--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 06 Januari 2005 16:10 UTC ** KERJA SAMA BESAR-BESARAN BELANDA MENGHIMPUN DANA BAGI KORBAN ASIA ** GEMPA BUMI DAHSYAT KEDUA GUNCANG SUMUT ** PBB BUTUHKAN SATU MILYAR DOLAR UANG TUNAI ** TOPIK ULASAN PERS: BANTUAN AS DISAMBUT KECURIGAAN DAN ANAK-ANAK ACEH SEBAIKNYA DIADOPSI KELUARGA ISLAM ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KTT TSUNAMI DI JAKARTA, BANTUAN BENAR-BENAR SAMPAI PADA KORBAN? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA MENGENANG KORBAN TSUNAMI, TAPI NASIB MENDAGRINYA TIDAK JELAS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: GELOMBANG TSUNAMI MEMANCING GELOMBANG SOLIDARITAS DUNIA, TAPI MENIMBULKAN GELOMBANG DILEMA BAGI TNI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MASYARAKAT SIPIL SAMBUT IMBAUAN SEKJEN PBB UNTUK DANA BANTUAN KORBAN TSUNAMI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BANTUAN DANA BENCANA TANPA BICARAKAN KONTROL * KERJA SAMA BESAR-BESARAN BELANDA MENGHIMPUN DANA BAGI KORBAN ASIA Hari ini Belanda menggelar acara kerja sama besar-besaran televisi dan radio untuk menghimpun dana bagi para korban gempa laut di Asia Tenggara. Stasiun radio publik Radio 3FM dan enam stasiun radio swasta sejak enam pagi tadi menyiarkan acara dengan judul Radio 555. 555 adalah nomor rekening koalisi pelbagai organisasi bantuan Belanda. Kamis malam digelar konser amal dengan pelbagai artis terkenal Belanda. Sementara pemancar televisi Belanda malam ini juga menghimpun dana bagi para korban gempa laut di Asia. Sejauh ini sudah terhimpun dana sebesar 63 juta euro. Belum pernah sebelumnya dikumpulkan dana sebesar itu dalam waktu singkat. Melalui surat terbuka yang dimuat oleh harian Algemeen Dagblad Perdana Menteri Jan Peter Balkenende serta Wouter Bos, pemimpin Partai Buruh PvdA yang beroposisi mengimbau masyarakat supaya memberi sumbangan lewat giro rekening 555. * GEMPA BUMI DAHSYAT KEDUA GUNCANG SUMUT Dilaporkan telah terjadi gempa bumi dahsyat kedua di laut dekat Sumatera Utara. Pusat gempa bumi berkekuatan 6,2 pada skala Richter, terletak sekitar 60 kilometer di Barat Banda Aceh. Gempa ini menyusul gempa berkekuatan 5,6 pada skala Richter, sekitar 110 kilometer dari Banda Aceh Rabu kemarin. Sejak gempa laut 26 Desember lalu, tercatat sekitar 100 gempa susulan di kawasan. * PBB BUTUHKAN SATU MILYAR DOLAR UANG TUNAI PBB sangat membutuhkan satu milyar dolar uang tunai bagi bantuan darurat kepada para korban gempa laut di Asia. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, pada awal KTT Tsunami di Jakarta menyatakan bahwa PBB memang menjanjikan bantuan milyaran dolar, namun sebagian besar dana tersebut belum bisa dipakai PBB. Australia, Jerman, Jepang, Amerika Serikat serta pelbagai negara lainnya bersama-sama menjanjikan dana bantuan sebesar empat milyar dolar. Annan berharap agar dana tersebut cepat tersedia. Butir agenda KTT Tsunami di Jakarta adalah koordinasi aksi bantuan, pembangunan kembali kawasan bencana, penghapusan hutang dan penempatan sistem peringatan tsunami awal. Sementara itu jumlah korban tewas akibat bencana alam tetap mencapai 150 ribu orang. Terutama di Sumatera jumlah korban tewas masih bisa terus meningkat. Di Thailand ribuan orang masih dilaporkan hilang. Jutaan orang di kawasan bencana kehilangan rumah. Regu bantuan membagi-bagikan air bersih, pangan, dan pakaian. Tim dokter memberikan bantuan medis dan berupaya mencegah menyebarnya penyakit menular. * FLU BURUNG DI VIETNAM TEWASKAN DUA ANAK Di Vietnam, dalam satu minggu, dua anak laki-laki berusia enam dan sembilan tahun, meninggal dunia akibat flu burung. Jumlah total korban tewas akibat flu burung kini mencapai 22 orang dalam waktu setahun. Seorang gadis berusia 16 tahun masih dirawat di rumah sakit. Keadaannya kritis. Desember lalu 30.000 unggas dimusnahkan untuk mencegah menyebarnya virus tersebut. Juga Thailand dilanda flu burung. Tahun lalu, di negeri ini, 12 orang meninggal dunia akibat flu burung. Sementara pelbagai negara di Asia Tenggara serta Cina melaporkan kasus penyakit tersebut. Sejauh ini virus mematikan hanya disebarkan oleh unggas. Namun di masa mendatang dikhawatirkan, virus itu juga bisa menular dari manusia ke manusia. Ini bisa menimbulkan wabah flu yang bisa menelan jiwa di seluruh dunia. * AMERIKA SELIDIKI PRAKTEK-PRAKTEK PENGANIAYAAN GUANTANAMO BAY Tentara Amerika akan menyelidiki tuduhan praktek-praktek penganiayaan di Guantanamo Bay, Kuba. Amerika Serikat menahan sekitar 500 tersangka teroris di pangkalan militer di Kuba tersebut. Mayoritas tahanan ditangkap di Afganistan. Penyelidikan ini berdasarkan sejumlah surat elektronik e-mail yang dikirim agen dinas rahasia FBI yang diumumkan Desember lalu. Agen-agen ini menemukan pelbagai perbuatan tidak senonoh di Guantanamo Bay, seperti misalnya tahanan yang dipukul atau dianiaya, disunduti rokok. Tahanan-tahanan lainnya berhari-hari diborgol tangan dan kaki dan dilarang ke kamar kecil, ditahan di ruangan sangat panas, atau berjam-jam harus mendengarkan musik keras. Banyak tersangka sudah ditahan bertahun-tahun di Guantanamo tanpa dakwaan. * PENYUSUP PALESTINA DITEMBAK MATI Penduduk Israel menembak mati seorang warga Palestina di sebuah pemukiman Yahudi di Jalur Gaza. Seorang laki-laki Palestina bersenjata masuk pemukiman tersebut dan membawa bahan peledak. Setelah baku-tembak, penduduk Israel masih mencari penyusup lainnya, namun tidak menemukannya. Gerakan Palestina Hamas menyatakan bertanggung jawab atas serangan ini. * KOMISI EROPA SAMBUT HANGAT LANGKAH KUBA Komisi Eropa senang bahwa Kuba memulihkan kembali hubungan diplomatik dengan delapan negara Uni Eropa. Brussel menilai ini langkah bagus. Namun pada waktu yang sama juga menambahkan hubungan Uni Eropa dengan Kuba harus pulih sepenuhnya, sebelum bisa melangsungkan dialog. Pekan ini Havana memutuskan memulihkan hubungan dengan delapan negara Uni Eropa, karena negara-negara itu berjanji tidak lagi mengundang disiden dalam pelbagai pertemuan di kedutaan besarnya di ibukota Havana. Kehadiran para pembangkang Kuba pada pelbagai resepsi di kedutaan besar Uni Eropa di Havana menimbulkan amarah Presiden Kuba Fidel Castro. Antara lain Belanda, Polandia dan Ceko ingin agar Kuba membebaskan terlebih dahulu semua tahanan politik sebelum memulihkan hubungan dengan tiga negara Eropa itu. * JOHAN REMKES KUNJUNGI PHUKET Menteri Dalam Negeri Belanda Johan Remkes mengunjungi tim identifikasi Belanda di pulau Thailand, Phuket. Tim ini berupaya mengidentifikasi sebanyak mungkin korban gelombang pasang tsunami. Menurut Remkes, ini adalah sebuah pengalaman yang sangat mengejutkan. Sang Mendagri juga berkunjung ke sebuah rumah sakit di Phuket, di mana dirawat warga Belanda yang terluka. Staf tim identifikasi Belanda di Phuket akan digantikan akhir pekan ini. Semua staf yang sekarang akan kembali ke Thailand empat minggu mendatang. Diperkirakan masih dibutuhkan banyak waktu untuk mengidentifikasi semua korban. * BERITA BURSA Bursa-bursa saham Eropa dibuka positif hari ini. Indeks AEX di Amsterdam dibuka 0,7% lebih tinggi, mencatat 352 poin. Satu euro bernilai 1,3290 dolar sen. Sementara di Tokyo, Indeks Nikkei turun 0,5% mencatat 11.492 poin. Ini antara lain berkat nilai kuat mata uang yen terhadap dolar. * BANTUAN AS DISAMBUT KECURIGAAN DAN ANAK-ANAK ACEH SEBAIKNYA DIADOPSI KELUARGA ISLAM Hari ini, di Jakarta berlangsung KTT tsunami. Demikian tulis harian Trouw. Para pemimpin negara-negara donor akan membahas bentuk bantuan kepada para korban. Dana Moneter Internasional IMF misalnya bersedia menyumbang sekitar satu milyar dolar sebagai pinjaman darurat kepada negara-negara yang dilanda gempa laut. Selain dana bantuan, Amerika juga mengirim pasukan ke kawasan bencana. Di sana pasukan Amerika disambut sebagai pahlawan. Menurut para analis hal ini bisa memulihkan kembali citra Amerika. Namun pada waktu yang sama juga dicemaskan Washington memanfaatkan krisis ini untuk menempatkan secara permanen pasukannya di Asia Tenggara. Wajar saja Indonesia curiga terhadap sikap Amerika. Kehadiran militer Amerika di Aceh sangat luar biasa, melihat hubungan dingin antara Amerika dan Jakarta tahun-tahun belakangan. Hubungan makin buruk setelah Amerika mengkritik keras kelalaian Jakarta memberantas terorisme, setelah tragedi bom Bali tahun 2002. Memang benar bahwa SBY langsung menerima bantuan Presiden Amerika George W. Bush dalam bencana alam yang melanda Aceh. Namun menurut harian Trouw langkah ini wajar-wajar saja, melihat besarnya bencana tersebut. Apabila pemerintah gagal menangani kekacauan di Aceh, maka ketidakstabilan di wilayah itu bisa meluas. Harian Trouw selanjutnya mempertanyakan apa sebenarnya tujuan Amerika dalam memberi bantuan? Dalam kunjungannya ke Jakarta, Rabu kemarin, Menteri Luar Negeri Amerika Colin Powell kembali menegaskan bahwa Washington berada di kawasan, hanya untuk alasan kemanusiaan dan bukan politik. "Selain itu kami juga tidak bermaksud memenangkan hati kaum Muslim." Demikian tandas Powell seperti dikutip harian Trouw. Juga harian International Herald Tribune menyorot soal bantuan Amerika yang mencurigakan itu. Namun pada waktu yang sama Indonesia juga mempertanyakan soal bantuan negara-negara Arab, yang jauh lebih kecil ketimbang bantuan Amerika. Warga Indonesia pada dasarnya bukan anti-Amerika. Namun mayoritasnya menentang keras kebijakan Amerika di Timur Tengah. Demikian tandas Goenawan Mohamad, bekas pemred Tempo. Perang terhadap terorisme dianggap sebagai perang terhadap Islam. Dan semua upaya Bush untuk menunjukkan bahwa tuduhan itu tidak benar, gagal. Sejak invasi Amerika di Irak, hanya 15% warga Indonesia masih mendukung Amerika, dan bukannya 65%, seperti beberapa tahun silam. Apakah bantuan besar-besaran Amerika ke Indonesia dan kawasan bencana lain di Asia Tenggara akan memulihkan kembali citra Amerika, adalah suatu pertanyaan bagus. Demikian Goenawan Mohamad seperti dikutip harian International Herald Tribune. Sementara harian pagi De Volkskrant menyorot soal perdagangan anak yang melanda Aceh. Pusat penampungan pengungsi diperingatkan untuk hanya memberikan anak-anak kepada mereka yang bisa membuktikan keluarga anak tersebut. Unicef, organisasi PBB untuk anak-anak akan mendirikan kamp khusus bagi anak-anak supaya bisa lebih baik mengamati situasi. Pemerintah Indonesia mendukung rencana PBB untuk mendirikan kamp tersebut. Namun pada waktu yang sama juga mendesak supaya anak-anak ditampung oleh keluarga lain. Setelah gagal mengadopsi anak Aceh karena diketahui oleh keluarganya, Presiden Susilo memerintahkan dua menterinya masing-masing mengadopsi dua anak. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla menambahkan bahwa anak-anak Aceh sebaiknya diadopsi oleh keluarga yang beragama Islam, karena mayoritas warga Aceh adalah Islam. Demikian tandas Jusuf Kalla kepada harian pagi De Volkskrant. Dan demikian pula Ulasan Pers untuk kali ini. * KTT TSUNAMI DI JAKARTA, BANTUAN BENAR-BENAR SAMPAI PADA KORBAN? Intro: Kelihatannya seperti perlombaan menjadi siapa yang paling dermawan. Itulah semua aksi pengumpulan dana bantuan untuk Asia Tenggara. Dana awal sampai 3,5 milyar euro sudah dijanjikan. Dana sebesar ini pasti masih akan ditambah lagi dalam konperensi negara-negara donor, hari ini di Jakarta dan besok di Brussel. Kalau begitu apa yang bisa diperoleh para korban dalam prakteknya? Laporan redaktur Pieternel Grupppen dan Margreet Strijbosch. Kofi Annan: 11 hari belakangan termasuk yang paling gelap pada zaman kita. Tetapi kita juga diijinkan untuk melihat sinar baru. Kita lihat bagaimana dunia bersatu. Kita lihat bagaimana reaksinya didasarkan bukan pada perbedaan yang ada, tetapi pada apa yang mempersatukan kita. Kita lihat kesempatan untuk menyembuhkan luka lama akibat konflik yang bertele-tele. Kita lihat siapa saja bersatu, Utara dan Selatan, Timur dan Barat, pemerintah dan warga, media massa dan militer, para usahawan dan pemimpin agama. LSM dan lembaga internasional. Mari kita tunjukkan bahwa kita memang terus bertekad sampai kapanpun bantuan dibutuhkan. Itulah kata-kata bagus Kofi Annan pada KTT Tsunami di Jakarta hari ini. Kepada delegasi yang hadir Sekjen PBB ini beseru supaya ada jaminan bantuan sebesar 977 juta dolar sebagai kebutuhan pokok pertama bagi 5 juta korban bencana Tsunami di Asia Tenggara untuk jangka waktu setengah tahun mendatang. Tetapi tidak semua orang yakin bahwa janji kesanggupan menyumbang itu benar-benar akan sampai pada para korban. Lebih para lagi, sebagian janji sumbangan itu tidak akan benar-benar dicairkan. Demikian Louk de la Rive Box, rektor institut studi sosial di Den Haag. Louk de la Rive Box: Pada saat-saat seperti itu, di hadapan pers, memang sering disebut angka-angka yang fantastis, seperti 350 juta dolar yang dijanjikan oleh Presiden Bush. Tetapi kalau dilihat berapa jumlah yang benar-benar dicairkan, maka itu jauh lebih sedikit. Sekjen PBB sendiri belum lama beselang juga berkata bahwa janji bantuan mencapai sekian milyar dolar, tapi ia mengharapkan tidak sebanyak itu. Menurut pengalaman, begitu ada bencana lain, maka janji bantuan itu digeser pada bencana lain." Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne tidak sependapat. Agnes van Ardenne: Bayangkan saja kalau masyarakat internasional merasa tidak perlu untuk bersepakat mengenai bantuan bagi bencana besar ini. Pasti orang-orang akan mengecamnya. Ini adalah bencana yang tidak ada taranya. Lebih dari itu, KTT di Jakarta ini diselenggarakan oleh negara-negara Asia sendiri, karena mereka merasa perlu mengorganisir bantuan dari negara-negara kaya yang memang juga bersedia membantu. Yang jelas banyak orang sependapat tentang pentingnya PBB sebagai penyalur bantuan. PBB sadar akan pentingnya kerjasama dengan organisasi-organisasi setempat, karena merekalah yang paling tepat dalam memberikan bantuan darurat sekarang. Tetapi itu tidak berarti bahwa PBB akan harus menjadi koordinator bantuan. Amerika misalnya sangat ingin untuk menjadi koordinator pemberian dana. Demikian Agnes van Ardenne, menteri kerjasama pembangunan Belanda. Agnes van Ardenne: Sudah lebih dari 10 hari kita sibuk membujuk Amerika, Jepang dan Australia supaya hanya bekerja di bawah koordinasi PBB. Dan itulah yang sekarang terjadi. Kita harus berupaya mati-matian supaya negara-negara seperti Amerika dan Prancis tidak bertindak sendiri-sendiri, karena itu pasti akan membuat bantuan porak-poranda. Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van Ardenne menyatakan bahwa tiap hari dilakukan pembicaraan telpon dengan pelbagai negara. Tujuannya adalah supaya semua negara-negara itu menepati janji mereka. Pada konperensi Uni Eropa di Brussel Jum'at besok, di mana sebagian delegasi yang sama juga akan hadir, agenda terpentingnya adalah koordinasi dan tindak lanjut bantuan. Itu adalah hal-hal yang penting menurut Van Ardenne. Tetapi Louk de la Rive Box berpendapat bahwa yang paling penting sebenarnya sudah lewat. Louk De la Rive Box: "Saya tahu bahwa bantuan air bersih yang tiba kemarin atau sepekan lalu lebih penting bagi para korban. Itu lebih penting katimbang konperensi donor di Jakarta. Khususnya kalau kita tahu bahwa pemerintah yang bersangkutan tidak efektif dalam mengkoordinasi bantuan." * BELANDA MENGENANG KORBAN TSUNAMI, TAPI NASIB MENDAGRINYA TIDAK JELAS Tengah hari waktu Eropa Rabu kemarin, dilangsungkan peringatan mengenang para korban gempa bumi dan tsunami di Asia Tenggara. Belanda juga tidak ketinggalan. Walau begitu tragedi tsunami yang menghantam Asia Tenggara tampaknya akan membawa dampak tidak baik bagi seorang politikus Belanda. Laporan redaktur dalam negeri Rutger van Santen. Pemerintah Belanda Rabu kemarin secara resmi mengadakan peringatan bencana tsunami yang menghantam Asia Tenggara. Perdana Menteri Jan Peter Balkenende dalam pidatonya mengenang bencana yang mengerikan itu. Menurutnya penderitaan yang menimpa kawasan Asia Tenggara sulit dipahami, walau begitu menurut Perdana Menteri Balkenende tidak seorangpun tidak ternanar oleh kedahsyatan bencana itu. "Tetapi, mereka yang bisa memahami bagaimana penderitaan seorang ibu yang ditinggal anaknya, bisa juga merasakan bagaimana meluasnya penderitaan seperti itu." Ratusan orang mendengarkan pidato sang perdana menteri. Di dalam kompleks pemerintahan Belanda Binnenhof di Den Haag yang dijaga ketat, hadir pula anggota kabinet, wakil majelis rendah dan majelis tinggi Belanda, dan pejabat tinggi pemerintah lain. Tidak ketinggalan para diplomat dari negara-negara Asia Tenggara yang tertimpa bencana. Pidato Perdana Menteri Balkenende itu diakhiri dengan upacara mengheningkan cipta selama tiga menit. Dalam beberapa minggu kalau kabinet dan parlemen Belanda kembali dari reses Natal, akan diadakan peringatan yang lebih besar lagi di Den Haag. Pada peringatan itu juga akan diundang keluarga yang tertimpa bencana. Sangat dipertanyakan apakah Menteri Dalam Negeri Johan Remkes juga akan hadir pada peringatan itu. Rabu kemarin Mendagri Remkes akhirnya mengunjungi wilayah bencana di Phuket, Thailand. Beberapa anggota parlemen mengecam keras Remkes yang baru sekarang menjenguk para korban. Padahal ketika malapetaka itu terjadi sang mendagri ini juga sedang di Thailand 300 kilometer dari Phuket. Ia berlibur di sana. Hari-hari belakangan kritik terhadap Remkes berubah menjadi perhatian media massa. Menariknya, kecaman terhadap Remkes tidak datang dari kalangan oposisi saja, tetapi juga dari mitra koalisi lain. Bahkan partai Johan Remkes sendiri, yaitu partai konservatif VVD mengecam sang Menteri Dalam Negeri. Hans van Baalen, salah satu anggota fraksi VVD menyatakan tidak paham kenapa reaksi Remkes begitu lambat. Menurut Van Baalen, begitu melihat bencana itu seharusnya Remkes turun tangan membantu para korban. Dari Thailand, Menteri Dalam Negeri Johan Remkes sendiri membela diri. Ia menyatakan sudah berunding dengan kementeriannya dalam beberapa orang menteri lain. Ia mengaku juga sudah mempertimbangkan diri untuk menuju ke tempat bencana. Tetapi itu tidak dilakukannya. Ia mengikuti anjuran: jangan datang ketempat malapetaka karena mengganggu orang yang sibuk bekerja. Lagi pula kehadirannya di sana juga tidak punya tujuan khusus. Serangan bertubi-tubi terhadap Mendagri Remkes ini berkaitan dengan pendirian politiknya yang cukup kontroversial, belakangan ini. Sebagai Menteri Dalam Negeri, Johan Remkes adalah orang yang paling bertanggung jawab bagi pembasmian teror di Belanda. Semenjak pembunuhan sineas Belanda Theo van Gogh sangat jelas sebagian besar anggota parlemen sangat tidak puas dengan cara kerja Mendagri Johan Remkes. Debat yang menyusul ketika itu berjalan sengit dan Remkes hanya pas-pasan saja bisa bela diri. Sejak itu tampaknya nasib politik Remkes sebagai menteri dalam kabinet ini menggantung pada sehelai benang tipis. Bisa dikatakan mentri dalam negeri ini semenjak November lalu berada dibawah pengawasan dan kapan benang tipis itu akan putus hanya tinggal soal waktu. Bisa jadi kecaman-kecaman terhadap sikap Remkes yang acuh tak acuh dalam masalah malapetaka dahsyat tsunami ini terlalu dibesar-besarkan, namun mendagri Remkes patut waspada. Citra umum di Belanda mengenai Remkes sangat penting. Walaupun mungkin sekali terhadap dirinya kecaman kali ini berlebihan, Remkes sudah 15 tahun punya rumah di Thailand- ibarat nasi sudah menjadi bubur. Segera setelah reses Natal, Remkes harus tampil dalam debat besar di parlemen mengenai kebijakannya dalam menangani masalah terorisme. Ketika berlangsung upacara mengheningkan cipta di pusat pemerintahan Binnenhof Rabu kemarin di Den Haag, di sana sini sudah terdengar perkiraan bahwa karir mentri dalam negeri Belanda Johan Remkes tidak lama lagi akan berakhir. * GELOMBANG TSUNAMI MEMANCING GELOMBANG SOLIDARITAS DUNIA, TAPI MENIMBULKAN GELOMBANG DILEMA BAGI TNI Amerika Serikat membubarkan "Kelompok Negara Negara Inti" yang sedianya akan memimpin bantuan dunia bagi korban musibah tsunami. Dalam KTT Tsunami di Jakarta, Sekjen PBB Kofi Annan, mengumumkan, PBB akan memimpin koordinasi upaya bantuan dan rekonstruksi kawasan yang dilanda musibah tsunami. Keputusan ini menarik, sebab operasi besar yang menghadirkan tentara asing ini rupanya sangat merepotkan posisi tentara Indonesia. Seperti di Timor Timur tahun 1999, TNI di Aceh terjebak dilema antara keharusan upaya kemanusiaan dunia, dan kehadiran tentara asing yang dianggap melecehkan gengsi tentara. Karena itu, pasukan asing itu harus memperbarui ijin operasi setiap dua minggu, demikian ungkap pengamat militer Indro Tjahyono. Indro Tjahyono [IT]: Jadi pertama kali Indonesia menolak bantuan asing dengan menghadirkan peran orang, yang langsung membantu masyarakat Aceh. Jadi terutama bantuan dari tentara-tentara Amerika atau pasukan-pasukan asing yang melaksanakan peranan mereka selain perang. Nah, itu memang ada penolakan. Radio Nederland [RN]: Ada penolakan resmi? IT: Nggak resmi. Atau komentar-komentar bahwa itu hendaknya dicegah. Tetapi masyarakat justru mengkritik para pejabat yang menolak bantuan asing. Dan itu dianggap tidak simpati kan. Oleh karena itu sekarang mereka membiarkan pasukan-pasukan asing yang berangkat dari Singapura, Amerika mau pun lain-lain ya. Dan mereka solusinya adalah memberikan ijin, setiap dua minggu diperbarui sambil dipantau kegiatannya. Tetapi kehadiran pasukan asing, apalagi kapal induk di Aceh kemarin, sebenarnya itu pun sudah merupakan problem. Jadi keamanan Indonesia, yang mana rupanya Indonesia sendiri belum siap, menanggapi kemungkinan-kemungkinan pasukan asing langsung memberi bantuan ini. RN: Jadi kecenderungan untuk menolak kehadiran pasukan asing ini ungkapannya dari siapa dan seperti apa? IT: Ya, kalau dari pejabat kemarin, jadi kekhawatirannya dilontarkan mengapa pasukan asing ini bisa leluasa membantu, bahkan cenderung sebenarnya melecehkan kemampuan pasukan Indonesia. Misalnya pasukan Indonesia mengatakan bahwa masih sangat sulit untuk menyentuh Meulaboh. Tapi besoknya pasukan asing itu mengundang televisi dan menunjukkan bahwa Meulaboh telah mereka rintis dan mereka buka. Jadi sekarang ini, menurut saya, ada semacam kampanye dari pasukan-pasukan asing itu mengenai kesanggupan mereka. Dan Indonesia mengatakan bahwa kita serba salah, karena ini adalah bantuan kemanusiaan yang tidak bisa ditolak begitu saja. Oleh karena itu ijin bagi operasi pasukan asing membantu di Aceh, akan dikeluarkan setiap dua minggu. Jadi setiap dua minggu dievaluasi. Jadi itu tanggapan resminya kira-kira itu kemarin. RN: Itu dari Panglima TNI sendiri atau dari pejabat tinggi di bawahnya? IT: Dari pejabat tinggi di bawahnya. Jadi mereka mengatakan seperti itu. Tetapi menurut saya ini belum merupakan sesuatu yang baku. Karena kita sendiri belum punya pengalaman, membiarkan pasukan asing bantu Indonesia dan langsung di dalam satu operasi pengerahan dengan skala yang luas. RN: Dan mungkin menyinggung semacam kebanggaan dari tentara itu sendiri. Nah kalau begitu kenapa tidak menyepakati usul dari DPR untuk, sudah berlakukan saja undang undang operasi militer non perang yang diusulkan oleh Efendi Choiri? Di dalam undang undang TNI yang baru kan ada? IT: Jadi ini serba salah yang di Aceh ini, karena pemerintah, baik dari segi pertahanan maupun dari segi darurat, atau tidaknya daerah itu, memang sulit ya. Karena daerah ini merupakan daerah yang porak poranda, dan kalau diberlakukan keadaan darurat, lembaga-lembaga asing tidak mau membantu korban bencana di Aceh. Jadi mandat dari negara-negara asing membantu kemanusiaan di Aceh, adalah kalau daerah itu tidak diberlakukan keadaan darurat, apakah itu darat sipil maupun darurat militer. Jadi pemerintah serba salah di sini. Kalau mereka memberlakukan keadaan darurat militer, atau sipil, maka bantuan-bantuan asing itu tidak bisa masuk ke Aceh. Demikian Indro Tjahyono kepada Radio Nederland. * MASYARAKAT SIPIL SAMBUT IMBAUAN SEKJEN PBB UNTUK DANA BANTUAN KORBAN TSUNAMI Sekjen PBB Kofi Annan mengimbau bantuan dana jangka pendek mau pun untuk rekonstruksi jangka panjang bagi kawasan musibah Tsunami, yaitu sekitar 977 juta dollar. Kami tanyakan kepada Ivan Alhadar, Direktur Eksekutif Kerjasama LSM, INFID, apakah imbauan Sekjen PBB itu memenuhi harapan masyarakat sipil. Ivan al Hadar [IH]: Ya sangat memenuhi itu. Jadi, statemen INFID itu dibuat sebelum adanya keputusan KTT Tsunami ini. Kita mengatakan, Indonesia dalam keadaan ekonomi tidak begitu baik, lalu ditimpa musibah tsunami dan hutang yang sangat besar. Sehingga (statemen kami) intinya menuntut selain dana rekonstruksi jangka pendek, juga pemotongan hutang untuk indonesia. Memang sudah ada tawaran dari pemerintah Jerman, yaitu dari Kanselir Schroder yang menawarkan memberlakukan moratorium hutang-hutangnya yang jatuh tempo, jadi, penangguhan. Kemudian, yang lebih maju lagi, yaitu tawaran dari Gordon Brown, Menkeu Inggris, yang mengatakan dia akan berjuang untuk meyakinkan Paris Club (forum pembahasan hutang) untuk memberikan pemotongan. Nah, jadi dua negara, Jerman dan Inggris, sangat maju dalam tawarannya. Terakhir saya dengar Kanada juga. Jika anggota Paris Club yang lain tidak setuju, Kanada akan jalan sendiri, katanya. Yang aneh dan ironis adalah pemerintah Indonesia lewat pernyataan menteri keuangannya dan juga Ketua Bappenas, mengatakan mencemaskan bahwa moratorium akan menurunkan rating (peringkat) Indonesia sendiri. Nah, rating itu konon katanya berkait dengan kesulitan Indonesia memperoleh kredit dan (ada) imbasnya nanti terhadap ekonomi makro, dsb. Tapi itu kan sangat artifisal dan lembaga yang melakukan rating itu juga sudah mengatakan itu tidak ada kaitannya dengan penurunan rating Indonesia, karena yang menawarkan pemotongan hutang atau moratorium itu adalah negara negara kreditor itu sendiri. Radio Nederland (RN): Tapi, kan akhirnya Indonesia akhirnya setuju dengan moratorium itu? IH: Ya, akhirnya setuju, memang, karena cukup banyak pressure (tekanan) dari masyarakat dan parlemen, dan kaum inrtelektual dan masyarakat sipil. Kan tampaknya aneh jika negara yang berhutang banyak yang notabene miskin seperti Indonesia itu berperilaku sok gengsi begitu ya. Ya itu jadi kayak hantu yang diciptakan oleh kreditor sendiri sebetulnya. Dulu IMF dan Bank Dunia itu kan selalu mengatakan kalau negara-negara penghutang itu meminta re-scheduling (penjadwalan kembali) atas pemotongan itu dampaknya amat buruk bagi mereka. RN: Anda juga mengharapkan bantuan yang bersifat komprehensif dan berkesinambungan? IH: Jadi, keadaan darurat Aceh ini sifatnya membutuhkan dana cukup besar, dan Indonesia memperkirakan satu milyar dollar. Tapi itu kan sangat kecil dan hanya menyangkut infra struktur dasar, padahal kaitannya dengan infrastruktur yang lebih dibutuhkan untuk masa depan itu jauh lebih besar. Belum lagi ditambah dgn recovery (pemulihan dan proyek-proyek) non-fysik, itu kan memerlukan dana yang sangat besar. RN: Tentang soal korupsi juga menjadi keprihatinan di luar negeri? IH: Kita selalu beranggapan mustinya ada satu tim independen yang melakukan penyaluran dana seperti itu. Apakah dana itu masuk lewat tim tsb, ke mereka yang berhak, atau kepada pemerintah RI, pokoknya di dalamnya harus ada tim yang melibatkan berbagai pihak yang bisa melakukan montoring (pemantauan). Indonesia sekarang kan punya presiden baru yang terpilih langsung, dengan mandat besar, jadi dengan legitimasi yang kuat, mau tak mau akan membutuhkan bantuan dari terutama civil society (masyarakat sipil). Itu sekaligus untuk menghindari terjadinya korupsi di dalam negeri sendiri. Penyaluran bantuan yang kita alami di daerah daerah konflik selama ini banyak yang bocor, karena memang nggak ada mekanisme untuk melakukan kontrol. Demikian Dr. Ivan al Hadar dari INFID. * BANTUAN DANA BENCANA TANPA BICARAKAN KONTROL Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Tsunami di Jakarta berjalan bak kontes kemurahan hati. Negara-negara kaya berlomba-lomba menjanjikan bantuan kemanusiaan hingga terkumpul komitmen bantuan sedikitnya 4 milyar dolar Amerika Serikat. Dana milyaran dolar itu nanti akan dibagi pada seluruh negara korban tsunami, Indonesia hampir dipastikan mendapat bantuan terbesar. Persoalannya, tak banyak yang ingat untuk membikin pagar rapat agar bantuan tak diselewengkan. Padahal negeri ini punya nilai buruk dalam akuntabilitas angaran. Berikut Dewi Safitri dari Radio 68H di Jakarta. Inilah hari yang menyenangkan Kofi Annan. Dengan suara khasnya yang dalam dan tenang, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa ini menampakkan senyum begitu Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Tsunami di Jakarta selesai. Permintaan dana darurat bencana yang diajukan PBB senilai 977 juta dolar ditambah kebutuhan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah senilai 59 juta dolar, ternyata malah direspon dengan komitmen bantuan melebihi 4 milyar dolar. Annan lega. Kofi Annan: Kebutuhan yang diperkirakan PBB mencapai sekitar 977 juta dolar. Untuk bantuan darurat bencana bagi kira-kira 5 juta korban bencana. Bantuan terbesar datang dari Komisi Eropa. Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengumumkan, negara-negara Eropa menyisihkan 1,5 milyar euro, berarti hampir 2 milyar dolar AS. Meski belum jelas betul, berapa bagian indonesia karena masih harus dibagi-bagi lagi dengan negara korban tsunami lainnya. Bantuan kelas kakap lain datang dari Jepang dengan nilai pasti 130 juta dolar. Masih akan ditambah dengan hasil negosiasi Perdana Menteri Junichiro Koizumi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, soal sisa dana bantuan senilai 250 juta dolar. Ada lagi komitmen bantuan senilai 350 juta dolar dari Amerika Serikat dan 250 juta lainnya dari Bank Dunia. Tsunami terbukti merupakan pintu sumbangan yang terus mengalirkan dana ke kocek Negara korban. Anehnya, konferensi sehari ini ternyata sama sekali tak menyinggung kontrol penggunaan dana. Tidak oleh Sekjen PBB Kofi Annan tidak pula oleh para kepala negara atau kepala pemerintahan lainnya. Pembantu dekat Annan untuk urusan pengelolaan dana pemulihan akibat bencana yang juga Direktur Program Pembangunan PBB Mark Mallouch Brown mengatakan, akan dibuat model pengawasan konkrit untuk mengontrol penggunaan dana. Namun Brown yang ditugasi berkoordinasi dengan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia, gagal menjelaskan lebih rinci lagi apa yang dimaksud dengan bentuk konkrit upaya pencegahan korupsi itu. Mark Mallouch Brown: Dengan cara kongkrit itu berarti akan ada banyak proses akunting dan audit. Kami yakin pemerintah Indonesia juga sangat berkomitmen untuk melakukan hal serupa. Nanti akan kita atur betul-betul agar kepercayaan publik internasional tidak dinodai. Begitu pula Jepang. Menurut Akira Chiba, juru bicara Perdana Menteri Jepang, persoalan mendesak kini adalah bantuan darurat, sehingga kekhawatiran korupsi tidak perlu didahulukan. Jepang, menurut Chiba, akan mendorong agar komitmen good governance dipraktekkan dalam manajemen bantuan. Lagi-lagi, tanpa menyebut mekanisme macam apa yang mesti diterapkan. Akira Chiba: Soal korupsi sekarang merupakan keprihatinan Jepang. Tapi tentu saja kami juga sangat mendukung good governance. Pokoknya metode untuk good governance kami dukung. Kekhawatiran bahaya penyelewengan sangat beralasan, mengingat sejarah kelam pemerintah Indonesia dalam mengelola bantuan. Bahwa seluruh peserta konferensi mengabaikan fakta penting ini, menurut Koordinator Koalisi Anti Utang Kusfiardi, merupakan kesengajaan. Sama halnya dengan kaburnya informasi tentang bentuk bantuan, apakah itu murni hibah atau utang dalam wajah tersamar. Kalau bentuknya utang, maka satu-satunya kepentingan negara pemberi bantuan adalah uangnya harus kembali. Tidak peduli apakah dana itu akhirnya dikorupsi atau tidak. Kusfiardi: Karena memang ada atau tidak ada korupsi tidak merugikan mereka. Malah mereka menggunakan korupsi sebagai jalan untuk memperluas jumlah utang. Karena mereka menikmati keuntungan politik-ekonomi dari situ. Suramnya soal korupsi dan bentuk bantuan membuat janji pemerintah Indonesia untuk mengontrol betul penggunaan bantuan, seperti dikatakan sendiri oleh Yudhoyono, menjadi tak begitu berarti lagi. Sehari sebelum KTT, presiden mengatakan akan melibatkan lembaga pemantau korupsi ICW dalam audit bantuan. Kini pemerintah Indonesia dituntut bersikap sangat hati-hati sekaligus berani, memutus perangkap rantai korupsi yang mungkin muncul dari bantuan luar negeri itu. Sebagai langkah awal, pada perundingan dengan Paris Club 12 Januari nanti, pemerintah harus tegas memutuskan: pilih moratorium atau pemotongan utang sekalian. Kalau tidak maka kembali orang akan terjebak utang dan korupsi yang makin dalam. Tim Liputan Kantor Berita Radio 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
