---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 17 Februari 2005 14:50 UTC



** NATO KIRIM JEMBATAN DARURAT KE ACEH 

** BIRMA LANJUTKAN KONVENSI UUD

** DUA TEWAS AKIBAT SERANGAN BOM DI MOGADISHU

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: PERAN TENTARA DAN PEMBANGUNAN KEMBALI 
PERUMAHAN DI ACEH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PERUSAHAAN BELANDA TERLIBAT KORUPSI PROGRAM 
PBB UNTUK IRAK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HAK PARA PENUMPANG PESAWAT TERBANG DI EROPA 
DIPERBESAR 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TITIK TERANG MENUJU PERJANJIAN EKSTRADISI 
SINGAPURA-INDONESIA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SEBAGAI KORBAN TSUNAMI: NIAS MASIH BUTUHKAN 
BANTUAN



* NATO KIRIM JEMBATAN DARURAT KE ACEH

Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO mengirim jembatan darurat senilai 6 juta 
euro untuk pembangunan kembali Aceh. Belanda memimpin para sukarelawan yang 
akan mendirikan jembatan sekaligus mengurusi transportasinya. Jembatan darurat 
itu merupakan persediaan yang masih berada dalam beberapa gudang NATO.


* BIRMA LANJUTKAN KONVENSI UUD

Birma akhirnya melanjutkan kembali konvensi undang-undang dasar baru setelah 
tujuh bulan terhenti. Junta militer mengundang lebih dari 1000 wakil kelompok 
etnis negara tersebut. Aliansi Nasional Demokrasi NLD memboikot konvensi itu 
karena pemimpinnya, Aung San Suu Kyi, masih berada dalam tahanan rumah. 
Konvensi nasional Birma terselenggara tahun 1993 dan ditunda selama tiga tahun 
setelah kelompok oposisi keluar ruang pertemuan. Sebagian peserta kovensi yakin 
pertemuan ini akan mencapai kesepakatan sebelum akhir tahun.


* DUA TEWAS AKIBAT SERANGAN BOM DI MOGADISHU

Serangan bom di ibukota Somalia, Mogadishu menewaskan dua orang dan melukai 
lima orang lainnya. Menurut gubernur Mogadishu Abdullahi Ganey kemungkinan 
besar bom itu ditujukan buat delegasi Uni Afrika. Bom itu dilekatkan di sebuah 
motor sepanjang rute dari hotel menuju lapangan udara yang dilewati delegasi 
tersebut. Namun ledakan itu ternyata tidak mengenai sasaran. Korban kebanyakan 
adalah warga Somalia. Somalia meminta agar pasukan perdamaian Uni Afrika datang 
ke negara itu setelah persetujuan terakhir antara pemerintah dan kaum milisi. 
Delegasi Uni Afrika meninjau situasi di Mogadishu sebagai persiapan misi 
tersebut.


* DIREKTUR CIA: AL QAEDA MELEMAH TAPI TETAP BERBAHAYA 

Di hadapan komisi Senat di Washington, direktur dinas intelijen Amerika CIA 
yang baru Porter Goss mengatakan, jaringan teror al-Qaeda melemah oleh 
kebijakan anti teror Amerika Serikat, tetapi bahayanya jelas tidak dapat 
diabaikan. Selama pemunculan pertama di hadapan umum sebagai direktur dinas 
rahasia CIA Goss menyatakan bahwa al-Qaeda melemah, tetapi juga sabar dan 
inovatif. Ia memperingatkan hanya soal waktu saja sebelum organisasi teror ini 
melakukan serangan dengan senjata pemusnah massal.


* MARCELLO VIOTTI MENINGGAL DUNIA 

Dirigen internasional termashur Marcello Viotti, 50 tahun,  meninggal di rumah 
sakit di Munchen, Jerman Selatan.  Ia dirawat minggu lalu setelah merasa tidak 
sehat pada saat latihan orkestra. Viotti kelahiran Swiss, sejak 2002 bekerja di 
gedung opera La Fenice di Venezia. Ia antara lain adalah dirigen utama pada 
orkes simfoni Leipzig. Selama hidupnya ia sempat tampil memimpin hampir semua 
orkes terkemuka di dunia.


* PBB INGIN PENJAHAT PERANG DARFUR DIADILI DI DEN HAAG 

PBB menghendaki para tersangka kejahatan perang di Darfur, Sudan Barat, diadili 
di hadapan Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. Menurut Louise Arbour, 
komisaris tinggi hak asasi manusia PBB, pengadilan merupakan cara terbaik untuk 
mengakhiri kekerasan di Darfur. Uni Eropa juga mendukung PBB dengan rencana 
menyeret penjahat perang Darfur ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag. 
Tetapi kemungkinan ini kecil, karena Amerika tidak mengakui mahkamah tersebut. 
Sementara itu Sekjen PBB Kofi Annan menghimbau dunia untuk segera mengakhiri 
situasi di Sudan. Annan menyebut Darfur sebagai "neraka dunia".


* DUA TAHUN LAGI SEBAGIAN BESAR PENDUDUK TINGGAL DI KOTA 

Menurut laporan komisi PBB untuk Masyarakat dan Pembangunan selama dua tahun 
mendatang sebagian besar penduduk dunia tinggal di kota-kota. Di tahun 1950 
hanya 30 persen penduduk dunia tinggal di kota. Beberapa kota di dunia dengan 
10 juta penduduk berkembang sejak tahun 1950 dari dua menjadi 10 kota. Tokyo 
merupakan kota berpenduduk terbesar dengan 35 juta jiwa, disusul Meksiko City 
dengan 19 juta jiwa dan New York yang berpenduduk sekitar 18 juta jiwa. Menurut 
ramalan demografi, tahun 2030, kemungkinan besar sekitar dua pertiga penduduk 
dunia tinggal di daerah perkotaan. Dengan demikian kota-kota seperti Mumbay dan 
New Delhi di India, akan menduduki tempat kedua dan ketiga setelah Tokyo. Dalam 
laporan PBB itu juga tertera bahwa urbanisasi di setiap daerah berbeda, 
tergantung pada pembangunan daerah tersebut. Di negara-negara Amerika Latin dan 
Karibia tiga perempat penduduk tinggal di perkotaan, sementara di Afrika dan 
Asia mencapai 40 persen. Daerah yang memiliki tingkat pembangunan tinggi akan 
lebih menarik penduduk untuk berpindah.


* POLISI SPANYOL TANGKAP DUA ANGGOTA ETA 

Polisi Spanyol menangkap seorang laki dan seorang perempuan yang diduga anggota 
gerakan separatis ETA. Mereka memiliki senjata dan bahan peledak. Mereka 
ditahan di sebuah penginapan di Valencia. Menurut sumber dinas keamanan 
Spanyol, mereka sedang merencanakan serangan. Pekan lalu, 18 orang yang 
dicurigai anggota gerakan separatis ETA ditangkap di Spanyol. Beberapa hari 
setelahnya gerakan itu melakukan serangan teror di Madrid yang melukai 43 orang.


* BERITA EKONOMI 

Pasar saham Eropa dibuka sedikit positif hari ini. Indeks AEX Amsterdam dibuka 
awal dengan 374 poin, dengan keuntungan sebesar 0,3 prosen. Juga bursa 
Frankfurt, Paris dan London lebih  tinggi dari pembukaan. Para pemilik saham 
bereaksi positif terhadap angka laporan tahunan penerbit Reed Elsevier dan ING.

Bursa Tokyo ditutup sedikit lebih rendah. Indeks Nikkei berada pada pada 11.583 
poin, atau kerugian sebesar 0,16 prosen.

Ramalan presiden bank sentral Amerika Alan Greenspan tidak mempengaruhi Wall 
Street. Indeks Dow-Jones ditutup dengan kedudukan serupa kemarin, Nasdaq 
mencatat kerugian sekitar 0,1 % pada 2.087.

C 1 = $ 1, 3056 sen


* PERAN TENTARA DAN PEMBANGUNAN KEMBALI PERUMAHAN DI ACEH

Harian sore NRC Handelsblad menulis, peran TNI di Aceh berubah. Tentara kini 
lebih dibutuhkan untuk pembangunan kembali Aceh. TNI yang tadinya datang untuk 
melawan GAM kini menanggalkan senjata dan bahu membahu terjun ke bidang 
pendidikan dan pembangunan jembatan. Contohnya saja dua tentara memberi 
pelajaran bahasa di kamp pengungsian UNICEF. Di kamp Cot Jeumpa itu dari 156 
pelajar tinggal 40 yang hidup.

Namun menurut NRC Handelsblad jerih payah pasukan yang selama yang ditempatkan 
di Aceh tidak dibarengi dengan gaji yang memadai. Padahal ada tugas ganda TNI 
di Aceh, selain pembangunan kembali. Tugas lainnya adalah merebut hati rakyat. 
Tentara belajar dari kesalahan. Tentara tidak boleh begitu saja menghukum 
sebuah desa karena beberapa penduduknya anggota GAM. Namun kerja keras dan 
jerih payah TNI di Aceh tidak dibarengi dengan gaji yang memadai.

Menurut salah seorang tentara seperti dikutip NRC Handelsblad, seorang prajurit 
satu (pratu) menerima gaji 80 euro atau Rp. 800 ribu sebulan. Sementara gaji 
sersan bernilai 110 euro atau Rp. 1,1 juta. "Saya berbicara dengan rekan dari 
Malaysia. Mereka digaji tujuh kali lipat dari saya."demikian kata sersan Medi 
Simbolon seperti ditulis NRC Handelsblad. Padahal pemerintah terus menerus 
bicara soal profesionalisme. Tetapi hal itu tentu saja susah dilaksanakan 
dengan gaji minimal seperti itu.

Selain itu anggota TNI tersebut sudah selama satu tahun tak dapat mengambil 
cuti. Namun pembangungan kembali Aceh harus terus berjalan dan TNI mau tidak 
mau harus dengan rela melakukan tugasnya, demikian NRC Handelsblad.

Sementara itu harian de Telegraaf menulis setelah rumah-rumah di tepi pantai 
Aceh musnah sekarang timbul pertanyaan penting: Di mana perumahan harus 
dibangun kembali. Sementara pemerintah ingin agar para korban yang selamat 
ditempatkan di barak sementara, dan nantinya akan dibangun rumah ke daerah 
pedalaman. Namun PBB mendesak agar para pengungsi itu segera kembali ke tempat 
asalnya. Rencana pemerintah itu mendapat tentangan juga dari masyarakat 
terutama nelayan.

Contohnya, tambah de Telegraaf, di perkampunan nelayan Lampineung, penduduknya 
tak setuju jika mereka dipindahkan ke daerah pedalaman. "Kami adalah nelayan 
dan kami ingin tetap hidup sebagai nelayan. Jangan kami dikirim ke gunung," 
tutur salah seorang penduduk seperti dikutip de Telegraaf. PBB ingin agar 
pembangunan kembali berjalan lebih cepat karena jika rencana sementara lebih 
lama berjalan maka akan lebih lama pula para korban tersebut bergantung pada 
bantuan.

Demikian de Telegraaf dan demikian pula ulasan pers kali ini.


* PERUSAHAAN BELANDA TERLIBAT KORUPSI PROGRAM PBB UNTUK IRAK

Irak membayar uang pelicin kepada dua pejabat PBB: direktur program minyak 
untuk pangan serta seorang inspektur minyak asal perusahaan Belanda Saybolt. 
Hal ini diungkapkan ketua komisi senat Amerika serikat yang berasal dari partai 
Republik. Partainya presiden George W. Bush ini menyatakan kasus korupsi di 
tubuh organisasi internasional ini, memojokkan PBB secara keseluruhan. Demikian 
laporan koresponden Reinout van Wagtendonk dari New York.

Ungkapan ketua komisi Senat Amerika yang menyelidiki skandal dalam progran 
minyak untuk pangan Irak ini lebih blak-blakan kalau dibandingkan laporan Paul 
Volcker, mantan direktur bank sentral Amerika yang atas permintaan PBB 
menyelidiki korupsi ini. Volcker menyebutnya benturan kepentingan pribadi yang 
tidak bisa ditolerir, namun senator Norman Coleman mencap skandal ini sebagai 
kejahatan, karena ada bukti-bukti cukup.

Program minyak untuk pangan PBB ini bertujuan mengurangi penderitaan rakyat 
Irak akibat sanksi ekonomi yang diterapkan terhadap rezim Sadam Husein. Menurut 
senator Norman Coleman yang memimpin komisi Senat itu, Benon Sevan, mantan 
kepala program ini mengkorupsi dana lebih dari satu juta dolar. Selanjutnya 
ketua komisi senat ini juga memiliki bukti terhadap perusahaan Belanda Saybolt 
yang bertugas mengawasi penerapan program minyak untuk pangan ini. Pengawasan 
itu penting untuk melihat apakah ekspor minyak Irak yang dilarang melampaui 
kuota yang sudah ditentukan.

Inspektur perusahaan Saybolt ini, Armando Carlos Oliveira, warga negara 
Portugal, dituduh membantu penyelundupan minyak keluar Irak seharga sembilan 
juta dolar. Ia mendapat imbalan sekitar 100 ribu dolar uang sogok, di bawah 
jumlah yang sudah dijanjikan sebelumnya. Direktur Saybolt International Jan 
Heinsbroek menyatakan dokumen yang disebut senator Amerika tersebut adalah 
dokumen milik perusahaannya. Namun ada beberapa dokumen baru yang belum ia 
kenal dan akan dicek oleh anak perusahaan ini di Portugal. Ia menyebut dokumen 
baru asal perusahaan minyak Irak SOMO, eksplisit.

Pengacara Saybolt, John Denson menyatakan perusahaannya akan menyelidiki kasus 
keterlibatan seorang karyawan, namun inspektur ini tetap menyangkal semua 
tuduhan dan masih bekerja pada Saybolt. Direktur program minyak untuk pangan 
Benon Sevan tetap menyangkal tuduhan korupsi, walaupun sekjen PBB Kofi Annan 
sudah mengambil tindakan  disipliner terhadapnya. Kemungkinan keterlibatan 
putra Kofi Annan, Kojo dalam skandal minyak untuk pangan ini juga ditekankan 
oleh para anggota partai Repubik dari komisi ini.

Desas-desus korupsi ini dijadikan skandal oleh para anggota partai Republik 
dalam senat Amerika, ketika PBB dan sekjen Kofi Annan tidak mendukung langkah 
presiden Bush untuk menyerbu Irak tahun 2003. Sikap anti perang Irak yang 
ditunjukkan oleh Kofi Annan membuat sekjen PBB itu, di mata pendukung Bush, 
telah membuat dosa tak berampun. Namun anggota partai Demokrat Carl Levin 
menyatakan Sadam Husein lebih banyak lagi mendapat keuntungan dari kegiatan 
penyelundupan yang menurutnya juga dibiarkan saja oleh pemerintah Amerika 
Serikat katimbang dari korupsi program minyak untuk pangan ini. Yang mencolok 
senator Norman Coleman, ketua komisi senat ini belum mengumumkan penyelidikan 
terhadap kasus penyelundupan Irak yang ditolerir Amerika itu.


* HAK PARA PENUMPANG PESAWAT TERBANG DI EROPA DIPERBESAR 

Di Eropa, para calon penumpang pesawat terbang harus tahu apakah perusahaan 
penerbangan pilihan mereka bisa dipercaya. Terutama perusahaan penerbangan 
carteran yang memiliki citra buruk dalam hal ini. Selanjutnya diskriminasi 
penumpang cacat harus berakhir, demikian pendapat Komisi Uni Eropa. Laporan 
redaktur Eropa Radio Nederland, Nicolien den Boer.

Usul yang dilansir oleh komisaris Uni Eropa urusan perhubungan Jacques Barrot 
ini merupakan tambahan untuk aturan main dalam jasa penerbangan komersial yang 
sejak Kamis lalu mulai berlaku bagi para penumpang di Eropa. Dalam peraturan 
baru ini, para penumpang yang kena overbooking sehingga tidak bisa terbang 
dengan pesawat pilihannya, bisa menuntut ganti rugi dari maskapai bersangkutan. 
Setiap tahun, seperempat juta penumpang terpaksa pulang karena overbooking ini. 
Selanjutnya para penumpang juga bisa mendapat ganti rugi kalau keberangkatannya 
tertunda atau bahkan dibatalkan sama sekali. Ganti rugi ini maksimal mencapai 
600 euro. Tiket pesawat terbang juga harus diganti atau penumpang harus 
mendapat ganti pesawat lain. Kalau keterlambatan berlangsung lama, maka para 
penumpang harus mendapat makan dan penginapan. Hal ini sudah diterapkan 
berbagai maskapai penerbangan saat ini.

Namun komisaris perhubungan Uni Eropa Barrot berpendapat peraturan baru ini 
belum cukup melindungi hak penumpang. Para penumpang harus diberi informasi 
soal maskapai penerbangan pilihannya, menginat kecelakaan pesawat Mesir di 
Sharm-al Sheiq tahun lalu. Dalam kecelakaan ini, 148 orang tewas. Sebagian 
besar korban tidak tahu bahwa mereka menumpang pesawat maskapai penerbangan 
carteran Mesir Flash Airlines, yang mendapat larangan mendarat dan tinggal 
landas di Swiss. Komisaris perhubungan Uni Eropa asal Prancis ini kini akan 
menyusun daftar maskapai penerbangan dengan citra buruk. Kalau salah satu 
maskapai yang terdaftar ditawarkan maka penumpang bisa menolak dan tour 
operatornya harus mencarikan pesawat lain.

Jacques Barrot: "Semakin cepat semakin baik, kalau kita punya daftar ini maka 
para penumpang Eropa tidak perlu khawatir lagi, tidak perlu was-was akan 
terjadi kecelakaan"

Komisaris perhubungan Barrot juga akan mengakhiri diskriminasi para penyandang 
cacat yang kadang-kadang dibebani ongkos tambahan atau tuslah. Ada maskapai 
yang menolak penumpang tuna netra, tanpa pengantar. Organisasi penyandang cacat 
seluruh Eropa melaporkan, baru-baru ini seorang perempuan tanpa lengan ditolak 
karena ia tidak mungkin bisa memasang sambuk pengamannya sendiri.

Maskapai penerbangan Eropa juga harus mencari pengantar untuk penumpang cacat 
dan para penumpang cacat di Eropa tidak perlu membayar tuslah untuk tiket 
penerbangan biasa. Usul ini kini sudah dikirim ke negara-negara anggota Uni 
Eropa.


* TITIK TERANG MENUJU PERJANJIAN EKSTRADISI SINGAPURA-INDONESIA

Sebuah komitmen bersama menuju perjanjian ekstradisi, demikian buah pertemuan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan perdana menteri Singapura, Lee Hsien 
Loong. Butir-butir apa saja yang perlu dimasukkan pemerintah Indonesia dalam 
kerangka perundingan nanti ? Simak laporannya bersama berikut ini.


Marty Natalegawa (sebagai latar belakang soal ekstradisi)

Sebuah titik terang perundingan rencana ekstradisi Singapura dan Indonesia 
kembali terbuka di tahun 2005. Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, menghasilkan tekad untuk 
secepatnya membuat perjanjian ekstradisi kedua negara. Dengan perjanjian ini, 
nantinya Indonesia tak mengalami hambatan lagi dalam mengejar penjahatnya yang 
kabur ke Negeri Singa. Menurut juru bicara kepresidenan urusan luar negeri, 
Dino Patijalal, pembicaraan kedua negara akan dilanjutkan bulan depan. Dalam 
tahapan ini akan dibahas persiapan teknis, soal jenis kejahatan yang akan 
dimasukkan dalam kerangka perjanjian ekstradisi kedua negara. 

Dino Patijalal: Singapura melalui Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyatakan 
komitmen pemerintah Singapura untuk menandatangani perjanjian ekstradisi. Jadi 
ada komitmen bahwa mereka akan memfinalisasi perjanjian itu. Mengenai waktunya 
mereka menyatakan bahwa kedua pemimpin akan meminta  pejabat-pejabat  
masing-masing  untuk melakukan negosiasi yang expediciously istilahnya..

Lalu, jenis kejahatan apa yang perlu dimasukkan dalam perjanjian ekstradisi 
nanti?

Anggota komisi III DPR-RI, Trimedia Panjaitan mengatakan banyak masalah yang 
bisa dimasukkan di dalam perjanjian itu. Jadi bukan melulu soal korupsi saja. 
Yang perlu diingat, proses perjanjian harus berjalan setara antar kedua negara, 
sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. 

Trimedia Panjaitan: Paling penting, pertama bagaimana mengekstradisi pelaku 
korupsi di yang bersembunyi si Singapur, kedua bagaimana mengakses rekening 
mereka, ketiga bagaimana soal teroris-teroris, keempat perdagangan anak itu ya, 
mau lebih lagi ya gimana juga..... sikap  Singapur dalam langkah hubungan  
ekonomi Indonesia dan Singapur, bagaimana soal penjualan pasir ilegal. 

Untuk kasus-kasus korupsi, pemerintah Indonesia harus lebih proaktif menyidik 
kekayaan pelaku korupsi yang berhasil melarikan diri keluar negeri. Di 
antaranya, mengoptimalkan peran Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan 
atau PPATK, serta aparat kepolisian. Kepolisian Indonesia sebenarnya telah 
mengantongi baik nama maupun alamat para pelaku tindak pidana korupsi yang lari 
keluar negeri. Meski begitu, menurut juru bicara Markas Besar Kepolisian 
Indonesia, Aryanto Budiharjo, langkah polisi selalu kandas, karena tidak 
didukung perjanjian ekstradisi. Dengan demikian, proses pengejaran hanya 
sebatas pengintaian, tidak sampai tahap penangkapan.

Aryanto Budiharjo: Kita kan tidak bisa melakukan penangkapan di sana kan karena 
tidak ada perjanjian kerjasama dalam kaitan  ekstradisi pelaku-pelaku kejahatan 
 itu. Paling tidak hanya membuntuti saja.  Yang sudah dilakukan paling minta 
tolong sama kepolisian setempat. Sejauh kepolisian setempat mau melakukan 
kerjasama itu  membantu kita...bisa. Kita hanya bisa mengikuti saja.

Selama ini, pemerintah Indonesia memang kesulitan untuk menangkap dan membawa 
para koruptor yang berkeliaran di negara Singa. Catat saja koruptor kakap 
Syamsul Nursalim, yang konon hidup mewah di sana. Selain itu nama-nama 
tersangka pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), seperti 
Samadikun Hartono, David Nusa Wijaya, Bambang Sutrisno, Adrian Kiki Ariawan. 
Terakhir Maria Pauline Leumowa, tersangka pembobol BNI dengan kerugian negara 
sebesar Rp. 1,7 triliun. Ia sampai kini masih menghirup udara bebas di 
Singapura.  

Rencana perjanjian ekstradisi yang lumayan heboh didengungkan pemerintah, 
sedikit mengecutkan LSM pemantau korupsi ICW. Wakil kordinator ICW Lucky Jani 
cemas lamanya tenggat waktu perundingan lanjutan kedua negara hingga Maret 
nanti. Dikhawatirkan, pelaku korupsi akan kabur ke negara lain, dan memindahkan 
rekening kekayaannya ke negara yang juga tidak mempunyai perjanjian ekstradisi 
dengan pemerintah Indonesia.

Lucky Djani: Pertama, harus ada informasi lebih jelas ya mengenai keberadaan 
mereka yang akurat mengenai  tepatnya keberadaan orang-orang tersebut. Di 
Siangpur tuh dimana? Kedua, aset-asetnya itu mengenai rekening di bank , 
deposito, hak kepemilikan saham harus sudah diidentifikasi sehingga segera 
dibekukan. Ini harus diajukan Pemerintah Indonesia dilakukan kepada pemerintah 
Singapur supaya mereka melakukan pencegahan baik untuk orangnya tidak kabur ke 
negara lain. Atau harta hasil rampokannya tidak ditransfer ke luar negeri.

Proses perjanjian ekstradisi pemerintah Indonesia dan Singapura, sebenarnya 
telah dirintis sejak 1973. Langkah ini sempat mengalami jalan buntu dan baru 
berlanjut lagi pada pertengahan tahun 1985. Akankah sekarang berakhir dengan 
kepuasan kedua pihak? Waktu yang akan membuktikan, tetapi kalau pemerintah 
tidak mempertimbangkan pelbagai catatan dan kritik yang berkembang di tengah 
masyarakat, maka perjanjian ekstradisi dengan Singapura akan percuma saja. 
Karena belum lagi diekstradisikan, terdakwanya bisa kabur lagi.

Tim Liputan Kantor Berita 68H melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum


* SEBAGAI KORBAN TSUNAMI: NIAS MASIH BUTUHKAN BANTUAN
Sekelompok pemuda asal Nias dan Medan mengkoordinasikan relawan kemanusiaan 
untuk menolong korban bencana tsunami. Mereka kecewa dengan sikap Jakarta yang 
terlalu cepat menutup posko kemanusiaan di Nias. Kedatangan presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono beberrapa waktu lalu juga tidak membawa dampak banyak bagi 
wilayah terluar barat Indonesia tersebut. Parahnya lagi upaya pertolongan 
pemerintah terlihat ogah-ogahan dan malah menyusahkan para korban. Berikut 
keterangan Dominius Hia dan Galop Sihombing kepada Radio Nederland di Medan.
Galop Sihombing [GS]:  Di Nias awalnya itu sempat juga jadi polemik. Pemerintah 
juga sudah turun dan sempat memberi isu yang mengatakan bahwasanya sudah 
tertangani secara emergensi. Padahal ketika kawan-kawan dari posko relawan 
kemanusiaan turun ke lapangan kondisi di sana tidak seperti yang dikataan oleh 
pemerintah atau organ-organ yang lain. Setelah kita ambil data dari lapangan, 
dan kita coba sampaikan kepada  lembaga-lembaga pemerintah, misalnya 
partai-partai seperti partai PDIP yang punya basis sangat besar di Nias dan 
mereka perhatian dan SBY misalnya sudah turun ke sana, dan telah memberikan 
bantuan.
Radio Nederland [RN]: Jadi SBY sudah ke Nias tapi anda perhatikan gimana 
kondisi di lapangan Nias sesungguhnya. Nggak ada perubahan?
Dominius Hia [DH]: Ndak ada, mau apa, orang SBYnya datang dengan helikopter, 
singah, siramkan bantuan, cabut. Entah kemana itu bantuan, kita nggak ngerti.
GS: Kalau posko pemerintah sudah tutup itu. Per 31 Januari, kalau untuk bantuan 
darurat.
RN: Jadi bagi pemerintah di jakarta Nias sudah selesai urusannya gitu ya?
DH: Karena sifatnya 'kan begini itu bung. Pemerintah Jakarta kan barangkali 
akan mendengar laporan pemerintah daerah. Nah, pemerintah daerah sendiri sudah 
mengintruksikan tanggal 31 Januari agar seluruh posko ditutup. Karena menurut 
mereka yang menajdi korban hanya dua kategori saat itu.
Pertama korban jiwa, terus kemudian korban rumah. Yang lain dari itu nggak 
korban lagi. Padahal pada kondisi objektif banyak masyarakat, penduduk yang 
kehilangan mata pencarian, karena kondisi masyarakat di sana itu tanpa tsunami 
sudah layak dibantu. Apalagi datang tsunami. Perahu cuma satu untuk 5 keluarga, 
ini sudah kelhilangan perahunya, mau ke mana lagi dia. kalau contoh perahu. 
Kemudian ada perladangan juga yang hanya beberapa tapak, itupun sudah digilas 
oleh tsunami. Itu katanya nggak ikut korban. Kan ini yang sebenarnya menjadi 
perdebatan antara posko kita dengan posko pemerintah.
RN: Jadi tampakanya susah berharap dengan pemerintah ya?
GS: Waduh kalau berharap dengan pemerintah dari awal kita memang tidak pernah 
berharap. Hanya yang kita minta sesungguhnya mereka dengan diam pun sudah cukup 
membantu, artinya jangan dikampanyekan yang nggak-nggak. Gitu lho. 
Kampanyekanlah sesuai dengan kondisi objektif. Itu saja yang kita minta pada 
pemerintah. Dengan diam sudah cukup membantu.
Nah sama dengan PDIP yang di sana sendiri 'kan pernah mengkampanyekan itu sudah 
tertanggulangi secara emergensi. Lembaga gereja juga sempat mengkampanyekan 
itu. Padahal kondisi sesungguhnya ndak seperti itu. Masih banyak rakyat yang 
belum makan, bahkan lokasi yang kita buka dapur umum hari ini, yang sampai saat 
ini bertahan, itu orang-orang yang tidak diperhatikan selama ini. Karena 
sebelumnya juga ada posko pemerintah daerah dekat-dekat lokasi dapur umum kita.
Nah, persoalannya itu ditutup karena pemerintah ndak mau capek. 'Kan itu. 
Karena jauh dia dari posko yang mereka buka ke lokasi bencana. Nah mereka 
enggak mau capek dengan ikut. Makanya dipindahkan lagi, semakin jauh mendekat 
ke Sirombu, gitu. Supaya mudah katanya mereka. Padahal 'kan seyogianya bagi 
yang meberikan bantuan itu 'kan berpikirnya 'kan bukan korban yang mencari 
bantuan, tapi orang sehatlah yang mengantarkan bantuan.
Tapi kalau pemerintah di sana logika terbalik yang dipakai. Korban yang 
seharusnya mencari bantuan dan pemerintah yang menyediakan dan menunggu korban. 
Ada sampai orang yang sakit itu menuju ke posko pemerintah, pos kesehatan yang 
dibuat pemerintah, itu semakin parah lagi. Karena jaraknya sangat jauh. Mereka 
harus jalan kaki menempuh 30 kilo kurang lebih untuk menuju ke pos kesehatan 
yang dibangun pemerintah. Jadi itu logika terbalik yang dipakainya.
Demikian Galop Sihombing dan sebelumnya sudah anda dengar penjelasan Dominius 
Hia dari masyarakat Nias di Medan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke