---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 31 Januari 2005 15:20 UTC



** PEMIMPIN DUNIA SAMBUT BAIK PEMILU IRAK

** NEGARA KORBAN TSUNAMI MINTA TURIS DATANG KEMBALI

** AZAHARI NYARIS DITANGKAP

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMILIHAN UMUM IRAK: SEKARANG MENANTI 
HASILNYA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PAKTA NATO DIMINTA BENTUK SATUAN STABILISASI 
DAN REKONSTRUKSI 

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: 100 HARI PEMERINTAHAN SBY DAN PEMBINCARAAN 
DAMAI ACEH DI FINLANDIA TAK HENTIKAN KEKERASAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BAIK JAKARTA DAN GAM HARUS LIHAT SISI 
KEMANUSIAAN DI ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: ACEH KONON SUDAH DIBAGI-BAGI, RAKYAT TIDAK 
DILIBATKAN LAGI



* PEMIMPIN DUNIA SAMBUT BAIK PEMILU IRAK

Para pemimpin dunia mengucapkan selamat kepada warga Irak yang melaksanakan 
pemilu Ahad kemarin. Sekalipun penghitungan suara masih memakan waktu 
berhari-hari, presiden AS George W. Bush menyebut proses pemilu menyuarakan 
keberhasilan. Perdana menteri interim Irak, Iyad Allawi mengatakan keberhasilan 
pemilu merupakan kemenangan besar atas terorisme. Teroris kalah ahad kemarin, 
ujarnya, teroris tahu bahwa mereka tidak akan bisa menang. Sekalipun terjadi 
beberapa serangan yang mengakibatkan 36 orang tewas, orang yang datang ke TPS 
lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. 

Pejabat berwenang menyebut partisipasi masyarakat sangat tinggi di wilayah 
utara Kurdi dan di selatan wilayah Syiah. Para pemilih di segitiga Suni, Irak 
Tengah, yang dulunya merupakan daerah pusat kekuasaan bekas ditaktor Saddam 
Hussein, tidak banyak ke TPS sebagai respon seruan boikot oleh imam Suni. 
Sekretaris jenderal PBB Kofi Annan menyerukan rekonsilasi bagi seluruh kelompok 
di Irak. Uni Eropa mengatakan hasil pemilu merupakan langkah penting menuju 
kedaulatan penuh. 10 ribu pengawas internasional gembira dengan proses pemilu 
tersebut. Dalam pemantauan sementara disebutkan hanya sedikit saja terjadi 
pelanggaran. Warga Irak yang hidup di negara lain juga turut memberikan suara. 
Sekitar 300 ribu warga Irak mendaftarkan diri untuk mencoblos di luar negeri.


* NEGARA KORBAN TSUNAMI MINTA TURIS DATANG KEMBALI

Negara-negara Asia yang dilanda bencana Tsunami 26 Desember 2004 menghimbau 
agar para wisatawan untuk berkunjung kembali. Dalam pertemuan di Phuket, 
Thailand, para menteri dari berbagai negara yang terkena bencana mengeluh atas 
diberikannya travel negatif oleh beberapa kementrian luar negeri. Para menteri 
itu menegaskan bahwa sebagaian besar resor turis tetap buka seperti biasa. 
Selain itu daerah tersebut sangat bergantung pada pendapatan dari sektor wisata 
dan pembangunan kembali akan sulit berjalan kalau mereka tidak mendapatkan 
pendapatan. Sementara itu sebuah kelompok yang mempunyai hubungan dengan 
gerakan Macan Tamil Srilangka menymbang 300 kapal penangkap ikan untuk para 
nelayan. Kelompok tersebut mengatakan memberikan uang pada korban bencana tidak 
menyelesaikan masalah. Sedangkan pemberian kapal merupakan usaha agar para 
nelayan dapat kembali bekerja.


* AZAHARI NYARIS DITANGKAP

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan buronan warga Malaysia 
yang sangat dicari karena terlibat dalam aksi teror bom lolos dari penangkapan 
polisi baru-baru ini. Profesor Azahari Husin diduga otak berbagai serangan bom 
di Indonesia termasuk dalam kasus bom Bali yang menewaskan sekitar 200 orang, 
kebanyakan warga Australia. Presiden Yudhoyono dalam wawancara juga mengatakan 
bahwa dirinya selalu mengikuti perkembangan pemburuan tersangka teroris 
tersebut. Pekan lalu sempat muncul berita salah satu tersangka bom Bali tewas 
di Filipina akibat serangan militer di kawasan kelompok teroris Abu Sayyaf. 
Dulmatin dikabarkan melakukan pertemuan di sana ketika penyerbuan dilakukan. 
Namun hingga sekarang kematian Dulmatin itu masih belum jelas.


* FLU BURUNG TERUS MENJALAR DI ASIA

Virus flu burung di Asia terus mewabah. Dua propinsi di Thailand kini positip 
terkena virus itu. Total sudah enam propinsi terjangkit penyakit tersebut. Para 
ahli khawatir virus menyebar ke negara tetangga Kamboja. Ahad kemarin perempuan 
Kamboja berusia 25 tahun tewas di Vietnam akibat flu burung. Vietnam merupakan 
negara yang paling parah terkena serangan flu burung. Sejak awal tahun ini 
sudah 12 orang tewas setelah memakan ayam yang terjangkit flu burung tersebut 
di Vietnam. Negara-negara yang terkena flu burung dan wakil PBB akan mengadakan 
pertemuan di Vietnam akhir Februari mendatang untuk berdiskusi bagaimana 
menahan laju flu burung tersebut.


* DI KUWAIT, LIMA TERSANGKA TERORIS TEWAS DIDOR

Di Kuwait, lima tersangka ekstrimis Muslim tewas ditembak oleh pasukan keamanan 
dalam baku tembak di pinggiran ibukota Kuwait. Beberapa polisi luka dalam 
peristiwa itu. Media lokal melaporkan jual beli tembakan tersebut bermula dari 
upaya pasukan keamanan mengepung sebuah rumah yang diduga merupakan sarang 
teroris. Bulan belakangan ini terjadi serangkaian kontak senjata antara pasukan 
keamanan dengan ektrimis muslim. Sedikitnya sudah 17 orang ditangkap atas 
sangkaan melakukan aktivitas terorisme.


* RATUSAN FANS MICHAEL JACKSON KUMPUL BERI DUKUNGAN

Ratusan fans mega bintang pop Michael Jackson dari seluruh dunia berkumpul di 
depan pengadilan Santa Maria di negara bagian California, Amerika Serikat. 
Mereka berkumpul untuk memberi dukungan terhadap pujaannya Michael Jackson yang 
diadili Senin ini di pengadilan tersebut. Michael dituduh melakukan pelecehan 
seksual dua tahun lalu terhadap bocah lelaki berusia 13 tahun. Dalam video di 
situsnya, Michael menolak semua tuduhan dan mengatakan ia yakin akan dibuktikan 
tidak bersalah. Pengadilannya sendiri akan berlangsung selama beberapa bulan.


* BURSA EROPA DIBUKA POSITIP PEKAN INI

Bursa Eropa dibuka positip awal pekan ini. Menurut para analis ini berkat 
pemilu di Irak berjalan mulus. Bursa Amsterdam AEX dibuka naik setengah persen 
di posisi 359 poin. Bursa-bursa di London, Paris dan Frankfiurt bahkan 
mengalami kenaikan lebih lagi. Selain itu juga dilaporkan perusahaan teknologi 
informasi Getronics membeli perusahaan saingannya PinkRoccade dengan nilai 350 
juta Euro. Bursa di Tokyo juga naik 0,59 persen di posisi 11.387,59 poin. Para 
pialang merasa optimis dengan kontrak-kontrak baru di dunia bisnis sembari 
menanti perkembangan penting dalam saham-saham teknologi. Mata uang bersama 
Eropa berada di posisi 1,3012 dolar per satu Euro.


* PEMILIHAN UMUM IRAK: SEKARANG MENANTI HASILNYA

Setelah pemilihan umum yang berhasil Ahad kemarin yang diikuti oleh pemilih 
dalam jumlah tinggi, kecuali di wilayah orang-orang Sunni, sekarang Irak 
menanti hasil penghitungan suara. Tetapi masih dibutuhkan waktu, seminggu atau 
bahkan 10 hari. Sesudah itu pasti akan muncul perundingan yang seret tentang 
susunan pemerintah baru, yang akan harus mengurusi harapan tinggi masyarakat. 
Ulasan redaktur senior Timur Tengah Bertus Hendriks:

Dalam jumlah besar para pemilih Irak berbondong-bondong ke tempat pemungutan 
suara, mengabaikan semua bentuk ancaman kalangan pemberontak. Itu bukan ancaman 
kosong, terbukti dari jatuhnya 35 korban tewas di sekitar pelbagai tempat 
pemungutan suara. Tetapi jumlah korban tewas ini jelas tidak sebanding dengan 
besarnya jumlah pemberi suara. Maka tepat pula pernyataan pejabat Perdana 
Menteri ad interim Iyad Allawi dan sekutunya yaitu Amerika dan Inggris yang 
menyebut pemilu itu sebagai kemenangan atas para pemberontak. Para pemberontak 
ternyata tidak berhasil menghalangi pemilih Irak menggunakan hak mereka. 

Tetapi masih ada pemenang besar yang lain, dan itu adalah pemenang penting, 
bahkan paling penting. Itulah Ayatollah Akbar Ali Sistani. Karena kalau itu 
menurut Amerika dan mantan penguasa pendudukan Paul Bremmer maka pemilu di Irak 
Ahad kemarin seharusnya bukan pemilhan umum langsung. Amerika dan sekutu 
Iraknya semula ingin memilih tokoh-tokoh masyarakat tertentu yang kemudian bisa 
dipilih melalui pemilu. Dengan kata lain Amerika menghendaki seleksi bagi para 
caleg. Baru setelah Ayahtolah Ali Sistani menggerakkan ribuan pendukungnya 
berdemonstrasi menuntut supaya pemilu menganut azas satu orang satu suara, 
Amerika mengubah pendiriannya. 

Dengan sistem satu orang satu suara ini maka akhirnya orang-orang Syiah 
memiliki wakil dalam parlemen sesuai dengan jumlah mereka sebagai warga 
mayoritas. Dengan cara serupa orang-orang Kurdi yang membentuk pesatuan daftar 
caleg, karena itu sekarang mereka kuat terwakili dalam pemerintahan pusat Irak. 
Ini jelas revolusi bagi perimbangan kekuasaan di Irak. Di bawah Saddam dan 
bahkan sebelum diktator ini berkuasa, orang-orang Sunni selalu paling 
menentukan di Irak, padahal mereka cuma minoritas. 

Sekarang masalahnya adalah menyertakan orang-orang Sunni dalam pemerintahan 
Irak. Di bawah pendudukan Amerika, orang-orang Sunni selalu khawatir akan 
tersingkir dari proses politik Irak. Itulah sebabnya jumlah pemilih Sunni Ahad 
kemarin juga tidak besar. Walau pun kalangan Sunni diuntungkan di bawah Saddam 
Hussein, tetapi tidak semuanya pendukung pemerintahan berdarah sang diktator. 
Banyak orang Sunni yang juga merupakan korban Saddam Hussein.

Warga Sunni Irak yang menghindari pemilu, sekarang harus menyadari bahwa baik 
aksi boikot mereka maupun aksi-aksi kekerasan yang dilancarkan para pendukung 
Saddam Hussein tidak berhasil menghentikan proses tersebut. Sekarang diharapkan 
orang-orang Sunni akan mengejar ketinggalan mereka dan akhirnya bersedia 
bergabung dalam pemerintah untuk membicarakan undang-undang dasar baru Irak. 
Ini adalah tugas terpenting yang harus dilaksanakan pemilu Irak yang baru. 
Apabila tidak kaum Sunni akhirnya akan diminta untuk ikut serta. Partai-partai 
yang lain sadari kalau kaum Sunni tidak ikut proses politik Irak, maka mereka 
pasti akan bergabung dengan pihak pemberontak.

Karena di luar kegembiraan sekitar langkah pertama menuju demokrasi, pemerintah 
Irak harus sadar, kali ini para pemberontak hanya kalah dari segi politik, 
belum kalah dari arena perang Irak. Aksi-aksi kekerasan kemungkinan besar akan 
bertambah dan semakin berdarah. Pemerintah baru yang dalam waktu dekat dengan 
dukungan parlemen baru, memulai masa jabatan mereka, mempunyai legitimitas 
lebih besar dibandingkan pemerintah interim pimpinan Perdana Menteri Iyad 
Allawi yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Tetapi legitimitasi ini akan 
berkurang dalam waktu singkat apabila pemerintah baru dalam tidak bisa memenuhi 
persyaratan utama demokrasi sejati, yaitu keamanan, hukum dan ketertiban serta 
membangun kembali sarana kehidupan terpenting, seperti air minum bersih dan 
listrik. Selain itu juga harus ada batas akhir kehadiran pemerintah serta 
pasukan Amerika di Irak. Sekarang makin banyak saja warga Irak yang memandang 
campur tangan Amerika sebagai masalah, dan bukan bagian dari jalan keluar.


* PAKTA NATO DIMINTA BENTUK SATUAN STABILISASI DAN REKONSTRUKSI 

Awal bulan ini satuan terbaru NATO dinyatakan sebagian sudah siap untuk 
ditugaskan. "Satuan gerak cepat NATO" atau NRF dapat dikerahkan dalam waktu 
singkat dan diperlengkapi persenjataan berat. Jumlah total tentara diperkirakan 
lebih dari 20 ribu orang. Ke-26 negara anggota NATO akan menyumbangkan tentara 
mereka untuk NRF. Setiap enam bulan satu atau lebih negara anggota ikut serta 
sepenuhnya dalam NRF, hingga satuan ini sepenuhnya siap ditugaskan tahun 2007. 
Selama enam bulan ke depan Belanda dan Jerman dengan satuan tentara bersama 
mereka, akan memimpin NRF. Tetapi sementara itu Amerika Serikat sudah 
memikirkan pembentukan satuan yang baru. Ulasan redaktur perdamaian dan 
keamanan, Hans de Vreij:

Pencetus NRF adalah Hans Binnendijk, direktur "Centre for Technology and 
National Security Policy" atau Pusat Kebijakan Teknologi dan Keamanan Nasional. 
Sebuah thinktank penting pada "National Defense University" Amerika Serikat. 
Setelah Amerika menyerang Afganistan, Binnendijk sadar bahwa NATO tidak bisa 
memberikan sumbangan yang cocok pada operasi seperti itu. Alasannya sederhana, 
karena Amerika Serikat, Britania Raya, Prancis dan anggota NATO lainnya tidak 
dapat menyumbangkan tentaranya untuk operasi militer yang berbahaya di 
tempat-tempat yang jauh, dalam waktu singkat. Binnendijk mencetuskan idenya 
dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan sebuah majalah para spesialis 
keamanan. Idenya tentang NRF dalam waktu singkat diambil-alih NATO dan 
dilaksanakan.

Sekarang Hans Binnendijk datang dengan ide baru. Ketika diwawancarai Radio 
Nederland, ia menerangkan kalau Afganistan menunjukkan kekurangan NATO yang 
tidak dapat menyumbangkan pasukan bersenjata lengkap dalam waktu singkat, maka 
pengalaman di Irak menunjukkan kekurangan yang lain lagi. Yaitu kurangnya 
kapasitas tentara setelah berhasil menjalankan operasi militer, untuk 
mengembalikan ketenangan, stabilitas dan menjamin pembangunan kembali negara 
tersebut. Hans Binnendijk sudah memikirkan nama bagi satuan baru NATO ini yaitu 
Kekuatan Stabilisasi dan Rekonstruksi.

Hans Binnendijk: Negara-negara Barat memang bisa menang operasi militer. Yang 
kita harus belajar sekarang, adalah memenangkan perdamaian. Untuk operasi itu, 
kita perlu kemampuan lain. Kita butuh satuan tentara yang dapat mengembalikan 
stabilitas. Selain itu kita juga harus memenuhi tugas membangun kembali. Kita 
harus dapat memenuhi tuntutan tersebut baik secara militer maupun sipil, dan 
menggabungkan kedua kekuatan itu bersama.Kita sedang berupaya mewujudkan hal 
ini di Amerika Serikat.

Kita juga harus membangun kemampuan yang sama dalam NATO. Jadi, sekarang sedang 
kita jajaki sejenis imbangan kekuatan gerak cepat NATO. Keinginan untuk 
membentuk kekuatan Stabilisasi dan Rekonstruksi atau satuan Gerak Cepat NATO 
memberikan kesempatan tidak hanya untuk memenangkan perang, tetapi juga 
menciptakan perdamaian.

Saat ini Binnendijk sedang sibuk mempromosikan gagasannya di lingkungan NATO. 
Menurut Binnendijk kekuatan baru NATO ini harus terdiri dari satuan infanteri, 
zeni, tenaga medis, urusan sipil serta satuan penerangan dan propaganda, untuk 
memenuhi apa yang dinamakan operasi-operasi psikologis. Hans Binnendijk belum 
lagi memerinci berapa besar kekuatan tersebut. Katanya, itu tergantung dari 
berapa besar persoalan dan situasi di negara yang bersangkutan. Satu hal sudah 
pasti: kemungkinan besar satuan baru ini akan diwujudkan dalam waktu singkat, 
seperti NRF. Dan yang ingin dicegah oleh Binnendijk adalah pasukan Amerika 
Serikat ditugaskan terlebih dulu dalam operasi militer yang berbahaya, dan 
setelah itu negara-negara Eropa lainnya diberi tugas mempertahankan perdamaian.

Hans Binnendijk: Kita tidak menginginkan situasi di mana Amerika Serikat 
diwajibkan berperang sementara sekutu Eropa hanya bertugas menjaga perdamaian. 
Analoginya di sini, Amerika bertugas memasak dan para sekutu mencuci piring. 
Kalau memang demikian cara anda membagi tugas, maka kita makan makanan yang 
berbeda. Ini bukan perbandingan yang sehat. Kedua belah pihak harus dapat 
memasak dan mencuci piring.


* GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: 100 HARI PEMERINTAHAN SBY DAN PEMBINCARAAN 
DAMAI ACEH DI FINLANDIA TAK HENTIKAN KEKERASAN

Harian Inggris Financial Times menurunkan laporan dengan judul Pemimpin di 
Jakarta Membuat Sedikit Kemajuan. Setelah 100 hari memerintah, Yudhoyono 
disebut gagal memenuhi target. Tapi uniknya optimisme terhadap mantan jenderal 
ini tetap tinggi. Agenda utama presiden yang diangkat 20 Oktober 2004 ini 
adalah menumpas korupsi dan meningkatkan kembali masuknya investor asing. 

Analis politik mengatakan prestasi Yudhoyono dalam 100 hari ini hanya sedikit 
saja. Tapi perlu diingat bahwa jangka waktu 100 hari itu memang sangat sempit 
untuk mengurusi pelbagai tetek bengek perpolitikan di Indonesia. Kendati 
begitu, presiden yang dijuluki peragu tersebut tetap dilihat oleh Financial 
Times sebagai sosok yang paling pas untuk membawa Indonesia ke arah yang 
diinginkan.

Kevin O'Rourke, penulis buku Reformasi jebolan Universitas Harvard ini menilai 
Yudhoyono paling tidak membuat kemajuan, walaupun sedikit. Dan kemajuan itu, 
tambah O'Rourke, berbeda dengan para pendahulunya, karena setiap perkembangan 
selalu membawa dampak sampingan. 

Catatan lain yang penting dalam 100 hari ini, menurut Financial Times adalah 
pemerintah Yudhoyono berhasil menaruh konflik Aceh ke dalam meja perundingan. 
Walaupun belum menunjukan hasil berarti, langkah pertama berupa pembicaraan di 
Helsinki Sabtu lalu telah melambungkan kembali harapan perdamaian, termasuk 
harapan pada pemerintahan SBY itu sendiri.

Financial Times mencatat, sebenarnya perundingan antara Jakarta dan Gerakan 
Aceh Merdeka, bukanlah murni dorongan SBY. Pemicu inisiatif damai itu justru 
datang dari alam. Jakarta dipaksa dalam tanda petik untuk berunding oleh 
bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh. Selain itu berbondong-bondongnya 
berbagai kelompok masyarakat dan organisasi internasional datang ke propinsi 
yang sempat tertutup tersebut makin membuat Jakarta harus bermain cantik. 
Singkatnya berkat bencana di Aceh itu, wajah Yudhoyono kian bersinar, dan warga 
Indonesia makin yakin atas kepemimpinan mantan jenderal tersebut. 

Tapi ini bukan jaminan. Karena Financial Times juga mencatat riak-riak 
perseteruan politik Indonesia. Yudhoyono kerap dibayangi perlawanan kalangan 
nasionalis yang menolak investor asing menguasai berbagai perusahaan lokal 
terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Orang-orang dekat 
dengan Yudhoyono mengatakan presiden tidak mau mengambil keputusan atas 
permasalahan pelik. Ini dapat menimbulkan dampak jelek ke depan. Dengan kata 
lain Yudhoyono tampaknya tidak mau ambil resiko. Demikian harian Inggris The 
Financial Times.

Upaya baru perdamaian di Aceh juga dilaporkan oleh International Herald 
Tribune. Berita pendek tersebut menyebut pembicaraan di Finlandia dipercepat. 
Seharusnya perundingan antara Gerakan Aceh Merdeka dan wakil dari pemeriintah 
Indonesia berakhir Ahad. Tapi rupanya kedua delegasi sepakat mengakhiri 
pembicaraan Sabtu lalu. 

Mantan presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, yang bertindak sebagai penengah 
tidak menjelaskan isi pembicaraan. Namun ia menegaskan akan mengundang kembali 
kedua pihak dalam putaran kedua di Helsinki. Kendati begitu kedua pihak belum 
menyatakan akan menerima undangan pembicaraan putaran kedua. Ahtisari juga 
mengatakan walau gagal mencapai gencatan senjata resmi, kedua pihak sepakat 
untuk semampu mungkin menghindari kontak senjata selama bantuan atas korban 
tsunami berjalan.

Menteri komunikasi Indonesia, Sofyan Djalil menyatakan pembicaraan Sabtu lalu 
cukup menjanjikan untuk perdamaian. Sementara menteri koordinator politik dan 
keamanan Widodo AS terus menegaskan Jakarta tidak pernah menutup pintu untuk 
dialog damai. Jurubicara GAM Bakhtiar Abdullah mengatakan delegasi yang 
dipimpin Malik Mahmoud memfokuskan pembicaraan pada keselamatan pekerja 
kemanusiaan di Aceh. Demikian International Herald Tribune. 

Tapi apa yang terjadi di lapangan sangat berbeda. Kekerasan tetap terjadi di 
Aceh. Harian Belanda Trouw melaporkan empat orang yang diduga anggota GAM 
ditembak mati pasukan TNI di Aceh Timur. Ini seolah mengesampingkan pembicaraan 
di Finlandia. Tim penolong sendiri tetap melanjutkan aksinya tanpa terpengaruh 
situasi politik maupun kekerasan di Aceh.

Demikian harian Belanda, Trouw, dan usai sudah ulasan pers kali ini.


* BAIK JAKARTA DAN GAM HARUS LIHAT SISI KEMANUSIAAN DI ACEH

Masyarakat sipil Aceh menyambut positif pembicaraan pertama bagi penyelesaian 
konflik Aceh di Helsinki akhir pekan lalu. Harapan rakyat Aceh adalah kedua 
belah pihak harus melihat pada sisi kemanusiaan. Jangan langsung membicarakan 
harga mati soal kemerdekaan atau otonomi khusus, tetapi terlebih dulu jeda 
kemanusiaan. Demikian Rufriadi, direktur LBH Banda Aceh. Sisi kemanusiaan ini 
bisa dijadikan agenda utama pertemuan RI dan GAM berikutnya. Ikuti keterangan 
Rufriadi kepada Radio Nederland:


Rufriadi: Saya ingin katakan kenapa ini tidak terjadi dari dulu? kenapa tidak 
terjadi sebelum tsunami? Karena kita sudah lelah dengan konflik yang 
berkepanjangan ini. Kita ingin membesarkan anak. Ingin melahirkan anak cucu 
Aceh ke depan. generasi Aceh yang kuat, yang tidak merasa takut, yang tidak 
besar karena dendam dan lain sebagainya. Saya juga beserta kawan-kawan, positif 
sekali dengan perundingan ini. Harapan kita adalah, ayo lihatlah sisi 
kemanusiaan. Jangan pagi-pagi kemudian bicara harga mati. Ketakutan saya kan 
itu, duduk pertama. Duduk kedua langsung bicara merdeka atau tidak. Tetapi 
mengeyampingkan substansi yang jelas adalah kemanusiaan.

Kenapa tidak kedua belah pihak menyepakati misalnya jeda kemanusiaan. Kemudian 
memberikan prioritas untuk rekonstruksi Aceh kembali. Bila perlu kedua belah 
pihak ikut mengawasi, memonitoring, bagaimana proses rekonstruksi Aceh itu. 
Bisa berjalan atau tidak. Kemudian melihat ada tidak korupsi di sana-sini. Itu 
yang harus diprioritaskan. Dan beri kesempatan bagi masyarakat Aceh untuk 
beristirahat sebentar, dan kemudian dia memikirkan masa depannya. Masa depan 
anaknya, masa depan keluarganya, tanpa ada bayang-bayang ketakutan. Ketuk 
hatilah kedua belah pihak untuk berpikir secara kemanusiaan. 

Radio Nederland [RN]: Argumen lain mengatakan, perundingan ini memang sudah 
diperkirakan akan gagal dari awal, karena tidak melibatkan departemen luar 
negeri ataupun yang paling penting, tokoh-tokoh Aceh sendiri. Bagaiman ini 
menurut bapak?

Rufriadi: Saya pikir bahwa untuk tahap pertama, terlepas masalah departemen 
luar negeri terlibat atau tidak, jelas bahwa mereka mau duduk dalam satu ruang 
untuk berdialog. Itu yang pertama. Yang kedua menghentikan aksi kekerasan. Ada 
satu rumusan, yang mudah-mudahan bisa disepakati oleh mereka, tentang gencatan 
senjata. Artinya tidak lagi mengedepankan praktek-praktek kekerasan bersenjata. 
Kemudian baru dipikirkan tahap ketiga, apakah akan melibatkan masyarakat sipil 
Aceh sebagai pengontrol atau mengawasi proses perundingan itu. Sehingga 
keterlibatan masyarakat juga ada di dalamnya, dalam memberikan saran, pendapat 
terhadap kedua belah pihak.

Pengalaman CoHa kemarin kan juga membuat civil society Aceh hancur. Pengalaman 
CoHa kemarin kan juga membuat masyarakat sipil terkotak-kotak. Ada yang 
dikatakan sipil GAM dan sipil RI. Tapi kita harapkan ke depan tidak ada 
seperrti itu. Karena jelas bahwa dalam konflik yang berkepanjangan hari ini, 
sipil adalah korban yang sangat besar.

RN: Lalu SIRA juga mengkritik baik GAM maupun RI, karena langsung memberikan 
seperti kata bapak tadi kartu mati. Masalah politik. Lalu mereka juga 
menyayangkan, karena tidak adanya kesepakatan dari pertemuan pertama ini maka 
proses pemberian bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Aceh akan terhambat. 
Bapak setuju?

Rufriadi: Saya melihat begini. Memang tidak dengan serta-merta pertemuan 
pertama ini akan melahirkan keputusan yang begitu menggembirakan bagi kami 
masyarakat sipil. Niat baik mereka mau duduk, kita harus menghormatinya. Tapi 
kemudian juga kita meminta dengan hormat kepada kedua belah pihak, untuk 
seperti yang saya katakan tadi, tidak pada kartu mati. Merdeka atau tidak. Tapi 
memberikan ruang, dan kemudian bersepakat untuk duduk kembali. Untuk berdialog 
kembali dengan semata-mata bicara tentang kemanusiaan.

Kedua belah pihak pemerintah maupun GAM itu lebih melihat kepada keinginan 
masyarakat untuk bisa hidup tenang. Anak-anak bisa bersekolah, anak-anak Aceh 
ke depan hidup dalam kehidupan yang sangat senang. Tanpa kemudian rasa 
ketakutan-ketakutan. Oleh karena itu kita berharap, bahwa ini bukan berakhir 
dengan seketika. Tapi ada kesempatan untuk duduk lagi. Tapi dengan tetap 
memikirkan kondisi kemanusiaan di Aceh.

Demikian Rufriadi, direktur LBH Banda Aceh.


* ACEH KONON SUDAH DIBAGI-BAGI, RAKYAT TIDAK DILIBATKAN LAGI

Desas-desus santer yang beredar di Banda Aceh adalah Serambi Mekkah itu sudah 
dibagi-bagi dalam wilayah-wilayah tertentu. Misalnya wilayah Barat sudah 
dikuasai oleh pengusaha tertentu, wilayah Timur oleh pejabat tertentu dan 
wilayah Utara oleh pengusaha tertentu yang juga merangkap sebagai pejabat. 
Kalau memang benar demikian maka jelas rakyat Aceh tidak lagi punya hak suara 
atas wilayah mereka. Berikut Rufriadi yang memulai penjelasannya kenapa ia 
kembali memegang jabatan direktur LBH Banda Aceh.

Rufriadi: Hari pertama ditelpon dari Jakarta, diberi amanah untuk menghidupkan 
kembali LBH Banda Aceh. Langkah pertama saya cek semua staf, siapa yang ada dan 
siapa yang hilang. Kebetulan YLBHI mengirimkan dana dan kebetulan saya 
inisiatif, saya bilang sama beberapa kawan, kita cari kantor. Dan kita dapat, 
walaupun dengan harga mahal, Rp 8 juta setengah, berada di pinggir kota. 
Kemarin kita sudah punya peralatan, komputer dua, meja, kursi dan sebagainya. 

Seminggu setelah musibah kita langsung buka pos bantuan hukum untuk membantu 
masyarakat, karena pemerintah bilang bahwa akan menjamin hak-hak surat-surat 
berharga masyarakat supaya tidak hilang. Di samping juga coba kita minta bantu 
ke LBH yang ada di Sumatra, menyiapkan juga tenaga lawyernya apabila dibutuhkan 
nantinya. Dan sekarang LBH langsung menangani kasus Farid Faqih, dibantu oleh 
YLBHI.

Radio Nederland [RN]: Ada keluhan-keluhan masyarakat juga yang masuk LBH?

Rufriadi: Masyarakat mengeluh tentang proses penempatan, relokasi. Kakak saya 
itu adalah nelayan. Mereka bertanya, bahwa kami tidak mau dipindahkan, karena 
kami hidup di pinggir laut. Saya enggak tahu bagaimana konsep pemerintah 
tentang relokasi itu. Artinya bahwa kita juga harus menghormati hak-hak 
masyarakat. Ketika hidup biasa dan mata pencahariannya di laut, apakah mereka 
harus dipaksakan pindah dengan alasan daerah situ sudah hancur. 

Pertanyaan kami, diskusi kami di Banda Aceh, kenapa tidak melibatkan 
orang-orang Aceh dalam menyusun cetak biru Banda Aceh ke depan, atau Meulaboh 
ke depan. Jangan hanya kita menerima konsepnya saja, menerima bahannya saja. 
Kita sudah jadi korban, tapi kemudian tidak diberi akses untuk juga memberikan 
keputusan-keputusan. Yang itu juga menyangkut masa depan kita, orang-orang 
Aceh, gitu.

RN: Lalu alasan pemerintah mengharuskan relokasi itu apa pak?

Rufriadi: Katanya untuk mempermudah mekanisme penyaluran bantuan. Dan kemudian 
agar mereka bisa terdata dengan baik, terpusat dengan baik. Tapi saya kok 
melihat bahwa masyarakat yang dekat-dekat dengan laut, itu sudah berinisiatif 
sendiri untuk membangun kembali rumah-rumahnya. Saya pikir juga harus ada 
perhatian. Artinya bahwa dicari tempat yang agak lebih aman, tapi dekat dengan 
laut, sehingga merekapun bisa hidup dan berkembang di situ.

Saya belum mendengar konsep yang matang dari pemerintah. Yang saya dengar 
kemarin dari kawan-kawan Jakarta bahwa Bappenas sudah selesai dengan konsep 
penempatan Banda Aceh ke depan.

Seminggu pasca tsunami saya mengajak kawan-kawan untuk juga berpikir, bagaimana 
ada lahir semacam position paper dari kita, civil society di Aceh. Ada semacam 
konsep gagasan yang jelas dari kita. Tapi memang percepatan-percepatan itu 
telah terjadi dan kemudian saya dengar juga Jakarta sudah begitu sangat siap 
dengan program-program itu. Ketakutan saya adalah janganlah kita terus menjadi 
penerima, kita diposisikan terus menjadi korban.

RN: Pak Rufriadi, ini juga beredar desas-desus bahwa para pengungsi itu 
diharuskan masuk kamp penampungan yang dibuat oleh pemerintah. Mereka bahkan 
diberi nomor, kalau tidak dikabarkan tidak akan diberi bantuan, bagaimana ini 
pak?

Rufriadi: Itu juga problem sebenarnya. Pengungsi di Aceh itu ada tiga. Pertama 
adalah orang-orang yang memang mau tinggal di kamp penampungan. Yang kedua 
orang tidak mau tinggal di kamp, karena apa? Dia punya saudara. Di Aceh ikatan 
kekerabatan itu tinggi. Itu terlihat bagaimana ketika tsunami terjadi, semua 
saudara, semua famili, sanak keluarga, itu mencari keluarganya.

Kemudian yang ketiga adalah orang yang mobil. Artinya, karena dia merasa sudah 
hidup sendiri, tidak punya keluarga dan sebagainya, ya dia hidup 
berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Banyak saya temukan 
situ, termasuk beberapa tetangga saya. Di mana pak tinggal sekarang? Saya 
menumpang, malam ini di tempat kawan, besok di tempat saudara. Nah itu 
sebenarnya juga menjadi pemikiran bagi pemerintah. Artinya jangan konsentrasi 
pemberian bantuan itu hanya kepada kamp, tapi juga harus dipikirkan orang-orang 
yang tinggal di penampungan, atau di rumah saudaranya.

Hari ini baik yang kena musibah maupun yang tidak kena musibah itu situasinya 
sama. Orang tidak punya pekerjaan, uang tidak ada, kecuali pegawai negerilah 
mereka bisa mendapat gaji perbulan. Tapi kalau orang kerja swasta itu mau kerja 
apa sekarang? Apalagi di Banda Aceh, tidak ada peluang lapangan kerja. Kalaupun 
ada skill yang bisa bahasa Inggris dia bisa kerja di LSM asing, tapi kalau 
orang biasa-biasa?

Demikian Rufriadi, direktur LBH Banda Aceh.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke