--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 01 April 2005 13:10 UTC ** PBB PERKIRAKAN JUMLAH KORBAN TEWAS GEMPA 1.300 ORANG ** KONDISI PAUS YOHANES PAULUS II SANGAT MENGKUATIRKAN ** BANK DUNIA DUKUNG BENDUNGAN DI LAOS ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OPOSISI LIBANON MULAI TIDAK SABAR ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KASUS KEMATIAN PASIEN KOMA TERRI SCHIAVO, KASUS KORUPSI BNI DAN JALANNYA BANTUAN NIAS ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KORBAN GEMPA TERANCAMA KELAPARAN DAN KURANG AIR BERSIH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PARLEMEN BELANDA DAN EROPA HARUS MEMONITOR TERUS KASUS MUNIR, DESAK SUCIWATI * PBB PERKIRAKAN JUMLAH KORBAN GEMPA TEWAS 1.300 ORANG Menurut ramalan Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB, 1.300 orang tewas akibat gempa yang mengguncang Nias dan Simeuleu. Jumlah itu berada di antara ramalan sebelumnya yaitu 1.000 hingga 2.000 orang tewas. Di Nias, lebih dari 600 mayat ditemukan. Sementara Bandara di Nias, dipersiapkan untuk pendaratan pesawat bala bantuan. Sementara itu di Simeulue kerusakan terjadi lebih parah dari yang diramalkan. Menurut PBB seluruh desa di daerah itu hancur. Sampai saat ini dilaporkan 17 orang tewas karena sebelumnya daerah itu telah diberi peringatan. * KONDISI PAUS YOHANES PAULUS II SANGAT MENGKUATIRKAN Kondisi kesehatan Paus Paulus Yohanes II sangat mengkuatirkan namun stabil dan sadarkan diri. Tekanan darahnya tidak teratur, demikian dilaporkan Vatikan setelah keadaan Paus Yohanes Paulus II semakin memburuk usai jantungnya berhenti sesaat kemarin. Namun menurut jurubicara kardinal Navarro Valls keadaan Paus kini tenang dan Jumat pagi berbicara dengan beberapa karyawan. Paus juga menyatakan tidak ingin dirawat lagi di rumah sakit. Sebelumnya datang tersebar berita Paus Paulus II telah meninggal dunia. Sebelumnya juga tersebar berita Paus Yohanes Paulus II terbaring koma. Sahabat baiknya kardinal Polandia, Andrzej Maria Deskur menyatakan Paus dengan tenang menghadapi saat terakhirnya. Selain itu kunjungan kardinal Deskur --yang menurut tradisi tampaknya bertugas mengumumkan kematian Paus-- menjadi pertanda kematian Paus yang semakin mendekat. Paus, 84 tahun panas tinggi akibat infeksi saluran kemih yang dideritanya. Paus Yohanes Paulus II dirawat di rumah sakit dua kali dalam beberapa bulan terakhir dengan kesulitan pernafasan. Namun tampaknya ia segera membaik setelah menjalani operasi. Berat badannnya turun hampir 20 kilo. Karena Paus mengalami kesulitan untuk menelan, ia menerima infus makan cair. * BANK DUNIA DUKUNG BENDUNGAN DI LAOS Bank Dunia akhirnya sepakat untuk mendukung pembangunan bendungan raksasa di Laos, melalui perundingan alot selama 10 tahun. Proyek kontroversi Nam Theun 2 itu menelan dana sebesar 1,2 milyar dolar. Bank Dunia mendukung seperempat dari pendanaan tersebut. Proyek itu akan menghasilkan 150 juta dolar per tahun buat Laos dengan produk bendungan itu antara lain penjualan saluran listrik ke Thailand. Namun organisasi lingkungan dan hak asasi manusia membunyikan signal dengan pembangunan itu. Pembangunan bendungan di tepian sungai Mekong yang diikuti dengan pembangunan reservasi seluas 450km persegi itu memaksa pemindahan ribuan orang dan merusak ekosistem di wilayah tersebut. Dukungan terhadap proyek bendungan raksaksa itu merupakan keputusan terakhir dari presiden Bank Dunia James Wolfensohn. Paul Wolfowitz menduduki posnya 1 Juni setelah Selasa kemarin secara resmi ditunjuk sebagai presiden Bank Dunia. * KAMPANYE PEMILIHAN WILAYAH DI ITALIA DIHENTIKAN Perdana Menteri Silvio Berlusconi, menyatakan sebagai rasa simpati tehadap kondisi kesehatan Paus Yohanes Paulus II, maka seluruh partai politik Italia menghentikan kampanye pemilihan regional. Sementara pemilihannya sendiri akhir pekan ini tampaknya tidak akan mengalami perubahan. Para uskup di seluruh dunia diserukan untuk berdoa bagi Paus. Di negara asalnya Polandia, diselenggarakan misa tambahan terutama di daerah asalnya Krakau. Sementara itu masyarakat muslim di Polandia juga diumumkan pada sembayang Jumat kali ini untuk mendoakan Paus. * PARTAI OPOSISI ZIMBABWE RAIH 31 KURSI Setelah perhitungan sepertiga suara yang masuk maka partai oposisi di Zimbabwe meraih 31 dari 39 kursi di perlemen. Hasil perhitungan suara itu datang terutama dari kota-kota milik partai oposisi MDC. Sementara partai presiden Robert Mugabe Zanu PF populer di daerah pedesaan dan sampai saat ini masih sedikit suara yang dihitung. Oposisi menuduh pemerintah melakukan kecurangan dan hanya menguntungkan partai Zanu PF. Sementara media masa hanya meyiarkan kampanye Zanu PF. Presiden Robert Mugabe yakin partainya Zanu PF akan meraih suara mayoritas. Pemilihan parlemen di Zimbabwe kali ini berlangsung tenang. Semetnara beberapa pengamat mengatakan pada hari pemilihan pun tidak ditemukan adanya kerusuhan. Hal itu berbeda dengan apa yang terjadi di tahun 2000 dan 2002. * MAHKAMAH DI DEN HAAG TANYAI PEMERINTAH KOLOMBIA Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag menanyakan kepada pemerintah Kolombia hukuman apa yang dijatuhi oleh para pelaku kejahatan kemanusiaan. Hal itu merupakan yang pertama kalinya sejak tiga tahun berdiri Mahkamah Pidana Internasional memperhatikan perang saudara di Kolombia. Para hakim ingin mengatahui tindakan apa saja yang diambil terhadap para pelaku penculikan. penyiksaan dan pembunuhan masal di negara tersebut. Pemberontak FARC dan ELN serta kelompok paramiliter selama satu dekade belakangan melakukan kejahatan tersebut. Pemerintah Kolombia saat ini melakukan perundingan mengenai kemungkinan gencatan senjata dengan paramiliter. Hal tersebut merupakan isu yang sensitif karena tidak adanya kurangnya informasi mengenai kejahatan yang dilakukan kelompok tersebut. Pekan ini di San Ofofre, 800km dari Bogota utara, ditemukan kuburan masal. Di dalamnya ditemukan puluhan mayat yang kemungkinan besar dibunuh oleh paramiliter. * BRITANIA TUTUP KEDUTAANNYA DI PANTAI GADING Pemerintah Britania menutup kedutaan besarnya di Pantai Gading dan menyerukan warganya untuk meninggalkan negara tersebut. Pemerintah di London kuatir dengan adanya perpecahan baru antara pemerintah dan pemberontak. Pada kenyataannya Pantai Gading terbagi dua sejak gagalnya usaha penyingkiran Presiden Laurent Gbagbo tahun 2002. Sejak itu pemberontak menguasai bagian utara dan bagian selatan dikuasai oleh pasukan pemerintah. Beberapa usaha perdamaian mengalami kegagalan. * PESAWAT MILITER AMERIKA JATUH DI ALBANIA Pesawat militer Amerika jatuh di Albaina, tepatnya 150km sebelah selatan ibukota Tirana. Dipastikan seluruh sembilan orang awaknya tewas. Penyebab kecelakaan itu belum ditemukan. Kemungkinan besar karena pilot menerbangkan pesawat terlampau rendah. Wilayah pegunungan di daerah kecelakaan menyulitkan kerja regu penyelamat. Pesawat militer Amerika itu berada di Albania untuk melakukan latihan militer bersama. * BERITA BURSA Lantai bursa Amsterdam masih menanti berita pasar tenaga kerja di Amerika. Indeks AEX berada pada titik 370 poin atau keuntungan sekitar 0,2 persen. Sementara indeks Nikkei di Tokyo ditutup dengan 11.724 yang merupakan keuntungan sekitar 0,5 persen. Indeks Dow Jones di New York ditutup 0,4 persen lebih rendah yaitu pada titik 10.504. Sementara Nasdaq berakhir pada titik 1999 poin atau kerugian sebesar seperempat persen. C 1 = $ 1, 2971 sen * NATO DAN AUSTRALIA KERJASAMA PERANGI TERORISME Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO Jaap de Hoop Scheffer menandatangani perjanjian kerjasama memerangi terorisme dengan Australia. Kerjasama itu menyangkut pertukaran informasi terorisme internasional selain Australia akan menempatkan atase pertahanannya di markas NATO. Selanjutnya Australia akan memainkan peran penting mencegah tersebarnya senjata pemusnah masal. Kunjungan itu merupakan pertama kalinya bagi de Hoop Scheffer ke Australia dan berharap kerjasama itu akan meluas ke negara-negara Asia dan Timur Tengah. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OPOSISI LIBANON MULAI TIDAK SABAR Oposisi di Libanon mulai tidak sabar lagi karena sampai sekarang belum juga ada pemerintah baru. Oposisi menuduh pemerintah Suriah dan pemerintah demisioner Libanon sengaja menghambat pembentukan pemerintah baru sehingga bisa mensabotase pemilu mendatang. Lebih jauh laporan redaktur Timur Tengah Bertus Hendriks. Atas tekanan kuat masyarakat internasional maupun negara-negara Arab, maka Suriah tidak bisa berbuat lain kecuali melanjutkan penarikan mundur pasukan dan dinas rahasianya dari Libanon. Tapi ini tidak berarti bahwa Suriah bersedia menyerahkan begitu saja pengaruhnya di Libanon. Suriah malah berupaya mempengaruhi proses politik di negara tetangganya melalui cara lain. Langkah penting berikut dalam proses politik itu adalah pemilihan parlemen yang direncanakan digelar sebelum akhir Mei mendatang. Sejauh ini Libanon masih belum mempunyai pemerintah baru. Nampaknya situasi seperti ini tidak akan cepat berubah. Oposisi anti-Suriah menuduh Suriah serta sekutu-sekutunya dari Libanon, sengaja menghambat pembentukan pemerintah baru untuk mencegah kekalahan dalam pemilu mendatang. Oposisi cemas bahwa mayoritas anggota pro-Suriah dalam parlemen yang sekarang akan memperpanjang mandatnya di parlemen, seperti juga terjadi dengan mandat Presiden pro Suriah yang sekarang Emile Lahoud. Perdana Menteri demisioner sekaligus calon baru Perdana Menteri pro Suriah Omar Karami memainkan peranan penting di dalamnya. Pembunuhan terhadap pendahulunya Rafiq Hariri menimbulkan demonstrasi besar-besaran, sehingga Omar Karami tidak bisa berbuat lain kecuali lengser saja. Tapi situasi tampak berubah ketika demonstrasi anti Suriah itu disusul demonstrasi pro Suriah yang lebih besar lagi yang dipimpin Hezbollah. Mantan Perdana Menteri Omar Karami kemudian diminta Presiden pro Suriah Emile Lahoud, untuk membentuk pemerintah baru. Ini jelas menimbulkan kemarahan oposisi. Tetapi jarum berbalik lagi ketika demonstrasi besar Hezbollah diikuti oleh demonstrasi anti Suriah yang lebih besar lagi. Kedua kubu sekarang membuktikan bahwa mereka bisa memobilisasi warga ke jalan. Tetapi skornya masih 2-1 untuk keunggulan oposisi anti Suriah yang juga mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional. Merasa diperkuat dengan keberhasilan ini, maka oposisi anti Suriah menolak bekerjasama dengan Omar Karami. Karimi menghendaki kubu oposisi bersama dengan partai-partai pemerintah pro Suriah membentuk suatu pemerintahan nasional bersama. Tetapi oposisi menolak karena mereka menganggap pemerintah sekarang turut bertnaggung jawab atas pembunuhan mantan perdana menteri Rafiq Hariri. Mereka juga menuntut turunnya jaksa penuntut umum serta ketua dinas keamanan Libanon. Keberhasilan pertama oposisi diraih melalui pengumuman bahwa ketua dinas keamanan akan mengambil cuti selama sebulan. Oposisi juga merasa didukung dengan laporan sementara PBB mengenai pembunuhan Hariri. Laporan tersebut mengkritik keras pemerintahan Karami dan dinas rahasia termasuk Suriah. Kritik itu mencakup perlindungan yang tidak memadai terhadap Hariri sebelum pembunuhan serta mengacaukan penyelidikan pembunuhan itu. Dewan Keamanan PBB siap memerintahkan pembentukan komisi penyelidik internasional yang independen. Ini juga menjadi kemenangan bagi oposisi anti Suriah. Namun untuk mengubah kekuatan oposisi dari jalan ke kursi parlemen dibutuhkan pemilihan umum. Oleh karena itu, oposisi menuntut pemilu dan bukannya pemerintah kesatuan nasional yang terdiri dari para teknokrat netral. Mereka tidak akan menjadi calon dalam pemilu parlemen mendatang dan satu-satunya tugas mereka adalah memastikan bahwa pemilu bebas dan adil digelar sebelum akhir Mei. Namun itu semua hanya bisa terwujud apabila segera ada pemerintah yang merancang undang-undang pemilihan baru serta mengambil langkah-langkah lain secara tepat waktu. Calon perdana menteri Omar Karimi pekan ini pertama-tama mengatakan telah mengembalikan perintah formasi, yang ketika itu ditunda lagi dan sekarang akan memberikannya kembali. Alasan mengapa oposisi menyebut tentang taktik tarik ulur dan sabotase. Sementara itu, berbagai serangan berlangsung dalam waktu pendek ini di Beirut. Tidak ada seorangpun yang mengaku bertanggung jawab tapi bagi oposisi sudah jelas bahwa Suriah berada di belakangnya. Sebagai peringatan bahwa sikap anti Suriah yang terlalu kuat akan membawa resiko besar bagi stabilitas Libanon yang masih rapuh itu. * KASUS KEMATIAN PASIEN KOMA TERRI SCHIAVO, KASUS KORUPSI BNI DAN JALANNYA BANTUAN NIAS Harian International Herald Tribune menulis, kasus hidup mati Terri Schiavo menimbulkan perbincangan di Amerika, baik dari segi etis maupun kedokteran serta benturan politik. Kasusnya menimbulkan pertanyaan sampai sejauh mana pemerintah dapat turut campur tangan dalam kehidupan pribadi seseorang. Perjuangan "hidup mati" nya menimbulkan perdebatan di Amerika seperti apa yang dikatakan presiden George W Bush sebagai suatu kultur kehidupan. Sementara itu harian sore NRC Handelsblad menulis, kaum konservatif menyatakan Presiden Bush dan senat terlampau mencampuri urusan pribadi. Hal itu juga menimbulkan perpecahan di antara kubu konservatif. Usaha politisi untuk memandang kasus itu dari sisi keagamaan konservatif justru menghasilkan sesuatu yang berlawanan. Dari kasus Terri Schiavo kita beralih ke masalah dalam negeri Indonesia: Untuk pertama kalinya dalam lima bulan kepemimipnan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia memvonis pelaku pembobolan bank kelas kakap, demikian judul harian sore NRC Handelsblad. Presiden SBY benar-benar melaksanakan agendanya untuk memberantas korupsi. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhirnya memvonis hukuman penjara seumur hidup kepada Adrian Herling Waworuntu yang membobol Bank BNI sebesar Rp 1,2 trilyun. Selain Waworuntu, 17 orang lainnya dinyatakan terlibat, lima di antaranya pegawai BNI. Sembilan di antara pelaku itu sudah diajukan ke pengadilan. Pelaku utama Waworuntu, juga harus membayar Rp1 miliar subsidier satu tahun kurungan penjara dan wajib mengganti kerugian negara sebesar 300 miliar rupiah. Ketua pengadilan Roki Pandjaitan seperti dikutip NRC Handelsblad, menyatakan kasus itu menjadi alasan utama mengapa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Dengan keputusan itu Waworuntu mengajukan banding. Dari kasus pengadilan Waworuntu kita beralih ke daerah yang tertimpa bencana gempa. Koran yang sama NRC Handelsblad menyatakan, korban gempa diperkirakan kurang dari jumlah yang diramalkan semula yaitu sekitar 1.000 hingga 2.000 orang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di bawah curahan hujan mengunjungi Nias. Gempa susulan, cuaca buruk dan problem logistik menghambat regu penyalamat melaksanakan tugasnya. Sementara bantuan yang mengalir dari luar negeri saat ini sedang dalam perjalanan. Amerika mengirim dua kapal marinir dengan fasilitas medis. Jepang dan Australia mengirim pesawat militer yang membawa obat-obatan. Sementara helikopter SIngapura sudah datang dengan bantuan makanan dan air bersih. Hal senada juga diungkapkan ABC Newsonline yang menyatakan regu penyelemat berupaya melakukan tugasnya kendati gempa susulan dan cuaca buruk menghambat pendistribusian barang bantuan. Demikian ABC Newsonline dan demikian pula ulasan pers kali ini. * KORBAN GEMPA TERANCAMA KELAPARAN DAN KURANG AIR BERSIH Gempa Nias sempat timbulkan air pasang besar di pesisir barat pulau. Demikian dilaporkan Elisakti Halawa koordinator pos bantuan kemanusiaan Nias. Selain itu kelaparan dan kurangnya air bersih mulai mengancam para korban yang selamat dari gempa. Berikut penuturan Elisakti dari Gunung Sitoli, Nias. Elisakti: Sempat turun air. Makanya itu menakutkan semua orang, berlarian ke atas gunung. Radio Nederland [RN]: Tapi air tidak naik lagi ya? Tetap turun? Elisakti: Di Gunung Sitoli tidak naik. Tapi dia kembali kepada posisi normal. Tetapi daerah Mandrehe itu naik dan malah lebih dahsyat dibanding waktu tsunami. Yang dulunya itu paling adalah satu, dua kilometer, ini sampai ke lima kilometer. RN: Tetap terjadi tsunami sebenarnya? Elisakti: Benar. Dan begitu juga di kota Lahewa. Kota Lahewa itu masuk air. Dan Sirombu juga masuk air. Itu sempat surut. Surut itu sampai nampak dasar pulau Hinako. Kemudian ... menghantam pelabuhan lagi dan satu orang anak-anak yang meninggal. RN: Listrik bagaimana? Komunikasi bagaimana? Elisakti: Komunikasi masih syukur saat ini baru saja, baru saja bagus sinyal Simpati. Nggak tahu sampai beberapa jam lagi. Listrik padam, tidak ada lagi. Seluruh pulau Nias tidak ada lagi listrik. RN: Nah, ini kan dengan kata lain belum ketahuan pasti ya, berapa korban di Lahewa, berapa di Sirombu, berapa di Teluk Dalam, berapa di Mandrehe. Belum ketahuan? Elisakti: Yang bisa kita sampaikan dari data terakhir kita semalam, yaitu 215 orang yang di kota Gunung Sitoli, yang sudah berhasil dievakuasi, itu di Gido ada 35 orang berhasil dievakuasi, kemudian Idano Gawo ada 41 orang, di Teluk Dalam telah 40 orang yang sudah dievakuasi. Di Lolomatua ada delapan orang, Lolowa'u itu ada tujuh orang, dari Tuhemberua ada sepuluh orang. Nah, masih banyak yang terkurung di bangunan-bangunan. Yang paling susahnya sekarang ini adalah daerah-daerah yang terpencil, kita sampai sekarang ini belum bisa dapatkan berapa jumlah korbannya. RN: Taksiran pemerintah kan ada di kisaran angka 2000 yang mati. Taksiran Anda sendiri bersama relawan Anda berapa ini? Elisakti: Kalau taksiran kita, barangkali tidak sampai 2000an tapi akan mencapai seribuan. RN: Bagaimana dengan transportasi darat? Elisakti: Semua putus. Kita tidak bisa. Kecuali hanya satu pilihan, yaitu ojek. Truk dan segala macam sudah tidak bisa lagi kita masuk ke dalam. RN: Bagaimana dengan bantuan? Ini kan simpang-siur sekali soal bantuan ini. Ada yang menyebut sudah masuk, ada yang bilang belum masuk, ada yang bilang penjarahan. Bagaimana benarnya? Elisakti: Kita juga perlu sampaikan, yang terjadi di kantor Bupati hari yang lalu, penjarahan yang dilakukan oleh masyarakat adalah logistik yang tersedia, yang bertumpuk pada saat tsunami di pendopo itu. Bukan bantuan yang khusus untuk gempa ini. RN: Jadi belum ada bantuan pada saat satu hari sudah gempa ya? Elisakti: Belum ada. Makanya masyarakat ramai-ramai. Itu mendatangi kantor Bupati dan membongkar gudang kantor Bupati yang kebetulan itu masih bertumpuk bantuan yang waktu tsunami yang lalu. RN: Itu bantuan tsunami 26 Desember itu? Belum disalurkan tiga bulan itu? Elisakti: Belum disalurkan. Belum. RN: Itu yang diambil masyarakat? Elisakti: Ya itulah yang diambil masyarakat. Air minum, apa segala macam. Itu hanya di Gunung Sitoli, dan hanya sebagian kecil yang terbackup dengan itu. Yang terakhir kita lihat, kebetulan posko kita itu adalah di depan pelabuhan. Baru hari ini mulai masuk bantuan. Itu pun bantuan dari TNI dan SBY. Tapi sampai sekarang ini masih belum disalurkan. Karena itu baru dibongkar muat dari pelabuhan. Jadi aku pikir tidak benar kalau bantuan sudah tersalur. Apalagi di kecamatan-kecamatan yang jauh dari Gunung Sitoli. Karena transportasi sampai sekarang ini sudah lumpuh total. RN: Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden datang ya di pulau Nias untuk memberikan perhatian. Bagaimana respon masyarakat? Elisakti: Respon masyarakat sampai sekarang ini malah tidak terlalu antusias dengan kedatangan Presiden. Ya, silakan aja presiden datang. Mereka juga sedang berduka. Mereka juga sedang mengurusi semua keluarga. RN: Bagaimana dengan air bersih? Elisakti: Mana, jangankan air bersih, untuk air minum saja, sekarang ini susah benar. RN: Untuk sementara ambil air dari mana ini? Elisakti: Mereka harus cari air di mana-mana. Dan itu sangat jauh mas. RN: Jadi langsung ambil dari air gunung gitu? Elisakti: Iya, itu mas. Di sini kan hujan sekarang ini. Nah itu mereka tampung. RN: Jadi air hujan ditampung untuk minum? Elisakti: Iya, untuk diminum. Hari ini saja sekian banyak orang yang sudah tidak makan. Berarti soal ancaman kelaparan sudah mengancam. Kapan kelaparan ini memakan korban, ya barangkali kita lihat dalam beberapa hari ke depan ini, kalau tidak ditanggulangi secepatnya. Demikian Elisakti kepada Radio Nederland. * PARLEMEN BELANDA DAN EROPA HARUS MEMONITOR TERUS KASUS MUNIR, DESAK SUCIWATI Janda almarhum Munir, Suciwati, yang datang ke parlemen Belanda dengan berpakaian serba hitam dan lencana dengan foto Munir, tampak puas, setelah bertemu Komisi Luar Negeri Parlemen di Den Haag, kemarin. Terutama, wakil Fraksi Kiri Hijau Nyonya Karimi membuat Suci terharu, karena kepeduliannya yang mendalam, sampai Suci mengundang Karimi untuk hadir jika tiba saatnya sidang pengadilan kasus Munir nanti. Celakanya, Nyonya Karimi pernah ditolak visanya oleh pemerintah Jakarta tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, Suci yang diantar delegasi LSM Belanda dan Indonesia bertemu dengan Duta Besar RI Mohammad Jusuf di KBRI, dan besok akan menuju Parlemen Eropa di Brussel. Suci berharap agar parlemen dan pemerintah Belanda dan Uni Eropa terus memantau perkembangan penyidikan kasus Munir. Berikut ini, keterangan Nyonya Karimi dan Suciwati, kepada Radio Nederland: Karimi: Paling tidak informasi mengenai penyelidikan hukum, apakah ia puas dengan penyelidikan tersebut. Ia mengatakan memang ada kemajuan tapi tidak begitu optimis apabila menyangkut mereka yang memberikan perintah untuk membunuh Munir. Bagi kami yang penting penyelidikan berjalan dengan baik sampai ke akarnya. Tidak hanya pelaku lapangan tetapi juga otak di belakangnya harus diminta pertanggung jawabannya. Demikian Farah Karimi, anggota parlemen Belanda. Sementara Suciwati sendiri menerangkan kunjungannya ke parlemen Belanda: Suciwati: Farah Karimi mewakili parlemen tadi itu sangat betul-betul membuat hati saya terharu.Dan saya dapat support yang sangat tinggi dari beliau. Kalau memang tidak akan ada halangan dari pemerintah Indonesia, dia juga akan ikut datang. Itu kongkritnya yang akan mereka lakukan. Radio Nederland [RN]: Visanya ditolak tuh .. Suciwati: Yah itu, karena bulan Januari kemarin dia mau ke sana. tapi karena visanya ditolak, akhirnya tidak jadi. Sebetulnya juga kepingin ketemu saya. Kemarin dia mulai coba lagi, ternyata kayaknya sudah bagus lagi. RN: Ini sebetulnya pemerintah Belanda sudah cukup kooperatif, dengan mengirim bahan berkas perkara dan pemeriksaan di sini. Hanya organ alamarhum Munir belum dikirim. Tapi itu soal tehnis. Jadi apa lagi yang diharapkan dari pemerintah Belanda? Suciwati: Saya harus berterima kasih juga yah kepada pemerintah Belanda. Mereka mulai baik. Mereka juga mulai bekerja sama dengan, dalam hal ini untuk secepatnya mempermudah kasus ini diusut secara tuntas. Tapi penting bagi saya, bahwasanya mereka tetap memonitor. Dan Kalau memang kasus ini dijadikan pelaku lapangan saja yang ditangkap, yah... . Itu penting untuk harus diingatkan. Bukan hanya itu, Munir adalah seorang aktivis yang kematiannya karena pembunuhan politik. Ini sebuah konspirasi yang pemerintah Belanda juga harus memonitor untuk itu, mengingatkan benar tidak sih, menanyakan terus juga. Agar kasus seperti ini jangan terulang lagi. Kalau misalnya hanya pelaku lapangannya yang ditangkap yah hak asasi dan demokrasi di Indonesia ini mundur lagi RN: Hal yang sama nanti anada harapkan di Brussel? Anda mau ke parlemen Eropa? Suciwati: Ya, ya. Agendanya sama deh kayaknya. Saya akan tetap mencari kebenaran itu ke manapun saya bisa cari. Kalau bisa kasus Munir ini yang terakhir. Jangan ada lagi pembunuhan. RN: Tapi begini saudari Suci, anda berangkat dengan semangat cukup optimis. Kami mendengar pula bahwa sambutan dari ketua Komisi HAM PBB Makarim Wibisono cukup baik. Dan saya kira pertemuan dengan duta besar RI di Belanda Mohammad Yusuf juga baik bukan? Suciwati: Ya, ya. RN: Menteri luar negerinya barusan mengatakan bahwa masalah Munir ini masalah domestik. Bagaimana ini? Suciwati: Mestinya sebagai seorang menteri. Kalau menurut saya sih, siapa pun boleh berpendapat. tapi bagi saya pribadi, selama lagi kebenaran itu. Di dalam negeri saya Tidak mendapat jawaban itu. Kemanapun aka saya cari kasus suami saya agar diusut tuntas, agar diadili secara jujur, transparan dan menjawab rasa keadilan saya. RN: Ini kemungkinan ada beberapa kesalahan dari pihak Belanda. Tidak semua penumpang ketika itu diperiksa. Kemudian masih ada dua tentunya warga Belanda itu. Apa hati kecil anda yang anda desak supaya tuntas? Suciwati: Saya tetap berharap kepada pemerintah Belanda, kalau memang dia concern ingin membantun kasus ini secepatnya dibuka, yah mereka dengan memberikan kepada kepolisian di Indonesia berkasnya. Tapi kan kalau untuk kesaksian dua warga Belanda yang katanya masih harus diperiksa, mestinya pemerintah Belanda juga memberikan kelonggaran agar investigasi ini bisa secepatnya juga. RN: Tapi mereka mendapat perlindungan sebagai warga lho, selama belum ada ... Suciwati: Saya tidak menegerti masalah hukum sama sekali. jadi intinya sih kalau memang pemerintah Belanda mau membantu yah bukalahruang itu untuk tim investigasi polisi kita. Demikian janda almarhum Munir, Suciwati. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
