah agar virus tersebut tidak menyebar lebih luas.


* PAKISTAN TAHAN DELAPAN PAKAR NUKLIR TERKEMUKA

Delapan pakar senjata nuklir Pakistan yang terkemuka, sedang
diintrograsi mengenai kemungkinan penjualan rahasia nuklir negara
tersebut kepada Iran. Kedelapan orang ini terlibat dalam pengembangan
bom atom pertama di Pakistan. Dengan penahanan dan intrograsi ini
Pakistan menjawab permintaan yang diajukan Badan Energi Atom
Internasional IAEA. Badan PBB itu melaporkan akhir tahun lalu bahwa
Iran sedang mengembangkan proses pengayaan uranium dengan menggunakan
tehnologi dari Pakistan. Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf
membantah bahwa negaranya melanggar persetujuan non-proliferasi,
tetapi menyatakan akan menyelidiki tuduhan tersebut.


* JAS MEMERIKSA MOTOR 20 PESAWAT TERBANGNYA

Salah satu perusahaan penerbangan Jepang Japan Air System, JAS,
menahan dua puluh pesawat mereka di darat karena ditemukan kerusakan
pada motor. Pesawat tersebut adalah jenis McDonnell Douglas yang
dilengkapi dengan motor bikinan Pratt & Whitney. Menurut JAS
ditemukan retakan-retakan kecil di motor tujuh pesawat. Para pakar
Pratt & Whitney masih sibuk melakukan penyelidikan, tanpa memberikan
batas waktu. Sambil menunggu hasil penyelidikan, JAS membatalkan 120
rencana penerbangan dalam negeri Senin ini.


* PARTAI PRESIDEN KHATAMI MENGANCAM BOIKOT PEMILU

Partai pimpinan Presiden Iran Mohammad Khatami, ARC, mengancam akan
memboikot pemilihan umum parlemen, apabila Mahkamah Agung Iran tidak
membatalkan keputusan melarang keikutsertaan calon-calon pendukung
reformasi dalam pemilu. Awal bulan ini Dewan Pelindung Konservatif
memutuskan bahwa para pendukung reformasi tidak boleh mencalonkan
diri untuk pemilu 20 Februari mendatang. Setelah itu dilangsungkan
rangkaian aksi protes di seluruh wilayah Iran, dan sejumlah politikus
terkemuka antara lain Presiden Khatami mengancam akan mengundurkan
diri. Pemimpin agama tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamanei telah
meminta dewan untuk kembali mempelajari daftar calon.


* LEDAKAN BOM DI KARBALA, IRAK

Dalam serangan di dekat sebuah mesjid Syi'ah di kota suci Karbala,
Irak, 13 orang pejalan kaki cedera, satu diantaranya dalam keadaan
kritis. Menurut para saksi mata, sebuah bom disembunyikan dalam
bungkusan yang ditaruh di dekat pintu mesjid. Serangan ini dilakukan
setelah beberapa jam sebelumnya, di pusat ibukota Bagdad meledak
sebuah bom mobil di dekat markas besar angkatan bersenjata Amerika
Serikat. Dalam serangan berdarah tersebut, sedikitnya 25 orang tewas,
sebagian besar warga Irak, dan beberapa warga Amerika. Lebih dari 100
orang lainnya cedera. Wakil pemerintah Amerika di Irak, Paul Bremer
menamakan kedua ledakan adalah bukti terbaru dari niat membunuh para
teroris. Bremer menekankan sampai sekarang sebagian besar korban
tewas adalah warga Irak yang tidak bersalah. Senin ini Paul Bremer
berbicara dengan Sekjend PBB Kofi Annan mengenai kemungkinan
kembalinya PBB ke Irak.


* PENDARATAN DARURAT PESAWAT AS DI IRLANDIA

Sebuah pesawat milik perusahaan penerbangan Amerika, Delta Airlines
terpaksa melakukan pendaratan darurat di Irlandia, setelah di dalam
toilet pesawat ditemukan sebuah surat yang menyatakan kehadiran bom
di pesawat. Setelah mendarat di bandara udara Shannon di kota Cork,
para penumpang dan awak cepat-cepat dievakuasi. Kemudian pesawat
tersebut diparkir di bagian bandara yang terpencil. Beberapa jam
kemudian dilakukan penyelidikan menyeluruh, tetapi tidak ditemukan
sesuatu yang mencurigakan. Pesawat Boeing 767 ini terbang dari
bandara Frankfurt, Jerman dengan tujuan akhir kota Atlanta, Amerika
Serikat. Penerbangan akan dilanjutkan Senin ini.


* PENJARA SEUMUR HIDUP UNTUK PEMBUNUH ANNA LINDH

Pihak kejaksaan Swedia menuntut hukuman penjara seumur hidup untuk
pria yang mengaku membunuh Menteri Luar Negeri Anna Lindh. Politikus
ini ditusuk hingga tewas ketika sedang berbelanja di pusat pertokoan
ibukota Stockholm. Jaksa penuntut berpendapat, pria tersebut, Mijalo
Mijailovic berusia 25 tahun, melakukan tindakan dengan penuh
kesadaran. Mijailovic mengakui perbuatannya, tetapi membantah sengaja
melakukan pembunuhan. Menurutnya ia mendengar suara-suara di
kepalanya yang memberi perintah untuk membunuh menlu tersebut. Hakim
telah memberikan ijin untuk melakukan penyelidikan kejiwaan, sebelum
menjatuhkan hukuman.


* KUNJUNGAN KENEGARAAN RATU BEATRIX DI THAILAND

Ratu Belanda Beatrix dan Putra Mahkota Pangeran Willem-Alexander
memulai kunjungan kenegaraan lima hari ke Muangthai. Di bandara
ibukota Bangkok keduanya disambut oleh Raja Bhumibol Adulyadey. Senin
ini keduanya akan melakukan pertemuan pribadi dengan Raja Bhumibol
dan Ratu Sirikit di istana negara. Kunjungan tersebut ditandai dengan
perayaan 400 tahun hubungan Thailand-Belanda. Ratu Beatrix dan putra
mahkota, didampingi Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot. Kamis
mendatang Bot akan berbicara dengan menlu Thailand mengenai
persetujuan ekstradisi antara kedua negara. Saat ini di berbagai
rumah tahanan di Thailand, mendekam 15 orang warga Belanda. Beberapa
diantaranya dijatuhi hukuman seumur hidup karena menyelundup narkoba.


* BERITA BURSA

Senin ini indeks pasar Bursa Amsterdam, AEX dibuka 0,4% lebih tinggi
pada 359. Sementara di Frankfurt dan Londen indeks juga dibuka 0,2 %
lebih tinggi.

Suara positif ini juga dirasakan di Jepang. Indeks Nikkei ditutup
satu setengah persen lebih tinggi pada 11.036, yang merupakan posisi
tertinggi dalam tiga bulan.


Nilai tukar dolar terhadap euro, berada pada $ 1,2367. Sementara
nilai tukar rupiah terhadap euro di Amsterdam tercatat Rp. 12658,23.


* PEMERINTAH BELANDA TUTUP MATA TERHADAP KEBIJAKAN INTEGRASI YANG
GAGAL


Intro: Komisi parlemen Belanda baru saja menyelesaikan tugas
mengevaluasi 30 tahun  kebijakan pemerintah mengenai integrasi para
pendatang. Kesimpulan komisi tidaklah membanggakan. Komisi mengatakan
pemerintah yang silih berganti di Belanda menutup mata terhadap
kebijakan yang gagal. Kelompok-kelompok pendatang yang masuk ke
Belanda 30 tahun silam,  masih  jauh tertinggal dibandingkan penduduk
Belanda lainnya baik dari segi pendapatan maupun pendidikan. Berikut
rangkuman wawancara dengan ilmuwan politik dari Universitas
Groningen, Paul Lucardi.


Di tahun 60an, banyak pendatang terutama dari Turki dan Maroko yang
masuk Belanda sebagai tenaga kerja murah. Mereka mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan kasar di pelabuhan  yang mana orang Belanda
sendiri tidak bersedia melakukannya. Pikiran pada waktu itu adalah
bahwa mereka akan kembali ke negara masing-masing sesudah beberapa
tahun. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Sebagian besar dari
mereka menetap di sini,  dan hanya sedikit saja yang pulang. Mereka
beranak pinak di Belanda. Tidak ada kebijakan mengenai mereka. Karena
mereka umumnya berasal dari wilayah-wilayah miskin di negara asal,
maka kesenjangan dengan penduduk asli Belanda semakin besar.

Sangat sulit untuk menjembatani kesenjangan itu. Di samping
kesenjangan ekonomi, juga terdapat kesenjangan budaya. Mereka
mendidik anak-anak mereka secara lain dibandingkan orang Belanda. Itu
menjadi masalah sampai sekarang. Nilai-nilai yang mereka anut dari
rumah seringkali bertabrakan dengan nilai-nilai yang diajarkan di
sekolah-sekolah.

Salah satu kesimpulan Komisi adalah membuka kembali debat mengenai
pasal 23 dari undang-undang dasar yang berbunyi sekolah berhak
menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kepercayaan agama tertentu.
Ini berkaitan dengan dua hal. Pertama,  masalah mengenai
sekolah-sekolah Islam. Pasal 23 UUD Belanda membolehkan berdirinya
sekolah-sekolah Islam, yang dalam hal ini bisa dianggap luar biasa di
Eropa. Di Belanda sekolah-sekolah beraliran agama berhak meminta
subsisdi dari pemerintah. Ini telah berlaku untuk sekolah-sekolah
Katolik dan Kristen selama bertahun-tahun. Jadi, sekolah-sekolah
Islam juga dapat melakukan hal yang sama. Walaupun jumlah sekolah
Islam tidaklah banyak, sekitar 50an tapi jumlahnya terus bertambah.
Sebagian orang mengkhawatirkan bahwa ajaran yang diajarkan di
sekolah-sekolah itu bisa jadi bersifat fundamentalis.

Hal yang lain, anak-anak kaum pendatang biasanya terkonsentrasi pada
sekolah-sekolah tertentu. Terutama di kota-kota besar, mereka
terkonsentrasi di sekolah-sekolah publik yang artinya seolah tidak
memiliki latar belakang agama. Sedangkan sekolah-sekolah Kristen dan
Katolik lebih kritis dalam menyeleksi murid. Jadi jumlah anak-anak
pendatang di sekolah-sekolah publik sangatlah besar. Ini menjadi
bahan diskusi lainnya. Sejumlah orang berpendapat bahwa
sekolah-sekolah berbasis agama itu harus dipaksa menerima anak-anak
kaum pendatang atau sebaliknya sekolah-sekolah seperti itu
ditinggalkan dan tidak diberi subsidi lagi. Ini merupakan debat lama
yang kembali dibuka.


* PERDAMAIAN DI BURUNDI SEMAKIN NYATA


Intro: Pembicaraan di balik pintu tertutup sedang berlangsung di
Belanda antara Presiden Burundi dengan kelompok pemberontak Hutu
terakhir yang masih belum menandatangani perjanjian damai. Kekuatan
Pembebasan Nasional mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka mencabut
boikot terhadap proses perdamaian. Kelompok Hutu terbesar yaitu
Kekuatan bagi Pertahanan Demokrasi telah bergabung dengan pemerintah
tahun lalu. Sedangkan sejumlah kelompok pemberontak kecil lainnya
telah meletakkan senjata. Berikut rangkuman wawancara dengan pakar
Burundi dari Univesitas Antwerpen di Belgia,  Filip Reintjes.


Kekuatan Pembebasan Nasional (FNL) terutama menguasai wilayah
pedesaan Bujumbura dan Bubansa. Mereka memiliki kapasitas yang cukup
besar untuk melakukan keonaran. Perang saudara di Burundi tidak akan
berakhir apabila FNL tidak turut serta dalam perdamaian. Sekarang,
FNL tampaknya bersedia melakukan hal itu. FNL memiliki agenda yang
lebih radikal dibanding kelompok Hutu lainnya. FNL merupakan lanjutan
dari sebuah partai tua yang terbentuk di kamp pengungsi Hutu di
Tanzania. Dibandingkan dengan kelompok Hutu lainnya yaitu Kekuatan
bagi Pertahanan Demokrasi FDD, FNL lebih radikal. Dan mereka
cenderung merumuskan posisi politik mereka dalam batasan etnik yang
sangat ketat.

Sesudah FDD ambil bagian dalam pemerintahan, yang mana mereka akan
diserap ke dalam angkatan bersenjata, maka FNL agaknya khawatir
ketinggalan kereta. Mereka khawatir akan terpinggirkan atau semakin
tersisihkan karena hal ini telah terjadi dalam enam bulan terakhir.
Ini mungkin yang menjadi alasan FNL bersedia bertemu dengan
pemerintah walaupun itu merupakan keputusan taktis. Para pemimpin di
kawasan telah memberikan isyarat agar FNL ambil bagian dalam proses
perundingan.

Peran Belanda di sekitar kawasan danau besar di Afrika menjadi
semakin penting, khususnya sesudah genosida tahun 1994 di Rwanda.
Dalam halnya Rwanda, Belanda telah menjadi negara donor besar dalam
hubungan bilateral.  Belanda telah mengembangkan minat dan
keahliannya mengenai kawasan tersebut. Alasan kedua mengapa Belanda
dipilih untuk melangsungkan pertemuan karena Belanda sebelumnya tidak
pernah terlibat dalam proses perdamaian di Burundi, ini membuat
Belanda menjadi tempat yang tepat untuk mengadakan pertemuan rahasia,
dibandingkan misalnya Brussel atau Paris di mana banyak berdiam
orang-orang Burundi di pengasingan.


* APA DI BELAKANG MOBILISASI MILISIA ACEH?


Abdurrahman Yacob [AY]: Ya ini lebih terbuka dan lebih kelihatan.
Diupayakan untuk lebih menyatakan suksesnya situasi darurat militer
di Aceh yang memasuki tahap ke-II, dengan anggaran yang begitu besar.
Apalagi ke depan ini, Aceh itu akan mendapat kucuran dana recovery
(pemulihan, Red.) di wilayah konflik yang begitu besar. Jadi untuk
mengamankan kucuran dana itu dengan situasi kondusif, artinya lebih
digiring masyarakat untuk menyatakan penolakan-penolakannya terhadap
GAM. Artinya lebih setuju pada situasi dengan status darurat militer.


Radio Nederland [RN]: Lalu mereka ini sebenarnya siapa?

AY: Kemarin ada pelepasan tahanan-tahanan itu sebetulnya kan.
Tahanan-tahanan yang sudah ditangkap sejak Operasi militer tahap I.
Dan itu sudah dilepaskan kemarin sekitar 400-an orang. Kenapa begitu
beraninya orang-orang yang sudah ditahan itu dan dipulangkan kembali
dengan menyatakan insyaf kembali ke pangkuan Republik, ke desanya.
Tentu mereka sudah dibekali dengan perangkat-perangkat yang sistemik
untuk keamanan mereka di desa masing-masing. Jadi kondisi-kondisi itu
juga terbaca sekali, bahwa mereka akan memperkuat barisan
milisia-milisia yang dibentuk di setiap daerah tingkat II di Aceh
sebetulnya.

Juga untuk menepis isu-isu bahwa pemilu itu sulit demokratis dalam
kondisi darurat militer. Jadi milisia-milisia ini adalah sebenarnya
orang yang setuju dengan kondisi sekarang, orang yang menyatakan
dirinya setuju dan menyatakan tidak ada gangguan apa-apa terhadap
pemilu, terhadap apa pun yang dalam kondisi terbatas sekarang.

RN: Kalau milisia ini mengenai persenjataannya katanya parang dan
sebagainya?

AY: Mereka menggunakan parang dan pacul atau senjata tradisional
lainnya, atau senjata konvensional milik rakyat. Itu kan untuk
menghapus kesan ini dibentuk militer. Tetapi ini yang harus diamankan
oleh militer yang begitu banyak di Aceh. Milisia-milisia ini.
Otoritas keamanan tetap di tangan PDMD. Itu yang kita harapkan. Tidak
bisa di tangan milisia-milisia. Inilah yang harus dibasmi. Silahkan
mereka setuju dengan kondisi darurat militer dan anti-GAM. Tetapi
mereka tidak punya kewenangan untuk berperang dengan GAM. Untuk
membasmi GAM. Itu adalah tugas kepolisian dan tugas-tugas TNI yang
ada di sana. Dan sebetulnya kalau ini dibiarkan terus menerus,
kecenderungan chaos di Aceh akan lebih terbuka. Karena konflik
horisontal itu yang akan terbangun.

RN: Jenderal Endriartono Soetarto yang sebelumnya mengatakan
bahwasanya rakyat Aceh itu kurang giat dalam mendukung TNI memerangi
GAM. Apa ada kaitannya di sana?

AY: Ya ada sebetulnya. Itu kan lebih menunjuk pada prestasi komando
operasi di lapangan. Kalau rakyat Aceh tidak giat mendukungnya.
Endriartono mengevaluasi kerja anak buahnya di lapangan. Tetapi yang
pada gilirannya peran serta masyarakat yang dipaksakan yang harus
ditumbuhkan. Kita lihat beberapa hari belakangan ini. Nah itu yang
sangat buruk, saya pikir.

RN: Itu dicemaskan tentunya semacam situasi di Timor Timur ...

AY: Ya situasi itu sudah dimulai pada bulan Februari, sebelum darurat
militer diberlakukan di Aceh. Kondisi itu harus kita lihat juga pada
saat kantor JSC di Takengon dan di Langsa diserang. Siapakah
penyerang itu? Pernahkan diseret ke pengadilan? Nah ini sebetulnya
rangkaian dari kegiatan-kegiatan semacam itu, yang sudah lama
terbangun di Aceh. Ini kan persoalan prestasi komando di lapangan
untuk operasi militer di Aceh. Itu yang agak kurang baik di mata
panglima TNI. Nah ini akibatnya pada masyarakat.

Karena kita lihat juga, enam bulan pertama dan enam bulan kedua
hasilnya sampai hari ini beberapa pentolan GAM itu sangat sedikit
yang tertangkap hidup-hidup. Kalaupun ada yang mati seperti kemarin,
Gubernur GAM wilayah Pasai yang tewas. paling sebatas itu. Juga
operasi kemanusiaan itu, ukuran-ukurannya juga tidak jelas.
Keberhasilannya di mana, kegagalannya di mana. Apalagi operasi
penegakan hukum. Operasi penegakkan hukum menunjukkan ketidaksiapan
kondisi di Aceh yang harus memindahkan para terhukum yang berada di
Aceh keluar Aceh sekarang ini. Karena sudah ada perintah dan aba-aba
ke arah itu, yang dikeluarkan oleh PDMD. Nah ini sebetulnya persoalan
prestasi membasmi GAM saja.

RN: Sekarang ini sebenarnya sedang diupayakan oleh ICRC bersama PMI,
Palang Merah Indonesia, untuk membebaskan sejumlah sandera oleh GAM.
Dan dibutuhkan situasi kondusif, situasi tenang. Tapi justru sekarang
malah ketegangan meningkat. Bagaimana ini?

AY: Situasi dan ketegangan semakin meningkat, sedang pemerintah
sedang mengupayakan mediasi pelepasan sandera oleh GAM. Beberapa
orang yang dari Jakarta, seperti PMI, ICRC dan staf Menko Polkam itu
datang sebagai mediator pelepasan. Nah mediator ini sebetulnya tidak
menguasai pola operasi militer apa yang diterapkan. Nah itu yang
harus dilihat. Pola-pola pendekatan kekerasan dalam persoalan
pelepasan sandera, memang tidak bisa. Pola-pola yang humanis
sebetulnya yang harus digunakan.

Publikasi tentang sandera yang sangat tinggi memperburuk posisi GAM
sendiri. Tetapi GAM juga tidak punya ruang publikasi kepada publik.
Tentang bagaimana kondisi mereka memperlakukan tahanan atau
menyandera orang. Jadi ini ada situasi yang tidak berimbang
menyebabkan ketegangan itu. Saya pikir hasil-hasil perundingan yang
sangat tertutup itu harus segera dipublikasikan, soal pelepasan
sandera. Agar tidak meningkatkan situasi yang tegang di wilayah
konflik.

RN: Belum sandera dibebaskan sekarang masyarakat sudah dimobilisir
untuk menjadi milisia, untuk saling berperang. Ini kesimpualnnya
bagaimana menurut anda?

AY: Kesimpulannya inilah sebuah pola operasi kembali kepada pola lama
jaman DOM. Memakai masyarakat sipil. Nah itu kembali. Walaupun tidak
dikatakan dipakai, seharusnya masyarakat sipil dicegah untuk ikut
serta dalam konflik itu. Untuk mengurangi korban-korban sipil. Ini
sebetulnya tidak ada upaya-upaya ke arah itu. Siapapun punya
kewajiban membela negara. Tetapi harus dengan kapasitas dan
rambu-rambu yang benar ditentukan oleh undang-undang. Karena negara
ini didirikan dengan undang-undang. Bukan dengan kekuasaan. Jadi ini
yang harus dilihat secara jernih oleh pemerintah, baik TNI maupun
Polri.

Demikian pengamat Aceh, Abdurrahman Yacob.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke