--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 18 September 2008 14:30 UTC ** DEMONSTRASI ANTI UU PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI ** ANWAR IBRAHIM BERUPAYA SINGKIRKAN BADAWI ** LIMA BANK SENTRAL ATASI KRISIS KREDIT ** PEPERANGAN SENGIT DI SRILANKA ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: KELANGKAAN AIR BERSIH AUSTRALIA DAN BELANDA DIANGGAP KERAS KEPALA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TZIPI LIVNI: PEMIMPIN BARU KADIMA SETIDAKNYA JUJUR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: RWANDA TAMPAKNYA KEMBALI NORMAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ARTI KRISIS EKONOMI UNTUK MASYARAKAT ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MEMBANGUN MASYARAKAT LEWAT PENDIDIKAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: APA PERAN APARAT KEAMANAN DALAM KASUS PASURUAN? * DEMONSTRASI ANTI UU PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Sekitar seribu orang berdemonstrasi di Bali menentang UU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang kemungkinan akan disetujui akhir bulan ini. Parlemen ingin antara lain melarang gambar-gambar porno di tempat-tempat umum. UU tersebut juga mencantumkan pelarangan berciuman di tempat umum serta seni yang bertentangan dengan norma-norma. Banyak penduduk Bali tidak setuju, menunjuk pada kebebasan berekspresi dan budaya tari-tarian tradisional mereka. Gubernur Bali akan berangkat ke Jakarta pekan depan untuk menentang UU tersebut. Sudah tiga tahun lamanya UU Anti Pornografi dan Pornoaksi diperdebatkan dalam politik. Para penentang mengatakan aliran fundamental muslim ingin menerapkan pandangan mereka terhadap budaya lain di Indonesia. * ANWAR IBRAHIM BERUPAYA SINGKIRKAN BADAWI Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim akan berupaya menyingkirkan perdana menteri Abdullah Ahmad Badawi. Anwar Ibrahim menyerukan pertemuan darurat parlemen Selasa untuk menggelar voting mengenai posisi perdana menteri Badawi. Ia mengatakan, memiliki dukungan cukup anggota parlemen untuk bisa menurunkan perdana menteri Badawi serta membentuk koalisi pemerintahan baru. Jika itu terjadi maka hal tersebut merupakan yang pertama kalinya dalam lima puluh tahun, koalisi Barisan Nasional menelan kekalahan. Sehari setelah pertemuan di parlemen, Anwar Ibrahim harus mempertahankan diri di pengadilan atas dakwaan perlakuan homoseksual. Ia mengatakan dakwaan itu sengaja diciptakan oleh pemerintah untuk menghalangi ambisi politiknya. * LIMA BANK SENTRAL ATASI KRISIS KREDIT Lima bank sentral mengumumkan langkah bersama mengatasi krisis kredit. Bank sentral Amerika, Fed, memperkuat bank sentral Eropa, Britania, Jepang dan Swiss sebanyak 180 milyar dolar, yang ditukar dengan valuta lain. Dengan demikian bank penerima mendapat cadangan dolar yang cukup, hingga dapat menekan suku bunga dan menenangkan pasar uang. Krisis bank di Amerika mengakibatkan kejatuhan bursa. Lantai bursa di Asia kembali anjlok Kamis. Sementara di Eropa kerugian tidak terlampau besar. Kerugian juga dialami bank-bank di luar Amerika. Bank Britania, Llyods TSB-bank mengambil alih bank hipotik HBOS dengan 15,5 milyar euro. Bank tersebut mengalami kerugian besar dengan adanya krisis kredit. * SUSU FORMULA MAKAN KORBAN KEEMPAT Kasus susu formula beracun di Cina menewaskan korban keempat. Kantor berita negara Xinhua melaporkan, kasus kematian ditemukan di Cina barat laut. Seperti kasus tiga kematian lainnya, tidak dilaporkan apakah korban tewas seorang bayi. Pekan lalu terungkap bahwa susu formula Cina tercampur melamin. Melamin adalah zat kimia yang digunakan dalam industri barang sintetis. Akibatnya sekitar enam ribu bayi sakit setelah meminum susu beracun tersebut. Sehubungan dengan skandal susu bubuk, 12 orang ditahan Kamis. Jumlah total yang ditahan menjadi 18 orang. Pemerintah segera menggelar penyelidikan apakah melamin juga tercemar dalam makanan binatang. Sebelumnya diputuskan untuk menyelidiki seluruh produk susu. * PEPERANGAN SENGIT DI SRILANKA Setidaknya empat puluh pemberontak dan sepuluh militer tewas dalam peperangan sengit antara tentara Srilanka dan kelompok separatis. Militer Srilanka melakukan serangan besar-besaran terhadap pemberontak Tamil di Srilanka utara, sekitar 300 kilometer dari ibukota Kolombo. Selain pasukan darat, militer juga mengerahkan pesawat tempur dan melakukan pemboman hampir setiap hari terhadap sasaran Macan Tamil. Menurut militer, penguasaan atas daerah yang diduduki Macan Tamil, berlangsung sukses. Kelompok Tamil yang merupakan kelompok etnis minoritas, memperjuangkan otonomi di Srilanka utara dan timur selama 25 tahun. Kekerasan yang terjadi sepanjang itu telah menewaskan 75 ribu orang. * PARLEMEN AUSTRALIA TOLAK PENJUALAN URANIUM Parlemen Australia tidak ingin pemerintah menjual uranium kepada Rusia. Parlemen meragukan apakah Rusia akan menggunakan bahan nuklir itu untuk tujuan damai. Kejadian baru-baru ini di Georgia menjadi bahan penting dalam pertimbangan tersebut. Perdana menteri Australia Kevin Rudd mengatakan mempertimbangkan usulan parlemen. Ia juga akan menjelaskan negara-negara lain mengenai sikap negaranya terhadap Rusia. Perdana menteri terdahulu John Howard menandatangani kesepakatan dengan Moskow soal pemasokan uranium. Kesepakatan itu bernilai 800 juta dolar. * 19 DITAHAN AKIBAT PEMBOMAN KEDUBES AMERIKA Otoritas Yaman menahan 19 orang menyusul serangan terhadap kedutaan besar Amerika, Rabu. Enam pelaku meledakkan diri dengan bom mobil di gedung kedutaan di Sanaa dan menewaskan sepuluh lainnya. Otoritas Amerika menuduh Al Qaeda, namun kelompok lain menyatakan bertanggungjawab. Kelompok itu adalah Gerakan Jihad Islam di Yaman yang juga mengancam untuk melakukan serangan lagi. Kedutaan-kedutaan lainnya seperti Britania, Arab Saudi dan Emirat Arab kemungkinan menjadi sasaran. * MENLU LIVNI PIMPIN KADIMA Menteri luar negeri Israel, Tzipi Livni terpilih sebagai pemimpin baru partai Kadima. Berdasarkan jajak pendapat ia menjadi calon favorit. Livni akhirnya meraih kemenangan tipis dengan 43 persen suara. Sementara lawannya Shauf Mofaz, menteri perhubungan, meraih 42 persen suara. Livni menggantikan pemimpin partai yang meletakkan jabatannya Ehud Olmert. Olmert yang juga menjabat perdana menteri mundur sebagai ketua Kadima karena skandal korupsi. Pemimpin partai baru kini memiliki enam pekan untuk membentuk kabinet. Jika tidak berhasil maka akan digelar pemilihan parlemen yang dipercepat di Israel. * LIMA TEWAS DALAM SERANGAN RUDAL DI PAKISTAN Lima orang tewas dalam serangan rudal di Pakistan baratlaut. Menurut pejabat lokal, pesawat Amerika tanpa awak menembakkan empat rudal ke arah persembunyian kelompok muslim radikal. Pasukan Amerika secara teratur melancarkan serangan dari negara tetangga Afganistan, kendati tidak pernah diklaim oleh Amerika. Rabu kemarin, Panglima Amerika Michael Mullen melakukan pembicaraan dengan rekan sejawatnya Ashfaq Kayani dan perdana menteri Yusuf Raza Gilani mengenai operasi di wilayah perbatasan. Menurut kedutaan Amerika di ibukota Islamabad, Mullen menekankan bahwa Washington ingin bekerja sama erat dengan Pakistan. Kelompok ekstrim muslim Pakistan melakukan serangan secara teratur dari Afganistan. Amerika ingin agar Islamabad berbuat lebih banyak lagi untuk mengatasi serangan. * DUA JUTA ORANG TANPA LISTRIK DI TEXAS Hampir dua juta orang hidup tanpa listrik setelah badai Ike melanda Texas, Sabtu. Menurut gubernur Texas, Rick Perry, perbaikan sarana listrik merupakan prioritas yang utama, setelah pencarian korban hampir selesai. Badai Ike menewaskan lima puluh orang di Amerika. Kehidupan umum di wilayah yang terkena dampak badai Ike masih belum teratur. Penduduk sering berjam-jam lamanya antri untuk membeli kebutuhan pokok. Selain putusnya saluran listrik juga terdapat kekurangan besar bahan bakar. * BERITA BURSA Lantai bursa Eropa menunjukkan perbaikan setelah rencana penyelamatan bank-bank sentral internasional untuk keluar dari krisis kredit. Hal itu mengembalikan kepercayaan para pialang saham. Indeks AEX di Amsterdam untung 0,4 persen di siang hari. Indeks Nikkei di Tokyo kembali anjlok dan ditutup dengan 11.489,30 poin ata kerugian 2,2 persen. Nilai tukar euro tercatat $ 1,4298 Satu euro sama dengan Rp 13.429 Satu dolar setara dengan Rp 9.261 * KELANGKAAN AIR BERSIH AUSTRALIA DAN BELANDA DIANGGAP KERAS KEPALA Ulasan pers kali ini mengangkat soal kelangkaan air bersih di Australia dan Belanda dianggap keras kepala akan sikap mereka di zaman kolonial. Harian pagi de Volkskrant menulis Australia sangat merindukan air. Waduk yang menyediakan air bersih untuk warga kota Melbourne lama kelamaan kering. Pemerintah menyisihkan dana sekitar tiga milyar euro untuk pembangunan infrastruktur guna mengatasi kekeringan yang melanda negeri itu. Keluarga Ken Patterson sudah hampir selama 150 tahun turun temurun tinggal di Cathcarth, peternakan besar seluas 2000 hektar di pedesaan luas di Australia. Mereka tinggal 250 kilometer dari kota Melbourne timur laut. Namun Patterson memandang masa depan dengan suram. Kekeringan melanda daerahnya. Petani menderita, demikian juga dengan empat juta penduduk Melbourne, di negara bagian Victoria. Tujuh waduk yang menyediakan air bersih untuk Melbourne hanya sepertiganya saja terisi. Itu merupakan rekor terendah selama ini. Diperkirakan pada 2010 tidak akan ada air lagi, jika hujan tidak turun dan pemerintah tidak berbuat apapun. Pemerintah merencanakan untuk mengalihkan air dari sungai dan menyalurkannya melalui pipa sepanjang 70 kilometer ke Melbourne. Namun rencana itu mengorbankan wilayah petani di Victoria. Menggunakan air petani untuk penduduk kota tidak akan menyelesaikan masalah. Dari Australia kita beralih ke Indonesia. Harian sore NRC Handelsblad menulis sebanyak sepuluh keluarga korban desa Rawagede yang sekarang bernama Balongsari, menggugat pemerintah Belanda atas pembunuhan yang dilakukan pasukan Belanda saat agresi militer tahun 1947. Menurut Saih, salah satu korban penembakan yang selamat, tentara Belanda menembaki hampir seluruh penduduk laki-laki di kota itu dengan jumlah total sebanyak 431 orang. Pemimpin komite hutang kehormatan Belanda, Batara Hutagalung, tertarik untuk mengurusi kejahatan perang ketika ia di tahun 90an membaca kenangan tentang ayahnya. Di situ tertulis pemboman di Surabaya pada tahun 1945 yang dilakukan oleh pasukan Inggris dan dibantu oleh Belanda. Ia tinggal 27 tahun di Jerman sampai tahun 1992. Di sana ia sempat melihat Nazi diseret ke pengadilan dan dilacak hingga ke Amerika Selatan. Jadi ia berfikir mengapa itu tidak terjadi di Belanda. Yayasan yang dipimpinnya juga berhasil meraih permohonan maaf dan kompensasi dari pemerintah Britania soal pemboman di Surabaya. Dan ia memulai dengan kasus Rawagede. Namun sampai saat ini pemerintah Belanda dianggap Hutagalung sebagai keras kepala. Bahwa mantan menteri luar negeri Belanda Ben Bot pada 2005 menyatakan penyesalan atas kekerasan yang dilakukan, belumlah cukup. Penyesalan, itu lain dengan permohonan maaf. Hutagalung tidak mengerti mengapa pemerintah Belanda sangat sulit untuk mengeluarkan pernyataan maaf. Sementara di Rawagede, yang sekarang bernama Balongsari, terdapat monumen besar yang menghiasi kuburan para korban. Para korban tidak menuntut uang banyak dari pemerintah Belanda. Saih, korban penembakan yang selamat, tidak perlu mobil atau yang lainnya. Hanya sedikit yang dibutuhkannya untuk hidup layak hingga akhir hayat nanti. Dan untuk anak-anak dan cucunya, agar hidup lebih baik. Demikian NRC Handelsblad dan sekian pula Ulasan Pers kali ini. * TZIPI LIVNI: PEMIMPIN BARU KADIMA SETIDAKNYA JUJUR Dengan selisih kecil, yaitu 431 suara, Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni menang pemilihan pemimpin partai berhaluan tengah, Kadima. Livni meraih 43,1 persen suara. Mantan Jenderal Shaul Mofaz yang kini menjabat Menteri Perhubungan, memperoleh 42 persen suara. Rabu malam kemarin, dalam jajak pendapat usai pemungutan suara, tiga pemancar televisi besar Israel meramalkan Livni akan mengalahkan pesaingnya dengan mayoritas besar suara setidaknya sepuluh persen. Tapi selisih itu tampaknya tidak sebesar yang diramalkan. Lebih jauh laporan koresponden Joop Meijers. Tadi pagi, komisi pemilu mengumumkan, Livni menang dengan selisih sangat tipis. Pengacara Shaul Mofaz menganjurkan kliennya supaya naik banding atas hasil itu. Kabarnya, di pelbagai tempat pemungutan suara, terjadi kecurangan. Mofaz mengabaikan nasehat pengacaranya dan menelpon Livni, mengucapkan selamat atas kemenangannya. Bukan Mofaz yang mengalami kerugian besar dalam pemilihan pemimpin Kadima, melainkan televisi Israel serta eksper statistiknya, termasuk guru besar Israel yang terkenal itu. Semua pemancar televisi meramalkan Livni menang dengan mayoritas suara, yaitu sedikitnya sepuluh persen. Mereka ternyata salah besar. Penipuan Livni, 50 tahun, menggantikan pemimpin Kadima yang sekarang, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert. Olmert harus lengser karena dalam waktu dekat akan resmi didakwa korupsi dan penipuan. Olmert tetap menjabat pemimpin Kadima sampai Livni membentuk kabinet baru. Dengan persentase peserta pemilu sebanyak 54% dan perolehan 431 suara, kemenangan Livni bisa dikatakan tidak meyakinkan. Kendati demikian ada kemungkinan ia berhasil membentuk kabinet baru. Para mitra koalisi saat ini tidak menginginkan pemilu baru. Melihat skandal korupsi seputar Perdana Menteri Olmert dan beberapa pejabat tinggi Kadima lainnya, serta prestasi tidak mengesankan kabinet yang sekarang, maka partai koalisi cemas akan mengalami kekalahan besar kalau Israel sekarang menggelar pemilu baru. Menurut jajak pendapat terbaru - tapi, siapa sebenarnya masih percayanya - pemilu akan dimenangkan pemimpin oposisi yang sekarang dan mantan pemimpin Likud, Benjamin Netanyahu. Pragmatis Dengan Livni sebagai pemimpin, haluan apa yang ditempuh Kadima? Menlu ini dikenal sebagai politikus pragmatis yang menginginkan jalan keluar nyata konflik Israel-Palestina. Di bawah pimpinan Olmert, ia memimpin perundingan dengan Palestina. Ia tidak termasuk golongan moderat tapi juga tidak termasuk golongan keras. Di dalam partainya, ia harus mencari jalan tengah antara kelompok kanan yang menganggap jalan keluar konflik adalah masalah jangka panjang, dan kelompok kiri yang ingin secepat mungkin mencapai kompromi teritorial, bukan hanya dengan Palestina, tapi juga dengan Suriah. Tidak seorang pun tahu apa ide-idenya tentang ekonomi. Karena tidak karismatis dan mempesona, ia jelas tidak mengesankan rakyat Israel. Kendati demikian ia menarik banyak simpati. Setelah Olmert, rakyat jelas lega dengan setiap politikus yang jujur. Beberapa warga Israel menganggap istilah "politikus jujur" merupakan istilah ganjil. Tapi pendukung Kadima tampaknya percaya pada istilah itu. Dengan demikian, Livni bisa saja diberi peluang untuk memerintah sampai pemilu 2010. Kalau begitu, Tzipi Livni akan menjadi perdana menteri perempuan kedua Israel, setelah Golda Meir. * RWANDA TAMPAKNYA KEMBALI NORMAL Pemilu parlemen di Rwanda, seperti diperkirakan, dimenangkan partai Presiden Paul Kagame yang berkuasa. Negara di Afrika Tengah ini kembali normal, 14 tahun setelah genosida. Tapi pemilu ini sepertinya semu belaka. Laporan koresponden Koert Lindijer. Dalam urusan kemulusan dan kemudahan berusaha, Rwanda tergolong negara paling top di Afrika. Paling tidak menurut publikasi organisasi peneliti internasional, Doing Business, yang terbit pekan lalu. Bank Dunia juga menilai Rwanda patut mendapat pujian. Seorang pejabat bank ini berkomentar penuh sanjungan: "Rwanda berhasil melakukan pembaruan dalam berbagai bidang". Sekarang ini, siapa pun yang berbicara atau menulis tentang Rwanda, selalu ingin menekankan aspek positif. Karena, jika orang tetap menulis kekacauan zaman lampau, tetap memberitakan perpecahan antara masyarakat Hutu dan Tutsi, menyusul genosida tahun 1994, seolah-olah tidak terjadi sesuatu yang positif. Jika menyangkut Rwanda, para politisi, pejabat proyek kerjasama pembangunan dan wartawan tidak mau lagi mengungkit-ungkit soal pelanggaran hak-hak azasi manusia, manipulasi pemilu atau penyalahgunaan kekuasaan. Mereka semua hanya membicarakan bagaimana negeri ini bersusah-payah melepaskan diri dari kekerasan dan trauma masa lalu. Hotel bintang lima Tak bisa dipungkiri, keadaan Rwanda sekarang jauh lebih baik ketimbang sepuluh tahun lalu. Cakrawala kota Kigali kini dipenuhi rumah susun bertingkat tinggi. Bukan lagi gubuk tanah liat beratap seng. Gedung perbankan, supermarket dan hotel bintang lima menjadi ciri ibukota. Pertumbuhan ekonomi negeri ini terkenal tinggi. Negeri ini juga mendapat pujian karena tidak banyak dirongrong korupsi. Pemerintah berusaha keras mengembangkan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi. Dengan harapan, pada suatu saat nanti, negara kecil di tengah pengunungan Afrika ini, bisa menjadi semacam Hongkong atau Singapura di regio. Gambaran tentang Rwanda yang aman dan stabil juga mulai populer di luar negeri. Dampaknya, arus masuk wisatawan meningkat pesat. Presiden Rwanda, Paul Kagame, punya banyak sahabat di Barat. Pada publik, ia menampilkan diri sebagai seorang demokrat baru. Dengan rasa puas, ia mengkritik banyak kepala negara Afrika lain, yang melalui perubahan konstitusi, berusaha tetap berkuasa. Seperti misalnya Presiden Uganda, Yoweri Museveni. Seolah-olah, Paul Kagame ingin berkata, di Rwanda tidak ada penyalahgunaan kekuasaan seperti itu. Berbeda dengan masa lalu, Rwanda tidak lagi ikut campur dalam berbagai konflik di negeri-negeri tetangga. Pada masa lalu, tentara Rwanda secara terbuka merampok kekayaan alam Kongo. Kini, Rwanda mengikuti aturan resmi dan tidak lagi ikut campur urusan militer negara jiran. Wanita Masih banyak lagi hal-hal positif tentang Rwanda yang bisa ditulis. Tentang posisi kaum wanita misalnya. Satu pasal dalam konstitusi memuat ketentuan, jumlah anggota parlemen wanita, paling tidak 30 persen. Dari 80 orang caleg partai yang berkuasa, Front Patriot Rwanda (RPF), 35 di antaranya wanita. Setelah pemilu nanti, ada kemungkinan, jumlah anggota wanita di parlemen merupakan mayoritas. Partai-partai politik di Rwanda tidak bersikap konfrontatif. Politisi yang kritis sudah lama meninggalkan Rwanda. Para politisi lainnya memilih bekerja-sama dengan RPF. Dalam berbagai anggaran dasar partai, tercantum seruan untuk bekerja-sama. Suatu hal yang tidak lumrah, dalam demokrasi Afrika yang biasanya sangat kompetitif. Dalam konteks politik Rwanda yang dikelola secara otoriter, taat pada pemerintah merupakan hal penting. Siapa yang berani mengorek-ngorek masa lalu yang penuh darah, siapa yang berani berbicara mengenai penindasan kelompok Hutu pada kelompok Tutsi, atau menyebut RPF represif, mereka dicap terlibat 'genosida'. Dan bagi orang-orang seperti itu, di Rwanda Baru, tidak ada tempat. Ekstra tegang Dengan demikian, pada hakekatnya pemilu sekarang ini berlangsung semu. Hanya untuk mengangkat citra Rwanda sebagaimana lazimnya suatu negara. Negara yang sedang berusaha melupakan masa lalu yang penuh pembunuhan. Kenyataan yang ada tentu saja tidak demikian. Bagaimana masa lalu bisa dilupakan? Ketegangan antara Hutu dan Tutsi masih kuat. Persaingan perebutan kekuasaan di antara dua kelompok masyarakat ini, masih sama sengit seperti dulu. Selama masa kampanye sekarang ini, berbagai perbedaan pendapat dan sikap, sama sekali tidak dibicarakan. Di Rwanda, hal-hal seperti itu, masih belum bisa dibicarakan. Mungkin, bagi semua warga Rwanda, pertumbuhan ekonomi merupakan prioritas utama. Dan RPF berhasil mendorong pertumbuhan. Dan karena itu pula, tidak ada alasan untuk berbuat curang dalam pemilu ini. * ARTI KRISIS EKONOMI UNTUK MASYARAKAT Dunia perbankan dilanda bangkrut, harga rumah anjlok, BBM dan pangan meroket naik harganya. Ini adalah berita makro ekonomi yang kita baca setiap hari di koran. Namun apa artinya krisis ekonomi ini untuk orang biasa, apakah mereka masih bisa hidup dari penghasilan mereka? Bagaimana prospek masa depan hidup mereka dan anak mereka? Tiga orang dari semua penjuru dunia menceritakan imbas krisis ekonomi untuk hidup mereka. Mereka adalah orang biasa, tidak kaya atau miskin. Indonesia: Vera Vera yang tidak mau disebut namanya, lahir di Lampung. Ia termasuk murid yang pandai, karena itu ia mendapat bea siswa untuk studi ekonomi di Canberra, Australia. Ia menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini ia tinggal di Jakarta. "Kami segera mendapat pekerjaan di kawasan bisnis Jakarta, kami ini khas keluarga menengah dengan gaji bersama 4000 euro atau sekitar 55 juta rupiah sebulan", demikian Vera. Kami membeli rumah dan setiap bulan bisa menabung dengan bunga 7 persen. Kami menabung untuk masa depan anak-anak". Ketika pasar bursa masih menguntungkan, Vera bersama suaminya membeli saham. Keuntungannya lebih besar kalau dibandingkan dengan bunga tabungan. Banyak teman mereka yang melakukan hal yang sama. Tapi sekarang Vera kapok. "Harga paket saham kami jatuh setiap hari. Untung kami baru membutuhkan uangnya beberapa tahun lagi, untuk membayar biaya sekolah menengah di Jakarta yang mahal sekali. Tapi kami was-was juga. Kalau pasar bursa tetap jelek maka rencana kami bisa berantakan." Amerika Serikat: Hans Hendriks Hans Hendriks, seorang pria Belanda tinggal di Buffalo, Texas bersama Bianca, istrinya. Ia memiliki camping, semacam tempat peristirahatan turis dan perusahaan ekspor. Mereka menjual mobil, sepeda motor dan barang-barang konsumsi kecil semacam pakaian dan barbecue atau alat panggang daging asal Amerika ke Belanda. "Kami memanfaatkan kurs dolar yang rendah terhadap euro, kami mulai dengan beberapa mobil sebulan, kini sudah 4 mobil seminggu yang laris dijual. Membeli barang asal Amerika lebih menguntungkan untuk negara-negara euro". Di Texas tidak terasa krisis ekonomi ini. "Texas adalah salah satu negara bagian yang makmur", demikian kilah Hendiks. "Kami punya tambang minyak, pasar rumah tidak anjlok sebagaimana halnya di tempat lain di Amerika. Orang senang tinggal di daerah pedesaan, rumah laku cepat." Tapi ia toh merasakan suasana krisis juga. "Harga barang di supermarket membumbung tinggi, beberapa bulan terakhir ini. Ini ada kaitannya dengan rendahnya kurs dolar dan harga bahan pokok yang naik, tapi juga dengan posisi Cina. Negara ini membeli habis Amerika. Tapi orang Texas mengomel juga. "Pemerintah memberi uang kepada para korban badai Ike, atau membayar hipotik mereka yang bangkrut. Uang ini tentu saja berasal dari uang pajak. Orang Texas tidak mau membayar pajak yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak bisa melunasi hipotiknya dan mengeluh". Britania Raya: Chloe Wasey Chloe Wasey memiliki bersama The Pigs Pub, sebuah kafe di Edgefield, Norfolk. Pengusaha dan pengunjung kafe bersama-sama mendirikan sistem barter yang mengagumkan. "Kami sudah buka dua tahun. Pelanggan kami semakin berkurang saja. Mereka tidak punya uang lagi untuk setiap hari memesan segelas bir," cerita Wasey. "Itu mungkin menjelaskan mengapa kami sukses. Orang menukar pangan dengan segelas bir atau sebotol anggur, tanpa perlu membayar untuknya. Kalau mereka datang dengan sayuran segar atau daging hasil buruan, kami tidak membayar mereka dengan uang melainkan dengan segelas bir." Menurut Chloe Wasey, di kawasan itu tinggal banyak pemburu, nelayan dan petani. Mereka tidak bisa makan habis daging hasil buruan atau sayur yang ditanamnya. Jadi masuk akal bahwa makanan yang tersisa ditukar dengan segelas bir. Akibat harga tinggi BBM dan pangan, serta kecemasan tentang hipotik, orang makin berhati-hati dengan pengeluarannya. Mereka pertama-tama berhemat dalam kunjungan ke restoran atau kafe. Di Britania Raya, sekitar empat kafe per hari ditutup. "Kami berhasil mengubah kebijakan perusahaan," kata Chloe Wasey. "Semua orang mengambil keuntungan darinya. Sistem barter ini membantu kami dalam menekan biaya. Pelanggan memperoleh pangan yang lebih segar katimbang di pasar swalayan. Asyik kan untuk berbincang-bincang di kafe dengan orang yang menembak seekor kelinci yang nanti anda makan?" * MEMBANGUN MASYARAKAT LEWAT PENDIDIKAN Blitar Selatan erat dengan nama Partai Komunis Indonesia, PKI. Daerah ini sering dianggap sebagai daerah basis PKI. Ini membuat warga di sana dikucilkan, terutama di Dusun Banyu Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto. Kondisi ini justru mengundang Cicilia Yulianti Hendayani untuk membangun masyarakat lewat pendidikan, lewat TK lintas agama. Bagaimana kiprah perempuan peraih Maarif Award 2008 ini? Kontributor KBR68H Didik Syahputra mengikuti kegiatan Yanti, dalam laporan yang dibawakan oleh Besti Siregar berikut ini. Dusun Banyu Urip masih sepi di pagi hari. Tapi murid-murid TK Griyo Pitoyo membuat suasana menjadi riuh. Sebagian anak bermain di ayunan atau perosotan kayu dengan cat yang memudar. Sebagian lagi berlarian mengelilingi sekolah, ada yang melompat di atas tanah berbatu. Kaki telanjang mereka menyapa tanah dan batu di halaman sekolah. Sudah pukul 8 pagi. Zainul Arifin, guru TK Griyo Pitoyo, mengomando murid-muridnya untuk segera masuk kelas. Zainul mengambil sebilah bambu pendek yang dipungut dari halaman sekolah. Pelajaran menyanyi dimulai. Angin kencang sempat menghentikan pelajaran sesaat. Debu dan daun kering masuk ke dalam ruang kelas. Bukan cuma debu dan daun kering yang masuk, tapi juga ternak milik warga yang tengah digembala. Maklum, kelas dibangun tanpa pintu. Ruangannya kecil, hanya 6 x 4 meter, dengan lantai dari pecahan keramik bekas dan tembok cukup satu meter tingginya. Zainul sudah lima tahun mengajar di TK Griyo Pitono. Menurut Zainul, sekolah ini memang sederhana. Tapi cita-citanya luar biasa, merangsang anak-anak supaya tak tertutup. Supaya tak takut menyampaikan ide dan pendapatnya. Zainul Arifin: "Kan melihat tempatnya. Melihat kondisi anak di desa, mengikuti arusnya anak-anak. Kan sebelum kita mulai kita omong-omongan gitu melihat bagaimana anak-anaknya. Ada yang semangat atau tidak. Kalau ada yang lemah lalu saya ajak bermain dulu. Setelah bermainnya puas atau sudah cerah suasananya, lalu kembali ke kelas lagi." TK Griyo Pitoyo tak melulu berkutat di soal pendidikan. Yang ingin ditekankan adalah membangkitkan mental anak-anak supaya berani bergaul dengan orang lain. Pendiri Griyo Pitoyo, Cicilia Yulianti mengatakan, warga di Dusun Banyu Urip, terutama anak anak, sulit menerima kehadiran orang dari luar dusun. Yanti, begitu ia disapa, merasa tertantang untuk mengubah kondisi ini. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Daerah terpencil yang saya temukan itu, mereka kurang pendidikan. Yang ada di sana itu pendidikan, tapi setiap kali ada orang asing datang, mereka selalu ketakutan, biar untuk orang tua maupun anak anaknya. Jadi mereka seperti dunia lain tidak seperti yang ada di Jawa Timur. Tertutup sekali. Menundukkan kepala dan menutup mata, karena itu yang selalu mereka lakukan. Untuk memperkenalkan diri sendiri ke tetangganya sendiri saja harus malu kalo di depan orang. Lhaa ini kan aneh." Sikap tertutup warga Dusun Banyu Urip ini bukan tanpa sebab. Dusun yang terletak di perbukitan tandus Blitar Selatan letaknya terpencil, dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. Daerah ini sejak 1960an dicap sebagai bekas basis Partai Komunis Indonesia PKI. Masyarakat pun lantas menutup diri. Seperti diceritakan Abdul Rozaq, warga Banyu Urip. Abdul Rozaq: "Ketakutan . Trus setiap kita ngomong - ngomong itu ngga bisa jauh. Cuma sewajar-wajarnya saja. Kalo ngomong menonjol sedikit itu lalu ditegur orang, jangan ngomong. Ngomong seperti tu nanti bahaya. Ada orang melihat itu juga nggak boleh ....istilahnya apa ya mas, seperti trauma gitu lo. Jadi anaknya kalo kita ngomong apa gitu misalnya PKI gitu langsung ditutup. Jangan ngomong seperti itu nanti ada pak Polisi lewat gitu." Dusun Banyu Urip adalah daerah miskin. Karena itu, banyak orangtua yang tak bisa menyekolahkan anak mereka. Orangtua lebih senang jika anak mereka ikut ke ladang. Abdul Rozaq: "Ya Cuma ikut orangtuanya, karena mungkin di rumah kan nggak ada temannya. Kegiatannyaya cuman di ladang itu, yo wis ayo ikut ke ladang. Diajak ke ladaaaang terus. Trus ketika dia masuk ( sekolah, red ) dia nggak bisa adaptasi sama teman teman, soalnya apa yang diperoleh di sini nggak tahu. Jadi tingak tinguk gitu lo kayak orang kebingungan. Karena mungkin di sana nggak bekerja tapi melihat orang kerja." Sejak TK Griyo Pitoyo hadir di Dusun Banyu Urip, perlahan kondisi mulai berubah. Anak-anak mulai mengenal bangku sekolah, tak melulu berpanas-panas di ladang. Kata Abdul Wahid, warga setempat, awalnya para orangtua enggan menyekolahkan anaknya. 'Pasti mahal', begitu yang terlintas di kepala warga. Namun setelah tahu sekolahnya gratis mereka tertarik. Lagipula ketika mulai ada satu dua anak yang bersekolah, anak-anak yang lainnya iri. Abdul Wahid: "Ya... setelah tahu ada anak-anak yang sekolah di situ, anak-anak kan yo pengen to mas sekolah di situ. Lalu mereka teriak aku sekolahne pak !! Ben iso nyanyi ben iso ngambar ben iso moco. Lha kita sebagai orangtua kan yo trenyuh to mas melihat anak pengen sekolah. Akhirnya yo wis kita sekolahkan di situ. Sementara kita di ladang sendiri yo nggak apa apa yang penting anak anak itu pinter. Tidak seperi bapaknya ini, suda uripnya susah, ya ... pokoke bodo lah mas ... ) Adanya sekolah, juga mulai mengikis rasa takut anak anak terhadap orang luar dusun. Kata Sulis, warga dusun Banyu Urip, anak-anak kini lebih percaya diri. Sulis: "Dulu anak saya sebelum sekolah itu bandel, ya... diajari apa apa itu nggak pernah bisa. Trus sekarang setelah masuk sekolah di sini itu ya sedikit mengerti karena bimbingan dari pak guru Arifin anak jadi menurut. Trus sekarang ini anaknya jadi penurut nggak nakal. Ya.. sekarang sudah tahu gambar ini namanya apa. Trus gambar ini warnanya apa, cari warna apa ya sudah tahu." Sejarah TK Griyo Pitoyo merentang panjang hingga ke tahun 1996. Kehadiran TK Griyo Pitoyo ini tak lepas dari kerja keras Cicilia Yulianti, peraih Maarif Award 2008 ini. Saat itu Cicilia Yulianti, disapa Yanti, datang ke Dusun Banyu Urip untuk mengantar sejumlah mahasiswa dari Universitas Widya Mandala Surabaya. Mereka datang dalam rangka program tinggal bersama warga alias live in. Yanti mengenang, warga dusun terlihat sangat ketakutan setiap berhadapan dengan orang luar dusun. Orangtua langsung sibuk memanggil anak-anak mereka untuk masuk ke rumah. Pintu ditutup rapat. Hidup di Blitar Selatan dengan cap sebagai bekas basis PKI membuat warga setempat ketakutan, cerita Yanti. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Ada rasa ketakutan terutama pada perangkat. Perangkat apapunlah itu. Baik itu perangkat desa perangkat dusun bahkan aparat keamanan. Apalagi itu yang mereka takuti. Ternyata ada masalah lain, mereka selalu merasa bahwa dirinya bodoh. Ternyata itu memang ditanamkan. Ditanamkan bahwa kowe kuwi wong deso mulane kowe goblok. Selalu begitu. Dan itu mendasari terus, selalu begitu. Dan itu berlangsung sampe anak cucu mereka. Bahwa karena kita ini orang desa, orang selatan, apalagi kita menderita stigma seperti itu, makanya kita bodoh." Yanti yang menganut agama Katolik sempat dicurigai warga, hanya karena agamanya berbeda dari mayoritas warga Dusun Banyu Urip. Warga mencibir, kedatangan Yanti pasti akan mengundang masalah. Kalaupun ingin menolong warga, mereka curiga, yang ditolong pasti hanya yang seagama. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Mbak Yanti ini datang ke sini kan juga orang Katolik, ini paling juga untuk menolong orang Katolik saja. Saya waktu itu sudah agak drop ketika mereka sudah mulai mengaitkan dengan masalah agama. Waduha repot iki." Waluyo salah satu pemuda setempat, bahkan sempat mengancam Yanti, jika kedatangannya ke Banyu Urip adalah untuk menyebarkan agama tertentu. Waluyo: "Orang di sini itu kan Islam. Makanya ketika Mbak Yanti datang, kita sempat peringatkan. Jangan mempengaruhi warga untuk pindah agama. Saya sendiri waktu itu ya sempat ngomong. Kalo anda ke sini itu untuk mempengaruhi orang, sampeyan tak sikat!!! Tapi lama kelamaan kita tahu. Ternyata tujuannya kesini bukan karena masalah agama. Lha akhirnya ya malah kita bantu. Jadinya ya malah seperti ini....kita malah seperti saudara gitu lo." Yanti lantas memantapkan niatnya tinggal di Dusun Banyu Urip. Ia langsung membentuk kelompok belajar anak-anak untuk memberantas buta huruf. Semua dilakukan tanpa melihat latar belakang agama. Lewat pelajaran membaca, Yanti mengikis sekat-sekat agama di antara warga. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya waktu itu hanya berpikir bahwa kalo kita hanya membangun gedung untuk tempat kita bersembahyang atau beribadah, dia hanya akan berupa gedung itu saja. Dan pulang ibadah tidak ada sesuatu yang bisa diperjuangkan bersama. Kalo misalnya ada sesuatu yang bisa diopeni bersama, itu yang bisa merekatkan orang sehingga mereka tidak berpikir lagi soal agamaku apa dan kamu apa." Kehadiran Yanti membawa angin segar di Dusun Banyu Urip. Hal-hal baru dan menyenangkan diajarkan di sekolah, diceritakan oleh anak-anak kepada orang tua mereka. Anak-anak yang bersekolah di TK Griyo Pitoyo sontak berbeda dengan anak-anak yang hanya bekerja di ladang. Mereka menjadi pandai menyanyi dan membaca, serta tak lagi mudah curiga atau ketakutan terhadap orang lain. Yanti lantas mencoba meyakinkan warga akan komitmennya untuk memberantas buta huruf. Agama tak dijadikan tembok penghalang. Cemoohan dan ancaman sempat mampir, tapi Yanti tak peduli. Kata dia, ancaman dan tentangan paling keras datang dari penghulu atau modin Banyu Urip. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Sebenarnya saya tidak pernah merasa memusuhi dia tapi dia yang selalu memusuhi saya itu adalah modin. Kita tanam jati sama teman-teman untuk tabungan teman-teman, guru-guru lokal untuk menikah ... dibakar kemarin itu." Kini sudah berdiri 4 Taman Kanak-kanak di Kecamatan Ponggok, Wates, Gandusari dan Wonotirto. Yanti mengaku harus mengeluarkan uang cukup besar demi membangun sekolah-sekolah ini. Beruntung, ada bantuan dana yang juga datang dari masyarakat dan gereja. Anak-anak di Dusun Banyu Urip juga mulai berubah. Mereka lebih percaya diri, tak lagi tertutup terhadap dunia luar. Tapi ini baru permulaan, kata Yanti. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya itu nggak pernah ngmong ada perkembangan bagus lo mas. Kalo perkara perkembangan anak bagus. Saya bisa katakan bagus. Tapi kalo untuk perkembangan masyarakatnya saya tidak bisa mengatakan kalo bagus karena semua itu kan proses. Yang ada itu adalah masyarakat mau berproses gitu lo. Kalo perkembangan bagus saya ngomong: wiiiih..... banyak jatuh terus kan. Kalo anak itu kan kelihatan. Yang tadinya tidak bisa mbaca jadi bisa mbaca. Tidak berani ngomong sekarang jadi berani ngomong." Yanti masih menyimpan satu obsesi. Supaya kelak, warga membangun sendiri sekolah bagi mereka. Sekolah dengan biaya murah, agar tak bergantung kepada pemerintah. Cicilia Yuliyanti Hendayani: "Saya pengen untuk Blitar saja nggak usah jauh jauh. Ada teman-teman yang punya inisiatif seperti itu di daerahnya masing masing. Dan saya nggak patah semangat mas, saya masih berharap bahwa itu masih panjang jalannya. Jadi ini lo yang saya harapkan bahwa masyarakat itu sebenarnya dapat membangun pendidikannya sendiri. Kalo seandainya pemerintah lepas tanganpun pendidikannya tetap jalan, maksud saya itu begitu. Pendidikan di desa, kalau memang mereka memakai metode masyarakat lokal seperti apendidikan mandiri lah seperti itu, bisa jalan. Walaupunlah kondisi pemerintah seperti apa kita nggak perlu lagi ngributin BOS." Tim Liputan KBR68H melaporkan untuk Radio Nederland Wereldomroep di Hilversum. * APA PERAN APARAT KEAMANAN DALAM KASUS PASURUAN? Pembagian zakat fitrah yang meminta korban meninggal di Pasuruan mengundang berbagai pertanyaan, kali ini ihwal masalah keamanan. Apa peran aparat keamanan dalam kasus tragis ini? Kita jumpai Dr. Haryono, pakar sejarah militer Universitas Malang, yang menyorot kegagalan pengamanan dalam peristiwa ini. Haryono: Kalau menurut saya justru setelah reformasi, itu masyarakat merasa bebas untuk mengadakan berbagai aktivitas. Sehingga ketika mereka mau mengadakan kegiatan juga merasa bebas, walaupun kegiatan itu mengundang banyak orang. Sehingga kejadian di Pasuruan itu sebenarnya refleksi dari kondisi masyarakat yang merasa ketika mau membagikan sesuatu dengan jumlah orang ribuan, tanpa koordinasi dengan aparat keamanan, khususnya sekarang polisi. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Mengapa polisi tidak turun tangan dalam hal ini, kan ini pernah terjadi tahun lalu juga? Haryono: Alasan yang muncul di polisi adalah bahwa polisi tidak diberi tahu. Karena sebenarnya sebuah aktivitas yang mendatangkan keramaian itu harus ada ijin, dan itu alasan yang sempat muncul, sehingga secara normatif polisi tidak tahu. Tetapi kalau kita lihat secara umum, di polisi kan ada reserse atau intelejen yang sebenarnya bisa mendeteksi ini. Kenapa pihak aparat polri tidak menegur sebelum kejadian ini. Juga patut kami sayangkan bahwa aparat keamanan, khususnya polisi kurang mempunyai alat detektif yang cukup bagus. RNW: Ada kritik juga dari masyarakat terhadap sikap polisi yang acuh tak acuh ini? Haryono: Itu tidak sempat jadi bahan pembicaraan pak. Itu artinya, di masyarakat justru pihak keluarga Syaikon yang dianggap kurang proaktif. Tapi sebenarnya kalau dalam kehidupan negara yang demokratis, itu sebenarnya pihak polisi tidak harus menunggu laporan. Karena sebenarnya keluarga Syaikon itu sudah sempat melontarkan, satu atau dua hari sebelum pelaksanaan itu, ke media, yang diketahui oleh publik. Dan publik kemudian yang merasa miskin punya hak untuk itu, segera datang. Nah, tentunya hal yang semacam itu dibaca oleh aparat kepolisian. Cuma aparat kepolisian kurang proaktif untuk segera mengingatkan keluarga Syaikon, untuk koordinasi dengan aparat keamanan. Ini yang patut kita sayangkan. RNW: Kalau dibanding dengan masa Orde Baru dulu bagaimana, ini kan militer langsung turun tangan pada waktu itu, bagaimana ini pak Haryono? Haryono: Kalau dengan sekarang di Pasuruan yang turun tangan langsung adalah polisi. Jadi karena memang situasinya sudah berbeda, sehingga aparat militer tidak terlibat dan dari segi peraturan perundang-undangan tidak dimungkin untuk turun. Yang turun adalah pihak aparat kepolisian. Dan aparat kepolisian itu tadi kurang cekatan untuk mendeteksi informasi yang sudah berkembang di masyarakat akan berkumpulnya ribuan orang menerima zakat. RNW: Tapi kalau Anda sebagai pakar militer ini rupanya masih dibutuhkan juga ya militer. Polisi tidak bisa "tidak becus" dalam hal menangani keamanan ini? Haryono: Kalau menurut saya, sebenarnya militer tidak harus lah. Karena sebenarnya polisi itu bisa. Cuma yang menarik kan bahwa aparat Babin Kammas, jadi bintara polisi yang ditugaskan di setiap kelurahan atau desa atau pun aparat reserse intelejen, itu yang perlu dorongan, perlu dukungan untuk segera aktif. Kalau dibandingkan dengan aparat Babinsa, jadi bintara pembina desa, Babin Kammas itu masih kalah profesional untuk mendeteksi kejadian-kejadian yang sebelumnya terjadi. Justru menurut saya aparat Babin Kammas bisa belajar dari Babinsa bagaimana deteksi dini terhadap peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Dan militer tidak harus dilibatkan, karena situasi politiknya juga sudah berbeda. RNW: Bagaimana tanggapan dari masyarakat di sekitar sana. Anda sebagai orang Jawa Timur ini, Anda mendengar keluhan-keluhan mungkin atau komentar-komentar? Haryono: Ya, ini memang masyarakat kita mengeluh bahwa kenapa di era reformasi ini kemiskinan atau kehidupan masyarakat semakin sulit, sehingga dengan iming-iming tawaran zakat sekitar tiga puluh ribu, mampu menjadi daya tarik yang luar biasa tanpa memperhatikan resiko-resiko berdesakan sampai menimbulkan kematian ini. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
