---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 19 Maret 2005 12:40 UTC



** MENLU RICE SERUKAN CINA LAKUKAN REFORMASI 

** EMPAT NEGARA TUNTUT PENARIKAN MUNDUR PASUKAN SURIAH 

** BOM MELEDAK DI BEIRUT 

** TINJAUAN INTERNASIONAL: UNI EROPA TURKI SALING TUDUH DAN SALING CURIGA 

** TINJAUAN INTERNASIONAL: BELANDA BANTU AFGANISTAN DALAM PEMBERANTASAN NARKOBA 



* MENLU RICE SERUKAN CINA LAKUKAN REFORMASI 

Menteri luar negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice pada kunjungannya di 
Jepang menyerukan agar Cina segera melakukan reformasi demokrasi. Selanjutnya 
Rice mendesak agar Korea Utara kembali ke meja perundingan. Awal pekan ini, 
Pyongyang kembali menekankan untuk tidak turut serta dalam perundingan enam 
negara soal program nuklirnya. Amerika Serikat, Jepang dan negara lainnya telah 
mencoba agar Korea Utara agar segera kembali ke meja perundingan. Setelah 
Jepang, Rice bertolak menuju Korea Selatan dan Cina.


* EMPAT NEGARA TUNTUT PENARIKAN MUNDUR PASUKAN SURIAH 

Rusia, Perancis, Jerman dan Spanyol menuntut pengunduran secara penuh pasukan 
Suriah dari Libanon. Presiden Vladimir Putin dan Jacques Chirac serta kanselir 
Jerman Gerhard Schroder serta perdana menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez 
Zapatero mengeluarkan pernyataan bersama pada pertemuan tingkat tinggi di 
Paris. Keempat pemimpin itu ingin agar Suriah kembali menarik pasukannya 
sebelum Juni. Selama berlangsungnya pertemuan tingkat tinggi itu, dibicarakan 
juga program nuklir Iran, hutang Rusia dan situasi di Ukraina.


* BOM MELEDAK DI BEIRUT 

Sebuah bom meledak di pemukiman warga kristen di ibukota Libanon, Beirut. 
Akibatnya enam orang terluka serta kerugian materil. Latar belakang pemboman 
itu sampai saat ini masih belum jelas. Lebih sebulan lalu, mantan perdana 
menteri Rafik Hariri tewas dalam sebuah serangan bom. Banyak yang menduga, 
Suriah berada di balik pembunuhan tersebut. Suriah akhirnya menarik mundur 
pasukannya setelah tekanan internasional.


* WARGA ZIMBABWE DI LUAR NEGERI TAK PUNYA HAK PILIH 

Tiga juta warga Zimbabwe yang tinggal di luar negeri tak diizinkan memilih 
dalam pemilihan parlemen 31 Maret. Demikian diputuskan Mahkamah Agung Zimbabwe. 
Tujuh orang warga Zimbabwe yang tinggal di Britania menuntut ke pengadilan agar 
mereka dapat memilih. Keputusan Mahkamah Agung itu merugikan pihak oposisi, 
karena diperkirakan mereka akan meraih banyak suara dari pemilih di luar 
negeri. Presiden Robert Mugabe selalu menentang hak pilih warga Zimbabwe yang 
tinggal di luar negeri. Hanya diplomat dan militer di luar negeri yang memiliki 
hak pilih.


* UJICOBA RUDAL JARAK JAUH PAKISTAN SUKSES 

Ujicoba rudal jarak jauh Pakistan berlangsung sukses. Rudal Shaheen 2 memiliki 
jangkauan 2.000 kilometer dan cocok menangkut nuklir. Setelah ujicoba pendahulu 
Shaheen 2 tahun lalu,  Islamabad menyatakan program rudal itu tidak bermaksud 
mengintimidasi India. Kedua negara tersebut selama satu dekade terlibat konflik 
dan saat ini secara perlahan memperbaiki hubungan.


* PRESIDEN RUSIA KUNJUNGI UKRAINA 

Presiden Rusia Vladimir Putin hari Sabtu ini mengunjungi Ukraina. Kunjungan itu 
merupakan yang pertama kali buat Putin sejak Viktor Yuschenko menjadi presiden. 
Putin mengadakan pembicaraan dengan Yuchenko dan perdana menteri Yulia 
Timoschenko mengenai perbaikan hubungan dua negara dan kerjasama ekonomi. Putin 
tetap menentang upaya jangka panjang Ukraina menjadi anggota Uni Eropa.  
Situasi di Ukraina menjadi salah satu agenda pembicaraan pada pertemuan puncak 
empat pemimpin negara di Paris. Pada pertemuan itu Putin berbicara dengan 
presiden Perancis Jacques Chirac, kanselir Jerman Gerhard Schroder dan perdana 
menteri Spanyol Jose Luiz Rodriguez Zapatero.


* ALAT BANTU PASIEN KOMA DI AMERIKA DICABUT 

Para dokter di Amerika mencabut alat bantu penyalur makan  yang diletakkan pada 
pasien yang terlentang koma 15 tahun. Hal itu sekaligus menandai berakhirnya 
perjuangan hukum tentang nasib Theresa Schiavo 41 tahun dari Flrorida. Selama 
bertahun-tahun suaminya mencoba mencabut alat bantu yang dipasang pada tubuh 
Schiavo. Namun orang tua istrinya menentang keinginan tersebut. Kasus itu 
menimbulkan kontroversi di Amerika. Baru-baru ini hakim akhirnya mengizinkan 
kematian Schiavo. Sebelumnya dalam usaha menyelamatkan nyawa Schiavo, anggota 
kongres partai republik memanggil wanita itu sebagai saksi di hadapan komisi 
penyelidikan. Namun pengadilan menolak upaya tersebut. Menurut ramalan, Schiavo 
akan meninggal dua pekan lagi.


* G-20 SERUKAN PENGHENTIAN SUBSIDI PERTANIAN NEGARA KAYA 

Kelompok negara-negara berkembang G-20 menyerukan agar dalam lima tahun 
mendatang, negara-negara kaya menghentikan subisidi ekspor pertanian. Menurut 
negara-negara yang tergabung dalam G-20, Uni Eropa dan Amerika harus 
menghentikan subisidi penjualan di bawah harga pasar di negara berkembang. 
Sementara pembatasan impor mengakibatkan petani dari negara miskin hanya 
memiliki sedikit atau bahkan tidak sama sekali akses pasar ke negara kaya. 
Anggota negara G-20 termasuk di antaranya Cina, Afrika Selatan dan Brazil. 
Kelompok G-20 itu mengadakan pertemuan di New Delhi, dalam persiapan 
perundingan perdagangan dunia, yang akan berlangsung di Hong Kong akhir tahun.


* PULUHAN TEWAS DI AFGANISTAN DAN PAKISTAN 

Puluhan orang tewas di Afganistan dan Pakistan menyusul banjir besar akibat 
tingginya curah hujan. Di propinsi Farah, Afganistan barat, setidaknya 85 orang 
tewas. Sementara ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Di Pakistan utara, 
sekitar 41 orang yang baru kembali dari kota suci Dera Ghazi Khan mengalami 
kecelakaan laut. Wilayah itu selama beberapa bulan dilanda cuaca buruk.


* UNI EROPA TURKI SALING TUDUH DAN SALING CURIGA 


Intro: Lembaga HAM Human Rights Watch mengeluarkan laporan yang mengecam keras 
perlakuan pemerintah Turki terhadap ratusan ribu orang Kurdi yang terusir dari 
kampung halaman mereka.  Sudah selama 15 tahun ini orang-orang Kurdi mengangkat 
senjata demi memperjuangkan kedaulatan mereka. Laporan ini diumumkan pada 
saat-saat yang tidak enak bagi Turki, karena perundingan Ankara untuk menjadi 
anggota Uni Eropa akan dimulai Oktober mendatang. Berikut laporan koresponden 
Dorian Jones dari Ankara.

Begitu Abdullah Tas masuk rumahnya yang sangat kecil, ia menunjukkan sebuah 
batu yang berasal dari rumahnya yang lama.

Abdullah menjelaskan bahwa batu itu merupakan wujud harapannya untuk pulang ke 
kampung halaman dan membangun kembali rumahnya. Desa tempat tinggal Abdullah 
dihancurkan oleh tentara Turki, 10 tahun lalu, ketika mereka berperang melawan 
para pemberontak Kurdi. Semua anggota keluarga Tas berharap bisa pulang kampung 
seperti berikut dijelaskan istrinya.

Istri Abdullah: Tentu saja saya mau pulang. Itu tanah air saya, kehidupan saya. 
Tetapi saya juga ingat apa yang dulu kami alami. Tentara pertama-tama menahan 
semua pria di desa kami, kemudian kami dipukuli selama berminggu-minggu, 
tentara melakukan pelecahan seksual, hampir saja mereka melakukan pemerkosaan. 
Saya tidak pernah mau pulang kecuali kalau saya yakin situasinya sudah aman. 

Menurut Human Rights Watch antara 300 ribu sampai satu juta orang Kurdi 
mengalami hal serupa. Di dalam laporan disebutkan sejumlah alasan mengapa 
orang-orang Kurdi ini sampai tidak bisa kembali. Disebutkan bahwa tentara dan 
milisi lokal yang didukung tentara mengintimidasi orang-orang Kurdi yang mau 
pulang. Pemerintah membesar-besarkan jumlah orang Kurdi yang telah kembali ke 
kampung halaman mereka. Ankara menyangkal semua tuduhan.

Atas desakan Human Rights Watch dan beberapa pihak lain, Uni Eropa menyampaikan 
kekesalan karena Turki tidak menggunakan momentum yang tepat untuk melakukan 
perombakan situasi hak-hak azasi manusia. Turki yang ingin menjadi anggota Uni 
Eropa, sebaliknya menuduh Brussel bersikap terlalu lamban untuk menangani 
permintaan Turki. Ketegangan itu menyebabkan semacam pertikaian mulut antara 
Menteri Luar Negeri Turki Abdullah Gul dengan perwakilan Uni Eropa di Turki. 
Tapi Gul yang ditemani komisioner urusan pemekaran Eropa Olli Rehn, tampak 
tenang saja saat berbicara dengan pers.

Abdullah Gul: Pemerintah Turki bertekad untuk terus melakukan perombakan sampai 
kapanpun. Rakyat Turki berhak terhadap pelbagai perombakan itu. Pemerintah akan 
terus bertekad melanjutkan perombakan. 

Menlu Abdullah Gul datang dengan pernyataan tadi hanya beberapa jam setelah 
suatu aksi unjuk rasa kaum perempuan. Menyambut hari perempuan 8 Maret lalu, 
ratusan perempuan Turki berdemonstrasi, tapi dibubarkan oleh polisi Istambul. 

suara demonstrasi hari perempuan internasional

Perempuan-perempuan yang ikut aksi unjuk rasa itu dipentungi, disemproti gas 
air mata dan ditahan. Menurut polisi aksi unjuk rasa tersebut tidak memiliki 
ijin dan para demonstran juga menolak bubar. Secara diplomatis komisaris Uni 
Eropa Olli Rehn menolak memberikan reaksi atas insiden aksi unjuk rasa 
tersebut. Rehn bisa mengerti sikap pemerintah Turki yang baru saja menerapkan 
perombakan tahun lalu. Tetapi Rehn menambahkan Brussel mengharapkan agar Ankara 
berbuat lebih banyak lagi.

Dalam soal pulau Cyprus, Olli Rehn mengharapkan konsesi yang lebih besar dari 
Ankara. Pulau Cyprus masih saja terbagi dua wilayah, yang masing-masing dihuni 
masyarakat Turki dan Yunani. Wilayah Cyprus Yunani sudah menjadi anggota Uni 
Eropa tahun lalu. Brussel mendesak Ankara untuk mematuhi perjanjian pabean 
dengan Nicosia. Ankara bersikukuh dan menuntut Uni Eropa harus terlebih dahulu 
mengabulkan janjinya yaitu mengurangi sanksi perdagangan terhadap Cyprus Turki. 
Menurut pakar hubungan internasional Mensor Akgun "Kepercayaan timbal balik" 
merupakan kata kunci untuk mencairkan ketegangan bilateral saat ini.

Mensor Akgun: Persyaratan khusus dikenakan pada Turki, yaitu proses perundingan 
yang lama yang tidak diberlakukan terhadap calon negara-negara anggota Uni 
Eropa yang lain. Disamping itu, di Eropa juga berlangsung berdebatan soal latar 
belakang budaya Turki apakah itu cocok dengan budaya Eropa. Kalau saja Eropa 
percaya pada kita maka masalahnya akan lebih mudah lagi. 

Kegembiraan tanggal 17 Desember lalu ketika Turki berhasil memperoleh kepastian 
soal tanggal perundingan keanggotaannya, sudah tidak terasa lagi. Saat ini 
saling tuduh dan saling tidak percaya makin menutupi optimisme dan harapan. 
Dengan nasib pengungsi Kurdi yang memalukan tadi dan buntunya pembicaraan 
mengenai pulau Cyprus,  rupanya sulit bagi Uni Eropa dan Turki untuk memulihkan 
hubungan keduanya.


* BELANDA BANTU AFGANISTAN DALAM PEMBERANTASAN NARKOBA 

Menteri Kerja Sama Pembangunan Belanda, Agnes van Ardenne berkunjung ke 
Afganistan guna meyakinkan Presiden Hamid Karzai  bahwa negerinya tetap bisa 
mengharapkan bantuan dari Belanda dalam dua atau tiga tahun mendatang. 
Afganistan adalah negara penerima bantuan pembangunan terbesar Belanda. Di 
negeri sendiri, Karzai menghadapi serangkaian masalah nasional. Masalah 
terbesar mungkin adalah perdagangan narkoba. Tahun belakangan saja, 
perkebununan opium di Afganistan sampai berlipatganda . Lebih jauh laporan 
redaktur pembangunan Pieternel Gruppen. 

Pemberantasan perdagangan narkoba merupakan prioritas utama kebijakan Presiden 
Afganistan Hamid Karzai. Dua hari setelah dilantik sebagai presiden Desember 
lalu, Karzai menjadi tuan rumah konperensi internasional perdagangan narkoba. 
Sang presiden ingin menunjukkan bahwa ia sangat menganggap serius perang 
melawan narkoba. Tapi pemberantasan narkoba sama saja dengan kalah perang. 
Demikian tandas pakar Afganistan Willem Vogelsang.

Willem Vogelsang: Sangat mudah membiakkan opium. Opium bisa tumbuh di mana 
saja, lain halnya dengan gandum dan padi yang butuh banyak air. Sementara itu 
orang juga harus makan, menyekolahkan anak-anaknya. Semua ini jelas butuh 
biaya. 

Menurut Karzai, opium merupakan ancaman terbesar terhadap keamanan nasional 
Afganistan. Korupsi bisa merajalela, karena polisi mau pun pejabat pemerintah 
tidak akan bisa tahan godaan untuk tidak terlibat perdagangan opium yang sangat 
menguntungkan itu. Para jagoan perang bisa memakai hasil perdagangan opium 
untuk memperkuat posisi mereka. Tapi pengembangbiakan opium bukanlah 
satu-satunya ancaman terhadap Afganistan. Terorisme internasional dibiayai dari 
hasil perdagangan narkoba. Selain itu meningkatkan kecanduan obat bius di 
seluruh dunia. Demikian Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda, Agnes van 
Ardenne. 

Agnes van Ardenne: Kami juga harus melihat kalangan pembeli narkoba, jadi bukan 
hanya mereka yang menjualnya. Di seluruh dunia, permintaan terhadap narkoba 
meningkat, bukannya berkurang. Jadi sebaiknya kami mencari pendekatan 
internasional, pertama untuk mengurangi permintaan narkoba. Dan kedua guna 
mengendalikan perdagangan narkoba. Jadi kami harus bisa menemukan pendekatan 
yang bisa membawa dampak ganda. 

Walau Van Ardenne mengakui kepentingan pemberantasan penanaman opium, tapi ia 
hanya memakai seperpuluh anggaran yang disediakan untuk pemberantasan 
perdagangan narkoba. Masyarakat internasional pada umumnya tidak ingin terlalu 
terlibat dalam persoalan peka ini. Mereka cemas pemberantasan penanaman opium 
bisa menimbulkan percekcokan antara pelbagai kelompok di Afganistan. 
Negara-negara donor yang sanggup menangani masalah ini, menggunakan cara mereka 
masing-masing. Demikian tandas Willem Vogelsang.

Willem Vogelsang: Ada sedikit perselisihan soal ini. Amerika memang bertekad 
memusnahkan opium dan menyemprot perkebunannya. Dan ini yang telah mereka 
lakukan, walau secara ilegal. Pemerintah Afganistan sangat menentang cara itu. 
Demikian juga lsm-lsm internasional. Penyemprotan perkebenunan jelas 
menyebarkan racun. Selain itu, yang dirugikan petani-petani lokal saja, bukan 
perantaranya dan orang-orang yang sebenarnya mengambil keuntungan dari 
perdagangan narkoba.

Tapi Presiden Karzai hanya bisa bertindak terhadap para gembong pedagang 
narkoba, apabila berhasil menangkap dan menyeret mereka ke pengadilan. Untuk 
itu Karzai membutuhkan angkatan polisi yang kuat dan sistem kehakiman yang 
baik. Di sinilah peran negara-negara donor. Dengan membantu pembangunan negara 
hukum di Afganistan, mereka secara tidak langsung juga mendukung Karzai dalam 
perang melawan narkoba. Menurut Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Agnes van 
Ardenne, negara-negara donor harus lebih memusatkan perhatian pada para petani. 

Agnes Van Ardenne: Carilah pilihan lain bagi para petani miskin, karena mereka 
menjadi sasaran mudah para penjahat. Mereka selalu berhasil melibatkan para 
petani miskin dalam kegiatan-kegiatan kriminal. Para petani inilah yang paling 
dirugikan. Pertama, mereka miskin. Dan kedua, karena mereka terlibat kegiatan 
kriminal. 

Ada resiko bahwa Afganistan menjadi apa yang disebut negara narkoba. Presiden 
Hamid Karzai bertekad mengatasi masalah perdagangan narkoba di Afganistan. Tapi 
ia juga sadar bagaimana kenyataan politik negerinya. Dalam masa mendatang ia 
akan membutuhkan semua bantuan untuk menegakkan hukum di negaranya supaya bisa 
menang dalam perang melawan pembiakan opium. Demikian tandas pakar Afganistan 
Willem Vogelsang.

Willem Vogelsang: Itulah pertanyaannya: Siapa yang akan menang? Penanaman opium 
atau pembangunan negara negara hukum? Saya tidak tahu.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke