---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Sabtu 21 Februari 2009 12:30 UTC



** PERNYATAAN CLINTON BUAT BERANG LEMBAGA HAM

** PENCULIKAN DI SELAT MALAKA

** PENULIS AUSTRALIA BEBAS

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: 147 BAHASA TERANCAM PUNAH DI INDONESIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MURID SEKOLAH AMERIKA TIDAK BETAH LAGI DI 
GAZA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KAUM PENDATANG WAJIB BELAJAR BAHASA BELANDA  

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TANGANI KRISIS: BELANDA KETINGGALAN DARI 
NEGARA LAIN



* PERNYATAAN CLINTON BUAT BERANG LEMBAGA HAM

Pelbagai organisasi hak-hak azasi manusia berang menanggapi pernyataan Mentri 
Luar Negri Amerika Serikat Hillary Clinton di Cina. Dalam kunjungan pertamanya 
di negri itu, Clinton mengatakan Amerika Serikat akan dengan kritis mengikuti 
perkembangan Cina tapi isu HAM tidak akan menghalangi mereka bekerjasama. 

Tampaknya Clinton hendak menghapus keprihatinan Cina terhadap sikap kritis 
pemerintah Obama tentang hak-hak azazi manusia.

Menurut Amnesty International dan Human Rights Watch, Amerika Serikat satu dari 
sedikit negara yang bisa mempengaruhi Cina. 

Clinton mengatakan Beijing bisa memainkan peran besar dalam pemulihan krisis 
ekonomi global. Cina merupakan donatur terbesar bagi Amerika Serikat.


* PENCULIKAN DI SELAT MALAKA

Dua awak sebuah kapal tongkang Singapura diculik oleh perompak di Selat Malaka. 
Peristiwa ini berlangsung Kamis lalu.

Selat Malaka, antara Malaysia dengan Indonesia, merupakan salah satu jalur 
perkapalan paling sibuk di dunia. Sekitar lebih dari 70 ribu kapal melalui 
selat tersebut tahun 2007 termasuk kapal-kapal pemasok minyak untuk Jepang dan 
Cina.


* PENULIS AUSTRALIA BEBAS

Penulis Australia yang mendekam di penjara Thailand karena menghina kerajaan, 
telah dibebaskan. Raja Bhumibol memberi grasi kepadanya. 

Harry Nicolaides, 41 tahun, diganjar tiga tahun penjara bulan lalu karena 
menyinggung kerajaan. Dalam bukunya, empat tahun lalu, Nicolaides menggambarkan 
kisah cinta liar putra mahkota Thailand. 

Buku tersebut hanya terjual beberapa puluh kopi saja di Australia tapi 
penulisnya tetap harus mendekam di penjara. 

Pengacara Nicolaides mengatakan, kliennya akan kembali ke Australia hari ini.


* TEMBAKAN ISRAEL DI LIBANON SELATAN

Tentara Israel melancarkan tembakan artileri di Libanon selatan, sesudah dua 
roket  ditembakkan ke Israel utara dari wilayah itu. Dalam peristiwa itu, 
seorang perempuan Israel di Maalot mengalami luka ringan. 

Kerusuhan terjadi pula di sepanjang perbatasan dengan Gaza. Sebanyak dua orang 
Palestina tewas akibat ledakan. Mereka kabarnya menembakkan granat ke Israel 
selatan. Tentara Israel membantah menembaki ke dua orang tersebut seperti 
dikatakan sumber-sumber Palestina.


* GUANTANAMO PENUHI SYRAT KONVENSI JENEWA

Penjara khusus bagi tersangka teroris, Guantanamo Bay di Kuba, memenuhi syarat 
Konvensi Jenewa. Itulah kesimpulan Laksamana Patrick Walsh yang melakukan 
penyelidikan atas perintah Presiden Barrack Obama. Demikian dikatakan para 
pejabat yang berwenang membaca laporan penyelidikan itu.  

Organisasi hak-hak azasi manusia menyebut laporan Walsh itu sebagai banyolan. 

Sesaat sesudah pelantikan bulan lalu, Obama langsung memerintahkan agar 
Guantanamo ditutup dalam waktu satu tahun. 

Di samping itu Obama juga memerintahkan penyelidikan mengenai perlakukan 
terhadap para tahanan sesuai dengan peraturan internasional. 

Dalam laporan, Walsh merekomendasikan agar tahanan diijinkan kontak yang lebih 
besar dengan sesama tahanan.


* TIGA TENTARA ISAF TEWAS DI URUZGAN

Tiga tentara pasukan internasional ISAF tewas di Propinsi Uruzgan, Afganistan 
selatan. 

Tentara Amerika menyatakan, ketiganya sedang berpatroli ketika bom meledak di 
jalan yang mereka lewati. Tidak jelas nasionalitas ketiga tentara itu. 

Uruzgan ditempati terutama oleh militer asal Belanda dan Australia. Menurut 
berita, korban bukanlah tentara Belanda.


* WTA DENFA PENYELENGGARA TURNAMEN DUBAI

Asosiasi Tenis Sedunia WTA menjatuhkan denda 300 ribu dolar kepada 
penyelenggara turnamen tenis di Dubai karena melarang pemain tenis Israel 
Shahar Peer ikut dalam pertandingan. 

Pemerintah Emirat Arab menolak memberi visa kepada Peer. Pimpinan WTA menduga 
keputusan itu diwarnai motif politik. Hubungan antara Emirat dengan Israel 
memburuk karena konflik Gaza baru-baru ini. 

Sementara itu, petenis Israel Andy Ram diijinkan turut serta dalam turnamen 
tenis di Dubai sesudah munculnya protes keras terhadap penolakan Peer itu.


* PRANCIS TAHAN PIMPINAN ETA

Polisi Prancis telah menahan pemimpin baru gerakan separatis Baskia ETA di 
Bordeaux. Demikianlapor surat kabar Spanyol El Mundo. 

Iurgi Mendinueta Mintegi, 26 tahun, dipandang sebagai pemimpin baru sesudah 
penahanan dua tokoh ETA lainnya akhir tahun lalu. Mereka ini juga ditangkap di 
Prancis selatan.

ETA sudah bertahun-tahun lamanya berjuang bagi kemerdekaan Baskia, yaitu 
wilayah di Spanyol utara dan Prancis baratdaya.


* GUNUNG BERAPI CHAITEN TERANCAM MELETUS
 
Pemerintah Chili berupaya mengevakuasi sekitar 50 warga desa sehubungan dengan 
kemungkinan meletusnya gunung berapi Chaiten.

Pakar gunung berapi memperingatkan letusan bisa dibarengi dengan lautan api 
yang mematikan, tapi warga menolak untuk mengungsi. 

Gunung Berapi Chaiten di Chili selatan, meletus Mei tahun lalu untuk 
pertamakali dalam sembilan ribu tahun. Abunya terbawa sampai Buenos Aires yang 
terletak ribuan kilometer. 

Gunung berapi lainnya, Galeras,  di Kolombia selatan, untuk kedua kalinya 
meletus dalam satu pekan ini. Tidak ada laporan korban atau kerusakan.


* 147 BAHASA TERANCAM PUNAH DI INDONESIA

Intro: Lembaga budaya PBB UNESCO mendapati banyak bahasa nyaris punah di dunia. 
Bahasa terbanyak yang terancam punah berada di India, kemudian Amerika Serikat 
dan Indonesia. Menurut UNESCO di Indonesia terdapat 147 bahasa yang terancam 
punah. Salah satu contoh yang diangkat lembaga budaya PBB adalah bahasa Lengilu 
di Kalimantan timur laut, dengan pembicara yang hanya mencapai empat orang. Di 
Indonesia bahasa yang terancam punah kebanyakan berada di wilayah Indonesia 
timur. Mengapa bahasa punah? Berikut penjelasan peneliti bahasa Betty 
Litamahuputty yang pernah meneliti bahasa yang terancam punah di Maluku.

Betty Litamahuputty [BL]: Saya waktu di Maluku itu, lihat bahasa yang sudah 
terancam. Jadi kami coba mencari orang-orang tua yang masih tau bahasa dan kami 
minta bahasa dari mereka dengan contoh-contoh kalimat.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kalau menurut Anda kenapa bahasa-bahasa itu 
terancam?

BL: Ya, bahasa itu terancam karena orang tua yang masih tau bahasa daerah, itu 
terus anak-anak sudah mulai lupa dan memang tidak ada bahan pelajaran dalam 
bahasa itu. 

RNW: Jadi tidak diajarkan di sekolah ya?

BL: Memang sebenarnya di sekolah ada muatan lokal, tapi bahannya tidak ada. 
Jadi susah untuk mereka mengajar bahasa daerah misalnya ke anak-anaknya karena 
bahannya tidak ada.

RNW: Bahasa yang Anda teliti, bahasa apa itu?

BL: Bahasa Alang, Tulehu di Ruta, di Masohi sama bahasa di Seram. 

RNW: Bagaimana sebenarnya orang tua berkomunikasi dengan anak-anak mereka, 
apakah masih dalam bahasa itu?

BL: Biasanya sih mereka pakai bahasa Melayu atau bahasa Indonesia. Kalau di 
Ambon kan mereka pakai logat Ambon. Jadi bahasa Melayu Ambon. Jadi kebanyakan 
pakai Melayu Ambon ke anak-anaknya. Dan punahnya juga bukan karena tidak ada 
pelajarannya tapi karena orang tuanya sudah tidak menggunakan bahasa daerah ke 
anak-anaknya. 

RNW: Kenapa tidak menggunakan itu menurut Anda?

BL: Ya, mungkin karena mereka merasa bahasa itu kuno dari zaman dulu, mungkin 
kalau pakai bahasa Indonesia itu lebih luas peluang untuk masa depannya.

RNW: Apakah menurut Anda bahasa-bahasa yang terancam punah itu sebenarnya perlu 
dilestarikan?

BL: Kalau menurut saya, ya. Karena bahasa itu merupakan sebagian dari budaya 
dan identitas orang. Mungkin ada ide bahwa semua orang harus punya satu bahasa. 
Tapi sebenarnya kalau kita lihat di seluruh dunia, kebanyakan orang itu multi 
bahasa. Jadi mereka menguasai lebih dari satu bahasa. Jadi penting untuk 
dilestarikan karena itu sebagian dari identitas seseorang dan budaya seseorang 
dan sekelompok.         

RNW: Bahasa yang Anda teliti itu bisa dikatakan masih berapa orang penuturnya?

BL: Ya, saya lupa angka-angkanya, tapi 10% mungkin. Kalau dari 2000 orang kan 
berarti 10% masih 200 orang, ya itu masih terlalu banyak. Paling cuma 10 orang 
mungkin.

RNW: Sedikit sekali kalau begitu? 

BL: Ya, kalau umurnya sudah 70 tahun ke atas, cuma berapa orang di dalam 
masyarakat itu. 

RNW: Menurut penelitian Anda memang tidak ada upaya ya untuk melestarikannya?

BL: Kadang-kadang ada, tapi kadang-kadang juga orang tidak tahu bagaimana 
caranya. Jadi misalnya orang ingin supaya misalnya punya daftar kata, tapi 
untuk mencari bahasanya itu kadang-kadang juga orang tidak tahu. Kadang-kadang 
ada satu, dua orang yang ingin mencari tau bahasa daerah mereka sendiri, cuma 
caranya mereka kurang tau. 

RNW: Menurut Anda bagaimana cara yang sebaiknya itu?

BL: Ya, sebaiknya bagus kalau orang tua tidak segan menggunakan bahasa daerah 
ke anak-anaknya ya kan. Jadi kalau mereka merasa bahasa daerah itu cukup 
penting untuk dialihkan ke anak-anaknya dan digunakan di dalam rumah misalnya, 
nah itu sudah sesuatu yang cukup baik. 

Langkah yang lain mungkin bisa diambil, mengajar bahasa daerah di sekolah 
dasar. Atau menggunakan bahasa daerah di sekolah dasar. kalau misalnya gurunya 
pakai bahasa daerah di sekolah, berarti kan orang tuanya juga tidak segan 
menggunakan bahasa daerah ke anak-anaknya. 

Mereka merasa bahasa Indonesia, atau logat Melayu atau apa saja itu lebih 
dipakai di sekolah, jadi baik kalau anak-anaknya juga menggunakan itu. Tapi 
kalau anak masih kecil kan tidak ada salahnya, mereka masih pakai dua bahasa. 
Nanti kalau mereka sudah umurnya lebih lanjut mereka bisa pilih sendiri. 

Dan untuk anak sendiri tidak ada kesulitan. Maksudnya kalau mereka diajarkan 
lebih dari satu bahasa itu tidak berarti mereka akan pincang bahasa gitu, 
nggak. 

RNW: Kalau kita melihat peta yang dikeluarkan oleh Unesco ya, peta bahasa itu 
terutama bahasa-bahasa yang punah. Itu di Indonesia menurut Anda kenapa terjadi 
di wilayah bagian timur kebanyakannya?

BL: Karena diversitasnya, diversitas bahasa di Indonesia itu di timur yang 
lebih kaya. Jadi kalau kita lihat di pulau Jawa bahasa yang terbesar itu hanya 
tiga kan, Jawa, Sunda dan Madura. Itu hanya bahasa yang besarnya ada banyak 
dialeknya. Kalau di daerah timur itu bahasanya memang beda-beda semua. Jadi 
bukan dialek, itu memang bahasa-bahasa tersendiri. 

RNW: Apakah menurut Anda, sudah ada upaya ini untuk melestarikannya?

BL: Perhatiannya itu yang penting. Jadi kalau misalnya orang sudah mulai sadar 
bahwa kenapa sih anak-anak kita sudah tidak tahu lagi tentang bahasa dan budaya 
kita, kalau kesadaran itu ada, ya itu sangat membantu. Soalnya kalau 
kesadarannya itu mungkin ada inisiatif juga untuk melakukan sesuatu.


* MURID SEKOLAH AMERIKA TIDAK BETAH LAGI DI GAZA

Murid Sekolah American International School di Gaza hanya ingin satu: pergi 
meninggalkan Gaza. Sejak didirikan, sekolah mereka memang selalu jadi korban. 
Tapi dalam serangan Israel terhadap Gaza, sekolah internasional ini hancur 
total. Para murid kini mengungsi ke gedung kosong bekas konsulat Britania. 
Laporan koresponden David Poort dari Gaza.

Pada jam istirahat siang, anak-anak segala umur berkumpul di sebuah kelas. Di 
luar hujan. Para murid malas pulang. "Sekolah ini rumah kami. Gedung lama 
dibakar, ditembaki dan dibom. Walau demikian, sayang kami tidak lagi belajar di 
gedung tersebut", ujar Noor, 13 tahun dengan logat Inggris.

Ditanya siapa saja yang ingin meninggalkan kawasan tersebut setelah tamat, 
hampir semuanya mengangkat jari. Seorang murid berkata: 

Murid Gaza: "Saya akan pergi dari Gaza, dan hidup saya akan lebih baik."

Sementara Diana, 15 tahun berkata: "Tidak ada ada orang tua yang ingin 
membesarkan anak di kawasan seperti ini. Saya ingin ke Amerika, kuliah di sana. 
Hanya, saya tidak tahu apakah bisa keluar dari sini. Saya hanya punya 
surat-surat Palestina."

Pemimpin hari esok
Di depan gedung lama American International School di Gaza yang hancur 
ditembaki, berdiri Ribhi Salem, direktur sekolah. Ia tengah menanti delegasi 
diplomatik dari Eropa. Nama sekolah nyaris tak terbaca. Kompleks ini sudah 
sudah menjadi puing akibat bom angkatan udara Israel semasa perang. "Di tempat 
ini pemimpin hari esok mendapatkan pendidikan", ujar Salem, 59 tahun, dengan 
pandangan sedih.

American International School adalah satu-satunya sekolah di Jalur Gaza yang 
memberi pelajaran dalam bahasa Inggris, dimaksud untuk anak-anak orang asing 
dan warga kaya Palestina. Sekolah ini seharusnya menjadi lambang pendidikan 
Inggris eksklusif. Tapi sudah sejak didirikan pada tahun 2000, sekolah ini 
menjadi sasaran kekerasan.

"Kami harus bayar mahal untuk nama kami. Semua yang bernama 'American' 
dipandang tidak benar, walau pun kami sama sekali tidak punya hubungan dengan 
Amerika Serikat", kata Salem sementara mengajak keliling diplomat Jerman 
melewati puing-puing reruntuhan sekolahnya. 

Terbakar 
Bencana dimulai musim panas 2006. Setelah Hamas menculik prajurit Israel Gilad 
Shalit, Israel melancarkan ofensif berat sebagai balasan. Kelompok islamis yang 
marah kemudian membakar sebagian sekolah. Ketika setahun kemudian Hamas 
mengambil alih kekuasaan di Jalur Gaza, sekolah ini menghadapi masa lebih sulit 
lagi. Sekitar 100 dari 250 murid keluar ikut orang tua yang pergi ke luar 
negeri atau Tepi Barat Sungai Yordan. Kembali Ribhi Salem, sang direktur

Ribhi Salem: "Setelah itu situasi makin buruk. Di sekolah ini terpasang tiga 
bendera. Bendera Palestina, Amerika dan bendera dengan lambang sekolah. Ketika 
Hamas mengambil alih kekuasaan, kami terpaksa menurunkan bendera Amerika."

Kesepakatan Hamas-Israel
Januari tahun lalu, sekolah ini kembali menjadi sasaran serangan. Sebagai 
protes terhadap kunjungan presiden George W. Bush ke Ramallah, sekolah ini 
ditembaki granat. Semua kaca jendela rusak dan semua komputer dicuri. Kelompok 
yang disebut Al Qaeda di Palestina, menyatakan melakukan serangan itu. Ribhi 
Salem tertawa pahit. 

Ribhi Salem: "Satu-satunya yang disepakati Israel dan kaum islamis ini adalah 
bahwa sekolah ini harus dihancurkan."

Dalam putaran terakhir kekerasan Januari silam, sekolah ini ditimpa nasib 
buruk. Dalam dua serangan bom angkatan udara Israel di malam hari, gedung 
hancur total. Penjaga sekolah tewas.//

"Menurut Israel, roket diluncurkan dari gedung sekolah, tapi itu tidak benar," 
kata Salem. Kalau penjaganya melihat itu, maka ia pasti meninggalkan gedung. 
Semalam sebelumnya ia masih bertanya bisakah keluarganya bermalam di sekolah. 
Untungnya tidak saya ijinkan. Ia pikir sekolah adalah tempat teraman di Jalur 
Gaza". //

Jembatan
"Di sini kami ajarkan soal keterbukaan, toleransi dan keragaman agama. Pasti 
anda pikir, Israel akan menyambut itu. Pelajaran yang kami berikan merupakan 
jembatan antara budaya Arab dan Barat. Saya tidak mengerti mengapa mereka 
menyerang sekolah ini. Israel tampaknya tidak mau Gaza menghasilkan sesuatu 
yang baik." //

Sekolah internasional menemukan gedung sementara di kota Gaza, di bekas gedung 
konsulat Britania. "Sebenarnya terlalu kecil, karena murid telah bertambah 
sampai sekitar 230 orang", ujar Salem dari belakang meja tulis barunya. "Tapi 
kami paling tidak bisa kembali memberi pendidikan."

Awal tahun ini murid sekolah menengah atas akan menghadapi ujian akhir. Musim 
panas mendatang, bekas murid pertama American International School di Gaza akan 
lulus sarjana pada universitas Indiana, Amerika Serikat. "Itu tentu saat sangat 
penting bagi kami", ujar Salem. "Saya pasti akan ke sana untuk menyaksikannya, 
paling tidak kalau saya bisa keluar dari kawasan ini."


* KAUM PENDATANG WAJIB BELAJAR BAHASA BELANDA

Setiap orang yang tinggal di Belanda wajib belajar Bahasa Belanda. Pemerintah 
Belanda melansir kampanye lewat iklan yang isinya menunjuk pada warga pendatang 
akan tanggung jawab mereka. Sering terdengar keluhan ihwal sikap orang asing di 
Belanda, mereka enggan mengambil inisiatif untuk belajar bahasa Belanda. Lebih 
lanjut berikut laporan redaktur Belanda Marijke van den Berg.
 
Dalam iklan yang akan sering ditayangkan di televisi Belanda, beberapa orang 
asing coba menjelaskan dalam bahasa mereka, sesuatu kepada orang Belanda. 
Tentunya gagal.
 
Iklan dilengkapi subtitle, atau teks terjemahan bagian bawah layar televisi. 
Teks akhir berbunyi: "Di kehidupan nyata tidak ada subtitle", disusul imbauan 
kepada orang asing untuk belajar bahasa Belanda.
 
Iklan ingin menunjukkan bahwa semua orang, dalam pergaulan sehari-hari, butuh 
bahasa Belanda. Dalam mencari pekerjaan, pergaulan dengan tetangga, dokter atau 
membesarkan anak. 
 
Menurut menteri Van der Laan, orang asing harus membaur ke dalam masyarakat 
Belanda. "Tidak heran bahwa siapa yang tidak mampu menjelaskan sesuatu dalam 
bahasa Belanda yang dapat dimengerti, maka orang tersebut tidak dipaham orang 
lain."
 
Menurut menteri Van der Laan, jumlah pendatang secara sukarela ikut kursus 
pembauran masih belum memadai. Karena itu perlu dilakukan kampanye untuk 
menunjuk pada warga pendatang akan tanggung jawab mereka. 
 
Di Radio Nederland Wereldomroep bekerja orang dari pelbagai warganegara. Semua 
sependapat, penting orang bisa berbahasa Belanda: itu perlu. Tapi tanggapan 
atas kampanye iklan pemerintah, berbeda-beda. Ada yang menganggapnya lucu. Ada 
yang menganggapnya berlebihan. 
 
Abir Saras dari wilayah Palestina sudah sepuluh tahun tinggal di Belanda. 
Menurutnya iklan terlalu menggambarkan bagaimana orang Belanda merasakan 
kendala bahasa. Lebih baik membuat iklan dari pandangan si pendatang sendiri. 
Berikut ini contoh dari pengalaman Saras sendiri. 
 
Abir Saras: "Saya masih ingat ketika baru saja tiba di Belanda, seorang Belanda 
menyapa saya dalam bahasa Belanda. Saya menangis karena tidak paham, karena 
saya malu. Perasaan inilah yang harus mewarnai iklan ini, sekarang terlalu 
didominasi segi pandang penduduk asli kepada seorang asing."
 
Bahwa iklan televisi dibuat dari pandangan orang Belanda, mungkin karena ini 
dianggap masalah  terutama dirasakan kaum warga asli Belanda sendiri. Menurut 
mereka para pendatang kurang mengambil inisiatif untuk berintegrasi dan kurang 
atau tidak berbahasa Belanda. Kini saatnya untuk melakukan sesuatu. Seolah-olah 
Belanda sadar akan kepentingan melibatkan pendatang ke dalam masyarakat, ujar 
Davion Ford keturunan Afro-Amerika yang sudah empat tahun tinggal di Belanda. 
 
Davion Ford: "Dulu orang kurang memikirkannya, bisa jadi mereka kira akan 
pulang lagi. Tapi ini tidak terjadi. Jadi sekarang harus ada sesuatu yang 
terjadi, saya kira. Saya anggap ini iklan yang lucu dan tidak menjijikan."
 
Alejandro Pintamali asal Argentina berpendapat lain lagi. Kampanye iklan macam 
ini justru membenarkan prasangka orang Belanda, dan akan menjauhkan kelompok 
bersangkutan, terutama mereka yang berpendidikan tinggi. 
 
Alejandro Pintamali: "Di sini saya anggap pemerintah dan para politisi terlalu 
menekan kami untuk belajar bahasa Belanda. Ini akan berdampak negatif. Saya 
selalu menganggap penting belajar bahasa asing. Ini penting bagi, tapi tidak 
dengan cara ini. Iklan macam begini tidak akan mencapai tujuannya."
 
Menurut Pintamali, orang Belanda, atau tetangga seharusnya membantu pendatang 
belajar bahasa Belanda. Pertama mereka harus mengerti dulu pendatang. Kemudian 
mereka membantu pendatang belajar bahasa Belanda, itu bisa di jalan, di toko 
atau sebagai tetangga sambil menikmati secangkir kopi. 
 
Iklan tersebut mulai ditayangkan di televisi Belanda mulai Senin mendatang. 
Iklan ini akan disusul kampanye lewat radio dan surat kabar. Masih belum 
diketahui bagaimana akan ditanggapi masyarakat Belanda.


* TANGANI KRISIS: BELANDA KETINGGALAN DARI NEGARA LAIN

Kabinet Belanda yang selalu menyatakan pentingnya mentalitas kuat VOC, bukan 
kata-kata tapi tindakan, mendorong anggota parlemen putus asa karena ditundanya 
langkah-langkah dalam memerangi krisis ekonomi. Perdana Mentri Jan Peter 
Balkenende, menghendaki lebih banyak waktu untuk berpikir. Pemerintah baru akan 
mengumumkan garis besarnya pertengahan Maret mendatang, disusul oleh rencana 
yang lebih terperinci pada bulan April. Mengapa menunggu begitu lama sedangkan 
di negara-negara Eropa lainnya pelbagai proyek sudah dilaksanakan?

Gagasan sudah cukup banyak. Mempercepat pembangunan jalan. Membangun sekolah 
dan memasang isolasi. Mendorong teknologi ramah lingkungan. Membangun 
taman-taman kincir angin. 

Apakah Belanda begitu uniknya sehingga pemerintah membutuhkan dua bulan lagi 
untuk berpikir? Bukankah semua negara Eropa dihadapkan dengan masalah sama: 
bagaimana menangani krisis saat ini? Keputusan-keputusan penting sudah diambil 
di banyak negara.  

Spanyol: dana anti krisis
Spanyol menyediakan delapan milyar euro untuk membantu 300 ribu orang 
mendapatkan pekerjaan atau bisa terus bekerja. Dana anti krisis ini terutama 
diperuntukkan bagi proyek-proyek pemerintah. Dewan kota praja boleh mengajukan 
proyek yang segera dilaksanakan dan harus selesai pada Maret 2010.

Misalnya saja proyek mereparasi trotoar, membangun taman, merenovasi gedung 
untuk tempat penitipan anak, dan sebagainya. Di kota Barcelona saja, sebanyak 
23 ribu pekerjaan bisa diciptakan melalui cara itu tahun ini. 

Pemerintah Spanyol bergegas menunujukkan bahwa langkah yang diambil itu 
berdampak. Ini untuk menghindari kepanikan dan menunjukkan pemerintah aktif 
dalam memerangi krisis. Pemerintah juga akan mengabulkan sebagian besar usulan 
yang diajukan, kecuali di desa-desa di Baskia yang diperintah oleh para 
pendukung gerakan separatis ETA. Di sana, dana pemerintah seringkali masuk ke 
kantong yang salah, demikian Madrid. 

Jerman: putaran kedua
Jerman pekan ini telah mendiskusikan lagi program penyelamatan ekonomi yang 
kedua. Kanselir Angela Merkel menyuntikan lima puluh milyar euro ke dalam 
perekonomian yang tersendat-sendat. Jumlah ini di atas 32 milyar yang ada dalam 
paket pertama. 

Seluruhnya lebih dari delapan puluh milyar dimaksudkan bagi investasi dalam 
infrastruktur serta meringkan beban. Sekitar 44 proyek infrastruktur baru telah 
dimulai. Sebanyak 21 milyar euro disediakan untuk sekolah, perguruan tinggi, 
rumah sakit, proyek-proyek renovasi perkotaan, serta membuat bangunan lebih 
hemat energi dan mengurangi pancaran CO2.
 
Perhatian besar juga diberikan pada industri mobil Jerman yang sekarat, jantung 
ekonomi Jerman. Siapa yang membeli mobil baru sebelum 30 Juni 2009, tidak perlu 
membayar pajak jalan selama setahun. Bahkan untuk mobil ramah lingkungan, bisa 
dua tahun. Mobil-mobil tua yang dijual sebagai rongsokan dihargai 2500 euro. 
Langkah jitu: dalam bulan pertama, sudah 85 ribu permintaan yang diajukan.  

Lebih jauh, Merkel juga menurunkan pajak sebanyak sembilan milyar euro. Oleh 
karena ini semua, kas negara mencatat tekor terbesar. Untuk bisa membayar 
kembali hutang maka pemerintah telah pula menyusun rencana pembayaran. Bahkan 
dalam undang-undang dasar akan dimasukkan paragarf yang membatasi hutang baru. 

Norwegia: tabungan minyak tidak dikutak-kutik
Negara kaya minyak dan gas, Norwegia, juga menyesuaikan pengeluaran dan 
pendapatannya. Di sini, mereka mempercepat pembangunan  sekolah dan rel kereta 
api. Industri alumunium, mobil, dan minyak mendapatkan dukungan tambahan. Tapi 
pada saat yang sama,  tabungan Norwegia yang mencakup ratusan milyar euro uang 
minyak tidak diganggu gugat, sehingga generasi mendatang tidak perlu membayar 
beban dari krisis sekarang.

Cukup banyak gagasan dan contoh bagi kabinet di Den Haag. Masalahnya, para 
mentri secara ideologis sangat berbeda dalam memandang jalan keluar. Partai 
kristen demokrat CDA  tidak menghendaki hutang negara yang terlalu besar. 

Partai Uni Kristen  dan Partai Buruh PvdA bisa menerima defisit anggaran yang 
bertambah  dan bersedia melakukan apa saja untuk meredam kemarahan. 

Berulangkali para menteri mengatakan bahwa paket stimulasi hanya bisa sekali 
saja dipompa ke dalam perekonomian. Apabila langkah itu tidak jalan, maka uang 
tersebut akan hilang. 'Posisi Belanda relatif cukup baik', demikian pemerintah 
berulangkali mengatakan, sebagai pembenaran terhadap waktu tambahan yang 
diperlukan. Sementara, krisis semakin dalam. Sampai pertengahan April 
mendatang, sudah banyak waktu berharga yang terbuang.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke