--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 09 September 2008 16:10 UTC ** KRISIS POLITIK THAILAND TERUS BERLANJUT ** MANTAN PM BANGLADESH BEBAS ** ALI ZARDARI RESMI PRESIDEN PAKISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KARENA ZAMAN SUSAH BANYAK PENSIUNAN AMERIKA HARUS BEKERJA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BURKA DILARANG DI PEKARANGAN SEKOLAH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DI SYURGA ADA MUSIK MARS ** GEMA WARTA ULASAN PERS: SENGKETA ANTAR YAHUDI DI YERUSALEM DAN WARGA INDONESIA KORBAN KEKEJAMAN BELANDA TUNTUT GANTI RUGI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PARA KERABAT KORBAN RAWAGEDE MENGGUGAT BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMERINTAH RI TIDAK MAU DIBEBANI SEJARAH MASA LALU * KRISIS POLITIK THAILAND TERUS BERLANJUT Perdana Menteri Thailand, Samak Sundaravej harus mundur. Demikian vonis mahkamah konstitusi Thailand. Menurut majelis hakim, Samak melanggar undang-undang dasar, karena ia tampil sebagai presentator pada suatu acara masak pada sebuah pemancar televisi Thailand. Hal ini dilarang, karena bisa menimbulkan jalinan kepentingan. Samak baru berhenti sebagai presentator, dua bulan setelah ia menjabat sebagai perdana mentri. Undang-undang Thailand melarang perdana mentri dan para anggota kabinet bekerja pada suatu perusahaan swasta yang bertujuan mencari laba. Sementara itu, karir politik Samak tampaknya tidak akan terganggu. Sebelum ini, partai pemerintah telah mengumumkan, kembali akan mengajukan Samak sebagai calon perdana mentri. * MANTAN PM BANGLADESH BEBAS Mantan Perdana Mentri Bangladesh, Nyonya Khaleda Zia, dibebaskan dari penjara setelah membayar uang jaminan. Ia telah ditahan lebih dari satu tahun atas tuduhan korupsi. Sejauh ini, dua dari empat tuntutan perkara terhadapnya telah dicabut kembali. Beberapa waktu lalu, seorang mantan perdana menteri lain, Nyonya Sheikh Hasina Wajed, juga dibebaskan. Pembebasan dua mantan perdana mentri ini merupakan uluran tangan pemerintah pada dua partai oposisi terbesar di Bangladesh, Liga Awami dan BNP. Diharapkan, dengan pembebasan ini, rencana pemilu legislatif yang akan berlangsung akhir tahun ini berjalan mulus. Selama pemimpin mereka berada dalam tahanan, Liga Awami dan BNP menolak berbicara dengan pemerintah darurat, mengenai pelaksanaan pemilu. * ALI ZARDARI RESMI PRESIDEN PAKISTAN Di Pakistan, Asif Ali Zardari, duda mendiang mantan Perdana Mentri, Benazir Bhutto, resmi disumpah menjadi presiden. Sabtu lalu, pemimpin Partai Rakyat Pakistan ini dipilih oleh mayoritas suara di parlemen dan wakil-wakil empat propinsi. Dengan demikian, Zardari resmi menjadi pengganti presiden yang bulan lalu mengundurkan diri, mantan panglima militer Pervez Musharraf. Presiden baru ini menghadapi berbagai tugas berat. Di antaranya, masalah ekonomi dan makin meningkatnya ketegangan politik. Bersamaan dengan saat pemilihan presiden di parlemen Sabtu lalu, suatu serangan bom di Baratdaya kota Peshawar menewaskan 30 orang. Dan pada tahun 2007, di seluruh Pakistan, lebih dari 1.200 orang tewas akibat berbagai serangan teror. * PESAWAT MACAN TAMIL DITEMBAK JATUH Angkatan Udara Srilanka mengumumkan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat terbang milik kelompok gerilya Macan Tamil. Beberapa saat sebelumnya, pesawat kelompok gerilya tersebut membom suatu pangkalan militer di Srilanka Utara. Pemboman tersebut, juga disertai serangan dari darat. Pertempuran ini menewaskan 20 jiwa, sepuluh dari pihak militer, dan sepuluh dari pihak pemberontak. Sejauh ini, pihak Macan Tamil belum mengkonfirmasi jatuhnya pesawat mereka. Kelompok Macan Tamil menggunakan pesawat-pesawat kecil bermotor tunggal, buatan Cheska. Rangkaian serangan pesawat-pesawat kecil ini cukup merepotkan militer Srilanka. * AMERIKA TARIK TENTARA DARI IRAK Amerika Serikat, secara berangsur-angsur, selama lima bulan mendatang, akan menarik mundur 8.000 tentara mereka dari Irak. Rencana penarikan tersebut akan diumumkan oleh Presiden George W. Bush hari ini, demikian pengumuman dari Gedung Putih. Menurut Presiden Bush, sebagian dari jumlah total 146.000 tentara di Irak, bisa ditarik mundur, karena banyak kemajuan dicapai dalam perjuangan melawan pemberontak. Walaupun demikian Presiden Bush sadar, sekonyong-konyong, keadaan bisa memburuk lagi. Sementara itu, di Afghanistan, Amerika justru akan mendatangkan 4.500 tentara baru. Saat ini, jumlah tentara Amerika di Afghanistan, 33.000 orang. * SHELL BEROPERASI KEMBALI DI IRAK Perusahaan minyak milik Britania - Belanda, Shell, akan mengelola sumber gas di Irak Selatan. Dengan demikian, Shell merupakan perusahaan minyak Barat pertama, dan sekaligus perusahaan minyak asing kedua, yang kembali beroperasi di Irak, setelah invasi Amerika pada tahun 2003. Bulan lalu, suatu perusahaan minyak Cina, telah menanda-tangani eksploitasi suatu ladang minyak di Irak. Untuk eksploitasi tersebut, penanaman modal Shell bernilai empat milyar dolar. * TOPAN IKE TEWASKAN WARGA KUBA Di Kuba Timur, dipastikan empat orang tewas akibat topan Ike. Deru angin topan kategori 1 pada skala Saffir dan Simpson ini, disertai gelombang setinggi rumah dan hujan deras. Perkebunan-perkebunan pisang hancur dan banyak rumah rusak. Diperkirakan, hari ini topan Ike akan melanda kota Havana. Ibukota Kuba ini, sebagaimana kota-kota lainnya, sudah bersia-siap menanti kedatangan topan Ike. Hampir dua juta penduduk dan turis yang berada di pulau Kuba sudah mengungsi. Menurut para pakar meteorologi, topan Ike akan menuju Teluk Mexico dan kekuatannya akan berkurang. * PARTAI PEMERINTAH MENANG PEMILU ANGOLA Partai oposisi Angola, Unita, mengakui kekalahan mereka dalam pemilu legislatif. Sebagai partai oposisi terbesar, Unita hanya berhasil mengumpulkan sekitar sepuluh persen suara. Sementara partai pemerintah, MPLA, pimpinan Presiden Jose Eduardo Dos Santos, berhasil meraih lebih dari 80 persen suara. Menurut para pengamat pemilu dari Eropa, pemilu yang berlangsung Jum'at lalu, pada umumnya berlangsung bebas dan terbuka. Walaupun demikian, memang terjadi beberapa kerusuhan, yang masih akan disidik lebih lanjut oleh para pengamat dari Eropa. Pelaksanaan pemilu pertama sejak enambelas tahun terakhir ini berlangsung cukup kacau dan terjadi banyak keterlambatan. Para pemilih di propinsi Luanda, misalnya, terpaksa baru melaksanakan pemilu pada hari Sabtu. * BERITA BURSA Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Selasa pagi tadi, nilai indeks AEX turun 0,3 persen, pada 397,67 poin. Sedang nilai indeks harga saham gabungan di Paris, London dan Frankfurt juga merosot antara 0,2 hingga 0,3 persen. Di Tokyo, pada saat penutupan pasar, Selasa sore waktu setempat, nilai indeks Nikkei ditutup dengan kerugian sebanyak 1,8 persen, pada 12.400,65 poin. Nilai tukar euro dan dolar Amerika: 1 euro tercatat sama dengan 1,4130 dolar, 1 euro seharga 13.283 rupiah, 1 dolar senilai 9.388 rupiah. * KARENA ZAMAN SUSAH BANYAK PENSIUNAN AMERIKA HARUS BEKERJA Sekarang ini, penduduk negara industri hidup lebih lama dan punya anak lebih sedikit, jika dibandingkan dengan masa lalu. Ini berarti, makin banyak orang lanjut usia dan makin banyak pensiunan, ketimbang tahun-tahun terdahulu. Berbagai pemerintahan kini sedang sibuk memperhitungkan bagaimana bisa tetap membayar uang pensiun, karena orang yang bekerja makin sedikit, sedang jumlah pensiunan makin banyak. Salahsatu cara pemecahan yang diterapkan di Amerika Serikat: tetap bekerja. Laporan redaktur politik John Tyler. Lestra Vertucci adalah seorang wanita gesit, berusia 74 tahun. Ia kini bekerja 24 jam per pekan, di Kantor Arsip dan Sejarah, kota Montgomery, negara bagian New York. Tugasnya mendata dokumen, yaitu memasukkan nama-nama anggota juri pengadilan sejak tahun 1806 ke dalam komputer. Setiap kali, ia mengambil sebuah amplop manila dari tumpukan dus di samping mejanya. Kemudian ia mengetik nama, tanggal, dan pekerjaan anggota juri. Terpaksa Bekerja Karena badannya tinggi besar, orang tentunya heran melihat wanita seusia Nyonya Vertucci masih bekerja memasukkan data di kantor. Apakah ia tidak lebih suka menikmati usia pensiunnya? Nyonya Lestra Vertucci: "Saya sudah pensiun sejak sembilan tahun lalu. Tapi, dua tahun lalu, suami saya meninggal. Semoga tuhan memberkatinya. Karena tinggal sendirian, ... saya kesepian. Tapi bukan hanya itu, saya juga kehilangan sebagian pendapatan. Sebenarnya sangat sulit mengambil keputusan untuk kembali bekerja. Tapi, kesulitan keuangan, ... saya butuh uang tambahan. Jadi, saya harus kembali bekerja". Lestra Vertucci merasa beruntung. Temannya, juga seorang pensiunan, kini harus bekerja di McDonalds, dengan gaji hanya sedikit di atas upah minimum. Di seluruh Amerika, ratusan ribu pensiunan lainnya juga melakukan pekerjaan sejenis. Tiga Sandaran Utama Pemerintah Federal Amerika memiliki sistem pensiun, yang disebut jaminan sosial, sejak zaman Presiden Delano Roosevelt, pada tahun 1930-an. Namun sistem ini tidak dirancang untuk memberi jaminan uang pensiun sepenuhnya. Sebagaimana dikemukakan oleh Michael Burgess, direktur dinas perawatan orang jompo, negara bagian New York. Michael Burgess: "Kami selalu menegaskan, jaminan sosial hanya salahsatu dari tiga sandaran utama. Pertama jaminan sosial, kedua tabungan pribadi, dan ketiga, kami selalu berharap orang mempunyai hak pensiun tersendiri dari tempat kerja mereka. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Di negeri ini, hak pensiun dari tempat kerja makin menjadi barang langka, karena perusahaan-perusahaan besar tidak mau lagi menjamin uang pensiun. Mereka hanya bersedia memberi tunjangan sekaligus, bukan uang pensiun berkepanjangan". Memang tiga sandaran utama tersebut tidak lagi berdiri kokoh. Kini, jumlah warga Amerika yang mampu menabung untuk hari tua, makin sedikit saja. Selain itu, kini sudah semakin jarang orang bekerja di tempat yang sama hingga usia pensiun. Dan itu sering berarti, hak uang pensiun mereka juga berkurang. Kehilangan Hak Bahkan, orang-orang yang punya jaminan uang pensiun baik pun, bisa saja pada akhir masa kerja kehilangan semua hak-hak mereka, jika perusahaan tempat mereka bekerja bangkrut atau dijual. Bill Carol, dulu bekerja sebagai kepala staf sebuah gedung pertemuan di New York. Setelah mencapai usia pensiun, ia memilih tetap bekerja. Bersama beberapa teman lain ia mengelola suatu klub informal, yang mereka namakan Romeo. Singkatan dari Retired Old Men Eating Out, yang artinya Orang Pensiunan Makan di Luar. Salah seorang teman baik Bill Carol selalu berpikir, ia dengan keadaan berkecukupan akan bisa menikmati masa pensiunnya: Bill Carol: "Dalam kasus ini, pria tersebut bekerja di perusahaan swasta. Jabatannya cukup tinggi, hingga ia pensiun dari perusahaan tersebut. Tidak lama kemudian perusahaan itu bangkrut, dan diambil-alih oleh suatu perusahaan lain. Akibatnya, salahsatu jaminan pensiunnya hilang, yaitu asuransi kesehatan". Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai manajer senior, agar bisa membayar premi asuransi kesehatannya, pria ini kini bekerja sebagai pengantar bunga. "Biarlah", kata Bill Carol, "paling tidak hal itu memaksanya untuk keluar rumah". Pelipur Lara Banyak pensiunan yang terpaksa bekerja agar bisa membayar semua kebutuhan setuju, bahwa tetap bekerja pada usia yang pada masa lalu merupakan masa untuk bersenang-senang, tidak selalu berarti buruk. Salah seorang yang berpikir seperti itu adalah Lestra Vertucci. Ia bersyukur mendapat kesempatan bekerja. Setelah sang suami pada usia 53 tahun meninggal, ia tidak tahan tinggal sendirian di rumah. Tampaknya, Kantor Arsip dan Sejarah kota Montgomery, dalam tahun-tahun mendatang ini, masih akan bisa memanfa'atkan tenaga kerja wanita lanjut usia ini. * BURKA DILARANG DI PEKARANGAN SEKOLAH Burka dilarang dunia pendidikan Belanda. Siswa dan guru harus bisa saling pandang, tegas menteri pendidikan Ronald Plasterk. Menurut pakar Arab, Maurits Berger, larangan burka adalah tindakan keterlaluan. Tidak hanya di kelas tetapi juga di pekarangan sekolah akan diberlakukan larangan mengenakan burka, pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan wajah yang dikenakan oleh beberapa perempuan Islam. Tindakan ini berlaku bagi para siswa, guru, orang tua dan malah para pemasok barang dan petugas yang membersihkan sekolah. Semua sekolah harus patuh terhadap aturan baru ini, juga sekolah-sekolah dan universitas Islam yang tidak disubsidi pemerintah. Hanya sekolah-sekolah tinggi dan universitas boleh menentukan sendiri apakah mereka akan memberlakukan larangan itu atau tidak, karena di sana tidak ada siswa wajib belajar. Tutup kepala selain burka yang sudah biasa di Belanda, tidak dipermasalahkan. Di Prancis jilbab juga dilarang di sekolah. Rintangan Mengenakan pakaian penutup muka menganggu komunikasi, tegas menteri Ronald Plasterk. Justru di dunia pendidikan, menurut menteri, larangan burka sangat diperlukan. "Di sana kita menyekolahkan anak-anak yang wajib belajar. Jadi kita harus peduli. Selain itu, anak-anak itu mencapai usia saat mereka belajar mengenal kehidupan masyarakat. Pemimpin sekolah berhak untuk meminta agar orang yang menginjak kawasan sekolah untuk melepas topi bivak, burka atau pakaian-pakaian penutup wajah lainnya." Guru harus bisa melihat bagaimana seorang siswa merasa, bereaksi terhadap hal-hal yang dibahas di kelas atau di pekarangan sekolah, tegas Plasterk. Tapi bukan hanya sektor pendidikan harus patuh pada aturan ini, pegawai negeri sipil juga tidak boleh lagi mengenakan pakaian yang menutup muka. Kabinet berharap agar pemerintah provinsi, kotapraja dan kota juga memberlakukan larangan burka terhadap para pegawainya. Begitu juga perusahaan angkutan diharapkan tidak mengizinkan orang mengenakan burka naik tram, bis dan kereta api. Tindakan politik Pakar Arab Maurits Berger kurang setuju dengan larangan burka. Menurut dia, jumlah perempuan di Belanda yang mengenakan burka hanya beberapa ratus orang saja. Oleh karena itu ia menilai, tindakan pemerintah keterlaluan. "Saya ada kesan tindakan ini bernuansa politik. Sebenarnya tidak begitu diperlukan." Dalam beberapa kasus lain, Berger menilai larangan burka perlu. "Di Mesir kemelut ini sudah lama terjadi. Mesir sempat gempar karena seorang menteri melarang burka di universitas. Di sana semakin banyak gadis mengenakan burka. Ada gadis-gadis yang menyuruh kakak laki-laki atau kakak perempuannya mengenakan burka untuk menggantikan mereka ikut tentamen." Peristiwa seperti ini tidak terjadi di Belanda, tegas Berger. Oleh karena itu ia berpendapat, larangan burka di Belanda adalah tindakan berlebihan. "Ini kan bukan pelanggaran lalu lintas, tapi menyangkut prilaku. Kalau kita mengatur prilaku dengan UU, maka berarti kita menuju kepada sesuatu yang juga diinginkan orang di negara teokratis. Kita harus hati-hati dalam hal ini." Menteri Plasterk ingin agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Burka sudah tuntas pada 2009. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DI SYURGA ADA MUSIK MARS Anak-anak sekolah sibuk memanjat tank dibarengi latar belakang suara-suara bom dan helikopter. Asap buatan disemburkan setiap beberapa menit, meniru ledakan. Para ibu-ibu muda tertarik mendengar keterangan penggunaan senjata. Bagi banyak keluarga syiah, museum Hezbollah di Libanon selatan merupakan tampat hiburan yang baru. "Dua tahun yang lalu kami meraih kemenangan. Museum ini didirikan untuk memperingatinya, " kata petugas media Hajj Ali, bercerita soal perang antara gerakan Hezbollah dan Israel. Perang selama 34 hari itu menewaskan sekitar 1200 warga Libanon dan 160 warga Israel. Anda masuk kedalam gedung berbentuk topi militer hijau raksasa, dan melalui jembatan kemenangan akan anda lihat etalase penuh atribut militer dari musuh-musuh yang dikalahkan. Di tempat kekalahan akan anda temukan kuburan tank-tank Israel. Dengan penuh minat para pengunjung menyaksikan tengkorak buatan yang dibalut dengan seragam tentara Israel. Di mana-mana anda temukan senjata, tank, helm, sepatu lars dan seragam tentara koyak, dan bahkan blik-blik makanan dan cadangan makanan tentara Israel. Pemimpin Besar Perhatian ekstra diberikan untuk Imad Mughnieh, kapten militer Hezbollah, yang tewas Februari tahun ini dalam sebuah serangan di Suriah. "Ia adalah pemimpin besar kami. Kami sangat mencitainya dan kami putuskan untuk memaparkan kehidupan pribadinya, " kata Hajj Ali. Baju Mughnieh yang berlumuran darah, sisirnya, baju shalat, topinya, senjatanya bahkan meja tempat ia merencanakan misi militernya, dipajang di balik kaca, dikelilingi dengan bunga-bunga plastik. Anak-anak, sebagian menggunakan seragam militer, bersama orangtuanya berdesakan melihat al Quran dan sandal milik pahlawan besar mereka. "Tuhan akan menghukum siapa yang membunuhnya, " tandas salah seorang ayah dengan dua anak kecilnya. "Saya datang untuk memperlihatkan dan memberi mereka pelajajran tentang perlawanan Hezbollah dan apa yang dilakukan para musuh kami. Museum ini merupakan cara yang tepat untuk menerangkan kepada mereka. Orang yang paling Dicari Mugnieh termasuk dalam daftar Amerika sebagai orang yang paling dicari bertahun-tahun lamanya. Ia dianggap sebagai otak di balik banyak penyanderaan Hezbollah dan berbagai serangan, baik di dalam maupuan di luar negeri. Mughnieh tidak pernah tinggal lama di tempat yang sama, dan diduga pernah tinggal di Teheran dan Damaskus. Kemunculannya hanya diketahui oleh kelompok tertentu dan menurut dinas rahasia barat, kemungkinan ia menjalani beberapa kali operasi plastik. Sebuah poster besar di pintu masuk memperlihatkan foto Mughnieh dengan tulisan: Darah martir Imad Mughnieh, Insya Allah akan membasmi Isarel. Sementara poster lainnya menggambarkan tentara Israel yang terluka dan menangis. Rusuh Belakangan kondisi di kawasan perbatasan antara Israel dan Libanon rusuh. Kedua belah pihak saling mengancam dan dikhawatirkan Hezbollah dalam waktu dekat akan melancarkan serangan terhadap sasaran Israel membalas kematian Mughnieh. Meskipun tidak terbukti dan dibantah Israel, Hezbollah menuduh Israel melakukan pembunuhan itu. Ini adalah pameran paling ambisius Hezbollah sampai sekarang dan akan dikunjungi ribuan orang. Di waktu malam ada show sinar yang dipancarkan ke arah senjata dan tank. Di toko suvenir banyak pengunjung. Semua orang di sini mau membeli gantungan kunci atau mangkok yang dihiasi foto Mughnieh. Ruangan terakhir pameran mengambarkan syorga. "Kalau para syuhada tiba di sana, akan ada bunga dan sungai, " tegas pemandu Hezbollah yang ramah. Di kamar gelap ada ribuan bunga plastik, dibubuhi gambar hati, balon dan kupu-kupu merah jambu. Bau harum bunga menyebar ketika pengunjung menonton film tentang syuhada Hezbollah. Suara bom meledak dan mars Hezbolleh terdengar di latar belakang. Kadang-kadang sinar show laser masuk ruangan itu. "Bagus sekali, "kata Ali Ammar (10 tahun). Ia makan es krim sementara menonton video film perang untuk kesekian kalinya. "Impian saya ingin juga menjadi pahlawan." * SENGKETA ANTAR YAHUDI DI YERUSALEM DAN WARGA INDONESIA KORBAN KEKEJAMAN BELANDA TUNTUT GANTI RUGI Yerusalem sudah lama menjadi salah satu sumber sengketa antara warga Palestina melawan Yahudi. Ternyata di kalangan warga Yahudi pun ada perbedaan tajam. Antara Yahudi ultra orthodoks melawan Yahudi sekuler. Demikian tulis harian pagi De Volkskrant, yang terbit di Amsterdam. Sumber sengketa adalah pelaksanaan sabbat, pada hari Sabtu. Kalangan ultra orhodoks ingin agar pada sabbat semua ummat Yahudi benar benar beristirahat, tidak melakukan kegiatan apa pun. Di dalam rumah tidak, apa lagi di luar. Untuk membedakan antara wilayah pemukiman yang melaksanakan sabbat dengan wilayah lainnya secara sungguh-sungguh, kalangan ultra othodoks memasang tali dan kawat, ditandai dengan berbagai bendera kecil. Dalam wilayah ini segala kegiatan dihentikan. Bagi kalangan Yahudi orthodoks, hal ini tidak sulit, karena mereka semua tinggal di dalam rumah. Yang repot adalah tetangga sekuler mereka. Pada hari sabbat, anak-anak tidak bisa main di luar rumah. Demikian juga ibu-ibu mereka. Bagi kalangan Yahudi sekuler yang tinggal di wilayah seperti itu, setiap sabbat mereka seolah berada dalam penjara, demikian keluh mereka pada De Volkskrant. Dari Yerusalem kita beralih ke desa Rawagede, di Bekasi, Jawa Barat. Hari-hari ini nama desa Rawagede muncul di berbagai media Belanda, di antaranya harian Trouw, yang juga terbit di Amsterdam. Beberapa waktu lalu, para keluarga korban genosida di Srebrenica menuntut ganti rugi pada negara Belanda atas pembunuhan keluarga mereka. Ketika itu, seharusnya tentara Belanda melindungi warga Bosnia dari serangan tentara Serbia. Menurut Trouw, pada tanggal 7 Desember 1947 tentara Belanda membunuh 431 warga desa Rawagede. Ketika itu, tentara Belanda sedang memburu gerilyawan yang bersembunyi di Rawagede. Karena gerilyawan yang dicari tidak ditemukan, tentara Belanda melampiaskan kemarahan pada penduduk setempat. Menurut dokumen Belanda sendiri, korban tewas penduduk desa tercatat 150 jiwa. Kini, 61 tahun kemudian, sembilan orang janda dan seorang korban yang berhasil selamat hidup dari serangan tersebut menuntut ganti rugi pada negara Belanda. Dalam kasus ini, para penuntut diwakili oleh seorang advokat Belanda, Gerrit Jan Pulles, dari Amsterdam. Pada masa lalu, suatu komisi penyidik Perserikatan Bangsa Bangsa, menilai berbagai tindak kekejaman tentara Belanda di Indonesia, sengaja direncanakan dan tidak berperi-kemanusiaan. Advokat Gerrit Jan Pulles mengarahkan tuntutan pada negara Belanda, khususnya Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman. Bagaimana negara dan masyarakat Belanda akan menghadapi tuntutan ini di pengadilan, masih harus kita tunggu. Yang jelas, demikian Trouw, sejauh ini, negara Belanda belum pernah mengakui adanya kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara mereka di Indonesia. Demikian harian Trouw, dan sekian pula Ulasan Pers kali ini. * PARA KERABAT KORBAN RAWAGEDE MENGGUGAT BELANDA Permohonan maaf, ganti rugi dan mengakui perbuatan terhadap diri mereka. Itulah yang dituntut sepuluh warga Indonesia kepada Negara Belanda dalam gugatan Senin kemarin atas pembunuhan kerabat mereka. Ini adalah untuk pertama kali Negara Belanda digugat sebagai dampak politionele actie, operasi militer Belanda di bekas jajahannya Hindia Belanda. Pada 9 Desember 1947 pagi-pagi tentara Belanda menyerang kampung Rawagede. Pria dipisahkan dari perempuan. Mayoritas pria penduduk desa itu dibunuh, tegas seorang saksi mata Saih. Saih: "Malah orang tua saya ditembak, bareng sama saya satu barisan. Ujung sana orang tua saya, ujung sini saya, jadi orang tua sana pertama ditembak. Begitu saya bangun saya lihat orang tua sudah nungging. Sedih juga. Jadi orang tua kena saya juga kena, tapi saya nggak meninggal." Menurut Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB), 431 orang terbunuh di Rawagede, sementara pemerintah Belanda pada 1969 menyebut, jumlahnya 150 orang. Sembilan janda dan seorang pria yang selamat dari eksekusi menuntut ganti rugi atas penderitaan yang dialami mereka pada saat politionele acti (aksi polisi). Mereka menuntut kompensasi materi, tunjangan pensiun atau bantuan untuk menyambung hidup. Ekonomi kampung itu hancur, kata pengacara Gerrit Jan Pulles, karena semua pria di desa itu hilang. Sampai sekarang mereka hidup miskin. Menurut pengacara Pulles, mereka sekarang berbuat, karena sebelumnya tidak pernah mendapat bantuan hukum. Pulles: "Bagi mereka, bantuan hukum tak terbayar dan di luar jangkauan. Tidak ada uang, mereka hidup terkucil, mereka buta huruf. Maka harus ada orang yang bersedia mengangkat kasus ini. Dan sekarang tiba saatnya." Ketika Jepang menyerah pada 1945 kelompok nasionalis di Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Tapi Belanda tidak rela melepaskan jajahannya Hindia Belanda. Akibatnya terjadi kekosongan kekuasaan dan kekacauan total. Pada 1947 Belanda pun mengirim tentara ke kawasan-kawasan yang memberontak. Setahun kemudian operasi militer kedua berlangsung. PBB menamakan aksi militer di Rawagede itu sebagai kesengajaan dan tanpa ampun. Pada 1995 pemerintah Belanda mengakui selama berlangsungnya aksi tentara tersebut ada eksekusi. Namun tuntutan ke pengadilan tidak disebutkan. Selain itu tidak ada pernyataan maaf secara formal atas peristiwa berdarah tersebut. Hanya mantan Menteri Luar Negeri Ben Bot yang menyesalkan aksi tentara Belanda itu pada 2005. Ganti rugi saat itu tidak dibicarakan, demikian kata pemerintah Indonesia dan Belanda saat itu. Pengakuan atas penderitaan yang timbul sangat penting untuk keluarga yang ditinggalkan kata pengacara Pulles. Pulles: "Orang-orang ini tidak pernah mendengar orang yang pernah melontarkan pernyataan maaf. Mereka ingin ada orang yang mendengar di Belanda dan pernyataan maaf. Cerita tentang orang-orang ini sangat menyakitkan. Suami mereka, kakak laki-lakinya, ayahnya dan anak laki-laki mereka yang terbunuh." Saat berlangsungnya aksi militer antara 1947 sampai 1949 ada 150 ribu warga Indonesia tewas. Sementara ada 5000 warga Belanda yang menemui ajal. Setengahnya tewas saat perang dan lainnya tewas karena penyakit tropis. * PEMERINTAH RI TIDAK MAU DIBEBANI SEJARAH MASA LALU Masa lampau hubungan Indonesia-Belanda kembali terungkit. Kali ini giliran korban Rawagede. Sembilan janda dan seorang korban selamat serangan tentara Belanda 7 Desember 1947 menuntut ganti rugi pada negara Belanda. Para penuntut diwakili oleh seorang pengacara Belanda, Gerrit Jan Pulles. Bagaimana pandangan pemerintah Indonesia sendiri mengenai tuntutan tersebut? Ikuti wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan Firdaus Dahlan, kepala penerangan KBRI di Den Haag, Belanda: Firdaus Dahlan [FD]: Dapat kami jelaskan sebetulnya, ini tuntutan dari pengacara Belanda ini ya, kita sebetulnya kita serahkan pada hukum Belanda lah begitu. Nah, Indonesia dalam hal ini, KBRI dan pemerintah Indonesia tidak ikut campur di dalam urusan mereka. Nah, namun bukan berarti kita melupakan sejarah. Kita tetap mencatat bahwa itu adalah salah satu bagian dari sejarah yang harus kita ketahui dengan baik, namun demikian antara Indonesia dan Belanda kita ingin melihat kedepan ini. Ingin membangun hubungan yang lebih mesra, yang lebih bagus, yang lebih solid di masa yang akan datang. Nah, jadi kita serahkan saja masalah itu kepada hukum Belanda. Kalau mereka ingin menuntut pemerintahan Belanda ya, silahkan. Pemerintah Indonesia dalam hal ini, atau Indonesia dalam hal ini, tidak ikut campur dalam hal ini gitu. Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Tapi dukungan dari pemerintah Indonesia ini ada nggak dalam kasus ini? FD: Begini ya, kita secara terang-terangan tidak mendukung seperti yang saya katakan tadi bahwa antara Indonesia dan Belanda sekarang ini kita kan sudah sepakat untuk melihat kedepan sekarang, looking to the future ya, membangun hubungan yang lebih solid di masa yang akan datang. Pemerintah Indonesia sejauh ini tidak memberikan komitmen dukungan secara tertulis lah gitu ya, kalau ada tuntutan dari pengacara ya mungkin silahkan urusan kepada pengacara saja sesuai dengan hukum Belanda gitu kita tidak ikut campur di dalam hal ini. RNW: Tapi kalau begitu apa maknanya ini bagi para keluarga korban Rawagede sementara pemerintah Indonesia sendiri pun tidak terang-terangan mendukung kasus ini? FD: Kita mencatat sejarah dengan baik, kita mengerti bahwa itu salah satu peristiwa yang tercatat di dalam buku sejarah gitu ya, kalau kita tetap berlari di tempat kapan kita akan majunya. RNW: Sampai saat ini pun pemerintah Belanda belum menyampaikan permintaan maaf secara resmi ya, yang ada hanyalah penyesalan dari menteri Ben Bot. Ini bagaimana menurut Anda, maknanya dengan peristiwa ini? FD: Saya tidak bisa berkomentar terlalu jauh tentang hal ini, karena kita sudah sepakat gitu. Kalau kita looking kepada yang lalu-lalu gitu, nah mungkin banyak hal-hal yang masih menjadi ganjalan. Ya, mungkin saja, wah ini kalau diungkit masalah ini timbul lagi cerita-cerita yang mengganggu atau menjadi ganjalan nanti di dalam hubungan bilateral kita. RNW: Tadi Anda mengatakan dengan mulusnya hubungan Indonesia dengan Belanda selama ini ya, apakah dengan adanya peristiwa ini, peristiwa tuntutan ini akan menimbulkan kerikil dalam hubungan Indonesia-Belanda? FD: Saya pikir tidak ya, karena satu kita sudah mempunyai komitmen sebetulnya. Bahwa pemerintah antara kedua negara sudah sepakat, kita akan melihat kedepan sekarang. Nah, kita tidak mau dibebani lagi oleh sejarah-sejarah masa lalu yang akan menimbulkan atau bisa menjadi ganjalan dalam hubungan bilateral kita. Nah, memang banyak peristiwa-peristiwa sejarah yang harus kita pahami, yang harus kita catat tetapi kita harus berbesar hati ya, bahwa itu adalah lembaran dari sejarah hubungan yang tidak bisa kita hilangkan, dan harus kita pahami dengan baik tetapi ada kepentingan ke depan yang lebih besar yang harus kita bangun. RNW: Sejauh mana pemerintah Indonesia ini memberikan dukungan yang sepenuhnya terhadap warga sendiri, kalau ini tidak dilindungi oleh pemerintah Indonesia sendiri lalu siapa yang akan melindungi warganya sendiri? FD: Kalau dalam hal ini, kan semuanya kita serahkan kepada hukum ya. Nah, pemerintah Indonesia kan juga tidak menyatakan bahwa kita melarang itu dilakukan. Kita juga tidak melakukan itu, tetapi kalau itu mungkin dilakukan oleh atas nama pengacara atau siapa, ya silahkan saja sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku tentunya ya. Kita kan hidup di dalam zaman di mana hukum adalah menjadi panglima kita ya, kita hidup di dalam zaman demokrasi. Kalau kita merasa tidak puas atau apa segala macam terhadap sesuatu peristiwa ya, silahkan saja melalui jalur hukum kan. Sebetulnya di dalam proses hubungan atau kehidupan berdemokrasi itu, saya pikir kita lihat ini sesuatu yang positif saja. Ini bagian dari kehidupan demokrasi di mana kita meletakan hukum di atas segala-galanya gitu. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
