--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 02 Maret 2005 14:50 UTC ** PEMIMPIN EKSEKUTIF HONGKONG TUNG CHEE HWA MENGUNDURKAN DIRI ** SURIAH AKAN TARIK TENTARANYA DARI LIBANON ** AMERIKA NEGARA TERBANYAK PENYERAP NARKOBA ** GEMA WARTA TOPIK PERS: MUSLIM BELANDA GUGAT HIRSI ALI, SURIAH TARIK TENTARANYA DARI LIBANON DAN KENDALA-KENDALA PERDAMAIAN DI ACEH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HAKIM HARUS TENTUKAN BATASAN ANTARA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN MENGHUJAT ALLAH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAHKAMAH AGUNG AMERIKA LARANG HUKUMAN MATI UNTUK REMAJA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MALAYSIA MULAI TANGKAPI IMIGRAN GELAP ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: JAKARTA DAN DILI HARUS CEGAH AGAR KEJAHAAN KEMANUSIAAN TIDAK TERJADI LAGI * PEMIMPIN EKSEKUTIF HONGKONG TUNG CHEE HWA MENGUNDURKAN DIRI Pemimpin Eksekutif Hongkong Tung Chee Hwa mengundurkan diri. Demikian setidaknya dilaporkan pelbagai koran di bekas jajahan Inggris itu. Pemerintah Cina tidak memberi komentar sama sekali. Tung sendiri diam saja. Menurut media, dia lengser atas alasan pribadi, tetapi sebenarnya ada paksaan. Tung selama ini dikritik pedas baik oleh kelompok demokrat di Hongkong, yang menginginkan proses reformasi lebih cepat, maupun oleh pihak pemerintah Beijing, yang baru-baru ini juga sangat kritis terhadap sikap Tung. Mantan konglomerat perkapalan yang berusia 67 tahun in, diangkat sebagai ketua eksekutif Hongkong oleh Cina, pada 1 Juli 1997 setelah Inggris menyerahkan Hongkong. Masa jabatan kedua Tung sebenarnya masih sampai 2007. Dia mungkin akan digantikan Donald Tsang. * SURIAH AKAN TARIK TENTARANYA DARI LIBANON Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan bahwa tentaranya secepat mungkin akan ditarik dari Libanon. Presiden mengatakan hal tersebut dalam wawancara dengan mingguan Amerika Time. Berapa lama 14 ribu tentara Suriah itu akan ditarik, menurut Assad, tergantung pada kemungkinan tehnis, tapi mungkin antara dua sampai enam bulan. Damaskus menuntut sebagai syarat bahwa situasi di Libanon dan perbatasan-perbatasan lain, harus terjamin aman, tegas presiden. Presiden akan membicarakan hal ini dengan utusan PBB bagi Timur Tengah, Terji Roed-Larsen, yang akan berkunjung ke kawasan bulan ini. Desakan agar Suriah menarik tentaranya dari Libanon semakin gencar sejak terbunuhnya mantan perdana menteri Libanon Hariri minggu lalu. Selasa lalu ratusan warga Libanon lagi-lagi unjuk rasa di Beirut memprotes keberadaan tentara Suriah di negeri itu. * AMERIKA NEGARA TERBANYAK PENYERAP NARKOBA Amerika Serikat tetap merupakan pasar terbesar bagi obat bius. Demikian menurut laporan tahunan 2004 Badan Pengawas Narkoba Internasional INCB, PBB. Penggunaan obat bius di kalangan siswa Amerika berkurang. Biro tadi mencemaskan pesatnya kenaikan penggunaan obat bius di Amerika Tengah dan kawasan Karibia. Selanjutnya badan PBB itu mengatakan bahwa pemberantasan narkoba hanya bisa berhasil, kalau pihak pembeli juga ditindak selain pihak penjual. Kalau tidak, maka masalah narkoba ini menjadi lingkaran syetan. INCB puas dengan sikap pemerintah Belanda yang menyadari bahwa penjualan ganja di coffee shops- coffee shops di Belanda tidak cocok dengan kebijakan pemberantasan kejahatan yang berkaitan dengan narkoba. Juga kebijakan untuk membuat orang kapok menggunakan dan menanam mariyuana dipuji oleh INCB. INCB mengkhawatirkan negara-negara Eropa lain yang mulai banyak menanam mariyuana. * LEDAKAN DAHSYAT LAGI DI BAGDAD Sebuah ledakan dahsyat terdengar di Barat Bagdad, ibu kota Irak. Otoritas melaporkan setidaknya enam orang terbunuh dan 27 orang cidera. Ledakan itu terjadi di dekat pangkalan tentara. Ketika itu orang sedang antre untuk mendaftar menjadi tentara atau polisi. Tidak lama kemudian terjadi lagi ledakan dahsyat. Mengenai ledakan ini tidak ada berita lebih lanjut. Beberapa saat silam lebih dari seratus orang terbunuh di dekat Hilla, Selatan Bagdad. Ini merupakan serangan terbesar sejak jatuhnya Saddam Hussein. Seorang hakim yang bertugas mengadili Saddam Hussein dibunuh oleh orang-orang tak dikenal di Bagdad. Putera si hakim juga terbunuh. * TENTARA PBB BUNUH PEMBERONTAK DI REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO Tentara PBB asal Pakistan membunuh puluhan pemberontak di Republik Demokratik Kongo. Operasi itu, menurut PBB, bertujuan untuk memperlihatkan tekad tentara baret biru untuk menindak pengrusuh. Aksi militer itu terjadi di kawasan Ituri, tempat pemberontak Kongo membunuhi tentara PBB minggu lalu. Ahad lalu, pemimpin tentara yang terlibat, Floribert Ndjabu, ditangkap dan dua orang ajudannya dikenai tahanan rumah. Sehubungan dengan terus menerusnya konflik di Ituri PBB menghentikan kegiatan bantuan kepada puluhan ribu warga Kongo yang menderita di kawasan itu. * KANADA EKSTRADISI TOKOH NEO NAZI Kanada mengekstradisi tokoh Neo Nazi Ernst Zundel ke Jerman, untuk diserahkan kepada polisi. Dia sempat dua tahun menentang ekstradisi. Zundel, 65 th, yang berasal dari Jerman, membantah pernah terjadinya pembunuhan massal bangsa Yahudi lewat website dan berbagai pamflet. Selanjutnya dia mengatakan Adolf Hitler adalah orang baik dan pencinta damai. Keluarga Zundel diusir dari Kanada karena dituduh membahayakan keamanan. Di Jerman dia kemungkinan besar akan digugat karena membantah pembunuhan enam juta warga Yahudi oleh Nazi. * BARITA BURSA Bursa Amsterdam dibuka dengan hati-hati. AEX bertengger pada 375 poin, sama dengan kondisi waktu ditutup kemarin. Bursa-bursa efek negara-negara Eropa lainnya hampir tidak bergiming. Bursa Tokio ditutup dengan laba tipis. Indeks Nikkei naik 0,3 persen sehingga menjadi 11813 poin. Pendorong terpenting adalah harapan ekonomi positif bagi Jepang dan tingginya nilai bursa di kawasan lain. Lantai bursa Amerika juga optimis, antara lain berkat angka-angka positif di sektor industri. Ketika ditutup Indeks Dow Jones naik setengah persen, 10830 poin. Nasdaq naik 1 persen menjadi 2071. Nilai euro 1.3131 per dolar. * MUSLIM BELANDA GUGAT HIRSI ALI, SURIAH TARIK TENTARANYA DARI LIBANON DAN KENDALA-KENDALA PERDAMAIAN DI ACEH Koran Belanda Algemeen Dagblad menulis bahwa Suriah bersedia menarik tentaranya dari Libanon. "Ini akan terjadi dalam waktu dekat, mungkin bulan-bulan berikut,"tegas presiden Assad seperti dikutip koran terbitan Rotterdam itu. Ucapan presiden Assad muncul bersamaan dengan imbauan ulangan dari Amerika dan Prancis yang menuntut agar Suriah menarik 14.000 tentaranya dari Libanon. Tekanan terhadap Damaskus meningkat setelah menlu AS Condoleeza Rice menegaskan pihaknya memiliki 'bukti kongkret' bahwa kelompok Jihad Islam cabang Suriah mendalangi serangan di Tel Aviv Jumat lalu. Pelbagai koran Belanda menyorot sidang pengadilan menggugat politikus VVD asal Somalia Hirsi Ali yang dituduh menyakiti hati orang Islam. Empat orang muslim menuntut Hirsi Ali agar tidak melanjutkan pembuatan film Submission, film yang dituduh melecehkan Al Quran. Hirsi Ali juga dituntut agar tidak lagi menyinggung perasaan orang Islam. Menurut Robert Moskowitcz, pengacara empat orang Islam itu, Hirsi Ali menyamaratakan orang-orang Islam sebagai 'pemerkosa, pembohong dan petani kampungan". Sebaliknya Kemper pengacara Hirsi Ali, mengatakan anggota parlemen Belanda itu tidak berniat menyakiti hati orang Islam. Dia hanya ingin membongkar tindakan-tindakan jahat. Demikian Algemeen Dagblad Kita beralih ke topik Indonesia. Time Asia memaparkan kendala-kendala pelaksanaan perjanjian antara GAM dan Pemerintah RI di Helsinki. Meski GAM tidak lagi menuntut kemerdekaan, namun organisasi ini ingin menambah kontrolnya di Aceh. GAM juga ingin membentuk partai sendiri, padahal menurut peraturan yang ada, orang-orang yang pernah terlibat pemberontakan dilarang ikut pemilu. Selain itu TNI mempunyai banyak kepentingan bisnis di Aceh. Kalau jumlah anggota TNI dikurangi di Aceh, ini akan mengurangi penghasilan TNI. Kendala lain adalah perasaan saling mencurigai dari kedua belah pihak. Setelah sekian lama berperang perasaan itu tidak bisa hilang begitu saja. Demikian tulis Time Asia. Herald Tribune memberitakan laporan departemen luar Amerika tentang pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Meski ada reformasi demokrasi, namun di Indonesia masih banyak terjadi pelanggaran HAM. Tentara Indonesia banyak melakukan pembunuhan, penyiksaan dan penculikan terutama di kawasan-kawasan konflik. Kasus-kasus itu terjadi khususnya di Aceh dan juga di Papua. Demikian tulis Herald Tribune. Koran Australia The Ages melaporkan serangkaian protes terhadap kenaikan BBM. Pelbagai demontrasi di seluruh Indonesia menyusul keputusan harga BBM naik rata-rata 29 persen. Mahasiswa di kota-kota Makassar, Jambi, Medan, Yogya dan Jakarta turun ke jalan setelah kabinet Senin lalu menyetujui kenaikan harga BBM, terkecuali minyak tanah yang banyak digunakan keluarga-keluarga miskin. Tindakan ini merupakan ujian terbesar pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Demikian The Age dan demikian pula tinjuan pers kali ini. * HAKIM HARUS TENTUKAN BATASAN ANTARA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN MENGHUJAT ALLAH Apakah anggota parlemen Belanda dari partai kanan-liberal VVD, Hirsi Ali memang berniat menyakiti warga muslim atau hanya ingin membela pendapatnya melalui jalan demokratis. Inilah pertanyaan yang harus dijawab dalam sidang terhadap Hirsi Ali, yang diajukan empat warga muslim Selasa lalu. Sewaktu sidang, gedung pengadilan dijaga ketat karena Hirsi Ali, yang datang ke pengadilan kemarin, sudah dua tahun lamanya diancam akan dibunuh. Sang pengacaranya membacakan pembelaan Hirsi Ali, sementara ia sendiri hanya memberikan satu komentar: Hidup negara hukum!. Ulasan redaktur internet Marina Brouwer: Keempat warga muslim Belanda itu mengajukan Hirsi Ali ke pengadilan, dengan harapan hakim dapat melarang sang politikus untuk membuat bagian kedua filmnya yang berjudul Submission. Bagian pertama yang dibuat tahun 2004 menggambarkan jeritan kaum muslimah yang mengalami penyiksaan. Film itu memperlihatkan tubuh perempuan yang berbusana tembus pandang dengan ayat-ayat Al Quran pada tubuhnya. Baik di hadapan parlemen maupun secara tertulis, Hirsi Ali berulangkali menekankan: kekerasan terhadap perempuan adalah sesuatu yang legitim di dalam Al Quran. Alasan pembunuhan sutradara film Submission, Theo van Gogh, yang dibunuh November tahun lalu antara lain adalah pembuatan film itu dan kerjasamanya dengan Hirsi Ali. Tak lama setelah pembunuhan Hirsi Ali mengatakan akan membuat film lanjutan. Robert Moszkowicz, pengacara empat orang Islam penuntut itu menginginkan agar Hakim mencabut hak Hirsi Ali untuk menghina Islam. Germ Kemper, pengacara Hirsi Ali percaya tidak mungkin Hakim meluluskan kehendak semacam itu. Menurutnya 'menghina' saja tidak cukup dalam undang-undang Belanda mencabut hak berpendapat seseorang. Dalam sebuah negara demokratis tersedia ruang untuk mengutarakan pendapat, walaupun mungkin itu tidak menyenangkan. Mengecam Islam tidak menyalahi undang-undang yang berlaku di dalam sebuah negara hukum. Hal ini berbeda dari menghujat nama Allah. Tuduhan melanggar hukum baru bisa dilontarkan bila memang maksud yang bersangkutan untuk menyakiti atau menghina pemeluk agama itu. Selama kecaman itu termasuk bagian dari pemikiran seseorang ia tidak bisa dilarang. Hirsi Ali memang mengecam Nabi Muhammad. Menyebutnya pedofili mengingat istri Nabi yang kedua masih sangat belia. Hirsi Ali juga menuding tradisi menyiksa dan membunuh demi kehormatan keluarga, adalah lumrah di kalangan Muslim. Moszkowitcz, pengacara pihak penuntut menyebut ucapan-ucapan Hirsi Ali kasar dan rangkaian kecaman yang tidak berdasar. Ucapan-ucapan itu hanya memnyakiti orang Islam dan membuat mereka dibenci. Tangkisan pengacara Kemper adalah: Hirsi Ali tidak menuding pada orang-orang Islam. Ia justru ingin memperlihatkan rasa tanggugnjawabnya terhadap masyarakat untuk mengubah keadaan yang dalam pandangannya tidak adil. Dasar pemikirannya Islam tidak terlepas dari arus politik radikal dan penindasan perempuan, terutama di negara-negara Arab. Hal semacam itu juga terjadi di Belanda. Itulah inti pemikirannya. Kemper yakin Ayaan Hirsi Ali akan menang dalam proses peradilan ini. Walaupun demikian ini adalah kemanangan yang pahit. Tokoh-tokoh masyarakat seperti Hirsi Ali, Theo van Gogh dan banyak tokoh yang mendukung demokrasi menyarankan agar mereka yang tidak setuju atau merasa tersinggung akibat sebuah ucapan jangan melakukan kekerasan melainkan mengajukan perkaranya ke pengadilan. Minat melangkah ke meja hijau akan hilang bila ke empat orang Islam yang menuntut Hirsi Ali kalah dalam prose ini, demikian dikhawatirkan oleh Kemper. * GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MALAYSIA MULAI TANGKAPI IMIGRAN GELAP Remaja dibawah 18 tahun di Amerika Serikat tidak boleh dijatuhi hukuman mati. Itulah keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat hari Selasa kemarin. Perbandingan suara adalah 5 menentang dan 4 mendukung hukuman mati. Selisih minimal ini mencerminkan betapa terbelahnya pendapat orang di Amerika Serikat mengenai hukuman mati. Namun keputusan ini tampanya mempengaruhi pendapat orang mengenai hukuman mati. Lebih lanjut ulasan redaktur Thijs Papot. Menjatuhkan hukuman mati pada remaja adalah hukuman yang amat keji dan oleh karena itu bertentangan dengan Undang-undang Dasar Amerika, demikian pendapat 5 hakim liberal. Keputusan ini disambut gembira oleh para penentang hukuman mati. Menurut Amnesty Internasional, terhitung dari tahun 1990, 19 diantara 39 pelaksanaan hukuman mati terhadap remaja dilakukan di Amerika Serikat. Sekitar 70 narapidana yang melakukan kejahatan ketika mereka masih dibawah umur tidak akan menjalani hukuman mati. Keputusan terakhir ini adalah perubahan besar, mengingat pada 1989 Mahkamah Agung masih menyetujui hukuman mati bagi remaja dibawah 18 tahun. Namun pada Maret 2002, sudah diputuskan melarang pelaksanaan hukuman mati pada penderita cacat mental. Menurut Bart Stapert, pengacara Belanda yang bertahun-tahun bekerja di Amerika Serikat, keputusan ini memperlihatkan sikap kritis terhadap hukuman mati. Bart Stapert: Pada umumnya orang mulai bersikap kritis terhadap hukuman mati. Sejalan dengan itu tidak layak seorang cacat mental dijatuhi hukuman mati. Baik remaja dibawah umur maupun orang cacad mental tidak sepenuhnya bertanggungjawab akan tindakan mereka. Dan kesadaran itu mulai menembus lapisan masyarakat dan parlemen serta Mahkamah Agung. Walaupun demikian Amerika Serikat adalah negara yang masih kukuh mempertahankan hukuman mati. Di 38 dari 52 negara bagian, hukuman mati tetap berlaku, dan di separohnya remaja dibawah 18 tahun yang dijatuhi hukuman mati menjalani hukuman tersebut. Diskusi mengenai hukuman mati juga ramai dibicarakan oleh partai-partai. Presiden George W. Bush adalah pendukung hukuman mati, ketika ia menjabat sebagai gubernur Texas ia memecah rekor pelaksanaan hukuman mati. Namun diantara kalangan kolot Partai Republik, hal ini justru sangat dicela. Sekelompok mahasiswa journalistik Amerika memberi dimensi baru pada diskusi ini. Dari penelitian mereka mengenai kasus penjatuhan hukuman mati, ternyata banyak bukti yang disembunyikan dan pada proses banyak saksi memberi kesaksian dibawah tekanan. Pembela terdakwa seringkali adalah pengacara cuma-cuma yang tidak mampu membela. Dengan demikian maka bisa jadi orang yang tidak bersalah dijatuhi hukuman mati. Pendukung hukuman mati menangkis dengan mengajukan cara-cara pembuktian mutakhir seperti pemeriksaan DNA. Namun hal ini menurut Bart Stapert bukan jaminan tidak terjadi kesalahan. Disamping itu menurutnya hukuman mati tidak bermoral. Bart Stapert: Menurut saya pemerintah tidak boleh punya kekuasaan membunuh seseorang. Disamping itu keberatan saya adalah bahwa bisa saja terjadi kesalahan. Dalam mutu dan sisten hukum apapun, tidak tertutup kemungkinan terjadi kesalahan. Semua itu adalah pekerjaan manusia. * MALAYSIA MULAI TANGKAPI IMIGRAN GELAP Malaysia malam lalu, menangkap 560 pendatang asing dalam rangka kampanye memulangkan imigran gelap. Sebelumnya para pendatang gelap diberi waktu untuk pulang, tanpa dikenai hukuman. Kebanyakan diantara yang ditangkapi itu adalah warga Indonesia. Diberitakan diantara yang ditanggkap juga terdapat banyak warga asal Bangladesh yang memegang ticket dan, sudah siap pulang. Arut Chelwen, koordinator Suara Rakyat Malaysia (SUARAM), organisasi hak asasi manusia setempat mengkhawatirkan operasi ini melanggar hak asasi manusia. Pada Radio Nederland ia menjelaskan: Arut Chelwen [AC]: Berita yang kami dapat dari UNHCR, organisasi PBB untuk para pengungsi, mereka yang punya dokumen ada yang ditangkap, tapi telah dibebaskan. Ada sebilangan yang masih berada di kamp, data mereka sedang dicari dan mereka ditahan selama 14 hari. SUARAM juga sudah mengantar surat pada mentri di Malaysia mengatakan kami tidak dukung tindakan pemerintah untuk membaut crack down ini. Kami khawatir isu pelanggaran hak asasi manusia. Banyak isu korupsi yang belum ditangani. Isu-isu pokok seperti rasua yang diberikan oleh agents dan immigration officers juga tidak ditangani. RN: Apakah anda bisa mengechek apakah yang ditangkapi itu benar adalah imigran gelap, karena diberitakan pula bahwa mungkin sekali terdapat juga diantara mereka pencari-pencari suaka? AC: UNHCR belum dapat mendokumentasi semua peminta suaka. Kami dapati juga banyak , ribuan orang Aceh, Myanmar. Ada banyak case ribuan orang dari negara-negara lain. Proses mendokumentasi belum selesai. Artinya ada dua golongan. Satu yang punya dokumen UNHCR, satu lagi refugees, tapi belum ada dokumen. Kami khawatir untuk golongan yang belum punya dokumen. Walaupun pemerintah memastikan peminta suaka yang belum punya dokumen tidak akan dipulangkan. Tapi ini rumit, karena kami harus membuktikan. Ini tidak menyenangkan untuk dijalankan dalam keadaan seperti ini. RN: Diantara mereka juga ada peminta suaka,orang Aceh dan juga pengungsi Aceh. Mereka tidak akan dipulangkan? AC: Ini yang pasti. Sebenarnya UNHCR minta pemerintah Malaysia tidak jalankan operasi ini, karena mereka belum selesai mendokumentasi. Pihak SUARAM sendiri mengatakan orang-orang Aceh, korban tsunami tidak patut dipulangkan. Kalau tidak ada dokumen mereka itu akan ditangkap dulu dan selepas itu mereka akan ditahan selama 14 hari. Dalam masa itu status mereka akan dipastikan. Yang kami khawatir dalam 14 hari itu, kebanyakan mereka akan kehilangan barang-barang seperti uang dan keperluan mereka. RN: Mengapa pemerintah Malaysia memutuskan melakukan kampanye terhadap imigran ilegal? AC: Tidak ada satu penjelasan yang pasti. Tapi satu lobby di kalangan masyarakat mengatakan ada banyak imigran gelap. Media setempat yang dikawal kerajaan (red: media yang diawasi pemerintah) terus menggunakan isu bahwa imigran ini membawa isu-isu jenaya dalam negara (red: melakukan tindakan kriminal). Walaupun tidak ada bukti jelas. Tapi ini adalah propaganda yang dibuat. Perkara lain adalah kebanyakan pekerja Indonesia datang untuk kerja pembinaan. Industri masa ini kurang banyak permintaan. Lagi satu adalah majikan. Majikan yang walaupun sudah establish mereka lebih suka mengambil buruh ilegal. Mereka bisa korupsi. RN: Buruh ilegal lebih murah ya? AC: Ya. Jadi, kerajaan tidak menangani isu majikan yang mengeksploitasi keadaan ini. Ramai juga yang telah ditipu oleh agent-agent. Mereka dijanjikan akan diberi permit setelah mereka berada di Malaysia. Demikian Arut Chelwen, koordinator Suara Rakyat Malaysia (SUARAM), organisasi hak asasi manusia di Kuala Lumpur. * JAKARTA DAN DILI HARUS CEGAH AGAR KEJAHAAN KEMANUSIAAN TIDAK TERJADI LAGI Pemerintah Timor Leste, terutama Presiden Xanana Gusmao dan menteri luar negeri Jose Ramos Horta membela pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang disepakati dengan pemerintah Indonesia. Banyak pihak yang memprotes karena kelihatannya pemerintah Dili hanya mau menyenangkan Jakarta. Menurut Jose Luis de Oliviera dari Perhimpunan HAK di Dili, Timor Leste, yang terpenting adalah kejahatan yang dilakukan di Timor Timur tahun 1999 menurut hukum internasional termasuk dalam kejahatan kemanusiaan. Karena itu kedua negara harus memastikan agar para pelakunya bertanggung jawab, sehingga hal itu tidak bisa terulang lagi. Ikuti keterangannya kepada Radio Nederland: Jose Luis de Oliviera [JLO]: Di sini yang bergaung itu bukan Commissie of experts (komisi para pakar, Red.). Saya kira isunya soal komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang diinisiasi oleh presiden Timor Leste dan presiden Indonesia. Kalau isu komisi para pakar di sini dianggap sesuatu yang wajar. Karena memang itu adalah mandat PBB, di mana dia memulai sesuatu kemudian dia harus punya mekanisme untuk menilai apakah apa yang dia kerjakan itu sudah sesuai harapan atau sesuai mandat atau belum. Karena komisi para pakar ini akan datang untuk menilai bagaimana pekerjaan kedua pengadilan yang didirikan berkaitan dengan kasus kejahatan 1999. Sedangkan isu komisi kebenaran dan rekonsiliasi itu yang kemudian sekarang sedang hangat polemiknya di sini. Karena nampak sekali presiden kami dan menteri luar negeri kami, sedang berupaya keras untuk meyakinkan berbagai pihak di sini. Tapi juga ada suara-suara yang tidak setuju dengan politik ini. Presiden Xanana menulis sebuah surat yang cukup panjang membantah beberapa kritik-kritik dari beberapa kalangan tentang isu komisi kebenaran dan persahabatan. Radio Nederland [RN]: Tampaknya Presiden Xanana tidak menuruti apa yang digariskan olehPBB soal komisi experts itu, dengan bersepakat dengan presiden Indonesia untuk membentuk komisi kebenaran ini? JLO: Mereka juga tidak banyak bereaksi soal komisi para pakar. Dan juga oleh menteri laur negeri kami di sini mengatakan welcome. Tapi yang menjadi kekhawatiran adalah komisi ini tidak begitu diterima oleh pihak pemerintah Indonesia. Politik kayak gini yang bagi beberapa kalangan menilai ini tidak benar. Kenapa kita harus khawatir dengan sikap Indonesia yang tidak mau menerima itu. Kelihatan sekali di sini politiknya untuk menyenangkan saja pihak Jakarta. RN: Apa yang bisa anda petik dari tulisan presiden Xanana Gusmao? JLO: Dia tidak begitu menjelaskan soal posisi Timor Loro Sae dengan Indonesia. Tapi dalam tulisannya dia lebih banyak mengkritik balik para pengkritiknya dengan alasan yang sebenarnya juga tidak masuk akal. Misalnya dia pakai alasan konstitusional, pemerintah harus mengambil kebijakan untuk menjamin bahwa rakyat harus sejahtera, rakyat harus aman. Bicara bahwa kalau ini tidak diurus, Indonesia bisa invasi lagi dan lain sebagainya. Jadi ini alasan-alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Kami tidak percaya, bahwa tidak mungkin Indonesia akan menginvasi lagi Timor Leste. Dia tidak banyak menjelaskan komisi ini akan menguntungkan dari Timur apa? RN: Bagi kalangan hak asasi manusia di Timor Loro sae, jalan yang paling bagus adalah jalan PBB itu ya? JLO: Pertama itu harus dipahami mengapa kami menuntut adanya sebuah pengadilan internasional. Itu pengadilan internasional hanya sebuah target. Tapi yang penting adalah, karena kejahatan yang dilakukan tahun 1999 itu menurut hukum internasional, di mana pemerintah Indonesia dan pemerintah Timor Leste juga sebagai anggota di situ, itu kan adalah kejahatan kemanusiaan. Kalau kejahatan kemanusiaan, kedua pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan para pelakunya bertanggung jawab. itu sebagai proses pendidikan juga bahwa kejahatan yang seperti ini tidak boleh dilakukan lagi. Kita jangan berpikir seolah-olah untuk kepentingan Timor Leste atau kepentingan Indonesia. Ini juga penting untuk seluruhnya, karena ini adalah kejahatan kemanusiaan. Para pelakunya diminta pertanggung jawaban, bahwa apa yang dilakukan, kebijakan yang dilakukan pada saat itu adalah satu kebijakan yang salah. Ini sekarang gara-gara kebijakan mereka banyak orang menderita dalam berbagai hal. Apa kemudian sekarang kita rela membiarkan para pelaku ini mengulang kembali perbuatan yang sama di tempat lain. Atau memberi sinyal kepada rejim-rejim yang lain untuk melakukan hal yang sama. Saya kira banyak orang yang tidak setuju dengan hal ini. Demikian Jose Luis de Oliviera dari Perhimpunan HAK di Dili, Timor Leste. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
