--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 21 Februari 2005 15:50 UTC ** DUA WARTAWAN METRO TV DILEPAS ** PUTARAN KEDUA PERUNDINGAN GAM-JAKARTA ** SERATUSAN WARGA BANDUNG TERTIMBUN TANAH LONGSOR ** TINJAUAN PERS: GERAK CEPAT DI ACEH DAN SPANYOL GELAR REFERENDUM RENCANA UUD EROPA ** GEWA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUUD LUBBERS MUNDUR DARI JABATAN KOMISARIS TINGGI PBB URUSAN PENGUNGSI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RUUD LUBBERS, JATUHNYA SEORANG POLITIKUS BELANDA DALAM PENTAS INTERNASIONALl ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI PINDAHKAN PELBAGAI KASUS KE PENGADILAN LAIN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NIAS HARUS BANGUN DIRINYA SENDIRI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: GAM DI ACEH AKAN PATUHI HASIL PERUNDINGAN DI HELSINKI * DUA WARTAWAN METRO TV DILEPAS Dua wartawan Metro TV, yang disandera di Irak sudah dilepas. Reporter Meutya Hafid dan juru kamera Budiyanto diculik ketika dalam perjalanan dari Yordania ke Baghdad, pekan silam. Sejauh ini kelompok kurang dikenal Jaish al-Mujahedin menyatakan bertanggungjawab. Penyandera melepas keduanya setelah diketahui mereka berasal dari Indonesia. Lewat sebuah pernyataan, penyandera meminta maaf pada bangsa Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara paling banyak jumlah umat islamnya dan selalu kritis terhadap invasi Amerika di Irak. * PUTARAN KEDUA PERUNDINGAN GAM-JAKARTA Di Finlandia berlangsung putaran kedua perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka, GAM, Senin ini. Menjelang pembicaraan, GAM menyatakan berharap bisa mewujudkan gencatan senjata jangka panjang, sebagai landasan kesepakatan damai. Putaran pertama perundingan akhir Januari, tidak melahirkan kesepakatan konkrit. Putaran kedua berlangsung sampai Rabu. * SERATUSAN WARGA BANDUNG TERTIMBUN TANAH LONGSOR Dikhawatirkan 146 orang meninggaldunia akibat bencana tanah longsor di Bandung Jawa Barat. Sejauh ini belasan mayat berhasil ditemukan. Nasib 140 orang dari sekitar 40 keluarga masih belum diketahui. Kemungkinan mereka tertimbun tanah lonsor akibat hujan deras. * JUMLAH KORBAN FERI TERBALIK DI BANGLADESH 116 Di Bangladesh, jumlah korban tewas akibat kecelakaan kapal feri Sabtu lalu mencapai 116 orang. Puluhan penumpang masih dilaporkan hilang. Sebuah kapal penyeberangan, terguling di sungai Buriganga dekat ibukota Dhaka. Menurut daftar resmi, jumlah penumpang hanya 167 orang. Tetapi para saksi korban selamat menyebut jumlah orang di kapal sekitar 400 orang. * BUSH INGIN EROPA DAN AMERIKA PULIHKAN HUBUNGAN Presiden Amerika Serikat, George W. Bush ingin agar Eropa dan Amerika menghapuskan persilangan pendapat mengenai politik internasional dan memulihkan hubungan. Amerika butuh Eropa sebagai mitra dekat, demikian Bush di Brussel. Dalam pidatonya, Bush juga akan minta bantuan Eropa di Irak. Brussel adalah kunjungan pertama Bush dalam lawatan Eropa. Kemudian ia akan ke Jerman dan Slowakia. Antara lain berbicara dengan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, Presiden Prancis Jaques Chirac dan Presiden Rusia Vladimir Putin, tiga pemimpin Eropa paling kritis soal invasi Irak. Di Brussel, Presiden Bush juga disambut ribuan massa demonstran yang memprotes kedatangannya. * ISRAEL LEPAS 500 TAWANAN PALESTINA Israel melepas 500 orang tawanan Palestina. Inilah jumlah paling banyak tawanan Palestina yang dilepas sekaligus sejak 1996. Pekan-pekan mendatang Israel berjanji akan melepas 400 tawanan lain. Kebijakan ini merupakan bagian kesepakatan damai Presiden Mahmud Abbas dan PM Ariel Sharon di Sharm e-Sheikh Mesir dua pekan silam. Selanjutnya pemerintah Israel juga memutuskan menggusur semua 21 pemukiman yahudi di Jalur Gaza dan empat perkampungan yahudi di Tepi Barat. Palestina juga meraih kemajuan damai. Gerakan Fatah mengambil keputusan besar, ketika menyetujui kabinet Presiden Mahmud Abbas. Sumber dekat pemerintah Palestina, menyebut sempat terjadi tarik menarik kepentingan dalam menentukan kursi mentri. * DEMONSTRASI BEIRUT MENENTANG PEMERINTAH DAN SURIAH Demonstrasi di ibukota Libanon Beirut menentang Suriah dan pemerintah Libanon. Unjuk rasa digelar di lokasi tempat pemboman pekan silam yang menewaskan mantan PM Rafik Hariri dan 14 lainnya. Kelompok oposisi Libanon melakukan longmars ke makam Hariri di alun-alun Syuhada di jantung kota Beirut. Mereka melangsungkan mengheningkan cipta lima menit, di jam yang sama dengan pemboman pekan silam. Sehubungan dengan aksi unjuk rasa ini, keamanan ditingkatkan dan pemerintah pro-Suriah mengancam akan memberlakukan larangan demonstrasi. Parlemen Libanon bersidang Senin ini, pertama sejak pemboman. Partai oposisi menghendaki debat parlemen mengenai kehadiran 14 ribu pasukan Suriah di Libanon. * BERITA BURSA SENIN SIANG Lantai-lantai bursa Eropa menunjukkan peningkatan tipis pada Senin pagi ini. Tidak banyak berita ekonomi yang masuk dan bursa Amerika tutup Senin ini sehubungan perayaan hari Presiden. Indeks AEX di bursa Amsterdam bercokol pada titik 375,70. Peningkatan 0,1 persen. Nada serupa juga dirasa di London dan Paris. Nilai tukar mata uang euro terhadap dolar: satu euro senilai 1 koma 30 62 sen dolar * GERAK CEPAT DI ACEH DAN SPANYOL GELAR REFERENDUM RENCANA UUD EROPA Ahad kemarin Spanyol menggelar referendum Rencana UUD Eropa. Penduduk Spanyol massal mendukung penerapan UUD Eropa. Hampir 77% menyatakan "ya" untuk Eropa baru, demikian harian pagi Belanda Algemeen Dagblad. Tetapi jumlah yang memberi suara hanya sedikit, di atas 50% saja. Dukungan Spanyol dan rendahnya angka pencoblos, sudah diduga sebelumnya. Lumrah saja Spanyol memilih "si", bahasa Spanyol untuk ya, karena negeri ini paling diuntungkan dari Uni Eropa, demikian Algemeen Dagblad. Sejak 1987, Spanyol menerima suntikan dana Uni Eropa sebanyak 87 juta euro. Pertanian Spanyol disubsidi dan pendapatan perkapita meningkat. Rencananya masih sembilan negara lagi akan menggelar referendum UUD Eropa. Belanda adalah salah satunya. Koran pagi de Volkskrant mempertanyakan bagaimana kalau ada satu atau dua negara yang bakal menolak UUD ini. Koran ini mengutip Camiel Eurlings, anggota parlemen Eropa dari partai kristen demokrat CDA, yang menduga UUD akan tetap diterapkan, tetapi negara yang bersangkutan akan membuat dirinya konyol dan jatuh kredibilitasnya di mata negara-negara lain. Dua negara itu mungkin adalah Belanda dan Britania. Kasus Britania, memang bisa dipahami, demikian de Volkskrant, karena negeri pulau ini kerap kali memilih jalur yang menyimpang dari Eropa daratan. Tetapi Belanda, kasusnya berbeda, negeri ini adalah salah satu pencetus Uni Eropa, seperti halnya Prancis dan Spanyol, demikian de Volkskrant. Dari rencana UUD Eropa kita ke Aceh. Setelah delapan minggu terus-terusan menyorot gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, media mulai jenuh. Tetapi harian Inggris The Guardian melihat masih banyak yang harus digarap. Jumlah korban sekitar 120 000 orang sementara masih 115 ribu orang yang dilaporkan hilang, kemudian 400 ribu pengungsi mendapat penampungan. Regu bantuan dalam dan luar negeri melakukan tugas mereka. Kehidupan di Aceh beranjak pulih, demikian The Guardian, dua hotel terbesar buka kembali, pasar mulai ramai dan warung-warung penuh pengunjung. Koran Inggris The Guardian mengutip seorang karyawan bantuan kemanusiaan yang mengatakan bahwa kalau bencana ini terjadi di Afrika maka butuh satu tahun untuk pembenahan. Tapi di Aceh sudah pulih dalam kurang dua bulan. Bisa dipahami kalau salah satu alasannya adalah karena pemerintah dan tentara melihat keseriusan pembangunan kembali Aceh sebagai bagian dari perang melawan GAM. Tapi The Guardian masih melihat sisil lain, yaitu bagaimana dana-dana untuk jangka panjang disalurkan. Gambarannya masih tidak jelas dan tidak ada jaminan. Problem utamanya pembangunan kembali Aceh tertunda oleh rancangan pemerintah pusat yang baru akan diumumkan setelah 26 Maret. Bagaimana dan di mana akan dibangun kembali perumahan? Pengungsi sudah tidak sabar dan ingin melanjutkan hidup mereka. Nelayan sudah mulai melaut kembali. Pembangunan kembali diatur Jakarta, proyek besar yang digagas perusahaan Malaysia lebih banyak melibatkan pejabat pemerintah daripada penduduk yang akan menghuni kawasan itu. Penduduk sipil dan pemimpin adat dilarang ikut serta berbicara soal pembangunan kembali. Pemerintah mulai melibatkan rakyat setempat, tetapi The Guardian mempertanyakan apakah mereka mewakili kalangan luas dan apakah pembicaraan akan efektif kalau Jakarta menuntut pengawalan penuh proses pembangunan kembali? Padahal organisasi bantuan menghendaki seminim mungkin campurtangan Jakarta. The Guardian melihat hal penting lain yang tidak boleh diabaikan dalam rancangan pembangunan kembali Aceh, yaitu konflik antar tentara dengan GAM. Karena pertumbuhan ekonomi akan berkembang kalau melibatkan semua lapisan masyarakat. Konflik seakan tidak ada kalau tidak dibicarakan. Pembuat rancangan akan gembira dengan berundingnya kembali GAM dengan Jakarta, setelah terhenti dua tahun. Perundingan putaran kedua berlangsung di Helsinki Senin ini. Kalangan yang optimis sekalipun menduga kemajuan berjalan lamban, tetapi sebagian luas tidak yakin akan diraih kemajuan. Demikian koran Inggris The Guardian dan demikian ulasan pers kali ini. * RUUD LUBBERS MUNDUR DARI JABATAN KOMISARIS TINGGI PBB URUSAN PENGUNGSI Ahad kemarin Ruud Lubbers menyatakan mundur dari jabatan sebagai komisaris tinggi PBB urusan pengungsi. Hingga saat terakhir Lubbers tetap menyatakan tidak bersalah dan menjadi korban permainan kotor di lingkungan PBB. Mantan perdana menteri Belanda ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa orang anggota staf perempuannya di markas besar UNHCR di Jenewa. Ruud Lubbers sebenarnya berniat untuk melanjutkan tugasnya, tetapi mengakui tidak lagi mendapat dukungan sekjen PBB Kofi Annan. Skandal yang mulai merebak tahun 2004 ini mencapai puncaknya ketika pekan lalu, koran Inggris The Independent membocorkan laporan penyelidikan intern PBB mengenai tuduhan tersebut. Laporan koresponden Bob Kroon dari Jenewa: Sewaktu menjabat perdana menteri, Ruud Lubbers berhasil mengangkat Belanda dari krisis ekonomi dan dipuji masyarakat internasional sebagai pendiri "polder model", dialog antara pihak majikan dan buruh. Sebagai komisaris PBB urusan pengungsi ia berhasil mengurangi jumlah pengungsi di dunia, dari 21 juta orang di tahun 2001 menjadi 17 juta orang di tahun 2004. Lubbers yang menjabat sebagai perdana menteri Belanda dari 1982 hingga 1994 tidak bisa melupakan ketika kanselir Jerman Helmut Kohl menjegalnya, sehingga dia tidak terpilih sebagai ketua Komisaris Eropa menggantikan Jacques Delors. Karena itu Lubbers benar-benar terkejut ketika Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan memintanya menggantikan Sadako Ogata, sebagai komisaris tinggi PBB urusan pengungsi. Lubbers punya pengalaman cukup sebagai manager dan bakatnya juga luar biasa sebagai juru runding. Semua ini jelas membantunya menjalankan tugas sebagai komisaris tinggi PBB, tetapi menurut banyak stafnya Lubbers tidak punya semangat seperti pendahulunya, Ogata, yang sampai dijuluki "ibu semua pengungsi". Tanpa kenal lelah, Ruud Lubbers bepergian ke pelosok dunia, menginspeksi kamp-kamp pengungsi, mengecam para pemimpin pemerintahan dan mengumpulkan dana untuk organisasinya. Tetapi jelas ia lebih menyenangi lingkungan politik internasional daripada duduk di kantor markas besar UNHCR di Jenewa yang dingin. Di Jenewa, Lubbers memang dikelilingi sekelompok orang kepercayaannya, tetapi hampir tidak punya kontak dengan ratusan anggota staf UNIHCR lainnya. Sebaliknya Ruud Lubbers dikenal penuh perhatian untuk anggota staf perempuannya, kebiasaan yang akhirnya menjatuhkan karir dan reputasinya. Masih merupakan teka-teki, mengapa seseorang dengan pengalaman hidup yang begitu besar, di dalam sebuah organisasi internasional bisa melakukan hal-hal terhadap anggota staf perempuannya yang bisa 'salah dimengerti'. Lubbers seharusnya sadar, tindakannya ini cepat atau lambat dapat menghancurkan karirnya. Dari sudut pandang ini, jelas Lubbers salah memperhitungkan Cynthia B, anggota staf UNHCR asal Amerika yang tahun lalu mengajukan tuduhan resmi tentang pelecehan seksual. Cynthia yang telah bekerja selama 20 tahun sebagai pelatih karyawan UNHCR, beranggapan bosnya ini harus dimintai pertanggungjawaban. Walaupun menurutnya aksinya tidak bertujuan untuk balas dendam, Cynthia B. meminta ganti rugi atau bahkan menuntut pengunduran diri Lubbers. Tetapi menurut penasihat hukumnya, Ed Flaherty sudah tiba waktunya bos-bos besar PBB diminta tanggung jawabnya. Hal itu akhirnya dilakukan walaupun Flaherty maupun Cynthia tidak memperhitungkan akhir yang dramatis. Tahun lalu setelah berunding dengan kliennya, pengacara Ed Flaherty memutuskan untuk tidak mengajukan naik banding atas putusan sekjen PBB untuk mengesampingkan perkara Lubbers ini. Yang tidak pernah diperhitungkan oleh Lubbers adalah budaya PBB dan juga UNHCR sangat berbeda dengan Belanda yang lebih toleran, dengan pegawai yang datang dari seluruh penjuru dunia. Setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda mengenai apa yang dimaksud sebagai pelecehan seksual oleh bos mereka. Sosiolog Amerika Derek Philips pernah menggambarkan perbedaan yang sangat bertolak belakang mengenai arti pelecehan seksual di Belanda dan Amerika Serikat. Menurutnya, orang Amerika menganggap setiap manusia baik. Apabila Presiden Richard Nixon atau Bill Clinton bertindak di luar batas, maka seluruh warga Amerika akan mengecamnya. Tetapi Belanda yang berpandangan Calvinis beranggapan setiap orang bisa membuat kesalahan. Apabila ia bertindak di luar batas, maka orang itu tidaklah harus dikorbankan atau dipermalukan. Ruud Lubbers tidak menganggap dirinya sebagai orang yang pantas dipermalukan dan mengatakan ia sengaja dikambinghitamkan oleh Dileep Nair, kepala reserse intern PBB. Nair seorang pejabat PBB asal Singapura, yang seperti Lubbers juga menjabat wakil sekjen, tidak dapat melupakan bahwa Kofi Annan mengesampingkan kesimpulannya yang menghancurkan terhadap Lubbers. Karena itu ia membalas dendam. Sekarang dapat dipastikan, drama ini masih akan berbuntut panjang di lingkungan markas besar PBB di New York. * RUUD LUBBERS, JATUHNYA SEORANG POLITIKUS BELANDA DALAM PENTAS INTERNASIONAL Ruud Lubbers, Komisaris Tinggi Urusan Pengungsi PBB, mundur dari jabatannya. Setelah berlanjutnya desas-desus soal pelecehan seksual yang konon dilakukannya terhadap seorang staf PBB, Lubbers akhirnya sadar posisinya tidak dapat dipertahankan lagi. Walau kepercayaan masyarakat internasional sangat berkurang, namun masyarakat Belanda masih cukup percaya kepadanya. Ruud Lubbers adalah salah satu perdana menteri Belanda paling sukses di abad ke-20. Lebih jauh laporan redaktur politik Hans Andringa dari Den Haag. Mundurnya Ruud Lubbers dari jabatan tinggi di PBB sedikit banyak sama dengan akhir karirnya di pentas politik Belanda. Seperti dulu, kini terlihat seorang laki-laki yang merasa disakiti dan tidak dipercaya. Lubbers adalah seorang pria berkepribadian kuat. Ayahnya meninggal dunia ketika Ruud berusia 24 tahun. Bersama dengan kakaknya ia mengambil alih perusahaan keluarga, tempat ayahnya menjabat direktur. Terlihat bahwa Ruud Lubbers memainkan peranan penting di sini. Tidak hanya di perusahaan ayahnya, tapi juga dalam pelbagai posisi lain. Ia adalah seorang laki-laki yang cepat dan mudah dapat mengerti urusan-urusan rumit. Ia tidak suka omong kosong. Dari 1982 sampai 1994 Perdana Menteri Ruud Lubbers serta kabinetnya memimpin Belanda melalui krisis ekonomi yang gawat. Walau menghadapi banyak masalah, tapi Ruud selalu berhasil meraih banyak sukses, dan tetap populer. Sebagai Perdana Menteri, Lubbers suka ikut mengurusi pelbagai hal. Para menterinya selalu mengkhawatirkan saat di mana Lubbers menyatakan kepada mereka: "Boleh saya turut berpikir?" Ini adalah awal diskusi yang baru berakhir ketika para menteri menyerahkan gagasannya sendiri dan mengambil alih pandangan Lubbers. Dalam hari-hari setelah kabinet Lubbers III, kekuasaan Ruud Lubbers tampak makin berkurang. Ia tampaknya kehilangan kontrol dan akibatnya CDA, partai Kristen Demokrat pimpinannya, kalah dalam pemilu 1994. Ruud Lubbers, pria yang tampak bisa menghadapi segala situasi, memutuskan bekerja di sebuah universitas di Belanda Selatan. Kesempatan yang diberikan kepadanya untuk memegang jabatan terkemuka sebagai Ketua Komisi Eropa dan Sekretaris Jenderal NATO, hilang sudah. Ia tampak akan menunggu saja pensiunnya. Tapi akhirnya tiba waktunya ketika Kofi Annan memintanya menjadi Kepala UNHCR, organisasi pengungsi PBB. Di Belanda, sudah lama beredar berita bahwa Lubbers sangat tertarik pada perempuan cantik. Tapi negeri ini menilai bahwa politisi bukanlah orang yang tak berdosa, selama hidup pribadinya tidak menghambat tugas-tugasnya. Sepanjang ingatan orang, terhadap Lubbers tidak pernah disampaikan keluhan soal pelecehan seksual. Tapi PBB jelas tidak dapat dibandingkan dengan pentas politik Belanda. PBB adalah sebuah lembaga di mana banyak budaya bekerja sama, di sana juga berlaku pelbagai peraturan tak tertulis. Karena itu tidaklah mengherankan kalau di PBB Lubbers berjumpa dengan seorang perempuan yang punya pandangan lain terhadap hubungan pria-wanita. * TRIBUNAL YUGOSLAVIA MULAI PINDAHKAN PELBAGAI KASUS KE PENGADILAN LAIN Intro: Tribunal Yugoslavia di Den Haag mulai memindahkan para terdakwa kejahatan perang Yugoslavia ke pelbagai pengadilan negara-negara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegowina. Dalam apa yang disebut strategis penyelesaian, terdapat 18 orang terdakwa yang dipindahkan kepada pengadilan negara-negara asal mereka. Tokoh-tokoh pertama yang akan dikembalikan adalah dua jenderal Kroasia, Mirko Norac dan Rahim Ademi. Mereka didakwa membunuh dan mengusir warga Serbia di lembah Medak, Kroasia tahun 1993. Kamis pekan lalu, kasus kedua orang jenderal ini mulai ditangani oleh Tribunal Yugoslavia. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb. Ada dua alasan kenapa Tribunal Yugoslavia di Den Haag memindahkan para terdakwa untuk diadili di negara asal mereka. Rakyat setempat bisa menyaksikan semua kejahatan perang yang dilakukan oleh orang-orang mereka sendiri dan bagi para pesakitan ini bisa merupakan sesuatu yang memuaskan. Bagi banyak orang Balkan, dua tujuan ini tidak bisa dipenuhi oleh Tribunal Yugoslavia di Den Haag. Khususnya di Serbia, tribunal di Den Haag ini dianggap sebagai pengadilan para pemenang, yang hanya bertujuan untuk menempatkan Serbia di kursi pesakitan. Perlawanan terhadap Tribunal ini juga ada di Kroasia. Maklum, Tribunal dianggap hanya mengadili semua tindakan heroik melawan penjajahan Serbia. Alasan lain kenapa pengadilan setempat diajukan adalah tekanan waktu yang sekarang dihadapi oleh Tribunal Yugoslavia. Pada tahun 2008 semua kasus yang pertama kali diajukan ke depan Tribunal sudah harus selesai ditangani karena pada tahun 2010, tribunal ini akan ditutup. Sebelum itu masih sekitar 90 terdakwa yang harus diadili, sementara dalam 13 tahun terakhir, tribunal hanya bisa mengadili tidak lebih dari 37 perkara. Untuk bisa memenuhi semuanya, sejumlah besar perkara harus dipindahkan ke pengadilan setempat. Para hakim Tribunal Yugoslavia sekarang menghadapi pilihan sulit untuk menentukan terdakwa mana yang bisa diadili di negara lain. Para hakim harus diyakinkan bahwa pengadilan negara-negara itu bisa memproses secara adil dan menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan para terdakwa. Oleh karena itu para jaksa pengadilan tiga negara bekas Yugoslavia yaitu, Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegowina diselidiki sepenuhnya, termasuk para pembela dan pemerintah daerah. Tribunal Yugoslavia bertanggung jawab bahwa semua proses itu akan berlangsung sesuai dengan kaidah-kaidah pengadilan internasional. Karena itu, maka karyawan Tribunal Yugoslavia di Den Haag juga sibuk melatih para petugas pengadilan ketiga negara tadi. Mereka juga terlibat dalam pendirian pengadilan khusus yang bertugas mengadili kejahatan perang di Bosnia-Herzegowina. Sampai sekarang di Bosnia Herzegowina sudah ditangani ratusan perkara kejahatan perang. Orang-orang ini didakwa oleh pengadilan setempat, bukan oleh Tribunal Yugoslavia. Tribunal hanya mengkhususkan diri pada pengadilan kalangan yang paling bertanggung jawab, baik politisi maupun militer. Mereka biasanya disebut ikan besar. Bagi pengadilan setempat syaratnya adalah dakwaan itu disetujui oleh tribunal sebelum dilakukan penangkapan. Banyak orang menilai, adalah langkah baik kalau Tribunal Yugoslavia bisa mengerahkan pengadilan negara asal untuk memproses para terdakwa ini. Pertanyaannya adalah apakah para terdakwa itu diadili di negara asal atau di negara yang menjadi korban kejahatan yang dituduhkan terhadap mereka. Perbedaannya bukan hanya di tingkat emosi, tetapi terutama juga yuridis. Walau begitu banyak juga orang yang terheran-heran, semua negara-negara ini ditekan supaya mengirim para terdakwa ke Den Haag, tetapi belum sampai di Den Haag mereka dikembalikan juga ke negara asal. * NIAS HARUS BANGUN DIRINYA SENDIRI Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin ini gambaran paling cocok untuk desa-desa pantai barat pulau Nias. Setelah dirundung kemiskinan yang sangat parah bertahun-tahun, mereka harus juga menderita terkena bencana tsunami. Sialnya lagi perhatian pemerintah terasa sangat lamban bahkan nyaris tak ada. Radio Nederland bersama relawan mengunjungi lokasi terpencil di pulau Nias di mana terdapat pos bantuan kemanusiaan swadaya masyarakat. Berikut laporan rekan Junito Drias dari Desa Orahilibadalu di Nias: Beginilah perjuangan untuk mencapai penampungan pengungsi korban bencana tsunami di Nias. Mengendarai motor selama empat jam melewati jalan terjal berbatu, dan sering pula motor tersebut harus didorong. Tapi itu belumlah cukup. Karena sampai di ujung jalan, kami masih harus lagi berjalan kaki sepanjang empat kilometer naik turun bukit menuju desa Orahilibadalu, tempat terpencil di mana didirikan pos bantuan kemanusiaan. Saat itu sudah larut malam dan kami harus berjalan di tengah kegelapan, karena tidak ada listrik sama sekali di sana. Nggak nampak jalan di ke depan gimana? Nggak ada senter? Bikin oborlah. Tak nampak jalan ke depan, nanti kalau kepleset. Mau buat obor dulu kita? Pos bantuan kemanusian desa Orahilibadalu bukanlah bentukan pemerintah. Melainkan dibuat secara swadaya oleh pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Koordinasi Relawan Kemanusian Nias yang kemudian didukung oleh rakyat setempat. Menurut Sinufagule, kepala desa Orahilibadalu, pemerintah tidak pernah mengirimkan bantuan. Sinufagule: Di daerah kita ini, merupakan simpang atau pertengahan di antara desa-desa yang telah kena tsunami. Kalau bantuan dari pemerintah tidak masuk Pak. Cuma, dari bantuan yang dikumpuli oleh saudara-saudara mahasiswa ini dari PGRI itulah yang pernah mereka terima. Setelah kepayahan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam, akhirnya dari kejauhan kami melihat cahaya. Itu adalah lampu petromaks pos bantuan kemanusiaan. Hati kami lega. Karena kami akhirnya tiba di desa Orahilibadalu, setelah harus berjuang melewati jalan setapak berlumpur. Lebih terenyuh lagi karena ketika tiba, kami disambut nyanyian riang anak-anak kecil para pengungsi. Rasanya tak percaya melihat wajah anak-anak ini sama sekali tidak diliputi perasaan sedih atau takut setelah mengalami bencana tsunami. Mereka secara serempak berteriak YAHOWU. Itu adalah salam persahabatan dalam bahasa Nias. Walau disambut meriah, itu semua belum mampu menutupi kenyataan bahwa desa Orahilibadalu sendiri terlihat suram, gelap dan miskin. Beberapa dari mereka memiliki listrik berkat genset pembangkit kecil yang hanya boleh hidup selama tiga sampai empat jam saja. Itupun dibeli dengan susah payah kadangkala sampai berhutang. Kendati begitu masyarakat desa tetap ikut berpartisipasi membantu dengan menampung para pengungsi di rumah-rumah sederhana mereka. Elisakti Halawa merupakan koordinator pos bantuan kemanusiaan Desa Orahilibadalu. Anak rantau Nias tersebut bersama relawan lainnya sudah hidup berhari-hari menolong para pengungsi di tempat itu. Menurut Elisakti tanpa bencana tsunamipun, Nias sebenarnya sangat layak dibantu. Elisakti: Sepanjang pinggir pantai pulau Nias, itu memang pada prinsipnya tarap ekonominya sangat rendah. Tapi kemudian datang tsunami, mereka lebih parah lagi. Kalau selama ini makan nasi sekali, dengan bencana ya.. tidak makan nasi lagi. Sekarang makan sagu. Nah itu pun sagunya, karena badai, juga tsunami datang, itu kan sagu itu biasanya di tepi-tepi sungai yang dekat dengan laut. Itu juga dihantam semua. Dan kita terus berteriak, melalui lembaga agama, pemerintah. Tapi sepertinya mereka juga tidak mau peduli. Persoalan kurangnya bantuan aku pikir tidak kurang bantuan. Tapi mengapa tidak disalurkan? Sepertinya harus dibatasi misalnya. Tidak boleh tidak, ketika kita sudah harus berteriak di mana-mana, dan tidak ada yang mau peduli. Hanya satu cara bagi kita berdayakan sendiri masyarakatnya. Makanya kemandirian masyarakat harus dibangun, tidak boleh tidak, ketika semua orang, atau terutama pemerintah, tidak mau peduli dengan ini. Salah satu menurut kita adalah bagaimana caranya kita harus gotong royong sama-sama. Buka jalan yang sudah tertutup selama ini. Pemberdayaan masyarakat nampak menjadi satu-satunya pemecahan atas masalah di Nias. Terlebih ketika pemerintah sangat lamban menangani daerah-daerah bencana di pesisir barat pulau tersebut. Yang jelas ini bakalan berdampak pula pada tingkat rasa percaya kepada pemerintah entah itu di tingkat pusat ataupun daerah. Saya Junito Drias melaporkan dari Medan, Sumatera Utara. * GAM DI ACEH AKAN PATUHI HASIL PERUNDINGAN DI HELSINKI Untuk kedua kalinya dalam sebulan Gerakan Aceh Merdeka GAM kembali berunding dengan pemerintah Indonesia. Pertemuan kedua ini, seperti pertemuan sebelumnya, dilangsungkan di ibukota Finlandia Helsinki di bawah perantaraan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari. GAM menuntut TNI sepenuhnya mundur dari Aceh. Demikian salah satu anggota delegasi GAM. Selain itu juga akan dibicarakan tawaran otonomi luas pemerintah Jakarta. Berikut laporan koresponden Step Vaessen dari Jakarta: Pertemuan pertama GAM dengan Jakarta akhir Januari lalu tidak membawa hasil konkrit. Sementara di Aceh sendiri para pemberontak GAM menunggu hasil pembicaraan dengan rasa cemas. Kepada organisasi bantuan internasional GAM berseru untuk tetap di Aceh hingga ada jalan keluar politik, apabila tidak maka dicemaskan aksi-aksi kekerasan akan semakin meningkat. Sulit untuk membedakan penampilan seorang prajurit TNI dengan pemberontak GAM. GAM juga mengenakan seragam TNI. Perbedaannya hanya pada bendera, dan untuk bisa bertemu GAM, seorang wartawan harus dihantar oleh utusan mereka. Setelah bertemu dengan satu atau dua orang anggota GAM, yang lainnya bermuculan satu demi satu, keluar dari tempat persembunyian di dalam hutan. Akhirnya sewaktu ditemui itu terdapat sekitar 12 orang, dikomandoi oleh Nasir dan mereka semua bersenjata lengkap, karena walaupun diumumkan gencatan senjata tidak resmi, hingga sekarang tetap berlangsung pertempuran. Nasir: Tidak lama setelah bencana kami menawarkan bantuan kepada para pengungsi. Kami tidak menyangka dalam keadaan bahaya. Kami memang melihat tentara, tapi mengira mereka terlalu sibuk mengumpulkan mayat. Tetapi secara mengejutkan mereka juga mengejar kami. tentu saja kami harus membalas tembakan. Dua anak buah saya cedera. Kepada masyarakat internasional Nasir juga berseru supaya tidak keluar dari Aceh. Ia cemas situasi akan bertambah buruk. Cerita-cerita bahwa para pemberontak GAM akan menyerang relawan atau bala bantuan, ia namakan omong kosong. Nasir: Kami meminta masyarakat internasional untuk membantu. Karena penduduk Aceh ingin secepat mungkin merdeka. Bantuan luar negeri untuk para korban tsunami di Aceh adalah sangat penting. Apabila masyarakat internasional pergi dari Aceh, maka banyak warga yang akan kelaparan dan menderita. Nasir menyangkal anggapan bahwa GAM tidak mendapat dukungan dari luar negeri. Menurutnya ada negara-negara yang bersedia membantu, apabila mereka melihat dengan mata kepala sendiri situasi di Aceh. Tapi Nasir tidak bersedia menyebut berapa banyak jumlah anggota GAM sekarang. Ia mengaku sejak operasi militer hampur dua tahun lalu, jumlah anggota GAM berkurang. Menurut perkiraan jumlahnya sekarang antara 1000 sampai hampir 5000 orang, di seluruh wilayah Aceh. Nasir: Kekuatan kami memang berkurang, tetapi kami akan terus berjuang. Juga sekarang sewaktu operasi militer kami menerima anggota baru generasi muda Aceh yang ingin ikut berjuang. Nasir dan anak buahnya mendukung sepenuhnya pembicaraan para wakil neugara Aceh di Swedia dengan RI. Karena menurut mereka aksi-aksi kekerasan bukanlah jalan yang harus ditempuh. Mereka menambahkan akan menghormati dan menjalankan semua keputusan yang diambil para pemimpin GAM di Helsinki. Nasir: Kami bersedia menerima semua keputusan yang diambil oleh neugara Aceh. Juga apabila berarti mereka harus mengakhiri perjuangan kemerdekaan. Tetapi hasil itu belumlah pasti, karena para pemimpin GAM juga tetap menghendaki Aceh merdeka. Nama kami GAM juga berarti, perjuangan untuk kemerdekaan Aceh. Belakangan, muncul berita mengenai perpecahan dalam tubuh GAM bahkan ada sejumlah tokoh GAM yang mau menerima otonomi khusus. Nasir membantahnya. Ia menyebut itu cuma propaganda pemerintah Indonesia yang mencoba memecah belah GAM. Selain itu, Nasir juga menolak berita anggota GAM menggunakan kekerasan terhadap rakyat Aceh. Tetapi Nasir mengaku GAM meminta uang kepada rakyat, apa yang ia namakan pajak. Nasir: Tidak, kami tidak melakukan intimidasi. Sampai sekarang kami masih memungut pajak. Kami tidak perlu menekan mereka, ada aturan berapa banyak yang harus dibayar seseorang. Nasir juga tidak berharap banyak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia justru sangat mencemaskan masa depan Aceh. Nasir: Pemerintah Indonesia tetap berpendapat bahwa semua penduduk Aceh adalah anggota GAM. Kami cemas karena tidak ada satu pun undang-undang yang melindungi warga Aceh dari tindak-tindak kekerasan yang dilakukan TNI. Indonesia tidak mempedulikan Aceh sama sekali. Buktinya mereka terlebih mengumpulkan mayat warga TNI yang tewas sementara mayat warga Aceh dibiarkan tergeletak. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
