--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 20 Januari 2004 17:40 UTC ** UANG VISA KE INDONESIA UNTUK PEMBERANTASAN TERORISME ** LEDAKAN DAHSYAT DI PABRIK PETRO KIMIA GRESIK ** RATU BELANDA BEATRIX MEMUJI THAILAND ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AMERIKA BUTUH PBB DI IRAK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PRA-PEMILU DI IOWA TAMPILKAN CAPRES DEMOKRAT TERKUAT, JOHN KERRY ** GEMA WARTA: RUU KDRT MENDESAK UNTUK SEGERA DISAHKAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGADILAN KABULKAN GUGATAN TOMMY WINATA TERHADAP KORAN TEMPO ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SOAL TEROR MENGGUNCANG PEMILU, ITU TERGANTUNG REPRESENTASI ISLAM-POLITIK ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BANDUL POLITIK MENJELANG PEMILU BERGERAK TANPA ARAH JELAS * UANG VISA KE INDONESIA UNTUK PEMBERANTASAN TERORISME Pendapatan dari uang visum akan dipakai untuk mendanai pemberantasan terorisme, demikian Menko Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Mulai 1 Februari ini, Indonesia memberlakukan wajib visa bagi wisatawan sejumlah negara, termasuk Belanda. Dengan demikian turis Belanda yang ke Indonesia wajib meminta visa ke kedutaan Indonesia di Den Haag. Visum itu berlaku untuk 30 hari dan ongkosnya antara 10 sampai 30 dolar. Menurut Dorodjatun, operasi pemberantasan terorisme menyedot dana tinggi. Namun ditambahkan bahwa kewajiban visa ini bersifat sementara. Jadi bisa berubah kalau situasi keamanan "kembali normal". Keputusan wajib visa ini memicu protes sektor pariwisata Indonesia. Dunia pariwisata yang sudah terpuruk, akibat aksi-aksi pemboman dan epidemi penyakit SARS, takut aturan wajib visa makin menghalau turis. * LEDAKAN DAHSYAT DI PABRIK PETRO KIMIA GRESIK Ledakan dahsyat terjadi di pabrik petro kimia Gresik Jawa Timur, Selasa sore tadi. Saksi mata melaporkan, dua ledakan dahsyat dari PT. Petro Widodo, yang kemudian disusul kepulan asap hitam melambung ke udara. Lokasi kejadian adalah kawasan padat industri semen dan pabrik kimia. Laporan pertama menyebut 50 orang korban cedera. Mengenai penyebab ledakan masih belum diketahui. Juga tidak jelas apakah ada gas beracun yang bocor sehingga membahayakan kesehatan masyarakat sekeliling. * RATU BELANDA BEATRIX MEMUJI THAILAND Ratu Belanda Beatrix pada hari pertama kunjungannya di Thailand menyampaikan pujian bagi stabilitas demokrasi dan keramahan negeri itu kepada pengungsi. Ratu Belanda itu masih belum menyinggung tahanan Belanda yang meringkuk di penjara Thailand dan kebijakan keras memberantas narkoba. Menteri Luar Negeri Belanda, Ben Bot yang juga mendampingi ratu ke Thailand, akan berbicara dengan rekan sejawatnya dari Thailand mengenai tahanan warga Belanda dan pemberantasan narkoba. Beatrix berada di Thailand dalam rangka kunjungan kenegaraan selama lima hari. * HASIL MENGEJUTKAN PEMILU DEMOKRAT DI IOWA AS Pemilu awal antar calon partai Demokrat di negara bagian Iowa Amerika Serikat dimenangkan senator John Kerry. Dengan 38% suara ia, secara mengejutkan meraup suara terbanyak. Selama ini Kerry tidak diperhitungkan sebagai calon kuat. Senator John Edwards menduduki peringkat dua dengan 32%. Delapan calon partai Demokrat bersaing dalam pemilu awal untuk bisa bersaing dengan Presiden Bush, November mendatang. Tadinya Howard Dean yang mantan gubernur itu dipandang sebagai favorit, tapi ia hanya meraih 18% suara. Politikus kawakan Dick Gephardt, hanya mendapat 11% suara dan akhirnya mengundurkan diri dari persaingan berikutnya. Dua calon kuat Partai Demokrat, Joseph Lieberman dan jendral Wesley Clark, tidak ikut bersaing di Iowa. Mereka memusatkan pada pemilihan di negara bagian New Hampshire. * BURSA EROPA DIBUKA DINGIN Bursa-bursa Eropa membuka Selasa ini dengan nada dingin-dingin saja. Mungkin terpengaruh bursa Wallstreet di New York yang tutup, karena merayakan hari Martin Luther King. Indeks AEX di bursa Damrak Amsterdam nyaris tidak bergerak dari titik 357. Bursa Paris sesaat setelah dibuka, rugi sedikit 0,10, sebaliknya di London untung dengan prosentase yang sama 0,10 persen. Lantai bursa Frankfurt juga membuka dengan nada positif, meskipun hanya dengan 0,2 persen. Nilai tukar mata uang euro ke dolar. Satu euro senilai dengan 1 dolar, 24 sen koma 49 * ANGGOTA DPRD AMSTERDAM DIPAKSA MUNDUR GARA-GARA SEKS Rob Oudkerk anggota DPRD Amsterdam terpaksa mundur gara-gara terjerat skandal seks. Setelah rapat berjam-jam mengenai pemberitaan kebiasaan Oudkerk melacur, maka fraksi partai sosial demokrat, PvdA mencabut dukungannya. Ia diberitakan sering mengunjungi kawasan pelacuran yang baru saja ditutup karena tingginya angka kejahatan dan perdagangan perempuan. Oudkerk, yang bertugas menangani masalah sosial, pendidikan dan integrasi itu selama ini dipandang sebagai wajah Partai Buruh, PvdA di Amsterdam. Pemimpin PvdA tingkat nasional, Wouter Bos dalam tanggapanya mengatakan bahwa nama Oudkerk sudah sedemikian tercorengnya, sehingga sulit baginya untuk melanjutkan tugas. * AMERIKA BUTUH PBB DI IRAK Intro: Sekjen PBB Kofi Annan tampaknya setuju untuk mengirim delegasi PBB ke Irak guna menyelidiki kemungkinan dapat diggelarnya pemilu dalam waktu dekat. Demikian hasil pembicaraan sementara antara Annan dengan penguasa Amerika di Irak, Paul Bremer dan delegasi dewan pemerintah Irak. Amerika berharap delegasi PBB, seperti halnya delegasi Amerika, akan berkesimpulan bahwa pemilu bisa digelar di bawah situasi sekarang. Apabila demikian, ini akan membantu Amerika dalam pertikaiannya dengan pemimpin aliran Syiah terkemuka Irak, Ayatollah Sistani. Ulasan redaktur Timur Tengah Radio Nederland Bertus Hendriks. Perlawanan bersenjata terhadap kehadiran Amerika di Irak terutama berasal dari wilayah Suni di sebelah utara dan barat laut ibukota Bagdad. Tetapi tantangan politik terbesar bagi koalisi adalah kelompok penduduk Syiah, yang membentuk sekitar 60 persen mayoritas di Irak. Mereka menghendaki agar jumlah besar itu juga tercermin dalam struktur kekuasan mendatang. Ayatollah Sistani juga menuntut pemilu langsung bagi majelis perumus undang-undang dasar dan pemerintah yang dalam waktu dekat akan mengambil alih kekuasaan Amerika dan sekutunya. Amerika mengatakan hal itu tidak mungkin dari sisi praktis dan keamanan. Tidak ada sistim registrasi pemilih maupun penduduk yang terpercaya, sedangkan situasi sekarang tidak memungkinkan partai politik melangsungkan kampanye dengan damai. Pemilu sekarang bisa dipastikan kemenangan bagi gerakan Shiah. Amerika tidak melihat prospek tersebut menggembirakan. Namun di sisi lain, mereka tidak memiliki waktu untuk menunggu sampai situasi keamanan membaik dan partai-partai non agama memiliki peluang untuk merapatkan barisan. Terlebih lagi, ini adalah tahun pemilihan presiden, dan Presiden Bush tidak ingin masuk dalam pertarungan sementara para serdadunya setiap hari bertaruh nyawa melawan para pemberontak di Irak. Bush ingin secepatnya menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah Irak yang sah yang juga akan bertanggungjawab atas keamanan dan ketertiban. Selambatnya hal itu sudah harus bisa dilakukan sebelum akhir Mei. Namun sejauh mana pemerintah yang sah dapat dibentuk tanpa pemilu? Amerika bersama dengan dewan pemerintah bentukannya telah menyepakati prosedur bahwa setiap propinsi akan menyeleksi wakil-wakilnya dan kemudian merekalah yang akan memilih pemerintah yang akhirnya akan mengambil alih kekeuasanaan dari Paul Bremer sebelum Juni mendatang. Pemerintah sementara akan menyusun rancangan undang-undang dasar serta menyelenggarakan pemilu sebelum akhir 2005. Namun perlawanan Ayatollah Sistani membahayakan skenario tersebut serta mengancam legitimasi pemerintahan sementara Irak yang akan datang. Upaya untuk mempengaruhi Sistani agar merubah sikap, sampai sekarang gagal. Namun kalangan sekitarnya samar-samar mengisyaratakan apabila badan internasional seperti PBB menetapkan bahwa pemilu tidak bisa digelar sebelum Juni, maka ada peluang untuk membicarakan opsi lain dengan ayatollah. Jadi Amerika sangat membutuhkan PBB. Apabila Koffi Annan sekarang dianggap sebagai penyelamat, maka dipastikan hal itu bisa menjadi kepuasan baginya walaupun kepuasan tersebut dibayang-bayangi oleh jatuhnya korban besar di pihak PBB ketika kantor mereka di Bagdad dibom tahun lalu. Annan pasti akan menuntut jaminan keamanan tapi di samping itu juga akan menuntut suara yang lebih besar bagi PBB dalam proses karena mereka juga diminta untuk membantu melegitimasikan proses tersebut. * PRA-PEMILU DI IOWA TAMPILKAN CAPRES DEMOKRAT TERKUAT, JOHN KERRY Babak pertama pra-pemilu di Amerika Serikat yang digelar di Iowa dimenangkan oleh senator John Kerry. Dalam Caucus, atau muktamar pra-pemilu di Iowa ini, Kerry meraihdukungan 38 persen Demokrat, sedangkan koleganya, senator John Edwards, muncul di peringkat kedua dengan 32 persen. Howard Dean yang berbulan bulan digambarkan sebagai favorit kuat Demokrat, ternyata mengecewakan, dia di nomor ketiga dengan 18 persen. Capres Demokrat akan berhadapan dengan Capres Republik Presiden George W Bush, Nopember mendatang. Laporan koresponden Renout van Wagtendonk dari Iowa. Iowa saya cinta anda. Demikian pemenang malam itu, senator John Kerry. Walaupun belum ada kertas suara yang dihitung, baik John Kerry maupun pemenang kedua malam itu, John Edwards, satu minggu yang lalu sebenarnya sudah dianggap tidak punya kesempatan lagi dalam pemilihan presiden. Karena itu, kemenangan yang mengejutkan ini dapat dianggap sebagai dorongan luar biasa untuk tahap kedua yang menentukan calon presiden yang definitif dari partai demokrat. Babak pra-pemilu di negara bagian New hampshire, tepat satu minggu mendatang. Minggu-minggu terakhir masa kampanye di Iowa, ditandai dengan hujanan kritik tajam ke arah calon favorit Howard Dean. Senator Edwards memang sengaja tidak ikut mengkritik Dean. Pesannya yang positif menjadi alasan penampilannya yang dianggap menarik perhatian. menurut Edwards pesannya yang bernada positif dan memberikan harapan, dimana setiap orang punya kesempatan untuk membangun Amerika, sesuai dengan keahlian masing-masing. Kemenangan di Iowa ini sebenarnya tidak menentukan hasil akhir pertarungan calon presiden. Malah sebaliknya, pemenang di Iowa tidak pernah menjadi pemenang akhir. Tetapi perbedaan besar yang mengejutkan dalam prosentase antara John kerry dan John Edwards di satu pihak dengan Howard Dean di pihak lain, menyebabkan pertarungan calon Partai Demokrat ini menjadi sangat menarik. Walaupun belum ada kertas suara yang dihitung, Dean jelas terlihat kecewa, karena dari awal ia dianggap tidak terkalahkan. Akibat kekalahan Dean di Iowa, hilanglah kepastian bahwa ia pasti memenangkan babak par-pemilu Partai Demokrat ini. Sebaliknya banyak anggota Partai Demokrat yang ragu apakah Dean dapat mengalahkan George Bush bulan November mendatang. Paling tidak para elektorat di Iowa memberikan jawaban yang negatif. Veteran perang Vietnam dan pakar luar negeri John Kerry menekankan kehebatannya di bidang keamanan nasional. Dalam pidato kemenangan mantan anggota marinir ini membandingkan pengalaman di medan perangnya dengan show Presiden Bush tahun lalu. Ketika itu Bush mengunjungi kapal perang USS Lincoln dengan mengenakan seragam pilot pesawat tempur. Saat ini para calon telah meninggalkan Iowa dengan menggunakan pesawat sewaan menuju New Hampshire. hanya satu orang yang mengundurkan diri. Dick Gephart. Setelah kekalahan yang menyedihkan di tempat keempat di Iowa. Dua calon lainnya memutuskan untuk tidak ikut bertarung di Iowa, mantan Sekretaris Jenderal NATO Wesley Clarck dan Senator Joe Liebermann. Terutama Clarck dianggap banyak orang sebagai pilihan terbaik menggantikan Howard Dean. Mereka cemas, Dean akan dikalahkan Bush dengan mudah November nanti. Tetapi setelah Iowa Kerry dan Edwards juga membuktikan bisa menjadi alternatif yang cukup baik. * RUU KDRT MENDESAK UNTUK SEGERA DISAHKAN Intro: Nasib Rancangan Undang Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (RUU KDRT) hingga sekarang masih terkatung-katung sedangkan masa tugas pemerintah yang sekarang tinggal beberapa bulan lagi. Pengesahan RUU KDRT oleh pemerintah sangatlah mendesak mengingat bertambah banyaknya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa ini. Demikian penjelasan Myra Diarsi dari Komnas Perempuan yang mendesak pemerintah agar segera mengesahkan RUU KDRT itu. Myra Diarsi [MD]: Sekarang statusnya sebagai RUU dia sudah merupakan inisiatif DPR. Nah itu tinggal membutuhkan satu partner dari kalangan eksekutif untuk membahas dan mengesahkan itu. Nah dalam hal ini masih belum jelas keputusan oleh presiden, mana sih institusi eksekutif yang ditunjuk itu. Seharusnya kan Menpepe, menteri pemberdayaan perempuan, dengan siapa partnernya nah ini tidak kunjung jelas. Sehingga dari DPR nya sendiri berharap-harap karena mereka merasa sudah menjalankan tugas, dari Menpepe sudah mengupayakan tapi belum ada keputusan yang bulat. Yang ya silakan jalankan. Ini yang ditunggu-tunggu dan itu seharusnya datang dari saudara presiden. Tapi sampai sekarang ya kalau dirasakan oleh publik, terkatung-katung saja begitu, tidak kunjung ada kepastian. Radio Nederland [RN]: Menurut Anda kenapa ini sulit sekali bagi pemerintah untuk menunjuk siapa partner itu. Apa sih sebenarnya kendalanya? MD: Saya tidak terlalu tahu persis apa kendala-kendala yang merupakan hambatan untuk birokrasi, tetapi sebenarnya secara substansi, karena itu sudah merupakan godokan yang cukup matang. Bertahun-tahun dari keinginan para aktivis pembela hak asasi, keinginan mereka yang selama ini membela korban kekerasan, bahkan sudah dari kalangan DPR nya penentu, pengetok palu legislasinya. Dari sisi substansi saya nggak melihat ada hal yang menjadi ganjalan atau kira-kira akan menjadi batu sandungan atau kendala. Mungkin kendalanya hanya sebatas persoalan birokrasi dan kelambanan di dalam pengambilan keputusan. Mungkin juga persoalan pengambilan prioritas mana sih yang lebih baik atau lebih menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, mana yang lebih bisa diprioritaskemudiankan. Seperti-seperti itu kayaknya yang tidak terlampau transparan untuk publik pada umumnya gitu. Kita sendiri bingung. Bahkan DPR sendiri bingung, kawan-kawan mitra kerja di komisi tujuh itu mengalami kebingungan kenapa kok begini lambannya. RN: Ataukah mungkin kelambanan dan keengganan pemerintah ini juga ada kaitannya dengan hal itu bahwa issue-issue kekerasan terutama dalam rumah tangga antara suami dan istri atau antara bapak dengan anak. Itu adalah suatu issue yang sangat peka yang sangat pribadi begitu? MD: Betul. Kami sangat sadar tentang hal itu. Oleh karena itu kan persoalan RUU atau undang-undang ini selama lima tahun ini tidak pernah berjalan sendiri. Dia juga disertai dengan upaya-upaya sosialisasi misalnya. Beberapa langkah-langkah untuk pengertian terhadap publik dan yang lebih surprise ini lo. 303 lembaga layanan itu kan suatu bukti yang tidak bisa disangkal lagi bahwa inisiatif masyarakat untuk menghentikan violence against women, kekerasan perempuan itu sudah jelas. Itu kan merupakan bukti bahwa violence against women itu eksis ada dan cukup besar. Angka yang melapor saja itu sampai enam ribu sepanjang tahun, itu hanya yang melapor. Dan kita tahu bahwa yang melapor itu kaya gunung es di lautan. Paling hanya sepuluh persen dari kejadian yang sesungguhnya. Tapi tetep juga ada pengingkaran-pengingkaran secara kultural. Masih dikembalikan kepada budaya "Indonesia yang ramah tamah" dan sebagainya. Tetapi kalau orang mampu secara jernih melihat fakta, saya kira orang juga harus mulai berfikir lain gitu. No it is not that .. apa ya sweet, is not that manis, senyum, karena ternyata di dalam lingkup yang privat atau rumah tangga itu terjadi banyak sekali penyiksaan, ketidakmengertian atau mungkin secara lebih ekstrim restitensi secara kultural dari terutama kalangan pengambil keputusan itu juga masih besar. * PENGADILAN KABULKAN GUGATAN TOMMY WINATA TERHADAP KORAN TEMPO Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Tommy Winata terhadap Koran Tempo atas pemberitaan soal rumah judi di Kendari 6 Februari tahun lalu. Meski pun saksi ahli menilai berita tsb layak dan imbang, namun Hakim memutuskan denda sebesar satu juta dollar Amerika. Koran Tempo akan mengajukan naik banding. Pengadilan Jakarta Selatan yang tempo hari juga menjatuhkan vonnis berat terhadap Suara Rakyat Merdeka, dinilai menjadi kuburan bagi pers bebas. Kasus Koran Tempo ini menjadi isyarat ancaman mafia terhadap dunia pers Indonesia. Berikut ini, komentar wartawan Tempo, Karaniya Karaniya [KN]: Jadi ini sebetulnya berkaitan tidak dengan berita ada Tommy di Tanah Abang yang ditulis di majalah Tempo tapi ini sebetulnya kaitannya dengan berita lain di koran Tempo. Jadi berita tersebut sebetulnya berita yang sangat standard berkaitan dengan, kami menulis tentang pernyataan di sebuah press conference oleh sebuah LSM anti korupsi di Kendari, yang mensinyalir atau menduga bahwa Tommy Winata akan membuka praktek judi gelap di Kendari. Nah kemudian berita tersebut kami konfirmasikan ke guberbur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan kemudian Ali Mazi membantah. Bantahannya juga secara lengkap kami muat di koran tempo bahkan kami jadikan judul. Jadi judulnya itu Tidak Benar Tommy Winata Membuka Judi Gelap di Kendari. Nah itu yang kemudian oleh Tommy Winata dianggap berita tersebut telah mencemarkan dan memfitnah nama baiknya gitu. Radio Nederland [RN]: Padahal dalam sidang itu ada saksi ahli ya yang menegaskan bahwa berita Tempo itu cukup berimbang, merupakan standard berita yang layak begitu kan? KN: Betul .. betul.. RN: Jadi ini dengan kekalahan dalam sidang ini apa artinya? KN: Saya pikir satu hal yang menarik, ketua Majelis Hakimnya ini sama dengan ketua majelis hakim yang menghukum Rakyat Merdeka dalam kasus beberapa beritanya yang terakhir "mulut Mega bau solar" begitu. Jadi saya pikir ini semakin menegaskan lah citra sebagian besar khalayak bahwa memang , Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini kuburannya kebebasan pers dan demokrasi gitu. RN: Jadi boleh kita sebut ada semacam Kolusi mafia ini terhadap pers bebas begitu? KN: Saya pikir itu yang sekarang harus diinvestigasi oleh teman-teman wartawan maupun juga oleh Tempo sendiri gitu mas. RN: Nah kalau dendanya dikatakan sebesar 1 juta dolar. Apa konsekuwensinya ini bagi Tempo? KN: Tentu saja ini kita masih banding, tapi sebetulnya denda seperti sangat memberatkan ya. Buat penerbitan, sebetulnya bukan hanya untuk tempo tetapi juga saya pikir institusi pers di manapun di negara ini, di mana segmennya masih terbatas tentu akan sangat berat, kalau harus dihadapkan pada besaran denda seperti itu. Jadi itu intinya ya mengancam keberlangsungan institusi pers lah. RN: Paling tidak ini sudah merupakan suatu ancaman ya, isyarat ancaman bagi Tempo dan bagi pers lain. Nah andaikata naik banding dari pihak Tempo ini kalah, bukannya sebuah pukulan telak secara finansial terhadap Tempo? KN: Ya saya rasa begitu * SOAL TEROR MENGGUNCANG PEMILU, ITU TERGANTUNG REPRESENTASI ISLAM-POLITIK Meski pun ledakan di Pabrik Petrokimia Gresik, Jawa Timur, sejauh diketahui, bukan merupakan ulah teroris, namun isu teror sekarang mulai dikaitkan dan dikhawatirkan dapat mengguncang pemilihan umum yang akan digelar tahun ini. Pasangan Megawati-Hamzah Haz, mungkin, cukup mantap untuk menekan potensi ketidakpuasan kalangan tertentu di dalam Islam-politik, yang diduga dekat dengan kaum Muslim militan. Namun Kapolri Dai Bakhtiar beranggapan teror dapat mengguncang pemilihan umum. Menurut pengamat politik Prof. Arbi Sanit, peluang itu ada, apabila kaum Muslim merasa bahwa Islam tidak dihormati dan tidak terwakili dalam negara dan pemerintahan. Dari situlah kemungkinan teror mengguncang pemilu. Arbi Sanit [AS]: Realisasinya itu memang akan dirangsang oleh katakanlah siapa yang akan menang di dalam pemilihan umum. Kalau pemilihan umum itu menang kaum sekuler apalagi yang non islam atau yang tidak menghormati islam, itu memang alasan untuk melaksanakan terorisme itu bisa menjadi lebih kuat. Nah misal saja presiden, koalisinya mana? Katakanlah koalisi PDI Perjuangan dengan Golkar yang sama-sama sekuler dan nasionalis, sehingga kombinasi presidennya nanti tidak melibatkan orang islam di dalamnya. Nah kondisi seperti itu bisa jadi alasan untuk melakukan terorisme. Radio Nederland [RN]: Kalau pra pemilu kita membayangkan prospek menuju hari pemilu, sebenarnya kan kalangan seputar sebutlah kaum muslim militan ini, tidak berkepentingan untuk mengacaukan pemilu bukan? AS: Kalau masyarakat sendiri sih tidak, walaupun golongan-golongan berbeda dalam masyarakat juga tidak. Ini kan masalahnya adalah interpretasi dari luar antara orang-orang yang mau mengambil keuntungan, orang-orang yang mau melakukan tindakan kekerasan. Dari sana saya kira. Kalau dari partai-partai sendiri, masyarakat enggak saya kira. RN: Jadi sejauh ini tampaknya partai-partai islam tidak terlampau mendapat angin. Jadi kalangan muslim yang lebih militan ini sebenarnya lebih comfortable begitu dengan pasangan Megawati-Hamzah Haz dewasa ini. Jadi mereka akan lebih dekat dengan status quo bukan pilihan ke depan itu? AS: Kalau dilihat dari kondisi yang ada sekarang ya bisa-bisa jadi mengecewakan itu. Kalau kombinasi calon-calon itu yang kuat nanti, ya itu kan yang akan menyebabkan alasan untuk menjadikan marah ya. RN: Mengecewakan buat Pro-Dem barangkali, tapi buat muslim militan tidak terlampau mengecewakan status quo ini? AS: Kenapa tidak, karena status quo ini kan juga orang-orang ini kan juga terlalu hormat kepada Amerika toh, tidak mau melawan. RN: Tapi kan ada Wapres Hamzah Haz yang cukup menjadi payung saat-saat darurat? AS: Iya, tapi itu kalau Hamzah Haz punya prospek. Kalau Hamzah Haz nggak punya prospek? RN: Nah itu dia makanya PDI P kan masih berkepentingan untuk merangkul Hamzah Haz, dalam rangka menghadapi Golkar atau menghadapi tentara. Kan Megawati juga mulai kesel juga sama kalangan tentara ini bukan? AS: Oh iya tetapi kan saya kira belun akan pecah, kerjasamanya belon akan pecah. Sekali pun memang ada kecewa tapi saling membutuhkan masih kuat kok sekarang. RN: Itu Mega-Militer ya. Bagaimana PDI vv Golkar? AS: Nah sekarang move dari Golkar semakin gencar sekarang. Akbar Tandjung itu akan dibebaskan oleh Mahkamah Agung. Nah ini juga mungkin merupakan alasan tersendiri. RN: Alasan untuk apa Bung? AS: Untuk terorisme. RN: Jadi Bung juga mengkhawatirkan pemilu ini guncang oleh kalangan yang dekat dengan teroris oleh muslim militan begitu? AS: Iya itulah yang lebih berbahaya menurut saya datang dari situ. RN: Kalau mereka sadar bahwa partai islamnya tidak terlampau kuat, mereka tidak berkepentingan untuk mengguncang pemilu bukan? AS: Kalau partai islam tidak kuat dan partai islam tidak dihormati oleh pemerintah, tidak ada wakil islam di pemerintah itu yang menyebabkan kekecewaan. RN: Di situ sumbernya ya? AS: Iya ini dalam masyarakat islam, mengharap presentasi umat islam di dalam pemerintahan itu pertanyaan yang akan mereka tuntut. * BANDUL POLITIK MENJELANG PEMILU BERGERAK TANPA ARAH JELAS Bandul politik menjelang pemilu bergerak tanpa kejelasan arah dan tujuan. Kisruh soal pemalsuan ijazah caleg, curi start kampanye dan macam-macam yang lain, digunakan oleh parpol untuk menekan parpol yang lain. Namun kuat dugaan bahwa penangkapan para koruptor saat ini juga merupakan tikungan politik kekuatan parpol tertentu yang memiliki kapasitas untuk itu. Benarkah PDI-Perjuangan yang pernah ditindas secara politik oleh Orde Baru mengambil jalan yang sama dengan Orde Baru? Jopie Lasut melaporkan dari Jakarta: Meski kalangan-kalangan yang dekat dengan presiden Megawati mengatakan bahwa PDI Perjuangan tidak akan mendesak pemerintah untuk melakukan penangkapan-penangkapan terhadap para koruptor demi untuk mendongkrak citra PDIP, namun penangkapan dan pemeriksaan tetap saja ditingkatkan. Sebelumnya seorang kader PDI Perjuangan yang sangat dekat dengan Megawati mengatakan: "kami akan berkampanye dengan cara-cara yang normal dan beradab. Tanpa perlu menarik simpati rakyat dengan menahan para koruptor". Mungkin yang dimaksudkan oleh tokoh PDI-Perjuangan ini ialah bahwa polisi dan kejaksaan sudah punya agenda sendiri tanpa harus adanya intervensi dari PDI-Perjuangan. Tapi kalangan-kalangan yang mengenal cara kerja polisi dan kejaksaan tidak bisa mengeyampingkan adanya dorongan dari kelompok yang memiliki kepentingan tertentu. Dan kelompok tersebut pastilah memiliki kekuatan yang lebih kuat dibanding posisi jaksa agung ataupun kapolri. Kedua pejabat itu jelas ingin tetap mempertahankan posisinya paska pemilihan presiden yang akan dilangsungkan pada akhir tahun ini. Dengan latar belakang itu perlulah dilihat mengapa mantan menteri keuangan Bambang Subianto disidik Polda Metro Jaya pada Selasa lalu. Ia dimintai keterangan atas dugaan penyelewengan dana pengadaan obat-obatan dan peralatan dokter bernilai 580 miliar. Sebelumnya, mantan kabulog di era Soeharto, Beddu Amang telah lebih dahulu dijebloskan dalam LP Cipinang. Dan kasus Rahadi Ramlan yang juga merupakan orang nomor satu di Bulog di masa Orde Baru mencuat kembali. Sementara itu Akbar Tanjung kini tengah menanti keputusan kasasinya. Kalangan Mahkamah Agung mengakui bahwa Akbar sebenarnya jelas-jelas bersalah. Tetapi para mantan anggota Korpri di Mahkamah Agung seperti Hakim Agung Paulus Lotulong tampaknya takut akan tekanan dari pihak eksekutif. Maka mau tak mau Akbar akan dinyatakan tak bersalah. Sehubungan dengan itu kalangan LSM menduga penangkapan akhir-akhir ini merupakan upaya Megawati untuk membayar utang politiknya kepada rakyat yakni pemberantasan KKN. Namun ternyata pemerintahan Megawati tidak hanya menangkap para pendukung Orde Baru, namun juga ia melanjutan kasus dugaan korupsi terhadap tokoh yang anti Orde Baru. Muchtar Pakpahan misalnya Senin kemarin diperiksa hakim pengadilan negeri atas dugaan korupsi 1,5 miliar rupiah. Ketua Umum Partai Buruh Sosial Demokrat ini didakwa telah menyalah gunakan dana yang dipinjamkan pihak jamsostek untuk pembangunan training centre. Tokoh buruh yang bekas mantan napol di zaman Soeharto ini menduga bahwa kasusnya sarat dengan kepentingan politik Tertentu. Nikita pimpinan DPD PBSD Banten yang merangkap juga pimpinan SPSI Logam, Elektronika di banten mengatakan bahwa Muchtar ditakuti oleh PDIP karena ia memilki dukungan buruh yang sangat besar. Nikita: Ya jelas sekali memang ini adalah satu jeratan politik. Bahwa masyarakat sudah menilai positif terhadap Muchtar Pakpahan sehingga ada partai-partai lain yang merasa ketakutan. Sehingga Muchtar Pakpahan dianggap di sini bahwa dia terlibat dalam kasus-kasus itu. Padahal yang sesungguhnya Dana Jamsostek itu sebetulnya bukan saja SBSI sebetulnya, di SBSI pun ada dana itu yang sudah dikeluarkan oleh Jamsostek ya. Jadi sebetulnya tidak lucu kalau SBSI juga dituduh memakan dana itu ya. Demikian Nikita. Muchtar kepada Radio Nederland mencoba mengingatkan kembali kasus Sukhoi yang jelas-jelas merupakan penyalahgunaan alokasi keuangan negara ternyata dapat diterima oleh logika hukum. Pengacara Muchtar Pakpahan yakni Luhut Pangaribuan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Muchtar bukanlah sebuah kejahatan. Sebab uang yang diterima dari Jamsostek dipergunakan Muchtar untuk membayar utang-utangnya. Utang-utang tersebut merupakan dana yang dipinjam kepada pihak-pihak untuk membangun Training Centre tersebut. Sementara itu bagi Muchtar Pakpahan sendiri, pengadilan terhadap dirinya tak lepas dari pengaruh orang-orang eks Orde Baru yang kini bercokol di PDI Perjuangan. Menurut Muchtar PDIPerjuangan telah melakuan sebuah usaha pecah belah di tubuh SBSI seperti yang dilakukan oleh Soeharto terhadap PDI di masa lampau. Pecah belah ditubuh Serikat Buruh Seluruh Indonesia ini dilakukan oleh Jacob Tobing dan Theo Syafei dengan cara memberikan dana bagi Konggres tandingan SBSI tahun 2002 yang lalu. Belum lagi sikap Jaksa Agung A.M. Rahman yang memang kurang menyukai Muchtar Pakpahan. Rasa kurang senang Rahman ini didasari oleh aksi Muchtar dimana saat ia diangkat menjadi Jaksa Agung, Muchtar memintanya untuk mundur. Bagi Muchtar, Rahman tidak layak menjadi jaksa karena sarat dengan dugaan kasus KKN yang hingga kini tidak terjamah hukum. Karenanya bila apa yang menjadi dugaan Muchtar Pakpahan bahwa ada kepentingan politik dalam konflik hukum yang kini dihadapinya, ini sekali lagi membuktikan betapa lemahnya supremasi hukum berhadapan dengan kekuatan politik yang tengah berjalan di negeri Indonesia. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
