---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 17 Januari 2009 14:20 UTC



** PYONGYANG PANAS TERHADAP SEOUL

** BOM, DI DEPAN KEDUBES JERMAN DI KABUL

** BOMBARDEMEN ATAS GAZA KEMBALI BERLANGSUNG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KHALAYAK BELANDA RAGU BERLIBUR

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KOGELO GILA OBAMA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PANDUAN PEMILIH ISRAEL, BANTU TENTUKAN SIKAP 
DALAM PEMILU

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: REKONSILIASI, YANG BELUDRU DAN YANG TERSENDAT



* PYONGYANG PANAS TERHADAP SEOUL

Korea Utara akan bersikap keras terhadap Korea Selatan, bahkan siap untuk 
konfrontasi dengan Seoul. Ucapan keras itu disampaikan juru bicara tentara 
Korea Utara. Menurut Pyongyang, penyebabnya adalah posisi bermusuhan presiden 
Korsel Lee Myang-Bak yang tak mau lagi rekonsiliasi. Hubungan kedua negara 
Korea kembali goyah, sejak tahun lalu, saat presiden Lee berkuasa. Berbeda 
dengan pendahulunya, ia menyatakan bantuan pangan untuk Korea Utara tergantung 
dari kesediaan Pyongyang membatalkan program nuklir. 

Pemerintah Korea Utara juga menegaskan tak bersedia menghentikan pengembangan 
senjata nuklir sekalipun hubungan dengan AS pulih kembali. Peneliti Amerika 
yang mengunjungi Korea Utara beberapa hari lalu, mendengar bawah rejim komunis 
memiliki sekitar 30 kilo plutonium. Itu cukup membuat empat atau lima rudal 
nuklir.


* BOM, DI DEPAN KEDUBES JERMAN DI KABUL

Ibukota Kabul diguncang bom bunuh diri di kedutaan besar Jerman. Setidaknya dua 
warga Afganistan tewas. Kabar sebelum ini menyebutkan dua tentara Amerika 
Serikat yang bertugas dekat situ turut jadi korban, ternyata tidak benar. Pusat 
pelatihan militer Kamp Eggers memang tak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku 
meledakkan diri dengan mobil penuh bahan peledak di depan kedutaan. Oleh karena 
itu puluhan orang di sekitar itu menderita luka-luka. Serangan diduga keras 
dilakukan oleh Taliban.


* BOMBARDEMEN ATAS GAZA KEMBALI BERLANGSUNG

Gaza kembali dihujani bom oleh Israel setelah sebelumnya melewati malam cukup 
tenang. Menurut tentara Israel, ada 50 target hancur, yaitu terowongan, bunker 
dan ladang  ranjau. Sumber di Palestina menyebut dua orang tewas dalam 
penembakan terhadap sekolah PBB di Beit Lahiya. Kabinet Israel rapat Sabtu ini 
di Tel Aviv membahas gencatan senjata sepihak. Pasukan Israel untuk sementara 
tetap di Jalur Gaza. Sebelumnya Amerika Serikat menawarkan bantuan untuk 
mencegah penyelundupan senjata kepada Hamas. Perundingan di Kairo dengan 
penengah Mesir soal serupa, turut mendorong rencana gencatan senjata. 

Gencatan senjata sepihak tidak memberi keuntungan politik bagi Hamas, karena 
blokade Gaza tetap berlangsung. 

Sementara itu Majelis Umum PBB menuntut gencatan dan penarikan mundur pasukan 
Israel dari Gaza. Pekan lalu Dewan Keamanan PBB juga meminta hal serupa.


* BANJIR DI INDONESIA TELAN 14 ORANG

Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya hilang, setelah banjir melanda 13 
propinsi di Indonesia. Banjir yang menimpa beberapa kota dan kabupaten di Nusa 
Tenggara Barat, Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi, juga memaksa 
evakuasi 50 ribu orang. Di Kalimantan Barat, air naik sampai 2,5 meter, sedang 
di Sulawesi Barat hingga 1,5 meter. Badan Meteorologi dan Geofisika Indonesia 
memperkirakan hujan deras masih akan terjadi di berbagai wilayah pada bulan ini.


* ANCAM BUNUH OBAMA SEORANG LELAKI DITANGKAP

Di kota Mississippi, Amerika Serikat, seorang lelaki ditangkap karena mengancam 
lewat internet, akan membunuh Barack Obama saat diinagurasi. Pria tersebut 
menulis, ia akan melakukan itu karena Obama menempatkan seorang Yahudi dalam 
kabinet. Kementrian Kehakiman menganggap ancaman tersebut serius. Kemungkinan 
pelaku diancam hukuman penjara maximal lima tahun.


* OPTIMIS KONFLIK GAS EROPA AKAN CEPAT BERAKHIR

Perdana mentri Vladimir Poetin dan rekan sejawatnya dari Jerman, Angela Merkel, 
optimis tentang pemulihan secepatnya gas Rusia ke Eropa lewat Ukraina. Demikian 
dikatakan setelah pertemuan di Berlin. Mereka berbicara, antara lain, rencana 
Poetin tentang pembentukan konsorsium Eropa yang akan membayar transit gas. 
Sabtu ini di Moskow diadakan pembicaraan tingkat tinggi soal konflik 
infrastruktur gas. Presiden Rusia Dmitri Medvedev berunding dengan perdana 
mentri Ukraina, Julia Timosjenko, yang juga dihadiri delegasi Eropa.


* PERTEMUAN ANTI NARKOBA DI PANAMA

Para pemimpin dari negara-negara Mexico, Kolombia, Guatemala dan Panama sepakat 
memperkuat kerja sama memberantas kartel narkoba. Dalam pertemuan puncak di 
ibukota Panama City, presiden tuan rumah Martin Torrijos mengatakan perdagangan 
obat bius mengancam keamanan nasional dan kehidupan demokrasi di Amerika Latin. 
Negara-negara itu akan saling bertukar infromasi intelejen. Mereka juga 
berupaya membentuk instrumen hukum bersama yang berlaku di kawasan.


* PROSES GUGATAN BARU EROPA TERHADAP MICROSOFT

Komisi Eropa memulai proses baru menggugat Microsoft, karena perusahaan piranti 
lunak raksasa tersebut melanggar prinsip persaingan usaha. Kali ini terkait 
dengan paket jelajah web, Internet Explorer dan sistem operasi Windows. 
Pengguna Windows terpaksa menggunakan Internet Explorer. Menurut Komisi Eropa, 
hal itu merugikan pengembang piranti lunak jelajah internet lainnya dan 
merugikan inovasi serta membatasi pilihan konsumen. Microsoft sudah pernah 
mendapat denda dalam kasus Windows Media Player. Waktu itu total Microsoft 
harus membayar 1,7 milyar Euro.


* KHALAYAK BELANDA RAGU BERLIBUR

"Menteri Sosial Khawatirkan PHK Massal,"  demikian salah satu kepala berita 
dalam perjalanan ke Bursa Liburan yang pekan ini berlangsung di Utrecht. Walau 
pun bursanya begitu penuh, liburan ke tempat-tempat jauh yang eksotis tidak 
terlalu disukai orang. Dengan bayangan resesi, paling banter orang memilih 
beribur di Prancis atau bahkan di dalam negeri saja. Laporan redaktur 
internasional Robert Chesal.

Di ruang liburan ke tempat eksotis, negara-negara Amerika Latin berupaya 
mati-matian menarik perhatian. Seorang dari kementerian wisata Kuba memuji 
negaranya dihadapan para wartawan. Tidak jauh dari situ orang-orang Panama 
dengan pakaian berwarna-warni menari salsa. Bahkan ada stand Kolombia, sebuah 
negara yang dilanda perang saudara dengan banyak penyanderaan, berupaya menarik 
wisatawan. Mereka datang dengan slogan, "Kolombia satu-satunya bahaya adalah 
kalau kamu tidak ingin pergi lagi."

Korting hotel
Seorang pemilik biro perjalanan ke Amerika Latin menolak sudah terjadi 
penurunan jumlah pengunjung karena krisis kredit. Tetapi ia mengakui agennya di 
Amerika Selatan khawatir jumlah wisatawan akan berkurang. Karena itu mereka 
menurunkan harga.

Boss Biro Perjalanan: Untuk tahun ini, kami baru mulai booking, brosur juga 
baru dibagikan. Kami duga kalangan muda tetap ingin liburan. Mereka tidak akan 
mengorbakan liburan itu. Jadi mereka tetap ingin pergi. Agen kami dari Amerika 
Selatan memang menyatakan khawatir karena perjalanan ke Amerika Latin mahal. 
Mereka memilih Amerika Tengah atau Asia yang lebih murah. Karena itu di Amerika 
Selatan banyak hotel yang memberi korting. 

Khawatir PHK
Biro perjalanan lain, yang khususnya menyelenggarakan perjalanan ke Thailand 
dan Bali, secara terbuka menyatakan bahwa para pengunjung bursa wisata ini 
sangat memperhatikan uang mereka. "Karena orang ingin menunggu, bagaimana ini 
akan berlangsung. Bukankah orang menduga akan terjadi PHK. Karena itu orang 
jadi ragu-ragu dan menantinya. Walau demikian mereka tetap optimistis. 
Diharapkan booking akan terjadi lebih lambat, tapi mereka akan tetap 
melakannya. Dalam upaya menarik supaya orang booking secepatnya, pelbagai 
organisasi perjalanan menawarkan liburan secara keseluruhan, dengan potongan 
lima sampai sepuruh persen. 

Satu-satunya ruangan dalam bursa wisata pekan ini yang banyak pengunjungnya 
adalah tujuan Eropa dan Negeri Belanda sendiri. Banyak pengunjung mennyatakan 
bahwa mereka ingin beribur tidak jauh dari rumah. Dan itu bukan hanya kalangan 
pensiunan yang sering ke Austria misalnya, tetapi juga pasangan yang sama-sama 
bekerja. Tak seorangpun menyebut resesi sebagai alasan. Salah seorang 
pengunjung bahkan mengatakan, Belanda kan juga indah. Yang lain lagi mengaku 
tahun lalu sudah ke Sri Lanka. Makanya tahun ini ingin tetap di Belanda saja, 
atau kalau ingin keluar negeri ya ke Prancis, naik mobil. Orang ini mengaku 
tindakannya ini tidak berkait dengan krisis.

Di Belanda saja
Tetapi kepada biro perjalanan wisata banyak pelanggan yang menyatakan khawatir 
krisis ekonomi, seperti yang berikut dikatakan oleh biro wisata Flevoland.

Perempuan Flevoland: Orang langsung menyatakannya. Kami akan naik mobil saja, 
atau naik sepeda. Itu yang menarik. Orang sekarang hanya ingin berlibur di 
dalam negeri. Hanya karena uang mereka lebih sedikit.


* KOGELO GILA OBAMA

Kogelo, sebuah desa kecil di Kenya barat, tergopoh-gopoh menyiapkan pelantikan 
Presiden Amerika Serikat Barack Obama, tokoh yang mereka seorang 'anak dan 
pahlawan.' Akan digelar pentas budaya, sementara pelbagai tempat dihias untuk 
menyambut ratusan pengunjung yang diharapkan akan membanjiri desa kelahiran 
ayah Barack Obama. Laporan redaktur siaran Prancis Helene Michaud.

Gegap gempita meliputi Kogelo. Banyak sukarelawan dan pejabat pemerintah 
melakukan persiapan akhir pagelaran festival budaya setempat untuk merayakan 
pelantikan Barack Obama. Ada rencana memasang televisi layar besar supaya orang 
bisa melihat sendiri upacara inaugurasi itu. Radio komunitas Radio Maendeleo 
akan merelai suara televisi itu. Manajer Radio Maendeleo, Fred Mariwa 
menyatakan pentas budaya itu meliputi drama, lomba, musik dan santapan 
setempat. Para tetua sudah mulai perayaan dengan minum Busaa, bir jagung 
tradisional Kenya. Warga desa juga menghimpun hewan korban yang akan disembelih 
pada saat upacara khusus di hari pelantikan. Demikian Fred Mariwa.

Fred Mariwa: Kami sudah punya kambing dan sapi, sekitar lima ekor. Orang juga 
berjanji membawa ayam. Hewan-hewan ini tidak akan diberikan pada orang 
tertentu, tetapi akan disembelih dan disantap pada hari itu. Juga akan 
berlangsung lomba gulat, lomba makan buah pawpaw, adu jago dan pemenangnya akan 
diberi nama Barack Obama.

Anggota keluarga Obama, termasuk Sarah Obama, yang oleh Barack disebut sebagai 
neneknya, akan hadir pada upacara pelantikan di Washington, sebagai tamu 
khusus. Sarah Obama adalah istri ketiga kakek presiden terpilih Amerika itu.

Kogelo memang diuntungkan dengan kemenangan Barack Obama. Jalan-jalan di desa 
itu diperbaiki dan keamanan juga ditingkatkan, dengan pompa bensin baru di 
gerbang desa. Masyarakatnya menyumbangkan tanah sekitar 20 are untuk membangun 
museum nasional dan pusat budaya setempat, termasuk sebuah perpustakaan. 
Harapan tinggi akan dibangun fasilitas lain. Fred Mariwa sendiri berharap Obama 
akan memperhatikan pemancar radio di desa kelahiran ayahnya, bahwa kalau bisa 
ia minta disediakan dana untuk memperluas radio itu. Bagaimana pun juga, Radio 
Maendeleo, sudah melihat semua kejadian yang membawa Barack Obama ke puncak 
kekuasaan dan juga telah menyiarkan semua pidato pentingnya.

Walau begitu, Fred Mariwa dan warga desa lain, tidak yakin seberapa besar Obama 
bisa mewujudkan janjinya.

Fred Mariwa: Pemilihan Obama sangatlah menguntungkan kami dan rasanya masih 
akan ada lagi yang menguntungkan. Masyarakat kami sangat berharap dari Barack 
Obama atau dari Amerika, tapi kami tidak tahu apakah harapan itu akan terwujud. 
Banyak pengangguran di sini. Orang berharap bisa bekerja di Amerika, diberi 
sponsor supaya bisa melanjutkan studi ke sana. Itu memang banyak, karena kalau 
pun Obama akan memperhatikan kepentingan kami, yang paling utama ia harus 
memperhatikan kepentingan Amerika. 

Fred Mariwa juga punya harapan bagi negerinya, Presiden Obama bisa ikut 
menyelesaikan masalah pemerintahan Kenya.

Fred Mariwa: Ini bisa membasmi korupsi yang berkecamuk dalam pemerintahan 
Kenya. Saya harap ia mengatasi korupsi ini dengan memanfaatkan bantuan 
internasional. Ini bisa membantu kami mengungkapkan banyak skandal dan 
menghalangi banyak sumber daya kami dibawa ke negara lain padahal rakyat Kenya 
sangat membutuhkannya.

Jadi, bukan ikatan keluarga saja yang membuat orang Kenya begitu memperhatikan 
Obama. Ada juga harapan tinggi Kenya pada Obama. Pesta pora di Kogelo tidak 
hanya menandai tampilnya seorang anak orang Kenya pada jabatan presiden 
Amerika. Ini juga bisa berarti awal habisnya korupsi yang sudah begitu 
dirindukan warga Kenya.


* PANDUAN PEMILIH ISRAEL BANTU TENTUKAN SIKAP DALAM PEMILU

Mata dunia memandang aksi Israel di Gaza. Sementara 10 Februari kian dekat, di 
mana Israel bakal menyelenggarakan pemilu. Terlepas dari situasi yang ada, 
persiapan pemilihan umum jalan terus. Laporan Marijke van den Berg.
Mulai Sabtu(17/01), panduan elektorat Israel dari Universitas Amsterdam online. 
Lewat internet, pemilih Israel, bisa melihat partai politik mana yang terbaik 
bagi mereka. Panduan tersebut tidak hanya dalam bahasa Ibrani, tapi juga dalam 
bahasa Inggris dan Belanda. Menurut sang pembuat, pemilu Israel juga menarik 
bagi pihak lain. 
Ini bukan kali pertama kieskompas, begitu istilah di negeri kincir angin ini, 
dibuat untuk pemilu di luar Belanda. Tetapi, menurut Andre Krouwel, bentuk 
untuk Israel merupakan satu dari yang tersulit dibangun. "Sistem politik Israel 
luar biasa rumit. Mereka, seperti di Belanda, juga meributkan isu-isu kiri dan 
kanan. Namun selain itu, masalah keamanan serta hubungan antara urusan 
keagamaan dan negara juga sangat penting," tukasnya.   
Topik-topik tercermin melalui sekitar 30 pertanyaan di mana pemilih atau 
pengguna internet harus menjawabnya secara online. "Pertanyaan berkisar isu-isu 
panas seputar pemilu sekarang. Tak heran kalau situasi di Jalur Gaza dan 
dataran tinggi Golan akan muncul. Demikian juga tentang masalah ekonomi seperti 
tunjangan anak dan pajak. Semua permasalahan yang berperan penting dalam pemilu 
kali ini, hadir dalam situs," ujar Krouwel menjelaskan.
Ia dan timnya, tidak sendirian mencantumkan pertanyaan-pertanyaan pada panduan 
elektorat Israel. Institut Demokrasi Israel, sebuah lembaga pengetahuan yang 
fokus atas perkembangan politik negara itu, turut bekerja sama. Institut ini 
mendasari pertanyaan-pertanyaan panduan pemilih dengan program partai dan 
pernyataan politisi saat kampanye.
Awalnya kieskompas ditujukan untuk elektorat Israel. Toch, menurut Krouwel, ada 
juga orang-orang lain. Mereka mengikuti berita soal Israel, tapi sebenarnya 
tidak begitu tahu tentang partai politik di negeri tersebut. "Jadi anda bisa 
melakukan tes kecil, untuk mengetahui kira-kira memilih apa kalau tinggal di 
Israel. Dan juga condong ke mana para pemilih Israel, serta partai mana yang 
mereka bicarakan. Di sini anda bisa melakukan tes sederhana dan melihat 
hasilnya."
Universitas atau institut Belanda makin sering membuat wahana membantu 
penyelenggaraan pemilu bagi negara asing. Stemwijzer, panduan pertama pemilu 
Belanda, mulai bekerja sama dengan lembaga luar negeri pada tahun 2002. 
"Stemwijzer -petunjuk suara- tentang pemilu Belanda menarik jutaan pengunjung," 
kata Jochum de Graaf. "Kesuksessan itu menyedot perhatian luar negeri."   
"Seperti di Belanda, banyak orang bingung apa yang harus dipilih," kata Andre 
menerangkan mengapa panduan pemilih Belanda ini sukses. "Partai-partai lama 
kehilangan pijakan ideologi dan kian nggak jelas sikap mereka, sementara 
partai-partai baru terus bermunculan. Warga sebenarnya tidak tahu siapa yang 
harus dipilih." Dengan kata lain, ini cocok dengan tujuan Kieskompas atau 
Stemwijzer.  
Kekuatan panduan-panduan tersebut, menurut Jochum de Graaf, nampaknya 
sederhana. "Dengan mengisi, misalnya Stemwijzer, anda akan menemukan beberapa 
tema dan melalui panduan, anda melihat bahwa partai-partai dalam beberapa isu 
besar benar-benar berbeda satu sama lain, jadi dapat dengan yakin menjatuhkan 
pilihan."
Panduan-panduan semacam itu di Belanda makin mengarahkan perhatiannya ke luar 
negeri. Andre Krouwel bermimpi, alat pencerahan pemilih tersebut digunakna di 
negara-negara rawan demokrasi. "Di mana warga sering bicara soal orang-orang 
tertentu dan kekuasaannya. Di sana, wahana ini dipakai supaya warga dan media 
melihat, ini tentang isi isu-isu tersebut dan bukan hanya tentang siapa yang 
berkuasa." 
Jochum de Graaf merasa Petunjuk Pemilih dapat dimanfaatkan di negara-negara 
bekas blok Timur. Ia ingin produknya digunakan untuk partai-partai memikirkan 
ulang identitas mereka, mengenai sikap mereka atas tema-tema tertentu dan di 
mana mereka menarik garis pembeda jelas dengan partai lain.
"Sering partai-partai ini berpusat pada satu orang. Kesukuan kadang-kadang 
bermain peranan dan tentu saja populisme. Seperti sebuah partai di Rumania 
berkata, saya partai demokrat liberal sosial. Apa rtinya itu? Atas dasar apa 
partai ini berbeda dengan partai demokrat sosial lain, atau dengan partai 
sosial, atau dengan partai demokrat liberal. Dengan metode panduan pemilih, 
anda bisa dengan sendirinya membawa ideologi partai-partai semakin tajam," 
pungkas De Graaf. 
Kieskompas dalam bahasa Ibrani, Inggris dan Belanda dapat dilihat di 
israel.kieskompas.nl.


* REKONSILIASI, YANG BELUDRU DAN YANG TERSENDAT

"Suatu hari kita harus akui D.N. Aidit bermaksud baik"

Banyak bangsa mengalami masa kelam di masa silam. Nelson Mandela berupaya 
mengatasi trauma Afrika Selatan lewat KKR, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, 
dengan mendengar kesaksian para korban apartheid. Di bekas negara fasis 
Spanyol, rekonsiliasi datang terlambat, tapi bergerak maju. Di Republik Ceko, 
rujuk bangsa dapat tercapai semulus beludru, meski tanpa KKR. Selepas Orde 
Baru, Indonesia pun memerlukan KKR, namun sampai kini masih tersendat-sendat. 
Baru kembali dari Praha, berikut catatan koresponden Aboeprijadi Santoso.

Banyak negara mengalami halaman-halaman hitam. Selepas kediktaturan, beban masa 
silam harus ditanggung. Yang dulu kalah, tertindas dan kemudian berkuasa, dan 
yang dulu jaya, kini tersingkir, perlu kedamaian dan keadilan. Setidaknya 
semacam rujuk demi keselamatan bangsa ke depan. 

Di Eropa Barat setelah Perang Dunia II, mau pun setelah runtuhnya Tembok Berlin 
tahun 1989 berlaku Victor Justice, keadilan menurut pihak pemenang politik. Di 
Belanda, ini terungkap dari pemisahan tajam antara mereka yang pernah mendukung 
dan melawan Nazi dalam kategori "goed en fout", benar, dan salah, dan yang 
salah, dihukum.

Akibatnya, rezim baru tak perlu membangun lembaga khusus untuk menata rujuk 
bangsa. Tapi bagaimana kalau peralihan politik itu tidak tajam dan tanpa 
kekerasan, sehingga warisan masa silam mudah teratasi - seperti di Ceko? Dan, 
bagaimana pula kalau sebaliknya, jika luka-luka masa lalu membekas seperti di 
Spanjol dan Indonesia, misalnya? 

Ceko atau Cekoslowakia adalah contoh di mana victor justice tidak menjadi isu 
besar, karena perubahan dari rezim komunis menuju rezim baru berlangsung damai, 
tanpa setetes darah. Ceko bahkan tak memerlukan upaya rujuk. Sejak dulu 
dikelilingi kekuatan kekuatan besar, dari Soviet, Polandia, Jerman sampai 
Austro-Hongaria. Bahkan lorong-lorong ibukota Praha mencerminkan keperluan 
pertahanan. Pola perangai publik dan elitnya pun selalu was was, dan waspada. 
Dan pola rezim yang menang dan berkuasa cenderung moderat. Semua itu, agar 
tetap selamat. Vaclav Havel, presiden pertama Ceko pasca komunis, 
mempertahankan perdana menteri dari Partai Komunis yang kalah dan menganggapnya 
guru. Dengan kata lain, negeri David yang kecil harus pintar bermain di tengah 
sejumlah raksasa Goliath.

Di Eropa Barat, Spanyol adalah satu-satunya negara yang perlu berupaya rujuk. 
Luka luka akibat Perang Saudara dan kekuasaan diktatur Franco, membekas dan 
rekonsiliasinya dimulai sejak lima tahun lalu. Kini, publik dan penguasa 
menggali riwayat dan jasad para korban tersebut. 

Perubahan beludru di Ceko membuktikan tak semua bangsa membutuhkan upaya 
rekonsiliasi meski berganti rezim dan tatanan politiknya. Sebaliknya Mandela di 
Afrika Selatan justru memerlukan dan melakukaN rekonsiliasi dengan sukses. 
Spanyol adalah jenis ketiga, dan upayanya dapat menjadi pelajaran bagi 
Indonesia.

Beban luka masa silam akibat rezim Orde Baru, dari peristiwa 1965-66 sampai 
kasus Timor Timur, ternyata tak mudah diatasi. KKR untuk berbagai kasus 
pelanggaran HAM akhirnya macet, atau menanti upaya revisi UU KKR. Tapi peneliti 
Priyambudi Sulistiyanto menunjuk, KKR sudah kehilangan momentum sejak lima 
tahun lalu. Di bawah Presiden Megawati, momentum reformasi pudar. Kasus TimTim 
akhirnya diselesaikan tanpa peradilan yang adil bagi pihak korban.

Prospek upaya rekonsiliasi semacam KKR menjadi indikasi tingkat dan trayek 
peradaban. Upaya rujuk tak perlu menanti penyelenggara negara.  Di Yogyakarta 
dua tahun lalu ada upaya Tarekat mempertemukan pihak pelaku dan korban 
peristiwa 65. 

Upaya semacam ini kecil tapi penting. Dutabesar RI untuk Republik Ceko, Salim 
Said, berkomentar "Suatu hari, kita harus mengakui bahwa orang seperti DN Aidit 
(Ketua Partai Komunis Indonesia, PKI), (Sekarmaji) Kartosuwirjo (pemimpin Darul 
Islam DI/TII), dan lain lain itu bermaksud baik bagi bangsa, namun (mengambil 
jalan yang) salah dan kalah," Menurut Salim yang juga pengamat politik militer 
itu, "salah dan kalah" itu karena memilih menggunakan kekerasan terhadap 
negara. Dan itu menunjukkan "tingkat peradaban kita." Demikian simpulnya.

Namun arah kekerasan seringkali sebaliknya, dari negara terhadap masyarakat, 
seperti di TimTim, Aceh, dan Papua. Seperti Ceko, geopolitik mendikte nasib 
bangsa. Dari situ, Indonesia dapat belajar: tidak perlu menjadi Goliath, 
menindas David.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke