---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 20 Februari 2009 13:10 UTC



** CLINTON KRITIK KERAS KOREA UTARA

** AMERIKA TIDAK AKAN BERLAKUKAN PROTEKSIONISME

** SERANGAN BOM PAKISTAN TEWASKAN 30 ORANG

** TINJAUAN PERS: DILEMA MUSLIMAH BERCADAR DI BELANDA DAN AMERIKA HARUS HADAPI 
MASA LALU KELAM JAKARTA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HAMID KARZAI PUKUL BALIK NATO

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL:  HILLARY CLINTON - LEBIH FOKUS PADA ISU-ISU 
SEKULER DI INDONESIA



* CLINTON KRITIK KERAS KOREA UTARA

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengkritik keras Korea utara. Ini 
disampaikannya di Seoul dalam rangka kunjungan kerja ke Asia. Menurut Clinton 
tirani dan kemiskinan di Korea Utara bertolak belakang dengan demokrasi dan 
kemakmuran yang ada di Korea Selatan. Ia juga menuntut Pyongyang mematuhi 
kesepakatan menghentikan program nuklir mereka. Clinton juga mengatakan 
hubungan Korea Utara dan Amerika tidak akan membaik selama negara itu terus 
mencela Korea Selatan dan menolak dialog dengan Barat. Dalam beberapa minggu 
terakhir Korea Utara beberapa kali mengancam Korea Selatan karena negara itu 
mengurangi bantuan ke Pyongyang. Selain itu sampai saat ini belum ada lagi 
kemajuan dalam perundingan enam negara tentang penghentian kegiatan nuklir 
Korea Utara. Setelah Korea Selatan, Clinton akan berkunjung ke Cina.


* AMERIKA TIDAK AKAN BERLAKUKAN PROTEKSIONISME

Presiden Barack Obama berjanji kepada Kanada, Amerika Serikat tidak akan 
memberlakukan proteksionisme. Ini disampaikan dalam perundingan dengan Perdana 
Menteri Kanada Stephen Harper di Ottawa. Menyusul krisis ekonomi di Amerika 
Serikat, Kanada khawatir negara itu akan mementingkan diri mereka sendiri. Ini 
terutama setelah lolosnya rencana bernilai milyaran dolar untuk merangsang 
ekonomi dalam negeri. Menurut Obama tidak ada alasan untuk khawatir. Ia 
menyatakan akan melawan krisis bersama Kanada. Pertemuan Obama dengan perdana 
menteri Kanada adalah perjalanan dinas ke luar negeri pertama Obama sebagai 
presiden. Dengan kunjungan ini Obama kembali menghidupkan tradisi lama. 
Biasanya presiden baru Amerika pertama kali akan berkunjung ke Kanada. Tapi, 
delapan tahun lalu George W. Bush mengubah tradisi dengan mengunjungi Mexiko.


* SERANGAN BOM PAKISTAN TEWASKAN 30 ORANG

Tiga puluh orang dipastikan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam sebuah 
serangan bunuh diri di Pakistan. Pelaku meledakkan diri dalam sebuah 
arak-arakan di Dera Ismail Khan, Pakistan Utara. Para korban tengah menghadiri 
pemakaman pemimpin Syiah yang dibunuh sehari sebelumnya. Ia tewas di wilayah 
Waziristan Selatan di mana banyak pendukung Taliban.


* KECELAKAAN PESAWAT NORTHWEST AIRLINES

Tiga puluh orang luka-luka dalam kecelakaan pesawat Maskapai Penerbangan 
Amerika Northwest Airlines. Pesawat Boeing 747 itu dalam perjalanan dari Manila 
ke Tokyo saat terjadi turbulensi keras. Sepuluh orang menderita luka para dan 
langsung dibawa ke rumah sakit di Tokyo. Penumpang berjumlah sekitar empat 
ratus orang dengan empat belas awak kapal.


* AMERIKA SIAP BAYAR LEBIH PADA KIRGHIZIA

Amerika Serikat bersedia membayar lebih untuk memakai pangkalan angkatan udara 
di Kirghizia. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates. 
Kamis kemarin parlemen Kirghizia memutuskan untuk menuntup basis militer di 
Manas. Mereka minta lebih banyak uang. Amerika selama ini membayar 17,4 juta 
dolar. Menurut Gates Amerika bersedia berunding asal harga yang ditawarkan 
masuk akal. Manas adalah basis penting bagi Amerika untuk mengirimkan pasokan 
logistik ke Afganistan. Namun demikian, Gates mengatakan ada tempat lain yang 
bisa menggantikan basis di Kirghizia. Amerika berunding dengan negara-negara 
Asia Tengah untuk mencari alternatif pengganti. Rusia, Tajikistan dan 
Uzbekistan disebut-sebut sebagai kandidat.


* PENIPU BANK DI AMERIKA LATIN TERTANGKAP

Dinas rahasia dalam negeri Amerika FBI berhasil menemukan Allen Stanford, 
seorang investor Amerika yang menjadi buronan. Polisi sudah beberapa hari 
melakukan pengejaran terhadap Stanford karena terlibat dalam kasus penipuan. Ia 
diduga menipu para nasabah bank miliknya dengan menjanjikan bunga tabungan yang 
direkayasa. Jumlah uang yang digelapkan mencapai delapan milyar dolar. Kasus 
penipuan ini berdampak besar bagi Amerika Latin karena kebanyakan nasabah 
berasal dari Mexiko. Panama dan Venezuela sudah mengambil alih bank milik 
Stanford. Peru juga menutup bank milik Stanford Financial Group selama tiga 
puluh hari.


* BERITA BURSA

Berbagai bursa saham di Eropa Jumat pagi dibuka dengan angka merah. Setelah 
beberapa menit pembukaan indeks AEX Amsterdam turun 1,5% pada 234. Paris, 
Franfurt dan London turun sampai 1,9 persen.

Bursa di Tokyo juga ditutup dengan angka merah. Index Nikkei ditutup pada 
7.416,38 atau rugi 1,9 persen.

Sementara itu bursa di Wall Street Kamis kembali menderita rugi. Ini karena 
ketidakpastian rencana stimulasi ekonomi pemerintah dan juga jebloknya angka 
lapangan kerja. Index Dow Jones turun 1,1 persen pada 7465,95. Ini adalah angka 
paling buruk dalam enam tahun. Bursa Teknologi Nasdaq turun 1,7% pada 1442,82.

Satu euro tercatat 1,2605 dolar atau Rp. 15.128.

Satu dolar tercatat Rp. 11.988.


* DILEMA MUSLIMAH BERCADAR DI BELANDA DAN AMERIKA HARUS HADAPI MASA LALU KELAM 
JAKARTA

"Saya ingin selalu pakai cadar." Dengan judul ini harian Trouw mengulas polemik 
wanita muslim bercadar di Belanda. Muslimah yang mengenakan cadar, atau nikab, 
sering mendapat perlakuan tidak adil, diejek bahkan sampai sulit mendapat 
pekerjaan. 

Pendapat umum di Belanda mengatakan, cadar adalah bentuk penindasan terhadap 
wanita. Mereka dipaksa suami untuk memakai jilbab sampai menutup wajah. Ini 
tidak selalu benar. Banyak muslimah yang memilih sendiri memakai cadar. 

Wanita bercadar sering diasosiasikan dengan ekstrimis Islam, teroris. Mereka 
kesulitan mendapat kerja. Menurut pemerintah, orang bercadar susah 
diidentifikasi. Di sisi lain, bagi para muslimah bercadar, ini semua adalah 
bentuk diskriminasi.

Di Belanda kebebasan mengekspresikan diri adalah hak setiap orang yang 
dilindungi. Tapi, kebebasan ini tidak berlaku bagi mereka yang ingin memakai 
cadar. Demikian ungkap salah satu muslimah bercadar Belanda. Masyarakat-lah 
yang menindas kami, lanjutnya. Secarik kain yang bagi banyak orang dianggap 
penjara, bagi muslimah ini adalah cara untuk mengungkapkan keislamannya. Ini 
adalah surga. 

Beralih ke topik Indonesia. Harian Australia Sydney Morning Herald  menurunkan 
kolom opini tentang pentingnya menguak masa lalu kelam militer Indonesia. 
Kunjungan Hillary Clinton ke Indonesia menunjukkan pentingnya posisi negara 
dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini untuk Amerika. Di bawah Presiden 
Obama mereka ingin memulai hubungan baru dengan dunia Islam. Namun, hubungan 
Indonesia dan Amerika dibayangi masa lalu kelam. 

Kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan militer Indonesia di masa lalu 
tidak bisa didiamkan saja. Pembunuhan massal anggota PKI dan keluarganya pada 
tahun 1965 dan kekejaman di Timor Timur adalah dua kejadian yang mencoreng muka 
militer Indonesia. Para pelakunya sampai sekarang masih bebas. Dukungan Amerika 
terhadap militer Indonesia harus diubah.

Bagi Amerika dan Australia, dua negara yang di masa lalu mendukung kebijakan 
militer Soeharto, mendiamkan kejahatan militer Indonesia di masa lalu sama saja 
dengan membiarkan ketidakadilan. Dengan tidak mengubah kebijakan, kedua negara 
menjadi aksesoris atas pelanggaran HAM serius.

Pengungkapan kejahatan militer Indonesia menjadi lebih penting lagi, mengingat 
kembalinya para jendral, yang bertanggung jawab dalam berbagai kejahatan 
kemanusiaan, dalam kancah politik. Tidak ada kata terlambat untuk memulai 
proses pengadilan terhadap para kriminal ini. Tidak adil bagi para korban dan 
keluarganya apabila mereka dibiarkan bebas.

Pengungkapan masa lalu kelam militer Indonesia, walau menyakitkan, akan 
berdampak positif bagi kehidupan demokrasi Indonesia. Ini adalah langkah 
penting bagi pembentukan identitas nasional Indonesia. Akankah Obama dan para 
senator Demokrat berani mengambil kebijakan baru dalam masalah ini? Demikian 
Sydney Morning Herald.


* HAMID KARZAI PUKUL BALIK NATO

Presiden Afganistan berupaya menolak gelombang kritik terhadapnya dengan 
serangan balik lewat kata-kata. Tetapi, ketika para menteri pertahanan Pakta 
Nato bertemu di Krakow, Polandia, untuk membicarakan tambahan pasukan di 
Afganistan dengan tugas memerangi Taliban, tekanan terhadap Hamid Karzai juga 
meningkat. Ia didesak untuk memanfaatkan kesempatan terakhir ini dalam rangka 
menarik bantuan internasional. Laporan koresponden Eropa Vanessa Mock dari 
Brussel.

Pemimpin karismatis asal suku Pastun ini dianggap seorang tokoh yang akan 
membawa masa depan cerah bagi Afganistan ketika dulu mulai berkuasa. Namun saat 
ini ia terpencil selama kampanye pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 
musim panas mendatang.

Keluhan
Negara-negara NATO mengritiknya sekitar rangkaian masalah yang dihadapi 
Afhanistan. Taliban, narkoba, korupsi serta negara yang tidak berfungsi. 
Kekerasan Taliban setiap kali menambah korban yang jatuh. Banyak kalangan 
bertanya-tanya apakah presiden Karzai sendiri yang merupakan sosok 
permasalahan. Salah satunya adalah Juliane Smith dari Pusat Studi Strategis dan 
Internasional di Washington.

Julianne Smith: "Kita tidak perlu menutupi kenyataan bahwa dari sekian banyak 
masalah yang ada di Afghanistan, Karzai dan kelompoknya adalah salah satu di 
antaranya. Rupanya ia tahu keraguan terhadapnya berasal dari Eropa dan Amerika. 
Berhasilkah ia mencari jalan keluar masalah negaranya, terutama korupsi?"

Barat sudah sadar, Karzai harus dibantu supaya lebih cekatan atau ikut 
memikirkan solusi untuk mengisi kekosongan setelah Karzai lengser. 

Korban sipil
Namun Karzai juga sadar ia tidak punya saingan serius, itulah sebabnya ia 
berani membantah para pengkritik. Reaksinya makin keras ketika terjadi jumlah 
korban sipil akibat serangan NATO bertambah. Menurutnya, ini bisa membahayakan 
dukungan rakyat Afghanistan untuk misi militer barat.

Ia juga menunjuk pada kelemahan misi NATO, misalnya lambatnya program pelatihan 
polisi Afghanistan serta menangani ancaman Pakistan. 

Hamid Karzai: "Apa yang diperlukan untuk sukses di Afghanistan? Ada yang 
kurang? Ya, koordinasi yang lebih selaras, itulah yang dibutuhkan. Memang kami 
sudah berusaha, tapi sampai saat ini belum kentara hasilnya."

Pada konperensi internasional soal keamanan di Munchen, Karzai menjawab dengan 
ketus pertanyaan seorang wartawan Jerman sekitar peran Amerika. "Kami yang 
menentukan politik dalam negeri, Afganistan bukan jajahan asing."

Dekat Bush
Sikap vokal Hamid Karzai sebenarnya mengungkapkan masalah yang sudah diketahui 
umum, namun tanggapan Washington tidak positif. Apalagi tim Obama sudah 
mencapnya dekat dengan mantan presiden Bush.

Barack Obama yang mengirim 17 ribu pasukan tambahan ke Afghanistan meminta 
imbalan Hamid Karzai. Ia dianggap kurang mampu menangani masalah narkoba an 
korupsi. Candu menghasilkan antara 50 sampai 100 juta dolar untuk Taliban tiap 
tahunnya.

Krisis konstitusional
Posisi Hamid Karzai memang sulit. Ia menghadapi krisis konstitusional karena 
vakum kekuasaan, setelah jabatannya berakhir pada bulan Mei sampai pemilihan 
presiden Agustus mendatang. Diusulkan pemilu diundurkan saja, setelah 
pengiriman pasukan tambahan menghasilkan dampak positif. Namun tidak ada dasar 
konstitusional yang bisa membenarkan pengunduran pemilu.

Kedua, ada kemungkinan seorang pesaing serius akan tampil, misalnya mantan 
menteri dalam negri Ali Jalali. Ia menyatakan berminat mencalonkan diri. 
Selanjutnya Gul Asha Sherzai, gubernur propinsi Tellingly. Ketika Barack Obama 
mengunjungi Afghanistan pertama-tama ia menjumpai Sherzai bukannya Karzai.

Persyaratan baru
Presiden Obama dan para sekutu NATO akan membicarakan stategi baru untuk 
Afghanistan dalam pertemuan mereka di Strassbourg April mendatang. Bisa jadi 
mereka tetap mempertahankan Hamid Karzai, tapi hal ini akan dibarengi 
persyaratan baru. Hal yang susah dipenuhi oleh Hamid Karzai.


* HILLARY CLINTON - LEBIH FOKUS PADA ISU-ISU SEKULER DI INDONESIA

Kunjungan menteri luar negri Amerika Serikat Hillary Clinton tidak saja 
berfokus pada peran Islam di Indonesia sebagaimana diduga semula. Masalah 
kemiskinan dan kerjasama pembangunan juga mendapat sorotan dalam pertemuannya 
dengan para pemimpin Indonesia. Demikian direktur pusat kajian wilayah Amerika 
Serikat, Universitas Indonesia, Susi Sudarman. Sebagai pengamat masalah 
Amerika, bagimana kesannya setelah kunjungan Hillary Clinton?

Susi Sudarman [SS]: Saya agak sedikit puas, sedikit puas karena kelihatannya 
ada isyu baru yang terangkat. Yaitu masalah kemiskinan dan masalah hak asasi. 

Saya berpikir tadinya mungkin program Amerika masih melanjutkan program delapan 
tahun terakhir ini yakni terfokus kepada image masyarakat Muslim moderat 
Indonesia. 

Ternyata yang dikunjungi adalah proyek EAD yang berkisar tentang kehidupan 
rakyat kecil yaitu kemiskinan di kampung. Beliau juga menyempatkan diri untuk 
bertemu dengan istrinya Munir .

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Tapi beliau kan juga menyinggung masalah 
Islam dan masalah Indonesia sebagai negara Islam terbesar bu?

SS: Islam secara ya, karateristik memang mayoritas Muslim tapi kan tidak 
seperti sebelumnya di mana Condoleezza Rice jelas datang ke madrasah gitu ya, 
untuk datang ke Jakarta untuk mengunjungi bukan sekolah yang sekuler yang biasa 
berlaku dalam sebuah negara tetapi sengaja berkunjung ke tempat yang 
diperkirakan lebih mencerminkan wajah Indonesia.

Padahal wajah Indonesia adalah wajah multikultural. Yang sebetulnya tidak lazim 
untuk menyebut dirinya sebagai masyarakat Muslim. Karena itu tidak berisi, itu 
hanya simbolik dan tidak langsung mengenal kehidupan rakyat kecil. 

RNW: Lalu ihwal perhatian untuk kemiskinan di Indonesia itu, apakah itu juga 
tidak hanya simbolik saja, atau memang ini konkrit gitu untuk Amerika?

SS: Kalau dilihat dari latarbelakangnya Obama dan tulisannya dalam bukunya 
tentunya kita melihat kecenderungan ke arah lebih memperhatikan persoalan 
kemiskinan itu jauh lebih besar. Karena dalam bukunya saja dituliskan betapa 
orang Indonesia itu tidak memiliki constitutional rights begitu ya. 

Itu juga bisa lama-lama menjadi bukan simbolik saya rasa. Karena esensinya 
Obama naik karena masyarakat Amerika sudah penat dengan keadaan di mana mereka 
tidak merasakan rilis dari proses delapan tahun pemerintahan Bush, di mana 
banyak orang kehilangan mata pencaharian dan kemiskinan semakin terasa. 

RNW: Ibu tadi sudah menyebut hasil positifnya yang memuaskan yang tidak Anda 
puaskan ini apa bu?

SS: Sebetulnya masih banyak lagi yang bisa dilakukan dalam arti mengulurkan 
tangan untuk memperbaiki kondisi ilmu-ilmu sosial di Indonesia. Karena kondisi 
ilmu sosial itu sangat memprihatinkan dalam artian tidak banyak lagi perhatian 
masyarakat barat untuk mengembangkan ilmu-ilmu sosial.

Dan ilmu sosial itu adalah kunci keberhasilan untuk mencoba memperbaiki atau 
merestrukturisasi Indonesia kembali dalam bentuk yang lebih tepat, karena kita 
sudah memilih jalan kapitalisme liberal tanpa menyebutkan secara tegas. 

Jadi kalau misalnya kapitalisme liberal itu di negara-negara barat, tentunya 
mempunyai kiat-kiat ilmu sosial yang bisa mendukung misalnya ke arah negara 
kesejahteraan, baik ke arah pemupukan, mengenai serikat buruh. Disebutkan 
secara sumir beliau memberi perhatian kepada pendidikan di dalam comperhensive 
partnership. 

Tetapi education itu jangan sampai hanya seperti delapan tahun belakangan ini 
melulu di tingkat antara sekolah Muslim dan sekolah non Muslim lalu hanya 
mengisi kurikulum-kurikulum. Setidak-tidaknya harus mencoba mengulurkan tangan 
agar ilmu sosial itu dapat menjadi alat untuk memperbaiki kehidupan bangsa.     

RNW: Akhirnya bu, Anda tadi menyebut Indonesia sudah masuk kapitalis liberal. 
Kalau begitu cocok dong sebagai partnership dengan Amerika yang juga kapitalis. 
Lebih cocok kalau dibandingkan dengan Eropa misalnya?

SS: Sangat cocok tetapi ada masalah lain yang harus dipertimbangkan karena 
endemic powerty yang diderita rakyat Indonesia sebetulnya solusi lebih dekat 
dengan solusi Eropa Barat. 

RNW: welfare state gitu ya?

SS: welfare state karena Amerika Serikat sendiri tidak mempunyai track record 
yang baik dalam penciptaan welfare state. Eropa Barat bisa juga memberikan 
pengajaran tentang bagaimana institusi welfare dibangun agar lebih adil dan 
lebih aman untuk masa yang akan datang.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke