---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 16 Maret 2005 15:00 UTC



** GAM DIDUGA OTAK DI BELAKANG PEMBAJAKAN KAPAL JEPANG

** GEMPA SUSULAN 6,0 PADA SKALA RICHTER GUNCANG ACEH

** CONDOLEEZZA RICE BERTEMU MENLU INDIA

** TOPIK ULASAN PERS: PM THAILAND: MUSUH DIRINYA SENDIRI 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ITALIA MUNDUR DARI IRAK, AMERIKA DAN INGGRIS 
MAKIN SENDIRIAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PARLEMEN IRAK BERSIDANG TANPA PEMERINTAHAN 
BARU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MENYAMBUT TIMUR TENGAH YANG DEMOKRATIS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KONGLOMERAT MINYAK BELANDA INGGRIS PENYEBAB 
KONFLIK AMBALAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MENAIKKAN HARGA BBM: WEWENANG PEMERINTAH ATAU 
DPR?



* GAM DIDUGA OTAK DI BELAKANG PEMBAJAKAN KAPAL JEPANG

Polisi militer angkatan laut Malaysia menduga pemberontak separatis Indonesia 
bertanggung jawab atas pembajakan bersenjata sebuah kapal tunda Jepang serta 
tiga orang awaknya. Malaysia menduga para perompak berasal dari Indonesia dan 
kemungkinan anggota GAM, karena bersenjata lengkap dan apa yang mirip peluncur 
rudal. Sementara itu, GAM menolak tuduhan otak di belakang pembajakan serta 
penculikan awak. Menurut juru bicara GAM, Sofyan Daud, GAM tidak pernah 
terlibat perompakan di Selat Malaka. Kapal tunda Jepang tengah dalam perjalanan 
dari Batam ke Myanmar, ketika dibajak Senin lalu.


* GEMPA SUSULAN 6,0 PADA SKALA RICHTER GUNCANG ACEH

Gempa susulan berkekuatan 6,0 pada skala Richter mengguncang Aceh. Tidak 
dilaporkan adanya korban atau kerusakan. Pusat gempa terletak 109 kilometer di 
bawah laut, di Selatan Banda Aceh. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika di 
Aceh, rata-rata lima sampai 10 gempa susulan mengguncang propinsi tersebut 
setiap harinya. Tapi gempa susulan itu tidak begitu kuat, sehingga tidak 
dirasakan masyarakat.


* CONDOLEEZZA RICE BERTEMU MENLU INDIA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice ingin agar Nepal cepat 
kembali menjadi sebuah demokrasi. Pesan ini disampaikannya di India, negara 
pertama yang dikunjungi dalam lawatan keliling ke enam negara di Asia. 
Pengambilalihan kekuasaan Nepal oleh Raja Gyanendra Februari lalu, adalah salah 
satu butir agenda terpenting dalam pertemuan Rice dengan menlu India Natwar 
Singh. Hari ini Menlu Amerika juga bertolak ke Pakistan, musuh bebuyutan India 
karena konflik soal kawasan sengketa Kashmir.


* PINOCHET MILIKI 125 REKENING BANK DI AS

Mantan diktator Cile Augusto Pinochet mempunyai lebih banyak rekening bank 
rahasia di Amerika Serikat dari diperkirakan sebelumnya. Hasil penyelidikan 
Senat Amerika menunjukkan bahwa Pinochet sedikitnya punya 125 rekening di 
beberapa bank, dan pada rekening-rekening itu tersimpan dana sampai 15 juta 
dolar. Pelbagai bank Amerika secara aktif membantu Pinochet menyembunyikan dana 
tersebut. Salah satunya adalah Riggs Bank. Bank ini telah mengakui terlibat 
pencucian uang milik Jenderal Cile tersebut. Riggs akan membayar delapan juta 
dolar kepada para korban rezim Pinochet tahun 1970an dan 1980an.


* PARLEMEN IRAK BERTEMU DI BAGHDAD

Parlemen Irak untuk pertama kali bertemu sejak pemilu akhir Januari lalu. 
Pertemuan berlangsung di ibukota Baghdad dan dijaga ekstra ketat. Parlemen 
interim antara lain harus menunjuk seorang presiden dan wakil presiden. 
Pelbagai fraksi dalam parlemen berselisih berat soal hal ini. Aliansi Syiah 
memiliki jumlah kursi terbesar, yaitu 140 dari 175 kursi dalam parlemen. Ini 
hampir dua kali lebih ketimbang jumlah kursi semua partai Kurdi bersama. Akibat 
perselisihan berat antara dua belah pihak, maka belum terbentuk suatu koalisi. 
Partai-partai Kurdi misalnya ingin memperluas otonomi di Irak Utara. Selain itu 
juga ingin diberi jaminan bahwa Irak tetap menjadi negara sekuler.


* ISRAEL SERAHKAN JERICHO KE PALESTINA

Hari ini Israel menyerahkan kota Jericho kepada Palestina. Sampai titik 
terakhir dua belah pihak merundingkan syarat-syarat penyerahan kota di Tepi 
Barat Sungai Yordan. Penarikan mundur Israel dari Jericho harus berlangsung 
dalam beberapa tahap dan sudah harus selesai dalam empat minggu. Menurut 
kesepakatan yang dicapai Februari lalu di Mesir, Israel juga harus menyerahkan 
empat kota lain di Tepi Barat Sungai Yordan. Selain itu Israel harus menjamin 
keamanan kota-kota tersebut. Sementara itu Presiden Palestina Mahmoud Abbas 
berupaya membujuk gerakan-gerakan militan terpenting Palestina mencapai 
gencatan senjata dengan Israel. Perundingan ini berlangsung di Mesir.


* TIM PENYELIDIK PEMBUNUHAN RAFIQ HARIRI, PULANG KE NEW YORK

Tim PBB yang menyelidiki pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafiq 
Hariri, telah mengakhiri tugasnya. Tim PBB akan pulang ke New York untuk 
menyusun laporan penyelidikan. Hasil-hasilnya akan diumumkan pekan depan oleh 
Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan. Pembunuhan Hariri menimbulkan 
sentimen-sentimen anti Suriah di Libanon. Banyak warga Libanon menganggap 
Damaskus bertanggung jawab atas makar itu. Akibat tekanan masyarakat 
internasional, maka pekan lalu Suriah menarik mundur pasukan dari negara 
tetangganya. Diberitakan bahwa markas besar dinas intelijen Suriah di Beirut 
sudah dikosongkan.


* VATIKAN KRITIK DA VINCI CODE

Vatikan di Roma mengkritik keras sebuah novel berjudul Da Vinci Code karya 
penulis Amerika Dan Brown. Menurut kardinal Italia, Tarcisio Bertone, buku ini 
penuh bohong. Ia mengimbau toko-toko buku untuk tidak menjualnya. Buku tersebut 
menceritakan gereja Katolik Roma ingin merahasiakan bahwa Yesus dan Maria 
Magdalena punya seorang anak. Misteri itu bisa terungkap melalui pelbagai kode 
dalam karya pelukis Leonardo Da Vinci. Penjualan buku yang terbit dalam 44 
bahasa itu telah mencapai jutaan eksemplar di seluruh dunia.


* CARLOS MESA INGIN GELAR PEMILU DIPERCEPAT

Presiden Bolivia Carlos Mesa ingin menggelar pemilu dipercepat melihat 
protes-protes besar terhadap kebijakannya. Mesa akan meminta Kongres untuk 
menggelar pemilu 28 Agustus mendatang. Pemilu sebenarnya dijadwalkan Juni 2007. 
Di Bolivia sudah berapa lama dibangun blokade jalan sebagai protes terhadap 
rencana-rencana pemerintah menswastanisasi sektor energi. Oposisi dan banyak 
warga miskin Bolivia cemas bahwa dengan demikian sumber-sumber alam Bolivia 
akan jatuh ke tangan perusahaan-perusahaan asing. Pekan lalu Mesa mengancam 
meletakkan jabatannya, tapi usulan ini ditolak Kongres.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa saham Eropa dibuka negatif hari ini. Indeks AEX di Amsterdam 
misalnya turun 0,2% dibuka pada titik 373,02 poin. Satu euro bernilai 1,3360 
dolar sen. Bursa saham di Asia ditutup positif. Indeks Nikkei di Tokyo naik 
0,4% ditutup pada titik 11.873,18 poin. 

Sementara itu Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak OPEC meningkatkan 
produksi minyak sampai 500 ribu barrel per hari. Demikian keputusan para 
menteri OPEC pada pertemuan di Iran.


* PM THAILAND: MUSUH DIRINYA SENDIRI

Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dikenal bertindak tegas terhadap 
penentang rezimnya. Demikian International Herald Tribune. Bulan lalu ia 
mencabut bantuan keuangan bagi 358 dari 1580 desa di wilayah Selatan. Selain 
itu Thaksin juga berencana mengirim pasukan ke kawasan tersebut guna 
mengendalikan ketidakpuasan masyarakat. Kebijakan ini jelas menimbulkan 
kemarahan masyarakat. Thaksin Shinawatra bahkan disebut musuh dirinya sendiri.  

Bisa-bisa terjadi situasi yang sama seperti di Aceh misalnya. Satu hal yang 
seharusnya tidak dilakukan adalah menggunakan kekerasan, karena ini justru 
memperburuk situasi. Demikian Sidney Jones dari International Crisis Group, 
seperti dikutip harian International Herald Tribune. Jones membandingkan 
situasi Thailand Selatan dengan situasi di Aceh tahun 1990. Penggunaan 
kekerasan oleh tentara Indonesia membuat sebuah gerakan gerilyawan kecil 
menjadi gerakan populer dengan banyak pendukung. 

Kalau demikian, apa yang harus dilakukan Thaksin Shinawatra? Menurut 
International Herald Tribune salah satu langkah yang harus diambil sang Perdana 
Menteri adalah lebih berfokus pada pembangunan ekonomi serta sistem pendidikan 
agama di kawasan pemberontakan. 

Dari Thailand kita beralih ke Indonesia. Konglomerat minyak Shell adalah 
penyulut konflik perbatasan dengan Malaysia. Demikian tandas Menteri Energi dan 
Sumberdaya Mineral Purnomo Yusgiantoro seperti dikutip harian sore Belanda NRC 
Handelsblad. Tahun 1999 pemerintah RI memberi konsesi pengeboran minyak kepada 
konsorsium yang terdiri dari perusahaan minyak Inggris/Belanda Shell, 
perusahaan Italia ENI dan perusahaan Britania BP. Uji pengeboran pertama tahun 
2001 gagal, dan Shell serta BP keluar dari konsorsium itu. Perusahaan Italia, 
ENI-lah yang kini memegang semua konsesi pengeboran dari Indonesia. 
 
ENI ternyata menemukan sumber minyak baru, Desember lalu. Pada bulan yang sama 
Indonesia menutup pendaftaran untuk mengebor minyak di Blok Ambalat dan memberi 
konsesi kepada perusahaan minyak Amerika Unocal. Shell tidak bergabung, melihat 
waktunya pendaftaran yang singkat. Demikian seorang juru bicara Shell. 

Setelah penemuan sumber minyak oleh perusahaan minyak Malaysia, Petronas pada 
bulan yang sama juga, maka Shell memutuskan bergabung dengannya. Malaysia 
memberi Shell konsesi pengeboran minyak di kawasan yang sama. Dan dengan 
demikian timbullah konflik antara Indonesia dengan Malaysia. Kedua negara diam 
seribu bahasa kalau ditanya soal besarnya cadangan minyak di Blok Ambalat. 

Kawasan itu kini diwarnai kapal angkatan laut dua negara tetangga. Kapal-kapal 
ini saling mengamati. Perusahaan Amerika Unocal dan perusahaan Britania/Belanda 
Shell belum memulai pengeboran. Mereka ingin menunggu dulu hasil perundingan 
antara Indonesia dengan Malaysia. 

Harian NRC Handelsblad juga menyorot soal pengambilalihan PT Hanjaya Sampoerna 
oleh konglomerat tembakau Amerika Philip Morris. Ini adalah untuk pertama kali 
sebuah perusahaan asing berinvestasi di sektor rokok keretek. Pada waktu yang 
sama juga pengambilalihan terbesar dalam sejarah Indonesia. 

Sejauh ini masih belum jelas mengapa Sampoerna, perusahaan yang dikelola warga 
etnik Cina, sanak keluarga pendirinya, Liem Seeng Tee menjual semua sahamnya. 
Philip Morris menawarkan 20% lebih dari nilai saham pekan lalu bagi sisa saham 
yang berada di tangan para investor. Selain itu Philip Morris juga mengambil 
alih hutang Sampoerna sebesar 150 juta euro. 

Pengambilalihan ini jelas memperkuat posisi Philip Morris di Indonesia, pasar 
tembakau terbesar kelima di dunia, menyusul Cina, Amerika Serikat, Rusia dan 
Jepang. Kini keluarga Liem kehilangan kontrol keuangan, maka Philip Morris akan 
mendirikan dewan direksi yang baru. Putera Sampoerna, cucu pendiri Liem Seeng 
Tee diangkat sebagai penasehat. Demikian NRC Handelsblad.


* ITALIA MUNDUR DARI IRAK, AMERIKA DAN INGGRIS MAKIN SENDIRIAN

Pasukan yang di kirim berbagai negara ke Irak mulai mundur satu per satu. 
Setelah Spanyol tahun lalu memutuskan menarik mundur pasukannya dari Irak, kini 
Belanda juga memutuskan hal serupa. Polandia dan Ukrania mengumumkan akan 
menarik mundur juga pasukan-pasukannya tahun ini. Italia kemarin tiba-tiba 
memutuskan menarik mundur pasukannya dari Irak mulai September mendatang. Lebih 
lanjut ulasan redaktur perdamaian dan keamanan Hans de Vreij.

Pengumuman P.M. Italia Silvio Berlusconi akan menarik mundur pasukan-pasukannya 
dari Irak September mendatang, pasti kejutan yang tidak menyenangkan 
Washington. Keputusan Italia jelas akan berdampak, karena saat ini Italia 
menempatkan  3000 prajurit di Irak. Setelah Amerika Serikat, Inggris dan Korea 
Selatan, Italia adalah negara keempat yang memiliki pasukan dalam jumlah besar 
di Irak.

Walaupun disebut pasukan internasional, namun sebenarnya kekuatan pasukan di 
Irak dikuasai oleh Amerika Serikat dan Inggris. Di luar kedua negara itu, 
sekitar 20 negara lain mengirim pasukan untuk menjalankan tugas-tugas menjaga 
ketertiban dan membantu pembangunan kembali Irak. Kontingen Spanyol yang besar 
sudah ditarik mundur tahun lalu. Bersama dengan Washington dan London, 
pemerintah Spanyol di bawah partai konservatif Partido Popular PP, ketika itu 
mengirim pasukan besar ke Irak. Namun pada pemilihan parlemen tahun lalu PP 
kalah dan pemerintah digantikan oleh partai sosial demokrat yang amat menentang 
kehadiran Spanyol di Irak. 

Minggu lalu Polandia mengumumkan akan mengurangi sebagian pasukannya yang 
sekarang masih berjumlah 1700 orang. Parlemen Belanda menyimpulkan tugas-tugas 
pasukan Belanda di Irak sudah selesai, dan tidak perlu tinggal lebih lama lagi 
di sana. Selasa lalu kontingen Belanda berjumlah 1400 orang selesai bertugas 
dan akhir pekan ini akan meninggalkan Irak. Begitu juga halnya dengan Bulgaria 
dengan 450 perajuritnya, memutuskan akan mundur. Sudah cukup, menurut Bulgaria, 
apalagi setelah insiden penembakan perajurit Bulgaria yang secara tidak sengaja 
tertembak mati oleh tentara Amerika. 

Tampaknya keputusan Italia berlatar belakang penembakan mati petugas dinas 
rahasia Italia oleh tentara Amerika di Bagdad, ketika sedang membawa pulang 
wartawati Giuliana Sgrena yang berhasil dibebaskan dari penyanderanya. Mobil 
yang ditumpangi korban dan si wartawati sedang dalam perjalanan ke bandara 
Bagdad ditembaki tentara Amerika. Insiden ini menyulut kemarahan rakyat Italia. 
Walaupun P.M. Berlusconi adalah sahabat setia Presiden Amerika Serikat George 
W. Bush, ia harus tetap menghadapi kenyataan politik di negaranya. Tidak ada 
jalan lain Italia harus keluar dari Irak.


* PARLEMEN IRAK BERSIDANG TANPA PEMERINTAHAN BARU

Enam pekan setelah pemilihan di Irak, Rabu kemarin untuk pertama kalinya 
parlemen Irak bersidang. Tapi sidang itu lebih merupakan upacara dengan banyak 
pidato, tanpa pemerintahan baru.  Sebabnya kedua partai terbesar Syiah dan 
Kurdi sampai sekarang belum juga bersepakat. Kendala terbesar adalah apakah 
Kirkuk yang kaya minyak itu akan menjadi bagian dari otonomi Kurdi? Lebih 
lanjut penjelasan redaktur senior Timur Tengah Bertus Hendriks.

Kelompok Syiah yang menduduki 140 dari 275 kursi parlemen adalah pemenang 
terbesar dalam pemilihan lalu. Namun perolehan kursi itu belum cukup untuk 
membentuk pemerintahan, karena untuk itu dibutuhkan dua pertiganya. Menghadapi 
kenyataan ini, kaum Kurdi mengaggap merekalah pemegang posisi kunci. 

Menurut teori, dua  per tiga suara parlemen dibutuhkan dalam pemilihan presiden 
dan dua wakil presiden. Kewenangan sebenarnya bukan berada di tangan presidium, 
melainkan di tangan perdana mentri dan pemerintahannya. Pengangkatan perdana 
menteri sebenarnya hanya memerlukan mayoritas parlemen. Namun karena calon 
perdana mentri harus secara unanim ditunjuk oleh presiden dan kedua wakilnya, 
maka pada prakteknya pemerintahpun membutuhkan dua pertiga suara itu. 

Mungkin ini adalah pertama dan terakhir kalinya kalangan Kurdi bisa memegang 
posisi kunci dalam proses politik Irak. Mereka bertekad betul menggunakan 
kesempatan ini untuk menyelamatkan masa depan federasi Irak. Mereka ingin 
otonomi penuh di wilayah yang dalam 10 tahun terakhir pemerintahan Saddam 
Hussein berhasil mereka rebut, berkat bantuan Amerika Serikat yang melindungi 
zona larangan terbang. 

Di samping itu orang Kurdi juga ingin agar Kirkuk yang kaya minyak dan berada 
di luar wilayah larangan terbang masuk dalam daerah otonomi Kurdi. Bila Kirkuk 
masuk wilayah otonom Kurdi, maka berarti secara ekonomis Kurdi juga terjamin. 
Kalau sampai bersengketa dengan pemerintah pusat, mereka tidak perlu tergantung 
dari  Bagdad. Dan inilah yang ditentang oleh Persatuan Aliansi Syiah pimpinan 
calon perdana mentri Ibrahim Jaafari. Mereka ingin mengatur masalah Kirkuk pada 
saat merundingkan undang-undang dasar. Ini adalah tugas utama parlemen masa 
peralihan.

Butir hangat lain adalah masa depan peran Pesh Merga, yaitu milisi Kurdi. 
Setelah pengalaman maha pahit semasa penindasan Saddam Hussein dengan serangan 
senjata kimia yang menewaskan banyak warga Kurdi di Halabja, maka orang-orang 
Kurdi ingin mendapat jaminan. Jaminan bahwa hak-hak mereka yang pernah diakui 
tidak akan direbut dengan kekerasan militer dari Bagdad. 

Sebetulnya mereka lebih suka mempertahankan angkatan bersenjata sendiri. Namun 
dalam sebuah negara kesatuan Irak keinginan itu mustahil dikabulkan. Oleh 
karena itu mereka ingin separoh milisi Kurdi Pesh Merga diubah menjadi 
satuan-satuan polisi di Kurdistan, dan separoh yang lain menjadi bagian dari 
angkatan besenjata nasional. Pasukan-pasukan ini harus ditempatkan dekat 
Kurdistan. 

Kedua belah pihak setuju kaum Sunni yang memboykot pemilu harus sedapat mungkin 
dilibatkan dalam proses politik. Misalnya mengajukan calon wakil presiden, 
ketua parlemen dan beberapa jabatan mentri. Selain itu orang-orang Sunni juga 
harus dilibatkan dalam pembuatan undang-undang dasar baru. Hanya dengan 
demikian maka kemungkinan terjadi pemberontakan bersenjata kelompok Sunni bisa 
dicegah. 

Bila Kurdi dan Syiah bisa bersepakat maka pemimpin Kurdi Jalal Talibani, akan 
menjadi presiden, kemudian pemimpin Syiah Ibrahim Ja'afari akan menjadi perdana 
mentri. Namun sampai sekarang belum tercapai kesepakatan itu dan waktu terus 
mendesak. Bila pembicaraan ini berlarut-larut,  maka rakyat kehilangan 
kepercayaan bahwa upaya mendirikan negara demokratis akan berhasil.


* MENYAMBUT TIMUR TENGAH YANG DEMOKRATIS
Revolusi cemara di Libanon, pemilu demokratis di Irak dan di Palestina. 
Presiden Amerika Serikat betepuk dada, bangga melihat dirinya sebagai 
penghembus "angin segar" yang menyejuki Timur Tengah. Bahkan para penentang 
perang Irak pun mengakui peran Amerika ini. Tapi berapa besar sebenarnya peran 
Amerika? Dan peran apa yang bisa dimainkan Eropa? Lebih lanjut ulasan redaktur 
internet, Nicolien den Boer.
Sebelum invasi Amerika di Irak, proses demokratisasi di Timur Tengah sudah 
berlangsung, demikian Mustapha Kamel El Sayyid, guru besar ilmu politik dengan 
spesialisasi hak-hak azasi manusia pada Universitas Kairo. Di Maroko, Yemen, 
dan Yordania, sudah sejak beberapa tahun terakhir tumbuh menjamur pelbagai 
partai politik. Bahkan di Bahrain dan Mesir, rakyat boleh berdemonstrasi dengan 
damai. El Sayyid yang berada di Amsterdam dalam debat demokrasi di Timur Tengah 
ingin mencabut mitos yang menyatakan bahwa di seluruh Timur Tengah tidak ada 
kebebasan mengeluarkan pendapat. Ia juga membantah anggapan bahwa di Timur 
Tengah siapa yang berbicara akan disiksa hingga mati.
Selanjutnya, tambah guru besar Mesir itu pengaruh Amerika misalnya saja dalam 
revolusi cemara di Libanon tidak perlu dibesar-besarkan. Amerika boleh saja 
merasa puas dengan sanksi politik dan ekonomi terhadap pemerintah Damaskus yang 
mengakibatkan mundurnya pasukan Suriah dari Libanon. Namun menurut El Sayyid, 
yang terjadi sebetulnya adalah kebencian yang mengakar terhadap Suriah 
membangkitkan pergerakan rakyat di Beirut dan emosi itu tidak boleh diremehkan.
El Sayyid sebetulnya sangat skeptis terhadap tekanan politik dan ekonomi atau 
bahkan dukungan dari pemerintahan barat. Seolah-olah hanya karena jasa negara 
barat, maka demonstrasi dapat berlangsung. Di Timur Tengah, setiap rakyat akan 
mendukung pemerintahnya jika negara Barat menjatuhkan sanksi. Rakyat merasa 
yakin bahwa pemerintahlah yang akhirnya melayani kepentingan mereka, seperti 
yang terjadi di Eropa. Amerika dan Eropa selalu bicara tentang pelanggaran 
hak-hak azasi manusia misalnya yang terjadi di Iran. Namun apakah mereka pernah 
menyingggung pelanggaran sama yang pernah dilakukan ketika Syah Iran masih 
berkuasa?. Mereka berteman baik dengan Syah dan melupakan ribuan politikus yang 
dipenjara.
Wartawan Iran, Hossein Bastani menyimpulkan Amerika bercitra terlalu negatif di 
Timur Tengah, namun Uni Eropa harus tetap mendukung Timur Tengah. Menurutnya, 
para wartawan dan mahasiswa Iran berteriak meminta bantuan kepada negara-negara 
barat. "Kami tidak bisa melakukan sendiri". Di Iran para wartawan dan mahasiswa 
membentuk kelompok masyarakat sipil. Ketika Bastani masih tinggal di Iran, 
tahun 2003 ia hengkang ke Prancis, sampai delapan kali ia mencoba menghidupkan 
pers bebas. Namun ia dan rekannya menerima ancaman, disiksa dan akhirnya 
ditahan. Untuk itulah Bastani memerlukan dukungan dan dana negara barat antara 
lain untuk mendirikan pemancar satelit independen ke Iran.
El Sayyid berpendapat proses demokrasi di Timur Tengah datang dengan sendirinya 
dari dalam jika saja masyarakat sipil memberi pengaruhnya. "Di pemerintahan 
kini tak ada seorangpun aktivis hak-hak azasi manusia dari Amnesty 
International. Pemerintahan kini dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki 
kepentingan ekonomi. Ini juga terlihat di Eropa. Saat itu proses demokratisasi 
Eropa dapat berlangsung karena adanya masyarakat kelas menengah yang 
berpengaruh serta menuntut hak iktu memutuskan perkara penting. 
Kelompok menengah yang berkuasa itu juga harus memiliki alasan ketidakpuasan 
untuk memancing proses demokratisasi. Seperti misalnya di Libanon, setelah 
kematian mantan perdana menteri sekaligus milyuner Rafik Hariri, maka banyak 
masyarakat kelas menengah turun ke jalan. Dampaknya di Beirut sekarang terkenal 
dengan adanya Revolusi Gucci, karena peserta demonstrasi adalah para wanita 
kaya yang mengenakan gaun mahal serta bersepatu hak tinggi.


* KONGLOMERAT MINYAK BELANDA INGGRIS PENYEBAB KONFLIK AMBALAT

Perusahaan minyak Royal Dutch Shell diduga memakai data migas Blok Ambalat dan 
menyalahi undang-undang Indonesia yang melarang menggunakan data kakayaan migas 
Indonesia di luar negeri. Radio Nederland menghubungi pakar minyak Dr. Kurtubi, 
minta penjelasan soal peran Shell dalam konflik Ambalat.

Dr. Kurtubi : Jadi memang titik awalnya dipicu diserahkannya Blok Ambalat pada 
Shell oleh Petronas dan Shell yang tadinya perusahaan minyak yang memperoleh 
konsesi dari Indonesia untuk Blok Ambalat dengan begitu enteng masuk lagi ke 
blok sama lewat Malaysia, setelah ditinggalkan Blok Ambalat dan diserahkan pada 
ENI, perusahaan Italia.

Radio Nederland [RN]: Bagaimana dengan tuduhan Shell mencuri data?

Dr. Kurtubi : Kecurigaan itu beralasan. Sebenarnya bukan mencuri, karena Shell 
ini waktu menggarap dan memperoleh konsesi dari Indonesia untuk Blok Ambalat, 
sudah melakukan eksplorasi, pengeboran dan seterusnya di wilayah itu. Sehingga 
mereka sudah mendapatkan data geologi untuk kawasan Ambalat ini. Akan tetapi 
Shell kemudian meninggalkan Blok Ambalat setelah memilik data-data itu.

Sekarang dia balik masuk ke blok sama melalui jalur Malaysia, maka ada 
kecurigaan data yang mereka peroleh itu mereka buka ke pihak Malaysia. Nah, 
kalau ini terjadi, jelas kurang bagus yah, karena ini dapat dikategorikan 
melanggar ketentuan hukum Indonesia. Di mana ditentukan data kekayaan migas 
Indonesia dibuka di pihak yang tidak berhak. Dalam hal ini Malaysia atau 
Petronas. Lebih-lebih di Indonesia ada undang-undangnya yang melarang data 
geologi Indonesia dibawa ke luar negeri.

RN: Jadi berarti ini menyalahi undang-undang?

Dr. Kurtubi : Exactly ! Ini menyalahi undang-undang. Dan juga secara etika 
bisnis ini juga tidak eloklah Shell ini meninggalkan Blok Ambalat lalu masuk 
lewat pintu Malaysia ke blok sama. Kalaulah dia berminat untuk blok sama karena 
kebetulan setelah dia tinggalkan diteruskan oleh ENI ternyata prospek migas di 
sana ternyata cukup besar dia sebenarnya bisa masuk Blok Ambalat lewat 
Indonesia lagi. Dia bisa compete dengan yang lain termasuk Unocal untuk Blok 
East Ambalat.

Sebab sejak November atau December 2004 Indonesia sudah menyerahkan Blok East 
Ambalat itu pada Unocal.  Mestinya pada saat itu Shell bisa masuk, kalau ada 
iktikad baik, untuk menimbulkan sumbu antara Indonesia dan Malaysia. Nah, itu 
tidak! Dia masuk lewat pintu Petronas untuk blok yang sama. Ini dari segi etika 
bisnis tidak layak. Tidak elok.

RN: Tidak elok. Tapi vice president Shell Indonesia Wally Salah mengatakan 
wilayah yang tumpang tindih antara Blok Ambalat dan yang ditawarkan Petronas 
itu hanya sekitar lima prosen. Mereka mengadakan penelitian tersendiri, hasil 
studi seismik dari tahun 2003. Bagaimana menurut bapak kebenaran sangkalan 
Shell ini?

Dr.Kurtubi : Bisa saja diperbandingkan bahwa yang diperoleh Shell dari Malaysia 
ini sekitar 5%. Itu kalau dasarnya wilayah Malaysia itu tidak diklaim oleh 
Indonesia, tidak diklaim oleh Filipina. Itu memang luas sekali sebelah Utara 
itu. Nah, kalau sebelah utara itu termasuk blok yang diberikan pada Shell oleh 
Malaysia maka tentunya prosentasenya menjadi kecil.

Persoalannya bukan prosentase kecil, tapi ada wilayah Indonesia yang hak 
Indonesia di mana Shell seharusnya bisa masuk lewat Indonesia, tapi dia dengan 
begitu anteng masuk lewat Malaysia. Nah ini yang menimbulkan kecurigaan dari 
pihak Indonesia, bahwa strategi bisnis Shell kurang menguntungkan Indonesia.

Kami dapat memahami kalau Shell ngotot, berusaha keras memperoleh konsesi dari 
negara manapun untuk kawasan ini termasuk dari Malaysia, Filipina atau 
Indonesia guna memperoleh tambahan cadangan gas guna bisa melanjutkan LNG 
(liquified natural gas, gas alam yang dicairkan, Red.) -plan di Brunei yang 
mereka miliki. Karena LNG di Brunei yang dimiliki Shell cadangan gasnya sudah 
menipis. Jadi wajar Shell berusaha keras mendapat cadangan baru di kawasan ini. 

RN: Bagaimana  masalah ini harus diselesaikan, pak Kurtubi?

Dr. Kurtubi: Indonesia perlu memberikan peringatan keras pada Shell. Pertama 
agar tidak terulang kasus seperti ini bagi perusahaan asing di Indonesia. 
Terutama mereka yang beroperasi di wilayah-wilayah yang rawan persengketaan, di 
wilayah perbatasan. Apakah dengan Malaysia, Australia atau Filipina. Dan perlu 
undang-undang Indonesia disempurnakan. Ketiga, saya pikir, Shell kalau ada 
kesalahan yah minta maaf.

RN: Jadi tidak perlu kehilangan muka?

Dr. Kurtubi : Kita lihat juga mereka di Argentina strategis binisnya merugikan 
pemerintah Argentina.

RN: Mereka diboykot ya.

Dr. Kurtubi:  Diboykot. Peringatan keras buat pimpinan Shell di Nederland 
ataupun di London untuk lebih hati-hati. Negara-negara penghasil migas sudah 
begitu sensitif tentang perusahaan-perusahaan minyak internasional.

Demikian pakar minyak Dr. Kurtubi.


* MENAIKKAN HARGA BBM: WEWENANG PEMERINTAH ATAU DPR?

Kenaikan harga BBM merupakan wewenang pemerintah. Demikian Menko Perekonomian 
Aburizal Bakrie. Pengamat politik Arbi Sanit tidak setuju dengan pendapat ini. 
Baginya pemerintah harus bekerjasama dengan DPR untuk menghasilkan sebuah 
undang-undang. Lebih lanjut berikut Arbi Sanit.

Arbi Sanit [AS]: Ya, Menko Ekuin itu kan orang yang tidak tahu menahu mengenai 
urusan negara. Itu kan pedagang. Jadi semuanya dilihatnya dari segi dagang. 
Ketatanegaraan dia enggak ngerti apa-apa itu. Menteri omong kosong itu.

Sudah jelas kok dalam UUD dinyatakan bahwa Undang-undang dibuat oleh DPR 
bersama pemerintah. Ya enggak bisa pemerintah bikin sendiri. Ini dia kan 
merubah undang-undang. Harga BBM itu kan sudah ada dalam UU APBN 2005. 
Ditentukan harganya. Sekarang dinaikin, tanpa persetujuan DPR, kan melanggar 
UU. Nah itu yang enggak dimengerti oleh Menko Ekuin itu.

Radio Nederland [RN] Jadi langkah pemerintah untuk meminta persetujuan DPR itu 
sudah sesuai dengan undang-undang ya?

AS: Wajib itu. Wajib. Presiden bisa dituntut ke Mahkamah Konstitusi bahwa dia 
melanggar undang-undang dan UUD. Dan kalau itu dibenarkan oleh Mahkamah 
Konstitusi maka presiden bisa dipecat. Salah satu alasan pemecatan presiden 
adalah melanggar Undang-Undang. 

RN: Tetapi sekarang pemerintah menaikkan harga BBM, sementara mereka tahu bahwa 
dari segi perolehan suara saja, Golkar dengan Partai Demokrat itu cuma 185 
kursi dalam DPR, tidak sampai separuhnya. Jadi taruhan pemerintah untuk 
menaikkan harga BBM ini luar biasa besarnya ya?

AS: Ya luar biasa. Sampai resiko dia bisa di-impeach. Oleh karena itu saya kira 
ada kurang kecermatan presiden dalam membuat keputusan itu. Hanya mengejar 
uang, tapi tidak mempertimbangkan ketatanegaraan, urusan demokrasi tidak 
dipertimbangkan. 

Itulah salah satu bukti bahwa negara Indonesia ini sekarang sedang dikuasai 
oleh para borjuis, para pengusaha-pengusaha. Wakil presiden pengusaha, menteri 
ekuin pengusaha, ketua DPR pengusaha. Nah itu, pemerintah selalu melihat dari 
aspek bisnis, tidak melihat dari aspek memperbaiki negara dari segi 
ketatanegaraan dan politik. 

RN: Tapi menurut anda adakah pilihan politik lain bagi bagi pemerintahan SBY 
selain menaikkan harga BBM?

AS: Ya banyak. Yang instan adalah menghemat APBN. Misalnya bubarkan sejumlah 
departemen yang gak perlu, yang baru dibuat oleh siapa itu, biayanya berapa 
banyak itu departemen. Larang pembelian mobil baru, semuanya. Bisa saja. 
Hentikan perjalanan-perjalanan yang tidak perlu. Banyak hal yang bisa dihemat.

Itu yang instant. Kalau mau yang jangka panjang berantas korupsi. 100 trilyun 
setiap tahunnya, sepertiga dari APBN kata profesor Soemitro. Pajak bisa 
dinaikkan, pajak barang mewah, pajak rokok. Hayo.

RN: Apakah menurut anda subsidi BBM itu harus terus dilanjutkan?

AS: Menurut hemat saya biar dulu. Tidak momennya sekarang. Cari momen di mana 
ekonomi sedang baik, tarik subsidinya; di mana lapangan kerja sedang terbuka, 
tarik subsidinya; di mana rakyat bisa menahan, menanggung kenaikan-kenaikan 
harga. Ini sekarang kan rakyat sensitif terhadap itu. Sesudah dihitung oleh 
biro statistik, kemiskinan malah bertambah oleh karena orang yang hampir miskin 
sudah menjadi miskin karena kenaikan BBM itu.

RN: Di lain pihak juga jelas bahwa yang paling menikmati subsidi BBM adalah 
kalangan menengah ke atas, apakah itu perlu dilanjutkan?

AS: Itu kan resikonya, karena ini tradisi memberi subsidi. Tapi gak bisa itu 
tiba-tiba ditarik dalam situasi ekonomi sekarang. Dilemanya di situ. Kalau 
rakyat sedang susah, dikasih beban dengan menarik subsidi pasti ya melawan, 
pasti jadi isyu yang kontroversial. Jadi menarik subsidi itu pada saat ekonomi 
bagus dong. Jangan pada saat ekonomi buruk.

RN: Bagaimana dengan rencana untuk mengalihkan subsidi itu bagi kalangan yang 
miskin, kompensasi.

AS: Sudah ada peneliltian yang dilakukan oleh pelbagai lembaga. Hasilnya adalah 
30% efektif. Jadi omong kosong kan? Karena apa? Karena birokrasi enggak 
diperbaiki. Birokrasi yang akan membagi-bagikan uang itu. Tapi mereka birokrasi 
yang gajinya tak cukup. Yang uang transpornya enggak ada. Lalu dia makan 
sendiri subsidi buat rakyat itu. 

RN: Dengan demikian pilihan politiknya pelik sekali buat SBY ya?

AS: Iya, ini bukan barang mudah. Oleh karena itu jangan rakyat dikorbankan. 
Elit mengorbankan dirinya, orang-orang berkuasa mengorbankan dirinya dengan 
menghemat anggaran. Itu yang penting.

Kalau itu yang dilakukan SBY, dia berantam ke dalam, tapi keluar dia dapat 
pujian. Dia pengecut, ndak mau menghadapi kawan-kawannya sendiri. Ndak mau 
menghadapi birokrasi. Ndak berani dia. Semua presiden Indonesia pengecut, 
termasuk SBY yang seorang jenderal.

Demikian Arbi Sanit pakar politik dari Universitas Indonesia, Jakarta.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke