---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 28 Desember 2004 15:50 UTC



** AKSI BANTUAN BESAR-BESARAN DI ASIA

** AUSTRALIA HENDAKI SISTIM PERINGATAN GEMPA DI SAMUDRA HINDIA

** SERANGAN TERHADAP KANTOR POLISI DI TIKRIT

** TOPIK PERS: MENCARI SANAK KELUARGA YANG HILANG

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 70% KOTA BANDA ACEH HANCUR DENGAN JENAZAH 
TERGELETAK DI MANA-MANA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ULURAN TANGAN LSM BELANDA KEPADA ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: UNTUK KOORDINASI BANTUAN ASING: ACEH PERLU 
PENAGGUNG JAWAB TERTINGGI



* AKSI BANTUAN BESAR-BESARAN DI ASIA

Aksi pemberian bantuan besar-besaran sedang berlangsung di Asia Tenggara, dua 
hari sesudah gempa dan tsunami yang menghancurkan berbagai tempat. Ratusan 
kapal, helikopter, dan pesawat udara dikerahkan untuk membawa korban cedera ke 
rumah sakit dan mengevakuasi wisatawan. Korban-korban dikuburkan secara masal 
sedangkan hewan-hewan dihancurkan untuk mencegah wabah penyakit. Menurut 
koordinator PBB urusan bantuan Jan Egeland, seluruh operasi serta pemulihan di 
daerah-daerah bencana akan membutuhkan milyaran dolar.  Sehubungan dengan 
keadaan darurat itu, maka PBB telah mendapat ijin untuk memasuki Aceh, yang 
selama ini tertutup untuk orang asing karena perang. Diperkirakan sekitar 25 
ribu orang tewas di Aceh. Jumlah korban tewas di negara-negara sekitar Samudra 
Hindia diperkirakan akan mencapai 45 ribu orang. Di samping Indonesia, Sri 
Lanka dan India juga sangat menderita akibat tsunami Minggu lalu itu. Di 
Thailand, banyak wisatawan asing yang menjadi korban. Di sepanjang pantai Khao 
Lak, para petugas menemukan 770 mayat. Tsunami ini juga meminta korban di 
Somalia, Afrika Timur.


* AUSTRALIA HENDAKI SISTIM PERINGATAN GEMPA DI SAMUDRA HINDIA

Australia ingin membangun sistim peringatan gempa bumi di laut dan tsunami bagi 
negara-negara sekitar Samudra Hindia. Menurut Menlu Alexander Downer, peluang 
untuk menyelematkan jiwa manusia di masa mendatang harus dimanfaatkan. Ia akan 
segera menghubungi negara-negara bersangkutan untuk membahas pengoperasian 
sistim seperti itu. Di Samudra Pasifik sudah ada sistim peringatan untuk itu. 
Pangkalan dari sistim tersebut yang berada di Hawaii juga mendeteksi gempa bumi 
yang terjadi Minggu lalu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak 
adanya sistim peringatan di Asia Tenggara. Menurut seorang pakar geofisika 
Amerika, banyak jiwa akan bisa diselamatkan apabila ada sistim peringatan itu. 
Thailand telah mengumumkan penyelidikan mengapa masayarakat tidak diberitahu 
secara dini mengenai gempa tersebut.


* SERANGAN TERHADAP KANTOR POLISI DI TIKRIT

Dalam serangan terhadap sebuah kantor polisi di Tikrit, Irak, sebanyak 13 
perwira polisi tewas. Para pemberontak Irak menyerang pos-pos polisi pada pagi 
hari. Menurut seorang saksi mata, mereka dilengkapi dengan senjata berat. 
Kantor-kantor polisi di sekitar Tikrit juga diserang. Sedikitnya empat orang 
tewas. Para polisi, yang dididik oleh Amerika Serikat itu, dianggap sebagai 
pengkhianat oleh para pemberontak. Di Bagdad, berlangsung serangan bom mobil 
terhadap seorang jendral Garda Nasional Irak. Sang jendral itu sendiri selamat 
tapi sebanyak enam orang di sekitarnya luka-luka.


* PEMIMPIN AL QAEDA SERUKAN BOIKOT PEMILU IRAK

Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden kembali menyampaikan pesan dalam rekaman 
video yang ditayangkan oleh pemancar televisi Arab Al Jazeera. Bin Laden 
mengimbau penduduk Irak untuk memboikot pemilu mendatang. Ia juga memuji 
serangan baru-baru ini terhadap pasukan Amerika dan pemerintah interim Irak. 
Yang mencolok, Bin Laden menyebut tokoh teroris Abu Musab al-Zarqawi sebagai 
pemimpin al-Qaeda di Irak. Kelompok al-Zarqawi ini bertanggungjawab atas 
berbagai serangan berdarah dan penyanderaan. Para petugas dinas intelijens 
Amerika mengatakan bahwa suara dalam rekaman itu kemungkinan besar adalah suara 
Bin Laden.


* BARAT SAMBUT BAIK HASIL PEMILU PRESIDEN UKRAINA

Negara-negara Barat menyambut baik hasil sementara pemilu presiden di Ukraina. 
Dengan hampir semua suara dihitung, pemimpin opsosisi Viktor Yuschenko 
mengantongi 52 persen suara sedangkan pesaingnya Viktor Yanukovich meraih 44 
persen. Jumlah pengguna suara mencapai 77 persen. Uni Eropa menyatakan harapan 
untuk menyaksikan tahap baru dari perkembangan di Ukraina. Sedangkan Menlu 
Amerika Serikat Colin Powell menyebut pemilu itu bebas dan jujur. Menurut 
Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa, putaran pemilihan terakhir ini 
berjalan lebih demokratis dibandingkan putaran pemilihan sebelumnya. Calon 
presiden Yanukovich menolak untuk mengakui kekalahan berdasar hasil sementara 
ini. Ia akan mengajukan protes ke Mahkamah Agung. Apabila komisi pemilihan 
nasional telah mengumumkan hasil akhirnya, maka Yanukovich memiliki waktu satu 
pekan untuk mengajukan keberatannya kepada Mahkamah.


* PERUBAHAN TIPIS DI BURSA EROPA

Bursa-bursa Eropa memulai perdaganagn hari ini dengan  perubahan tipis. Di 
Amsterdam, indeks AEX dibuka sepersepuluh persen lebih rendah pada 348. Bursa 
Paris tidak mengalami perubahaan. Sedangkan bursa di London masih tutup.

Bursa Tokyo ditutup dengan setengah persen keuntungan pada 11424. Terutama 
sektor perbankan yang diuntungkan. 

Nilai tukar Euro tercatat $1, 3625


* MENCARI SANAK KELUARGA YANG HILANG

Dua hari sesudah gempa bumi dan tsunami terdahsyat dalam 40 tahun terakhir, 
mereka yang masih hidup berupaya mencari sanak keluarga dan teman yang hilang 
dengan memeriksa deretan mayat-mayat, baik di rumah sakit, jalan, dan 
tempat-tempat lain. Demikian diberitakan surat kabar International Herald 
Tribune dan Algemeen Dagblad.  

Bau menyengat tercium di kota Banda Aceh. Jalan-jalan di kota itu penuh dengan 
mayat yang mulai membusuk, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sedangkan para 
petugas bantuan berupaya menurunkan mayat-mayat yang tersangkut di pohon-pohon 
dan atap-atap rumah. Kota Banda Aceh luluh lantak akibat gempa bumi dan 
gelombang dahsyat yang menerpa kota itu Minggu lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla 
mengatakan, jumlah korban di kota itu bisa mencapai sepuluh ribu jiwa, yaitu 
dua kali lipat dari jumlah korban yang diperkirakan sekarang. Mungkin, 
perkiraan wapres itu benar, melihat banyaknya korban yang tergeletak di 
jalan-jalan serta jumlah orang yang masih hilang. 

'Di mana anak-anakku?', tanya seorang ibu yang kehilangan 11 anaknya dengan 
menangis histeris. 'Mengapa ini menimpa saya? Saya kehilangan semuanya'. Kata 
ibu tersebut, yang tidak saja kehilangan anak-anak tapi juga seluruh harta 
bendanya. 

Di pasar Banda Aceh, ratusan mayat yang telah membengkak ditutup dengan 
plastik-plastik warna oranye. Sementara di salah satu jalan, terdapat sepuluh 
mayat anak-anak dan lima orang dewasa, sebagian tertimbun kayu-kayu. Banda Aceh 
yang memiliki 400 ribu penduduk itu sekarang telah berubah menjadi puing-puing. 
Sementara di luar kota, para petugas masih belum mampu mencapai pulau-pulau 
yang terpencil. 

Air minum, makanan, dan bahan bakar sudah semakin sulit didapati. PBB telah 
memperingatkan bahaya wabah penyakit dalam beberapa hari apabila sistim 
kesehatan tidak bisa mengatasi situasi ini. Dan dampaknya akan bisa separah 
tsunami itu sendiri. PBB mengatakan mereka telah menawarkan untuk mengirim tim 
penanggulangan bencana ke Aceh, yang selama ini tertutup untuk pekerja bantuan 
asing karena perang.  Namun pemerintah mengatakan bahwa Aceh akan dibuka untuk 
pekerja asing Rabu besok. Demikian dikatakan seorang pejabat pemerintah seperti 
dikutip oleh International Herald Tribune. 

Sementara itu, surat kabar Algemeen Dagblaad melaporkan bahwa tentara mengimbau 
Gerakan Aceh Merdeka untuk melakukan gencatan senjata sepihak untuk memberi 
kesempatan kepada kedua pihak dalam membantu korban, seperti dikatakan Panglima 
TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Sebaliknya, seperti diberitakan International 
Herald Tribune, GAM melalui pemimpinnya di Swedia Mahmud Malik juga menyatakan 
gencatan sepihak.

Demikian pers kali ini.


* 70% KOTA BANDA ACEH HANCUR DENGAN JENAZAH TERGELETAK DI MANA-MANA

Intro: Baru hari ini Banda Aceh bisa dihubungi per telpon. Dan berita yang 
didengar dari sana sungguh menyedihkan. Ibukota propinsi itu luluh lantak. 
Berikut penuturan dua orang warga Aceh. Pertama Risman yang melalui telpon 
satelit menuturkan bagaimana kota ini sudah berubah total.

Risman

Di lain pihak, Martha Patahan, warga Banda Aceh menuturkan 70% kota Banda Aceh 
hancur. Sampai sekarang mayat-mayat masih bergelimpangan, sementara mereka yang 
cedera harus mengobati diri sendiri. Penduduk terpaksa menjarah toko-toko untuk 
mendapatkan makanan dan mengambil bensin dari mobil-mobil yang rusak, karena 
bantuan pemerintah untuk para pengungsi datang tersendat. Lebih jauh berikut 
Martha Patahan:

Martha Patahan: Habis, hancur. Dari pesisir pantai semua habis. Banyak mayat 
semua bergelimpangan. Yang di kota Banda Aceh, hancur. Pangdam, polda semua 
hancur, pusat kota yang dekat dengan pesisir pantai. Tapi kok daerah yang 
pinggiran ke arah TVRI, Matai, Ketapang nah itu tidak apa-apa. Kalau ini semua 
rata, habis. Pusat pasar yang di kota hancur, habis.

Radio Nederland: Sampai saat ini bagaimana proses pmberian bantuan?

MP: Kalau bantuan tadi katanya baru sampai ada sebagian. Waktu hari yang 
pertama belum ada bantuan. Sama kami belum ada yang di daerah pengungsian, 
daerah Ketapang belum ada. Daerah Kuta Alam juga belum ada. 

RN: Apakah masih ada makanan, obat-obatan untuk beberapa hari?

MP: Obat-obatan yang untuk saudara kami saja pun tidak dapat lagi. Hanya dibagi 
alkohol saja, suruh siram sendiri, obati sendiri. Abis itu makanan tidak ada, 
sekarang sudah sistim bongkar toko.

RN: Lalu bantuan dari pemerintah bagaimana Bu?

MP: Itu kita nggak tahu. Karena kita sudah sibuk semua periksa mayat-mayat. 
Kita tidak lihat lagi bantuan itu. Tapi yang jelas kami belum dapat bantuan. 
Entah mungkin dalam proses dijalan. Tidak tahu ya. 

RN: Lalu sampai saat ini berapa orang yang meninggal dunia?

MP: Aduh nggak bisa dihitung. Tidak bisa dihitung. Hampir 70% penduduk. 11 
ribu, tadi berita terakhir 11 ribu. Itu yang sudah terdapat. Yang belum masih 
banyak lagi tergeletak mayat di jalan.

RN: Tentang pengungsi bu, berapa banyak orang yang mengungsi dan mereka itu ada 
di mana sekarang?

MP: Hampir seluruh Banda Aceh keluar dari rumah. Yang paling banyak sekarang 
itu di bandara, arah Barat. Kemudian di TVRI arah Ketapang. Karena mayat semua 
di jalan, dan tidak ada lagi makanan. Semua masih bergeletak dan sudah emmbusuk.

RN: Keadaan para pengungsi, apakah mereka masih punya makanan? Apakah masih ada 
bahan bakar? Bagaimana cara berkomunikasi sekarang?

MP: Bahan bakar tidak ada. Ini baru hari bisa dapat. Saya saja bingung kenapa 
bisa dapat sinyal dari Nederland ke mari. Kemudian bensin atau bahan bakar juga 
tidak ada. Sekarang mobil-mobil yang rusak itulah yang diambil bensinnya. 
Sekarang toko-toko dijarah semua.

RN: Lalu dengan rumah sakit bagaimana? Apa itu juga hancur?

MP: Kalau rumah sakit ada. Rumah sakit umum masih ada , rumah sakit tentara 
masih ada, tetapi tidak ada lagi pengobatan . Seperti yang saya bilang tadi, 
dikasih alkohol tuang sendiri. Luka yang harus dijahit tak bisa dijahit lagi, 
karena pada saat kejadian hari libur. Jadi tidak ada dokter yabg stand-by di 
rumah sakit. Masing-masing lrawat sendirilah. Yang punya keluarga rawat. Punya 
saudara yang mati pun tidak bisa diurus lagi di rumah sakit, sudah dibiarkan 
dan sebagian sudah ada yang dikebumikan di kuburan massal. Dan yang masih ada 
lagi rumah sakit umum cuma sudah penuh dengan mayat. 

RN: Lalu bantuan PMI, posko yang didirikan bagaimana?

MP: Posko-posko itu makan seadanya dan TNI semua hancur. Semua habis laskar 
mereka. Kalau TNI bisa datang dari Jakarta menolong, boleh. Sekarang kemarin 
saja ada mayat saya minta tolong sama PM (polisi militer), saya bilang tolong 
angkat ini, dia melarikan diri. Tidak mau menggangkat. Bayangkan saja itu, 
sudah seperti itu mereka menyelamatkan diri masing-masing. 

RN: Kemana mereka bu?

MP: Ada sebagian yang masih bergerak. Tapi yang sudah dekat dengan, kayak 
pangdam apa kan hancur semua itu. Karena juga tidak sempat menyelamatkan diri. 

RN: Jadi banyak juga tentara yang meninggal dunia?

MP: Tentara yang di daerah pantai semua mati. Tidak ada lagi yang hidup. Yang 
di Krueng Raya yang latihan. Yang di pesisir pantai yang untuk jaga GAM itu 
semua habis. Yang penting datang ke sana untuk memberi bantuan.Bawa beras, bawa 
air minum karena air minum kini sudah tercemar dengan mayat.

RN: Tetapi kami melihat gambar-gambar seperti yang di CNN, ada yang berbaris 
menunggu beras dibagi-bagikan, itu di Banda Aceh itu di mana?

MP: Di daerah sekitar Bundaran Surabaya yang sudah ke arah Medan. Ke sana itu 
semua kita lagi. Ada yang digedung-gedung sosial. Itu hanya sekedar saja yang 
tersorot. Kalau bisa mereka mau sorot sampai ke daerah yang memang sudah gawat, 
di situlah baru melihatan tidak ada bantuan sama sekali. Kalau bisa tim medis 
juga datang. Jangan hanya bantuan makanan. Karena bantuan makanan bisa saja 
diambil sama orang yang butuh. Karena sekarang  sisitimnya ngak peduli sama 
siapa, yang penting saya bisa makan.

Demikian Martha Patahan.


* ULURAN TANGAN LSM BELANDA KEPADA ACEH

Sejumlah organisasi kemanusiaan Belanda sudah mulai mengkoordinasikan bantuan 
ke Aceh. Bekerjasama dengan Persatuan Gereja-gereja Indonesia, dua LSM Belanda 
ICCO serta KerkinActie, membentuk tim medis lokal yang segera dikirim ke Banda 
Aceh. Bantuan darurat pertama yang direncanakan adalah makanan, obat-obat, 
tenda dan tenaga perawat. Ikuti keterangan Feije Duim dari ICCO di Belanda:

Feije Duim [FD]: Kami memang sebagai organisasi, ICCO dan KerkinActie, sudah 
sejak kemarin pagi ada pertemuan krisis untuk melihat situasi dan lihat apa 
yang dibuat dalam berbagai negara. Terutama juga Aceh dengan daerahnya Aceh, 
Nias dan lain sebagainya. Situasi sangat memprihatinkan. Jadi kami juga 
hubungan langsung dengan beberapa LSM di Jakarta yang dikoordinir oleh Yayasan 
Tanggul Bencana dari Persekutuan Gereja-geraja di Indonesia, anggota ACT Action 
of Churches Together. Itu satu organisasi boleh dikatakan di seluruh dunia, di 
bawah Dewan Gereja-gereja Sedunia dengan setiap negara ada lembaga-lembag yang 
semacam anggota dari network itu. 

Jadi kami kerjasama dengan mereka. Besok mau masuk Aceh, kerjasama dengan LSM 
lain. Dengan empat posko di Aceh. Dengan handphone segala macam untuk memulai 
melihat situasi dan apa yang bisa dibuat. Jadi sedang jalan, boleh dikatakan. 
Tapi sekarang kami masih dalam taraf untuk mengumpulkan informasi-informasi 
dari Indonesia pun, dari Aceh pun untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai 
situasi dan apa yang bisa dibuat di sana.

Radio Nederland [RN]: Karena kami beberapa kali berhubungan dengan warga Banda 
Aceh sendiri, mereka sangat membutuhkan obat-obatan.

FD: Ya jelas.

RN: Sekarang aksi yang paling cepat yang bisa dilakukan itu apa?

FD: Yang kami membuat pertama-tama itu untuk mengirim orang. Untuk melihat, 
mereka juga langsung berhubungan dengan Jakarta untuk kirim kebutuhan akan obat 
dan lain sebagainya. Tapi itu dalam hari-hari berikut. Karena mereka harus di 
tempat dulu. Mungkin mereka bawa sedikit persiapan tapi pasti tidak terlalu 
banyak. Dan kebutuhannya banyak sekali, dan harus juga koordinasi dengan 
kelompok-kelompok lain. Organisasi-organisasi lain, juga yang besar, yang dari 
OCHA dan yang lain sebagainya. Yang juga bergerak di situ, supaya jangan dobbel 
tetapi betul-betul saling menolong dan saling menopang.

RN: Berapa dana yang disediakan untuk Indonesia?

FD: Itu untuk sementara belum begitu jelas. Jadi saya masih menunggu fax. Tapi 
boleh dikatakan melalui nomor giro 555 di negeri Bealnda, cukup banyak dana 
yang masuk dan itu dibagi menurut organisasi-organisasi emergency yang ada dan 
kemudian dilihat. Jadi sebenarnya belum pas dan belum pasti. Terlalu tempo. 
Tetapi boleh dikatakan banyak dana yang akan mengalir ke situ, juga ke 
Indonesia. Saya pikir sekurang-kurangnya 50 ribu untuk masa pertama.

RN: Organisasi di Belanda ini sudah beberapa kali punya pengalaman dengan para 
korban tsunami atau gempa bumi. Kebutuhan apa yang nomor satu?

FD: Yang nomor satu sekarang itu makanan dan obat-obatan dengan shelter. Jadi 
shelter itu yang sangat penting, supaya mereka bisa terlindung. Dan perawatan, 
karena ada banyak yang luka-luka dan macam-macam. Jadi obat itu tidak cukup, 
tapi juga harus ada perawatan, harus ada dokter dan lain sebagainya. Boleh 
dikatakan dari gereja-gereja dan lain sebagainya mereka tidak bergerak sendiri, 
tapi memberi kesempatan justru mendorong dan menolong lsm-lsm di Indonesia dan 
di Aceh sendiri untuk melakukannya.

Karena jangan lupa di Banda Aceh sekarang juga didirikan wadah-wadah yang juga 
mau mengkordinasikan bantuan kepada masyarakat. Dan itu orang setempat yang 
lebih tahu masyarakat setempat juga. Jadi itu sangat menolong. Jadi biasanya 
kami sedikit lain daripada yang lain. Tidak kirim aidworkers sendiri tapi 
bekerja melalui organisasi-organisasi di Indonesia sendiri yang cukup 
berpengalaman.

Demikian Feije Duim dari KerkinActie di Utrecht, Belanda.


* UNTUK KOORDINASI BANTUAN ASING: ACEH PERLU PENAGGUNG JAWAB TERTINGGI

Intro: Walau pun Aceh sudah dinyatakan terbuka dan bantuan luar negeri 
diberitakan sudah berdatangan, tetapi propinsi yang menjadi korban bencana 
hebat ini tetap menantikan bantuan itu. Masalahnya, demikian kalangan LSM di 
Jakarta, di Aceh tidak ada otoritas yang dengan tegas mengatur bantuan asing 
itu. Lebih dari itu, kalangan LSM menuntut supaya pemerintahan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono mengeluarkan keppres yang menegaskan siapa penanggung jawab 
tertinggi di Aceh, karena gubernurnya sekarang ditahan. Berikut penjelasan 
Rafendi Djamin dari Aceh Working Group di Jakarta.

Rafendi Djamin [RD]: Saya kira itu informasi mesti diverifikasi. Justru 
informasi yang saya dapat, bantuan luar negeri yang begitu banyak yang mau 
masuk, itu banyak mengalami kesulitan, karena ada status birokrasi pemerintahan 
atau manajemen yang nggak jelas. Kita jangan lupa bahwa Aceh sekarang itu masih 
dalam status darurat sipil. Berarti penguasa darurat sipil adalah seorang 
gubernur. Karena gubernurnya lagi kena kasus korupsi, maka dipegang oleh 
seorang kepala polisi. Nah anda bayangkan, seorang kepala polisi diharuskan 
mengurus administrasi dan birokrasi. Operasi-operasi yang sifatnya manajerial 
untuk logistik bantuan seperti ini, jelas tidak ada kemampuannya. Iya kan?

Jadi itu dulu yang harus diselesaikan. Harus ada sebuah terobosan baru yang 
bisa membentuk sebuah sistim di tingkat propinsi Aceh dan di tingkat nasional 
yang bisa mengelola bantuan-bantuan asing ini. Dalam persoalan bantuan asing 
inipun, masih belum ada surat yang tegas. Memang SBY mengatakan, bantuan 
kemanusiaan akan dibuka. Tapi itu kan harus dikeluarkan dalam bentuk surat 
keputusan. 

Nah, itu semuanya masih belum jelas sehingga di tingkat lapangan, ada satu 
informasi bantuan yang tersangkut di pelabuhan, karena tidak ada clearance dari 
beberapa instansi. Atau masing-masing instansi saling menyalahkan dan saling 
menunggu. Ini ada suatu masalah yang besar untuk menangani bencana seperti ini. 

Radio Nederland [RN]: Dengan demikian anda mengharapkan supaya dari Jakarta, 
Presiden SBY membuat surat keputusan mencabut darurat sipil. Begitu maksudnya?

RD: Bentuknya terserahlah. Mungkin bisa dalam bentuk instruksi presiden yang 
sekaligus mencabut statusnya, misalnya ya. Kemudian memberikan satu payung 
hukum yang tegas yang bisa mempunyai kemampuan untuk mengkoordinir. Operasi 
yang paling penting saat ini yaitu operasi bantuan kemanusiaan.

RN: Jadi dengan demikian, anda minta ketegasan soal siapa yang sebenarnya 
paling bertanggung jawab di Aceh karena gubernurnya sekarang kena urusan 
korupsi. Begitu kan?

RD:Betul, betul. Dan itu bukan saya saja. Saya kira pihak luar negri juga 
bingung. Ini mau membantu, di lapangan kok malah susah karena ada 
ketidakjelasan seperti itu. Memang bencana itu mengakibatkan komunikasi yang 
terputus sama sekali. Kita mempunyai beberapa pengalaman dengan teman yang 
mencoba berangkat ke sana. Itu betul-betul sulit untuk melakukan komunikasi. 
Bahkan melalui jalur satelitpun juga sulit.

RN: Kenapa menurut anda ketegasan soal siapa yang paling bertanggung jawab di 
Aceh diperlukan sementara wartawan asing sudah masuk ke propinsi ini?

RD: Ini nggak bisa dibandingkan dengan masuknya seorang wartawan asing dong. 
Ini kan mau memasukkan barang dalam jumlah berton-ton, misalnya bantuan tenda, 
kebutuhan untuk perempuan, kebutuhan untuk anak-anak yang jumlahnya berton-ton 
itu kan masuk melalui pabean, melalui pelabuhan, melalui kapal udara, melalui 
laut. Nah itu kan prosedur-prosedur yang harus mempunyai otoritas tertentu yang 
khusus untuk penanganan bantuan bencana alam di sana.

Pemerintah Indonesia itu kan memiliki apa yang disebut sebagai Bakornas, Badan 
Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi. Nah Bakornas ini 
tidak berjalan, kenapa nggak berjalan? Dalam sistim Bakornas itu dibutuhkan 
koordinasi dengan pihak yang namanya Satkorlak, Satuan Koordinator Pelaksana 
Penanggulangan Bencana di tingkat propinsi. Nah Satkorlak itu harus dipimpin 
seorang gubernur. Nah siapa gubernur di situ? Nggak ada, kan? Yang ada dis situ 
adalah penguasa dadrurat sipil yang dipegang oleh seoarng perwira polisi, 
begitu.

Nah, ini saja sudah memperlihatkan bahwa kerangkanya itu nggak ada untuk bisa 
bekerja. Kalau soal wartawan datang ke sana, apalagi wartawan mempunyai 
kecanggihan-kecanggihan tertentu untuk mendapatkan berita. Saya kira bukan isyu 
itu. Isunya adalah bagaimana menyalurkan bantuan itu secara efisien dan efektif.

Krisisnya bukan main. Informasi yang terakhir, Kodam di sana hanya mempunyai 
250 pembungkus mayat, jenazah. Bayangkan, padahal korbannya begitu banyak. 
Angkanya sudah ribuan. Itu bagaimana?Dalam dua tiga hari ini mulai terjadi 
proses pembusukan, iya kan? Situasi krisis ini luar biasa yang diperburuk 
karena tidak adanya kemampuan manajerial karena status darurat sipil ini juga.

Demikian Rafendi Djamin dari Aceh Working Group di Jakarta.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke