---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 26 Februari 2005 13:00 UTC



** PEMERINTAH NAIKKAN HARGA BBM SAMPAI 29%

** PRESIDEN PALESTINA KRITIK KERAS SERANGAN DI TEL AVIV

** PAUS YOHANNES PAULUS II BISA NAFAS TANPA ALAT BANTU

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: SURIAH LANJUTKAN PENARIKAN MUNDUR PASUKAN DARI 
LIBANON

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: MILITER AS BERUPAYA MEREBUT HATI WARGA FALLUJAH

** TOPIK TINJAUAN INTERNASIONAL: 25 TAHUN KUDETA MILITER SURINAME



* PEMERINTAH NAIKKAN HARGA BBM SAMPAI 29%

Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro mengumumkan bahwa 
pemerintah RI akan menaikkan harga BBM sampai 29%. Rencana ini akan diumumkan 
Senin malam mendatang dan diperkirakan menimbulkan banyak protes. Demikian 
tulis harian International Herald Tribune. Menurut Purnomo Yusgiantoro para 
menteri OPEC, yaitu organisasi negara-negara pengekspor minyak sependapat bahwa 
harga minyak terlalu tinggi. Dan ia lebih suka apabila harga minyak di 
Indonesia turun sampai 35 dolar per barrel dalam beberapa bulan mendatang. 
Selain itu juga diumumkan bahwa sebuah perusahaan minyak internasional 
menemukan ladang minyak baru di Indonesia.


* PRESIDEN PALESTINA KRITIK KERAS SERANGAN DI TEL AVIV

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengkritik keras serangan bunuh diri di kota 
Tel Aviv, Israel. Menurut Abbas serangan ini dilancarkan oleh apa yang 
disebutnya sebagai 'pihak ketiga' yang berupaya menghambat proses perdamaian.  
Ini adalah serangan pertama setelah KTT Sharm el-Sheikh, Mesir awal bulan ini. 
Pada pertemuan tersebut Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan Presiden 
Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan gencatan senjata. Pemerintah Palestina 
menegaskan akan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas ledakan itu. Bom 
meledak di sebuah diskotek di pinggir pantai. Ketika itu para pengunjung sedang 
antri menunggu giliran masuk. Empat orang tewas dan sedikitnya 50 orang lainnya 
terluka.


* PAUS YOHANNES PAULUS II BISA NAFAS TANPA ALAT BANTU

Paus Yohannes Paulus II dikabarkan dapat beristirahat dengan tenang malam kedua 
di rumah sakit. Setelah menjalani operasi tracheotomi, pemimpin gereja Katolik 
Roma bisa bernafas tanpa alat bantu. Para dokter membuat lubang di saluran 
napas agar memudahkan pernapasan. Tapi tim dokter cemas Sri Paus yang berusia 
84 tahun, bisa menghadapi resiko terkena infeksi, sesuatu yang sering terjadi 
pada proses penyembuhan pasien yang berusia lanjut.


* GEMPA SUSULAN KEMBALI GUNCANG ACEH

Gempa susulan berkekuatan 5,1 pada Skala Richter mengguncang Aceh hari ini. 
Tidak dilaporkan adanya korban atau kerusakan. Gempa susulan terjadi sekitar 67 
kilometer tenggara dari kota Tapaktuan.


* PEMBERONTAK NEPAL SERBU STASIUN TELEVISI

Ratusan pemberontak menyerbu sebuah stasiun televisi di Nepal Selatan dan 
mencuri peralatan video. Walau tidak seorang pun terluka, tapi semua siaran ke 
Nepal Tengah dan Nepal Barat terhenti. Setelah awalnya pemberontakan terhadap 
monarki hindu tahun 1997, stasiun televisi yang sama pernah menjadi sasaran 
serangan pemberontak. Pertikaian antara para pemberontak dengan tentara 
pemerintah memasuki tahap baru, ketika Raja Nepal Gyanendra membubarkan 
pemerintah dan mengambil alih semua kekuasaan. Langkah ini dikritik keras 
masyarakat internasional. India dan Britania Raya menghentikan bantuan militer 
ke Nepal. Sementara Amerika Serikat mengancam melakukan yang sama.


* PRESIDEN KONTROVERSIAL TOGO LETAKKAN JABATANNYA

Presiden Togo, Faure Gnassingbe meletakkan jabatannya. Langkah ini diambil atas 
tekanan internasional. Awal bulan ini Gnassingbe dengan dukungan tentara 
diangkat sebagai presiden menggantikan ayahnya almarhum Eyadema Gnassingbe. 
Langkah ini dianggap melanggar undang undang dasar. Uni Afrika dan 
negara-negara Afrika Barat kemudian memberlakukan sanksi terhadap Togo, dan 
mencabut keanggotaannya. Parlemen Togo kini menunjuk Abbas Bonfoh sebagai 
presiden interim. Bonfoh harus memimpin Togo sampai digelarnya pemilu baru. 
Faure Gnassingbe sebelumnya telah berjanji bahwa pemilu akan dilangsungkan 
dalam 60 hari.


* TIGA MILITER BRITANIA DIVONIS HUKUMAN PENJARA

Tiga militer Britania divonis hukuman penjara antara lima sampai 24 bulan, 
karena menganiaya tahanan Irak. Tiga orang ini dipecat secara tidak hormat. 
Penganiayaan terjadi setelah penangkapan beberapa perampok di kota Basra, Irak 
Selatan, Mei 2003. Foto tentang penganiayaan tersebut yang diumumkan Januari 
lalu, menimbulkan banyak kehebohan. Foto-foto itu misalnya memperlihatkan 
bagaimana tahanan Irak dipaksa melakukan kegiatan seksual.


* BELANDA KIRIM 250 MILITER KE AFGANISTAN

Belanda akan mengirim 250 militer ke Afganistan untuk membantu melacak pejuang 
al-Qaeda dan Taliban. Demikian Menteri Luar Negeri Ben Bot dan Menteri 
Pertahanan Henk Kamp mengumumkan. Pasukan terdiri dari 165 komando dan 85 
personel untuk helikopter Chinook. Diperkirakan misi akan berlangsung sekitar 
satu tahun. Menurut Perdana Menteri Jan Peter Balkenende misi tidak perlu 
persetujuan parlemen, karena merupakan bagian dari pemberantasan terorisme. 
Walau demikian, parlemen akan diberi informasi secara tidak resmi. Dua partai 
koalisi, yakni partai Kristen Demokrat CDA dan partai Demokrat D66 cemas 
tentang pelbagai resiko yang dihadapi pasukan Belanda di Afganistan. Menurut 
partai buruh PvdA parlemen sebenarnya harus menyetujui  keputusan tersebut, dan 
partai sosial SP menentang keras misi ke Afganistan.


* SURIAH LANJUTKAN PENARIKAN MUNDUR PASUKAN DARI LIBANON

Kamis lalu, Suriah mengumumkan akan melanjutkan penarikan mundur pasukannya 
dari Libanon, sesuai dengan kesepekatan Taif yang pada 1989 mengakhiri perang 
saudara Libanon. Langkah ini merupakan isyarat bahwa Suriah berupaya mengurangi 
tekanan internasional setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafik Hariri. 
Suriah, benar atau tidak, dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan Hariri. 
Namun sejauh ini ofensif diplomatik tampaknya tidak membawa dampak penting. 
Laporan redaktur senior Timur Tengah Bertus Hendriks.

Rejim Suriah sedang menghadapi masa-masa sulit. Tekanan Amerika Serikat 
sehubungan Irak dan dukungan kepada gerakan Hizbollah semakin bertambah besar. 
Bahwa anggota Hamas dan Jihad bisa leluasa bergerak di Damaskus, juga tidak 
disukai Amerika. Karena itu sulit dimengerti kalau September lalu Suriah 
melakukan kesalahan besar, lebih besar dari yang selama ini dilakukan, dengan 
ikut campur dalam urusan politik dalam negeri Libanon. Suriah mendesak 
perubahan undang-undang dasar sehingga Presiden Emile Lahoud yang sekarang 
berkuasa dan dikenal sebagai kaki tangan Suriah, bisa berkuasa lebih lama. 
Seakan pengaruh Suriah yang semakin memudar di Libanon tidak bisa mencari 
pengganti Lahoud, orang yang bukan musuh Damaskus.

Akibatnya: resolusi Dewan Keamanan nomor 1559 yang mendesak penarikan mundur 
sepenuhnya pasukan Suriah dari Libanon. Dan apabila Suriah benar bertanggung 
jawab atas pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafik Hariri, walaupun 
tidak ada bukti-bukti kuat, maka itu adalah kesalahan terbesar yang dibuat 
Damaskus. Saat ini badai kritik dari masyarakat internasional terhadap Suriah 
sudah berubah menjadi orkan, yang mengguncang rejim Suriah hingga ke dasarnya. 
Sekarang  Suriah mencoba mengikuti arah topan sebelum rejim ditumbangkan sampai 
ke akarnya. Pertama-tama Damaskus membantah terlibat dalam pembunuhan Hariri, 
selanjutnya rejim di Beirut yang pro-Suriah mengajukan usulan untuk memulai 
dialog nasional.

Usulan itu langsung ditolak pihak oposisi Libanon. Pemimpin oposisi Walid 
Junblat menyatakan pihak oposisi hanya mau berdialog langsung dengan Presiden 
Bashar al-Assad dan bukan dengan kaki tangannya di Beirut. Sekarang Suriah 
menyatakan bersedia menarik mundur pasukannya, tetapi sesuai dengan persetujuan 
Ta'ef tahun 1989 yang menandai akhir perang saudara di Libanon. Menurut 
persetujuan itu dalam waktu dua tahun pasukan Suriah harus ditarik ke 
perbatasan. Menang hal itu sudah dilaksanakan sebagian dan akan diselesaikan 
dalam waktu dekat. Selanjutnya pemerintah Suriah akan menarik mundur sepenuhnya 
pasukan mereka lewat perundingan. Hal itu tidak pernah dilakukan dalam 15 tahun 
terakhir, sekarang Damaskus menyatakan dukungannya, tetapi dengan syarat 
pasukan Libanon harus cukup kuat untuk menjamin keamanan di negara itu.

Juga dibicarakan kemungkinan jalan keluar lewat perantaraan Liga Arab, yang 
harus menyusun rencana penarikan mundur tanpa terlalu banyak memalukan Suriah. 
Selain itu damaskus juga mengirim sinyal ke arah Washington bahwa mereka ingin 
memulai pembicaraan. Sewaktu diwawancarai harian Turki Jumat lalu, Presiden 
Assad menyatakan ingin berdialog langsung dengan Amerika. Tetapi Washington 
kelihatannya ingin muka baru dalam pemerintahan di Damaskus, seperti di Irak, 
dan tidak mau berdialog karena dapat mengurangi tekanan terhadap Suriah. Reaksi 
Amerika adalah jawaban Suriah terlalu sedikit dan terlambat. Washington tidak 
puas dengan hanya penarikan mundur pasukan suriah ke perbatasan seperti 
persetujuan Ta'ef. Hanya penarikan mundur sepenuhnya tanpa syarat pasukan dan 
dinas intelijen Suriah, dapat diterima Amerika. Dengan kata lain, tekanan 
terhadap Suriah sudah berubah dari orkan menjadi tsunami.


* MILITER AS BERUPAYA MEREBUT HATI WARGA FALLUJAH
Setelah serangan militer November lalu, para marinir Amerika kini berupaya 
merebut hati para penduduk Fallujah. Laporan redaktur Hans Jaap Melissen dari 
Fallujah.
"Saya mau saja memperbaiki sekolah anda. Tapi sebelumnya, dinding ini harus 
dibersihkan dulu dari coretan-coretan itu." Dengan nada tegas Mayor Amerika 
Weels menegur kepala sekolah di Fallujah yang rusak berat. Tapi kepala sekolah 
tertawa ketika mendengarkan ungkapan sang Mayor yang diterjemahkan oleh seorang 
juru bahasa, dan menjawab: "Para pemberontaklah pelindung sebenarnya Irak. Saya 
tidak mencoret-coret tembok. Laki-laki bertopeng melakukan itu." 


Beberapa puluh ribu warga Fallujah perlahan-lahan pulang ke kota mereka. 
Mayoritas dari sekitar 300 ribu penduduk meninggalkan Fallujah sebelum serangan 
Amerika November tahun lalu. Banyak yang masih tinggal di kamp penampungan 
sementara, di luar kota. Pertikaian mengakibatkan kerusakan berat di Fallujah. 
Hampir semua rumah tertembus peluru. Ribuan rumah diratakan dengan tanah. 
Marinir Amerika kini berupaya merebut hati warga Fallujah. Ini tampak tugas 
yang mustahil. Anak-anak diberi coklat dan bola. Namun warga dewasa masih tetap 
menunggu ganti rugi bagi rumah-rumah mereka yang hancur.

Mohammad Hadi yang bergerak di bidang pembangunan kembali Fallujah, menjelaskan 
bahwa ganti rugi itu sangatlah penting. "Tanpa itu kami tidak bisa berbuat apa 
apa." 

Tapi utusan Amerika di Fallujah, Kael Weston menyampaikan pesan yang lain lagi 
kepada para sheik. "Kami bisa banyak berinvestasi di Fallujah. Tapi kalau kaum 
Sunni tidak ikut dalam proses politik nasional, maka kami tidak bisa 
berinvestasi. Pemerintah baru akan mengundang anda ikut menyusun undang-undang 
dasar baru." 

Pesan Weston menimbulkan banyak protes: "Siapa sebenarnya orang-orang yang 
dipilih dalam dewan? Mereka adalah orang dari luar yang tidak layak duduk di 
dalamnya." Orang lain berteriak: "Keuntungan apa yang saya dapatkan dari Irak 
yang baru? Kota kita hancur. Kita tidak punya listrik, tidak punya air. Apa 
yang bisa saya beli untuk demokrasi?" 

Weston menganggap positif pelbagai protes dalam pertemuan itu. "Tampaknya, 
mereka ingin ikut berpolitik." Beberapa sheikh hanya bersedia melakukan itu 
kalau Amerika memberi jadwal penarikan mundur pasukannya dari Irak. Menurut 
Weston ini bukanlah jalan keluar yang baik. "Kami sebenarnya bagian masalah itu 
sendiri. Tapi apabila kami memberi tahu kapan kami akan meninggalkan Irak, maka 
itu pasti menimbulkan lebih banyak masalah lagi. Kami ingin menunjukkan bahwa 
kami tidak serius dengan Irak." 

Majalah Time belakangan melaporkan perundingan rahasia antara Amerika dengan 
para pemberontak. Weston mengakui bahwa perundingan itu dilakukan di Fallujah 
oleh utusan Duta Besar Amerika di Bagdhad, secara tak sengaja merupakan 
perundingan dengan para pemberontak. "Mungkin, 10% persen sheikh berhubungan 
dengan pemberontak. Mereka lebih suka apabila saya mengakhiri tugas saya di 
sini dengan mengenakan pakaian warna oranye." 

Walau demikian, masa penculikan dan pemenggalan kepala di Fallujah untuk 
sementara berakhir sudah. Selama marinir Amerika dapat mengendalikan kota 
tersebut, para pemberontak beraksi di Ramadi dan kota-kota lain. Menurut kepala 
sekolah di Fallujah dua belah pihak bertanggung jawab atas perusakan berat kota 
tersebut. "Militer Amerika menembaki apa saja. Seharusnya mereka hanya 
menembaki para pemberontak." 

Penduduk lain Fallujah tahu persis siapa yang bertanggung jawab atas 
pengrusakan rumahnya. Ketika lewat dua jip Humvee, ia menangkat batu dan dengan 
rasa benci, melemparkannya ke arah militer Amerika.


* 25 TAHUN KUDETA MILITER SURINAME

Pada tanggal 25 Februari 1980, 16 orang perwira militer rendah Tentara Nasional 
Suriname mengambil alih kekuasaan negeri itu. Kini, 25 tahun kemudian, kudeta 
militer itu sudah hampir dilupakan orang. Hanya partai politik pimpinan Desi 
Bouterse, dalang kudeta waktu itu, masih tetap menilai peristiwa 25 tahun lalu 
sebagai peristiwa herois. Kudeta dianggap mengakhiri campur tangan neokolonial 
Belanda. Karena itu Desi Bouterse menyebut peristiwa ini 'revolusi' tahun 1980. 
Laporan redaktur Henk Hendriks dari ibukota Paramaribo.

Bagi kebanyakan warga Suriname, kudeta 25 Februari 1980 adalah kejutan besar. 
Suriname dan kudeta adalah sebuah kombinasi yang tak terbayangkan. Keadaan di 
bekas jajahan Belanda, yang baru lima tahun merdeka sebagai republik Suriname, 
tenang-tenang saja. Memang serikat buruh militer dengan pemerintah yang angkuh 
berselisih berat. Namun tidak seorang pun menyangka militer akan melancarkan 
kudeta. Salimin Kertokario yang ketika itu berusia 25 tahun dan bekerja sebagai 
guru, ingat sekali ketakutan yang dirasakannya saat itu.

Salimin Kertokario: Hari itu sebenarnya saya takut dan terkejut, karena saya 
sudah tahu dan pernah dengar tentang kudeta militer di luar negeri, seperti di 
Asia dan di Afrika. Kalau militer mengambil alih kekuasaan biasanya demokrasi 
disingkirkan. Jadi ketika saya dengar militer Suriname melancarkan kudeta, saya 
takut dan terkejut, karena kalau demokrasi disingkirkan maka yang berkuasa 
hanya para militer. Sebenarnya waktu itu saya juga terjun dalam politik. Saya 
mengkhawatirkan nasib rakyat Suriname.

Menurut Salimin, militer seharusnya tidak campur tangan dengan politik. Tahun 
1980, selain guru, Salimin juga anggota Pendawa Lima, partai pimpinan Salam 
Somohardjo. Sebagian besar anggotanya adalah keturunan Jawa. Dua tahun kemudian 
dugaan Salimin menjadi kenyataan. Revolusi 1980 makin kacau. Desember 1982, 15 
orang penentang rezim militer dieksekusi. Tapi Salimin sebenarnya sudah 
memperkirakan sebelumnya bahwa hal ini akan terjadi. 

Salimin Kertokario: Ketika militer mengambil alih kekuasaan di Suriname saya 
sedih sekali, karena saya takut demokrasi akan hilang. Karena itu saya sangat 
berharap demokrasi bisa kembali lagi. 

Awalnya, tentara di bawah pimpinan sersan Desi Bouterse masih mendapatkan 
kepercayaan masyarakat. Masyarakat Suriname sudah muak dengan pemerintah sipil 
yang korup. Dana pembangunan dari Belanda mengalir masuk Suriname, tapi tidak 
terlihat perkembangan apa pun di negeri itu. Di manakah jutaan gulden dana 
pembangunan? Di sekolah tempat ia mengajar, Salimin mendengar pelbagai 
tanggapan yang bertentangan. Para orang tua muridnya senang sekaligus takut. 
Namun para murid terutama sangat resah. 

Salimin Kertokario: Pada saat itu murid-murid saya sangat gelisah, orang tua 
menjemput anak-anak mereka, jadi hari itu sangat membingungkan sekali. 
Sebenarnya sebelum dikudeta oleh militer, pemerintah sipil Suriname waktu itu 
juga tidak terlalu taat pada undang-undang dasar. Militer mengambil alih 
kekuasaan karena alasan sederhana saja, permintaan kenaikan gaji mereka tidak 
diindahkan pemerintahan sipil. Karena itu mereka memberontak dan mengambil alih 
kekuasaan. 

Menurut Salimin kudeta 25 Februari 1980 dapat dipahami. Pemerintah tidak hanya 
salah urus negara, namun juga menolak mendengarkan tuntutan militer. 

Salimin Kertokario: Sekarang, 25 tahun setelah kudeta itu, militer Suriname 
tidak lagi menanggung malu. Kelihatannya semua orang sudah lupa zaman militer 
itu. Masyarakat Suriname kembali menghormati para pembersar militernya.

Pada tanggal 25 Mei mendatang, Suriname menggelar pemilihan umum untuk memilih 
presiden dan anggota parlemen. Salimin yakin militer tidak akan kembali 
melancarkan kudeta. Tapi ulah pemerintah sekarang sangat mirip dengan ulah para 
penguasa sebelum tahun 1980. Ini bisa menjelaskan popularitas Desi Bouterse, 
pemimpin kudeta 25 tahun silam. Bouterse tetap disukai, walaupun pengadilan 
sudah memvonisnya karena penyelundupan narkoba dan pelanggaran hak-hak azasi 
manusia. 

Salimin Kertokario: Pemerintahan sekarang juga tidak belajar dari pengalaman 
kudeta militer dulu. Langkah pemerintah hanya untuk keuntungannya sendiri, 
tidak mendengarkan masyarakat. Selain itu sampai sekarang, juga tidak terlihat 
manfaat bantuan asing yang diterima Suriname. Suriname zaman sekarang sama saja 
dengan Suriname 25 tahun lalu, tidak ada perubahannya. Politik Suriname zaman 
sekarang sama dengan politik Suriname 25 tahun lalu sebelum kudeta militer. 
Oleh karena itu rakyat Suriname harus bangkit menghadapi keadaan yang tidak 
bisa dibiarkan saja ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke