---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 14 Februari 2005 16:30 UTC



** MALAYSIA JATUHKAN SANKSI KERAS 1 MARET 

** PRESIDEN BUSH UCAPKAN SELAMAT PEMENANG PEMILU IRAK 

** LEDAKAN BOM DI BEIRUT 

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: MASALAH PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA DAN ACEH 
PASCA TSUNAMI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DUNIA USAHA BELANDA DIHIMBAU UNTUK LEBIH 
AKTIF DI INDONESIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LEDAKAN BESAR GUNCANG BEIRUT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TKI ILEGAL, SALAH SIAPA? 



* MALAYSIA JATUHKAN SANKSI KERAS 1 MARET 

Pemerintah Malaysia kembali menjatuhkan sanksi keras mulai 1 Maret terhadap 
pekerja asing ilegal. Demikian dikatakan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi 
setelah pertemuan puncak dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kuala 
Lumpur. Atas desakan Indonesia, pemerintah Malaysia terpaksa menunda batas 
waktu karena Indonesia belum siap dengan pemulangan ribuan TKI yang bekerja 
ilegal di Malaysia, menyusul bencana tsunami. Pemerintah Malaysia semula 
menjatuhkan batas waktu 1 Februari agar para pekerja ilegal kembali ke 
negaranya. Setelahnya akan diberlakukan sanksi keras. Puluhan ribu tenaga kerja 
gelap sejak saat itu langsung meninggalkan Malaysia.


* PRESIDEN BUSH UCAPKAN SELAMAT PEMENANG PEMILU IRAK 

Presiden Amerika George W Bush mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu di 
Irak. Menurut Bush, warga Irak berhasil mengatasi ancaman terorisme dan 
mengantar Irak ke arah demokrasi dan kebebasan. Koalisi Syiah pimpinan 
ayatollah Ali al-Sistani menang dalam pemulu setelah meraih 48 persen suara. 
Dengan demikian partai Persatuan Aliansi Irak berhak atas 132 dari 275 kursi di 
parlemen. Sementara aliansi partai Kurdi meraih 25 persen dan partai pimpinan 
perdana menteri ad interim Iyad Allawi meraih 14 persen. Jumlah pemilih pada 
pemilu pertama kali ini mencapai 59 persen dan terutama meliputi kaum Syiah dan 
pemilih Kurdi. Sementara sebagaian besar kaum Sunni tidak memberikan suara 
mereka. Di provinsi Salahadin markas kaum Sunni jumlah pemilih mencapai 29 
persen dan di provinsi Anbar hanya mencapai dua persen.


* LEDAKAN BOM DI BEIRUT 

Ledakan bom mobil besar terjadi di Beirut, ibukota Libanon. Menurut berita 
terakhir enam orang orang tewas dan puluhan lainnya cedera. Ledakan ini terjadi 
di sebuah jalan raya dekat sebuah hotel bintang lima dan sebuah bank Inggris. 
Menurut beberapa berita serangan itu ditujukan buat mantan Perdana Menteri 
Rafiq Hariri dan di antara korban tewas adalah penjaga keamanannya.  Ledakan 
ini menyebabkan lubang besar dan asap besar di atas Beirut


* ANCAMAN PENYAKIT LANDA PAKISTAN BARAT LAUT 

Ancaman wabah penyakit melanda Pakistan Barat Laut, menyusul banjir dan 
derasnya curah hujan. Militer Pakistan mencoba mencapai wilayah tersebut dengan 
air bersih dan obat-obatan. Air bersih hanya dapat disalurkan melalui udara di 
banyak desa di propinsi Baluchistan. Di propinsi itu dipastikan 250 orang 
meninggal akibat cuaca buruk tersebut. Sebelumnya sekitar 100 orang tewas 
sementara dua ribu orang hilang dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat 
tinggal. Sebagian besar korban tinggal di kota Pasni ketika sebuah bendungan 
jebol. Pekan lalu di daerah yang sama dua bendungan kecil juga rusak.


* BAYI EMPAT BULAN KORBAN TSUNAMI BERSATU

Setelah menjalani uji DNA seorang bayi yang selamat dari bencana tsunami di 
Srilangka akhirnya bersatu dengan orang tuanya. Bayi berusia empat bulan itu 
dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan di antara reruntuhan. Sembilan 
perempuan kemudian mengaku ibu bayi laki-laki tersebut. Akhirnya hakim 
memutuskan untuk melakukan uji DNA. Setelah tujuh pekan menanti, akhirnya ayah, 
ibu dan bayi itu akhirnya bersatu.


* GENERASI TERAKHIR ANAK GEMBALA FATIMA MENINGGAL 

Lucia dos Santos meninggal dunia. Ia merupakan generasi terakhir dari anak 
gembala yang memperoleh penampakan Perawan Maria di Fatima tahun 1917. Dos 
Santos merupakan wanita yang punya pengaruh besar terhadap agama katolik di 
abad ke-20. Sejak tahun 1940an ia tinggal di sebuah biara Karmelit di Coimbra, 
Portugal. Sementara Paus Yohannes Paulus II beberapa kali mengunjungi Fatima. 
Ia yakin usaha pembunuhan terhadapnya tahun 1981 digagalkan oleh perawan 
Fatima. Akibat penampakan Maria di Fatima maka tempat itu dijadikan tempat 
ziarah bagi puluhan ribu penganut agama Katolik.


* MILITER ISRAEL MUNDUR DARI JERICHO  

Militer Israel tampaknya akan menarik diri dari kota Jericho di Tepi barat 
sungai Yordan. Menurut radio militer Israel akan dilakukan pembicaraan mengenai 
pengalihan masalah keamanan yang akan harus diselesaikan dalam waktu 24 jam. 
Penarikan mundur itu merupakan bukti perjanjian Israel dan Palestina pekan lalu 
di Mesir. Dalam perjanjian itu disepakati Israel secara bertahap menarik mundur 
pasukannya dari lima kota Palestina di Tepi Barat sungai Yordan.


* BERITA EKONOMI 

Lantai bursa Eropa dibuka dengan nada kurang bergairah. Di Amsterdam, lantai 
bursa AEX dibuka dengan sedikit keuntungan  yaitu dengan 0,04 persen atau 
berada di titik 371,20 poin. Kerugian terbesar dialami perusahan Van der Moolen 
dengan 3,3 persen. 

Sementara bursa Tokyo dibuka dengan positif. Indeks Nikkei melonjak dengan 
78,64 poin atau keuntungan 0,68 persen di titik 11.632,20. Keuntungan terbesar 
dibukukan perusahaan elektronika Sony dengan 1,5 persen.

C 1= $ 1, 2869 sen


* MASALAH PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA DAN ACEH PASCA TSUNAMI

Ulasan pers kali ini membahas tentang program nuklir Korea  Utara serta Aceh 
pasca tsunami.

Harian International Herald Tribune menulis Korea Utara memperburuk situasi. 
Setelah mengumumkan memiliki senjata nuklir, Korea Utara bahkan menyatakan 
tidak akan menghentikannya serta tidak berniat untuk melanjutkan perundingan. 
Dengan pengakuan itu maka negara tetangganya seperti Korea Selatan, Jepang dan 
Cina juga terancam, demikian juga dengan Amerika Serikat. Tidak itu saja Korea 
Utara juga diyakini juga mengekspor bahan dan teknologi nuklir. Segala upaya 
diplomatik seperti memasukkan daftar Korea Utara ke dalam negara poros setan 
serta diplomasi non proliferasi Washington gagal menghambat Korea Utara upaya 
Korea Utara memproduksi nuklir.

Keluarnya Korea Utara dari perundingan tentu saja bakal memperburuk situasi. 
Padahal perundingan merupakan jalan satu-satunya untuk menghambat upaya Korea 
Utara. International Herald Tribune menyimpulkan, yang diperlukan saat ini 
adalah keluwesan diplomasi Amerika untuk kembali menarik Korea Utara ke meja 
diplomatik. Sebab Amerika sampai saat ini tidak punya opsi militer serta jalan 
lain seperti sanksi PBB paling tidak memerlukan kesatuan negara-negara di dunia 
lainnya. 

Dari Korea Utara kita beralih ke masalah dalam negeri di Banda Aceh

Harian pagi Belanda Trouw menulis, di antara reruntuhan Banda Aceh, sukarelawan 
dan militer menemukan 1000 hinga 1.500 mayat per hari. Sementara itu, Front 
Pembela Islam FPI sampai saat ini sudah menguburkan 12 ribu mayat. Trouw lebih 
lanjut menulis bagaimana peran Front Pembela Islam mencari mayat di antara 
puing-puing. FPI menempatkan sekitar 200 anggotanya di sebuah pemakaman dekat 
mesjid dan satu-satunya anggota wanita langsung diberi jilbab. "Siapa yang 
tidak mentaati aturan akan terkena hukum islam."demikian ditulis di pintu 
masuk. Sementara itu anggota FPI lainnya yang memakai kaos bertuliskan Osama 
Bin Laden terpaksa harus mencium mentol untuk mengusir bau yang menusuk 
hidungnya. 

Organisasi warga keturunan Tionghoa di Aceh berupaya menolong anggotanya 
membangun kembali kehidupannya setelah bencana tsunami, demikian tulis The Wall 
Street Journal. Ambil contoh adalah pengusaha Shie Hok Lai yang menandatangani 
kontrak dengan organisasi Tolong Menolong. Ia menerima Rp. 500 ribu ditambah 
pangan dan transporasi untuk kembali ke Banda Aceh. Dengan tanda tangan itu 
maka Shie Hok Lai secara sukarela membangun kembali komunitasnya. 

Menurut The Wall Street Journal, keberadaan organisasi Tolong Menolong 
memperjelas status kehidupan masyarakat keturunan Tionghoa di Aceh.  Organisasi 
ini secara terang-terangan telah membuka bantuan untuk warga Tionghoa korban 
tsunami. Keadaan itu tentu saja berbeda dengan zaman Soeharto dulu. Ketika itu 
pemerintah jelas melarang seluruh organisasi yang berbau serta berbahasa 
Tionghoa. Namun kali ini lain, organisasi Tolong Menolong ini berkerja sama 
dengan militer dan pemerintah. Sementara kamp pengungsiannya pun dipenuhi 
dengan huruf-huruf Cina.

Harus diakui pula tambah The Wall Street Journal organisasi keturunan Tionghoa 
itu berperan penting untuk menolong warganya kembali ke Aceh, bahkan telah 
menarik seorang pengusaha berpengaruh keturunan Tionghoa untuk menyumbangkan 
dana bagi pembangunan kembali Aceh. Warga keturunan Tionghoa diperlukan untuk 
pembangunan kembali. Jika mereka tidak kembali maka dikhawatirkan ekonomi Aceh 
tidak akan berfungsi, demikian diakui Lai Fuk Nyen salah seorang pengusaha 
seperti disetujui pula oleh pengusaha pribumi Syarafudin. 

Demikian The Wall Street Journal dan demikian pula ulasan pers kali ini.


* DUNIA USAHA BELANDA DIHIMBAU UNTUK LEBIH AKTIF DI INDONESIA

Intro: Menteri Perekonomian Belanda Laurens-Jan Brinkhorst berkunjung ke 
Indonesia, Singapura dan Malaysia untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan 
negara-negara Asia Tenggara ini. Brinkhort juga memperhatikan kepentingan dunia 
usaha Belanda, tapi tidak disebutnya dunia usaha yang mana. Yang jelas Menteri 
Perekenomian Brinkhorst melihat makin banyak kesempatan bagi dunia usaha 
Belanda. Bagi Brinkhorst, urusan dengan Indonesia bukan lagi urusan seperti 
dulu, karena ia melihat kesempatan baru dengan pemerintah baru Indonesia. 
Laporan redaktur ekonomi Wendy Braanker:

Inilah kunjungan Laurens Jan Brinkhorst pertama kalinya ke Indonesia sebagai 
menteri perekonomian. Itu tidak berarti Brinkhorst tidak kenal Indonesia. 
Sebelum masuk politik, Brinkhorst pernah lama bertugas di Asia Tenggara, ia 
juga berdarah indo. Yang ingin disampaikannya adalah bahwa dalam konteks Uni 
Eropa, Belanda tetap menaruh minat pada Indonesia dan negara-negara 
tetangganya. Kunjungan Brinkhorst bermisi bersifat politik. Selain bertemu para 
menteri perekonomian Indonesia, Singapura dan Malaysia, Brinkhorst 
mengungkapkan ia akan bertemu dengan sembilan orang menteri tiga negara tadi. 
Ahad kemarin Menek Brinkhorst membuka pertemuan Komisi Gabungan 
Indonesia-Belanda ke 18 di Jakarta. Pertemuan ini berlangsung secara teratur 
dan tema utamanya adalah kerjasama ekonomi Indonesia Belanda, yang belakangan 
konon sudah dihembusi napas baru.

Di zaman Soeharto dulu, hubungan Indonesia Belanda sempat tegang, terutama 
karena Soeharto menuding Belanda sebagai bekas penjajah. Tetapi itu dulu. 
"Perlahan-lahan sekarang muncul generasi baru, juga di Belanda," demikian 
Menteri Perekonomian Brinkhorst. Menurutnya pemerintahan baru Indonesia di 
bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengawali tugasnya dengan penuh 
harapan. 

Tetapi kesempatan apa yang ada bagi dunia usaha Belanda?

Brinkhorst: Saya kira pada bidang-bidang yang dikuasai Belanda. Misalnya 
masalah pengelolaan air. Bencana tsunami juga menghancurkan pelabuhan Aceh. 
Saya dengar para pakar Belanda sekarang tengah meninjau apa yang bisa mereka 
lakukan bagi pelabuhan itu. Saya juga akan bertanya kepada pemerintah Indonesia 
apakah karena reputasi Belanda di bidang ini, kita juga akan memperoleh 
kesempatan.

Menurut Menteri Perekonomian Belanda Laurens Jan Brinkhorst, iklim investasi 
Indonesia masih belum terlalu menguntungkan. Krismon yang melanda Asia tahun 
1997 sampai sekarang masih meninggalkan jejak. Belum lagi masalah besar lain 
seperti birokasi dan korupsi. Dengan begitu banyak yang masih harus diatasi. 
Indonesia dan negara tetangganya bisa dibilang cukup berhasil mengatasi krismon 
tahun 1997. Minat dunia usaha Belanda bagi Indonesia untungnya tidak pernah 
hilang, mungkin karena warisan masa lampau. Banyak perusahaan Belanda yang 
terus berada di Indonesia, di tengah keadaan sulit.

Dalam kunjungan ini Menteri perekonomian Belanda berharap bisa merintis jalan 
bagi perusahaan kecil dan menengah Belanda. Perusahaan-perusahaan konglomerat 
besar bisa menyelamatkan diri sendiri, demikian Brinkhorst. Perusahaan kecil 
dan menengah butuh kepastian sebelum berani bergerak di Indonesia. Tetapi 
potensinya ada.

Perhatian khusus juga dicurahkan pada Aceh, provinsi korban tsunami. Sebelumnya 
Belanda sudah menyediakan dana sampai 200 juta euro lewat Bank Dunia. Sebagai 
menteri perekonomian, Brinkhorst tidak membawa dana ke Indonesia, itu bukan 
wewenangnya, karena itu tugas menteri kerjasama pembangunan.

Brinkhorst: Saya bukan menteri kerjasama pembangunan. Dananya sudah ada. 
Masalah dana bantuan pembangunan adalah sulit mencairkannya karena tidak jelas 
bagaimana harus menangani pembangunan itu sendiri. Saya sendiri hanya mengurusi 
masalah-masalah kongkrit. Departemen perekonomian Belanda adalah departemen 
yang selalu turun tangan. Proyek-proyek yang kita tangani haruslah 
proyek-proyek yang bisa dilaksanakan. Dengan dana 200 juta euro itu banyak 
proyek yang bisa ditangani.

Yang diutamakan pada kunjungan ini bukan hanya kepentingan dunia usaha Belanda, 
bukan pula bantuan Belanda pada Indonesia. Yang dipentingkan adalah dimensi 
politiknya. Belanda dan dunia usahanya selama ini terlalu berhati-hati. Sikap 
semacam itu sudah ketinggalan zaman, demikian Menteri Perekonomian Belanda 
Laurens Jan Brinkhorst.


* LEDAKAN BESAR GUNCANG BEIRUT

Bom berkekuatan besar mengguncang ibukota Libanon, Beirut. Sedikitnya enam 
orang tewas, termasuk mantan perdana menteri Rafik Hariri. Lokasi ledakan 
berada di pusat kota, di situ ada pusat perbelanjaan dan perkantoran. Belum 
jelas jumlah korban luka-luka. Berbagai saksi mata mengatakan ledakan terjadi 
saat rombongan mantan perdana menteri melintas. Warga Indonesia tidak ada yang 
menjadi korban dalam peristiwa ini. Berikut penuturan Rubai Ahmad Munawar, 
bagian penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Rubai Ahmad Munawar [RAM]: Peristiwa ini terjadi ketika mantan Perdana Menteri 
Libanon Rafik Hariri sedang lewat di kawasan tersebut. Dan di antara yang 
meninggal sampai saat ini, sesuai dengan informasi, staf keamanan dan mantan 
perdana menteri itu. Dan yang lain-lain yang meninggal sampai sekarang enam 
orang dan puluhan orang luka-luka.

Radio Nederland [RN]: Itu ledakannya besar Pak?

RAM: Besar sekali, kalau dilihat dari kerusakan-kerusakan yang ada. Skalanya 
besar sekali, walau tidak seperti ledakan di Denpasar, tetapi ini besar sekali. 
Karena kelihatan ada beberapa gedung yang rusak. 

RN: Nah, Pak Rubai, kalau dari lokasi ledakannya sendiri, itu tempat apa ya, 
pusat perbelanjaan atau keramaian?

RAM: Di sana ada perbelanjaan, juga ada kantor, dan ada tempat peribadatan di 
sekitar situ. Ada mesjid, ada gereja. Tapi bukan itu yang menjadi tujuannya. 
Karena peristiwanya sendiri terjadi ketika mantan Perdana Menteri itu sedang 
lewat. 

RN: Apakah sebelum ini dari berita di Beirut akan terjadi pertikaian politik 
dengan mantan perdana menteri ini?

RAM: Kalau mantan perdana menteri Hariri, sampai sekarang ini sebenarnya beliau 
itu enggak banyak bicara, di luar forumlah dari pertikaian politik yang ada 
sekarang ini. Tapi beritanya sendiri masih simpang siur, apakah beliau jadi 
tujuan atau karena memang ledakan itu terjadi sendiri untuk merusak situasi. 
Nggak tahu kita pak. Karena memang mantan perdana menteri itu enggak banyak 
bicara sekarang ini. Kan beliau di luar forum selama ini. 

RN: Nah, bagaimana dengan warga Indonesia sendiri pak di Beirut, secara 
khususnya begitu. 

RAM: Warga negara kita kan sedikit pak di Beirut. Paling kita ini beberapa 
orang staf kedutaan yang ada di Beirut, tetapi itu pun kita jauh dari lokasi 
kejadian, kan. Dan warga negara kita yang ada ya paling di antaranya PRT, 
pembantu rumah tangga, itu pun sedikit.

RN: Jadi hampir bisa dipastikan tidak ada warga negara Indonesia yang mungkin 
sedang berkantor di sana?

RAM: Bisa dipastikan memang, tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi 
korban dan mudah-mudahan, apalagi kalau saat siang ini kan paling PRT kita 
sedang bekerja di rumah majikan, itupun dalam jumlah mereka yang sedikit sekali 
kan?

RN: Bagaimana dengan pelajar dan mahasiswa Indonesia, apakah ada kemungkinan 
mereka sedang berada di lokasi pada saat ledakan?

RAM: Saya kira enggak ada pak, karena pelajar dan mahasiswa Indonesia juga 
sedikti di Libanon, tidak sama dengan negara-negara Arab lainnya. Paling hanya 
empat orang di sini, empat atau lima, gitu.

RN: Karena mungkin lokasinya Pak Rubai, lokasinya bukan tempat orang ramai?

RAM: Kalau dikatakan banyak orang bisa juga pak. Karena di sana itu memang 
daerahnya, di samping juga ada tempat perbelanjaan, atau cafe-cafe begitu ya. 

RN: Bisanya kalau ada ledakan seperti ini kan orang mengasosiasikan serangan 
terhadap kelompok Barat ya, pihak-pihak Barat, ada kemungkinan ke sana Pak 
Rubai?

RAM: Sampai sekarang belum ada kemungkinan ke arah itu pak. Sebab itu tadi, 
kejadiaannya persis pada saat mantan perdana menteri sedang lewat ke sana. 

RN: Jadi tampaknya lebih ke arah politik dalam negeri Libanon?

RAM: Kelihatannya demikian pak.

RN: Bagaimana dengan korban pihak Barat?

RAM: Belum sampai, menurut berita yang ada sekarang ini belum ada pak. Yang itu 
orang Libanon, karena memang di sana mungkin kebanyakannya orang Libanon saja 
yang pada jalan-jalan. Karena daerah cafe, daerah perbelanjaan, kantor-kantor 
di sekitarnya, bukan daerah wisata.

Demikian Rubai Ahmad Munawar, bagian penerangan Kedutaan Besar Republik 
Indonesia di Beirut, Libanon.


* TKI ILEGAL, SALAH SIAPA? 

Mulai 1 Maret mendatang, Malaysia akan melancarkan razia besar-besaran atas 
imigran ilegal asal Indonesia. Demikian diungkap perdana menteri Abdullah Ahmad 
Badawi usai menerima kunjungan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Ini 
merupakan batas waktu baru setelah sebelumnya diundur sampai dua kali. Imigran 
ilegal asal Indonesia yang kebanyakan adalah tenaga kerja gelap itu diancam 
hukuman penjara, hukuman cambuk dan deportasi atau pengusiran. Operasi keras 
yang melibatkan lebih dari setengah juta aparat keamanan bermaksud memberantas 
tenaga kerja gelap asal Indonesia. Tapi, menurut Trisakti Rahim, upaya Malaysia 
tersebut tidak akan berhasil. "Karena sumber permasalahan utama ada pada 
calo-calo di Indonesia!" tandas aktivis Konsorsium Pembela Buruh Migran ini. 
Repotnya lagi ternyata pihak imigrasi juga terlibat. Lebih lanjut, berikut 
Trisakti Rahim kepada Radio Nederland

Trisakti Rahim [TR]: Indikator yang paling jelas sebenarnya memang peranan para 
calo atau agen-agen penempatan bisnis tenaga kerja ke luar negeri. Sehingga 
persoalan deportasi ini kami tidak lagi mencoba mengkritisi bagaimana upah dan 
sebagainya. Tetapi penempatan atau sistem mekanisme penempatan di dalam negeri 
yang memang sangat amburadul. Di mana calo-calo dengan leluasa bisa 
menyelundupkan orang ke Malaysia tanpa dokumen resmi. 

Sebenarnya ada tiga indikasi besar yang sangat berpegang peran dalam persoalan 
terjadinya ilegalisasi terhadap buruh migran. Satu di Nunukan, mafia Nunukan. 
Nah mafia Nunukan ini kan memang cenderung agak acak ya. Pola-pola sindikasi, 
peta dan pola itu agak boleh dikatakan agak acak. Dan dia memakai agen-agen 
penjualan tiket-tiket kapal laut dan  sekaligus mereka bisa memberangkatkan 
orang dengan jumlah yang tidak banyak antara 10 sampai 15 orang.

Dia juga memakai penduduk2 setempat yang ada di Nunukan untuk menampung TKI2 
legal itu untuk diberangkatkan ke Malaysia lewat Nunukan begitu. Kemudian yang 
dari Eentikong sendiri. Eentikong ini kebanyakan bermain di PJTKI yang fiktif. 
Mereka merekrut orang lewat PJTKI fiktif yang diberangkatkan lewat Eentikong. 
Kemudian yang Condet lebih besar pengaruhnya. Karena mereka bisa menguasai 
beberapa kantor imigrasi. Khususnya imigrasi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Radio Nederland [RN]: Jadi ada tiga mafia besar ini dan anda sebutkan tadi 
terkait dengan imigrasi dengan kata lain beberapa orang di imigrasi atau 
imigrasi sebut saja terlibat begitu?  

TR: Ya saya melihat begitu. Karena saya sendiri pernah mengurus paspor. 
Berpura-pura mengurus paspor dan mendapatkan paspor yang sebenarnya ilegal. 
Bayarnya Rp 750 ribu, dan itu terjadi di depan mata petugas. Dan saya sempat 
waktu mengurus paspor itu saya dikatakan bahwa saya gugur kemudian calo masuk 
mengambil berkas saya dan calonya keluar. Kemudian calonya menanyakan kepada 
saya. Anda harus memasukkan Rp 20 ribu lagi agar itu bisa diloloskan dalam 
wawancara. Artinya pola-pola ini jelas banget, bahwa keterlibatan orang dalam 
itu sangat jelas. 

RN: Jadi nggak heran ya kalau katakan teroris bisa pegang paspor Indonesia ya 
Pak?

TR: Nah ini kan kalau pengurusan paspor yang resmi kan tidak mencapai Rp 200 
ribu an. Tapi kalau lewat calo. Kalau TKI2 yang biasanya ilegal itu memang 
diuruskan sama calo, mereka tidak mengurus langsung. Jadi calo2 yang 
menguruskan ke imigrasi dengan biaya yang cukup besar antara Rp 600 ribu sampai 
Rp 750 ribu untuk satu paspor dan biasanya di sana sudah disediakan blanko 
kartu keluarga dan blanko KTP. Itu ada seperti itu di kantor-kantor imigrasi. 
Padahal setahu kita yang namanya Kartu Keluarga dan KTP itu kan diurusnya di 
kelurahan atau kecamatan begitu. Tapi ternyata di imigrasi ada seperti itu.

RN: Masalah tenaga kerja ilegal asal Indonesia di Malaysia tidak selesai begitu 
saja dengan dilakukannya operasi penangkapan dan pemulangan paksa. Karena 
hingga sekarang cukong-cukong Malaysia masih tetap membiayai masuknya tenaga 
kerja gelap tersebut. Di Indonesia sendiri, banyak anggota DPR dan pejabat 
Departemen Tenaga Kerja memiliki perusahaan penyaluran tenaga kerja. Sehingga 
kalau terjadi pelanggaran, sulit ditindak. 

TR: Kalau berdasarkan ivestigasi kemarin, memang seperti Entikong dan Nunukan, 
itu mereka didanai oleh cukong-cukong di Malaysia. Mereka sebelum disalurkan ke 
majikan, mereka ditampung dulu oleh agen-agen yang ada di Malaysia. Dananya 
disandang oleh penyandang dana di Malaysia. Nah kalau untuk Condet sebenarnya 
kebanyakan jarang mengirim ke Malaysia. Tapi ke Timur Tengah.

Nah calo-calo ini sebenarnya bekerja untuk PJTKI(Perusahaan Jasa Tenaga Kerja 
Indonesia, red). Antara calo dan PJTKI hubungannya itu bukan hubungan 
struktural. Seperti kasus Casingkem dan Istiqomah yang dulu disandera di Irak. 
PJTKI tidak bisa dituntut terlalu jauh untuk urusan hukumnya. Karena memang 
pemainnya adalah calo. Tapi sebenarnya calo itu diperintah oleh PJTKI. 
Artinyakan PJTKI tidak bisa turun langsung ke lapangan tanpa ada sumbangsih 
dari calo-calo ini.

RN: Yang juga masalah adalah PJTKI ini sulit sekali digugat, sulit sekali 
diperiksa. Apa ada orang kuat dibelakangnya?

TR: Kami belum melihat itu. Tapi kalau melihat PJTKI-PJTKI yang ada kan, 
beberapa itu pemiliknya adalah orang-orang Departemen Tenaga Kerja dan 
orang-orang DPR. Memang mentalitas aparat dan ruang-ruang hukum yang mudah 
dimanfaatkan oleh mereka. Terlepas ada orang-orang kuat dibelakangnya. Karena 
kalau melihat seperti sindikasi di Entikong yang kami sempat lacak dan kemudian 
ditangkap kepolisian. Sampai hari ini tidak jelas bagaimana proses hukumnya. 
Yang kami tahu penyandang dana mereka dari Malaysia. Perkara persoalan di 
Indonesia ada orang kuat dibelakang, mungkin saja, karena kalau melihat 
pola-pola yang dimainkan sekarang bagaimana mereka sangat susah disentuh oleh 
hukum.

RN: Dengan kata lain Indonesia tidak salah sendirian. Karena ada cukong-cukong 
Malaysia yang mendanai mereka juga. 

TR: Ya! karena pertama, memang, untuk merekrut buruh migran ilegal itu kan bagi 
majikan sangat murah. Murah dan gampang untuk mendapatkannya. 

RN: Nah tapi bagaimana ini cara untuk menggulungnya? Karena kan itu jelas 
kelihatan di mata tapi polisi tidak dapat melakukan apa-apa. 

TR: Bagi saya, pertama adalah ketegasan hukum itu sendiri. Ada nggak ketgasan 
hukum dalam negeri? Karena saya melihat tidak ada sama sekali untuk itu. 
Kemudian persoalan di birokrasi-birokrasi pemerintahan untuk 
pengurusan-pengurusan dokumen-dokumen itu itu yang perlu diperjelas atau 
ditertibkan. Ketiga, di pintu-pintu perbatasan seperti Malaysia, di mana semua 
proses akhir itu di sana, nah di sana itu tidak ada penjagaan yang ketat, atau 
bahasanya tidak nggak ada hukum di perbatasan itu. Hukum yang berlaku adalah 
siapa yang memiliki keuangan yang cukup untuk menyogok para aparat di sana.

RN: Jadi mungkin terlebih dulu mengurus ke dalam, memberantas calo-calo ini 
terutama.

TR: Yang menjadi kausalitas persoalan ilegalnya buruh migran dan deportasinya 
buruh migran adalah persoalan sistem atau mekanisme penempatan di dalam negeri. 
Ini yang sangat kacau. Artinya kalau Malaysia memulangkan 1000 orang tiap hari, 
1500 juga orang yang masuk dalam hari itu juga masuk ke Malaysia tanpa dokumen 
resmi. Artinya ada mekanisme penempatan yang tidak beres di dalam negeri.     

Demikian Trisakti Rahim, aktivis konsorsium pembela buruh migran.



---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke