---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 09 September 2008 16:10 UTC



** KRISIS POLITIK THAILAND TERUS BERLANJUT

** MANTAN PM BANGLADESH BEBAS

** ALI ZARDARI RESMI PRESIDEN PAKISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KARENA ZAMAN SUSAH BANYAK PENSIUNAN AMERIKA 
HARUS BEKERJA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BURKA DILARANG DI PEKARANGAN SEKOLAH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DI SYURGA ADA MUSIK MARS

** GEMA WARTA ULASAN PERS: SENGKETA ANTAR YAHUDI DI YERUSALEM DAN WARGA 
INDONESIA KORBAN KEKEJAMAN BELANDA TUNTUT GANTI RUGI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PARA KERABAT KORBAN RAWAGEDE MENGGUGAT BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PEMERINTAH RI TIDAK MAU DIBEBANI SEJARAH MASA 
LALU



* KRISIS POLITIK THAILAND TERUS BERLANJUT

Perdana Menteri Thailand, Samak Sundaravej harus mundur. Demikian vonis 
mahkamah konstitusi Thailand. Menurut majelis hakim, Samak melanggar 
undang-undang dasar, karena ia tampil sebagai presentator pada suatu acara 
masak pada sebuah pemancar televisi Thailand. Hal ini dilarang, karena bisa 
menimbulkan jalinan kepentingan. Samak baru berhenti sebagai presentator, dua 
bulan setelah ia menjabat sebagai perdana mentri. Undang-undang Thailand 
melarang perdana mentri dan para anggota kabinet bekerja pada suatu perusahaan 
swasta yang bertujuan mencari laba. Sementara itu, karir politik Samak 
tampaknya tidak akan terganggu. Sebelum ini, partai pemerintah telah 
mengumumkan, kembali akan mengajukan Samak sebagai calon perdana mentri.


* MANTAN PM BANGLADESH BEBAS

Mantan Perdana Mentri Bangladesh, Nyonya Khaleda Zia, dibebaskan dari penjara 
setelah membayar uang jaminan. Ia telah ditahan lebih dari satu tahun atas 
tuduhan korupsi. Sejauh ini, dua dari empat tuntutan perkara terhadapnya telah 
dicabut kembali. Beberapa waktu lalu, seorang mantan perdana menteri lain, 
Nyonya Sheikh Hasina Wajed, juga dibebaskan. Pembebasan dua mantan perdana 
mentri ini merupakan uluran tangan pemerintah pada dua partai oposisi terbesar 
di Bangladesh, Liga Awami dan BNP. Diharapkan, dengan pembebasan ini, rencana 
pemilu legislatif yang akan berlangsung akhir tahun ini berjalan mulus. Selama 
pemimpin mereka berada dalam tahanan, Liga Awami dan BNP menolak berbicara 
dengan pemerintah darurat, mengenai pelaksanaan pemilu.


* ALI ZARDARI RESMI PRESIDEN PAKISTAN

Di Pakistan, Asif Ali Zardari, duda mendiang mantan Perdana Mentri, Benazir 
Bhutto, resmi disumpah menjadi presiden. Sabtu lalu, pemimpin Partai Rakyat 
Pakistan ini dipilih oleh mayoritas suara di parlemen dan wakil-wakil empat 
propinsi. Dengan demikian, Zardari resmi menjadi pengganti presiden yang bulan 
lalu mengundurkan diri, mantan panglima militer Pervez Musharraf. Presiden baru 
ini menghadapi berbagai tugas berat. Di antaranya, masalah ekonomi dan makin 
meningkatnya ketegangan politik. Bersamaan dengan saat pemilihan presiden di 
parlemen Sabtu lalu, suatu serangan bom di Baratdaya kota Peshawar menewaskan 
30 orang. Dan pada tahun 2007, di seluruh Pakistan, lebih dari 1.200 orang 
tewas akibat berbagai serangan teror.


* PESAWAT MACAN TAMIL DITEMBAK JATUH

Angkatan Udara Srilanka mengumumkan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat 
terbang milik kelompok gerilya Macan Tamil. Beberapa saat sebelumnya, pesawat 
kelompok gerilya tersebut membom suatu pangkalan militer di Srilanka Utara. 
Pemboman tersebut, juga disertai serangan dari darat. Pertempuran ini 
menewaskan 20 jiwa, sepuluh dari pihak militer, dan sepuluh dari pihak 
pemberontak. Sejauh ini, pihak Macan Tamil belum mengkonfirmasi jatuhnya 
pesawat mereka. Kelompok Macan Tamil menggunakan pesawat-pesawat kecil bermotor 
tunggal, buatan Cheska. Rangkaian serangan pesawat-pesawat kecil ini cukup 
merepotkan militer Srilanka.


* AMERIKA TARIK TENTARA DARI IRAK

Amerika Serikat, secara berangsur-angsur, selama lima bulan mendatang, akan 
menarik mundur 8.000 tentara mereka dari Irak. Rencana penarikan tersebut akan 
diumumkan oleh Presiden George W. Bush hari ini, demikian pengumuman dari 
Gedung Putih. Menurut Presiden Bush, sebagian dari jumlah total 146.000 tentara 
di Irak, bisa ditarik mundur, karena banyak kemajuan dicapai dalam perjuangan 
melawan pemberontak. Walaupun demikian Presiden Bush sadar, sekonyong-konyong, 
keadaan bisa memburuk lagi. Sementara itu, di Afghanistan, Amerika justru akan 
mendatangkan 4.500 tentara baru. Saat ini, jumlah tentara Amerika di 
Afghanistan, 33.000 orang.


* SHELL BEROPERASI KEMBALI DI IRAK

Perusahaan minyak milik Britania - Belanda, Shell, akan mengelola sumber gas di 
Irak Selatan. Dengan demikian, Shell merupakan perusahaan minyak Barat pertama, 
dan sekaligus perusahaan minyak asing kedua, yang kembali beroperasi di Irak, 
setelah invasi Amerika pada tahun 2003. Bulan lalu, suatu perusahaan minyak 
Cina, telah menanda-tangani eksploitasi suatu ladang minyak di Irak. Untuk 
eksploitasi tersebut, penanaman modal Shell bernilai empat milyar dolar.


* TOPAN IKE TEWASKAN WARGA KUBA

Di Kuba Timur, dipastikan empat orang tewas akibat topan Ike. Deru angin topan 
kategori 1 pada skala Saffir dan Simpson ini, disertai gelombang setinggi rumah 
dan hujan deras. Perkebunan-perkebunan pisang hancur dan banyak rumah rusak. 
Diperkirakan, hari ini topan Ike akan melanda kota Havana. Ibukota Kuba ini, 
sebagaimana kota-kota lainnya, sudah bersia-siap menanti kedatangan topan Ike. 
Hampir dua juta penduduk dan turis yang berada di pulau Kuba sudah mengungsi. 
Menurut para pakar meteorologi, topan Ike akan menuju Teluk Mexico dan 
kekuatannya akan berkurang.


* PARTAI PEMERINTAH MENANG PEMILU ANGOLA

Partai oposisi Angola, Unita, mengakui kekalahan mereka dalam pemilu 
legislatif. Sebagai partai oposisi terbesar, Unita hanya berhasil mengumpulkan 
sekitar sepuluh persen suara. Sementara partai pemerintah, MPLA, pimpinan 
Presiden Jose Eduardo Dos Santos, berhasil meraih lebih dari 80 persen suara. 
Menurut para pengamat pemilu dari Eropa, pemilu yang berlangsung Jum'at lalu, 
pada umumnya berlangsung bebas dan terbuka. Walaupun demikian, memang terjadi 
beberapa kerusuhan, yang masih akan disidik lebih lanjut oleh para pengamat 
dari Eropa. Pelaksanaan pemilu pertama sejak enambelas tahun terakhir ini 
berlangsung cukup kacau dan terjadi banyak keterlambatan. Para pemilih di 
propinsi Luanda, misalnya, terpaksa baru melaksanakan pemilu pada hari Sabtu.


* BERITA BURSA

Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Selasa pagi tadi, nilai indeks AEX 
turun 0,3 persen, pada 397,67  poin. Sedang nilai indeks harga saham gabungan 
di Paris, London dan Frankfurt juga merosot antara 0,2 hingga 0,3 persen.

Di Tokyo, pada saat penutupan pasar, Selasa sore waktu setempat, nilai indeks 
Nikkei ditutup dengan kerugian sebanyak 1,8 persen, pada 12.400,65 poin. 

Nilai tukar euro dan dolar Amerika:
1 euro tercatat sama dengan 1,4130 dolar,
1 euro seharga 13.283 rupiah,
1 dolar senilai 9.388 rupiah.


* KARENA ZAMAN SUSAH BANYAK PENSIUNAN AMERIKA HARUS BEKERJA

Sekarang ini, penduduk negara industri hidup lebih lama dan punya anak lebih 
sedikit, jika dibandingkan dengan masa lalu. Ini berarti, makin banyak orang 
lanjut usia dan makin banyak pensiunan, ketimbang tahun-tahun terdahulu. 
Berbagai pemerintahan kini sedang sibuk memperhitungkan bagaimana bisa tetap 
membayar uang pensiun, karena orang yang bekerja makin sedikit, sedang jumlah 
pensiunan makin banyak. Salahsatu cara pemecahan yang diterapkan di Amerika 
Serikat: tetap bekerja. Laporan redaktur politik John Tyler.

Lestra Vertucci adalah seorang wanita gesit, berusia 74 tahun. Ia kini bekerja 
24 jam per pekan, di Kantor Arsip dan Sejarah, kota Montgomery, negara bagian 
New York. Tugasnya mendata dokumen, yaitu memasukkan nama-nama anggota juri 
pengadilan sejak tahun 1806 ke dalam komputer. Setiap kali, ia mengambil sebuah 
amplop manila dari tumpukan dus di samping mejanya. Kemudian ia mengetik nama, 
tanggal, dan pekerjaan anggota juri.

Terpaksa Bekerja
Karena badannya tinggi besar, orang tentunya heran melihat wanita seusia Nyonya 
Vertucci masih bekerja memasukkan data di kantor. Apakah ia tidak lebih suka 
menikmati usia pensiunnya?

Nyonya Lestra Vertucci: "Saya sudah pensiun sejak sembilan tahun lalu. Tapi, 
dua tahun lalu, suami saya meninggal. Semoga tuhan memberkatinya. Karena 
tinggal sendirian, ... saya kesepian. Tapi bukan hanya itu, saya juga 
kehilangan sebagian pendapatan. Sebenarnya sangat sulit mengambil keputusan 
untuk kembali bekerja. Tapi, kesulitan keuangan, ... saya butuh uang tambahan. 
Jadi, saya harus kembali bekerja".

Lestra Vertucci merasa beruntung. Temannya, juga seorang pensiunan, kini harus 
bekerja di McDonalds, dengan gaji hanya sedikit di atas upah minimum. Di 
seluruh Amerika, ratusan ribu pensiunan lainnya juga melakukan pekerjaan 
sejenis.

Tiga Sandaran Utama
Pemerintah Federal Amerika memiliki sistem pensiun, yang disebut jaminan 
sosial, sejak zaman Presiden Delano Roosevelt, pada tahun 1930-an. Namun sistem 
ini tidak dirancang untuk memberi jaminan uang pensiun sepenuhnya. Sebagaimana 
dikemukakan oleh Michael Burgess, direktur dinas perawatan orang jompo, negara 
bagian New York.

Michael Burgess: "Kami selalu menegaskan, jaminan sosial hanya salahsatu dari 
tiga sandaran utama. Pertama jaminan sosial, kedua tabungan pribadi, dan 
ketiga, kami selalu berharap orang mempunyai hak pensiun tersendiri dari tempat 
kerja mereka. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Di negeri ini, hak 
pensiun dari tempat kerja makin menjadi barang langka, karena 
perusahaan-perusahaan besar tidak mau lagi menjamin uang pensiun. Mereka hanya 
bersedia memberi tunjangan sekaligus, bukan uang pensiun berkepanjangan".

Memang tiga sandaran utama tersebut tidak lagi berdiri kokoh. Kini, jumlah 
warga Amerika yang mampu menabung untuk hari tua, makin sedikit saja. Selain 
itu, kini sudah semakin jarang orang bekerja di tempat yang sama hingga usia 
pensiun. Dan itu sering berarti, hak uang pensiun mereka juga berkurang.

Kehilangan Hak
Bahkan, orang-orang yang punya jaminan uang pensiun baik pun, bisa saja pada 
akhir masa kerja kehilangan semua hak-hak mereka, jika perusahaan tempat mereka 
bekerja bangkrut atau dijual. Bill Carol, dulu bekerja sebagai kepala staf 
sebuah gedung pertemuan di New York. Setelah mencapai usia pensiun, ia memilih 
tetap bekerja. Bersama beberapa teman lain ia mengelola suatu klub informal, 
yang mereka namakan Romeo. Singkatan dari Retired Old Men Eating Out, yang 
artinya Orang Pensiunan Makan di Luar.

Salah seorang teman baik Bill Carol selalu berpikir, ia dengan keadaan 
berkecukupan akan bisa menikmati masa pensiunnya:

Bill Carol: "Dalam kasus ini, pria tersebut bekerja di perusahaan swasta. 
Jabatannya cukup tinggi, hingga ia pensiun dari perusahaan tersebut. Tidak lama 
kemudian perusahaan itu bangkrut, dan diambil-alih oleh suatu perusahaan lain. 
Akibatnya, salahsatu jaminan pensiunnya hilang, yaitu asuransi kesehatan".

Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai manajer senior, agar bisa membayar premi 
asuransi kesehatannya, pria ini kini bekerja sebagai pengantar bunga. 
"Biarlah", kata Bill Carol, "paling tidak hal itu memaksanya untuk keluar 
rumah".

Pelipur Lara
Banyak pensiunan yang terpaksa bekerja agar bisa membayar semua kebutuhan 
setuju, bahwa tetap bekerja pada usia yang pada masa lalu merupakan masa untuk 
bersenang-senang, tidak selalu berarti buruk. Salah seorang yang berpikir 
seperti itu adalah Lestra Vertucci. Ia bersyukur mendapat kesempatan bekerja.

Setelah sang suami pada usia 53 tahun meninggal, ia tidak tahan tinggal 
sendirian di rumah. Tampaknya, Kantor Arsip dan Sejarah kota Montgomery, dalam 
tahun-tahun mendatang ini, masih akan bisa memanfa'atkan tenaga kerja wanita 
lanjut usia ini.


* BURKA DILARANG DI PEKARANGAN SEKOLAH

Burka dilarang dunia pendidikan Belanda. Siswa dan guru harus bisa saling 
pandang, tegas menteri pendidikan Ronald Plasterk. Menurut pakar Arab, Maurits 
Berger, larangan burka adalah tindakan keterlaluan. 

Tidak hanya di kelas tetapi juga di pekarangan sekolah akan diberlakukan 
larangan mengenakan burka, pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan wajah yang 
dikenakan oleh beberapa perempuan Islam.  Tindakan ini berlaku bagi para siswa, 
guru, orang tua dan malah para pemasok barang dan petugas yang membersihkan 
sekolah.

Semua sekolah harus patuh terhadap aturan baru ini, juga sekolah-sekolah dan 
universitas Islam yang tidak disubsidi pemerintah. Hanya sekolah-sekolah tinggi 
dan universitas boleh menentukan sendiri apakah mereka akan memberlakukan 
larangan itu atau tidak, karena di sana tidak ada siswa wajib belajar. 

Tutup kepala selain burka yang sudah biasa di Belanda, tidak dipermasalahkan. 
Di Prancis jilbab juga dilarang di sekolah.

Rintangan

Mengenakan pakaian penutup muka menganggu komunikasi, tegas menteri Ronald 
Plasterk. Justru di dunia pendidikan, menurut menteri, larangan burka sangat 
diperlukan. "Di sana kita menyekolahkan anak-anak yang wajib belajar. Jadi kita 
harus peduli. Selain itu, anak-anak itu mencapai usia saat mereka belajar 
mengenal kehidupan masyarakat. Pemimpin sekolah berhak untuk meminta agar orang 
yang menginjak kawasan sekolah untuk melepas topi bivak, burka atau 
pakaian-pakaian penutup wajah lainnya."

Guru harus bisa melihat bagaimana seorang siswa merasa, bereaksi terhadap 
hal-hal yang dibahas di kelas atau di pekarangan sekolah, tegas Plasterk.

Tapi bukan hanya sektor pendidikan harus patuh pada aturan ini, pegawai negeri 
sipil juga tidak boleh lagi mengenakan pakaian yang menutup muka. Kabinet 
berharap agar pemerintah provinsi, kotapraja dan kota juga memberlakukan 
larangan burka terhadap para pegawainya. Begitu juga perusahaan angkutan 
diharapkan tidak mengizinkan orang mengenakan burka naik tram, bis dan kereta 
api.

Tindakan politik

Pakar Arab Maurits Berger kurang setuju dengan larangan burka.  Menurut dia, 
jumlah perempuan di Belanda yang mengenakan burka hanya beberapa ratus orang 
saja. Oleh karena itu ia menilai, tindakan pemerintah keterlaluan.  "Saya ada 
kesan tindakan ini bernuansa politik. Sebenarnya  tidak begitu diperlukan."

Dalam beberapa kasus lain,  Berger menilai larangan burka perlu. "Di Mesir 
kemelut ini sudah lama terjadi. Mesir sempat gempar karena seorang menteri 
melarang burka di universitas. Di sana semakin banyak gadis mengenakan burka. 
Ada gadis-gadis yang menyuruh kakak laki-laki atau kakak perempuannya 
mengenakan burka untuk menggantikan mereka ikut tentamen."

Peristiwa seperti ini tidak terjadi di Belanda, tegas Berger. Oleh karena itu 
ia berpendapat, larangan burka di Belanda adalah tindakan berlebihan. "Ini kan 
bukan pelanggaran lalu lintas, tapi menyangkut prilaku. Kalau kita mengatur 
prilaku dengan UU, maka berarti kita menuju kepada sesuatu yang juga diinginkan 
orang di negara teokratis. Kita harus hati-hati dalam hal ini."

Menteri Plasterk ingin agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Burka sudah 
tuntas pada 2009.


* GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DI SYURGA ADA MUSIK MARS

Anak-anak sekolah sibuk memanjat tank dibarengi latar belakang suara-suara bom 
dan helikopter.  Asap buatan disemburkan setiap beberapa menit, meniru ledakan. 
Para ibu-ibu muda tertarik mendengar keterangan penggunaan senjata. Bagi banyak 
keluarga syiah, museum Hezbollah di Libanon selatan merupakan tampat hiburan 
yang baru.

"Dua tahun yang lalu kami meraih kemenangan. Museum ini didirikan untuk 
memperingatinya, " kata petugas media Hajj Ali, bercerita soal perang antara 
gerakan Hezbollah dan Israel. Perang selama 34 hari itu menewaskan sekitar 1200 
warga Libanon dan 160 warga Israel. 

Anda masuk kedalam gedung berbentuk topi militer hijau raksasa, dan melalui 
jembatan kemenangan akan anda lihat etalase penuh atribut militer dari 
musuh-musuh yang dikalahkan. Di tempat kekalahan akan anda temukan kuburan 
tank-tank Israel. Dengan penuh minat para pengunjung menyaksikan tengkorak 
buatan yang dibalut dengan seragam tentara Israel. Di mana-mana anda temukan 
senjata, tank, helm, sepatu lars dan seragam tentara koyak, dan bahkan 
blik-blik makanan dan cadangan makanan tentara Israel.

Pemimpin Besar

Perhatian ekstra diberikan untuk Imad Mughnieh, kapten militer Hezbollah, yang 
tewas Februari tahun ini dalam sebuah serangan di Suriah. "Ia adalah pemimpin 
besar kami. Kami sangat mencitainya dan kami putuskan untuk memaparkan 
kehidupan pribadinya, " kata Hajj Ali.

Baju Mughnieh yang berlumuran darah, sisirnya, baju shalat, topinya, senjatanya 
bahkan meja tempat ia merencanakan misi militernya, dipajang di balik kaca, 
dikelilingi dengan bunga-bunga plastik. Anak-anak, sebagian menggunakan seragam 
militer, bersama orangtuanya berdesakan melihat al Quran dan sandal milik 
pahlawan besar mereka. "Tuhan akan menghukum siapa yang membunuhnya, " tandas 
salah seorang ayah dengan dua anak kecilnya. "Saya datang untuk memperlihatkan 
dan memberi mereka pelajajran tentang perlawanan Hezbollah dan apa yang 
dilakukan para musuh kami. Museum ini merupakan cara yang tepat untuk 
menerangkan kepada mereka.

Orang yang paling Dicari

Mugnieh termasuk dalam daftar Amerika sebagai orang yang paling dicari 
bertahun-tahun lamanya. Ia dianggap sebagai otak di balik banyak penyanderaan 
Hezbollah dan berbagai serangan, baik di dalam maupuan di luar negeri. Mughnieh 
tidak pernah tinggal lama di tempat yang sama, dan diduga pernah tinggal di 
Teheran dan Damaskus. Kemunculannya hanya diketahui oleh kelompok tertentu dan 
menurut dinas rahasia barat, kemungkinan ia menjalani beberapa kali operasi 
plastik.

Sebuah poster besar di pintu masuk memperlihatkan foto Mughnieh dengan tulisan: 
Darah martir Imad Mughnieh, Insya Allah akan membasmi Isarel. Sementara poster 
lainnya menggambarkan tentara Israel yang terluka dan menangis. 

Rusuh

Belakangan kondisi di kawasan perbatasan antara Israel dan Libanon rusuh. Kedua 
belah pihak saling mengancam dan dikhawatirkan Hezbollah dalam waktu dekat akan 
melancarkan serangan terhadap sasaran Israel membalas kematian Mughnieh. 
Meskipun tidak terbukti dan dibantah Israel, Hezbollah menuduh Israel melakukan 
pembunuhan itu. 

Ini adalah pameran paling ambisius Hezbollah sampai sekarang dan akan 
dikunjungi ribuan orang. Di waktu malam ada show sinar yang dipancarkan ke arah 
senjata dan tank. Di toko suvenir banyak pengunjung. Semua orang di sini mau 
membeli gantungan kunci atau mangkok yang dihiasi foto Mughnieh. 

Ruangan terakhir pameran mengambarkan syorga. "Kalau para syuhada tiba di sana, 
akan ada bunga dan sungai, " tegas pemandu Hezbollah yang ramah. Di kamar gelap 
ada ribuan bunga plastik, dibubuhi gambar hati, balon dan kupu-kupu merah 
jambu. Bau harum bunga menyebar ketika pengunjung menonton film tentang syuhada 
Hezbollah. Suara bom meledak dan mars Hezbolleh terdengar di latar belakang. 
Kadang-kadang sinar show laser masuk ruangan itu. "Bagus sekali, "kata Ali 
Ammar (10 tahun). Ia makan es krim sementara menonton video film perang untuk 
kesekian kalinya. "Impian saya ingin juga menjadi pahlawan."


* SENGKETA ANTAR YAHUDI DI YERUSALEM DAN WARGA INDONESIA KORBAN KEKEJAMAN 
BELANDA TUNTUT GANTI RUGI

Yerusalem sudah lama menjadi salah satu sumber sengketa antara warga Palestina 
melawan Yahudi. Ternyata di kalangan warga Yahudi pun ada perbedaan tajam. 
Antara Yahudi ultra orthodoks melawan Yahudi sekuler. Demikian tulis harian 
pagi De Volkskrant, yang terbit di Amsterdam.

Sumber sengketa adalah pelaksanaan sabbat, pada hari Sabtu. Kalangan ultra 
orhodoks ingin agar pada sabbat semua ummat Yahudi benar benar beristirahat, 
tidak melakukan kegiatan apa pun. Di dalam rumah tidak, apa lagi di luar. Untuk 
membedakan antara wilayah pemukiman yang melaksanakan sabbat dengan wilayah 
lainnya secara sungguh-sungguh, kalangan ultra othodoks memasang tali dan 
kawat, ditandai dengan berbagai bendera kecil. Dalam wilayah ini segala 
kegiatan dihentikan.

Bagi kalangan Yahudi orthodoks, hal ini tidak sulit, karena mereka semua 
tinggal di dalam rumah. Yang repot adalah tetangga sekuler mereka. Pada hari 
sabbat, anak-anak tidak bisa main di luar rumah. Demikian juga ibu-ibu mereka. 
Bagi kalangan Yahudi sekuler yang tinggal di wilayah seperti itu, setiap sabbat 
mereka seolah berada dalam penjara, demikian keluh mereka pada De Volkskrant. 

Dari Yerusalem kita beralih ke desa Rawagede, di Bekasi, Jawa Barat. Hari-hari 
ini nama desa Rawagede muncul di berbagai media Belanda, di antaranya harian 
Trouw, yang juga terbit di Amsterdam. Beberapa waktu lalu, para keluarga korban 
genosida di Srebrenica menuntut ganti rugi pada negara Belanda atas pembunuhan 
keluarga mereka. Ketika itu, seharusnya tentara Belanda melindungi warga Bosnia 
dari serangan tentara Serbia.

Menurut Trouw, pada tanggal 7 Desember 1947 tentara Belanda membunuh 431 warga 
desa Rawagede. Ketika itu, tentara Belanda sedang memburu gerilyawan yang 
bersembunyi di Rawagede. Karena gerilyawan yang dicari tidak ditemukan, tentara 
Belanda melampiaskan kemarahan pada penduduk setempat. Menurut dokumen Belanda 
sendiri, korban tewas penduduk desa tercatat 150 jiwa. 

Kini, 61 tahun kemudian, sembilan orang janda dan seorang korban yang berhasil 
selamat hidup dari serangan tersebut menuntut ganti rugi pada negara Belanda. 
Dalam kasus ini, para penuntut diwakili oleh seorang advokat Belanda, Gerrit 
Jan Pulles, dari Amsterdam. Pada masa lalu, suatu komisi penyidik Perserikatan 
Bangsa Bangsa, menilai berbagai tindak kekejaman tentara Belanda di Indonesia, 
sengaja direncanakan dan tidak berperi-kemanusiaan.

Advokat Gerrit Jan Pulles mengarahkan tuntutan pada negara Belanda, khususnya 
Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman. 
Bagaimana negara dan masyarakat Belanda akan menghadapi tuntutan ini di 
pengadilan, masih harus kita tunggu. Yang jelas, demikian Trouw, sejauh ini, 
negara Belanda belum pernah mengakui adanya kejahatan perang yang dilakukan 
oleh tentara mereka di Indonesia. 

Demikian harian Trouw, dan sekian pula Ulasan Pers kali ini.


* PARA KERABAT KORBAN RAWAGEDE MENGGUGAT BELANDA

Permohonan maaf, ganti rugi dan mengakui perbuatan terhadap diri mereka. Itulah 
yang dituntut sepuluh warga Indonesia kepada Negara Belanda dalam gugatan Senin 
kemarin atas pembunuhan kerabat mereka. Ini adalah untuk pertama kali Negara 
Belanda digugat sebagai dampak politionele actie, operasi militer Belanda di 
bekas jajahannya Hindia Belanda. 

Pada 9 Desember 1947 pagi-pagi tentara Belanda menyerang kampung Rawagede. Pria 
dipisahkan dari perempuan. Mayoritas pria penduduk desa itu dibunuh, tegas 
seorang saksi mata Saih.

Saih: "Malah orang tua saya ditembak, bareng sama saya satu barisan. Ujung sana 
orang tua saya, ujung sini saya, jadi orang tua sana pertama ditembak. Begitu 
saya bangun saya lihat orang tua sudah nungging. Sedih juga. Jadi orang tua 
kena saya juga kena, tapi saya nggak meninggal."

Menurut Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB), 431 orang terbunuh di Rawagede, 
sementara pemerintah Belanda pada 1969 menyebut, jumlahnya 150 orang.

Sembilan janda dan seorang pria yang selamat dari eksekusi menuntut ganti rugi 
atas penderitaan yang dialami mereka pada saat politionele acti (aksi polisi). 
Mereka menuntut kompensasi materi, tunjangan pensiun atau bantuan untuk 
menyambung hidup. Ekonomi kampung itu hancur, kata pengacara Gerrit Jan Pulles, 
karena semua pria di desa itu hilang. Sampai sekarang mereka hidup miskin. 
Menurut pengacara Pulles, mereka sekarang berbuat, karena sebelumnya tidak 
pernah mendapat bantuan hukum. 

Pulles: "Bagi mereka, bantuan hukum tak terbayar dan di luar jangkauan. Tidak 
ada uang, mereka hidup terkucil, mereka buta huruf. Maka harus ada orang yang 
bersedia mengangkat kasus ini. Dan sekarang tiba saatnya."

Ketika Jepang menyerah pada 1945 kelompok nasionalis di Indonesia 
memproklamirkan kemerdekaan. Tapi Belanda tidak rela melepaskan jajahannya 
Hindia Belanda. Akibatnya terjadi kekosongan kekuasaan dan kekacauan total. 
Pada 1947 Belanda pun mengirim tentara ke kawasan-kawasan yang memberontak. 
Setahun kemudian operasi militer kedua berlangsung.

PBB menamakan aksi militer di Rawagede itu sebagai kesengajaan dan tanpa ampun. 
Pada 1995 pemerintah Belanda mengakui selama berlangsungnya aksi tentara 
tersebut ada eksekusi. Namun tuntutan ke pengadilan tidak disebutkan. Selain 
itu tidak ada pernyataan maaf secara formal atas peristiwa berdarah tersebut. 
Hanya mantan Menteri Luar Negeri Ben Bot yang menyesalkan aksi tentara Belanda 
itu pada 2005. Ganti rugi saat itu tidak dibicarakan, demikian kata pemerintah 
Indonesia dan Belanda saat itu. Pengakuan atas penderitaan yang timbul sangat 
penting untuk keluarga yang ditinggalkan kata pengacara Pulles.

Pulles: "Orang-orang ini tidak pernah mendengar orang yang pernah melontarkan 
pernyataan maaf. Mereka ingin ada orang yang mendengar di Belanda dan 
pernyataan maaf. Cerita tentang orang-orang ini sangat menyakitkan. Suami 
mereka, kakak laki-lakinya, ayahnya dan anak laki-laki mereka yang terbunuh."

Saat berlangsungnya aksi militer antara 1947 sampai 1949 ada 150 ribu warga 
Indonesia tewas. Sementara ada 5000 warga Belanda yang menemui ajal. 
Setengahnya tewas saat perang dan lainnya tewas karena penyakit tropis.


* PEMERINTAH RI TIDAK MAU DIBEBANI SEJARAH MASA LALU

Masa lampau hubungan Indonesia-Belanda kembali terungkit. Kali ini giliran 
korban Rawagede. Sembilan janda dan seorang korban selamat serangan tentara 
Belanda 7 Desember 1947 menuntut ganti rugi pada negara Belanda. Para penuntut 
diwakili oleh seorang pengacara Belanda, Gerrit Jan Pulles. Bagaimana pandangan 
pemerintah Indonesia sendiri mengenai tuntutan tersebut? Ikuti wawancara Radio 
Nederland Wereldomroep dengan Firdaus Dahlan, kepala penerangan KBRI di Den 
Haag, Belanda:

Firdaus Dahlan [FD]: Dapat kami jelaskan sebetulnya, ini tuntutan dari 
pengacara Belanda ini ya, kita sebetulnya kita serahkan pada hukum Belanda lah 
begitu. Nah, Indonesia dalam hal ini, KBRI dan pemerintah Indonesia tidak ikut 
campur di dalam urusan mereka. Nah, namun bukan berarti kita melupakan sejarah. 
Kita tetap mencatat bahwa itu adalah salah satu bagian dari sejarah yang harus 
kita ketahui dengan baik, namun demikian antara Indonesia dan Belanda kita 
ingin melihat kedepan ini. Ingin membangun hubungan yang lebih mesra, yang 
lebih bagus, yang lebih solid di masa yang akan datang. Nah, jadi kita serahkan 
saja masalah itu kepada hukum Belanda. Kalau mereka ingin menuntut pemerintahan 
Belanda ya, silahkan. Pemerintah Indonesia dalam hal ini, atau Indonesia dalam 
hal ini, tidak ikut campur dalam hal ini gitu. 

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Tapi dukungan dari pemerintah Indonesia ini 
ada nggak dalam kasus ini?

FD: Begini ya, kita secara terang-terangan tidak mendukung seperti yang saya 
katakan tadi bahwa antara Indonesia dan Belanda sekarang ini kita kan sudah 
sepakat untuk melihat kedepan sekarang, looking to the future ya, membangun 
hubungan yang lebih solid di masa yang akan datang. Pemerintah Indonesia sejauh 
ini tidak memberikan komitmen dukungan secara tertulis lah gitu ya, kalau ada 
tuntutan dari pengacara ya mungkin silahkan urusan kepada pengacara saja sesuai 
dengan hukum Belanda gitu kita tidak ikut campur di dalam hal ini.

RNW: Tapi kalau begitu apa maknanya ini bagi para keluarga korban Rawagede 
sementara pemerintah Indonesia sendiri pun tidak terang-terangan mendukung 
kasus ini?

FD: Kita mencatat sejarah dengan baik, kita mengerti bahwa itu salah satu 
peristiwa yang tercatat di dalam buku sejarah gitu ya, kalau kita tetap berlari 
di tempat kapan kita akan majunya.

RNW: Sampai saat ini pun pemerintah Belanda belum menyampaikan permintaan maaf 
secara resmi ya, yang ada hanyalah penyesalan dari menteri Ben Bot. Ini 
bagaimana menurut Anda, maknanya dengan peristiwa ini?

FD: Saya tidak bisa berkomentar terlalu jauh tentang hal ini, karena kita sudah 
sepakat gitu. Kalau kita looking kepada yang lalu-lalu gitu, nah mungkin banyak 
hal-hal yang masih menjadi ganjalan. Ya, mungkin saja, wah ini kalau diungkit 
masalah ini timbul lagi cerita-cerita yang mengganggu atau menjadi ganjalan 
nanti di dalam hubungan bilateral kita. 

RNW: Tadi Anda mengatakan dengan mulusnya hubungan Indonesia dengan Belanda 
selama ini ya, apakah dengan adanya peristiwa ini, peristiwa tuntutan ini akan 
menimbulkan kerikil dalam hubungan Indonesia-Belanda?

FD: Saya pikir tidak ya, karena satu kita sudah mempunyai komitmen sebetulnya. 
Bahwa pemerintah antara kedua negara sudah sepakat, kita akan melihat kedepan 
sekarang. Nah, kita tidak mau dibebani lagi oleh sejarah-sejarah masa lalu yang 
akan menimbulkan atau bisa menjadi ganjalan dalam hubungan bilateral kita. Nah, 
memang banyak peristiwa-peristiwa sejarah yang harus kita pahami, yang harus 
kita catat tetapi kita harus berbesar hati ya, bahwa itu adalah lembaran dari 
sejarah hubungan yang tidak bisa kita hilangkan, dan harus kita pahami dengan 
baik tetapi ada kepentingan ke depan yang lebih besar yang harus kita bangun.

RNW: Sejauh mana pemerintah Indonesia ini memberikan dukungan yang sepenuhnya 
terhadap warga sendiri, kalau ini tidak dilindungi oleh pemerintah Indonesia 
sendiri lalu siapa yang akan melindungi warganya sendiri?

FD: Kalau dalam hal ini, kan semuanya kita serahkan kepada hukum ya. Nah, 
pemerintah Indonesia kan juga tidak menyatakan bahwa kita melarang itu 
dilakukan. Kita juga tidak melakukan itu, tetapi kalau itu mungkin dilakukan 
oleh atas nama pengacara atau siapa, ya silahkan saja sesuai dengan ketentuan 
dan hukum yang berlaku tentunya ya. 

Kita kan hidup di dalam zaman di mana hukum adalah menjadi panglima kita ya, 
kita hidup di dalam zaman demokrasi. Kalau kita merasa tidak puas atau apa 
segala macam terhadap sesuatu peristiwa ya, silahkan saja melalui jalur hukum 
kan. Sebetulnya di dalam proses hubungan atau kehidupan berdemokrasi itu, saya 
pikir kita lihat ini sesuatu yang positif saja. Ini bagian dari kehidupan 
demokrasi di mana kita meletakan hukum di atas segala-galanya gitu.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke