---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 18 September 2008 14:30 UTC



** DEMONSTRASI ANTI UU PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

** ANWAR IBRAHIM BERUPAYA SINGKIRKAN BADAWI 

** LIMA BANK SENTRAL ATASI KRISIS KREDIT 

** PEPERANGAN SENGIT DI SRILANKA

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KELANGKAAN AIR BERSIH AUSTRALIA DAN BELANDA 
DIANGGAP KERAS KEPALA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TZIPI LIVNI: PEMIMPIN BARU KADIMA SETIDAKNYA 
JUJUR 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RWANDA TAMPAKNYA KEMBALI NORMAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ARTI KRISIS EKONOMI UNTUK MASYARAKAT

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEMBANGUN MASYARAKAT LEWAT PENDIDIKAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA PERAN APARAT KEAMANAN DALAM KASUS PASURUAN?



* DEMONSTRASI ANTI UU PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Sekitar seribu orang berdemonstrasi di Bali menentang UU Anti Pornografi dan 
Pornoaksi yang kemungkinan akan disetujui akhir bulan ini. Parlemen ingin 
antara lain melarang gambar-gambar porno di tempat-tempat umum. UU tersebut 
juga mencantumkan pelarangan berciuman di tempat umum serta seni yang 
bertentangan dengan norma-norma. Banyak penduduk Bali tidak setuju, menunjuk 
pada kebebasan berekspresi dan budaya tari-tarian tradisional mereka. Gubernur 
Bali akan berangkat ke Jakarta pekan depan untuk menentang UU tersebut. Sudah 
tiga tahun lamanya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi diperdebatkan dalam 
politik. Para penentang mengatakan aliran fundamental muslim ingin menerapkan 
pandangan mereka terhadap budaya lain di Indonesia.


* ANWAR IBRAHIM BERUPAYA SINGKIRKAN BADAWI

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim akan berupaya menyingkirkan perdana menteri 
Abdullah Ahmad Badawi. Anwar Ibrahim menyerukan pertemuan darurat parlemen 
Selasa untuk menggelar voting mengenai posisi perdana menteri Badawi. Ia 
mengatakan, memiliki dukungan cukup anggota parlemen untuk bisa menurunkan 
perdana menteri Badawi serta membentuk koalisi pemerintahan baru. Jika itu 
terjadi maka hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam lima puluh 
tahun, koalisi Barisan Nasional menelan kekalahan. Sehari setelah pertemuan di 
parlemen, Anwar Ibrahim harus mempertahankan diri di pengadilan atas dakwaan 
perlakuan homoseksual. Ia mengatakan dakwaan itu sengaja diciptakan oleh 
pemerintah untuk menghalangi ambisi politiknya.


* LIMA BANK SENTRAL ATASI KRISIS KREDIT

Lima bank sentral mengumumkan langkah bersama mengatasi krisis kredit. Bank 
sentral Amerika, Fed, memperkuat bank sentral Eropa, Britania, Jepang dan Swiss 
sebanyak 180 milyar dolar, yang ditukar dengan valuta lain. Dengan demikian 
bank penerima mendapat cadangan dolar yang cukup, hingga dapat menekan suku 
bunga dan menenangkan pasar uang. Krisis bank di Amerika mengakibatkan 
kejatuhan bursa. Lantai bursa di Asia kembali anjlok Kamis. Sementara di Eropa 
kerugian tidak terlampau besar. Kerugian juga dialami bank-bank di luar 
Amerika. Bank Britania, Llyods TSB-bank mengambil alih bank hipotik HBOS dengan 
15,5 milyar euro. Bank tersebut mengalami kerugian besar dengan adanya krisis 
kredit.


* SUSU FORMULA MAKAN KORBAN KEEMPAT

Kasus susu formula beracun di Cina menewaskan korban keempat. Kantor berita 
negara Xinhua melaporkan, kasus kematian ditemukan di Cina barat laut. Seperti 
kasus tiga kematian lainnya, tidak dilaporkan apakah korban tewas seorang bayi. 
Pekan lalu terungkap bahwa susu formula Cina tercampur melamin. Melamin adalah 
zat kimia yang digunakan dalam industri barang sintetis. Akibatnya sekitar enam 
ribu bayi sakit setelah meminum susu beracun tersebut. Sehubungan dengan 
skandal susu bubuk, 12 orang ditahan Kamis. Jumlah total yang ditahan menjadi 
18 orang. Pemerintah segera menggelar penyelidikan apakah melamin juga tercemar 
dalam makanan binatang. Sebelumnya diputuskan untuk menyelidiki seluruh produk 
susu.


* PEPERANGAN SENGIT DI SRILANKA

Setidaknya empat puluh pemberontak dan sepuluh militer tewas dalam peperangan 
sengit antara tentara Srilanka dan kelompok separatis. Militer Srilanka 
melakukan serangan besar-besaran terhadap pemberontak Tamil di Srilanka utara, 
sekitar 300 kilometer dari ibukota Kolombo. Selain pasukan darat, militer juga 
mengerahkan pesawat tempur dan melakukan pemboman hampir setiap hari terhadap 
sasaran Macan Tamil. Menurut militer, penguasaan atas daerah yang diduduki 
Macan Tamil, berlangsung sukses. Kelompok Tamil yang merupakan kelompok etnis 
minoritas, memperjuangkan otonomi di Srilanka utara dan timur selama 25 tahun. 
Kekerasan yang terjadi sepanjang itu telah menewaskan 75 ribu orang.


* PARLEMEN AUSTRALIA TOLAK PENJUALAN URANIUM

Parlemen Australia tidak ingin pemerintah menjual uranium kepada Rusia. 
Parlemen meragukan apakah Rusia akan menggunakan bahan nuklir itu untuk tujuan 
damai. Kejadian baru-baru ini di Georgia menjadi bahan penting dalam 
pertimbangan tersebut. Perdana menteri Australia Kevin Rudd mengatakan 
mempertimbangkan usulan parlemen. Ia juga akan menjelaskan negara-negara lain 
mengenai sikap negaranya terhadap Rusia. Perdana menteri terdahulu John Howard 
menandatangani kesepakatan dengan Moskow soal pemasokan uranium. Kesepakatan 
itu bernilai 800 juta dolar.


* 19 DITAHAN AKIBAT PEMBOMAN KEDUBES AMERIKA

Otoritas Yaman menahan 19 orang menyusul serangan terhadap kedutaan besar 
Amerika, Rabu. Enam pelaku meledakkan diri dengan bom mobil di gedung kedutaan 
di Sanaa dan menewaskan sepuluh lainnya. Otoritas Amerika menuduh Al Qaeda, 
namun kelompok lain menyatakan bertanggungjawab. Kelompok itu adalah Gerakan 
Jihad Islam di Yaman yang juga mengancam untuk melakukan serangan lagi. 
Kedutaan-kedutaan lainnya seperti Britania, Arab Saudi dan Emirat Arab 
kemungkinan menjadi sasaran.


* MENLU LIVNI PIMPIN KADIMA

Menteri luar negeri Israel, Tzipi Livni terpilih sebagai pemimpin baru partai 
Kadima. Berdasarkan jajak pendapat ia menjadi calon favorit. Livni akhirnya 
meraih kemenangan tipis dengan 43 persen suara. Sementara lawannya Shauf Mofaz, 
menteri perhubungan, meraih 42 persen suara. Livni menggantikan pemimpin partai 
yang meletakkan jabatannya Ehud Olmert. Olmert yang juga menjabat perdana 
menteri mundur sebagai ketua Kadima karena skandal korupsi. Pemimpin partai 
baru kini memiliki enam pekan untuk membentuk kabinet. Jika tidak berhasil maka 
akan digelar pemilihan parlemen yang dipercepat di Israel.


* LIMA TEWAS DALAM SERANGAN RUDAL DI PAKISTAN

Lima orang tewas dalam serangan rudal di Pakistan baratlaut. Menurut pejabat 
lokal, pesawat Amerika tanpa awak menembakkan empat rudal ke arah persembunyian 
kelompok muslim radikal. Pasukan Amerika secara teratur melancarkan serangan 
dari negara tetangga Afganistan, kendati tidak pernah diklaim oleh Amerika. 
Rabu kemarin, Panglima Amerika Michael Mullen melakukan pembicaraan dengan 
rekan sejawatnya Ashfaq Kayani dan perdana menteri Yusuf Raza Gilani mengenai 
operasi di wilayah perbatasan. Menurut kedutaan Amerika di ibukota Islamabad, 
Mullen menekankan bahwa Washington ingin bekerja sama erat dengan Pakistan. 
Kelompok ekstrim muslim Pakistan melakukan serangan secara teratur dari 
Afganistan. Amerika ingin agar Islamabad berbuat lebih banyak lagi untuk 
mengatasi serangan.


* DUA JUTA ORANG TANPA LISTRIK DI TEXAS

Hampir dua juta orang hidup tanpa listrik setelah badai Ike melanda Texas, 
Sabtu. Menurut gubernur Texas, Rick Perry, perbaikan sarana listrik merupakan 
prioritas yang utama, setelah pencarian korban hampir selesai. Badai Ike 
menewaskan lima puluh orang di Amerika. Kehidupan umum di wilayah yang terkena 
dampak badai Ike masih belum teratur. Penduduk sering berjam-jam lamanya antri 
untuk membeli kebutuhan pokok. Selain putusnya saluran listrik juga terdapat 
kekurangan besar bahan bakar.


* BERITA BURSA

Lantai bursa Eropa menunjukkan perbaikan setelah rencana penyelamatan bank-bank 
sentral internasional untuk keluar dari krisis kredit. Hal itu mengembalikan 
kepercayaan para pialang saham. 

Indeks AEX di Amsterdam untung 0,4 persen di siang hari. 

Indeks Nikkei di Tokyo kembali anjlok dan ditutup dengan 11.489,30 poin ata 
kerugian 2,2 persen.

Nilai tukar euro tercatat $ 1,4298
Satu euro sama dengan Rp 13.429
Satu dolar setara dengan Rp 9.261


* KELANGKAAN AIR BERSIH AUSTRALIA DAN BELANDA DIANGGAP KERAS KEPALA

Ulasan pers kali ini mengangkat soal kelangkaan air bersih di Australia dan 
Belanda dianggap keras kepala akan sikap mereka di zaman kolonial.

Harian pagi de Volkskrant menulis Australia sangat merindukan air. Waduk yang 
menyediakan air bersih untuk warga kota Melbourne lama kelamaan kering. 
Pemerintah menyisihkan dana sekitar tiga milyar euro untuk pembangunan 
infrastruktur guna mengatasi kekeringan yang melanda negeri itu. 

Keluarga Ken Patterson sudah hampir selama 150 tahun turun temurun tinggal di 
Cathcarth, peternakan besar seluas 2000 hektar di pedesaan luas di Australia. 
Mereka tinggal 250 kilometer dari kota Melbourne timur laut. Namun Patterson 
memandang masa depan dengan suram. Kekeringan melanda daerahnya. Petani 
menderita, demikian juga dengan empat juta penduduk Melbourne, di negara bagian 
Victoria. 

Tujuh waduk yang menyediakan air bersih untuk Melbourne hanya sepertiganya saja 
terisi. Itu merupakan rekor terendah selama ini. Diperkirakan pada 2010 tidak 
akan ada air lagi, jika hujan tidak turun dan pemerintah tidak berbuat apapun. 

Pemerintah merencanakan untuk mengalihkan air dari sungai dan menyalurkannya 
melalui pipa sepanjang 70 kilometer ke Melbourne. Namun rencana itu 
mengorbankan wilayah petani di Victoria. Menggunakan air petani untuk penduduk 
kota tidak akan menyelesaikan masalah. 

Dari Australia kita beralih ke Indonesia. Harian sore NRC Handelsblad menulis 
sebanyak sepuluh keluarga korban desa Rawagede yang sekarang bernama 
Balongsari, menggugat pemerintah Belanda atas pembunuhan yang dilakukan pasukan 
Belanda saat agresi militer tahun 1947. Menurut Saih, salah satu korban 
penembakan yang selamat, tentara Belanda menembaki hampir seluruh penduduk 
laki-laki di kota itu dengan jumlah total sebanyak 431 orang. Pemimpin komite 
hutang kehormatan Belanda, Batara Hutagalung, tertarik untuk mengurusi 
kejahatan perang ketika ia di tahun 90an membaca kenangan tentang ayahnya. Di 
situ tertulis pemboman di Surabaya pada tahun 1945 yang dilakukan oleh pasukan 
Inggris dan dibantu oleh Belanda. 

Ia tinggal 27 tahun di Jerman sampai tahun 1992. Di sana ia sempat melihat Nazi 
diseret ke pengadilan dan dilacak hingga ke Amerika Selatan. Jadi ia berfikir 
mengapa itu tidak terjadi di Belanda. Yayasan yang dipimpinnya juga berhasil 
meraih permohonan maaf dan kompensasi dari pemerintah Britania soal pemboman di 
Surabaya. Dan ia memulai dengan kasus Rawagede. 

Namun sampai saat ini pemerintah Belanda dianggap Hutagalung sebagai keras 
kepala. Bahwa mantan menteri luar negeri Belanda Ben Bot pada 2005 menyatakan 
penyesalan atas kekerasan yang dilakukan, belumlah cukup. Penyesalan, itu lain 
dengan permohonan maaf. Hutagalung tidak mengerti mengapa pemerintah Belanda 
sangat sulit untuk mengeluarkan pernyataan maaf. 

Sementara di Rawagede, yang sekarang bernama Balongsari, terdapat monumen besar 
yang menghiasi kuburan para korban. Para korban tidak menuntut uang banyak dari 
pemerintah Belanda. Saih, korban penembakan yang selamat, tidak perlu mobil 
atau yang lainnya. Hanya sedikit yang dibutuhkannya untuk hidup layak hingga 
akhir hayat nanti. Dan untuk anak-anak dan cucunya, agar hidup lebih baik. 

Demikian NRC Handelsblad dan sekian pula Ulasan Pers kali ini.


* TZIPI LIVNI: PEMIMPIN BARU KADIMA SETIDAKNYA JUJUR

Dengan selisih kecil, yaitu 431 suara, Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni 
menang pemilihan pemimpin partai berhaluan tengah, Kadima. Livni meraih 43,1 
persen suara. Mantan Jenderal Shaul Mofaz yang kini menjabat Menteri 
Perhubungan, memperoleh 42 persen suara. Rabu malam kemarin, dalam jajak 
pendapat usai pemungutan suara, tiga pemancar televisi besar Israel meramalkan 
Livni akan mengalahkan pesaingnya dengan mayoritas besar suara setidaknya 
sepuluh persen. Tapi selisih itu tampaknya tidak sebesar yang diramalkan. Lebih 
jauh laporan koresponden Joop Meijers. 

Tadi pagi, komisi pemilu mengumumkan, Livni menang dengan selisih sangat tipis. 
Pengacara Shaul Mofaz menganjurkan kliennya supaya naik banding atas hasil itu. 
Kabarnya, di pelbagai tempat pemungutan suara, terjadi kecurangan. Mofaz 
mengabaikan nasehat pengacaranya dan menelpon Livni, mengucapkan selamat atas 
kemenangannya. 

Bukan Mofaz yang mengalami kerugian besar dalam pemilihan pemimpin Kadima, 
melainkan televisi Israel serta eksper statistiknya, termasuk guru besar Israel 
yang terkenal itu. Semua pemancar televisi meramalkan Livni menang dengan 
mayoritas suara, yaitu sedikitnya sepuluh persen. Mereka ternyata salah besar.

Penipuan
Livni, 50 tahun, menggantikan pemimpin Kadima yang sekarang, Perdana Menteri 
Israel, Ehud Olmert. Olmert harus lengser karena dalam waktu dekat akan resmi 
didakwa  korupsi dan penipuan. Olmert tetap menjabat pemimpin Kadima sampai 
Livni membentuk kabinet baru. 

Dengan persentase peserta pemilu sebanyak 54% dan perolehan 431 suara, 
kemenangan Livni bisa dikatakan tidak meyakinkan. Kendati demikian ada 
kemungkinan ia berhasil membentuk kabinet baru. Para mitra koalisi saat ini 
tidak menginginkan pemilu baru. 

Melihat skandal korupsi seputar Perdana Menteri Olmert dan beberapa pejabat 
tinggi Kadima lainnya, serta prestasi tidak mengesankan kabinet yang sekarang, 
maka partai koalisi cemas akan mengalami kekalahan besar kalau Israel sekarang 
menggelar pemilu baru. Menurut jajak pendapat terbaru - tapi, siapa sebenarnya 
masih percayanya - pemilu akan dimenangkan pemimpin oposisi yang sekarang dan 
mantan pemimpin Likud, Benjamin Netanyahu. 

Pragmatis
Dengan Livni sebagai pemimpin, haluan apa yang ditempuh Kadima? Menlu ini 
dikenal sebagai politikus pragmatis yang menginginkan jalan keluar nyata 
konflik Israel-Palestina. Di bawah pimpinan Olmert, ia memimpin perundingan 
dengan Palestina. Ia tidak termasuk golongan moderat tapi juga tidak termasuk 
golongan keras. Di dalam partainya, ia harus mencari jalan tengah antara 
kelompok kanan yang menganggap jalan keluar konflik adalah masalah jangka 
panjang, dan kelompok kiri yang ingin secepat mungkin mencapai kompromi 
teritorial, bukan hanya dengan Palestina, tapi juga dengan Suriah. 

Tidak seorang pun tahu apa ide-idenya tentang ekonomi. Karena tidak karismatis 
dan mempesona, ia jelas tidak mengesankan rakyat Israel. Kendati demikian ia 
menarik banyak simpati. Setelah Olmert, rakyat jelas lega dengan setiap 
politikus yang jujur. Beberapa warga Israel menganggap istilah "politikus 
jujur" merupakan istilah ganjil. Tapi pendukung Kadima tampaknya percaya pada 
istilah itu. Dengan demikian, Livni bisa saja diberi peluang untuk memerintah 
sampai pemilu 2010. Kalau begitu, Tzipi Livni akan menjadi perdana menteri 
perempuan kedua Israel, setelah Golda Meir.


* RWANDA TAMPAKNYA KEMBALI NORMAL

Pemilu parlemen di Rwanda, seperti diperkirakan, dimenangkan partai Presiden 
Paul Kagame yang berkuasa. Negara di Afrika Tengah ini kembali normal, 14 tahun 
setelah genosida. Tapi pemilu ini sepertinya semu belaka. Laporan koresponden 
Koert Lindijer.

Dalam urusan kemulusan dan kemudahan berusaha, Rwanda tergolong negara paling 
top di Afrika. Paling tidak menurut publikasi organisasi peneliti 
internasional, Doing Business, yang terbit pekan lalu. Bank Dunia juga menilai 
Rwanda patut mendapat pujian. Seorang pejabat bank ini berkomentar penuh 
sanjungan: "Rwanda berhasil melakukan pembaruan dalam berbagai bidang".

Sekarang ini, siapa pun yang berbicara atau menulis tentang Rwanda, selalu 
ingin menekankan aspek positif. Karena, jika orang tetap menulis kekacauan 
zaman lampau, tetap memberitakan perpecahan antara masyarakat Hutu dan Tutsi, 
menyusul genosida tahun 1994, seolah-olah tidak terjadi sesuatu yang positif. 
Jika menyangkut Rwanda, para politisi, pejabat proyek kerjasama pembangunan dan 
wartawan tidak mau lagi mengungkit-ungkit soal pelanggaran hak-hak azasi 
manusia, manipulasi pemilu atau penyalahgunaan kekuasaan. Mereka semua hanya 
membicarakan bagaimana negeri ini bersusah-payah melepaskan diri dari kekerasan 
dan trauma masa lalu.

Hotel bintang lima
Tak bisa dipungkiri, keadaan Rwanda sekarang jauh lebih baik ketimbang sepuluh 
tahun lalu. Cakrawala kota Kigali kini dipenuhi rumah susun bertingkat tinggi. 
Bukan lagi gubuk tanah liat beratap seng. Gedung perbankan, supermarket dan 
hotel bintang lima menjadi ciri ibukota. Pertumbuhan ekonomi negeri ini 
terkenal tinggi. Negeri ini juga mendapat pujian karena tidak banyak dirongrong 
korupsi. Pemerintah berusaha keras mengembangkan Teknologi Informasi dan 
Telekomunikasi. Dengan harapan, pada suatu saat nanti, negara kecil di tengah 
pengunungan Afrika ini, bisa menjadi semacam Hongkong atau Singapura di regio. 
Gambaran tentang Rwanda yang aman dan stabil juga mulai populer di luar negeri. 
Dampaknya, arus masuk wisatawan meningkat pesat.

Presiden Rwanda, Paul Kagame, punya banyak sahabat di Barat. Pada publik, ia 
menampilkan diri sebagai seorang demokrat baru. Dengan rasa puas, ia mengkritik 
banyak kepala negara Afrika lain, yang melalui perubahan konstitusi, berusaha 
tetap berkuasa. Seperti misalnya Presiden Uganda, Yoweri Museveni. Seolah-olah, 
Paul Kagame ingin berkata, di Rwanda tidak ada penyalahgunaan kekuasaan seperti 
itu. Berbeda dengan masa lalu, Rwanda tidak lagi ikut campur dalam berbagai 
konflik di negeri-negeri tetangga. Pada masa lalu, tentara Rwanda secara 
terbuka merampok kekayaan alam Kongo. Kini, Rwanda mengikuti aturan resmi dan 
tidak lagi ikut campur urusan militer negara jiran.

Wanita
Masih banyak lagi hal-hal positif tentang Rwanda yang bisa ditulis. Tentang 
posisi kaum wanita misalnya. Satu pasal dalam konstitusi memuat ketentuan, 
jumlah anggota parlemen wanita, paling tidak 30 persen. Dari 80 orang caleg 
partai yang berkuasa, Front Patriot Rwanda (RPF), 35 di antaranya wanita. 
Setelah pemilu nanti, ada kemungkinan, jumlah anggota wanita di parlemen 
merupakan mayoritas.

Partai-partai politik di Rwanda tidak bersikap konfrontatif. Politisi yang 
kritis sudah lama meninggalkan Rwanda. Para politisi lainnya memilih 
bekerja-sama dengan RPF. Dalam berbagai anggaran dasar partai, tercantum seruan 
untuk bekerja-sama. Suatu hal yang tidak lumrah, dalam demokrasi Afrika yang 
biasanya sangat kompetitif. Dalam konteks politik Rwanda yang dikelola secara 
otoriter, taat pada pemerintah merupakan hal penting. Siapa yang berani 
mengorek-ngorek masa lalu yang penuh darah, siapa yang berani berbicara 
mengenai penindasan kelompok Hutu pada kelompok Tutsi, atau menyebut RPF 
represif, mereka dicap terlibat 'genosida'. Dan bagi orang-orang seperti itu, 
di Rwanda Baru, tidak ada tempat.

Ekstra tegang
Dengan demikian, pada hakekatnya pemilu sekarang ini berlangsung semu. Hanya 
untuk mengangkat citra Rwanda sebagaimana lazimnya suatu negara. Negara yang 
sedang berusaha melupakan masa lalu yang penuh pembunuhan. Kenyataan yang ada 
tentu saja tidak demikian. Bagaimana masa lalu bisa dilupakan? Ketegangan 
antara Hutu dan Tutsi masih kuat. Persaingan perebutan kekuasaan di antara dua 
kelompok masyarakat ini, masih sama sengit seperti dulu. Selama masa kampanye 
sekarang ini, berbagai perbedaan pendapat dan sikap, sama sekali tidak 
dibicarakan. Di Rwanda, hal-hal seperti itu, masih belum bisa dibicarakan. 
Mungkin, bagi semua warga Rwanda, pertumbuhan ekonomi merupakan prioritas 
utama. Dan RPF berhasil mendorong pertumbuhan. Dan karena itu pula, tidak ada 
alasan untuk berbuat curang dalam pemilu ini.


* ARTI KRISIS EKONOMI UNTUK MASYARAKAT

Dunia perbankan dilanda bangkrut, harga rumah anjlok, BBM dan pangan meroket 
naik harganya. Ini adalah berita makro ekonomi yang kita baca setiap hari di 
koran. Namun apa artinya krisis ekonomi ini untuk orang biasa, apakah mereka 
masih bisa hidup dari penghasilan mereka? Bagaimana prospek masa depan hidup 
mereka dan anak mereka? Tiga orang dari semua penjuru dunia menceritakan imbas 
krisis ekonomi untuk hidup mereka. Mereka adalah orang biasa, tidak kaya atau 
miskin.

Indonesia: Vera
Vera yang tidak mau disebut namanya, lahir di Lampung. Ia termasuk murid yang 
pandai, karena itu ia mendapat bea siswa untuk studi ekonomi di Canberra, 
Australia. Ia menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini ia tinggal di Jakarta.

"Kami segera mendapat pekerjaan di kawasan bisnis Jakarta, kami ini khas 
keluarga menengah dengan gaji bersama 4000 euro atau sekitar 55 juta rupiah 
sebulan", demikian Vera. Kami membeli rumah dan setiap bulan bisa menabung 
dengan bunga 7 persen. Kami menabung untuk masa depan anak-anak".

Ketika pasar bursa masih menguntungkan, Vera bersama suaminya membeli saham. 
Keuntungannya lebih besar kalau dibandingkan dengan bunga tabungan. Banyak 
teman mereka yang melakukan hal yang sama. Tapi sekarang Vera kapok. "Harga 
paket saham kami jatuh setiap hari. Untung kami baru membutuhkan uangnya 
beberapa tahun lagi, untuk membayar biaya sekolah menengah di Jakarta yang 
mahal sekali. Tapi kami was-was juga. Kalau pasar bursa tetap jelek maka 
rencana kami bisa berantakan."

Amerika Serikat: Hans Hendriks
Hans Hendriks, seorang pria Belanda tinggal di Buffalo, Texas bersama Bianca, 
istrinya. Ia memiliki camping, semacam tempat peristirahatan turis dan 
perusahaan ekspor. Mereka menjual mobil, sepeda motor dan barang-barang 
konsumsi kecil semacam pakaian dan barbecue atau alat panggang daging asal 
Amerika ke Belanda. "Kami memanfaatkan kurs dolar yang rendah terhadap euro, 
kami mulai dengan beberapa mobil sebulan, kini sudah 4 mobil seminggu yang 
laris dijual. Membeli barang asal Amerika lebih menguntungkan untuk 
negara-negara euro".

Di Texas tidak terasa krisis ekonomi ini. "Texas adalah salah satu negara 
bagian yang makmur", demikian kilah Hendiks. "Kami punya tambang minyak, pasar 
rumah tidak anjlok sebagaimana halnya di tempat lain di Amerika. Orang senang 
tinggal di daerah pedesaan, rumah laku cepat."

Tapi ia toh merasakan suasana krisis juga. "Harga barang di supermarket 
membumbung tinggi, beberapa bulan terakhir ini. Ini ada kaitannya dengan 
rendahnya kurs dolar dan harga bahan pokok yang naik, tapi juga dengan posisi 
Cina. Negara ini membeli habis Amerika.

Tapi orang Texas mengomel juga. "Pemerintah memberi uang kepada para korban 
badai Ike, atau membayar hipotik mereka yang bangkrut. Uang ini tentu saja 
berasal dari uang pajak. Orang Texas tidak mau membayar pajak yang 
diperuntukkan bagi mereka yang tidak bisa melunasi hipotiknya dan mengeluh".

Britania Raya: Chloe Wasey
Chloe Wasey memiliki bersama The Pigs Pub, sebuah kafe di Edgefield, Norfolk. 
Pengusaha dan pengunjung kafe bersama-sama mendirikan sistem barter yang 
mengagumkan. "Kami sudah buka dua tahun. Pelanggan kami semakin berkurang saja. 
Mereka tidak punya uang lagi untuk setiap hari memesan segelas bir," cerita 
Wasey. "Itu mungkin menjelaskan mengapa kami sukses. Orang menukar pangan 
dengan segelas bir atau sebotol anggur, tanpa perlu membayar untuknya. Kalau 
mereka datang dengan sayuran segar atau daging hasil buruan, kami tidak 
membayar mereka dengan uang melainkan dengan segelas bir." Menurut Chloe Wasey, 
di kawasan itu tinggal banyak pemburu, nelayan dan petani. Mereka tidak bisa 
makan habis daging hasil buruan atau sayur yang ditanamnya. Jadi masuk akal 
bahwa makanan yang tersisa ditukar dengan segelas bir. 

Akibat harga tinggi BBM dan pangan, serta kecemasan tentang hipotik, orang 
makin berhati-hati dengan pengeluarannya. Mereka pertama-tama berhemat dalam 
kunjungan ke restoran atau kafe. Di Britania Raya, sekitar empat kafe per hari 
ditutup. "Kami berhasil mengubah kebijakan perusahaan," kata Chloe Wasey. 
"Semua orang mengambil keuntungan darinya. Sistem barter ini membantu kami 
dalam menekan biaya. Pelanggan memperoleh pangan yang lebih segar katimbang di 
pasar swalayan. Asyik kan untuk berbincang-bincang di kafe dengan orang yang 
menembak seekor kelinci yang nanti anda makan?"


* MEMBANGUN MASYARAKAT LEWAT PENDIDIKAN

Blitar Selatan erat dengan nama Partai Komunis Indonesia, PKI. Daerah ini 
sering dianggap sebagai daerah basis PKI. Ini membuat warga di sana dikucilkan, 
terutama di Dusun Banyu Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto. Kondisi ini 
justru mengundang Cicilia Yulianti Hendayani untuk membangun masyarakat lewat 
pendidikan, lewat TK lintas agama. Bagaimana kiprah perempuan peraih Maarif 
Award 2008 ini? Kontributor KBR68H Didik Syahputra mengikuti kegiatan Yanti, 
dalam laporan yang dibawakan oleh Besti Siregar berikut ini. 



Dusun Banyu Urip masih sepi di pagi hari. Tapi murid-murid TK Griyo Pitoyo 
membuat suasana menjadi riuh. Sebagian anak bermain di ayunan atau perosotan 
kayu dengan cat yang memudar. Sebagian lagi berlarian mengelilingi sekolah, ada 
yang melompat di atas tanah berbatu. Kaki telanjang mereka menyapa tanah dan 
batu di halaman sekolah. 

Sudah pukul 8 pagi. Zainul Arifin, guru TK Griyo Pitoyo, mengomando 
murid-muridnya untuk segera masuk kelas. Zainul mengambil sebilah bambu pendek 
yang dipungut dari halaman sekolah. Pelajaran menyanyi dimulai. 

Angin kencang sempat menghentikan pelajaran sesaat. Debu dan daun kering masuk 
ke dalam ruang kelas.

Bukan cuma debu dan daun kering yang masuk, tapi juga ternak milik warga yang 
tengah digembala. Maklum, kelas dibangun tanpa pintu. Ruangannya kecil, hanya 6 
x 4 meter, dengan lantai dari pecahan keramik bekas dan tembok cukup satu meter 
tingginya. 

Zainul sudah lima tahun mengajar di TK Griyo Pitono. Menurut Zainul, sekolah 
ini memang sederhana. Tapi cita-citanya luar biasa, merangsang anak-anak supaya 
tak tertutup. Supaya tak takut menyampaikan ide dan pendapatnya. 

Zainul Arifin: "Kan melihat tempatnya. Melihat kondisi anak di desa, mengikuti 
arusnya anak-anak. Kan sebelum kita mulai kita omong-omongan gitu melihat 
bagaimana anak-anaknya. Ada yang semangat atau tidak. Kalau ada yang lemah lalu 
saya ajak bermain dulu. Setelah bermainnya puas atau sudah cerah suasananya, 
lalu kembali ke kelas lagi."   

TK Griyo Pitoyo tak melulu berkutat di soal pendidikan. Yang ingin ditekankan 
adalah membangkitkan mental anak-anak supaya berani bergaul dengan orang lain. 
Pendiri Griyo Pitoyo, Cicilia Yulianti mengatakan, warga di Dusun Banyu Urip, 
terutama anak anak, sulit menerima kehadiran orang dari luar dusun. 

Yanti, begitu ia disapa, merasa tertantang untuk mengubah kondisi ini. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Daerah terpencil yang saya temukan itu, mereka 
kurang pendidikan. Yang ada di sana itu pendidikan, tapi setiap kali ada orang 
asing datang, mereka selalu ketakutan, biar untuk orang tua maupun anak 
anaknya. Jadi mereka seperti dunia lain tidak seperti yang ada di Jawa Timur. 
Tertutup sekali. Menundukkan kepala dan menutup mata, karena itu yang selalu 
mereka lakukan. Untuk memperkenalkan diri sendiri ke tetangganya sendiri saja 
harus malu kalo di depan orang.  Lhaa ini kan aneh."     

Sikap tertutup warga Dusun Banyu Urip ini bukan tanpa sebab. Dusun yang 
terletak di perbukitan tandus Blitar Selatan letaknya terpencil, dengan tingkat 
pendidikan masyarakat yang rendah. Daerah ini sejak 1960an dicap sebagai bekas 
basis Partai Komunis Indonesia PKI. Masyarakat pun lantas menutup diri. Seperti 
diceritakan Abdul Rozaq, warga Banyu Urip. 

Abdul Rozaq: "Ketakutan . Trus setiap kita ngomong - ngomong itu ngga bisa 
jauh. Cuma sewajar-wajarnya saja. Kalo ngomong menonjol sedikit itu lalu 
ditegur orang, jangan ngomong. Ngomong seperti tu nanti bahaya. Ada orang 
melihat itu juga nggak boleh ....istilahnya apa ya mas, seperti trauma gitu lo. 
Jadi anaknya kalo kita ngomong apa gitu misalnya PKI gitu langsung ditutup. 
Jangan ngomong seperti itu nanti ada pak Polisi lewat gitu."

Dusun Banyu Urip adalah daerah miskin. Karena itu, banyak orangtua yang tak 
bisa menyekolahkan anak mereka. Orangtua lebih senang jika anak mereka ikut ke 
ladang. 

Abdul Rozaq: "Ya Cuma ikut orangtuanya, karena mungkin di rumah kan nggak ada 
temannya. Kegiatannyaya cuman di ladang itu, yo wis ayo ikut ke ladang. Diajak 
ke ladaaaang terus. Trus ketika dia  masuk ( sekolah, red ) dia nggak bisa 
adaptasi sama teman teman, soalnya apa yang diperoleh di sini nggak  tahu. Jadi 
tingak tinguk gitu lo kayak orang kebingungan. Karena mungkin di sana nggak 
bekerja tapi melihat orang kerja."

Sejak TK Griyo Pitoyo hadir di Dusun Banyu Urip, perlahan kondisi mulai 
berubah. Anak-anak mulai mengenal bangku sekolah, tak melulu berpanas-panas di 
ladang. Kata Abdul Wahid, warga setempat, awalnya para orangtua enggan 
menyekolahkan anaknya. 'Pasti mahal', begitu yang terlintas di kepala warga. 

Namun setelah tahu sekolahnya gratis mereka tertarik. Lagipula ketika mulai ada 
satu dua anak yang bersekolah, anak-anak yang lainnya iri. 

Abdul Wahid: "Ya... setelah tahu ada anak-anak yang sekolah di situ, anak-anak 
kan yo pengen to mas sekolah di situ. Lalu mereka teriak aku sekolahne pak !! 
Ben iso nyanyi ben iso ngambar ben iso moco. Lha kita sebagai orangtua kan yo 
trenyuh to mas melihat anak pengen sekolah. Akhirnya yo wis kita sekolahkan di 
situ. Sementara kita di ladang sendiri yo nggak apa apa yang penting anak anak 
itu pinter. Tidak seperi bapaknya ini, suda uripnya susah, ya ... pokoke bodo 
lah mas ... ) 

Adanya sekolah, juga mulai mengikis rasa takut anak anak terhadap orang luar 
dusun. Kata Sulis, warga dusun Banyu Urip, anak-anak kini lebih percaya diri. 

Sulis: "Dulu anak saya sebelum sekolah itu bandel, ya... diajari apa apa itu 
nggak pernah bisa. Trus sekarang setelah masuk sekolah di sini itu ya sedikit 
mengerti karena bimbingan  dari pak guru Arifin anak jadi menurut. Trus 
sekarang ini anaknya jadi penurut nggak nakal. Ya.. sekarang sudah tahu gambar 
ini namanya apa. Trus gambar ini warnanya apa, cari warna apa ya sudah tahu."

Sejarah TK Griyo Pitoyo merentang panjang hingga ke tahun 1996. Kehadiran TK 
Griyo Pitoyo ini tak lepas dari kerja keras Cicilia Yulianti, peraih Maarif 
Award 2008 ini. 

Saat itu Cicilia Yulianti, disapa Yanti, datang ke Dusun Banyu Urip untuk 
mengantar sejumlah mahasiswa dari Universitas Widya Mandala Surabaya. Mereka 
datang dalam rangka program tinggal bersama warga alias live in. Yanti 
mengenang, warga dusun terlihat sangat ketakutan setiap berhadapan dengan orang 
luar dusun. Orangtua langsung sibuk memanggil anak-anak mereka untuk masuk ke 
rumah. Pintu ditutup rapat. 

Hidup di Blitar Selatan dengan cap sebagai bekas basis PKI membuat warga 
setempat ketakutan, cerita Yanti. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Ada rasa ketakutan terutama pada perangkat. 
Perangkat apapunlah itu. Baik itu perangkat desa perangkat dusun bahkan aparat 
keamanan. Apalagi itu yang mereka takuti. Ternyata ada masalah lain, mereka 
selalu merasa bahwa dirinya bodoh. Ternyata itu memang ditanamkan. Ditanamkan 
bahwa kowe kuwi wong deso mulane kowe goblok. Selalu begitu. Dan itu mendasari 
terus, selalu begitu. Dan itu berlangsung sampe anak cucu mereka. Bahwa karena 
kita ini orang desa, orang selatan, apalagi kita menderita stigma seperti itu, 
makanya kita bodoh."     

Yanti yang menganut agama Katolik sempat dicurigai warga, hanya karena agamanya 
berbeda dari mayoritas warga Dusun Banyu Urip. Warga mencibir, kedatangan Yanti 
pasti akan mengundang masalah. Kalaupun ingin menolong warga, mereka curiga, 
yang ditolong pasti hanya yang seagama. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Mbak Yanti ini datang ke sini kan juga orang 
Katolik, ini paling juga untuk menolong orang Katolik saja. Saya waktu itu 
sudah agak drop ketika mereka sudah mulai mengaitkan dengan masalah agama. 
Waduha repot iki."

Waluyo salah satu pemuda setempat, bahkan sempat mengancam Yanti, jika 
kedatangannya ke Banyu Urip adalah untuk menyebarkan agama tertentu.

Waluyo: "Orang di sini itu kan Islam. Makanya ketika Mbak Yanti datang, kita 
sempat peringatkan. Jangan mempengaruhi warga untuk pindah agama. Saya sendiri 
waktu itu ya sempat ngomong. Kalo anda ke sini itu untuk mempengaruhi orang, 
sampeyan tak sikat!!! Tapi lama kelamaan kita tahu. Ternyata tujuannya kesini 
bukan karena masalah agama. Lha akhirnya ya malah kita bantu. Jadinya ya malah 
seperti ini....kita malah seperti saudara gitu lo."

Yanti lantas memantapkan niatnya tinggal di Dusun Banyu Urip. Ia langsung 
membentuk kelompok belajar anak-anak untuk memberantas buta huruf. Semua 
dilakukan tanpa melihat latar belakang agama. Lewat pelajaran membaca, Yanti 
mengikis sekat-sekat agama di antara warga. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya waktu itu hanya berpikir bahwa kalo kita 
hanya membangun gedung untuk tempat kita bersembahyang atau beribadah, dia 
hanya akan berupa gedung itu saja. Dan pulang ibadah tidak ada sesuatu yang 
bisa diperjuangkan bersama. Kalo misalnya ada sesuatu yang bisa diopeni 
bersama, itu yang bisa merekatkan orang sehingga mereka tidak berpikir lagi 
soal agamaku apa dan kamu apa."

Kehadiran Yanti membawa angin segar di Dusun Banyu Urip. Hal-hal baru dan 
menyenangkan diajarkan di sekolah, diceritakan oleh anak-anak kepada orang tua 
mereka. Anak-anak yang bersekolah di TK Griyo Pitoyo sontak berbeda dengan 
anak-anak yang hanya bekerja di ladang. Mereka menjadi pandai menyanyi dan 
membaca, serta tak lagi mudah curiga atau ketakutan terhadap orang lain. 

Yanti lantas mencoba meyakinkan warga akan komitmennya untuk memberantas buta 
huruf. Agama tak dijadikan tembok penghalang. Cemoohan dan ancaman sempat 
mampir, tapi Yanti tak peduli. Kata dia, ancaman dan tentangan paling keras 
datang dari penghulu atau modin Banyu Urip. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Sebenarnya saya tidak pernah merasa memusuhi dia 
tapi dia yang selalu memusuhi saya itu adalah modin. Kita tanam jati sama 
teman-teman untuk tabungan teman-teman, guru-guru lokal untuk menikah ... 
dibakar kemarin itu." 
  
Kini sudah berdiri 4 Taman Kanak-kanak di Kecamatan Ponggok, Wates, Gandusari 
dan Wonotirto. Yanti mengaku harus mengeluarkan uang cukup besar demi membangun 
sekolah-sekolah ini. Beruntung, ada bantuan dana yang juga datang dari 
masyarakat dan gereja. 

Anak-anak di Dusun Banyu Urip juga mulai berubah. Mereka lebih percaya diri, 
tak lagi tertutup terhadap dunia luar. Tapi ini baru permulaan, kata Yanti. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya itu nggak pernah ngmong ada perkembangan 
bagus lo mas. Kalo perkara perkembangan anak bagus. Saya bisa katakan bagus. 
Tapi kalo untuk perkembangan masyarakatnya saya tidak bisa mengatakan kalo 
bagus karena semua itu kan proses. Yang ada itu adalah masyarakat mau berproses 
gitu lo. Kalo perkembangan bagus saya ngomong:  wiiiih..... banyak jatuh terus 
kan.  Kalo anak itu kan kelihatan. Yang tadinya tidak bisa mbaca jadi bisa 
mbaca. Tidak berani ngomong sekarang jadi berani ngomong." 

Yanti masih menyimpan satu obsesi. Supaya kelak, warga membangun sendiri 
sekolah bagi mereka. Sekolah dengan biaya murah, agar tak bergantung kepada 
pemerintah. 

Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya pengen untuk Blitar saja nggak usah jauh 
jauh. Ada teman-teman yang punya inisiatif seperti itu di daerahnya masing 
masing. Dan saya nggak patah semangat mas, saya masih berharap bahwa itu masih 
panjang jalannya. Jadi ini lo yang saya harapkan bahwa masyarakat itu 
sebenarnya dapat membangun pendidikannya sendiri. Kalo seandainya pemerintah 
lepas tanganpun pendidikannya tetap jalan, maksud saya itu begitu. Pendidikan 
di desa, kalau memang mereka memakai metode masyarakat lokal seperti 
apendidikan mandiri lah seperti itu, bisa jalan. Walaupunlah kondisi pemerintah 
seperti apa kita nggak perlu lagi ngributin BOS." 


Tim Liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum.


* APA PERAN APARAT KEAMANAN DALAM KASUS PASURUAN?

Pembagian zakat fitrah yang meminta korban meninggal di Pasuruan mengundang 
berbagai pertanyaan, kali ini ihwal masalah keamanan. Apa peran aparat keamanan 
dalam kasus tragis ini? Kita jumpai Dr. Haryono, pakar sejarah militer 
Universitas Malang, yang menyorot kegagalan pengamanan dalam peristiwa ini.  

Haryono: Kalau menurut saya justru setelah reformasi, itu masyarakat merasa 
bebas untuk mengadakan berbagai aktivitas. Sehingga ketika mereka mau 
mengadakan kegiatan juga merasa bebas, walaupun kegiatan itu mengundang banyak 
orang. Sehingga kejadian di Pasuruan itu sebenarnya refleksi dari kondisi 
masyarakat yang merasa ketika mau membagikan sesuatu dengan jumlah orang 
ribuan, tanpa koordinasi dengan aparat keamanan, khususnya sekarang polisi.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Mengapa polisi tidak turun tangan dalam hal 
ini, kan ini pernah terjadi tahun lalu juga?

Haryono: Alasan yang muncul di polisi adalah bahwa polisi tidak diberi tahu. 
Karena sebenarnya sebuah aktivitas yang mendatangkan keramaian itu harus ada 
ijin, dan itu alasan yang sempat muncul, sehingga secara normatif polisi tidak 
tahu. Tetapi kalau kita lihat secara umum, di polisi kan ada reserse atau 
intelejen yang sebenarnya bisa mendeteksi ini. Kenapa pihak aparat polri tidak 
menegur sebelum kejadian ini. Juga patut kami sayangkan bahwa aparat keamanan, 
khususnya polisi kurang mempunyai alat detektif yang cukup bagus. 

RNW: Ada kritik juga dari masyarakat terhadap sikap polisi yang acuh tak acuh 
ini?

Haryono: Itu tidak sempat jadi bahan pembicaraan pak. Itu artinya, di 
masyarakat justru pihak keluarga Syaikon yang dianggap kurang proaktif. Tapi 
sebenarnya kalau dalam kehidupan negara yang demokratis, itu sebenarnya pihak 
polisi tidak harus menunggu laporan. Karena sebenarnya keluarga Syaikon itu 
sudah sempat melontarkan, satu atau dua hari sebelum pelaksanaan itu, ke media, 
yang diketahui oleh publik. Dan publik kemudian yang merasa miskin punya hak 
untuk itu, segera datang. Nah, tentunya hal yang semacam itu dibaca oleh aparat 
kepolisian. Cuma aparat kepolisian kurang proaktif untuk segera mengingatkan 
keluarga Syaikon, untuk koordinasi dengan aparat keamanan. Ini yang patut kita 
sayangkan. 

RNW: Kalau dibanding dengan masa Orde Baru dulu bagaimana, ini kan militer 
langsung turun tangan pada waktu itu, bagaimana ini pak Haryono?

Haryono: Kalau dengan sekarang di Pasuruan yang turun tangan langsung adalah 
polisi. Jadi karena memang situasinya sudah berbeda, sehingga aparat militer 
tidak terlibat dan dari segi peraturan perundang-undangan tidak dimungkin untuk 
turun. Yang turun adalah pihak aparat kepolisian. Dan aparat kepolisian itu 
tadi kurang cekatan untuk mendeteksi informasi yang sudah berkembang di 
masyarakat akan berkumpulnya ribuan orang menerima zakat. 

RNW: Tapi kalau Anda sebagai pakar militer ini rupanya masih dibutuhkan juga ya 
militer. Polisi tidak bisa "tidak becus" dalam hal menangani keamanan ini?

Haryono: Kalau menurut saya, sebenarnya militer tidak harus lah. Karena 
sebenarnya polisi itu bisa. Cuma yang menarik kan bahwa aparat Babin Kammas, 
jadi bintara polisi yang ditugaskan di setiap kelurahan atau desa atau pun 
aparat reserse intelejen, itu yang perlu dorongan, perlu dukungan untuk segera 
aktif. Kalau dibandingkan dengan aparat Babinsa, jadi bintara pembina desa, 
Babin Kammas itu masih kalah profesional untuk mendeteksi kejadian-kejadian 
yang sebelumnya terjadi. Justru menurut saya aparat Babin Kammas bisa belajar 
dari Babinsa bagaimana deteksi dini terhadap peristiwa-peristiwa yang akan 
terjadi. Dan militer tidak harus dilibatkan, karena situasi politiknya juga 
sudah berbeda.

RNW: Bagaimana tanggapan dari masyarakat di sekitar sana. Anda sebagai orang 
Jawa Timur ini, Anda mendengar keluhan-keluhan mungkin atau komentar-komentar?

Haryono: Ya, ini memang masyarakat kita mengeluh bahwa kenapa di era reformasi 
ini kemiskinan atau kehidupan masyarakat semakin sulit, sehingga dengan 
iming-iming tawaran zakat sekitar tiga puluh ribu, mampu menjadi daya tarik 
yang luar biasa tanpa memperhatikan resiko-resiko berdesakan sampai menimbulkan 
kematian ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke