---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 19 September 2008 14:30 UTC



** MENTRI PERTANIAN JEPANG MUNDUR

** POLISI INDIA TEMBAK MUSLIM RADIKAL

** BURSA DUNIA MULAI BANGKIT KEMBALI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAROKO MEMATA-MATAI WARGA BERBERNYA

** GEMA WARTA ULASAN PERS: POSISI KAUM MUSLIMIN DI INDIA DAN PEMDA DKI JAKARTA 
AKAN MENGGUSUR 24.000 KEPALA KELUARGA PENGHUNI BANGUNAN LIAR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RIZIQ DIKUNCI, SWEEPING PUN SEPI

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MANTAN DIREKTUR GARUDA TEGASKAN KAITAN 
POLLYCARPUS DAN BIN



* MENTRI PERTANIAN JEPANG MUNDUR

Mentri Pertanian Jepang, Seiichi Ota, mengundurkan diri sehubungan dengan 
skandal beras. Awal bulan ini terbongkar adanya beras impor yang sudah ternoda 
pestisida dan berjamur, ternyata dijual sebagai bahan makanan. Menurut rencana 
semula, beras ini hanya akan digunakan bagi produksi industri, misalnya sebagai 
bahan alat perekat. Namun ternyata, beras tersebut juga digunakan untuk 
produksi kue dan minuman sake. Sejauh ini belum diketahui adanya korban yang 
jatuh sakit. Sejak awal, Mentri Pertanian mengetahui adanya skandal ini. Namun, 
ia tidak ingin membuat kehebohan, karena tidak membahayakan kesehatan 
masyarakat. Seiichi Ota baru sebulan menjabat sebagai Mentri Pertanian.


* POLISI INDIA TEMBAK MUSLIM RADIKAL

Polisi India menembak mati dua tersangka ektremis Islam di New Delhi. 
Penembakan terjadi dalam suatu baku tembak yang berlangsung selama sekitar satu 
jam. Polisi datang memeriksa keadaan di wilayah New Delhi Selatan, setelah 
mendapat laporan tentang lima orang ekstremis yang bersembunyi di sebuah rumah. 
Dua di antara mereka ditembak mati, seorang ditangkap, dan dua orang lainnya 
berhasil melarikan diri. Di pihak polisi, beberapa orang menderita luka-luka. 
Polisi melancarkan aksi ini, menyusul rangkaian serangan bom di New Delhi dan 
tempat-tempat lainnya di India. Sabtu lalu, suatu rangkaian serangan di 
ibukota, dipastikan menewaskan duapuluh jiwa.


* BURSA DUNIA MULAI BANGKIT KEMBALI

Pasar bursa dunia tampaknya mulai pulih kembali setelah mengalami berbagai 
hantaman keras selama beberapa hari, sehubungan dengan krisis kredit. Menyusul 
bangkit kembalinya pasar bursa di Amerika dan Asia, dengan lonjakan harga saham 
 sebanyak beberapa persen, pembukaan kegiatan pasar bursa di Eropa juga 
langsung dimulai dengan kenaikan harga saham. Beberapa saham mencatat kenaikan 
harga hingga tujuh persen. Kebangkitan ini berkat suntikan milyaran dari 
berbagai bank sentral, dan berita pemerintah Amerika sedang menyusun paket 
kebijakan untuk menangani krisis kredit. Dengan adanya paket kebijakan 
tersebut, bank-bank yang berada dalam kesulitan, akan dapat bantuan. Dengan 
kebijakan ini, pemerintah Amerika ingin mencegah sekian banyak perusahaan sehat 
dan para konsumen, menjadi korban krisis kredit.


* DANA AUSTRALIA UNTUK HADAPI CO2

Australia akan mendirikan lembaga internasional guna menghadapi gejala 
pemanasan bumi. Perdana Mentri Australia, Kevin Rudd menyatakan, ia akan 
mengumumkan proyek bernilai jutaan dolar tersebut di muka Sidang Umum PBB, di 
New York. Selanjutnya Perdana Mentri Kevin Rudd menambahkan, Perdana Mentri 
Britania Raya, Gordon Brown, mendukung rencana ini. Lembaga ini antara lain 
akan meneliti kemungkinan pembuatan suatu tempat penyimpanan gas CO2 secara 
besar-besaran. Beberapa waktu lalu, kelompok G8 telah lebih dulu merencanakan, 
akan membangun 20 tempat penyimpanan gas CO2, berikut instalasi pengolahan 
selanjutnya.


* VENEZUELA USIR DIREKTUR ORGANISASI HAM

Venezuela mengusir Jose Miguel Vivanco, direktur lembaga hak-hak azasi manusia 
untuk wilayah Amerika, Human Rights Watch. Beberapa waktu lalu, Vivanco menulis 
laporan kritis tentang hak-hak azasi manusia di Venezuela. Menurut laporan 
berjudul "Sepuluh Tahun Chavez" selama masa pemerintahan Hugo Chavez situasi 
hak azasi manusia makin memburuk. Menurut Human Rights Watch, kebijakan politik 
Presiden Chavez sangat tidak toleran dan diskriminatif. Sedang menurut Mentri 
Luar Negri Venezuela, Nicolas Maduro, dengan lontaran kritik tersebut, direktur 
Human Rights Watch melanggar hukum. Mentri Maduro menilai tindakan tersebut 
merupakan campur tangan urusan dalam negeri.


* STATUS SUCI BAGI PAUS PIUS XII

Paus Pius ke XII berusaha menyelamatkan kaum Yahudi pada masa Perang Dunia 
Kedua. Demikian pernyataan Paus Benedictus ke XVI, yang untuk kali pertama ini 
mengungkit masalah tersebut. Selama ini, para kritisi menyalahkan Paus Pius XII 
tidak berbuat apa-apa untuk kaum Nazi, dan tidak membantu kaum Yahudi. Menurut 
Paus Benedictus XVI, ketika itu Paus Pius XII secara langsung atau tidak 
langsung, sering bertindak secara diam-diam untuk menolong kaum Yahudi. Dengan 
pernyataan ini, Paus Benedictus XVI ingin menghapus segala salah sangka pada 
mendiang Paus Pius XII tersebut. Saat ini Vatikan sedang memulai prosedur bagi 
pemberian status suci untuk Paus Pius XII, yang menjadi Kepala gereja Katholik 
sejak 1939 hingga 1958.


* KORAL DAN BINATANG BARU DI AUSTRALIA

Ilmuwan Australia telah menemukan ratusan jenis koral dan binatang baru. 
Jenis-jenis baru tersebut ditemukan selama ekspedisi di Great Barrier Reef dan 
Ningaloo Reef. Penemuan baru ini menyangkut 130 koral jenis baru dan puluhan 
binatang-binatang kecil. Di antaranya jenis-jenis cacing dan udang yang baru. 
Menurut rencana, ekspedisi ini akan dilakukan setiap tahun. Melalui ekspedisi 
ini, para peneliti ingin mengamati dampak perubahan iklim pada pertumbuhan 
koral di Australia. Selain itu, selama penelitian, selalu ada kemungkinan 
penemuan baru berbagai hewan laut yang belum dikenal.


* POLISI PNG LANGGAR HAM

Organisasi hak-hak azasi manusia, Human Rights Watch menyerukan pada pemerintah 
Papua Nugini, untuk segera menyusun undang-undang perlindungan bagi penduduk 
negri, dari tindakan sewenang-wenang polisi. Dalam suatu surat dengan isi 
sangat kritis pada pemerintah di Port Moresby, lembaga hak-hak azasi manusia 
ini menuduh polisi Papua Nugini, secara struktural menyalah-gunakan kekuasaan. 
Polisi sangat sering melakukan perkosaan, penyiksaan dan menggunakan kekerasan 
secara berlebihan. Demikian Human Rights Watch. Menurut organisasi HAM ini, 
Papua Nugini harus lebih sering mengajukan para petugas polisi pelanggar 
hak-hak azasi manusia ke pengadilan. Selanjutnya, Human Rights Watch 
menyarankan pembentukan ombudsman polisi, pada siapa penduduk bisa menyampaikan 
pengaduan.


* BERITA BURSA

Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Jum'at pagi tadi, nilai indeks AEX 
melonjak naik 5,5 persen, pada 370,85 poin. Nilai indeks harga saham gabungan 
di Paris juga naik 5,5 persen, London naik 6,1 persen dan Frankfurt 3,9 persen.

Di Tokyo, pada saat penutupan pasar, Jum'at sore waktu setempat, nilai indeks 
Nikkei mulai pulih kembali, naik 3,74 persen, pada 11.920,86 poin. 

Nilai tukar euro dan dolar Amerika:
1 euro tercatat sama dengan 1,4022 dolar,
1 euro seharga 13.430 rupiah,
1 dolar senilai 9.452 rupiah.


* MAROKO MEMATA-MATAI WARGA BERBERNYA

Parlemen Belanda tidak bisa menerima campur tangan Maroko pada urusan dalam 
negeri. Kasus mata-mata Maroko di Belanda juga menimbulkan dikusi hangat di 
Maroko. Target dinas rahasia Maroko sebenarnya diarahkan ke warga Berber Maroko 
yang tinggal di luar negeri. Warga Maroko di Belanda pada umumnya berasal dari 
daerah pegunungan, wilayah warga Berber. Kami sampaikan analisa redaktur 
Mohammed Amezian dan Nicolien den Boer.

Hubungan diplomatik antara Belanda dan Maroko tegang setelah seorang polisi 
Rotterdam keturunan Maroko, diduga meneruskan informasi tentang warga Maroko di 
Belanda kepada kedutaan Maroko di Den Haag. Minggu ini diumumkan bahwa 2 bulan 
lalu atas desakan pemerintah Belanda, 2 pegawai kedutaan Maroko dipulangkan ke 
Maroko. Mereka didakwa merekrut polisi Roterdam bersangkutan. Menlu Maxim 
Verhagen tidak senang dengan campur tangan Rabat itu. Dan parlemen Belanda 
minta debat kilat. 

Kasus polisi Rotterdam itu ternyata banyak koneksinya. Fouad al Haji, seorang 
anggota parlemen kotapraja Rotterdam, mengaku juga pernah "didekati" seperti 
halnya seorang mantan anggota parlemen keturunan Maroko dari partai sosial SP 
Ali Lazrak. Ali Lazrak menyangkal, tapi ia tahu tentang praktek-praktek dinas 
rahasia Maroko. Banyak sesepuh warga Maroko di Belanda katanya, pernah didekati 
oleh dinas rahasia Maroko.

Menurut seorang rekan di Radio Nederland, itu bukan hal baru. "Selama 
bertahun-tahun sayapun didekati, tidak lama setelah saya tinggal di Belanda," 
tutur rekan tersebut. Sangat mencemaskan. "Saya ditelepon kedutaan Maroko, 
ditanya apakah mau bekerja sama untuk memoles citra warga Maroko di Belanda". 
Rekan tersebut menolak. Ia pernah dikejar-kejar oleh atase pers di sebuah 
kongres. Ia berhasil mengelak. Setelah itu ia dua kali lagi didekati. Sekali di 
kantor dan sekali di rumah.

Kasus mata-mata ini, muncul juga di Maroko. Dua artikel di situs web Radio 
Nederland dipublikasi oleh Hespress, situs web terbesar di Maroko. Artikel 
tersebut menimbulkan banyak reaksi pedas dari warga Maroko di Eropa maupun 
Maroko sendiri. Kebanyakan anonim. Rabat mengarahkan operasinya kepada warga 
Berber yang tinggal di Belanda. 

"Yang dicemaskan Maroko, setengah juta warga Berber tinggal di Belanda. 
Amsterdam menjadi kota dengan warga Berber terbesar setelah Nador dan Huciema. 
Dan pembebasan daerah pegunungan di Maroko dipicu dari Eropa," demikian sebuah 
reaksi yang ditulis warga yang menyebut diri Bintang Pegunungan Maroko. 
Otoritas Maroko mencurigai warganya di luar negeri karena mereka keturunan 
Berber, demikian sebuah reaksi lain. Seorang warga Berber lain menulis : "kami 
diusir dari Maroko dan di luar negeri kami dikejar-kejar".

75% dari 250 ribu warga Maroko di Belanda keturunan Berber yang tinggal di 
daerah pegunungan. Sebenarnya tidak banyak perbedaan dengan warga etnik Maroko 
Arab. Hanya bahasa dan budaya yang berbeda. Dulu warga Berber di-diskriminasi 
di Maroko, tapi kebudayaan dan bahasa mereka kini sudah banyak diakui. Bahasa 
Arab tetap merupakan bahasa resmi. 

Menurut Mahjoub Benmoussa dari organisasi orang asing di Belanda, otoritas 
Maroko mencurigai warganya yang tinggal di luar negeri karena mereka hidup 
lebih bebas, bebas berpolitik, bebas menjadi anggota serikat buruh, bebas 
berbudaya. Semua itu bisa membawa pengaruh.

Said Boudouft, mantan ketua Kerjasama Maroko dan Tunisia di Belanda 
berpendapat, otoritas Maroko lewat berbagai cara berusaha mengawasi warganya di 
luar negeri, seperti misalnya segi perekonomian, karena pengiriman uang ke 
Maroko penting bagi perekonomian Maroko tapi juga ketakutan terhadap aktifis 
Islam karena merekapun bisa melakukan aksi-aksi kekerasan di Maroko.

Campur tangan otoritas Maroko tidak hanya dirasakan di Belanda. Belum lama ini 
imigran Maroko di berbagai negara Eropa seperti Perancis, Spanyol, Belgia dan 
Belanda mendirikan "Forum Penduduk dan Solidaritas". Mereka dengan tegas 
menolak campur tangan otoritas Maroko. "Dewan Penasihat Maroko" yang dibentuk 
oleh raja, menurut mereka harus dipandang sebagai kaki-tangan Rabat.


* POSISI KAUM MUSLIMIN DI INDIA DAN PEMDA DKI JAKARTA AKAN MENGGUSUR 24.000 
KEPALA KELUARGA PENGHUNI BANGUNAN LIAR

Selain Afghanistan dan Pakistan, selama beberapa waktu belakangan ini, India 
pun menjadi sasaran teror kalangan muslim radikal. Sejauh ini, banyak kalangan 
memperkirakan, serangan tersebut dikendalikan oleh kelompok radikal dari 
Bangladesh dan Pakistan. Berdasarkan hasil penelitian, kini tuduhan diarahkan 
pada kelompok Mujahidin India. Demikian ulas De Volkskrant, harian pagi yang 
terbit di Amsterdam.

Menurut Komisi Penelitian Parlemen, posisi kaum muslimin India sering lebih 
buruk dari kalangan kasta Paria. Banyak di antara mereka tergolong sangat 
miskin. Tingkat pengangguran di kelompok ini sangat tinggi. Prosentase kaum 
muslimin yang bekerja sebagai pegawai negeri tercatat sebanyak empat setengah 
persen. Tentara dan polisi empat persen. Dan di sektor perbankan hanya dua 
persen. Padahal warga muslim India jumlahnya sekitar 13,5 persen dari total 
penduduk.

Menurut De Volkskrant, dulu, pada saat India merdeka dari penjajahan Inggris, 
sebagian besar kalangan intelektual mereka pindah ke Pakistan. Tapi, demikian 
De Volkskrant, kaum muslimin tidak bisa hanya merujuk pada masa lalu saja. 
Menurut Komisi Penelitian Parlemen, tingkat pendidikan 25 persen kalangan 
muslim muda India, hanya hingga tingkat sekolah dasar saja. Orang-tua anak-anak 
tersebut, menganggap pendidikan tidak penting. Kalangan muda yang merasa 
tersisihkan dalam masyarakat, sangat mudah menjadi radikal. Termasuk, ikut 
terlibat dalam gerakan teror.

Dari India kita beralih ke Jakarta. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota 
Jakarta Utara merencanakan penggusuran 24.000 kepala keluarga penghuni bangunan 
liar. Daerah gusuran sebenarnya direncanakan sebagai daerah hijau,  merentang 
dari Ancol hingga Kelapa Gading. Demikian tulis harian berbahasa Inggris, The 
Jakarta Post, yang terbit di Jakarta.

Salahsatu daerah gusuran adalan Taman BMW. Menggunakan motto Pemerintah Daerah 
Khusus Ibukota Jakarta Raya, Bersih, Manusiawi dan ber-Wibawa. Di lokasi ini 
Pemerintah DKI akan membangun stadion sepakbola bertaraf internasional. Upaya 
penggusuran pada tanggal 24 Agustus lalu, telah berubah menjadi kerusuhan. 
Dengan akibat, beberapa petugas dan penghuni luka-luka. Sepuluh penghuni 
ditangkap. 

Sementara ini, sekitar 200 keluarga masih bertahan. Para penghuni liar ini 
bukan menolak dipindahkan, tapi ingin agar Pemda DKI menyediakan lokasi 
pengganti bagi tempat tinggal dan tempat berusaha mereka. "Kami akan tetap 
bertahan di sini, hingga Pemda DKI memenuhi tuntutan kami", kata para penghuni.

Menurut The Jakarta Post, para penghuni liar tersebut didampingi oleh 
organisasi Masyarakat Tuntut Hak Atas Perumahan, Mantap. Organisasi ini 
mengaku, bahwa mereka semua penghuni liar. Tapi, tetap berharap agar proses 
pengosongan lahan berlangsung lebih manusiawi.

Para penghuni liar kini minta penangguhan saat penggusuran, dan mengadukan 
nasib mereka pada Komisi Nasional Hak-hak Azasi Manusia, ke DPR dan pada Pemda 
Walikota Jakarta Utara.

Demikian The Jakarta Post, dan sekian pula Ulasan Pers kali ini.


* RIZIQ DIKUNCI, SWEEPING PUN SEPI

Kabar-kabar penggrebekan warung makan dan kafe nyaris tak terdengar. Bahkan, 
Jakarta boleh dibilang bersih dari sweeping. Tahun-tahun belakangan, biasanya, 
Ramadhan diramaikan aksi kekerasan oleh kelompok mengatasnamakan Islam. Mereka 
menyatroni tempat-tempat yang dianggap tidak menghormati bulan puasa. Mengapa 
kali ini berbeda? RNW mewawancara aktivis Muslim Nong Darol Mahmada.  

Nong Darol Mahmada[NDM]: Kalau untuk Jakarta, memang nggak ada. Karena 
Riziq-nya sebagai pemimpin Front pembela Islam kan lagi disidangkan karena 
kasus Monas itu. 

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Jadi sebenarnya, ya ambil saja pemimpinnya. 
Nyatanya terbukti ketika pemimpin dari Forum Pembela Islam ini dicomot, nggak 
berkutik lagi?

NDM: Saya kira ya, ini hampir berakhir Ramadan seminggu lagi. Di Jakarta 
sendiri tidak ada peristiwa sweeping atau penggrebekan.

RNW: Apakah ini bisa menggambarkan muslim di Indonesia sebenarnya, muslim yang 
tidak garang begitu, tapi mereka mudah dihasut. Mudah diajak untuk ikut-ikutan 
kekerasan?

NDM: Sebenarnya ini memperlihatkan bahwa yang melakukan sweeping atau pemaksaan 
istilahnya ya, atau yang melakukan kekerasan atau pemaksaan terhadap 
orang-orang yang berpuasa, itu hanya satu kelompok saja, yaitu FPI. Dan itu 
sebenarnya, orangnya itu-itu saja tidak terlalu besar. 

Kalau misalnya memang organisasi ini sangat kuat, meskipun pemimpinnya itu ada 
di penjara semestinya tidak berpengaruh kan. Ya, jalan saja. Masa nggak ada 
PJS-nya, pejabat sementara. Tapi jelas, bahwa ini terlalu Riziq banget begitu 
istilahnya, dan kelihatannya bahwa sangat kecil jadinya. 

RNW: Kalau memang kuncinya di penegakkan hukum, kenapa baru belakangan saja 
ditegakkan. Kenapa nggak dari dulu kalau tahu begini ditangkap dan selesai?

NDM: Nggak, ini juga kan kebetulan kasusnya bukan kasus sweeping ya, atau kasus 
penggrebekan. Riziq sekarang masuk penjara karena kasus kekerasan terhadap aksi 
damai 1 Juni kan. Dan memang betul, seperti tadi dibilang kalau penegakkan 
hukum ini ditegakkan, semestinya Riziq sebagai pemimpin dari sebuah organisasi 
yang namanya FPI, di mana anak buahnya melakukan tindakan kriminal yaitu 
memukuli orang yang sedang aksi damai, itu semestinya dia dihukum ya, 
seberat-beratnya karena dia sebagai pemimpin yang menggerakkan, dia yang 
memerintah begitu. 

Tidak mungkin anak buahnya atau orang-orang itu melakukan tindakan apa pun, 
tanpa disuruh atau diinstruksikan oleh pemimpinnya dalam hal ini Riziq. 
Terbukti misalnya sekarang ini di bulan puasa, ketika Riziq tidak bilang 
apa-apa, kan nggak ada apa-apa gitu loh.

RNW: Tapi kenapa nggak dari dulu dia ditangkap. Kan dulu di zaman Gus Dur 
pernah ya, dicoba ditangkap tapi cuma beberapa hari kemudian dilepas lagi 
begitu. Saya kok cemas, ini cuma karena momen politik gitu loh?

NDM: Betul. Saya juga sebenarnya sama dengan mas. Artinya gini dulu tuntutan 
kita sebenarnya kan sama. Dari dulu kok dia nggak ditangkap-tangkap padahal 
secara kasat mata kelompok ini melakukan kekerasan di masyarakat. Itu memang 
sangat sulit sekali membuktikan bahwa Riziq ini punya peranan langsung di 
lapangan. 

Sementara hukum itu sangat terkait erat dengan bukti-bukti material lapangan. 
Dalam kasus Riziq dan lain-lain kan kita nggak pernah melihat bahwa Riziq itu 
langsung turun ke lapangan. Selalu yang dia perintahkan itu adalah anak buah 
atau umatnya itu. Bukti keterlibatan di lapangan itu yang sangat sulit didapat 
dari seorang Riziq ini. 

RNW: Apakah ini juga terkait ya, bahwa sepinya sweeping, penggrebekan di bulan 
puasa ini oleh kelompok-kelompok radikal islam, juga terkait dengan survei yang 
dilakukan oleh tim-tim Amerika yang menunjukkan bahwa selama enam tahun 
belakangan tingkat militanIislam atau mereka yang mendukung Osama turun 15% di 
Indonesia?

NDM: Betul, lembaga survei di Indonesia juga mengatakan seperti itu. Saya kira 
masyarakat ini sudah mulai kritis. Bahwa apa yang dimunculkan atau digambarkan 
bahwa mereka mengatasnamakan islam dan lain-lain itu tidak benar juga. Dan ada 
semacam keinginan dari masyarakat bahwa jangan sampai Islam itu diidentikan 
dengan kekerasan terorisme dan lain-lain gitu.


* MANTAN DIREKTUR GARUDA TEGASKAN KAITAN POLLYCARPUS DAN BIN

Mantan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan dalam kesaksiannya dengan tegas 
mengaitkan terpidana Pollycarpus dengan Badan Intelejen Negara BIN. Dia juga 
mengesankan adanya peran dari Kepala BIN Jenderal Hendropriyono dan, terutama, 
Waka BIN As'ad Ali. Sidang kasus Munir dengan terdakwa Mayjen Muchdi 
Purwopranjono memasuki minggu ketiga dengan mulai mendengar sejumlah saksi. 
Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso dari Jakarta.

Mengawali pemeriksaan saksi, yang seluruhnya berjumlah 19, sidang terdakwa 
Muchdi pekan ini mendengar kesaksian istri Munir, Suciwati, dan dua saksi dari 
Badan Intelejen Negara BIN. Menurut Suci, mendiang suaminya pada tahun 1998 
sudah memperingatkan bahaya teror. Muchdi, menurut Munir, sakit hati karena 
Munir-lah yang membongkar penculikan sejumlah aktivis anti Orde Baru waktu itu. 

Dugaan Munir itu, oleh Jaksa Penuntut Umum memang dianggap sebagai motif 
pembunuhan Munir. Namun, Muchdi mencoba menyangkal ...

Lara weteng, sakit hati, atau pun tidak, Muchdi bakal sulit menyangkal bahwa 
dirinya terlibat mendalam. Indra Setyawan, waktu itu Direktur Utama Garuda, 
mengakui, setelah menugaskan pilot Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai 
petugas corporate security, belakangan dia bertemu dengan Waka BIN As'ad Ali 
dan terdakwa Muchdi...

Indra jelas mencoba mempertahankan diri dengan unjuk diri sebagai birokrat yang 
loyal pada negara. Namun, dengan begitu, dia sekaligus mengaitkan kasus Munir 
dengan Polly sebagai agen BIN, dan Muchdi dan As'ad sebagai pejabat pejabat BIN 
yang terlibat langsung...

Dua saksi dari bagian tata usaha BIN membantah pernah melihat Pollycarpus 
bertemu Muchdi. Bahkan, As'ad Ali, Waka BIN, kabarnya sempat menangis di muka 
Gus Dur dan mengaku tidak tahu menahu. Namun kesaksian mantan Direktur Utama 
Garuda Indra Setyawan memperlihatkan dengan jelas kaitan Pollycarpus dengan 
para pejabat teras BIN. 

Yang menarik, Jaksa Penuntut Umum juga akan mengajukan saksi yang hanya dikenal 
dengan nama sandi "Kawan". Kabarnya dia seorang penembak jitu yang menolak 
perintah pejabat BIN untuk menembak Munir. Tim Pembela Muchdi kini mendesak 
agar saksi kunci lain, yaitu Budi Santoso, yang berada di Pakistan, dapat 
dihadirkan. 

Dua saksi inilah, si "Kawan" dan si Budi Santoso, yang dapat menentukan sukses 
tidaknya pembuktian dakwaan Jaksa terhadap Jendral Muchdi sebagai perancang 
pembunuhan Munir.

Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke