--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 19 September 2008 14:30 UTC ** MENTRI PERTANIAN JEPANG MUNDUR ** POLISI INDIA TEMBAK MUSLIM RADIKAL ** BURSA DUNIA MULAI BANGKIT KEMBALI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MAROKO MEMATA-MATAI WARGA BERBERNYA ** GEMA WARTA ULASAN PERS: POSISI KAUM MUSLIMIN DI INDIA DAN PEMDA DKI JAKARTA AKAN MENGGUSUR 24.000 KEPALA KELUARGA PENGHUNI BANGUNAN LIAR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RIZIQ DIKUNCI, SWEEPING PUN SEPI ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MANTAN DIREKTUR GARUDA TEGASKAN KAITAN POLLYCARPUS DAN BIN * MENTRI PERTANIAN JEPANG MUNDUR Mentri Pertanian Jepang, Seiichi Ota, mengundurkan diri sehubungan dengan skandal beras. Awal bulan ini terbongkar adanya beras impor yang sudah ternoda pestisida dan berjamur, ternyata dijual sebagai bahan makanan. Menurut rencana semula, beras ini hanya akan digunakan bagi produksi industri, misalnya sebagai bahan alat perekat. Namun ternyata, beras tersebut juga digunakan untuk produksi kue dan minuman sake. Sejauh ini belum diketahui adanya korban yang jatuh sakit. Sejak awal, Mentri Pertanian mengetahui adanya skandal ini. Namun, ia tidak ingin membuat kehebohan, karena tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Seiichi Ota baru sebulan menjabat sebagai Mentri Pertanian. * POLISI INDIA TEMBAK MUSLIM RADIKAL Polisi India menembak mati dua tersangka ektremis Islam di New Delhi. Penembakan terjadi dalam suatu baku tembak yang berlangsung selama sekitar satu jam. Polisi datang memeriksa keadaan di wilayah New Delhi Selatan, setelah mendapat laporan tentang lima orang ekstremis yang bersembunyi di sebuah rumah. Dua di antara mereka ditembak mati, seorang ditangkap, dan dua orang lainnya berhasil melarikan diri. Di pihak polisi, beberapa orang menderita luka-luka. Polisi melancarkan aksi ini, menyusul rangkaian serangan bom di New Delhi dan tempat-tempat lainnya di India. Sabtu lalu, suatu rangkaian serangan di ibukota, dipastikan menewaskan duapuluh jiwa. * BURSA DUNIA MULAI BANGKIT KEMBALI Pasar bursa dunia tampaknya mulai pulih kembali setelah mengalami berbagai hantaman keras selama beberapa hari, sehubungan dengan krisis kredit. Menyusul bangkit kembalinya pasar bursa di Amerika dan Asia, dengan lonjakan harga saham sebanyak beberapa persen, pembukaan kegiatan pasar bursa di Eropa juga langsung dimulai dengan kenaikan harga saham. Beberapa saham mencatat kenaikan harga hingga tujuh persen. Kebangkitan ini berkat suntikan milyaran dari berbagai bank sentral, dan berita pemerintah Amerika sedang menyusun paket kebijakan untuk menangani krisis kredit. Dengan adanya paket kebijakan tersebut, bank-bank yang berada dalam kesulitan, akan dapat bantuan. Dengan kebijakan ini, pemerintah Amerika ingin mencegah sekian banyak perusahaan sehat dan para konsumen, menjadi korban krisis kredit. * DANA AUSTRALIA UNTUK HADAPI CO2 Australia akan mendirikan lembaga internasional guna menghadapi gejala pemanasan bumi. Perdana Mentri Australia, Kevin Rudd menyatakan, ia akan mengumumkan proyek bernilai jutaan dolar tersebut di muka Sidang Umum PBB, di New York. Selanjutnya Perdana Mentri Kevin Rudd menambahkan, Perdana Mentri Britania Raya, Gordon Brown, mendukung rencana ini. Lembaga ini antara lain akan meneliti kemungkinan pembuatan suatu tempat penyimpanan gas CO2 secara besar-besaran. Beberapa waktu lalu, kelompok G8 telah lebih dulu merencanakan, akan membangun 20 tempat penyimpanan gas CO2, berikut instalasi pengolahan selanjutnya. * VENEZUELA USIR DIREKTUR ORGANISASI HAM Venezuela mengusir Jose Miguel Vivanco, direktur lembaga hak-hak azasi manusia untuk wilayah Amerika, Human Rights Watch. Beberapa waktu lalu, Vivanco menulis laporan kritis tentang hak-hak azasi manusia di Venezuela. Menurut laporan berjudul "Sepuluh Tahun Chavez" selama masa pemerintahan Hugo Chavez situasi hak azasi manusia makin memburuk. Menurut Human Rights Watch, kebijakan politik Presiden Chavez sangat tidak toleran dan diskriminatif. Sedang menurut Mentri Luar Negri Venezuela, Nicolas Maduro, dengan lontaran kritik tersebut, direktur Human Rights Watch melanggar hukum. Mentri Maduro menilai tindakan tersebut merupakan campur tangan urusan dalam negeri. * STATUS SUCI BAGI PAUS PIUS XII Paus Pius ke XII berusaha menyelamatkan kaum Yahudi pada masa Perang Dunia Kedua. Demikian pernyataan Paus Benedictus ke XVI, yang untuk kali pertama ini mengungkit masalah tersebut. Selama ini, para kritisi menyalahkan Paus Pius XII tidak berbuat apa-apa untuk kaum Nazi, dan tidak membantu kaum Yahudi. Menurut Paus Benedictus XVI, ketika itu Paus Pius XII secara langsung atau tidak langsung, sering bertindak secara diam-diam untuk menolong kaum Yahudi. Dengan pernyataan ini, Paus Benedictus XVI ingin menghapus segala salah sangka pada mendiang Paus Pius XII tersebut. Saat ini Vatikan sedang memulai prosedur bagi pemberian status suci untuk Paus Pius XII, yang menjadi Kepala gereja Katholik sejak 1939 hingga 1958. * KORAL DAN BINATANG BARU DI AUSTRALIA Ilmuwan Australia telah menemukan ratusan jenis koral dan binatang baru. Jenis-jenis baru tersebut ditemukan selama ekspedisi di Great Barrier Reef dan Ningaloo Reef. Penemuan baru ini menyangkut 130 koral jenis baru dan puluhan binatang-binatang kecil. Di antaranya jenis-jenis cacing dan udang yang baru. Menurut rencana, ekspedisi ini akan dilakukan setiap tahun. Melalui ekspedisi ini, para peneliti ingin mengamati dampak perubahan iklim pada pertumbuhan koral di Australia. Selain itu, selama penelitian, selalu ada kemungkinan penemuan baru berbagai hewan laut yang belum dikenal. * POLISI PNG LANGGAR HAM Organisasi hak-hak azasi manusia, Human Rights Watch menyerukan pada pemerintah Papua Nugini, untuk segera menyusun undang-undang perlindungan bagi penduduk negri, dari tindakan sewenang-wenang polisi. Dalam suatu surat dengan isi sangat kritis pada pemerintah di Port Moresby, lembaga hak-hak azasi manusia ini menuduh polisi Papua Nugini, secara struktural menyalah-gunakan kekuasaan. Polisi sangat sering melakukan perkosaan, penyiksaan dan menggunakan kekerasan secara berlebihan. Demikian Human Rights Watch. Menurut organisasi HAM ini, Papua Nugini harus lebih sering mengajukan para petugas polisi pelanggar hak-hak azasi manusia ke pengadilan. Selanjutnya, Human Rights Watch menyarankan pembentukan ombudsman polisi, pada siapa penduduk bisa menyampaikan pengaduan. * BERITA BURSA Pada saat pembukaan pasar bursa Amsterdam Jum'at pagi tadi, nilai indeks AEX melonjak naik 5,5 persen, pada 370,85 poin. Nilai indeks harga saham gabungan di Paris juga naik 5,5 persen, London naik 6,1 persen dan Frankfurt 3,9 persen. Di Tokyo, pada saat penutupan pasar, Jum'at sore waktu setempat, nilai indeks Nikkei mulai pulih kembali, naik 3,74 persen, pada 11.920,86 poin. Nilai tukar euro dan dolar Amerika: 1 euro tercatat sama dengan 1,4022 dolar, 1 euro seharga 13.430 rupiah, 1 dolar senilai 9.452 rupiah. * MAROKO MEMATA-MATAI WARGA BERBERNYA Parlemen Belanda tidak bisa menerima campur tangan Maroko pada urusan dalam negeri. Kasus mata-mata Maroko di Belanda juga menimbulkan dikusi hangat di Maroko. Target dinas rahasia Maroko sebenarnya diarahkan ke warga Berber Maroko yang tinggal di luar negeri. Warga Maroko di Belanda pada umumnya berasal dari daerah pegunungan, wilayah warga Berber. Kami sampaikan analisa redaktur Mohammed Amezian dan Nicolien den Boer. Hubungan diplomatik antara Belanda dan Maroko tegang setelah seorang polisi Rotterdam keturunan Maroko, diduga meneruskan informasi tentang warga Maroko di Belanda kepada kedutaan Maroko di Den Haag. Minggu ini diumumkan bahwa 2 bulan lalu atas desakan pemerintah Belanda, 2 pegawai kedutaan Maroko dipulangkan ke Maroko. Mereka didakwa merekrut polisi Roterdam bersangkutan. Menlu Maxim Verhagen tidak senang dengan campur tangan Rabat itu. Dan parlemen Belanda minta debat kilat. Kasus polisi Rotterdam itu ternyata banyak koneksinya. Fouad al Haji, seorang anggota parlemen kotapraja Rotterdam, mengaku juga pernah "didekati" seperti halnya seorang mantan anggota parlemen keturunan Maroko dari partai sosial SP Ali Lazrak. Ali Lazrak menyangkal, tapi ia tahu tentang praktek-praktek dinas rahasia Maroko. Banyak sesepuh warga Maroko di Belanda katanya, pernah didekati oleh dinas rahasia Maroko. Menurut seorang rekan di Radio Nederland, itu bukan hal baru. "Selama bertahun-tahun sayapun didekati, tidak lama setelah saya tinggal di Belanda," tutur rekan tersebut. Sangat mencemaskan. "Saya ditelepon kedutaan Maroko, ditanya apakah mau bekerja sama untuk memoles citra warga Maroko di Belanda". Rekan tersebut menolak. Ia pernah dikejar-kejar oleh atase pers di sebuah kongres. Ia berhasil mengelak. Setelah itu ia dua kali lagi didekati. Sekali di kantor dan sekali di rumah. Kasus mata-mata ini, muncul juga di Maroko. Dua artikel di situs web Radio Nederland dipublikasi oleh Hespress, situs web terbesar di Maroko. Artikel tersebut menimbulkan banyak reaksi pedas dari warga Maroko di Eropa maupun Maroko sendiri. Kebanyakan anonim. Rabat mengarahkan operasinya kepada warga Berber yang tinggal di Belanda. "Yang dicemaskan Maroko, setengah juta warga Berber tinggal di Belanda. Amsterdam menjadi kota dengan warga Berber terbesar setelah Nador dan Huciema. Dan pembebasan daerah pegunungan di Maroko dipicu dari Eropa," demikian sebuah reaksi yang ditulis warga yang menyebut diri Bintang Pegunungan Maroko. Otoritas Maroko mencurigai warganya di luar negeri karena mereka keturunan Berber, demikian sebuah reaksi lain. Seorang warga Berber lain menulis : "kami diusir dari Maroko dan di luar negeri kami dikejar-kejar". 75% dari 250 ribu warga Maroko di Belanda keturunan Berber yang tinggal di daerah pegunungan. Sebenarnya tidak banyak perbedaan dengan warga etnik Maroko Arab. Hanya bahasa dan budaya yang berbeda. Dulu warga Berber di-diskriminasi di Maroko, tapi kebudayaan dan bahasa mereka kini sudah banyak diakui. Bahasa Arab tetap merupakan bahasa resmi. Menurut Mahjoub Benmoussa dari organisasi orang asing di Belanda, otoritas Maroko mencurigai warganya yang tinggal di luar negeri karena mereka hidup lebih bebas, bebas berpolitik, bebas menjadi anggota serikat buruh, bebas berbudaya. Semua itu bisa membawa pengaruh. Said Boudouft, mantan ketua Kerjasama Maroko dan Tunisia di Belanda berpendapat, otoritas Maroko lewat berbagai cara berusaha mengawasi warganya di luar negeri, seperti misalnya segi perekonomian, karena pengiriman uang ke Maroko penting bagi perekonomian Maroko tapi juga ketakutan terhadap aktifis Islam karena merekapun bisa melakukan aksi-aksi kekerasan di Maroko. Campur tangan otoritas Maroko tidak hanya dirasakan di Belanda. Belum lama ini imigran Maroko di berbagai negara Eropa seperti Perancis, Spanyol, Belgia dan Belanda mendirikan "Forum Penduduk dan Solidaritas". Mereka dengan tegas menolak campur tangan otoritas Maroko. "Dewan Penasihat Maroko" yang dibentuk oleh raja, menurut mereka harus dipandang sebagai kaki-tangan Rabat. * POSISI KAUM MUSLIMIN DI INDIA DAN PEMDA DKI JAKARTA AKAN MENGGUSUR 24.000 KEPALA KELUARGA PENGHUNI BANGUNAN LIAR Selain Afghanistan dan Pakistan, selama beberapa waktu belakangan ini, India pun menjadi sasaran teror kalangan muslim radikal. Sejauh ini, banyak kalangan memperkirakan, serangan tersebut dikendalikan oleh kelompok radikal dari Bangladesh dan Pakistan. Berdasarkan hasil penelitian, kini tuduhan diarahkan pada kelompok Mujahidin India. Demikian ulas De Volkskrant, harian pagi yang terbit di Amsterdam. Menurut Komisi Penelitian Parlemen, posisi kaum muslimin India sering lebih buruk dari kalangan kasta Paria. Banyak di antara mereka tergolong sangat miskin. Tingkat pengangguran di kelompok ini sangat tinggi. Prosentase kaum muslimin yang bekerja sebagai pegawai negeri tercatat sebanyak empat setengah persen. Tentara dan polisi empat persen. Dan di sektor perbankan hanya dua persen. Padahal warga muslim India jumlahnya sekitar 13,5 persen dari total penduduk. Menurut De Volkskrant, dulu, pada saat India merdeka dari penjajahan Inggris, sebagian besar kalangan intelektual mereka pindah ke Pakistan. Tapi, demikian De Volkskrant, kaum muslimin tidak bisa hanya merujuk pada masa lalu saja. Menurut Komisi Penelitian Parlemen, tingkat pendidikan 25 persen kalangan muslim muda India, hanya hingga tingkat sekolah dasar saja. Orang-tua anak-anak tersebut, menganggap pendidikan tidak penting. Kalangan muda yang merasa tersisihkan dalam masyarakat, sangat mudah menjadi radikal. Termasuk, ikut terlibat dalam gerakan teror. Dari India kita beralih ke Jakarta. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Jakarta Utara merencanakan penggusuran 24.000 kepala keluarga penghuni bangunan liar. Daerah gusuran sebenarnya direncanakan sebagai daerah hijau, merentang dari Ancol hingga Kelapa Gading. Demikian tulis harian berbahasa Inggris, The Jakarta Post, yang terbit di Jakarta. Salahsatu daerah gusuran adalan Taman BMW. Menggunakan motto Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya, Bersih, Manusiawi dan ber-Wibawa. Di lokasi ini Pemerintah DKI akan membangun stadion sepakbola bertaraf internasional. Upaya penggusuran pada tanggal 24 Agustus lalu, telah berubah menjadi kerusuhan. Dengan akibat, beberapa petugas dan penghuni luka-luka. Sepuluh penghuni ditangkap. Sementara ini, sekitar 200 keluarga masih bertahan. Para penghuni liar ini bukan menolak dipindahkan, tapi ingin agar Pemda DKI menyediakan lokasi pengganti bagi tempat tinggal dan tempat berusaha mereka. "Kami akan tetap bertahan di sini, hingga Pemda DKI memenuhi tuntutan kami", kata para penghuni. Menurut The Jakarta Post, para penghuni liar tersebut didampingi oleh organisasi Masyarakat Tuntut Hak Atas Perumahan, Mantap. Organisasi ini mengaku, bahwa mereka semua penghuni liar. Tapi, tetap berharap agar proses pengosongan lahan berlangsung lebih manusiawi. Para penghuni liar kini minta penangguhan saat penggusuran, dan mengadukan nasib mereka pada Komisi Nasional Hak-hak Azasi Manusia, ke DPR dan pada Pemda Walikota Jakarta Utara. Demikian The Jakarta Post, dan sekian pula Ulasan Pers kali ini. * RIZIQ DIKUNCI, SWEEPING PUN SEPI Kabar-kabar penggrebekan warung makan dan kafe nyaris tak terdengar. Bahkan, Jakarta boleh dibilang bersih dari sweeping. Tahun-tahun belakangan, biasanya, Ramadhan diramaikan aksi kekerasan oleh kelompok mengatasnamakan Islam. Mereka menyatroni tempat-tempat yang dianggap tidak menghormati bulan puasa. Mengapa kali ini berbeda? RNW mewawancara aktivis Muslim Nong Darol Mahmada. Nong Darol Mahmada[NDM]: Kalau untuk Jakarta, memang nggak ada. Karena Riziq-nya sebagai pemimpin Front pembela Islam kan lagi disidangkan karena kasus Monas itu. Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Jadi sebenarnya, ya ambil saja pemimpinnya. Nyatanya terbukti ketika pemimpin dari Forum Pembela Islam ini dicomot, nggak berkutik lagi? NDM: Saya kira ya, ini hampir berakhir Ramadan seminggu lagi. Di Jakarta sendiri tidak ada peristiwa sweeping atau penggrebekan. RNW: Apakah ini bisa menggambarkan muslim di Indonesia sebenarnya, muslim yang tidak garang begitu, tapi mereka mudah dihasut. Mudah diajak untuk ikut-ikutan kekerasan? NDM: Sebenarnya ini memperlihatkan bahwa yang melakukan sweeping atau pemaksaan istilahnya ya, atau yang melakukan kekerasan atau pemaksaan terhadap orang-orang yang berpuasa, itu hanya satu kelompok saja, yaitu FPI. Dan itu sebenarnya, orangnya itu-itu saja tidak terlalu besar. Kalau misalnya memang organisasi ini sangat kuat, meskipun pemimpinnya itu ada di penjara semestinya tidak berpengaruh kan. Ya, jalan saja. Masa nggak ada PJS-nya, pejabat sementara. Tapi jelas, bahwa ini terlalu Riziq banget begitu istilahnya, dan kelihatannya bahwa sangat kecil jadinya. RNW: Kalau memang kuncinya di penegakkan hukum, kenapa baru belakangan saja ditegakkan. Kenapa nggak dari dulu kalau tahu begini ditangkap dan selesai? NDM: Nggak, ini juga kan kebetulan kasusnya bukan kasus sweeping ya, atau kasus penggrebekan. Riziq sekarang masuk penjara karena kasus kekerasan terhadap aksi damai 1 Juni kan. Dan memang betul, seperti tadi dibilang kalau penegakkan hukum ini ditegakkan, semestinya Riziq sebagai pemimpin dari sebuah organisasi yang namanya FPI, di mana anak buahnya melakukan tindakan kriminal yaitu memukuli orang yang sedang aksi damai, itu semestinya dia dihukum ya, seberat-beratnya karena dia sebagai pemimpin yang menggerakkan, dia yang memerintah begitu. Tidak mungkin anak buahnya atau orang-orang itu melakukan tindakan apa pun, tanpa disuruh atau diinstruksikan oleh pemimpinnya dalam hal ini Riziq. Terbukti misalnya sekarang ini di bulan puasa, ketika Riziq tidak bilang apa-apa, kan nggak ada apa-apa gitu loh. RNW: Tapi kenapa nggak dari dulu dia ditangkap. Kan dulu di zaman Gus Dur pernah ya, dicoba ditangkap tapi cuma beberapa hari kemudian dilepas lagi begitu. Saya kok cemas, ini cuma karena momen politik gitu loh? NDM: Betul. Saya juga sebenarnya sama dengan mas. Artinya gini dulu tuntutan kita sebenarnya kan sama. Dari dulu kok dia nggak ditangkap-tangkap padahal secara kasat mata kelompok ini melakukan kekerasan di masyarakat. Itu memang sangat sulit sekali membuktikan bahwa Riziq ini punya peranan langsung di lapangan. Sementara hukum itu sangat terkait erat dengan bukti-bukti material lapangan. Dalam kasus Riziq dan lain-lain kan kita nggak pernah melihat bahwa Riziq itu langsung turun ke lapangan. Selalu yang dia perintahkan itu adalah anak buah atau umatnya itu. Bukti keterlibatan di lapangan itu yang sangat sulit didapat dari seorang Riziq ini. RNW: Apakah ini juga terkait ya, bahwa sepinya sweeping, penggrebekan di bulan puasa ini oleh kelompok-kelompok radikal islam, juga terkait dengan survei yang dilakukan oleh tim-tim Amerika yang menunjukkan bahwa selama enam tahun belakangan tingkat militanIislam atau mereka yang mendukung Osama turun 15% di Indonesia? NDM: Betul, lembaga survei di Indonesia juga mengatakan seperti itu. Saya kira masyarakat ini sudah mulai kritis. Bahwa apa yang dimunculkan atau digambarkan bahwa mereka mengatasnamakan islam dan lain-lain itu tidak benar juga. Dan ada semacam keinginan dari masyarakat bahwa jangan sampai Islam itu diidentikan dengan kekerasan terorisme dan lain-lain gitu. * MANTAN DIREKTUR GARUDA TEGASKAN KAITAN POLLYCARPUS DAN BIN Mantan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan dalam kesaksiannya dengan tegas mengaitkan terpidana Pollycarpus dengan Badan Intelejen Negara BIN. Dia juga mengesankan adanya peran dari Kepala BIN Jenderal Hendropriyono dan, terutama, Waka BIN As'ad Ali. Sidang kasus Munir dengan terdakwa Mayjen Muchdi Purwopranjono memasuki minggu ketiga dengan mulai mendengar sejumlah saksi. Laporan koresponden Aboeprijadi Santoso dari Jakarta. Mengawali pemeriksaan saksi, yang seluruhnya berjumlah 19, sidang terdakwa Muchdi pekan ini mendengar kesaksian istri Munir, Suciwati, dan dua saksi dari Badan Intelejen Negara BIN. Menurut Suci, mendiang suaminya pada tahun 1998 sudah memperingatkan bahaya teror. Muchdi, menurut Munir, sakit hati karena Munir-lah yang membongkar penculikan sejumlah aktivis anti Orde Baru waktu itu. Dugaan Munir itu, oleh Jaksa Penuntut Umum memang dianggap sebagai motif pembunuhan Munir. Namun, Muchdi mencoba menyangkal ... Lara weteng, sakit hati, atau pun tidak, Muchdi bakal sulit menyangkal bahwa dirinya terlibat mendalam. Indra Setyawan, waktu itu Direktur Utama Garuda, mengakui, setelah menugaskan pilot Pollycarpus Budihari Priyanto sebagai petugas corporate security, belakangan dia bertemu dengan Waka BIN As'ad Ali dan terdakwa Muchdi... Indra jelas mencoba mempertahankan diri dengan unjuk diri sebagai birokrat yang loyal pada negara. Namun, dengan begitu, dia sekaligus mengaitkan kasus Munir dengan Polly sebagai agen BIN, dan Muchdi dan As'ad sebagai pejabat pejabat BIN yang terlibat langsung... Dua saksi dari bagian tata usaha BIN membantah pernah melihat Pollycarpus bertemu Muchdi. Bahkan, As'ad Ali, Waka BIN, kabarnya sempat menangis di muka Gus Dur dan mengaku tidak tahu menahu. Namun kesaksian mantan Direktur Utama Garuda Indra Setyawan memperlihatkan dengan jelas kaitan Pollycarpus dengan para pejabat teras BIN. Yang menarik, Jaksa Penuntut Umum juga akan mengajukan saksi yang hanya dikenal dengan nama sandi "Kawan". Kabarnya dia seorang penembak jitu yang menolak perintah pejabat BIN untuk menembak Munir. Tim Pembela Muchdi kini mendesak agar saksi kunci lain, yaitu Budi Santoso, yang berada di Pakistan, dapat dihadirkan. Dua saksi inilah, si "Kawan" dan si Budi Santoso, yang dapat menentukan sukses tidaknya pembuktian dakwaan Jaksa terhadap Jendral Muchdi sebagai perancang pembunuhan Munir. Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Jakarta. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
