---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 21 Februari 2005 15:50 UTC



** DUA WARTAWAN METRO TV DILEPAS

** PUTARAN KEDUA PERUNDINGAN GAM-JAKARTA

** SERATUSAN WARGA BANDUNG TERTIMBUN TANAH LONGSOR

** TINJAUAN PERS: GERAK CEPAT DI ACEH DAN SPANYOL GELAR REFERENDUM RENCANA UUD 
EROPA

** GEWA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUUD LUBBERS MUNDUR DARI JABATAN KOMISARIS 
TINGGI PBB URUSAN PENGUNGSI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUUD LUBBERS, JATUHNYA SEORANG POLITIKUS 
BELANDA DALAM PENTAS INTERNASIONALl

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI PINDAHKAN PELBAGAI 
KASUS KE PENGADILAN LAIN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NIAS HARUS BANGUN DIRINYA SENDIRI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: GAM DI ACEH AKAN PATUHI HASIL PERUNDINGAN DI 
HELSINKI



* DUA WARTAWAN METRO TV DILEPAS

Dua wartawan Metro TV, yang disandera di Irak sudah dilepas. Reporter Meutya 
Hafid dan juru kamera Budiyanto diculik ketika dalam perjalanan dari Yordania 
ke Baghdad, pekan silam. Sejauh ini kelompok kurang dikenal Jaish al-Mujahedin 
menyatakan bertanggungjawab. Penyandera melepas keduanya setelah diketahui 
mereka berasal dari Indonesia. Lewat sebuah pernyataan, penyandera meminta maaf 
pada bangsa Indonesia. 

Indonesia dikenal sebagai negara paling banyak jumlah umat islamnya dan selalu 
kritis terhadap invasi Amerika di Irak.


* PUTARAN KEDUA PERUNDINGAN GAM-JAKARTA

Di Finlandia berlangsung putaran kedua perundingan antara pemerintah Indonesia 
dengan Gerakan Aceh Merdeka, GAM, Senin ini. Menjelang pembicaraan, GAM 
menyatakan berharap bisa mewujudkan gencatan senjata jangka panjang, sebagai 
landasan kesepakatan damai. 

Putaran pertama perundingan akhir Januari, tidak melahirkan kesepakatan 
konkrit. Putaran kedua berlangsung sampai Rabu.


* SERATUSAN WARGA BANDUNG TERTIMBUN TANAH LONGSOR

Dikhawatirkan 146 orang meninggaldunia akibat bencana tanah longsor di Bandung 
Jawa Barat. Sejauh ini belasan mayat berhasil ditemukan. Nasib 140 orang dari 
sekitar 40 keluarga masih belum diketahui. Kemungkinan mereka tertimbun tanah 
lonsor akibat hujan deras.


* JUMLAH KORBAN FERI TERBALIK DI BANGLADESH 116


Di Bangladesh, jumlah korban tewas akibat kecelakaan kapal feri Sabtu lalu 
mencapai 116 orang. Puluhan penumpang masih dilaporkan hilang. Sebuah kapal 
penyeberangan, terguling di sungai Buriganga dekat ibukota Dhaka. Menurut 
daftar resmi, jumlah penumpang hanya 167 orang. Tetapi para saksi korban 
selamat menyebut jumlah orang di kapal sekitar 400 orang.


* BUSH INGIN EROPA DAN AMERIKA PULIHKAN HUBUNGAN


Presiden Amerika Serikat, George W. Bush ingin agar Eropa dan Amerika 
menghapuskan persilangan pendapat mengenai politik internasional dan memulihkan 
hubungan. Amerika butuh Eropa sebagai mitra dekat, demikian Bush di Brussel. 
Dalam pidatonya, Bush juga akan minta bantuan Eropa di Irak. 

Brussel adalah kunjungan pertama Bush dalam lawatan Eropa. Kemudian ia akan ke 
Jerman dan Slowakia. Antara lain berbicara dengan Kanselir Jerman Gerhard 
Schroder, Presiden Prancis Jaques Chirac dan Presiden Rusia Vladimir Putin, 
tiga pemimpin Eropa paling kritis soal invasi Irak. 

Di Brussel, Presiden Bush juga disambut ribuan massa demonstran yang memprotes 
kedatangannya.


* ISRAEL LEPAS 500 TAWANAN PALESTINA


Israel melepas 500 orang tawanan Palestina. Inilah jumlah paling banyak tawanan 
Palestina yang dilepas sekaligus sejak 1996. Pekan-pekan mendatang Israel 
berjanji akan melepas 400 tawanan lain. Kebijakan ini merupakan bagian 
kesepakatan damai Presiden Mahmud Abbas dan PM Ariel Sharon di Sharm e-Sheikh 
Mesir dua pekan silam.  

Selanjutnya pemerintah Israel juga memutuskan menggusur semua 21 pemukiman 
yahudi di Jalur Gaza dan empat perkampungan yahudi di Tepi Barat.

Palestina juga meraih kemajuan damai. Gerakan Fatah mengambil keputusan besar, 
ketika menyetujui kabinet Presiden Mahmud Abbas. Sumber dekat pemerintah 
Palestina, menyebut sempat terjadi tarik menarik kepentingan dalam menentukan 
kursi mentri.


* DEMONSTRASI BEIRUT MENENTANG PEMERINTAH DAN SURIAH


Demonstrasi di ibukota Libanon Beirut menentang Suriah dan pemerintah Libanon. 
Unjuk rasa digelar di lokasi tempat pemboman pekan silam yang menewaskan mantan 
PM Rafik Hariri dan 14 lainnya. Kelompok oposisi Libanon melakukan longmars ke 
makam Hariri di alun-alun Syuhada di jantung kota Beirut. Mereka melangsungkan 
mengheningkan cipta lima menit, di jam yang sama dengan pemboman pekan silam. 

Sehubungan dengan aksi unjuk rasa ini, keamanan ditingkatkan dan pemerintah 
pro-Suriah mengancam akan memberlakukan larangan demonstrasi. Parlemen Libanon 
bersidang Senin ini, pertama sejak pemboman. Partai oposisi menghendaki debat 
parlemen mengenai kehadiran 14 ribu pasukan Suriah di Libanon.


* BERITA BURSA SENIN SIANG


Lantai-lantai bursa Eropa menunjukkan peningkatan tipis pada Senin pagi ini. 
Tidak banyak berita ekonomi yang masuk dan bursa Amerika tutup Senin ini 
sehubungan perayaan hari Presiden. Indeks AEX di bursa Amsterdam bercokol pada 
titik 375,70. Peningkatan 0,1 persen. Nada serupa juga dirasa di London dan 
Paris.

Nilai tukar mata uang euro terhadap dolar: satu euro senilai 1 koma 30 62 sen 
dolar


* GERAK CEPAT DI ACEH DAN SPANYOL GELAR REFERENDUM RENCANA UUD EROPA

Ahad kemarin Spanyol menggelar referendum Rencana UUD Eropa. Penduduk Spanyol 
massal mendukung penerapan UUD Eropa. Hampir 77% menyatakan "ya" untuk Eropa 
baru, demikian harian pagi Belanda Algemeen Dagblad. Tetapi jumlah yang memberi 
suara hanya sedikit, di atas 50% saja. Dukungan Spanyol dan rendahnya angka 
pencoblos, sudah diduga sebelumnya. Lumrah saja Spanyol memilih "si", bahasa 
Spanyol untuk ya, karena negeri ini paling diuntungkan dari Uni Eropa, demikian 
Algemeen Dagblad. Sejak 1987, Spanyol menerima suntikan dana Uni Eropa sebanyak 
87 juta euro. Pertanian Spanyol disubsidi dan pendapatan perkapita meningkat. 
Rencananya masih sembilan negara lagi akan menggelar referendum UUD Eropa. 
Belanda adalah salah satunya. 

Koran pagi de Volkskrant mempertanyakan bagaimana kalau ada satu atau dua 
negara yang bakal menolak UUD ini. Koran ini mengutip Camiel Eurlings, anggota 
parlemen Eropa dari partai kristen demokrat CDA, yang menduga UUD akan tetap 
diterapkan, tetapi negara yang bersangkutan akan membuat dirinya konyol dan 
jatuh kredibilitasnya di mata negara-negara lain. Dua negara itu mungkin adalah 
Belanda dan Britania. Kasus Britania, memang bisa dipahami, demikian de 
Volkskrant, karena negeri pulau ini kerap kali memilih jalur yang menyimpang 
dari Eropa daratan. Tetapi Belanda, kasusnya berbeda, negeri ini adalah salah 
satu pencetus Uni Eropa, seperti halnya Prancis dan Spanyol, demikian de 
Volkskrant.

Dari rencana UUD Eropa kita ke Aceh. Setelah delapan minggu terus-terusan 
menyorot gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, media mulai jenuh. 
Tetapi harian Inggris The Guardian melihat masih banyak yang harus digarap. 
Jumlah korban sekitar 120 000 orang sementara masih 115 ribu orang yang 
dilaporkan hilang, kemudian 400 ribu pengungsi mendapat penampungan. Regu 
bantuan dalam dan luar negeri melakukan tugas mereka. Kehidupan di Aceh 
beranjak pulih, demikian The Guardian, dua hotel terbesar buka kembali, pasar 
mulai ramai dan warung-warung penuh pengunjung. 

Koran Inggris The Guardian mengutip seorang karyawan bantuan kemanusiaan yang 
mengatakan bahwa kalau bencana ini terjadi di Afrika maka butuh satu tahun 
untuk pembenahan. Tapi di Aceh sudah pulih dalam kurang dua bulan. Bisa 
dipahami kalau salah satu alasannya adalah karena pemerintah dan tentara 
melihat keseriusan pembangunan kembali Aceh sebagai bagian dari perang melawan 
GAM. 
 
Tapi The Guardian masih melihat sisil lain, yaitu bagaimana dana-dana untuk 
jangka panjang disalurkan. Gambarannya masih tidak jelas dan tidak ada jaminan. 
Problem utamanya pembangunan kembali Aceh tertunda oleh rancangan pemerintah 
pusat yang baru akan diumumkan setelah 26 Maret. Bagaimana dan di mana akan 
dibangun kembali perumahan? Pengungsi sudah tidak sabar dan ingin melanjutkan 
hidup mereka. Nelayan sudah mulai melaut kembali. 

Pembangunan kembali diatur Jakarta, proyek besar yang digagas perusahaan 
Malaysia lebih banyak melibatkan pejabat pemerintah daripada penduduk yang akan 
menghuni kawasan itu. Penduduk sipil dan pemimpin adat dilarang ikut serta 
berbicara soal pembangunan kembali. Pemerintah mulai melibatkan rakyat 
setempat, tetapi The Guardian mempertanyakan apakah mereka mewakili kalangan 
luas dan apakah pembicaraan akan efektif kalau Jakarta menuntut pengawalan 
penuh proses pembangunan kembali? Padahal organisasi bantuan menghendaki 
seminim mungkin campurtangan Jakarta. 

The Guardian melihat hal penting lain yang tidak boleh diabaikan dalam 
rancangan pembangunan kembali Aceh, yaitu konflik antar tentara dengan GAM. 
Karena pertumbuhan ekonomi akan berkembang kalau melibatkan semua lapisan 
masyarakat. Konflik seakan tidak ada kalau tidak dibicarakan. Pembuat rancangan 
akan gembira dengan berundingnya kembali GAM dengan Jakarta, setelah terhenti 
dua tahun. Perundingan putaran kedua berlangsung di Helsinki Senin ini. 
Kalangan yang optimis sekalipun menduga kemajuan berjalan lamban, tetapi 
sebagian luas tidak yakin akan diraih kemajuan.

Demikian koran Inggris The Guardian dan demikian ulasan pers kali ini.


* RUUD LUBBERS MUNDUR DARI JABATAN KOMISARIS TINGGI PBB URUSAN PENGUNGSI

Ahad kemarin Ruud Lubbers menyatakan mundur dari jabatan sebagai komisaris 
tinggi PBB urusan pengungsi. Hingga saat terakhir Lubbers tetap menyatakan 
tidak bersalah dan menjadi korban permainan kotor di lingkungan PBB. Mantan 
perdana menteri Belanda ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap 
beberapa orang anggota staf perempuannya di markas besar UNHCR di Jenewa. Ruud 
Lubbers sebenarnya berniat untuk melanjutkan tugasnya, tetapi mengakui tidak 
lagi mendapat dukungan sekjen PBB Kofi Annan. Skandal yang mulai merebak tahun 
2004 ini mencapai puncaknya ketika pekan lalu, koran Inggris The Independent 
membocorkan laporan penyelidikan intern PBB mengenai tuduhan tersebut. Laporan 
koresponden Bob Kroon dari Jenewa:

Sewaktu menjabat perdana menteri, Ruud Lubbers berhasil mengangkat Belanda dari 
krisis ekonomi dan dipuji masyarakat internasional sebagai pendiri "polder 
model", dialog antara pihak majikan dan buruh. Sebagai komisaris PBB urusan 
pengungsi ia berhasil mengurangi jumlah pengungsi di dunia, dari 21 juta orang 
di tahun 2001 menjadi 17 juta orang di tahun 2004. Lubbers yang menjabat 
sebagai perdana menteri Belanda dari 1982 hingga 1994 tidak bisa melupakan 
ketika kanselir Jerman Helmut Kohl menjegalnya, sehingga dia tidak terpilih 
sebagai ketua Komisaris Eropa menggantikan Jacques Delors. Karena itu Lubbers 
benar-benar terkejut ketika Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan memintanya 
menggantikan Sadako Ogata, sebagai komisaris tinggi PBB urusan pengungsi. 
Lubbers punya pengalaman cukup sebagai manager dan bakatnya juga luar biasa 
sebagai juru runding. Semua ini jelas membantunya menjalankan tugas sebagai 
komisaris tinggi PBB, tetapi menurut banyak stafnya Lubbers tidak punya 
semangat seperti pendahulunya, Ogata, yang sampai dijuluki "ibu semua 
pengungsi".


Tanpa kenal lelah, Ruud Lubbers bepergian ke pelosok dunia, menginspeksi 
kamp-kamp pengungsi, mengecam para pemimpin pemerintahan dan mengumpulkan dana 
untuk organisasinya. Tetapi jelas ia lebih menyenangi lingkungan politik 
internasional daripada duduk di kantor markas besar UNHCR di Jenewa yang 
dingin. Di Jenewa, Lubbers memang dikelilingi sekelompok orang kepercayaannya, 
tetapi hampir tidak punya kontak dengan ratusan anggota staf UNIHCR lainnya. 
Sebaliknya Ruud Lubbers dikenal penuh perhatian untuk anggota staf 
perempuannya, kebiasaan yang akhirnya menjatuhkan karir dan reputasinya. Masih 
merupakan teka-teki, mengapa seseorang dengan pengalaman hidup yang begitu 
besar, di dalam sebuah organisasi internasional bisa melakukan hal-hal terhadap 
anggota staf perempuannya yang bisa 'salah dimengerti'. Lubbers seharusnya 
sadar, tindakannya ini cepat atau lambat dapat menghancurkan karirnya.


Dari sudut pandang ini, jelas Lubbers salah memperhitungkan Cynthia B, anggota 
staf UNHCR asal Amerika yang tahun lalu mengajukan tuduhan resmi tentang 
pelecehan seksual. Cynthia yang telah bekerja selama 20 tahun sebagai pelatih 
karyawan UNHCR, beranggapan bosnya ini harus dimintai pertanggungjawaban. 
Walaupun menurutnya aksinya tidak bertujuan untuk balas dendam, Cynthia B. 
meminta ganti rugi atau bahkan menuntut pengunduran diri Lubbers. Tetapi 
menurut penasihat hukumnya, Ed Flaherty sudah tiba waktunya bos-bos besar PBB 
diminta tanggung jawabnya. Hal itu akhirnya dilakukan walaupun Flaherty maupun 
Cynthia tidak memperhitungkan akhir yang dramatis. Tahun lalu setelah berunding 
dengan kliennya, pengacara Ed Flaherty memutuskan untuk tidak mengajukan naik 
banding atas putusan sekjen PBB untuk mengesampingkan perkara Lubbers ini.

Yang tidak pernah diperhitungkan oleh Lubbers adalah budaya PBB dan juga UNHCR 
sangat berbeda dengan Belanda yang lebih toleran, dengan pegawai yang datang 
dari seluruh penjuru dunia. Setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda 
mengenai apa yang dimaksud sebagai pelecehan seksual oleh bos mereka. Sosiolog 
Amerika Derek Philips pernah menggambarkan perbedaan yang sangat bertolak 
belakang mengenai arti pelecehan seksual di Belanda dan Amerika Serikat. 
Menurutnya, orang Amerika menganggap setiap manusia baik. Apabila Presiden 
Richard Nixon atau Bill Clinton bertindak di luar batas, maka seluruh warga 
Amerika akan mengecamnya. Tetapi Belanda yang berpandangan Calvinis beranggapan 
setiap orang bisa membuat kesalahan. Apabila ia bertindak di luar batas, maka 
orang itu tidaklah harus dikorbankan atau dipermalukan.

Ruud Lubbers tidak menganggap dirinya sebagai orang yang pantas dipermalukan 
dan mengatakan ia sengaja dikambinghitamkan oleh Dileep Nair, kepala reserse 
intern PBB. Nair seorang pejabat PBB asal Singapura, yang seperti Lubbers juga 
menjabat wakil sekjen, tidak dapat melupakan bahwa Kofi Annan mengesampingkan 
kesimpulannya yang menghancurkan terhadap Lubbers. Karena itu ia membalas 
dendam. Sekarang dapat dipastikan, drama ini masih akan berbuntut panjang di 
lingkungan markas besar PBB di New York.


* RUUD LUBBERS, JATUHNYA SEORANG POLITIKUS BELANDA DALAM PENTAS INTERNASIONAL

Ruud Lubbers, Komisaris Tinggi Urusan Pengungsi PBB, mundur dari jabatannya. 
Setelah berlanjutnya desas-desus soal pelecehan seksual yang konon dilakukannya 
terhadap seorang staf PBB, Lubbers akhirnya sadar posisinya tidak dapat 
dipertahankan lagi. Walau kepercayaan masyarakat internasional sangat 
berkurang, namun masyarakat Belanda masih cukup percaya kepadanya. Ruud Lubbers 
adalah salah satu perdana menteri Belanda paling sukses di abad ke-20. Lebih 
jauh  laporan redaktur politik Hans Andringa dari Den Haag. 

Mundurnya Ruud Lubbers dari jabatan tinggi di PBB sedikit banyak sama dengan 
akhir karirnya di pentas politik Belanda. Seperti dulu, kini terlihat seorang 
laki-laki yang merasa disakiti dan tidak dipercaya. 

Lubbers adalah seorang pria berkepribadian kuat. Ayahnya meninggal dunia ketika 
Ruud berusia 24 tahun. Bersama dengan kakaknya ia mengambil alih perusahaan 
keluarga, tempat ayahnya menjabat direktur. Terlihat bahwa Ruud Lubbers 
memainkan peranan penting di sini. Tidak hanya di perusahaan ayahnya, tapi juga 
dalam pelbagai posisi lain. Ia adalah seorang laki-laki yang cepat dan mudah 
dapat mengerti urusan-urusan rumit. Ia tidak suka omong kosong. 

Dari 1982 sampai 1994 Perdana Menteri Ruud Lubbers serta kabinetnya memimpin 
Belanda melalui krisis ekonomi yang gawat. Walau menghadapi banyak masalah, 
tapi Ruud selalu berhasil meraih banyak sukses, dan tetap populer. Sebagai 
Perdana Menteri, Lubbers suka ikut mengurusi pelbagai hal. Para menterinya 
selalu mengkhawatirkan saat di mana Lubbers menyatakan kepada mereka: "Boleh 
saya turut berpikir?" Ini adalah awal diskusi yang baru berakhir ketika para 
menteri menyerahkan gagasannya sendiri dan mengambil alih pandangan Lubbers. 

Dalam hari-hari setelah kabinet Lubbers III, kekuasaan Ruud Lubbers tampak 
makin berkurang. Ia tampaknya kehilangan kontrol dan akibatnya CDA, partai 
Kristen Demokrat pimpinannya, kalah dalam pemilu 1994. Ruud Lubbers, pria yang 
tampak bisa menghadapi segala situasi, memutuskan bekerja di sebuah universitas 
di Belanda Selatan. Kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memegang jabatan 
terkemuka sebagai Ketua Komisi Eropa dan Sekretaris Jenderal NATO, hilang 
sudah. Ia tampak akan menunggu saja pensiunnya. Tapi akhirnya tiba waktunya 
ketika Kofi Annan memintanya menjadi Kepala UNHCR, organisasi pengungsi PBB. 

Di Belanda, sudah lama beredar berita bahwa Lubbers sangat tertarik pada 
perempuan cantik. Tapi negeri ini menilai bahwa politisi bukanlah orang yang 
tak berdosa, selama hidup pribadinya tidak menghambat tugas-tugasnya. 

Sepanjang ingatan orang, terhadap Lubbers tidak pernah disampaikan keluhan soal 
pelecehan seksual. Tapi PBB jelas tidak dapat dibandingkan dengan pentas 
politik Belanda. PBB adalah sebuah lembaga di mana banyak budaya bekerja sama, 
di sana juga berlaku pelbagai peraturan tak tertulis. Karena itu tidaklah 
mengherankan kalau di PBB Lubbers berjumpa dengan seorang perempuan yang punya 
pandangan lain terhadap hubungan pria-wanita.


* TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI PINDAHKAN PELBAGAI KASUS KE PENGADILAN LAIN


Intro: Tribunal Yugoslavia di Den Haag mulai memindahkan para terdakwa 
kejahatan perang Yugoslavia ke pelbagai pengadilan negara-negara Serbia, 
Kroasia dan Bosnia Herzegowina. Dalam apa yang disebut strategis penyelesaian, 
terdapat 18 orang terdakwa yang dipindahkan kepada pengadilan negara-negara 
asal mereka. Tokoh-tokoh pertama yang akan dikembalikan adalah dua jenderal 
Kroasia, Mirko Norac dan Rahim Ademi. Mereka didakwa membunuh dan mengusir 
warga Serbia di lembah Medak, Kroasia tahun 1993. Kamis pekan lalu, kasus kedua 
orang jenderal ini mulai ditangani oleh Tribunal Yugoslavia. Laporan redaktur 
hukum internasional Sebastiaan Gottlieb.

Ada dua alasan kenapa Tribunal Yugoslavia di Den Haag memindahkan para terdakwa 
untuk diadili di negara asal mereka. Rakyat setempat bisa menyaksikan semua 
kejahatan perang yang dilakukan oleh orang-orang mereka sendiri dan bagi para 
pesakitan ini bisa merupakan sesuatu yang memuaskan. Bagi banyak orang Balkan, 
dua tujuan ini tidak bisa dipenuhi oleh Tribunal Yugoslavia di Den Haag. 
Khususnya di Serbia, tribunal di Den Haag ini dianggap sebagai pengadilan para 
pemenang, yang hanya bertujuan untuk menempatkan Serbia di kursi pesakitan. 
Perlawanan terhadap Tribunal ini juga ada di Kroasia. Maklum, Tribunal dianggap 
hanya mengadili semua tindakan heroik melawan penjajahan Serbia.

Alasan lain kenapa pengadilan setempat diajukan adalah tekanan waktu yang 
sekarang dihadapi oleh Tribunal Yugoslavia. Pada tahun 2008 semua kasus yang 
pertama kali diajukan ke depan Tribunal sudah harus selesai ditangani karena 
pada tahun 2010, tribunal ini akan ditutup. Sebelum itu masih sekitar 90 
terdakwa yang harus diadili, sementara dalam 13 tahun terakhir, tribunal hanya 
bisa mengadili tidak lebih dari 37 perkara. Untuk bisa memenuhi semuanya, 
sejumlah besar perkara harus dipindahkan ke pengadilan setempat.

Para hakim Tribunal Yugoslavia sekarang menghadapi pilihan sulit untuk 
menentukan terdakwa mana yang bisa diadili di negara lain. Para hakim harus 
diyakinkan bahwa pengadilan negara-negara itu bisa memproses secara adil dan 
menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan para terdakwa. Oleh karena 
itu para jaksa pengadilan tiga negara bekas Yugoslavia yaitu, Serbia, Kroasia 
dan Bosnia Herzegowina diselidiki sepenuhnya, termasuk para pembela dan 
pemerintah daerah. Tribunal Yugoslavia bertanggung jawab bahwa semua proses itu 
akan berlangsung sesuai dengan kaidah-kaidah pengadilan internasional.

Karena itu, maka karyawan Tribunal Yugoslavia di Den Haag juga sibuk melatih 
para petugas pengadilan ketiga negara tadi. Mereka juga terlibat dalam 
pendirian pengadilan khusus yang bertugas mengadili kejahatan perang di 
Bosnia-Herzegowina. Sampai sekarang di Bosnia Herzegowina sudah ditangani 
ratusan perkara kejahatan perang. Orang-orang ini didakwa oleh pengadilan 
setempat, bukan oleh Tribunal Yugoslavia. Tribunal hanya mengkhususkan diri 
pada pengadilan kalangan yang paling bertanggung jawab, baik politisi maupun 
militer. Mereka biasanya disebut ikan besar. Bagi pengadilan setempat syaratnya 
adalah dakwaan itu disetujui oleh tribunal sebelum dilakukan penangkapan.

Banyak orang menilai, adalah langkah baik kalau Tribunal Yugoslavia bisa 
mengerahkan pengadilan negara asal untuk memproses para terdakwa ini. 
Pertanyaannya adalah apakah para terdakwa itu diadili di negara asal atau di 
negara yang menjadi korban kejahatan yang dituduhkan terhadap mereka. 
Perbedaannya bukan hanya di tingkat emosi, tetapi terutama juga yuridis. Walau 
begitu banyak juga orang yang terheran-heran, semua negara-negara ini ditekan 
supaya mengirim para terdakwa ke Den Haag, tetapi belum sampai di Den Haag 
mereka dikembalikan juga ke negara asal.


* NIAS HARUS BANGUN DIRINYA SENDIRI

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin ini gambaran paling cocok untuk 
desa-desa pantai barat pulau Nias. Setelah dirundung kemiskinan yang sangat 
parah bertahun-tahun, mereka harus juga menderita terkena bencana tsunami. 
Sialnya lagi perhatian pemerintah terasa sangat lamban bahkan nyaris tak ada. 
Radio Nederland bersama relawan mengunjungi lokasi terpencil di pulau Nias di 
mana terdapat pos bantuan kemanusiaan swadaya masyarakat. Berikut laporan rekan 
Junito Drias dari Desa Orahilibadalu di Nias:


Beginilah perjuangan untuk mencapai penampungan pengungsi korban bencana 
tsunami di Nias. Mengendarai motor selama empat jam melewati jalan terjal 
berbatu, dan sering pula motor tersebut harus didorong. Tapi itu belumlah 
cukup. Karena sampai di ujung jalan, kami masih harus lagi berjalan kaki 
sepanjang empat kilometer naik turun bukit menuju desa Orahilibadalu, tempat 
terpencil di mana didirikan pos bantuan kemanusiaan. Saat itu sudah larut malam 
dan kami harus berjalan di tengah kegelapan, karena tidak ada listrik sama 
sekali di sana.  

Nggak nampak jalan di ke depan gimana? Nggak ada senter? Bikin oborlah. Tak 
nampak jalan ke depan, nanti kalau kepleset. Mau buat obor dulu kita?

Pos bantuan kemanusian desa Orahilibadalu bukanlah bentukan pemerintah. 
Melainkan dibuat secara swadaya oleh pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam 
kelompok Koordinasi Relawan Kemanusian Nias yang kemudian didukung oleh rakyat 
setempat. Menurut Sinufagule, kepala desa Orahilibadalu, pemerintah tidak 
pernah mengirimkan bantuan.

Sinufagule: Di daerah kita ini, merupakan simpang atau pertengahan di antara 
desa-desa yang telah kena tsunami. Kalau bantuan dari pemerintah tidak masuk 
Pak. Cuma, dari bantuan yang dikumpuli oleh saudara-saudara mahasiswa ini dari 
PGRI itulah yang pernah mereka terima. 

Setelah kepayahan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam, akhirnya dari 
kejauhan kami melihat cahaya. Itu adalah lampu petromaks pos bantuan 
kemanusiaan. Hati kami lega. Karena kami akhirnya tiba di desa Orahilibadalu, 
setelah harus berjuang melewati jalan setapak berlumpur. Lebih terenyuh lagi 
karena ketika tiba, kami disambut nyanyian riang anak-anak kecil para 
pengungsi. Rasanya tak percaya melihat wajah anak-anak ini sama sekali tidak 
diliputi perasaan sedih atau takut setelah mengalami bencana tsunami.

Mereka secara serempak berteriak YAHOWU. Itu adalah salam persahabatan dalam 
bahasa Nias. Walau disambut meriah, itu semua belum mampu menutupi kenyataan 
bahwa desa Orahilibadalu sendiri terlihat suram, gelap dan miskin. Beberapa 
dari mereka memiliki listrik berkat genset pembangkit kecil yang hanya boleh 
hidup selama tiga sampai empat jam saja. Itupun dibeli dengan susah payah 
kadangkala sampai berhutang. Kendati begitu masyarakat desa tetap ikut 
berpartisipasi membantu dengan menampung para pengungsi di rumah-rumah 
sederhana mereka. Elisakti Halawa merupakan koordinator pos bantuan kemanusiaan 
Desa Orahilibadalu. Anak rantau Nias tersebut bersama relawan lainnya sudah 
hidup berhari-hari menolong para pengungsi di tempat itu. Menurut Elisakti 
tanpa bencana tsunamipun, Nias sebenarnya sangat layak dibantu.

Elisakti: Sepanjang pinggir pantai pulau Nias, itu memang pada prinsipnya tarap 
ekonominya sangat rendah. Tapi kemudian datang tsunami, mereka lebih parah 
lagi. Kalau selama ini makan nasi sekali, dengan bencana ya.. tidak makan nasi 
lagi. Sekarang makan sagu. Nah itu pun sagunya, karena badai, juga tsunami 
datang, itu kan sagu itu biasanya di tepi-tepi sungai yang dekat dengan laut. 
Itu juga dihantam semua. Dan kita terus berteriak, melalui lembaga agama, 
pemerintah. Tapi sepertinya mereka juga tidak mau peduli. Persoalan kurangnya 
bantuan aku pikir tidak kurang bantuan. Tapi mengapa tidak disalurkan? 
Sepertinya harus dibatasi misalnya. Tidak boleh tidak, ketika kita sudah harus 
berteriak di mana-mana, dan tidak ada yang mau peduli. Hanya satu cara bagi 
kita berdayakan sendiri masyarakatnya. Makanya kemandirian masyarakat harus 
dibangun, tidak boleh tidak, ketika semua orang, atau terutama pemerintah, 
tidak mau peduli dengan ini. Salah satu menurut kita adalah bagaimana caranya 
kita harus gotong royong sama-sama. Buka jalan yang sudah tertutup selama ini. 

Pemberdayaan masyarakat nampak menjadi satu-satunya pemecahan atas masalah di 
Nias. Terlebih ketika pemerintah sangat lamban menangani daerah-daerah bencana 
di pesisir barat pulau tersebut. Yang jelas ini bakalan berdampak pula pada 
tingkat rasa percaya kepada pemerintah entah itu di tingkat pusat ataupun 
daerah. Saya Junito Drias melaporkan dari Medan, Sumatera Utara.


* GAM DI ACEH AKAN PATUHI HASIL PERUNDINGAN DI HELSINKI

Untuk kedua kalinya dalam sebulan Gerakan Aceh Merdeka GAM kembali berunding 
dengan pemerintah Indonesia. Pertemuan kedua ini, seperti pertemuan sebelumnya, 
dilangsungkan di ibukota Finlandia Helsinki di bawah perantaraan mantan 
Presiden Finlandia Martti Ahtisaari. GAM menuntut TNI sepenuhnya mundur dari 
Aceh. Demikian salah satu anggota delegasi GAM. Selain itu juga akan 
dibicarakan tawaran otonomi luas pemerintah Jakarta. Berikut laporan 
koresponden Step Vaessen dari Jakarta:

Pertemuan pertama GAM dengan Jakarta akhir Januari lalu tidak membawa hasil 
konkrit. Sementara di Aceh sendiri para pemberontak GAM menunggu hasil 
pembicaraan dengan rasa cemas. Kepada organisasi bantuan internasional GAM 
berseru untuk tetap di Aceh hingga ada jalan keluar politik, apabila tidak maka 
dicemaskan aksi-aksi kekerasan akan semakin meningkat.

Sulit untuk membedakan penampilan seorang prajurit TNI dengan pemberontak GAM. 
GAM juga mengenakan seragam TNI. Perbedaannya hanya pada bendera, dan untuk 
bisa bertemu GAM, seorang wartawan harus dihantar oleh utusan mereka. Setelah 
bertemu dengan satu atau dua orang anggota GAM, yang lainnya bermuculan satu 
demi satu, keluar dari tempat persembunyian di dalam hutan. Akhirnya sewaktu 
ditemui itu terdapat sekitar 12 orang, dikomandoi oleh Nasir dan mereka semua 
bersenjata lengkap, karena walaupun diumumkan gencatan senjata tidak resmi, 
hingga sekarang tetap berlangsung pertempuran.

Nasir: Tidak lama setelah bencana kami menawarkan bantuan kepada para 
pengungsi. Kami tidak menyangka dalam keadaan bahaya. Kami memang melihat 
tentara, tapi mengira mereka terlalu sibuk mengumpulkan mayat. Tetapi secara 
mengejutkan mereka juga mengejar kami. tentu saja kami harus membalas tembakan. 
Dua anak buah saya cedera.

Kepada masyarakat internasional Nasir juga berseru supaya tidak keluar dari 
Aceh. Ia cemas situasi akan bertambah buruk. Cerita-cerita bahwa para 
pemberontak GAM akan menyerang relawan atau bala bantuan, ia namakan omong 
kosong.

Nasir: Kami meminta masyarakat internasional untuk membantu. Karena penduduk 
Aceh ingin secepat mungkin merdeka. Bantuan luar negeri untuk para korban 
tsunami di Aceh adalah sangat penting. Apabila masyarakat internasional pergi 
dari Aceh, maka banyak warga yang akan kelaparan dan menderita.

Nasir menyangkal anggapan bahwa GAM tidak mendapat dukungan dari luar negeri. 
Menurutnya ada negara-negara yang bersedia membantu, apabila mereka melihat 
dengan mata kepala sendiri situasi di Aceh. Tapi Nasir tidak bersedia menyebut 
berapa banyak jumlah anggota GAM sekarang. Ia mengaku sejak operasi militer 
hampur dua tahun lalu, jumlah anggota GAM berkurang. Menurut perkiraan 
jumlahnya sekarang antara 1000 sampai hampir 5000 orang, di seluruh wilayah 
Aceh.

Nasir: Kekuatan kami memang berkurang, tetapi kami akan terus berjuang. Juga 
sekarang sewaktu operasi militer kami menerima anggota baru generasi muda Aceh 
yang ingin ikut berjuang.

Nasir dan anak buahnya mendukung sepenuhnya pembicaraan para wakil neugara Aceh 
di Swedia dengan RI. Karena menurut mereka aksi-aksi kekerasan bukanlah jalan 
yang harus ditempuh. Mereka menambahkan akan menghormati dan menjalankan semua 
keputusan yang diambil para pemimpin GAM di Helsinki.

Nasir: Kami bersedia menerima semua keputusan yang diambil oleh neugara Aceh. 
Juga apabila berarti mereka harus mengakhiri perjuangan kemerdekaan. Tetapi 
hasil itu belumlah pasti, karena para pemimpin GAM juga tetap menghendaki Aceh 
merdeka. Nama kami GAM juga berarti, perjuangan untuk kemerdekaan Aceh.

Belakangan, muncul berita mengenai perpecahan dalam tubuh GAM bahkan ada 
sejumlah tokoh GAM yang mau menerima otonomi khusus. Nasir membantahnya. Ia 
menyebut itu cuma propaganda pemerintah Indonesia yang mencoba memecah belah 
GAM. Selain itu, Nasir juga menolak berita anggota GAM menggunakan kekerasan 
terhadap rakyat Aceh. Tetapi Nasir mengaku GAM meminta uang kepada rakyat, apa 
yang ia namakan pajak.

Nasir: Tidak, kami tidak melakukan intimidasi. Sampai sekarang kami masih 
memungut pajak. Kami tidak perlu menekan mereka, ada aturan berapa banyak yang 
harus dibayar seseorang.

Nasir juga tidak berharap banyak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia 
justru sangat mencemaskan masa depan Aceh.

Nasir: Pemerintah Indonesia tetap berpendapat bahwa semua penduduk Aceh adalah 
anggota GAM. Kami cemas karena tidak ada satu pun undang-undang yang melindungi 
warga Aceh dari tindak-tindak kekerasan yang dilakukan TNI. Indonesia tidak 
mempedulikan Aceh sama sekali. Buktinya mereka terlebih mengumpulkan mayat 
warga TNI yang tewas sementara mayat warga Aceh dibiarkan tergeletak.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke