--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 27 Desember 2004 15:00 UTC ** PRESIDEN SBY NYATAKAN HARI BERKABUNG NASIONAL ** KORBAN TEWAS AKIBAT GEMPA SUDAH MELEBIHI 17 RIBU ORANG ** VIKTOR YUSHCHENKO PEMENANG PEMILU PRESIDEN UKRAINA ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: GEMPA DI ACEH DAN TERBENTUKNYA TSUNAMI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ASIA TENGGARA DILANDA GEMPA PALING DAHSYAT SEJAK 40 TAHUN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BENCANA DAHSYAT DI ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KOTA BANDA ACEH LUMPUH TOTAL ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA BELUM MAMPU BERI PERINGATAN DINI BAHYA TSUNAMI * PRESIDEN SBY NYATAKAN HARI BERKABUNG NASIONAL Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari untuk memperingati para korban gempa bumi di Sumatra. Senin ini presiden akan mengunjungi wilayah di Propinsi Aceh yang paling parah tertimpa bencana. Gelombang tsunami yang tingginya mencapai lebih dari 10 meter menyebabkan kerusakan sangat besar di sepanjang wilayah pantai barat Sumatra. Di ibukota Banda Aceh lebih dari 1000 rumah tinggal hanyut dibawa air. Sementara itu pasukan TNI bersama para relawan berusaha secepat mungkin mengumpulkan mayat korban untuk mencegah agar tidak pecah wabah penyakit. Sampai saat ini masih dirasakan rangkaian gempa susulan berkekuatan kecil, tapi tidak menimbulkan kerusakan baru. Sejak gempa pertama Ahad kemarin dirasakan 65 gempa susulan di Aceh. * KORBAN TEWAS AKIBAT GEMPA SUDAH MELEBIHI 17 RIBU ORANG Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berat di Aceh Ahad kemarin, terus bertambah. Menurut laporan terakhir lebih dari 17 ribu orang tewas. Pemerintah Indonesia melaporkan hampir 5000 orang tewas, tetapi banyak wilayah bencana yang masih harus mulai dibantu. Sementara Kepulauan Andaman dan Nicobaren milik India juga dilanda gempa susulan berkekuatan 6 pada skala Richter. Di kedua kepulauan ini, yang terletak tidak jauh dari pusat gempa, 3000 orang tewas. Sementara di dataran India jumlah korban tewas mencapai hampir 4000 orang. Di negara tetangga Sri Langka korban telah melebihi 6000 orang. Lebih dari 250 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Colombo menyatakan sangat membutuhkan bantuan makanan, air minum bersih, generator listrik dan obat-obatan. Di Thailand sedikitnya 800 orang tewas, termasuk 130 orang turis asing. Malaysia dan Kepulauan Maladiva melaporkan puluhan orang tewas sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Berbagai negara Barat telah mengirim pesawat-pesawat terbang mengangkut barang bantuan ke wilayah bencana. Satu hari setelah bencana alam regu-regu penyelamat mulai melakukan tugas mereka. Di Aceh mereka mengalami kesulitan sehubungan operasi militer. Organisasi pemberi bantuan hanya boleh masuk ke wilayah bencana dengan pengawasan TNI dan dibawah persyaratan ketat. * VIKTOR YUSHCHENKO PEMENANG PEMILU PRESIDEN UKRAINA Di Ukraina calon presiden dari partai oposisi yang pro-Barat Viktor Yushchenko memenangkan pemilu presiden Ahad kemarin. Demikian dinyatakan komisi pusat pemilihan umum. Yushchenko telah menyatakan kemenangan dirinya beberapa jam sebelumnya. Di ibukota Kiev ia berpidato di depan puluhan ribu pendukungnya. Bulan lalu lawannya, Perdana Menteri Viktor Yanukovich dinyatakan keluar sebagai pemenang putaran kedua pemilu presiden. Tetapi mahkamah agung Ukraina membatalkan hasil tersebut dengan alasan penggelapan suara, dan memerintahkan untuk mengulang kembali putaran kedua. Sekitar 12 ribu pengamat internasional mengawasi agar pemilu berlangsung tenang dan tanpa kericuhan. Jumlah pemilih yang datang memberikan suara sekitar 77%. Sementara itu beberapa ratus pendukung Yanukovich menyampaikan keluhan kepada komisi pemilu. Menurut mereka terjadi penggelapan suara besar-besaran di berbagai TPS. Tidak lama setelah penutupan TPS seorang pembantu dekat Yanukovich juga memberitakan manipulasi suara. Tetapi menurut para pengamat internasional tidak ada bukti cukup untuk membatalkan hasil pemilu tersebut. Selain itu perbedaan suara yang diraih Yushchenko terhadap Yanukovich juga terlalu besar. Setelah hampir semua kertas suara dihitung, pemimpin oposisi Ukraina itu memenangkan 52% suara, sementara lawannya Yanukovich hanya 44% suara. * ISRAEL BEBASKAN 150 TAHANAN PALESTINA Israel mulai membebaskan lebih dari 150 orang tawanan Palestina. Sebagian besar diantaranya adalah para aktivis yang menentang Israel, tetapi bukan teroris berat. Aksi ini dianggap sebagai tanda maksud baik Perdana Menteri Israel Ariel Sharon kepada Mesir dan PLO. Sharon menyetujui pembebasan tawanan tersebut, setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak awal Desember ini membebaskan seorang mata-mata Israel yang ditahan di Mesir. Selain itu Sharon juga berusaha menarik hati pemimpin PLO Mahmoud Abbas yang kemungkinan memenangkan pemilu presiden Palestina Januari mendatang. Sabtu kemarin, sewaktu memulai kampanyenya Abbas menyerukan pemerintah Tel Aviv untuk membebaskan delapan ribu warga Palestina yang ditahan di rutan Israel. * BOM MELEDAK DI DEKAT KANTOR PARTAI SYI'AH DI BAGDAD Di ibukota Irak Bagdad sebuah bom mobil meledak di depan kantor salah satu partai politik Syi'ah terpenting. Empat orang tewas sementara 40 lainnya diberitakan cedera. Diantara para korban tidak terdapat politikus terkemuka. Bom itu meledak di depan kantor Dewan Tertinggi Revolusi Islam di Irak, yang diperkirakan akan meraih banyak suara sewaktu pemilu parlemen Januari mendatang. Pemerintah interim Irak dan Amerika Serikat memperhitungkan jumlah aksi kekerasan akan semakin bertambah menjelang pemilu ini. * PATUNG TITO DILEDAKKAN Di Utara Kroasia sebuah patung mantan pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito diledakkan. Patung ini terletak di desa kelahiran Tito, Kumrovec. Sampai sekarang belum ada pihak yang menyatakan diri bertanggung jawab. Josip Broz Tito berkuasa di bekas Yugoslavia dengan tangan besi hingga wafatnya di tahun 1980. Desa kelahiran dan patungnya merupakan tempat berkunjung yang populer di kalangan pendukung partai komunis pimpinan Tito. * BERITA BURSA Bursa efek di Eropa dibuka dengan penurunan kecil sehubungan bencana alam di Asia Tenggara dan Selatan. Di Amsterdam indeks AEX turun 0,1% pada 347,79. Situasi yang sama juga djumpai di berbagai bursa di Eropa lainnya. Banyak pihak cemas bencana alam terakhir ini dapat mempengaruhi sektor pariwisata dan penerbangan di Asia. Nilai tukar euro terhadap dolar kembali mencapai puncaknya Senin ini dengan nilai buka $1,3555. Beberapa jam kemudian nilai euro turun pada $1,3536. Sementara bursa di jepang tidak banyak bedanya dengan nilai akhir Jumat lalu. Indeks Nikkei ditutup pada 11.362,25, atau turun 0,03%. berbagai biro perjalanan di jepang merugi akibat gempa bumi di Aceh dan gelombang tsunami di Asia Selatan. * ULASAN PERS: GEMPA DI ACEH DAN TERBENTUKNYA TSUNAMI Senin ini halaman muka semua koran Belanda dan asing dipenuhi berita mengenai gempa di Aceh dan tsunami di Asia Tenggara yang sampai sekarang telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang. Gempa sangat dahsyat berkekuatan 9,0 pada skala Richter dirasakan jam 07.59 waktu Indonesia Barat dan berpusat pada 149 kilometer di barat Meulaboh. Guncangan ini langsung dirasakan di Malaysia, Thailand Selatan dan India. Tetapi ribuan korban tewas di Sri Langka, India dan Thailand terutama disebabkan rangkaian gelombang tsunami yang tingginya lebih dari 10 meter, beberapa jam setelah gempa. Harian pagi Belanda de Volkskrant tampil dengan berita "Aceh merasakan hari kiamat Ahad kemarin." Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan Aceh sebagai daerah bencana nasional, dan telah mengirim para menterinya termasuk wapres Jusuf Kalla ke Aceh. Seorang wartawan koran Lhokseumawe menceritakan, gempa bumi dimulai jam delapan kurang lima. Gempa ini tidak menyebabkan banyak kerusakan, tetapi kemudian secara tiba-tiba rangkaian tsunami dengan suara yang sangat nyaring menyeret habis ratusan gubuk nelayan di pinggir pantai. Ribuan rumah tinggal hancur dan semua yang terletak sampai 1 kilometer dari pinggir pantai dihanyutkan air. Di mana-mana tergeletak mayat, termasuk di sawah-sawah. 40 ribu orang melarikan diri ke bukit-bukit di sekeliling. Panik dimana-mana. Anggota keluarga yang selamat menangis berpelukan dan berdoa. De Volkskrant melanjutkan orang-orang Aceh tidak tahu apa yang terjadi di wilayah Aceh lain, apalagi di negara-negara tetangga. Hanya siaran radio lokal yang menceritakan nasib wilayah lain. Di Banda Aceh, Hotel Kuala Tripa yang terkenal rubuh, begitu juga ratusan toko lainnya. Di Sigli sebuah mesjid hancur, di Bireun 53 orang tewas dan di Samtalira Bayu korban tewas sudah melebihi 23 orang. Sementara pemancar televisi internasional CNN menyiarkan gambar-gambar dari Sri Langka, India dan Thailand, hampir tidak ada berita mengenai wilayah pusat gempa Aceh. Aceh tertutup dari dunia luar karena operasi militer. Selain itu aliran listrik dan telepon putus, sementara bandara tutup. Beberapa jam kemudian baru keluar berita dari Aceh dan jumlah korban tewas melonjak cepat dari beberapa ratus hingga ribuan. Demikian harian de Volkskrant. Harian pagi Belanda lain yaitu Trouw menulis kesaksian Letkol Belyuni yang memerintahkan anak buahnya untuk sementara menghentikan pencarian mayat korban. Aksi itu dilanjutkan Senin pagi. Menurutnya jumlah korban tewas yang telah mencapai 4400 orang belum seberapa. Ia menambahkan pasukannya melihat mayat bergeletakan di mana-mana bahkan sampai ke pucuk pohon-pohon. Sementara seorang anggota TNI lainnya menceritakan, banyak orang menyaksikan gelombang tsunami datang, tetapi tidak berusaha menyelematkan diri. Seakan mereka berubah menjadi patung. Puluhan anggota TNI juga diberitakan tewas. Harian Belanda De Volkskrant dan International Herald Tribune menjelaskan bagaimana gempa bumi ini terbentuk dan gelombang tsunami yang menewaskan ribuang orang. Kesimpulan resmi Badan Penelitian Geologi di Amerika Serikat dan LIPI, ini adalah gempa keempat terberat di dunia sejak 1900. Gempa ini terbentuk di dasar laut di dekat Pulau Simeuleu Aceh, ketika lempeng Samudera Hindia menujam bagian bawah lempeng Asia Tenggara, yang merupakan sub lempeng benua Eurasia. Menurut Kompas tabrakan tersebut menyebabkan gempa subduksi dan menurunkan permukaan laut. Kemudian timbul gelombang laut yang merambat dan menerjang pantai di dekatnya. International Herald Tibune menjelaskan retakan lempeng ini panjangnya 1125 kilometer dan menyebabkan permukaan dasar laut naik 15 meter. Efeknya seperti melempar batu ke permukaan air, akan timbul riakan gelombang ribuan kilometer sesudahnya. Di pusat gempa sendiri riakan ombak itu kecil dan hampir tidak dirasakan, tetapi jika laut mencapai kedalaman lima meter, kecepatan ombak bisa mencapai 800 kilometer per jam. Menurut Herald Tribune gelombang tsunami bisa dihitung kecepatannya dan dapat ditentukan tempat dan waktunya sehingga seharusnya wilayah-wilayah bencana dapat mengevakuasi penduduknya tepat waktu. Tetapi sistim peringatan internasional di Samudera Hindia belum ada. Seperti diketahui gelombang tsunami pertama menghantam pantai India, lima jam setelah gempa di Aceh. Getaran gempa di Aceh juga dirasakan di seluruh dunia, karena retakan terjadi 10 kilometer di bawah dasar laut. Bahkan di Belanda dasar laut bergerak naik turun dan menyebabkan lempeng naik empat milimeter. Demikian de Volkskrant. Tsunami disebabkan massa atau berat air yang semakin besar jika mendekati pantai, kemudian rangkaian puncak ombak bersatu dan dengan kekuatan besar membentuk tembok tinggi. Karena ombak tidak hanya membentuk gunung tetapi juga lembah, maka tanda pertama adalah permukaan air yang tiba-tiba surut sehingga banyak ikan terdampar di pantai. Ini menarik banyak nelayan, sehingga merekalah korban pertama tsunami. Gelombang dengan tinggi enam meter sering terlihat di pantai, tetapi yang mematikan bukan tingginya air melainkan volume dan massa air. Demikian de Volkskrant. Dan sekian ulasan pers. * ASIA TENGGARA DILANDA GEMPA PALING DAHSYAT SEJAK 40 TAHUN Asia Tenggara dilanda gempa paling dahsyat sejak 40 tahun. Jumlah korban tewas akibat ombak besar Tsunami menyusul gempa, meningkat mencapai sedikitnya 10.000 jiwa. Ribuan orang lainnya terluka. Bencana alam juga mengakibatkan kerusakan maha berat. Pemerintah Indonesia melaporkan 4000 korban jiwa, terutama di propinsi Aceh. Risman adalah wartawan Aceh. Ketika diwawancarai oleh Radio Nederland, Riswan sedang dalam perjalanan ke Aceh. Risman menceritakan bagaimana kesannya di Aceh tentang gempa dahsyat itu. Risman: Ya, ini sebuah musibah yang sangat memilukan, karena masyarakat Aceh selama ini sudah berada di lingkaran kepedihan. Dan ini adalah musibah yang tidak terduga. Radio Nederland [RN]: Berita apa saja yang Anda dapat di Indonesia tentang gempa ini Pak? Risman: Yang jelas, gempa terjadi mulai pukul 8 pagi, dan pusatnya di daerah Aceh Barat, Meulaboh, yang dengan kekuatan 6,4 skala Richter tidak hanya melanda Meulaboh, tapi juga melanda Banda Aceh, Lhokseumawe dan Bireun. RN: Apakah seluruh Aceh terkena dampaknya? Risman: Tidak seluruh Aceh, hanya yang paling berat ada di sekitar daerah Banda Aceh, kemudian juga Bireun dan juga Lhokseumawe serta beberapa tempat lainnya. Sementara di Aceh Tenggara, dan kemudian di daerah pesisir Singkil, tidak ada informasi yang menunjukkan ada musibah yang cukup berarti. Karena tadi pagi Singkil masih bisa melakukan komunikasi. RN: Bagaimana hubungan antara Aceh dengan dunia luar? Anda masih bisa ke sana? Risman: Saya sampai saat ini belum bisa menuju ke Aceh. Yang saya tahu tadi hanya dua bis yang sedang berangkat menuju Aceh melalui jalan darat. Tetapi ada informasi bahwa di Bireun kondisi jalan juga rusak. RN: Saya dengar bahwa Lhokseumawe yang paling terkena. Benar itu Pak? Risman: Ya, Lhokseumawe, terutama di daerah-daerah di sekitar pantai, itu cukup mengalami musibah, karena ada akibat dari air bah yang disebabkan oleh gempa ini. RN: Bapak sudah mendengar komentar dari orang Aceh sendiri, bagaimana mereka menanggapi bencana alam ini? Risman: Yang jelas, mereka sangat trauma dan cukup panik. Dan sayangnya, di sekitar Banda Aceh, kita tidak bisa berkomunikasi, karena aliran listrik padam, jaringan telekomunikasi juga putus. Dari beberapa pembicaraan-pembicaraan di sekitar Medan oleh masyarakat Aceh yang ada di Medan, menunjukkan cukup kepanikan. Saya sendiri, karena ada keluarga di Banda Aceh yang terjebak, cukup panik dan saat ini sedang sedikit depresi menghadapi situasi ini. RN: Bapak sudah mendengar berita dari mereka? Risman: Tidak, karena tidak ada sama sekali berita dari keluarga saya di Banda Aceh, sehingga saya cukup panik. Karena tidak tahu apakah keluarga saya bagian dari korban atau bagaimana, karena itu cukup panik rasanya. RN: Tapi kami dengar di sini, Banda Aceh tidak terkena imbasnya? Bagaimana Pak, benar atau tidak? Risman: Yang saya tahu, di Banda Aceh juga mengalami, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pantai. RN: Keluarga Bapak siapa saja yang belum Anda dapatkan sekarang? Risman: Keluarga saya di Banda Aceh adalah istri dan dua orang anak, satu orang pembantu. Sementara keluarga lain di daerah Meulaboh sampai jam ini, saya belum dapat menerima kabar apa pun sedikit pun tentang mereka. RN: Juga tidak ada hubungan telpon misalnya Pak dengan handphone? Risman: Tidak ada hubungan telpon. Hubungan telpon rumah tidak ada. Hubungan handphone juga tidak ada. RN: Kapan Bapak bisa ke Banda Aceh? Bapak sudah memesan karcis bis dan sebagainya? Risman: Tadi saya mencoba mencari bis, tapi tidak ada lagi tempat, karena sudah penuh. Jadi saya sedang berusaha untuk mencari jalur-jalur lain. Sementara penerbangan pesawat untuk besok pagi juga belum ada kepastian. Apakah mereka bisa terbang atau tidak. Demikian Risman kepada Radio Nederland. * BENCANA DAHSYAT DI ACEH Sampai saat ini hubungan komunikasi di Aceh belum pulih sepenuhnya walaupun sudah tidak separah kemarin, ketika terjadi gempa bumi yang disusul gelombang pasang melanda wilayah itu. Air yang mencapai ketinggian lima meter menenggelamkan dan menyapu rumah-rumah penduduk di tepi pantai. Berikut Tia, seorang mahasiswi di Lhokseumawe menceritakan tentang peristiwa Minggu pagi itu. Tia: Karena gelombang air laut yang pasang, maka rumah-rumah dekat pantai banyak yang tenggelam, hanyut. Radio Nederland [RN]: Sejauh yang Tia ketahui, daerah-daerah mana saja yang paling parah terkena gelombang pasang ini? Tia: Daerah timur dari Lhokseumawe, mulai dari Bayu, Gedong, sampai Panten Labu daerah pedalamannya. Kecamatan Muara Batu, Meraksa, daerah Prumane. RN: Dari berita yang anda ketahui, bagaimana bantuan terhadap para korban? Tia: Tadi dapat informasi bahwa bantua sedang didistribusikan kepada para korban. Cuma banyak juga korban yang hilang belum dapat ditemukan, masih dalam proses pencarian. Banyak juga korban yang sudah meninggal, belum dapat pelayanan khusus begitu. RN: Dari yang anda ketahui, jumlah korban meninggal sejauh ini berapa? Tia: Tadi malam, jumlahnya 619 jiwa. Cuma untuk sampai saat ini, diinformasikan bertambah lagi, bisa mencapai ribuan. RN: Kemarin, terjadinya jam berapa? Tia: Sekitar pukul delapan kurang lima menit, mulai agak kencang begitu ya. Memang rada-rada lama gempanya. Kami pendudukpun langsung mengungsi ke luar rumah untuk gabung di jalanan, di lapangan. Yang bikin parah karena disusul oleh gelombang laut itu. Tiba-tiba airnya pasang. RN: Apakah air juga sampai ke kota Lhokseumawe sendiri? Tia: Sampai ke kotanya, tapi mungkin hanya sekitar setengah meter, begitu. RN: Bagaimana warga menanggapi gempa yang disusul air pasang ini? Tia: Syok ya, trauma karena di luar perkiraan. Nggak menyangka sehebat ini gempanya. RN: Penduduk di Lhoksemauwe sendiri, apakah mereka sekarang mengungsi? Tia: Sebagian besar memang yang tempat tinggalnya di pinggiran laut, itu memang mengungsi semua, ke kota Lhoksemauwenya karena memang sudah diberi imbauan beberapa hari ini tidak balik ke rumah masing-masing dulu karena takut nanti adanya gempa susulan karena gelombang airnya pasang, surut, pasang, surut. RN: Kemarin, sesudah gempa bumi dan sebelum datangnya gelombang pasang, apakah ada pengumuman bahwa gelombang pasang akan datang? Tia: Tidak ada, imbauan itu diberikan setelah air naik ke darat. Dari situ memang masayrakat baru heboh karena memang tidak menyangka bakal pasang. Airnya setinggi sampai lima meter. Atap-atap rumah penduduk langsung tenggelam. Demikian Tia, mahasiswi di Lhoksemauwe Sejauh ini, jumlah korban tewas mencapai di atas 4000. Di Aceh Utara saja, korban yang sudah diketahui berjumlah 600an. Palang Merah Internasional cabang Aceh Utara telah mengevakuasi penduduk dari sembilan titik bencana. Mereka sangat membutuhkan air minum dan tenda, di samping darah, alat transfusi darah, perahu, dsb. Berikut penjelasan Fahruzi, koordinator bantuan bencana dari PMI Aceh Utara. Fahruzi: Sementara ini di Bayu dan Senudun daerah Prumane, Tanah Pasir dan seluruh wilayah sembilan titik kecamatan itu kami evakuasi semua. Jadi jumlah yang kami dapat itu untuk sementara 619 orang pada pukul 12 malam. Radio Nederland [RN]: Itu jumlah yang meninggal dunia? Fahruzi: Yang meninggal dunia. Dan itu belum kami sambung pagi harinya. Dan kami sekarang sudah berangkat untuk kesembilan titik itu menuju ke seluruh daerah. Itu di Aceh Utara saja lho. Kita belum tahu apakah nanti akan bertambah jumlahnya, atau bagaimana. Yang pasti kami sudah bergerak. Tapi sejauh ini ada sedikit bantuan dari manajer Aqua Medan sebanyak 1 ton air. Untuk sementara ini mereka tetap membutuhkan minuman. Dan tenda, karena jumlah pengungsi sepertinya tambah banyak. RN: Berapa jumlah pengungsi sampai saat ini? Fahruzi: Informasi untuk hubungan terakhir kembali ke kami, ini belum kami dapat dari mereka semua. Pukul enam baru kita kumpul bersama mereka semua di sini. Baru kita tahu berapa jumlah berapa pengungsi dan apa-apa yang perlu kami beri bantuan kepada mereka semua. Jadi memang untuk sekarang ini kami masih sama-sama kontak begitu dan menunggu informasi dari mereka semua. RN: Seberapa luas kerusakan yang terjadi akibat bencana kemarin? Fahruzi: Untuk di Lhokseumawe ini luar biasa. Memang pada pukul 8.00 mulai tanda-tanda gempa bumi. Sudah mulai nampak ada gempa bumi sampai tingkat getaran tinggi. Setelah itu tak lama kemudian air laut ini dikatakan sudah mulai turun ke belakang. Sudah turun hampir-hampir mencapai dua kilo(meter) jauhnya. Jadi nampak sekali memang dataran laut itu mengering. Tak lama kemudian air itu naik, naik, naik sampai ke batas lebih daripada dataran pantai itu menuju daratan. Ditambah dengan angin kencang. Tapi dia memang tidak merata, ada daerah yang memang terlindungi walaupun di tepi pantai. RN: Kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh para petugas bantuan? Fahruzi: Kalau untuk tim evakuasi ini, kesulitannya sarana-sarana bantuan pendukung yang kami sangat butuhkan. Seperti alat-alat transfusi darah, bed darah, ambulans, perahu, infus set, alat-alat pendukung kesehatan lainnya. Itu kami sangat perlu sekali. Karena apalagi setelah ini kemungkinan, biasanya dalam satu minggu ini sudah bergejala penyakit. Obat-obatan lagi yang harus diterjunkan. Memang sangat luar biasa. RN: Mereka yang meninggal, bagaimana dengan penanganan jenazah mereka saat ini? Fahruzi: Untuk saat ini kita belum dapat keputusan dari pertemuan dengan pimpinan semua. Tetapi yang lebih utama adalah mengevakuasi dahulu. Mengambil semua-semua yang kira harus diselamatkan, lalu dikuburkan. Untuk data itu yang terpenting. Nanti ada tim khusus mungkin menangani masalah ini. RN: Namun kalau mereka yang meninggal itu, dan juga karena sudah terkena air laut, kondisinya sudah tidak bagus lagi kalau dibiarkan begitu saja. Itu bisa juga berdampak terhadap wabah penyakit? Fahruzi: Benar sekali. Jadi untuk jenazah-jenazah yang memang sudah lama seperti biasa kami bawa ke rumah sakit umum. RN: Kalau dari segi SDM para petugas bantuan mencukupi tidak pak? Fahruzi: Kalau tenaganya terus terang kami kurang. Dan kita ini memang sangat membutuhkan tenaga. Kami sanagt mengharapkan sekali belas kasihan dan bantuan. Apa saja yang kira-kira sanggup diberikan apa adanya. Demikian Fahruzi, koordinator bantuan bencana dari PMI Aceh Utara. * KOTA BANDA ACEH LUMPUH TOTAL Banda Aceh merupakan salah satu kota yang paling parah menanggung dampak gempa dan gelombang pasang hari Minggu lalu. Di sini juga dilaporkan jumlah korban terbesar. Kota tersebut lumpuh total. Gedung-gedung hancur, listrik mati dan saluran komunikasi terputus. Ini semua mempersulit upaya pemberian bantuan, terutama penyampaian informasi kepada penduduk. Demikian penjelasan Sekjen Palang Merah Indonesia, Iyang Sukandar. Iyang Sukandar [IS]: Situasi di Banda Aceh sangat buruk. Bisa dikatakan kotanya lumpuh dan pemerintahnya lumpuh karena kantor gubernur pemerintah daerah rusak total. Kantor Palang Merah Indonesia di sana juga rusak, termasuk kendaraan-kendaraannya. Telepon juga putus. Listriknya juga rusak sehingga gelap gulita di sana. Mereka tidak bisa lihat televisi, tidak bisa dengarkan radio, instruksi-instruksi. Betul-betul kolaps di sana. Ribuan korban masih dievakuasi dan malam ini akan dilakukan penguburan masal di Banda Aceh. Internal antara warga juga sulit karena mereka takut bepergian ke tempat-tempat lain. Saya menerima laporan, mereka mengatakan sangat kuatir dengan situasi sekarang karena makanan makin lama makin berkurang. Radio Nederland [RN]: Melihat sulitnya keadaan, lalu bagaimana jalannya pengoperasian bantuan ini? IS: Pemerintah sudah menentukan ada empat pos penampungan bantuan. Satu di Jakarta, di lapangan terbang. Yang mau memberi bantuan bisa mengirim ke Halim Perdana Kusuma sehingga kalau banyak kita kirim dengan kapal laut. Kedua, di Medan. Orang bisa menyumbang melalui Medan, bisa kirim dari Jakarta langsung ke Medan. Kemudian orang juga bisa kirim langsung ke Banda Aceh karena pesawat masih bisa landing. Kemudian yang keempat, orang bisa mengirim bantuan melalui Lhokseumawe. Jadi ada empat titik penampungan bantuan supaya mempermudah bantuan disalurkan ke masyarakat. Yang terpenting sekarang itu juga sanitasi. Sanitasi buruk karena air dari laut menerjang kota sehingga terendam air. Banyak barang rusak, sumur-sumur terendam air sehingga menjadi masalah. Ini problem utama sanitasi. Kemudian orang banyak yang trauma. Ini hal yang sangat memprihatinkan. Pemerintah sekuat tenaga terus mengkoordinir bantuan. RN: Komunikasi telepon ke daerah-daerah bencana terputus, khususnya ke Banda Aceh. Tetapi bagaimana dengan jalan darat? IS: Dari Medan, jalan darat bisa ke Lhokseumawe. Kami mengirim bantuan dari Medan melalui Lhokseumawe. Tapi ada beberapa hambatannya kalau dari Lhokseumawe ke Banda Aceh karena banyak jalan yang terputus karena gempa itu. Juga menjadi masalah adalah mengkoordinir masyarakat yang sedang panik tapi alat komunikasi lumpuh. Inilah yang menjadi masalah. Mengkoordinir dan menginstruksikan mereka sangat sulit dilakukan oleh tim-tim bantuan yang ada di sana. Kamipun punya 800 relawan, tapi sangat sulit untuk saling berkoordinasi, meskipun di Banda Aceh. Dari satu kecamatan ke kecamatan lain juga sulit untuk berhubungan. Ini yang menjadi kendala bagi kami di sana. RN: Penduduk Banda Aceh sendiri, apakah mereka sekarang sudah diungsikan atau tetap berada di sana? IS: Jadi mereka sedang mengungsi sendiri ke tempat-tempat yang lebih tinggi karena ada isu katanya mau datang lagi gelombang pasang. Makanya memerlukan informasi yang akurat dari radio, tapi mereka tidak punya baterai sedangkan listrik mati. Jadi sulit untuk mendengarkan instruksi-instruksi yang diberikan oleh Posko. Demikian Sekjen Palang Merah Indonesia, Iyang Sukandar. * INDONESIA BELUM MAMPU BERI PERINGATAN DINI BAHAYA TSUNAMI Intro: Sepanjang Pulau Sumatra sampai Myanmar terdapat palung yang dalam. Inilah sumber gempa laut yang Ahad lalu menghantam Sumatra sampai Srilangka, termasuk India, Thailand dan Malaysia. Gempa yang terjadi di palung Sumatra itu kemudian menyebabkan gelombang pasang tinggi yang disebut tsunami. Sekarang ketika terjadi rangkaian gempa laut susulan dikhawatirkan akan disusul oleh tsunami juga. Berikut penjelasan Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung: Danny Hilman Natawidjaja [DHN]: Tsunami itu memang biasa berasosiasi dengan gempa di bawah laut. Gempa itu kan ada pergerakan, dasar lautnya bergerak. Kalau dasar lautnya bergerak, berarti kan gelombang laut di atasnya akan terganggu. Nah itu yang menimbulkan tsunami. Terus hal-hal lain yang menimbulkan tsunami ya topografi di bawah lautnya. Biasanya tsunaminya di perairan laut yang dalam. Sepanjang gelombangnya besar, tapi amplitudanya lebih kecil begitu ya. Nah begitu dia mendekati pantai yang lebih dangkal, panjang gelombangnya memendek, amplitudanya yang membesar. Maka yang disebut tsunami run up itu jadi lebih besar ke atas. Makanya yang di pantai itu yang gelombangnya besar, gitu ya. Nah, karena gempa subduksi ini yaitu memang dia menimbulkan tsunami. Hal lain yang bisa menimbulkan tsunami, dari gempa ini dia bisa menimbulkan banyak landslide (tanah longsor, red.) di bawah laut. Itu kan di sepanjang Sumatra itu ada palung. Sepanjang Sumatra sampai ke Myanmar. Itu kan palung dalam. Nah kalau ada gempa itu bisa banyak pergeseran tanah di bawah permukaan laut, itu juga bisa mengganggu gelombang laut di atasnya sehingga menimbulkan tsunami. Radio Nederland [RN]: Tadi bapak menyebut soal gempa susulan, nah apakah gempa susulan ini bisa juga menimbulkan tsunami-tsunami yang lainnya? DHN: Ya besarnya tsunami pasti berhubungan dengan besarnya gempa. Jadi makin besar gempanya makin besar pergerakannya, tentu makin besar tsunaminya. Meskipun ada faktor yang sekunder lainnya, kalau ada landslide, biarpun gempanya tidak terlalu besar, tapi kalau landslidenya besar, bisa jadi besar juga begitu yah. Biasanya gempa susulan itu skalanya satu sampai dua skala lebih rendah dari utamanya. Jadi kalau skala utamanya 9, after shocknya bisa sampai 8 memang, maksimal ya. Meskipun kita lihat dari rekaman kemarin itu, yang ada gempa susulannya mencapai 6 sampai 7. Biasanya yang paling banyak gempa susulannya itu memang konsentrasinya tiga hari sampai gempa. Itu yang paling banyak, tuh. Setelah itu dia menurun drastis. Walaupun demikian kita tidak bisa menghapus kemungkinan seminggu lagi ada gempa susulan yang delapan, bisa saja. Apa gempa yang disertai tsunami bisa saja. Meskipun tentunya kemungkinan besar tidak akan sebesar yang sekarang. RN: Itu apakah tidak ada sistem peringatan awal begitu, sehingga orang akan tahu, o ya ini akan ada susulan, berarti akan ada tsunami lagi begitu? DHN: Saya pikir akan sangat susah untuk sekarang ini ya kita bisa memprediksi secara tepat demikian. Misalnya dalam seminggu ini akan ada tsunami lagi dengan besar sekian, karena ketidakkemungkinannya itu cukup besar. Dan kita harus berhitung cepat sekali kan? Terus juga kendala lainnya karena kita tidak punya alat monitoring di sana. Sampai sekarang kita enggak punya alat dts, tidak punya alat seismograf, terus untuk peringatan itunya kita harus berdasarkan apa? Hal itu bisa dilakukan kalau kita sudah mempunyai peralatan yang cukup untuk bahannya. RN: Indonesia tampaknya memang berada di banyak garis patahan bumi, sebenarnya di mana kita harus melakukan monitoring? DHN: Ya, pertama kita harus lebih mengenal sumber-sumber gempanya. Artinya kita harus menggalakkan penelitian gempa yang lebih intensif lagi. Karena sampai saat ini di Indonesia sangat-sangat minim. Ahlinya masih belum banyak, begitu ya. Seperti di Sumatra ini untuk ke depannya kita harus lebih mewaspadai sumber-sumber gempa besar yang Selatannya. Seperti yang di bawah Siberut, di bawah Pagai Selatan, Pagai Utara. Itu kan kalau kita lihat sejarah gempanya di Selatan pun sudah terjadi banyak gempa besar. Seperti di kepulauan Pagai itu yang di atasnya Bengkulu itu, tahun 1833 sudah terjadi gempa dengan magnitude yang sama dengan yang sekarang. Dan itu menimbulkan tsunami yang menyapu hampir seluruh pantai Sumatra waktu itu. Itu tahun 1833. Waktu itu kan penduduk masih belum banyak, infrastuktur masih belum banyak. Jadi kalau gempa yang seperti itu terjadi lagi di masa datang, maka itu efeknya akan lebih fatal begitu. Di atasnya lagi ada pulau Nias itu, di Nias itu ada juga satu sumber gempa besar yang lain dengan gempa sekarang. Itu terjadi gempa besar terakhir tahun 1861. Itu magnitudenya sekitar 8,5 pada skala Richter. Artinya hampir sama dengan yang sekarang juga. Nah terus dari penelitian kami tiap sumber gempa itu kan ada periode ulangnya. Tergangtung dari kecepatan gerak lempengnya itu. Nah, periode ulangnya itu, sekitar 200 sampai 300 tahunan begitu. Kasarnya begitu. Jadi kalau kita melihat waktu dari gempa terakhir ini yang 1833, yang 1861, apalagi yang sumber gempa di pulau Siberut, malah selama 300 tahun belum ada gempa besar. Artinya lebih potensial lagi untuk ada gempa. Jadi boleh dikatakan di Selatannya gempa yang sekarang paling tidak ada tiga sumber gempa besar yang sangat potensial untuk masa yang akan datang. Dan itu yang harus diwaspadai. Demikian Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
