--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 28 Desember 2004 15:50 UTC ** AKSI BANTUAN BESAR-BESARAN DI ASIA ** AUSTRALIA HENDAKI SISTIM PERINGATAN GEMPA DI SAMUDRA HINDIA ** SERANGAN TERHADAP KANTOR POLISI DI TIKRIT ** TOPIK PERS: MENCARI SANAK KELUARGA YANG HILANG ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 70% KOTA BANDA ACEH HANCUR DENGAN JENAZAH TERGELETAK DI MANA-MANA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ULURAN TANGAN LSM BELANDA KEPADA ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: UNTUK KOORDINASI BANTUAN ASING: ACEH PERLU PENAGGUNG JAWAB TERTINGGI * AKSI BANTUAN BESAR-BESARAN DI ASIA Aksi pemberian bantuan besar-besaran sedang berlangsung di Asia Tenggara, dua hari sesudah gempa dan tsunami yang menghancurkan berbagai tempat. Ratusan kapal, helikopter, dan pesawat udara dikerahkan untuk membawa korban cedera ke rumah sakit dan mengevakuasi wisatawan. Korban-korban dikuburkan secara masal sedangkan hewan-hewan dihancurkan untuk mencegah wabah penyakit. Menurut koordinator PBB urusan bantuan Jan Egeland, seluruh operasi serta pemulihan di daerah-daerah bencana akan membutuhkan milyaran dolar. Sehubungan dengan keadaan darurat itu, maka PBB telah mendapat ijin untuk memasuki Aceh, yang selama ini tertutup untuk orang asing karena perang. Diperkirakan sekitar 25 ribu orang tewas di Aceh. Jumlah korban tewas di negara-negara sekitar Samudra Hindia diperkirakan akan mencapai 45 ribu orang. Di samping Indonesia, Sri Lanka dan India juga sangat menderita akibat tsunami Minggu lalu itu. Di Thailand, banyak wisatawan asing yang menjadi korban. Di sepanjang pantai Khao Lak, para petugas menemukan 770 mayat. Tsunami ini juga meminta korban di Somalia, Afrika Timur. * AUSTRALIA HENDAKI SISTIM PERINGATAN GEMPA DI SAMUDRA HINDIA Australia ingin membangun sistim peringatan gempa bumi di laut dan tsunami bagi negara-negara sekitar Samudra Hindia. Menurut Menlu Alexander Downer, peluang untuk menyelematkan jiwa manusia di masa mendatang harus dimanfaatkan. Ia akan segera menghubungi negara-negara bersangkutan untuk membahas pengoperasian sistim seperti itu. Di Samudra Pasifik sudah ada sistim peringatan untuk itu. Pangkalan dari sistim tersebut yang berada di Hawaii juga mendeteksi gempa bumi yang terjadi Minggu lalu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak adanya sistim peringatan di Asia Tenggara. Menurut seorang pakar geofisika Amerika, banyak jiwa akan bisa diselamatkan apabila ada sistim peringatan itu. Thailand telah mengumumkan penyelidikan mengapa masayarakat tidak diberitahu secara dini mengenai gempa tersebut. * SERANGAN TERHADAP KANTOR POLISI DI TIKRIT Dalam serangan terhadap sebuah kantor polisi di Tikrit, Irak, sebanyak 13 perwira polisi tewas. Para pemberontak Irak menyerang pos-pos polisi pada pagi hari. Menurut seorang saksi mata, mereka dilengkapi dengan senjata berat. Kantor-kantor polisi di sekitar Tikrit juga diserang. Sedikitnya empat orang tewas. Para polisi, yang dididik oleh Amerika Serikat itu, dianggap sebagai pengkhianat oleh para pemberontak. Di Bagdad, berlangsung serangan bom mobil terhadap seorang jendral Garda Nasional Irak. Sang jendral itu sendiri selamat tapi sebanyak enam orang di sekitarnya luka-luka. * PEMIMPIN AL QAEDA SERUKAN BOIKOT PEMILU IRAK Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden kembali menyampaikan pesan dalam rekaman video yang ditayangkan oleh pemancar televisi Arab Al Jazeera. Bin Laden mengimbau penduduk Irak untuk memboikot pemilu mendatang. Ia juga memuji serangan baru-baru ini terhadap pasukan Amerika dan pemerintah interim Irak. Yang mencolok, Bin Laden menyebut tokoh teroris Abu Musab al-Zarqawi sebagai pemimpin al-Qaeda di Irak. Kelompok al-Zarqawi ini bertanggungjawab atas berbagai serangan berdarah dan penyanderaan. Para petugas dinas intelijens Amerika mengatakan bahwa suara dalam rekaman itu kemungkinan besar adalah suara Bin Laden. * BARAT SAMBUT BAIK HASIL PEMILU PRESIDEN UKRAINA Negara-negara Barat menyambut baik hasil sementara pemilu presiden di Ukraina. Dengan hampir semua suara dihitung, pemimpin opsosisi Viktor Yuschenko mengantongi 52 persen suara sedangkan pesaingnya Viktor Yanukovich meraih 44 persen. Jumlah pengguna suara mencapai 77 persen. Uni Eropa menyatakan harapan untuk menyaksikan tahap baru dari perkembangan di Ukraina. Sedangkan Menlu Amerika Serikat Colin Powell menyebut pemilu itu bebas dan jujur. Menurut Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, putaran pemilihan terakhir ini berjalan lebih demokratis dibandingkan putaran pemilihan sebelumnya. Calon presiden Yanukovich menolak untuk mengakui kekalahan berdasar hasil sementara ini. Ia akan mengajukan protes ke Mahkamah Agung. Apabila komisi pemilihan nasional telah mengumumkan hasil akhirnya, maka Yanukovich memiliki waktu satu pekan untuk mengajukan keberatannya kepada Mahkamah. * PERUBAHAN TIPIS DI BURSA EROPA Bursa-bursa Eropa memulai perdaganagn hari ini dengan perubahan tipis. Di Amsterdam, indeks AEX dibuka sepersepuluh persen lebih rendah pada 348. Bursa Paris tidak mengalami perubahaan. Sedangkan bursa di London masih tutup. Bursa Tokyo ditutup dengan setengah persen keuntungan pada 11424. Terutama sektor perbankan yang diuntungkan. Nilai tukar Euro tercatat $1, 3625 * MENCARI SANAK KELUARGA YANG HILANG Dua hari sesudah gempa bumi dan tsunami terdahsyat dalam 40 tahun terakhir, mereka yang masih hidup berupaya mencari sanak keluarga dan teman yang hilang dengan memeriksa deretan mayat-mayat, baik di rumah sakit, jalan, dan tempat-tempat lain. Demikian diberitakan surat kabar International Herald Tribune dan Algemeen Dagblad. Bau menyengat tercium di kota Banda Aceh. Jalan-jalan di kota itu penuh dengan mayat yang mulai membusuk, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sedangkan para petugas bantuan berupaya menurunkan mayat-mayat yang tersangkut di pohon-pohon dan atap-atap rumah. Kota Banda Aceh luluh lantak akibat gempa bumi dan gelombang dahsyat yang menerpa kota itu Minggu lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, jumlah korban di kota itu bisa mencapai sepuluh ribu jiwa, yaitu dua kali lipat dari jumlah korban yang diperkirakan sekarang. Mungkin, perkiraan wapres itu benar, melihat banyaknya korban yang tergeletak di jalan-jalan serta jumlah orang yang masih hilang. 'Di mana anak-anakku?', tanya seorang ibu yang kehilangan 11 anaknya dengan menangis histeris. 'Mengapa ini menimpa saya? Saya kehilangan semuanya'. Kata ibu tersebut, yang tidak saja kehilangan anak-anak tapi juga seluruh harta bendanya. Di pasar Banda Aceh, ratusan mayat yang telah membengkak ditutup dengan plastik-plastik warna oranye. Sementara di salah satu jalan, terdapat sepuluh mayat anak-anak dan lima orang dewasa, sebagian tertimbun kayu-kayu. Banda Aceh yang memiliki 400 ribu penduduk itu sekarang telah berubah menjadi puing-puing. Sementara di luar kota, para petugas masih belum mampu mencapai pulau-pulau yang terpencil. Air minum, makanan, dan bahan bakar sudah semakin sulit didapati. PBB telah memperingatkan bahaya wabah penyakit dalam beberapa hari apabila sistim kesehatan tidak bisa mengatasi situasi ini. Dan dampaknya akan bisa separah tsunami itu sendiri. PBB mengatakan mereka telah menawarkan untuk mengirim tim penanggulangan bencana ke Aceh, yang selama ini tertutup untuk pekerja bantuan asing karena perang. Namun pemerintah mengatakan bahwa Aceh akan dibuka untuk pekerja asing Rabu besok. Demikian dikatakan seorang pejabat pemerintah seperti dikutip oleh International Herald Tribune. Sementara itu, surat kabar Algemeen Dagblaad melaporkan bahwa tentara mengimbau Gerakan Aceh Merdeka untuk melakukan gencatan senjata sepihak untuk memberi kesempatan kepada kedua pihak dalam membantu korban, seperti dikatakan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Sebaliknya, seperti diberitakan International Herald Tribune, GAM melalui pemimpinnya di Swedia Mahmud Malik juga menyatakan gencatan sepihak. Demikian pers kali ini. * 70% KOTA BANDA ACEH HANCUR DENGAN JENAZAH TERGELETAK DI MANA-MANA Intro: Baru hari ini Banda Aceh bisa dihubungi per telpon. Dan berita yang didengar dari sana sungguh menyedihkan. Ibukota propinsi itu luluh lantak. Berikut penuturan dua orang warga Aceh. Pertama Risman yang melalui telpon satelit menuturkan bagaimana kota ini sudah berubah total. Risman Di lain pihak, Martha Patahan, warga Banda Aceh menuturkan 70% kota Banda Aceh hancur. Sampai sekarang mayat-mayat masih bergelimpangan, sementara mereka yang cedera harus mengobati diri sendiri. Penduduk terpaksa menjarah toko-toko untuk mendapatkan makanan dan mengambil bensin dari mobil-mobil yang rusak, karena bantuan pemerintah untuk para pengungsi datang tersendat. Lebih jauh berikut Martha Patahan: Martha Patahan: Habis, hancur. Dari pesisir pantai semua habis. Banyak mayat semua bergelimpangan. Yang di kota Banda Aceh, hancur. Pangdam, polda semua hancur, pusat kota yang dekat dengan pesisir pantai. Tapi kok daerah yang pinggiran ke arah TVRI, Matai, Ketapang nah itu tidak apa-apa. Kalau ini semua rata, habis. Pusat pasar yang di kota hancur, habis. Radio Nederland: Sampai saat ini bagaimana proses pmberian bantuan? MP: Kalau bantuan tadi katanya baru sampai ada sebagian. Waktu hari yang pertama belum ada bantuan. Sama kami belum ada yang di daerah pengungsian, daerah Ketapang belum ada. Daerah Kuta Alam juga belum ada. RN: Apakah masih ada makanan, obat-obatan untuk beberapa hari? MP: Obat-obatan yang untuk saudara kami saja pun tidak dapat lagi. Hanya dibagi alkohol saja, suruh siram sendiri, obati sendiri. Abis itu makanan tidak ada, sekarang sudah sistim bongkar toko. RN: Lalu bantuan dari pemerintah bagaimana Bu? MP: Itu kita nggak tahu. Karena kita sudah sibuk semua periksa mayat-mayat. Kita tidak lihat lagi bantuan itu. Tapi yang jelas kami belum dapat bantuan. Entah mungkin dalam proses dijalan. Tidak tahu ya. RN: Lalu sampai saat ini berapa orang yang meninggal dunia? MP: Aduh nggak bisa dihitung. Tidak bisa dihitung. Hampir 70% penduduk. 11 ribu, tadi berita terakhir 11 ribu. Itu yang sudah terdapat. Yang belum masih banyak lagi tergeletak mayat di jalan. RN: Tentang pengungsi bu, berapa banyak orang yang mengungsi dan mereka itu ada di mana sekarang? MP: Hampir seluruh Banda Aceh keluar dari rumah. Yang paling banyak sekarang itu di bandara, arah Barat. Kemudian di TVRI arah Ketapang. Karena mayat semua di jalan, dan tidak ada lagi makanan. Semua masih bergeletak dan sudah emmbusuk. RN: Keadaan para pengungsi, apakah mereka masih punya makanan? Apakah masih ada bahan bakar? Bagaimana cara berkomunikasi sekarang? MP: Bahan bakar tidak ada. Ini baru hari bisa dapat. Saya saja bingung kenapa bisa dapat sinyal dari Nederland ke mari. Kemudian bensin atau bahan bakar juga tidak ada. Sekarang mobil-mobil yang rusak itulah yang diambil bensinnya. Sekarang toko-toko dijarah semua. RN: Lalu dengan rumah sakit bagaimana? Apa itu juga hancur? MP: Kalau rumah sakit ada. Rumah sakit umum masih ada , rumah sakit tentara masih ada, tetapi tidak ada lagi pengobatan . Seperti yang saya bilang tadi, dikasih alkohol tuang sendiri. Luka yang harus dijahit tak bisa dijahit lagi, karena pada saat kejadian hari libur. Jadi tidak ada dokter yabg stand-by di rumah sakit. Masing-masing lrawat sendirilah. Yang punya keluarga rawat. Punya saudara yang mati pun tidak bisa diurus lagi di rumah sakit, sudah dibiarkan dan sebagian sudah ada yang dikebumikan di kuburan massal. Dan yang masih ada lagi rumah sakit umum cuma sudah penuh dengan mayat. RN: Lalu bantuan PMI, posko yang didirikan bagaimana? MP: Posko-posko itu makan seadanya dan TNI semua hancur. Semua habis laskar mereka. Kalau TNI bisa datang dari Jakarta menolong, boleh. Sekarang kemarin saja ada mayat saya minta tolong sama PM (polisi militer), saya bilang tolong angkat ini, dia melarikan diri. Tidak mau menggangkat. Bayangkan saja itu, sudah seperti itu mereka menyelamatkan diri masing-masing. RN: Kemana mereka bu? MP: Ada sebagian yang masih bergerak. Tapi yang sudah dekat dengan, kayak pangdam apa kan hancur semua itu. Karena juga tidak sempat menyelamatkan diri. RN: Jadi banyak juga tentara yang meninggal dunia? MP: Tentara yang di daerah pantai semua mati. Tidak ada lagi yang hidup. Yang di Krueng Raya yang latihan. Yang di pesisir pantai yang untuk jaga GAM itu semua habis. Yang penting datang ke sana untuk memberi bantuan.Bawa beras, bawa air minum karena air minum kini sudah tercemar dengan mayat. RN: Tetapi kami melihat gambar-gambar seperti yang di CNN, ada yang berbaris menunggu beras dibagi-bagikan, itu di Banda Aceh itu di mana? MP: Di daerah sekitar Bundaran Surabaya yang sudah ke arah Medan. Ke sana itu semua kita lagi. Ada yang digedung-gedung sosial. Itu hanya sekedar saja yang tersorot. Kalau bisa mereka mau sorot sampai ke daerah yang memang sudah gawat, di situlah baru melihatan tidak ada bantuan sama sekali. Kalau bisa tim medis juga datang. Jangan hanya bantuan makanan. Karena bantuan makanan bisa saja diambil sama orang yang butuh. Karena sekarang sisitimnya ngak peduli sama siapa, yang penting saya bisa makan. Demikian Martha Patahan. * ULURAN TANGAN LSM BELANDA KEPADA ACEH Sejumlah organisasi kemanusiaan Belanda sudah mulai mengkoordinasikan bantuan ke Aceh. Bekerjasama dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia, dua LSM Belanda ICCO serta KerkinActie, membentuk tim medis lokal yang segera dikirim ke Banda Aceh. Bantuan darurat pertama yang direncanakan adalah makanan, obat-obat, tenda dan tenaga perawat. Ikuti keterangan Feije Duim dari ICCO di Belanda: Feije Duim [FD]: Kami memang sebagai organisasi, ICCO dan KerkinActie, sudah sejak kemarin pagi ada pertemuan krisis untuk melihat situasi dan lihat apa yang dibuat dalam berbagai negara. Terutama juga Aceh dengan daerahnya Aceh, Nias dan lain sebagainya. Situasi sangat memprihatinkan. Jadi kami juga hubungan langsung dengan beberapa LSM di Jakarta yang dikoordinir oleh Yayasan Tanggul Bencana dari Persekutuan Gereja-geraja di Indonesia, anggota ACT Action of Churches Together. Itu satu organisasi boleh dikatakan di seluruh dunia, di bawah Dewan Gereja-gereja Sedunia dengan setiap negara ada lembaga-lembag yang semacam anggota dari network itu. Jadi kami kerjasama dengan mereka. Besok mau masuk Aceh, kerjasama dengan LSM lain. Dengan empat posko di Aceh. Dengan handphone segala macam untuk memulai melihat situasi dan apa yang bisa dibuat. Jadi sedang jalan, boleh dikatakan. Tapi sekarang kami masih dalam taraf untuk mengumpulkan informasi-informasi dari Indonesia pun, dari Aceh pun untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai situasi dan apa yang bisa dibuat di sana. Radio Nederland [RN]: Karena kami beberapa kali berhubungan dengan warga Banda Aceh sendiri, mereka sangat membutuhkan obat-obatan. FD: Ya jelas. RN: Sekarang aksi yang paling cepat yang bisa dilakukan itu apa? FD: Yang kami membuat pertama-tama itu untuk mengirim orang. Untuk melihat, mereka juga langsung berhubungan dengan Jakarta untuk kirim kebutuhan akan obat dan lain sebagainya. Tapi itu dalam hari-hari berikut. Karena mereka harus di tempat dulu. Mungkin mereka bawa sedikit persiapan tapi pasti tidak terlalu banyak. Dan kebutuhannya banyak sekali, dan harus juga koordinasi dengan kelompok-kelompok lain. Organisasi-organisasi lain, juga yang besar, yang dari OCHA dan yang lain sebagainya. Yang juga bergerak di situ, supaya jangan dobbel tetapi betul-betul saling menolong dan saling menopang. RN: Berapa dana yang disediakan untuk Indonesia? FD: Itu untuk sementara belum begitu jelas. Jadi saya masih menunggu fax. Tapi boleh dikatakan melalui nomor giro 555 di negeri Bealnda, cukup banyak dana yang masuk dan itu dibagi menurut organisasi-organisasi emergency yang ada dan kemudian dilihat. Jadi sebenarnya belum pas dan belum pasti. Terlalu tempo. Tetapi boleh dikatakan banyak dana yang akan mengalir ke situ, juga ke Indonesia. Saya pikir sekurang-kurangnya 50 ribu untuk masa pertama. RN: Organisasi di Belanda ini sudah beberapa kali punya pengalaman dengan para korban tsunami atau gempa bumi. Kebutuhan apa yang nomor satu? FD: Yang nomor satu sekarang itu makanan dan obat-obatan dengan shelter. Jadi shelter itu yang sangat penting, supaya mereka bisa terlindung. Dan perawatan, karena ada banyak yang luka-luka dan macam-macam. Jadi obat itu tidak cukup, tapi juga harus ada perawatan, harus ada dokter dan lain sebagainya. Boleh dikatakan dari gereja-gereja dan lain sebagainya mereka tidak bergerak sendiri, tapi memberi kesempatan justru mendorong dan menolong lsm-lsm di Indonesia dan di Aceh sendiri untuk melakukannya. Karena jangan lupa di Banda Aceh sekarang juga didirikan wadah-wadah yang juga mau mengkordinasikan bantuan kepada masyarakat. Dan itu orang setempat yang lebih tahu masyarakat setempat juga. Jadi itu sangat menolong. Jadi biasanya kami sedikit lain daripada yang lain. Tidak kirim aidworkers sendiri tapi bekerja melalui organisasi-organisasi di Indonesia sendiri yang cukup berpengalaman. Demikian Feije Duim dari KerkinActie di Utrecht, Belanda. * UNTUK KOORDINASI BANTUAN ASING: ACEH PERLU PENAGGUNG JAWAB TERTINGGI Intro: Walau pun Aceh sudah dinyatakan terbuka dan bantuan luar negeri diberitakan sudah berdatangan, tetapi propinsi yang menjadi korban bencana hebat ini tetap menantikan bantuan itu. Masalahnya, demikian kalangan LSM di Jakarta, di Aceh tidak ada otoritas yang dengan tegas mengatur bantuan asing itu. Lebih dari itu, kalangan LSM menuntut supaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan keppres yang menegaskan siapa penanggung jawab tertinggi di Aceh, karena gubernurnya sekarang ditahan. Berikut penjelasan Rafendi Djamin dari Aceh Working Group di Jakarta. Rafendi Djamin [RD]: Saya kira itu informasi mesti diverifikasi. Justru informasi yang saya dapat, bantuan luar negeri yang begitu banyak yang mau masuk, itu banyak mengalami kesulitan, karena ada status birokrasi pemerintahan atau manajemen yang nggak jelas. Kita jangan lupa bahwa Aceh sekarang itu masih dalam status darurat sipil. Berarti penguasa darurat sipil adalah seorang gubernur. Karena gubernurnya lagi kena kasus korupsi, maka dipegang oleh seorang kepala polisi. Nah anda bayangkan, seorang kepala polisi diharuskan mengurus administrasi dan birokrasi. Operasi-operasi yang sifatnya manajerial untuk logistik bantuan seperti ini, jelas tidak ada kemampuannya. Iya kan? Jadi itu dulu yang harus diselesaikan. Harus ada sebuah terobosan baru yang bisa membentuk sebuah sistim di tingkat propinsi Aceh dan di tingkat nasional yang bisa mengelola bantuan-bantuan asing ini. Dalam persoalan bantuan asing inipun, masih belum ada surat yang tegas. Memang SBY mengatakan, bantuan kemanusiaan akan dibuka. Tapi itu kan harus dikeluarkan dalam bentuk surat keputusan. Nah, itu semuanya masih belum jelas sehingga di tingkat lapangan, ada satu informasi bantuan yang tersangkut di pelabuhan, karena tidak ada clearance dari beberapa instansi. Atau masing-masing instansi saling menyalahkan dan saling menunggu. Ini ada suatu masalah yang besar untuk menangani bencana seperti ini. Radio Nederland [RN]: Dengan demikian anda mengharapkan supaya dari Jakarta, Presiden SBY membuat surat keputusan mencabut darurat sipil. Begitu maksudnya? RD: Bentuknya terserahlah. Mungkin bisa dalam bentuk instruksi presiden yang sekaligus mencabut statusnya, misalnya ya. Kemudian memberikan satu payung hukum yang tegas yang bisa mempunyai kemampuan untuk mengkoordinir. Operasi yang paling penting saat ini yaitu operasi bantuan kemanusiaan. RN: Jadi dengan demikian, anda minta ketegasan soal siapa yang sebenarnya paling bertanggung jawab di Aceh karena gubernurnya sekarang kena urusan korupsi. Begitu kan? RD:Betul, betul. Dan itu bukan saya saja. Saya kira pihak luar negri juga bingung. Ini mau membantu, di lapangan kok malah susah karena ada ketidakjelasan seperti itu. Memang bencana itu mengakibatkan komunikasi yang terputus sama sekali. Kita mempunyai beberapa pengalaman dengan teman yang mencoba berangkat ke sana. Itu betul-betul sulit untuk melakukan komunikasi. Bahkan melalui jalur satelitpun juga sulit. RN: Kenapa menurut anda ketegasan soal siapa yang paling bertanggung jawab di Aceh diperlukan sementara wartawan asing sudah masuk ke propinsi ini? RD: Ini nggak bisa dibandingkan dengan masuknya seorang wartawan asing dong. Ini kan mau memasukkan barang dalam jumlah berton-ton, misalnya bantuan tenda, kebutuhan untuk perempuan, kebutuhan untuk anak-anak yang jumlahnya berton-ton itu kan masuk melalui pabean, melalui pelabuhan, melalui kapal udara, melalui laut. Nah itu kan prosedur-prosedur yang harus mempunyai otoritas tertentu yang khusus untuk penanganan bantuan bencana alam di sana. Pemerintah Indonesia itu kan memiliki apa yang disebut sebagai Bakornas, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi. Nah Bakornas ini tidak berjalan, kenapa nggak berjalan? Dalam sistim Bakornas itu dibutuhkan koordinasi dengan pihak yang namanya Satkorlak, Satuan Koordinator Pelaksana Penanggulangan Bencana di tingkat propinsi. Nah Satkorlak itu harus dipimpin seorang gubernur. Nah siapa gubernur di situ? Nggak ada, kan? Yang ada dis situ adalah penguasa dadrurat sipil yang dipegang oleh seoarng perwira polisi, begitu. Nah, ini saja sudah memperlihatkan bahwa kerangkanya itu nggak ada untuk bisa bekerja. Kalau soal wartawan datang ke sana, apalagi wartawan mempunyai kecanggihan-kecanggihan tertentu untuk mendapatkan berita. Saya kira bukan isyu itu. Isunya adalah bagaimana menyalurkan bantuan itu secara efisien dan efektif. Krisisnya bukan main. Informasi yang terakhir, Kodam di sana hanya mempunyai 250 pembungkus mayat, jenazah. Bayangkan, padahal korbannya begitu banyak. Angkanya sudah ribuan. Itu bagaimana?Dalam dua tiga hari ini mulai terjadi proses pembusukan, iya kan? Situasi krisis ini luar biasa yang diperburuk karena tidak adanya kemampuan manajerial karena status darurat sipil ini juga. Demikian Rafendi Djamin dari Aceh Working Group di Jakarta. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
