--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Sabtu 02 April 2005 13:40 UTC ** HELIKOPTER AUSTRALIA JATUH DI NIAS ** KONDISI PAUS MAKIN KRITIS ** CINA TUTUP PERBATASAN KOREA UTARA ** TINJAUAN INTERNASIONAL: LATIHAN MILITER NRF DI KEPULAUAN KANARIA ** TINJAUAN INTERNASIONAL: RUSIA HALANGI KONTRIBUSI OSCE * HELIKOPTER AUSTRALIA JATUH DI NIAS Sebuah helikopter Angkatan Laut Australia jatuh di Nias. Helikopter berpenumpang 11 orang itu jatuh ketika sedang melakukan operasi penyelamatan. Nasib para penumpang masih belum diketahui. Pada hari ke lima pasca gempa, di Gunung Sitoli masih ditemukan seorang korban hidup di bawah puing reruntuhan rumah. Operasi bantuan berjalan lamban karena cuaca buruk, kurangnya angkutan dan jalan-jembatan yang hancur. Kemarin malam Barat Laut Sumatera dikejutkan gempa susulan berkekuatan 5,8 skala Richter. Sejauh ini tidak dilaporkan adanya korban. * KONDISI PAUS MAKIN KRITIS Belasan ribu orang berkumpul di alun-alun Santo Petrus Roma berdoa untuk Paus Yohannes Paulus II. Pemimpin gereja Katolik Roma, 84 tahun itu menurut Vatikan dalam kondisi sangat kritis dan mendekati ajalnya. Tim medis melaporkan tekanan darah Paus rendah, jantung dan ginjalnya tidak berfungsi dengan baik. Kendati demikian sumber Vatikan menyebut Paus terkadang sadar. Jutaan umat katolik di seluruh dunia menggelar misa khusus. Tadi malam sekitar 70 ribu orang berjaga malam di pelataran Gereja Santo Petrus. Sebulan ini Paus sudah dua kali masuk rumah sakit karena keluhan pernapasan, kondisi sempat pulih sejenak. Namun Kamis silam, ia mengalami serangan jantung. Ini kali Paus tidak ingin di rawat di rumah sakit. * CINA TUTUP PERBATASAN KOREA UTARA Cina menutup perbatasan dengan negara jiran Korea Utara. Beijing berusaha mencegah penyebaran wabah flu burung yang melanda Korut. Peternakan unggas Cina di sepanjang perbatasan Korea Utara massal divaksinasi. Sementara itu Korea Utara sudah memusnahkan ratusan ribu unggas di peternakan seputar Pyongyang. Pakar virus mencemaskan munculnya virus jenis baru yang berbahaya bagi manusia. * MOGOK MASSAL NEPAL MENENTANG RAJA Aksi mogok massal di Nepal memprotes Raja Gyanendra. Tepat dua bulan lalu Gyanendra, mengganti kabinet pimpinan Sher Bahadur Dueba karena dianggap tidak mampu meredam perlawanan pembangkang maois. Aksi ini diprakarsai pembangkang Maois yang sudah sepuluh tahun ini ingin menghapus monarki di Nepal. Mogok massal ini melumpuhkan lalu lintas dari dan ke ibukota Katmandu. Di daerah-daerah masih belum terasa dampaknya. Aksi massal ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari. * PARTAI MUGABE RAIH MAYORITAS MUTLAK PARLEMEN ZIMBABWE Partai berkuasa Zimbabwe, ZANU-PF pimpinan Presiden Robert Mugabe meraih mayoritas mutlak di parlemen. Komisi Pemilihan Umum menyatakan bahwa sedikitnya 100 dari 150 kursi parlemen jatuh ke tangan ZANU. Dengan dua per tiga perolehan kursi maka Mugabe bisa merubah undang-udang dasar, tanpa dukungan oposisi. Pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai menuduh kecurangan besar-besaran pada pemilu Kamis silam. Oposisi memperingatkan munculnya pemberontakan rakyat. Pengamat barat juga melaporakan adanya ketidak beresan pada pencoblosan. Panitia pemilu diduga mencantumkan ratusan ribu nama yang direkasaya atau orang-orang yang sudah meninggal dunia. * PRESIDEN PALESTINA PECAT BEBERAPA PETINGGI KEAMANAN Presiden Palestina, Mahmud Abbas memecat sejumlah petinggi dinas keamanan. Mereka dinilai gagal menanggulangi masalah anarki dan kekerasan di Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza. Dua hari silam beberapa orang pendukung gerakan Fatah menembaki kantor pusat presiden di Ramallah. Presiden Abbas mengumumkan kebijakan tegas untuk mencegah insiden serupa. * AKTIVIS WARTAWAN KUBA LARI KE SPANYOL Aktivis wartawan dan sastrawan tenar Kuba, Raul Rivero mencari perlindungan sementara di Spanyol. Ia akan menetap sementara di Spanyol. Langkah ini dipandang sebagai hasil positif upaya pemerintah Spanyol selama ini. Madrid ingin membuka kembali dialog antara Kuba dengan Uni Eropa. Empat bulan lalu Rivero dibebaskan dari penjara Kuba. Ia ditangkap bersama 74 disiden Kuba, Maret 2003 dan divonis 20 tahun penjara. Sejak itu Uni Eropa membekukan semua hubungan dengan Havana. Berkat penengahan Madrid, Rivero dilepas November tahun lalu. Rivero pernah menjadi pendukung kuat revolusi komunis di Kuba. Ia kecewa dengan pemerintahan model Sovyet yang dianut Kuba. Tahun 1991 ia memutus hubungan dengan Fidel Castro dan mendirikan kantor berita indipenden Cuba Press. * LATIHAN MILITER NRF DI KEPULAUAN KANARIA Mulai akhir pekan ini, satuan pasukan Denmark memulai operasi pengintaian di pulau Kanaria, Fuerteventura. Ini adalah latihan terbesar pertama satuan baru NATO, NATO Response Force atau NRF yang dapat disaksikan masyarakat. Hari-hari mendatang, sekitar 3000 militer dari 16 negara akan beraksi di dan di sekitar Fuerteventura dan Gran Kanaria. Lebih jauh ulasan redaktur Hans de Vreij. Latihan Noble Javelin 05 bisa merupakan satu-satu tugasnya NRF. Kepulauan Kanaria dirubah menjadi semacam kepulauan fiktif Dansu, di mana sejak beberapa tahun beberapa kelompok terlibat bentrokan sengit. Militer-militer PBB tidak mampu lagi menjamin keamanan orang-orang yang ditampung di pelbagai kamp pengungsi. Beberapa kamp pengungsi dikepung para pemberontak yang menghambat penyaluran barang-barang bantuan. Dalam skenario latihan tersebut, maka Dewan Keamanan PBB merasa perlu meminta bantuan NATO. NATO pada gilirannya memutuskan menempatkan pasukan NRF. Dalam lima hari, satuan pengintai pertama sudah harus berada di tempat. Tidak lama setelah itu, juga satuan angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara NRF harus beraksi. Apabila perlu mereka bisa menggunakan kekerasan. Tugas mereka adalah memulihkan kembali ketertiban serta melindungi warga sipil. Setelah itu, tugas-tugas ini diserahkan kepada pasukan perdamaian PBB. Latihan dipimpin dari markas besar pasukan multinasional, seperti juga akan dilakukan dalam praktek. Awalnya, markas besar tersebut terletak di atas kapal Britania HMS Invincible. Setelah itu akan beroperasi di pulau Fuerteventura. NRF adalah satuan baru. Satuan ini baru dinyatakan operasional Oktober lalu dan karena itu juga bisa dikerahkan. Insiatif untuk membentuk satuan baru NATO ini datang dari Amerika. Washington menilai bahwa NATO kurang mampu untuk mengirimsecara cepat satuan ke wilayah-wilayah di mana pun di dunia. "NATO memang memiliki banyak pasukan. Tapi hanya sedikit saja yang bisa cepat dan dalam waktu dekat bisa dikirim ke kawasan-kawasan tersebut.' Demikian Kepala Pertahanan Belanda, Jenderal Dick Berlijn kepada Radio Wereldomroep. "NATO Response Force bertanggung jawab atas pengiriman cepat satuan ke kawasan". Selain itu Berlijn menegaskan bahwa tugas-tugas NRF juga termasuk aksi-aksi yang 'sangat tinggi spektrum kekerasannya' dan itu bukanlah misi-misi perdamaian yang dalam 20 tahun belakangan seringkali diikuti Belanda. Semua negara anggota NATO secara bergilir selama setengah tahun turut serta dalam NRF. Mulai tahun 2006, NRF akan memiliki 21 ribu pasukan dan mencapai puncak kekuatannya. Satuan-satuan Amerika sejauh ini tidak tampak kehadirannya dalam rotasi NRF itu. Mengenai hal ini, Menteri Luar Negri Belanda Ben Bot mengatakan dalam ceramahnya pekan ini 'seberapa logiskah kalau NRF hanya diisi oleh pasukan-pasukan Eropa saja? Menurut saya untuk menjaga perasaan solidaritas bersama, maka sangatlah penting agar satuan-satuan Amerika juga disertakan dalam NRF'. Dalam rotasi sekarang, NRF4, Belanda menjadi pemimpinnya. Belanda menyertakan pasukan darat terbanyak serta markas besar korps tentara Jerman-Belanda. Dalam latihan 'Noble Javelin 05' ini, keterwakilan Belanda juga sangat terasa, yaitu 650 militer dari angkatan darat, staf brigade mesin multinasional ke 43, infantri panser dan satuan-satuan pendukung lainnnya. Angkatan udara juga tidak ketinggalan dengan mengikutsertakan satu skuadron pesawat F-16. Salah satu perencana Noble Javelin 05 adalah Letnan Kolonel Marinir Marco Hekkens. Ia menegaskan hanya transportasi cepat udara dan laut yang dibutuhkan saja dari negara-negara peserta yang dikirim ke 'Dansu' atau kepulauan Kanaria. "Di samping itu kami harus pula memperhitungkan musim liburan yang pasti akan ramai dengan lalu lintas udara yang dipenuhi para wisatawan'. Menurut Hekkens lagi, dibandingkan dengan NATO 'lama', maka proses perencanaan bagi latihan NRF ini jauh lebih pendek. Dulu untuk latihan semacam itu dibutuhkan 18 bulan waktu persiapan sekarang hanya membutuhkan 3,5 bulan. Menteri Pertahanan Belanda Henk Kamp menegaskan pentingnya NRF untuk bisa ditempatkan secara kilat. 'Bisa ditempatkan dengan cepat adalah sesuatu yang mudah dikatakan tapi dalam prakteknya sulit dilakukan. Apabila anda menghendaki militer anda dalam waktu lima atau sepuluh hari bisa menjalankan tugas di mana saja di dunia ini, maka ada banyak hal yang harus diatur dan itu membutuhkan pengorganisasian yang sangat besar'. NRF sekarang sudah bisa ditempatkan tapi Menteri Kamp meramalkan bahwa dalam waktu dekat ini tidak akan ada kebutuhan yang sangat genting untuk segera mengirim NRF. 'NRF memang sudah bisa dikirim tapi dalam satu atau dua tahun mendatang, NRF akan mengemban misi yang memiliki sifat kemanusiaan. Dalam beberapa tahun, NRF juga harus bisa mengemban misi yang lebih tinggi dalam aneka kekerasan, dan itulah yang akan terjadi dalam prakteknya. * RUSIA HALANGI KONTRIBUSI OSCE Rusia sudah bertahun-tahun suka menghambat tugas Organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa OSEC. Kali ini pemerintah Rusia menolak membayar kontribusi tahunan dan dengan demikian menghambat anggaran tahun 2005. Dalam sebuah dokumen rahasia, Uni Eropa menyatakan kecemasannya dan memperingatkan akan kemungkinan pecahnya OSCE. Menurut Moskow tugas organisasi ini terlalu banyak membatasi diri pada pengawasan hak-hak asasi manusia serta proses demokratisasi di Rusia dan negara-negara sekutunya. Lebih jauh laporan redaktur Nicolien den Boer. Rusia bersama 54 anggota lainnya adalah anggota 'keluarga besar' OSCE. Tujuan organisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa ini adalah mendorong kerja sama antar negara-negara anggotanya di bidang kemanusiaan, ekonomi dan militer. Dalam praktek OSCE terutama mengawasi apakah hak-hak asasi manusia dan demokrasi ditaati, serta pemilu berjalan bebas dan jurdil. Tapi pemerintah Rusia makin merasa dikambinghitamkan. Menurut pakar OSCE Bert Bomert, perasaan ini dapat dimengerti. Bert Bomert: Rusia merasa diperlakukan tidak adil. Menurut Moskow, OSCE bersikap ganda. Rusia dan sekutu-sekutunya dikritik di bidang hak-hak asasi manusia dan pemilu demokratis. Tapi Moskow menunjuk pada beberapa kasus lain di mana Rusia dirugikan, seperti misalnya di negara-negara Baltik, di mana warga Rusia diperlakukan buruk. OSCE tidak mengatasi masalah ini. Selain itu Moskow menuduh para pengamat yang dikirim OSCE untuk memantau pemilu republik-republik tetangga Rusia yang pro Rusia, selalu memihak kepada oposisi. Dengan secara terbuka meragukan hasil pemilu, maka OSCE jelas mendukung pihak oposisi dan dengan demikian menjatuhkan pemerintah-pemerintah sekutu Rusia. Hal ini juga telah terjadi di Ukraina, Georgia dan pekan belakangan di Kirgizia. Untuk apa harus ikut membiayai sebuah organisasi yang sebenarnya anti-Moskow? Setiap tahun Rusia ikut membayar sembilan juta euro kepada OSCE, sekitar 5% dari jumlah total anggaran OSCE. Selain itu, Moskow dengan hak vetonya, sudah berbulan-bulan menghalangi persetujuan untuk anggaran tahun ini. Ini juga dilakukan tahun 2002. Tanpa anggaran, OSCE tidak bisa memulai kegiatan-kegiatan baru, dan akhirnya juga tidak bisa membayar gaji stafnya. Menurut Bert Bomert, organisasi ini bekerja berdasarkan konsensus. Ini berarti bahwa setiap pihak harus menyetujui suatu keputusan. Ini sebenarnya semacam hak veto, yang berlaku bagi setiap anggota, dari Rusia sampai San Marino atau Vatikan. Uni Eropa menyatakan kecemasannya melalui sepucuk surat rahasia yang ditujukan kepada para duta besar Uni Eropa. Surat ini yang diterbitkan oleh harian Amerika The Herald Tribune, mengimbau negara-negara Uni Eropa menyetujui anggaran OSCE dan membayar kontribusi yang seharusnya dibayar Rusia. Kalau tidak, maka organisasi tersebut terancam pecah. Surat ini tidak hanya menunjuk pada dampak-dampak keuangan akibat langkah Rusia, tapi juga pada struktur konsensus. Kesepakatan-kesepakatan dalam OSCE, secara yuridis mengikat dan tidak bisa dipaksakan kepada satu anggota yang tidak bersedia memberi persetujuan. Jadi konsensus sangat penting. Para anggota berbagi norma dan nilai. Menurut para analis, di sinilah letak masalahnya. Karena Rusia ingin agar OSCE menetapkan nilai-nilai yang lain. OSCE seharusnya tidak terlalu sibuk menjaga hak-hak-asasi manusia dan demokrasi, tapi lebih mementingkan ekonomi, lingkungan hidup dan terorisme. Bomert sependapat dengan Rusia karena hanya beberapa persen dari anggaran disediakan untuk pemberantasan terorisme dan lingkungan hidup. Bert Bomert: Alasan Rusia itu memang benar. Tapi dipertanyakan apakah OSCE adalah organisasi yang tepat untuk menangani masalah-masalah tersebut. Organisasi-organisasi seperti Uni Eropa dan NATO lebih berurusan dengan masalah lingkungan hidup dan pemberantasan terorisme. Tapi Rusia tidak tergabung dalam dua organisasi tersebut. Karena itu Rusia berupaya memanfaatkan OSCE untuk mendengarkan suaranya. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
