---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 30 Desember 2004 15:30 UTC



** PRESIDEN SBY SERUKAN GAM UNTUK LETAKKAN SENJATA

** GEMPA SUSULAN DI BIRMA DAN ACEH

** BANTUAN UNTUK PARA KORBAN GEMPA MASIH KACAU

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: DESA DEMI DESA DI PANTAI BARAT ACEH HABIS 
TERSAPU AIR DAN SETELAH BENCANA ADA KEMUNGKINAN PERDAMAIAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ALAM TIDAK TERPENGARUH OLEH GEMPA LAUT 
SUMATERA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEKHAWATIRAN PENYAKIT MENULAR MEREBAH DI BANDA 
ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA DAMPAK GEMPA TERHADAP SITUASI POLITIK ACEH?

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MASIH BANYAK DAERAH TERISOLIR DI ACEH



* PRESIDEN SBY SERUKAN GAM UNTUK LETAKKAN SENJATA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan kepada Gerakan Atjeh Merdeka untuk 
meletakkan senjata dan membantu pembangunan kembali Aceh. Presiden menyatakan 
bencana alam terakhir ini harus digunakan untuk menyelesaikan konflik secara 
definitif. Karena itu SBY menyerukan kepada GAM untuk mempertimbangkan kembali 
usulan perdamaian pemerintah Jakarta. Ketika itu Jakarta menawarkan hak otonomi 
luas, tetapi usulan ini ditolak GAM.


* GEMPA SUSULAN DI BIRMA DAN ACEH

Wilayah Asia Tenggara kembali dikagetkan sejumlah gempa susulan berkekuatan 
cukup besar. Tetapi kali ini tidak ada ancaman gelombang baru tsunami. Di Birma 
dan di Propinsi Aceh dirasakan beberapa kali gempa susulan yang cukup kuat. 
Menurut para pakar seismologi gempa ini tidak menimbulkan bencana baru. Tetapi 
pemerintah India memperingatkan warganya akan bahaya tsunami baru, disebabkan 
gempa-gempa susulan di Kepulauan Andaman dan Nicobar. Ribuan orang melarikan 
diri setelah peringatan tersebut.


* BANTUAN UNTUK PARA KORBAN GEMPA MASIH KACAU

Para pemberi bantuan di wilayah bencana di Asia kelihatannya sangat kesulitan 
untuk membantu para korban yang selamat. Di banyak tempat keadaan jauh lebih 
parah dari yang diperkirakan sebelumnya. PBB memperkirakan lima juta penduduk 
tidak punya air munim bersih, makanan dan sarana saniter. Koordinator PBB Jan 
Egeland menyatakan masih dibutuhkan waktu dua tiga hari lagi sebelum pemberian 
bantuan mencapi titik optimal. Jumlah korban bencana gempa dan tsunami di Asia 
saat ini sudah melewati 90 ribu orang. Diperkirakan jumlah korban akan terus 
meningkat apabila pecah wabah penyakit menular. Di Sri Langka para korban yang 
selamat juga diancam bahaya baru. Akibat banjir banyak ranjau-ranjau darat yang 
muncul lagi ke permukaan tanah. Ranjau-ranjau itu adalah sisa jaman perang 
saudara. Masyarakat internasional saat ini telah menjanjikan 220 juta dolar. 
Selain itu juga diusulkan untuk membekukan atau menghapuskan sebagian utang 
negara yang tertimpa bencana.


* TUJUH EKSTREMIS MUSLIM TEWAS DI ARAB SAUDI

Pasukan keamanan Arab Saudi menembak mati tujuh orang yang diduga anggota 
ekstremis muslim di ibukota Riyadh. Tembak menembak itu dimulai setelah aksi 
bunuh diri yang menggunakan dua bom mobil. Satu bom meledak di depan gedung 
Departemen Dalam Negeri dan yang lain meledak di halaman gedung satuan militer 
khusus. Sejumlah orang diberitakan cedera. Tidak lama sesudahnya pasukan 
keamanan menyerang sebuah rumah tinggal di Riyadh dan menembak mati tujuh 
anggota ekstremis. Mereka dituduh terlibat dalam peledakan bom tersebut. Empat 
orang tentara diberitakan cedera. Selama satu setengah tahun terakhir Arab 
Saudi berkali-kali diserang berbagai aksi teroris yang ada hubungannya dengan 
Al Qaida.


* ISRAEL SERANG KHAN YOUNIS DI JALUR GAZA

Pasukan Israel menyerang wilayah Khan Younis di selatan Jalur Gaza. Tiga orang 
anggota gerakan gerilya Hamas tewas akibat tembakan, enam orang lainnya cedera. 
Juru bicara pasukan Israel menerangkan aksi ini adalah serangan balasan 
terhadap pihak ekstremis yang secara teratur menyerang perkampungan Yahudi 
dengan menggunakan granat mortir dan persenjataan berat lainnya.


* ROMARIO BANTAH GANTUNGKAN SEPATU BOLA

Bintang sepakbola Brazil Romario, membantah berita bahwa ia definitif berhenti 
main bola. Mantan spits yang berusia 38 tahun ini menyatakan bahwa berita itu 
adalah salah paham. Dia hanya menyatakan bahwa untuk sementara tidak punya 
keinginan untuk bermain. Bintang bola yang pernah bermain untuk klub PSV 
Belanda, Barcelona Spanyol dan tim nasional Brazil dipecat Oktober lalu dari 
klub terakhirnya Fluminense, Brazil. Sekarang Romario menyatakan mendapat 
tawaran main dari sejumlah klub baru.


* BERITA BURSA

Kamis ini bursa efek di eropa sepi. banyak orang menunggu sampai pergantian 
tahun. Di Amsterdam indeks AEX dibuka 0,1% lebih tinggi pada 347. Frankfurt dan 
Paris dibuka dengan untung 0,2%, sementara Londen justru turun 0,1%.

Nilai tukar euro terhadap dolar Amerika tercatat: $1,3621.

Sementara pasar bursa Tokyo ditutup dengan keuntungan. Indeks Nikkei ditutup 
0,5% lebih tinggi pada 11.489. Saham pabrik mobil Honda terutama menarik banyak 
pihak, karena nilai Yen yang turun. Selama tahun 2004 indeks Nikkei naik 
sekitar 7,6%.


* ULASAN PERS: DESA DEMI DESA DI PANTAI BARAT ACEH HABIS TERSAPU AIR DAN 
SETELAH BENCANA ADA KEMUNGKINAN PERDAMAIAN

Seberapa besar Aceh menderita akibat bencana sampai sekarang belum jelas. 
Desa-desa dan kota di sepanjang pantai barat, yang terletak di dekat pusat 
gempa, masih belum terjangkau regu penyelamat. Demikian harian pagi Belanda de 
Volkskrant. Dari foto-foto udara yang diambil dengan helikopter sepanjang 
pesisir Barat, jelas bahwa desa-desa itu tertimbun lumpur dan air laut. Hampir 
semua rumah kayu dihanyutkan air. Menurut Endang Suwarya, Pangdam Iskandar Muda 
tiga perempat wilayah pesisir hancur, tanda-tanda kehidupan hampir tidak ada, 
hanya beberapa orang yang berkeliaran di pantai mencari makanan.

Kota terparah adalah Meulaboh. Demikian de Volkskrant. Hanya seperlima kota itu 
yang tersisa. Kemungkinan separoh warga Meulaboh tewas. Seorang penduduk yang 
selamat menceritakan, sebelum tsunami air laut tiba-tiba surut dan banyak ikan 
bergeletakan di pantai. Orang-orang yang menangkapi ikan tersebut, kemudian 
ditelan ombak tsunami. Banyak orang mengecam pemerintah Jakarta yang tidak 
bertindak cepat. Menneg Informasi dan telekomunikasi Sofyan Djalil menyatakan, 
seluruh sistim pemerintahan di Aceh lumpuh. Banyak anggota pemda yang tewas 
atau kehilangan keluarganya.

Rabu kemarin untuk pertama kali penduduk Meulaboh mendapat bantuan makanan dan 
air bersih yang dibawa kapal TNIAL. Sementara di Pulau Simeuleu, sebagian besar 
dari 70 ribu penduduknya masih di wilayah pegunungan, untuk sementara mereka 
tidak berani kembali ke rumah. Presiden Amerika Serikat George W. Bush 
mengumumkan, bersama Australia dan Jepang akan mengkoordinasi bantuan 
internasional, dan membicarakan usulan Jerman untuk membebaskan sebagian utang 
Indonesia, agar meringakan beban Jakarta. Demikian de Volkskrant. 

Harian Belanda lainnya, Trouw memberitakan, dalam beberapa hari mendatang 
bantuan akan dipusatkan pada kota Meulaboh. Sekitar 800 anggota regu 
penyelamat, bersama sejumlah dokter dikirim ke wilayah pesisir. Menurut PBB 
kemungkinan sepertiga warga wilayah pesisir tewas. Ancaman wabah penyakit 
semakin lama semakin besar. Dalam dua tiga hari mendatang tanda-tanda pertama 
kolera akan bermunculan.

Calang, ibukota kabupaten Aceh Jaya, diberitakan 60 hingga 70% warganya tewas. 
Gelombang tsunami yang tingginya 10 hingga 15 meter menyapu bersih rumah-rumah 
dan gedung-gedung lainnya. Mereka yang selamat melarikan diri ke pegunungan 
tanpa tempat berteduh. Semua jalan darat ke pesisir rusak berat. TNI mencoba 
truk-truk angkutan berat untuk mengirim bantuan pangan dan obat-obatan, tetapi 
sia-sia. Karena itu dikerahkan sejumlah kapal angkatan laut. 

Halaman opini Trouw berkomentar wilayah bencana di Thailand Selatan dan Aceh 
terletak berdekatan. Tetapi perbedaan keduanya sangat besar, tidak hanya dari 
segi kerugian tetapi juga cara penanggulangan. Di Thailand pemerintahnya bisa 
mengatur pemberian bantuan cukup baik. Hampir tiap jam keluar angka baru korban 
tewas dan cedera, yang boleh dibilang akurat. Sementara di Aceh tidak ada pihak 
yang bisa menyatakan berapa besar kerugian atau jumlah korban. Jumlah korban 
yang jauh lebih sedikit di Thailand juga memudahkan pekerjaan. Bantuan 
dikoordinasi secara ketat oleh pihak militer. Bangkok tidak meminta pertolongan 
Palang merah Internasional dan lebih senang membereskannya sendiri.

Trouw berlanjut. Organisasi bantuan dan wartawan asing dapat dengan mudah masuk 
Thailand. Karena itu negara ini diberitakan secara luas. Sementara Aceh 
tertutup bagi semua wartawan atau organisasi asing sejak dimulainya operasi 
militer. Selain itu infrastruktur juga kurang dan sarana kesehatan hampir tidak 
ada. Konflik dengan GAM menutup Aceh dari dunia luar. Sekarang Jakarta 
memperlunak darurat sipil di Aceh, bahkan TNI memberlakukan gencatan senjata 
sepihak. Apabila GAM juga bertindak sama, maka TNI dapat dikerahkan untuk 
membantu korban. Sekarang semua pihak harus bergerak cepat di Aceh. Jenazah 
para korban harus cepat-cepat dikebumikan. Tidak ada waktu bagi sanak keluarga 
untuk berpisah atau mengidentifikasi korban. 

Halaman opini International Herald Tribune mengetengahkan, bagaimanapun 
tragisnya bencana gempa di Aceh, para politisi harus mulai berpikir cara 
memasuki era baru yang penuh perdamaian setelah para korban dan kerugian 
teratasi. Sampai Ahad lalu, 10 ribu rakyat Aceh menjadi korban pertempuran 
antara TNI dengan GAM. Diharapkan setelah bencana, kedua belah pihak punya 
dasar baru untuk memulai pembicaraan dan proses perdamaian. Saat ini Jakarta 
membuka Aceh untuk wartawan asing serta organisasi pemberi bantuan. Setelah 
para korban dibantu dan pembangunan kembali Aceh dimulai, tiba saatnya meminta 
bantuan para pakar dalam dan luar negeri untuk membangun hubungan yang lebih 
baik dengan penduduk Aceh. Selain itu dapat dimulai pembicaraan dengan pihak 
separatis.

Apabila tragedi kemanusiaan dalam skala sangat besar terjadi, dunia seakan 
bersatu untuk membantu, demikian juga rakyat Aceh yang terjebak dalam konflik. 
Sekarang bukan waktunya untuk membusungkan dada atau bagi pihak GAM 
menyalahgunakan kelemahan pemerintah pusat dan daerah. Bencana bukanlah dalih 
untuk berebut kekuasaan, mengorek kembali luka lama atau memberikan kesempatan 
bagi politikus maupun pmberontak mencari keuntungan. Demikian International 
Herald Tribune. 

Sementara Trouw menambahkan organisasi pemberi bantuan bisa berbuat lebih 
banyak di daerah konflik. Mereka bisa dijadikan alat untuk menghubungkan 
kembali penduduk dengan pemerintah serta tentara. Apabila pembangunan kembali 
dimulai, pasukan TNI harus dikerahkan untuk memulihkan kembali infrasturktur 
dan sarana lainnya. Dengan cara itu kepercayaan masyarakat perlahan-lahan mulai 
pulih, dan tentara justru bisa menjadi jembatan penghubung baru.

Demikian Trouw dan sekian ulasan pers.


* ALAM TIDAK TERPENGARUH OLEH GEMPA LAUT SUMATERA 

Dampak gempa laut di lepas pantai Sumtera bukan berupa tsunami saja. Akibat 
gempa ini putaran bumi juga lebih cepat dan oleh karena itu menjadi agak 
miring. Redaktur Johan Huizinga mewawancarai profesor Roland Klees, guru besar 
geologi dan tata ruang apakah kita bisa merasakan dampak ini.

Perubahan kecepatan putaran bumi akibat gempa besar di Samudra Hindia, menurut 
Roland Klees, minim sekali sehingga tidak terasa. Juga belum jelas apakah 
putaran ini bertambah kencang seperti yang dikatakan oleh pakar geologi pusat 
penelitian antarriksa NASA, Richard Gross, atau justru lebih lambat. Diskusi 
juga tetap berlangsung soal penyebab konkrit kenaikan kecepatan putaran ini.

Salah satu teori adalah ihwal lempeng-lempeng bumi yang saling bergeser 
sehingga bumi agak menciut. Nah hal ini bisa menyebabkan putaran yang lebih 
cepat dari bumi, namun bisa juga energi yang dihasilkan oleh gempa laut sendiri 
yang menyebabkan kecepatan putaran ini. Semua perubahan masa bumi yang 
menyebabkan ledakan energi bisa berpengauh pada kecepatan putaran ini.

Guru besar Roland Klees ini juga menolak kesimpulan bahwa gempa laut ini 
meningkatkan kecepatan putaran bumi dengan sepertiga juta detik. Perubahan 
kecepatan ini minimal sekali. Selanjutnya kecepatan bumi ini juga tidak 
mempengaruhi jam atom, apalagi jam tipe ini secara rutin harus disetel karena 
waktu yang diukur oleh jam atom tidak sama dengan waktu biasa, yang mengambil 
tolok ukur ketinggian maksimal matahari. Namun jam atom ini baru disetel kalau 
selisih waktu dengan jam biasa melebihi satu detik. Dalam kaitan ini tiga mikro 
detik yang disebabkan oleh kenaikan putaran bumi adalah hal yang bisa diabaikan.

Dampak kedua gempa laut ini adalah posisi bumi yang lebih miringatau lebih 
tepat sumbu putaran bumi berpindah tempat. Hal ini terjadi pada gempa di Chile 
pada tahun 1961. Pada gempa yang berkekuatan 9,5 di skala Richter sumbu bumi 
bergeser 40 cm. Dalam kaitan gempa di lepas pantai Sumatera, diperkirakan oleh 
profesor Klees sumbu bumi bergeser 20 sampai 30 cm. Namun hal ini tidak perlu 
mencemaskan kita, dalam putaran sehari-hari bumi berputar miring bak cara jalan 
orang mabuk. Kalau diukur untuk jangka panjang maka sumbu bumi bergeser sampai 
30 meter. Jadi dalam kaitan ini pergeseran akibat gempa laut ini bisa diabaikan.

Selanjutnya dampak gempa laut ini untuk berbagai satelit komunikasi GPS juga 
bisa diabaikan. Satelit-satelit ini bergantung 20 ribu kilometer diatas bumi. 
Pada ketinggian ini pergeseran beberapa cm di bumi bisa diabaikan. Dan untuk 
pasang surut kenaikan dasar laut juga tidak ada akibatnya, demikian profesor 
Klees. Diperkirakan dasar laut naik beberapa puluh meter di tempat bergesernya 
lempeng-lempeng bumi di lepas pantai Sumatera. Namun efeknya hilang kalau kita 
kaitkan dengan luasnya samudera dunia. Jadi pasang dan surut di pantai-pantai 
tetap sama, tidak turun maupun naik.


* KEKHAWATIRAN PENYAKIT MENULAR MEREBAH DI BANDA ACEH

Intro: Kekhawatiran penyakit menular mulai merebak di Banda Aceh, terutama 
karena lambannya bantuan, sementara jenazah yang banyak tergetak di pinggir 
jalan belum juga diangkat semuanya. Lebih lanjut, Haikal, direktur Forum LSM 
Aceh menuturkan bagaimana kekhawatiran wabah penyakit menular itu mencekam 
Banda Aceh:

Haikal: Bantuan sudah mulai berdatangan, walau kemarin sebagian tertahan di 
Jakarta, tapi ini sudah mulai masuk ke Banda Aceh. Kita lihat bahwa bantuan itu 
terkendala dalam transportasi atau distribusi. Karena juga kendaraan-kendaraan 
sangat terbatas di Banda Aceh. Kalau pun ada, kendaraan-kendaraan pemerintah 
mau pun TNI Polri itu juga sebagian digunakan untuk mengevakuasi keluarga dan 
korban-korban mereka masing-masing. Ini yang masih tampak, sehingga proses 
distribusi juga masih menjadi problem.

Walau distribusi sudah mulai berjalan, tapi harus diketahui banyak juga 
masyarakat-masyarakat korban itu tersebar di rumah-rumah keluarga atau di 
rumah-rumah penduduk, yang ini juga belum terjangkau. Jadi semalam juga 
terakhir saya rapat di pendopo dengan Panglima dengan Kapolda dan juga dengan 
Wagub, serta tim nasional Pak Budi, di tingkat mereka juga masih merasa bahwa 
distribusi juga belum terkoordinasi dengan baik.

Ini persoalan armada yang sangat terbatas. Sebab walau pun ada armada, baik 
TNI/Polri dan pemerintah, itu juga sebagian dipakai untuk membersihkan 
jalan-jalan, untuk membuka rotasi. Sehingga lebih mudah mengevakuasi 
mayat-mayat yang berserakan di seantero kota Banda Aceh. Juga dipakai untuk 
paramedis, para perawat dan distribusi makanan sendiri. Ini yang menjadi 
kendala. Sementara kalau bantuan itu sudah mulai berdatangan ke Banda Aceh. 

Radio Nederland [RN]: Jadi ini masalah logistik daripada distribusi bantuan itu 
ya. Tapi bukankah sebagian juga datang melalui helikopter, bisa langsung 
dibagikan, apa ndak?

Haikal: Ada laporan panglima semalam, dalam rapat koordinasi tersebut, bahwa di 
beberapa lokasi di luar Banda Aceh, seperti di Aceh Barat itu didrop beras dari 
udara. Cuma saya jumlah persis juga tidak mengetahui. Tapi dropping dari udara 
sudah mulai dilakukan pada wilayah-wilayah yang transportasinya putus lokal 
dari darat. Dan tadi pagi armada laut juga mulai bergerak ke pantai Barat 
Selatan, untuk mendistribusikan makanan obat-obatan dan paramedis.

RN: Anda sekarang berada di tengah ibukota Banda Aceh ya, bagiamana 
pemandangannya, apakah jazad-jazad yang terhampar di jalanan sudah mulai 
bersih, sudah bisa menghindarkan kemungkinan epidemi, wabah?

Heikal: Sebahagian kecil, dengan keterbatasan aparat keamanan, dengan 
keterbatasan relawan, dengan keterbatasan PMI, menurut laporan semalam itu 
sekitar 500 sekian baru mayat dari kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang 
dievakuasi. Sedangkan diperkirakan untuk Banda Aceh saja sekitar 10 ribu mayat 
yang berserakan.

Dengan keterbatasan ini kita memprediksikan bahwa pasca bencana akan berjangkit 
penyakit, karena kalau kita harus berputar-putar di kota Banda Aceh, ini 
masyarakat sudah mencari masker dan masker itu sangat kesulitan didapat. Jadi 
kita presiksikan bahwa wabah akan segera berjangkit, terutama kolera, disentri, 
karena juga masalah air bersih. Jadi ini sangat memungkinkan akan jatuh 
bergelimpangan korban-korban pasca Tsunami tersebut.

Demikian Haikal, direktur Forum LSM Aceh di Banda Aceh.


* APA DAMPAK GEMPA TERHADAP SITUASI POLITIK ACEH?

Media internasional menurunkan analisa ihwal dampak bencana alam dahsyat 
terhadap konfilik politik di Srilangka  antara pemerintah di Kolombo dengan 
Macan Tamil dan Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah di Jakarta. 
Lalu sampai seberapa jauh dampak bencana alam ini terhadap konflik Aceh, 
berikut pendapat pakar Aceh Abdurachman Yacob.

Abdurachman Yacob [AY]: Yah memang kondisi positif bencana alam ini yang kita 
harapkan dan ini membuat kesadaran masing-masing pihak untuk bisa menghilangkan 
perbedaan yang bisa menyebabkan konflik selama ini. Karena, korban terbesar 
dalam bencana ini adalah rakyat Aceh sendiri. Artinya kedua pihak yang 
bertikai, antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka itu kan 
saling mengklaim memiliki basis rakyat. Nah, akhirnya mereka juga akan mengarah 
kepada peredaan konflik dan kesadaran-kesadaran itu. Karena itu yang terlihat 
hari ini.

Bantuan untuk mengatasi bencana ini, itu kebanyakan dari negara Republik 
Indonesia. Dan ini sebetulnya lebih mencuri hati rakyat Aceh. Tapi apapun yang 
dilakukan hari ini, tetap itu peranan pemerintah harus maksimal menangani  
masyarakat-masyarakat yang korban bencana di sana. Kalau tidak bisa 
dilaksanakan secara maksimal, kecewaan terhadap pemeritah Indonesia dari rakyat 
Aceh itu tetap akan seperti di sedia kala begitu.

Radio Nederland [RN]: Dalam hal ini pers internasional juga menunjuk pada fakta 
bahwa pemerintah di Jakarta terpaksa membuka Aceh untuk  organisasi bantuan 
asing dan para wartawan asing. Bagaimana pendapat bapak?

AY: Sebenarnya itu kan hal yang positif. Tetapi itu kan tidak dikatakan oleh 
presidennya, tapi dikatakan oleh wakil presiden Jusuf Kalla. Wakil presiden 
Jusuf Kalla dalam beberapa media juga membatasi sebetulnya. Yang hanya untuk 
gerakan-gerakan kemanusiaan akses asing dibuka. Tetapi untuk kegiatan politik 
itu  sama sekali dinafikan. Ada perbedaan antara keinginan dan pernyataan Jusuf 
Kalla sendiri.Ternyata Jusuf Kalla tetap membatasi.

RN: Nah, pembatasan itu yang dikritik beberapa media di Barat ini yaitu ihwal 
terlambatnya masuk bantuan ke Aceh itu, bagaimana pak itu, benar apa tidak?

AY: Itu sangat benar, terlambatnya masuk bantuan. Sebenarnya kan diharapkan 
masuknya bantuan itu dapat didistribusikan cepat. Tapi di sini panglima TNI kan 
yang memiliki personil dan cukup banyak di Aceh itu tidak bisa mengoptimalkan 
pasukan TNI yang ada di Aceh sebagai relawan kemanusiaan. Karena kita juga 
harus mengutip beberapa keluhan keluarga Aceh yang mengatakan pada saat 
diterapkan Daerah Operasi Militer itu tentara sangat cepat datang ke Aceh. Dan 
pada saat bencana alam itu datang yang merenggut banyak jiwa, itu tentara 
sangat sulit untuk datang ke Aceh secepatnya untuk menjadikan dirinya sebagai 
relawan menggantikan masyarakat-masyarakat lainnya.

RN: Dalam hal ini juga mungkin rakyat Aceh tidak bisa mempercayai TNI yang 
dahulu datang sebagai serdadu kemudian berubah, beralih profesi menjadi relawan 
pak?

AY: Tidak. Bukan di situ persoalannya. Hari ini yang dibutuhkan rakyat Aceh 
adalah pertolongan dari siapapun. Terlepas dari TNI atau dari siapapun. Nah, 
ini persoalan kecepatan pemerintah membaca situasi dan keinginan rakyat Aceh 
sebenarnya. Kalau menurut saya itu sebenarnya sangat lambat. Nah, bahkan 
beberapa negara jiran itu sudah meminjamkan pesawat sampai tanggal 3 Januari. 
Tetapi pemerintah Indonesia tidak bisa mengoptimalkan masa sampai 3 Januari ini 
yang terlihat di bandara Blang Bintang di Banda Aceh. 
 
Nah ini sebetulnya pemerintah hanya bermain pada wacana politik. Dan situasi 
bencana alam dijadikan sebuah momen-momen politik, baik oleh Surya Paloh, Agung 
Laksono, bahkan presiden sendiri dan wakil presiden. Nah, juga terlihat waktu 
presiden dan wakil presiden saling berlomba merebut perhatian terhadap situasi 
bencana itu.

RN: Bisa jadi rakyat Aceh bisa membelot ke GAM nanti simpatinya itu.

AY: Tapi kita kan harus hitung juga, apa yang bisa diperbuat GAM hari ini untuk 
rakyat Aceh itu. Kalau hanya sebuah ideologi politik yang terus menerus 
ditanamkan, tapi tidak bisa dibuat secara konkrit, itu saya pikir rakyat Aceh 
juga akan berpikir lain sebenarnya. Kedua-duanya sangat sulit akan diikuti 
mereka ke depan.

Demikian Abdurrachman Yacob, pengamat politik Aceh.


* MASIH BANYAK DAERAH TERISOLIR DI ACEH

Walau pun sudah hampir seminggu gempa bumi dan gelombang raksasa tsunami 
mengamuk di Aceh, beberapa daerah propinsi ini masih juga terisolasi. Selain 
itu, beberapa pulau di sekitar pusat gempa, pada kedalaman 20 km di Samudra 
Indonesia hingga saat ini belum terjangkau dunia luar.

Kota pantai Meulaboh yang terletak 160 km dari pusat gempa dalam kondisi rusak 
berat dan tetap terisolir. Dari pantauan melalui udara, Meulaboh tampak luluh 
lantak. Diperkirakan 80 persen infrastrukturnya hancur lebur. Meulaboh, kota di 
pesisir Samudra Hindia ini berpenduduk sekitar 50 ribu orang. Jalan darat tak 
dapat menembus Meulaboh, karena jembatan-jembatan yang menghubungkan kota itu 
dengan daerah lain putus. Upaya perbaikan jembatan konon sudah dilakukan, namun 
belum juga berhasil. Karena itu upaya menjangkau Meulaboh dilakukan melalui 
laut dan udara. Reporter 68H di Medan, Bahri, melaporkan dua helikopter 
diterbangkan dari Medan untuk melepas bantuan logistik ke kota yang tercatat 
berpenduduk 50 ribu jiwa ini.

Bahri: Bachtiar Chamsyah selaku menteri sosial di Posko Bencana TNI Angkatan 
Udara Polonia Medan mengatakan hari ini telah diberangkatkan kebutuhan logistik 
termasuk 28 tanki minyak solar menuju Meulaboh dengan dua helikopter dari 
Singapura. Hal ini untuk mengatasi keterlambatan pendistribusian ke Meulaboh. 


Namun hingga berita ini ditulis, belum ada satupun tim SAR ataupun relawan yang 
berhasil masuk Meulaboh, untuk mengumpulkan dan mengurus jenazah ataupun 
menolong para korban.
 
Tak jauh dari Meulaboh, terletak Kepulauan Simeuleu yang hingga kini masih 
terkucil.  Kalau dari pusat gempa ditarik garis tegak lurus ke atas, maka titik 
itu hanya berjarak beberapa kilometer saja dari daratan Simeuleu. Ada 41 pulau 
kecil lain di sekeliling Simeuleu. Namun anehnya pulau yang luasnya hanya 
sekitar 2.000 km persegi itu hanya rusak sedikit. Berikut keterangan Kepala 
Seksi Tim SAR Sumatera Utara Zainul Tahar :
 
Zainul Tahar: Kepulauan Simeuleu dan kepulauan Banyak tidak mengalami kerusakan 
berarti. Hanya 147 rumah yang rusak, juga hanya ditemukan tiga jenazah.

Zainul menambahkan kekurangan tenaga membuat lambatnya langkah menangani 
jenazah yang di seluruh Aceh mencapai puluhan ribu. Menurutnya tim SAR butuh 
tenaga tambahan sekitar 500 orang lagi untuk bisa bekerja cepat dan efektif.

Kota lain yang belum terjangkau terletak di ujung Pulau Sumatera yaitu Sabang. 
Kota Sabang dipisahkan oleh sebuah selat kecil dari daratan Aceh. Sabang 
dikelilingi beberapa pulau yaitu Pulau Weh sebagai pulau terbesar, selain itu 
ada Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, dan Pulau Rondo. Tahun 1998 jumlah 
penduduk kota Sabang mencapai  sekitar 22 ribu jiwa. Sejak Sabang kembali 
diberlakukan sebagai pelabuhan bebas pada tahun 2000, penduduk mulai 
berdatangan kembali dari daratan Aceh.

Sementara itu sejumlah kawasan lain yang juga diperkirakan terkena dampak 
gempa, dan belum diketahui kondisinya antara lain Kabupaten Aceh Jaya, 
kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Pidie. Aceh Jaya diperkirakan berpenduduk 
sekitar 93 ribu jiwa.    Kabupaten Pidie yang beribukotakan Sigli dihuni oleh 
lebih dari 500 ribu jiwa. Sementara di Aceh Selatan ada hampir 170 ribu jiwa.  


Meski punya akses keluar masuk, sejumlah daerah lain di pelosok Aceh juga dalam 
keadaan memprihatinkan. Di Lhokseumawe, sampai sekarang pengungsi di sejumlah 
pelosoknya belum mendapat bantuan pasca bencana. Daerah itu antara lain 
Ciludung, Tanah Pasir, Bayu, Bukit Rata dan Lhoksukon. Bahkan di daerah 
tersebut banyak mayat masih bergeletakan. Daerah lain seperti Bireun juga 
membutuhkan bantuan makan dan obat-obatan. Berikut keterangan Fadilah, seorang 
relawan di Lhokseumawe.

Fadilah: wilayah Bireun di Aceh Jeumpa itu sangat terisolasi. Misalnya di 
daerah Matang, Gandapura, Samalanga tidak ada subdidi makanan dan terisolasi. 
Kebanyakan itu subsidi masyarakat setempat, belum ada subsidi makanan. Dan itu 
hanya cukup untuk dua hari setelah itu mereka harus mencari lagi ke tempat 
masyarakat yang lain. 

Selain kurang perbekalan, penyakit batuk dan demam mulai menyerang pengungsi 
khususnya anak-anak. Puluhan ribu pengungsi, khususnya di daerah-daerah yang 
belum terjangkau, masih menunggu bantuan makanan dan obat-obatan. Karena itu 
perlu upaya segera untuk membuka daerah-daerah yang terisolir dan menolong para 
korban yang selamat. Jika tidak, jumlah korban nyawa pasti akan bertambah 
akibat luka, penyakit dan kelaparan. Sampai Ahad lalu Aceh memang daerah 
tertutup, tapi masih adakah alasan untuk membiarkannya terus tertutup? Apalagi 
daerah bencana Tsunami di negara-negara lain sudah sangat terbuka, juga bagi 
relawan dan wartawan asing?

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. 




---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke