--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 31 Desember 2004 15:20 UTC ** INDONESIA GELAR KTT KHUSUS SOAL GEMPA LAUT ASIA ** KORBAN TEWAS DALAM LEDAKAN PETASAN DI FILIPINA ** GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA DIBUKA DI TAIPEH ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KENDALA BIROKRASI DAN ADMINISTRASI HALANG BANTUAN DI ACEH ** TOPIK ULASAN PERS: SUMBANGAN BAGI PARA KORBAN ASIA MENCAPAI PULUHAN JUTA EURO * INDONESIA GELAR KTT KHUSUS SOAL GEMPA LAUT ASIA Indonesia akan menyelenggarakan KTT khusus mengenai gempa bumi dan gelombang pasang di Asia Tenggara. KTT ini akan digelar di Jakarta pada tanggal 6 Januari mendatang. Pada KTT ini akan dikumpulkan dana dan bantuan tambahan bagi negara-negara yang dilanda bencana. Sebelumnya PBB juga mengumumkan akan menyelenggarakan konperensi donor, yaitu 11 Januari mendatang. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan melaporkan dana bantuan telah mencapai setengah milyar dolar. Menurut Annan ini adalah bencana yang tidak tertandingi. Ia mengimbau masyarakat internasional supaya juga di masa mendatang tetap membantu para korban. Bank Dunia akan memberikan sumbangan sebesar 250 juta dolar untuk proyek-proyek bantuan. Sementara itu jumlah korban tewas akibat gempa laut meningkat mencapai sedikitnya 125 ribu jiwa. Pemerintah Indonesia melaporkan 80 ribu korban jiwa di Sumatera, namun memperkirakan jumlah korban bisa melebihi 100 ribu orang. Lima hari setelah bencana alam, negara-negara Eropa mulai mempertimbangkan bahwa ratusan warganya yang hilang, pun tewas. Hanya di Thailand saja, 2200 wisatawan asing tewas. Rabu mendatang negara-negara Eropa akan mengheningkan cipta selama tiga menit untuk mengenang semua korban gempa laut. Ahad mendatang, delegasi Amerika yang dipimpin Menteri Luar Negeri Colin Powell akan bertolak ke kawasan bencana untuk melihat situasi setempat. * KORBAN TEWAS DALAM LEDAKAN PETASAN FILIPINA Tujuh orang tewas dalam ledakan petasan di Filipina. Kecelakaan terjadi di Bocaue, dekat ibukota Manila, di sebuah pasar di mana dijual banyak petasan. Saksi mata melaporkan terjadi serangkaian ledakan, setelah seseorang melemparkan mercon ke salah satu warung tenda. Puluhan warung tenda hancur akibat ledakan. * GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA DIBUKA DI TAIPEH Di ibukota Taipeh, dibuka gedung tertinggi di dunia. Presiden Chen Shui-bien menghadiri acara pembukaan gedung yang tingginya mencapai 508 meter. Pusat keuangan berlantai 101 dan dinamakan Taipeh 101. Upacara pembukaan dibayangi bencana gempa bumi di Asia. Taiwan juga seringkai dilanda gempa. Bandul besar seberat 660 ton di antara lantai 91 dan 81 harus mencegah agar gedung tidak terlalu bergoyang apabila terjadi gempa atau topan. * BELANDA TETAP MENGKOORDINIR BANTUAN DARURAT Belanda atas nama Uni Eropa akan tetap mengkoordinir bantuan darurat untuk kawasan bencana di Asia. Ini atas permintaan Luxembourg yang Sabtu besok mengambil alih peran Belanda sebagai ketua bergilir Uni Eropa. Luxembourg menyatakan ingin memanfaatkan prasarana-prasarana Belanda di Den Haag dan di kawasan bencana. Luxembourg sendiri tidak memiliki kedutaan besar di negara-negara yang dilanda gempa laut. * KORBAN TEWAS DALAM KECELAKAAN BIS DI PAKISTAN Di Pakistan, 31 orang tewas dalam tabrakan antara sebuah bis dengan mobil tanki. Kecelakaan terjadi di Pakistan Selatan di sekitar kota Hyderabad. Tabrakan mengakibatkan kebakaran. Mayoritas orang tewas terbakar. Kecelakaan terjadi ketika mobil tanki ingin mendahului bis. Sopir bis tidak melihat mobil tanki tersebut akibat hujan deras. Selain itu diberitakan penghapus kaca bis tidak berfungsi. * KORBAN TEWAS AKIBAT KEBAKARAN DI DISKOTEK BUENOS AIRES 169 korban tewas akibat kebakaran pada sebuah diskotek di Buenos Aires, ibukota Argentina. Ratusan pengunjung lainnya, terutama remaja, terluka. Berapa persisnya pengunjung disko itu belumlah jelas, karena situasinya kacau. Pemerintah Argentina melaporkan 1500 pengunjung, sementara sumber-sumber lain melaporkan 5000 sampai 6000 orang. Kebakaran di diskotek di mana berlangsung konser pop, terjadi di tengah malam. Ada dugaan kuat bahwa kebakaran disebabkan petasan. * TENTARA ISRAEL BUNUH ENAM WARGA PALESTINA Enam warga Palestina dibunuh dalam serangan rudal baru Israel terhadap kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan. Tujuh orang lainnya terluka. Jumlah total korban tewas dalam serangan Israel mencapai sebelas jiwa. Israel melaporkan aksi militernya ditujukan untuk membunuh para pejuang Palestina yang seringkali menembaki pemukiman Yahudi di sekitarnya dengan granat mortir dan rudal. * BERITA BURSA Bursa-bursa saham Eropa sepi-sepi saja pada hari terakhir tahun ini. Indeks AEX di Amsterdam misalnya turun 0,1% dibuka pada titik 347 poin. Satu euro bernilai 1,3639 dolar sen. Pelbagai bursa saham Asia juga tidak mengalami banyak perubahan. Bursa-bursa Tokyo dan Korea Selatan sudah ditutup sejak Kamis kemarin. Bursa Hongkong hanya buka setengah hari. Indeks Hang-Seng naik hampir 0,5%. Tahun ini bursa saham Hongkong naik 13,5%. Ini berkat kepercayaan konsumen yang meningkat serta hubungan erat dengan Cina. Juga bursa saham Sydney hanya dibuka setengah hari. Indeks All Ordinaries turun 0,1%. Tahun ini bursa saham Sydney naik sampai 22%. Ini adalah peningkatan terkuat sejak 1993. * KENDALA BIROKRASI DAN ADMINISTRASI HALANG BANTUAN DI ACEH Bantuan asing dan bantuan dari Jakarta sudah mulai berdatangan di Banda Aceh. Barang-barang ini macet di bandara Blang Bintang karena masalah birokrasi serta administrasi. Demikian Geumala Yatim, dari Posko Forum LSM di Banda Aceh. Selain itu ada sejumlah kesalahpahaman mengenai keadaan dan bantuan yang dibutuhkan. Sekarang pemerintah harus cepat mengirim relawan yang pakar dalam masalah forensik dan dalam jumlah besar untuk mengevakuasi mayat yang jumlahnya masih ribuan di Banda Aceh. Geumala Yatim [GY]: Saya sendiri baru hari kedua, baru dua kali 24 jam di sini. Saya dikirim dari Jakarta. Itu informasi yang kita dapat dari Jakarta, itu memang agak berbeda dengan apa yang kita lihat di lapangan. Tapi ada beberapa juga yang benar. Jadi misalnya, benar memang banyak sudah bantuan dari luar negeri. Dari Jakarta pun sudah banyak. Tapi itu semua stuck, nyangkut di bandara. Selain itu, tidak tahu ditujukan oleh siapa. Jadi memang ditulisnya bantuan untuk Aceh. Kan untuk Aceh itu besar sekali kan. Jadi memang sebetulnya hanya perkara administrasilah yang sangat teknis yang dilupakan sama orang. Kalau misalnya dikirim, lalu memang tujuannya tidak dengan siapa atau alamat siapa, bandara kan nggak berani ngeluarin. Radio Nederland [RN]: Masalahnya karena masalah administrasi ya, bukan karena misalnya nggak ada yang membawa sampai yang membutuhkan itu? GY: Itu juga salah satu. Kayak kami, kami kesulitan transportasi. Itu sudah pasti. Karena kami punya jaringan sendiri, jadi kami usahakan sendiri. Dan sekarang kami lagi coba untuk minta kejelasan untuk mengeluarkan barang yang ada di bandara. Dan itu ternyata diperbolehkan. Tapi memang harus ada lembaga yang mempertanggungjawabkan. RN: Dan itu yang sebenarnya tidak ada yang menyebabkan bantuan itu tidak bisa keluar ya? GY: Ya, jadi sebetulnya masalah bangsa Indonesia ini kan, yang kesatu, masalah birokrasi. Tapi kan kalau kitanya juga harus luwes. Mereka toh akan jadi luwes. Asal kita tahu apa yang kita mau. Dan ternyata kami ternyata dapat, akses itu. Tapi memang kami harus berjuang untuk mendapatkan surat yang katakanlah surat sakti atau apalah itu namanya. Tapi ternyata bisa. RN: Terus Anda mengatakan bahwa anggapan yang ada di Jakarta itu, ada yang benar ada yang nggak benar. Kalau yang benar apa itu misalnya? GY: Memang benar mayat-mayat bergelimpangan, memang benar rumah-rumah runtuh. Tapi juga musti diingat bahwa itu 3/4 dari Banda Aceh. Jadi di pinggiran Banda Aceh itu tidak. Jadi normal. Dibilang transportasi putus. Itu tidak. Saya tidak alami itu. Saya begitu tiba di bandara, kita ternyata masih bisa sewa semacam angkot. Itu ternyata ada. Yang benar memng mungkin BBM menipis. Tapi beberapa pom bensin sekarang sudah mulai jual BBM walaupun itu dijatah. Jadi satu kendaraan hanya boleh beli maksimal 50 ribu rupiah. Yang saya lihat di media-media tidak bicarakan tentang evakuasi. Kita yang orang awam baru sadar, di sini yang bisa evakuasi itu hanya TNI. Dan TNI yang ada di Banda Aceh itu sangat minim. Makin lama saya lihat, saya jadi kasihan. Kayak kemarin kita ramai-ramai kasih roti ke tentara. Karena mereka sudah lima hari mengevakuasi mayat. Mayat ini kalau bicara Banda Aceh saja ada ribuan. Lalu yang lain lagi adalah kantong jenasah. Tidak ada yang berpikiran mengirim banyak kantong jenasah. Tidak ada yang berpikiran kirim tim medis. Tapi tidak ada yang berpikiran tim medis mana. Saya rasa yang perlu dikirm adalah ahli forensik, yang seharinya berurusan dengan mayat. Saya terus terang, kita banyak relawan, tapi mereka kan awam. Kita juga nggak berani suruh mereka angkat mayat. Sementara kalau di Banda Aceh, saya sendiri lihat dengan mata kepala sendiri itu tiap beberapa meter ada beberapa mayat. Ada anak kecil, atau orang dewasa yang mukanya udah nggak jelas, yang gembungnya udah di mana-mana. Tapi kita hanya bisa bilang bahwa kasihan atau jijik, kita mau pindahin, kita nggak berani. Saya sendiri baru berhubungan dengan Jakarta, dengan beberapa LSM-LSM, yang hanya kirim-kirim barang, saya bilang, mungkin stop dulu kirim barang. Tapi kirim relawan yang jumlah banyak yang berani angkat mayat. Karena hingg saat ini saya lihat TNI baru melakukan sampai jalan-jalan raya, atau taman-taman kota, atau tempat terbuka. Kita belum bicara yang rumah warga, yang belum masuk-masuk gang. Itu ribuan. Belum lagi yang di mesjid-mesjid dan sekolah. Martha Patahan, seorang penduduk Banda Aceh yang selamat dari gempa dan tsunami, sekarang sudah mengungsi ke Medan menggunakan jalan darat. Walaupun satu adiknya masih belum ditemukan, ia memutuskan keluar dari Banda Aceh setelah gempa susulan yang cukup kuat Rabu lalu. Ia belum tahu apakah akan kembali ke Banda Aceh apabila kota itu mulai dibangun kembali: Martha Patahan [MP]: Oh nggak. Kita kebetulan puji Tuhan bawa kendaraan waktu kita lari dari rumah. Saya bisa bawa mobil kita. Jadi kami pulang dengan mobil itu dan di sepanjang jalan yang saya lihat banyak orang yang antri, banyak pengungsi, banyak antri bensin. Ya pengungsi-pengungsi di pinggir-pinggir jalan yang kena juga. Dari Lhokseumawe, Bireun, Sigli. Itu kan banyak juga yang kena. Terus jalan-jalan yang retak, lihat kapal lagi yang terlompat sampai ke rumah-rumah penduduk. Nggak sanggup saya kalau disuruh menceritakan perjalanannya. RN: Ibu Martha itu jaraknya antar Banda Aceh-Medan biasanya ditempuh dalam beberapa jam, atau sekarang ini berapa lama perjalanannya? MP: Dia biasanya sebelas atau sepuluh jam. Itu sudah paling cepat kita sampai ke kota Medan dari Banda Aceh. Memang saya tidak rela untuk meninggalkan kota Banda Aceh, karena belum ketemunya adik saya. Makanya saya tidak rela. RN: Ibu Martha, tetapi kenapa ibu akhirnya meninggalkan Banda Aceh juga? Apa yang membuat ibu mengambil keputusan itu? MP: Karena kan udara sudah berbau mayat. Saya sudah tidak kuat lagi. Dan kemudian adanya gempa yang begitu kencang. Akhirnya saya ambil kesimpulan untuk berangkat saja. Untuk berangkat meninggalkan kota Banda Aceh bersama orang tua saya. Saya ingin menyelamatkan orang tua saya juga. Entah-entah seminggu, entah dua minggu lagi saya mungkin akan balik untuk mencari lagi. Untuk melihat keadaan di sana. RN: Sekarang ini seperti yang ibu bilang, suasananya di Banda Aceh itu masih banyak sekali mayat-mayat yang tergeletak di jalan-jalan. Apakah menurut ibu itu sudah ada kemajuan? MP: Hari terakhir yang bisa saya lihat, kalau di sekitar pusat kota di dekat Mesjid Raya itu ada kemajuan sedikit. Sudah dibersihkan, sudah mulai dikerok sampah. Tetapi ke arah yang lebih parah, itu belum. Ke arah Baratnya lagi belum. Masih belum terjamahkan sama aparat. Masih banyak mayat-mayat di sana yang bergelantungan, belum terjamahkan. Mungkin mereka juga capek mengangkat mayat yang begitu banyak, satu persatu. Apalagi kesehatan mereka lagi, dengan udara yang berbau mayat. Kita kalau jalan pakai masker juga itu nggak bisa menahan baunya. Karena mayat itu sudah membusuk di jalan. RN: Ibu Martha, seperti yang semua orang tahu kalau mayat sudah membusuk bisa cepat sekali pecah wabah penyakit. Jadi kemungkinan pemerintah tidak akan mengidentifikasi lagi mayat-mayat tersebut, dan langsung akan menguburnya di kuburan massal. Bagaimana ini menurut ibu? MP: Kalau menurut saya bagaimana lagi lah, daripada tidak dikubur. Dikuburkan memang secara massal, sebenarnya saya tidak suka juga, tapi yah bagaimana? Tidak bisa lagi didentifikasikan mayat itu. Wajahnya sudah sama semua, yah terpaksa dilakukan dengan kebijaksanaan pemerintah sajalah. Yang penting mayat-mayat dievakuasi dan pengungsi-pengungsi yang masih tinggal bisa diselamatkan dari infeksi pernapasan, karena udara yang sudah tidak bagus lagi. RN: Nanti kalau misalnya Banda Aceh sudah bersih, mulai dibangun kembali, apakah ibu akan kembali ke Banda Aceh? MP: Itu yang saya tidak tahu. Saya masih trauma dengan kejadian. Apalagi melihat langsung semua yang ada di situ. Saya belum bisa pastikan bahwa saya balik. Karena sekarang duduk saja gemetar ini menerima telepon ibu. Demikian Martha Patahan kepada Radio Nederland. * SUMBANGANBAGI PARA KORBAN ASIA MENCAPAI PULUHAN JUTA EURO Tetaplah bermurah hati. Demikian komentar harian sore NRC Handelsblad. Sementara jumlah korban tewas akibat gelombang pasang tsunami terus meningkat, sumbangan bagi korban juga terus mengalir masuk. Di antaranya di Belanda, di mana masyarakat lewat rekening 555 milik LSM telah menyumbangkan dana sampai sebesar 10 juta euro. Di lain pihak, jumlah total dana bantuan yang dikumpulkan pemerintah pelbagai negara dilaporkan mencapai puluhan juta euro. Di sini tampaklah kemurahan hati orang. Namun sangat sulit menjalankan operasi bantuan di kawasan. Menurut NRC Handelsblad dana bantuan sebaiknya disalurkan ke organisasi-organisasi yang berpengalaman bagaimana bertindak apabila terjadi bencana. Menurut NRC Handelsblad bencana di Asia masih akan mendominasi berita beberapa pekan lagi. Setelah itu perhatian masyarakat terhadap bencana akan berkurang. Namun para korban tetap harus hidup dalam penderitaan. Mereka kehilangan sanak saudara, teman dan keluarga dekat lain. Namun tidak hanya itu saja. Mereka juga kehilangan rumah, prasarana, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Menurut NRC Handelsblad tahap pembangunan kembali sama pentingnya dengan memberikan bantuan pertama. Karena itu, NRC Handelbald menganjurkan perhatian masyarakat internasional harus lebih bersinambung. Walau bencana alam seperti di Asia mengena semua lapisan masyarakat, namun selalu kaum miskin yang paling dilanda. Karena itu bantuan harus terfokus pada pembangunan kembali dan bagaimana membantu warga miskin. Sementara NRC Handelsblad menunjuk pada kemurahan hati masyarakat, koordinator PBB Jan Egeland menganggap negara-negara Barat terlalu kikir. Dan ia benar. Demikian tulis tajuk harian International Herald Tribune. Dua hari setelah bencana alam di Asia, Amerika, negara terkaya di dunia, akan menyumbang 15 juta dolar. Ini kurang dari separuhnya anggaran upacara pelantikan Bush. Kini Amerika memutuskan menyumbang 35 juta dolar. Masyarakat menyambut hangat langkah Bush itu, namun International Herald Tribune tetap menilai jumlah itu masih terlalu sedikit. Mayoritas warga Amerika berpikir bahwa pemerintah Amerika memakai 24% anggarannya untuk membantu negara-negara miskin. Perkiraan yang salah. Demikian International Herald Tribune. Amerika memakai kurang dari 1% dari anggarannya untuk bantuan negara-negara miskin. Selain itu seringkali terjadi bahwa tidak semua dana yang dijanjikan Amerika, sampai ke tujuan. Misalnya dana bagi para korban gempa bumi di Bam, Iran, tahun lalu. Para korban Iran, sampai sekarang tetap tinggal dalam tenda. Rabu lalu Bush menyatakan sumbangan 35 juta dolar itu baru sumbangan awal saja. Semoga pernyataan Bush ini benar. Demikian tulis harian International Herald Tribune. Sementara di lapangan, pelbagai organisasi bantuan menghadapi banyak hambatan. Demikian harian pagi de Volkskrant. Pelbagai kawasan, seperti seluruh pantai Barat Aceh tidak bisa dicapai lewat jalan. Pelbagai jalan dan jembatan rusak akibat gelombang pasang. Selain itu kawasan itu dilanda kekurangan bahan bakar. Di luar Banda Aceh tidak ada bandara, dan Indonesia kekurangan kapal laut yang mampu mengangkut barang bantuan. Sebagian besar logistik masih tertumpuk di Jakarta, Medan dan Banda Aceh. Ketidakmampuan pelbagai pemerintah daerah yang tidak siap menghadapi bencana besar-besaran itu, juga menghambat operasi bantuan. Masalah seperti ini juga dialami di kawasan bencana lain di Asia. Namun selain masalah-masalah logistik, de Volkskrant juga mengamati adanya persaingan. Presiden Bush memanfaatkan bencana Asia untuk kembali mengecam Sekjen PBB Kofi Annan. Bush mengimbau empat negara untuk mengkoordinasi bantuan, yaitu Amerika, Jepang, India dan Australia. Uni Eropa dan PBB bisa bergabung, kalau mau. Demikian tandas seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika. Namun Uni Eropa lebih ingin bertindak sendiri. Prancis, Jerman dan Italia ingin untuk sementara menghentikan perlunasan hutang negara-negara bencana. Moratorium ini antara lain berlaku bagi Indonesia dan Somalia. Demikian tulis harian De Volkskrant. Dan demikian pula ulasan pers untuk kali ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
