---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 24 Februari 2009 16:20 UTC



** GANTI RUGI RAWAGEDE

** DEMO DI THAILAND

** PELUNCURAN ROKET KOREA UTARA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PESTA BAGI 70 USAHAWAN TURKI 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BANDARA SCHIPHOL TERLALU MAHAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MUSEUM NASIONAL BAGHDAD BUKA PINTU

** TINJAUAN PERS: HUBUNGAN AMERIKA-CINA TIDAK BERUBAH DAN JANJI-JANJI PALSU 
BAKRIE

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BANTUAN BELANDA UNTUK RAWAGEDE TAK CUKUP

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KELANGKAAN BUKU -- TOKO BUKU MOBIL JALAN 
KELUARNYA



* GANTI RUGI RAWAGEDE

Pemerintah Belanda masih harus mengajukan permintaan maaf dan membayar ganti 
rugi, berkaitan dengan pembunuhan massal di desa Rawagede pada 1947. Hal itu 
diutarakan Yayasan Belanda, Ereschulden. Yayasan ini bereaksi negatif atas 
inisiatif Mentri Kerja Sama Pembangunan Bert Koenders yang telah menawarkan 
proyek bantuan terhadap Rawagede. Ereschulden menyebut tawaran itu 'arogan'. 
Pada Desember 1947 tentara Belanda menyerang Rawagede -- yang sekarang bernama 
Balongsari -- dan menembak mati sebagian besar penduduk laki-laki. Den Haag 
menolak membayar ganti rugi dan menyebut kasus ini 'kedaluarsa'.


* DEMO DI THAILAND

Demonstrasi anti-pemerintah kembali terjadi di Bangkok, Thailand. Sekitar 10-15 
ribu pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra berdemonstrasi 
melewati gedung-gedung pemerintahan di pusat kota. Mereka menuntut Perdana 
Menteri Abhisit Vejjajiva kembali mengadakan pemilihan umum. Ratusan polisi dan 
tentara diturunkan untuk mencegah terjadinya bentrokan atau pengambil-alihan 
gedung-gedung pemerintahan.

Tahun lalu, selama berbulan-bulan Thailand dilanda demonstrasi dari penentang 
Thaksin. Demonstrasi tersebut berhasil menjatuhkan kabinet yang saat itu 
dipimpin simpatisan Thaksin.


* PELUNCURAN ROKET KOREA UTARA

Korea Utara menyiapkan peluncuran roket. Hal itu diutarakan Pyongyang hari 
ini.Tanggal peluncuran belum diketahui. Media nasional di negara komunis ini 
menyatakan, roket yang diluncurkan adalah sebuah satelit komunikasi yang akan 
mengelilingi bumi. Namun di Korea Selatan timbul desas-desus, peluncuran ini 
sebenarnya adalah uji coba roket jarak jauh.


* PENDARATAN DARURAT LION AIR

Maskapai penerbangan Lion Air rute Medan-Batam terpaksa mendarat tanpa ban 
depan. Pendaratan ini dilakukan di bandara Hang Nadim, Batam. Dilaporkan tidak 
ada korban jiwa. 156 penumpang selamat, dan sembilan di antaranya harus dirawat 
karena shock.
  
Indonesia menyatakan, pihaknya telah berusaha memperbaiki catatan keamanan 
maskapai penerbangannya dan mengcabut larangan terbang dari Uni Eropa. Sejak 
2007 maskapai penerbangan Indonesia dilarang melayani penerbangan ke Eropa.


* PINJAMAN JEPANG

Jepang setuju memberi bantuan dana terhadap Vietnam, setelah sebelumnya 
tertunda akibat kasus penyuapan. Mentri Luar Negeri Jepang Hirofumi Nakasone 
mengumumkan keputusan itu setelah berdiskusi dengan Menteri Perencanaan dan 
Investasi Vietnam Vo Hung Phuc.

Dua minggu lalu, polisi Vietnam menangkap seorang pejabat senior transportasi 
menyusul kecurigaan penyuapan dari Pasific Consultants International di Tokyo, 
dalam sebuah proyek infrastruktur dari dana bantuan Jepang.


* TARO ASO KUNJUNGI OBAMA

Perdana Mentri Jepang Taro Aso akan mengunjungi presiden Barack Obama. Aso 
adalah pemimpin luar negeri pertama yang akan dijamu Obama. Dalam kunjungan 
singkat Aso, kedua pemimpin negara akan membicarakan masalah krisis ekonomi. 
Bagi Aso, undangan Obama adalah hal yang sangat positif. Di Jepang, 
kebijakannya mendapat banyak tekanan. 

Sementara itu, Amerika Serikat tegang menunggu pidato Obama hari ini di depan 
Kongres dan Dewan Perwakilan Amerika. Ia akan menjelaskan lebih lanjut rencana 
ekonomi dan keuangannya.


* DENNIS ROSS DIANGKAT CLINTON

Menlu AS Hillary Clinton mengangkat diplomat Dennis Ross sebagai penasihat 
khusus untuk kawasan Teluk dan Asia Barat Daya. Ross terutama harus mengamati 
perkembangan di Irak, Iran, dan Afghanistan. Dalam bidang diplomasi, Ross 
dikenal profesional. Sebelumnya, ia adalah penasihat khusus Timur Tengah untuk 
presiden Clinton dan Bush.


* IKEA BANTU UNICEF

Ikea menyumbangkan 48 juta dollar pada UNICEF untuk membantu anak-anak di 
India. Perusahaan Swiss ini sudah bertahun-tahun bekerjasama dengan UNICEF dan 
pemerintah India. Bantuan ini terutama ditujukan untuk anak-anak yang bekerja 
di industri karpet India. Ikea adalah anggota terbesar proyek UNICEF dengan 
total investasi 180 juta dollar.


* MUSEUM IRAK KEMBALI BUKA

Museum Nasional Irak kembali dibuka, setelah pencurian koleksi besar-besaran 
enam tahun lalu. Museum di Baghdad ini memiliki koleksi terpenting dari zaman 
batu, sejarah injil, dan budaya Islam. Namun, tak lama setelah serangan 
Amerika, sekitar 15 ribu koleksi museum dicuri. Enam ribu di antaranya 
ditemukan dan dikembalikan. Sampai sekarang, baru 8 sampai 26 ruangan yang 
dibuka.


* BERITA BURSA

Bursa-bursa Eropa Selasa dibuka lebih rendah, akibat penurunan nilai saham di 
Wall Street Senin kemarin. Setelah beberapa jam indeks AEX Amsterdam turun 0,6 
persen pada 222 poin. London, Paris, Frankfurt turun 0,2 sampai 0,7 persen.

Bursa Tokyo turun akibat sentimen negatif Wall Street. Indeks Nikkei ditutup 
pada 7.268,56 poin, 1,5 persen  lebih rendah dari penutupan pada hari Senin.

1 Euro = 1,2725 US dollar

1 Euro = 15.272,88 Rupiah
1 US Dollar = 11.933,05


* PESTA BAGI 70 USAHAWAN TURKI

Mahkamah Eropa di Luksemburg mengabulkan gugatan dua warga Turki yang 
menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan visa untuk masuk ke Uni Eropa. Apakah 
ini memang saatnya bagi warga Turki untuk bebas tanpa visa masuk ke Uni Eropa? 
Laporan koresponden Bernard Bouwman. 

Kesengsaraan akibat krisis finansial juga menimpa Turki dengan hebat seperti 
halnya di Eropa dan Amerika. Pemecatan merupakan masalah umum. Namun di antara 
kesulitan ada perayaan. Pasalnya, Mahkamah Eropa membenarkan gugatan dua warga 
Turki yang tidak ingin lagi bersusah payah mengajukan visa untuk masuk ke Uni 
Eropa.

Pers bersorak dan organisasi usahawan menyatakan bahwa vonis tersebut tidak 
boleh didiamkan begitu saja. Pemerintah Turki, seperti dinyatakan oleh mereka, 
harus segera melakukan pembicaraan dengan negara-negara anggota Uni Eropa agar 
menerapkan vonis itu dalam praktek.

Protokol Bersejarah
Kasus itu diajukan oleh dua supir truk angkutan Turki. Mereka menyerukan adanya 
protokol yang menyatakan bahwa pada 1970 Turki bergabung dengan Kelompok 
Ekonomi Eropa EEG, yang merupakan dasar pendirian Uni Eropa. Dalam protokol 
itu, tambah kedua supir truk tersebut, tercantum bahwa Eropa tidak akan lagi 
membuat UU pembatasan baru terhadap antara lain pelayanan dari Turki ke 
negara-negara Eropa. 

Yang terjadi justru sebaliknya dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara Uni 
Eropa, menerapkan lebih banyak UU baru untuk membatasi membanjirnya barang atau 
orang dari ke Eropa.

Wajib visa hanya merupakan salah satu pembatasan. Namun itu saja sudah 
memberatkan banyak warga Turki. Hal itu dapat dimaklumi, karena untuk 
mendapatkan visa untuk wilayah Schengen, maka warga Turki diwajibkan untuk 
melengkapi banyak syarat. Ditambah lagi suasana di beberapa konsuler dan 
kedutaan besar, bagi banyak warga Turki, tidaklah bersahabat.

Kedua supir truk angkutan itu tak tahan lagi. Mereka mengajukan kasus itu ke 
pengadilan menggugat Jerman. Namun kasus itu sebetulnya bisa juga diajukan 
menggugat Belanda misalnya. Bahwa Mahkamah Eropa menanggap serius dengan apa 
yang tercantum dalam protokol, terbukti tahun lalu, ketika dua warga Turki juga 
mendesak untuk mendapatkan ijin tinggal Britania melalui Mahkamah Eropa. 

Masih belum jelas bagaimana selanjutnya. "Kalau usahawan tidak butuh visa lagi, 
maka kami punya 70 juta usahawan dari Turki", demikian lelucon yang sering 
terdengar.  

Istilah 'pemberian layanan' seperti tertera dalam Protokol tahun 1970 bisa 
diartikan luas: orang Turki yang dengan tas penuh arloji datang ke Belanda 
untuk menjualnya, pada prinsipnya adalah seorang pemberi layanan. Selain itu 
juga belum jelas bagaimana polisi perbatasan Eropa harus membedakan antara 
'pemberi layanan' asal Turki dan turis biasa. 

Yang jelas, Turki maupun Uni Eropa terbebani masalah besar, setelah putusan 
Mahkamah Eropa. Politisi Turki tahu betapa pekanya masalah visa di Turki dan 
berbuat apa saja menerapkan putusan Mahkamah. 

Para politisi itu juga tahu, sejumlah besar orang, apalagi dengan krisis 
keuangan sekarang, ingin meninggalkan Turki untuk selamanya. Tapi aliran baru 
imigran Turki ke Eropa pasti bisa memicu keraguan Eropa soal keanggotaan Turki 
dalam Uni Eropa. 

Juga pelbagai pemerintah Eropa menghadapi dilema. Mereka selalu cenderung 
bersikap tegas terhadap Turki tentang pentingnya negara hukum. Tapi kini krisis 
ekonomi menekan popularitas mereka, mereka tidak bersedia mengambil tindakan 
terkait butir rumit seperti imigrasi dari Turki, apa pun putusan Mahkamah 
Eropa. 

Di tahun 1970, ketika protokol ditandatangani, tidak seorang pun menyangka, 
dokumen ini akan bisa membawa kesulitan bertahun-tahun kemudian. Kalau 
pemerintah-pemerintah Eropa tidak berbuat apa-apa, maka akan bisa menyusul 
ribuan proses pengadilan lain. Itu jelas. Jadi, dalam jangka pendek Turki dan 
Uni Eropa harus mencari jalan keluar.


* BANDARA SCHIPHOL TERLALU MAHAL

Penumpang berkurang, laba berkurang, dan personel juga berkurang. Itulah 
situasi yang dihadapi bandara utama Belanda, pada awal tahun baru ini. Schiphol 
kini terlalu mahal. Ada bahaya, sebagian penerbangan akan memilih pindah ke 
bandara Charles de Gaulle, di Paris. Sekarang, bandara Amsterdam ini harus 
berusaha sekuat tenaga, agar posisi goyah ini tidak berkelanjutan. Laporan 
redaktur Belanda, Johan Huizinga. 

Tanpa ampun, krisis ekonomi juga melanda Amsterdam Airport, nama lain bandara 
tersebut. Schiphol, yang dengan bangga menyebut diri sebagai "pintu gerbang 
Eropa", untuk kali pertama sejak 1947 mengalami penurunan jumlah penumpang. 
Tahun lalu banyaknya 47 juta penumpang. Laba bersih merosot lebih dari 40 
persen. Sebenarnya, bukan sesuatu yang mengherankan dalam masa resesi ekonomi 
sekarang ini. Namun, keadaan beberapa bandara saingan lain, seperti misalnya 
Charles de Gaulle, tidak begitu parah. Apa sebabnya?

Schiphol terlalu mahal, jelas Jaap de Wit, pakar ekonomi penerbangan dari 
Universiteit van Amsterdam:

Jaap de Wit: "Secara umum, jika kita mengambil tarif rata-rata biaya lalulintas 
penerbangan di bandara, Schiphol sebenarnya masih termasuk bagian atas kelas 
menengah. Tapi, ketika muncul tambahan pajak penerbangan, langsung saja 
Schiphol masuk kelas papan atas".

Dibandingkan dengan beberapa pesaing utama, seperti misalnya Frankfurt dan 
Paris, pada masa lalu pun tarif Schiphol sudah relatif lebih mahal. Namun, 
ketika musim panas lalu pemerintah memungut pajak penerbangan tambahan, bandara 
ini langsung masuk kelas paling mahal. Schiphol memungut pajak lingkungan 
hidup, maksimal 45 euro per penumpang, per penerbangan. Padahal, tidak semua 
negara Uni Eropa menerapkan pajak ini.

Kini Pemerintah Belanda sedang mempertimbangkan, apakah pungutan pajak ini 
segera akan dicabut kembali. Sementara ini, Schiphol sendiri sudah menurunkan 
tarif pungutan biaya keamanan yang dikenakan pada penumpang. Selain itu, 
Schiphol sudah menurunkan tarif pemberangkatan dan pendaratan, bagi maskapai 
penerbangan. Dan jumlah pegawai, akan dikurangi, 10 hingga 25 persen.

Keadaan sudah sangat darurat. Karena, dalam masa susah ini, Air France / KLM 
juga harus menekan biaya pengeluaran. Itu berarti, maskapai penerbangan ini, 
untuk sementara waktu, atau mungkin untuk selamanya, memindahkan beberapa 
penerbangan mereka ke Charles de Gaulle.

Jaap de Wit: "Itu bisa berarti, beberapa penerbangan untuk sementara waktu 
tidak lagi berangkat dari Schiphol, tapi dari Paris. Saat ini, Air France / 
KLM, dari Paris dan Amsterdam, menyelenggarakan 29 rute inter-kontinental. Jika 
situasi pasar tetap seperti sekarang ini, dampaknya adalah jaringan penerbangan 
dari Schiphol, untuk sementara atau selamanya, akan menciut, dan pindah ke 
jurusan Paris".

Itulah skenario mimpi buruk, yang dikemukakan oleh beberapa kalangan pesimis 
beberapa tahun lalu, ketika KLM diambil-oper oleh Air France.

Apakah pelayanan di Schiphol terlalu mewah? Menurut Maarten Hoelscher, pengurus 
serikat buruh De Unie, tidak. "Pelayanan prima juga penting", simpulnya. Ia 
menuding, penyebabnya adalah pemerintah, sebagai pemilik Schiphol.

Menurut pakar ekonomi penerbangan, Jaap de Wit, penyebabnya adalah krisis 
ekonomi sekarang ini. Schiphol justru populer karena pelayanan, kenyamanan dan 
adanya berbagai fasilitas bagi penumpang. Kini, semua orang melihat keadaan 
dompet mereka.

Jaap de Wit: "Saya kira, Schiphol masih bisa melakukan berbagai kebijakan demi 
efisiensi. Karena, memang tidak jelas, apakah semua penumpang pesawat 
benar-benar memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Schiphol".

Jadi, menurut Jaap de Wit, masih bisa lebih murah dan lebih efisien. Itu semua 
tidak bisa dielakkan lagi.

Dibandingkan dengan Charles de Gaulle, Schiphol masih punya kelemahan lain. 
Kegiatan penting lain Charles de Gaulle adalah melayani penerbangan domestik 
Prancis. Sedang Schiphol, terutama tergantung pada penumpang transit, dari 
penerbangan inter-kontinental ke suatu tujuan lain di Eropa. Orang bisa 
melakukan hal seperti itu, sama mudahnya, baik melalui Paris atau Schiphol. 
"Kita tidak bisa mengikat penumpang transit", jelas Jaap de Wit.

Jadi, Schiphol benar-benar harus berusaha keras, jika tidak ingin kehilangan 
posisinya sebagai pintu gerbang Eropa. Karena jika hal itu terjadi, maka daerah 
Randstad, yaitu wilayah Belanda Barat, yang kini berfungsi sebagai mata-rantai 
distribusi dan tempat kedudukan berbagai perusahaan multi nasional, jadi tidak 
menarik lagi.


* MUSEUM NASIONAL BAGHDAD BUKA PINTU

Pekan ini Museum Nasional Irak dibuka kembali. Setelah pengambilalihan kekuasan 
tahun 2003, museum ini habis dijarah dan kemudian ditutup. Menurut Departemen 
Pariwisata Irak, situasi sudah aman dan museum bisa dibuka lagi. Tapi menurut 
kalangan tertentu keputusan ini tidak bertanggungjawab. Laporan Mahnaz 
Khudamurad dan Philip Smet. 

Senin lalu Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki serta beberapa pejabat tinggi 
lain dipandu keliling Museum Irak. Tujuh dari 20 ruangan dibuka kembali untuk 
beberapa jam sehari. Museum ditutup enam tahun. 

Koleksi baru dan lama
Di tujuh ruangan dipajang benda-benda arkeologis yang setelah tahun 2003 
menjadi milik museum. Sebagian benda tersebut hasil galian tahun-tahun 
belakangan. Di wilayah tenang Irak, tim arkeolog masih tetap menjalankan 
kegiatan mereka. Tapi di ruangan museum juga dipajang benda-benda bersejarah 
hasil jarahan. Al-Maliki mengucapkan terimakasih kepada negara-negara yang 
berhasil melacak dan menyerahkan kembali benda-benda ini kepada Museum Irak. 
Perdana Menteri juga berterimakasih kepada negara-negara yang membantu Museum 
untuk kembali membuka pintunya. Beberapa duta besar hadir pada upacara 
pembukaan. 

Perintah untuk membuka kembali Museum datang dari Departemen Kebudayaan dan 
Pariwisata. 

Abdelzahra Altalkani: "Kami ingin menunjukkan situasi di Irak aman kembali. 
Orang harus bisa kembali mengunjungi museum."

Demikian ujar juru bicara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Abdelzahra 
Altalkani. 

Kontroversial
Pembukaan kembali museum kontroversial. Salah satu butir keprihatinan adalah 
keamanan. Museum terletak pada persimpangan jalan, di luar 'zona hijau' aman di 
Bagdad. Konon zona ini tidak memberi cukup perlindungan terhadap serangan. 

Rene Teygeler bekerja sebagai penasehat budaya di Bagdad, di tahun 2004 dan 
2005. 

Rene Teygeler: "Saya pikir ini adalah langkah politik dari Departemen 
Kebudayaan dan Pariwisata. Ada kesan, mereka ingin membuktikan diri dengan 
pembukaan museum. Departemen ini didirikan beberapa tahun silam, karena 
dibutuhkan tempat untuk menampung penganut Al-Sadr. Ia adalah tokoh Syiah 
radikal yang dibujuk untuk bergabung dalam pemerintah Al-Maliki. Terlalu 
sedikit kursi yang tersedia bagi semua menteri."

Menurut Teygeler pembukaan museum oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 
dilakukan di bawah paksaan. 

Gudang
Museum itu terlampau awal dibuka, demikian pengamat Irak, Wilfred van Soldt, 
yang juga bekerja di Unversiteit Leiden. Ia baru-baru ini berbicara dengan 
seorang pegawai museum yang menyamakan tempat kerjanya seperti sebuah tempat 
penyimpanan barang. 

Wilfred Van Soldt: Masalah besarnya adalah, museum itu penuh dengan koleksi 
yang tidak digolongkan. Alangkah baiknya jika semuanya didata, disimpan dan 
dijamin keamanannya.

Terkenal
Museum di Bagdad terkenal karena koleksinya. Lucinda Dirven, dosen Sejarah Kuno 
di Universiteit van Amsterdam mengunjungi museum itu pada 2002.

Lucinda Dirven: Itu adalah museum yang istimewa. Dapat dikatakan bahwa seluruh 
penemuan terpenting, terutama setelah 1930 ditemukan di Irak, sebagian besar 
disimpan di museum itu. Sumer, wilayah di Irak selatan, dikatakan sebagai asal 
muasal kebudayaan. Koleksi abad ketiga sebelum masehi sampai periode islam 
sekitar enam abad setelah masehi, disimpan di museum itu.

Pekan ini turis kembali dapat mengunjungi museum tersebut, kendati dua pertiga 
wilayah museum itu tidak dapat dilihat. Semuanya disimpan secara profesional, 
demikian ditekankan juru bicara museum. Namun menurut penasihat Rene Teygeler, 
koleksi terpenting dan paling tinggi nilainya tersimpan di lemari Bank Sentral.


* HUBUNGAN AMERIKA-CINA TIDAK BERUBAH DAN JANJI-JANJI PALSU BAKRIE

Hubungan bilateral Amerika Serikat dan Cina tidak akan berubah di bawah 
kepemimpinan Obama. Demikian ungkap harian NRC Handelsblad. Konstan, pragmatis, 
dan realistis. Tiga kata itu tepat menggambarkan hubungan Amerika-Cina. Sejak 
kepemimpinan Bill Clinton, Amerika dan Cina bekerjasama dalam bidang ekonomi 
dan Hak Azasi Manusia. 'Dialog lebih luas' yang dijanjikan kabinet Obama 
nampaknya tidak (atau belum?) mengubah bentuk kerjasama.

Ekonomi Jadi Prioritas
Ditemui dalam kunjungan kerja ke Beijing, Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary 
Clinton, menyatakan prioritasnya: "Kami akan tetap membahas masalah Hak Azasi 
Manusia. Namun jangan sampai agenda ini mengganggu agenda-agenda penting 
lainnya, seperti krisis ekonomi, perubahan iklim, dan isu keamanan." Jelas 
sudah. Masalah ekonomi terang lebih menarik di mata Amerika. Demikian NRC 
Handelsblad.

Secara sederhana, kepentingan Amerika bisa dijabarkan dengan singkat: 
Washington ingin Cina terus membeli obligasi Amerika. Washington juga berharap, 
Cina lebih aktif memerangi masalah nuklir Iran dan Korea Utara. Singkat kata, 
Amerika akan meminta bantuan Cina menghadapi masalah ekonomi, iklim dan 
keamanan. Namun di sisi lain, Amerika tetap akan mengkritik Cina dengan tajam, 
berkaitan dengan Tibet. 

Lucunya, sikap realistis dan pragmatis Clinton malah dipuji-puji media Cina. 
Kejujurannya jadi teladan. Tak perlu berbelit-belit, kalau Amerika pikir 
ekonomi lebih penting dari Hak Azasi Manusia, so what? Namun, tentu saja, sikap 
tembak langsung Clinton ini menimbulkan kekecewaan di kalangan Organisasi HAM 
dunia. Lagi-lagi bisa dilihat, janji-janji kampanye memang tidak selalu bisa 
diwujudkan. Demikian NRC Handelsblad.

Korban Muak
Beralih ke Indonesia. Korban lumpur Lapindo sudah muak dengan janji-janji 
Keluarga Besar Bakrie. Begitu angkat The Jakarta Post. Sudah hampir tiga tahun 
sejak lumpur panas di Sidoarjo menyembur, Bakrie belum juga memenuhi janjinya. 
Dan sampai sekarang, korban lumpur panas masih tinggal di tempat penampungan 
sementara di pasar Porong.

Suwito dan Pitanto, kepala Persatuan Korban Lumpur Panas Renokenongo, 
menyatakan, para korban tidak menolak - tapi juga tidak mempercayai - 
janji-janji baru Keluarga Bakrie. Mereka sudah terlalu skeptis. Hampir tidak 
peduli. Toh, perusahaan Bakrie bisa kapan saja mengingkari janji-janji mereka. 
Begitu The Jakarta Post.

"Kenyataannya, Bakrie belum membayar kompensasi sepenuhnya. Dan pemerintah sama 
sekali nggak ada apa-apanya di mata mereka. Buktinya, mereka tidak mengindahkan 
peraturan presiden tahun 2007 dan 2008 untuk membayar kompensasi," kata Suwito 
pada The Jakarta Post.

Janji Baru
Minggu lalu, Nirwan Dewanta Bakrie - sebagai perwakilan Keluarga Bakrie - 
berjanji Bakrie akan membayar 15 juta rupiah per bulan pada tiap korban, sampai 
80% kompensasi terpenuhi. Komitmen baru itu dilakukannya di depan Mentri Sosial 
 Bachtiar Chamsyah, Mentri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Kapolri Bambang 
Hendrarso Danuri.

Padahal, tiga bulan lalu, Bakrie juga telah berjanji di depan SBY akan membayar 
30 juta rupiah per bulan pada setiap korban. Janji yang, tentu saja, tidak 
pernah jadi kenyataan. Semoga saja, kali ini bukan janji-janji palsu. Demikian 
The Jakarta Post.


* BANTUAN BELANDA UNTUK RAWAGEDE TAK CUKUP

Pemerintah Belanda akan mendukung serta menawarkan bantuan korban Rawagede. Di 
antaranya dengan pendirian sekolah-sekolah, serta membantu pertanian serta 
penyelenggaraan bisnis skala kecil. Namun apa yang ditawarkan pemerintah 
Belanda itu tidaklah cukup. Apa saja yang dinilai pantas bagi korban Rawagede 
tahun 1947 itu. Ikuti keterangan Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda, 
KUKB Jeffrey Pondaag di Heemskerk,  Belanda.

Jeffrey Pondaag [JP]: Kita sangat senang, bahwa Belanda memperhatikan masalah 
ini. Tetapi kita belum puas karena apa yang ditawarkan oleh bapak Koenders dari 
Kementerian Kerjasama, ini bukan kerjasama. Yang kita minta itu hak kita. 
Karena para suami dan anak-anak dan rumah-rumahnya itu dibakar. Ini bukan 
masalah kerjasama dan masalah sosial, ini masalah kewajiban Belanda. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kalau menurut Anda ini, pantasnya yang 
bagaimana?

JP: Ya, pantasnya harus ganti rugi ya, Utang Kehormatan. 

RNW: Ganti rugi itu berapa besar yang paling pantas untuk keluarga korban 
sekarang ini?

JP: Bukan masalah berapa besarnya, tapi masalah Utang Kehormatan. Jadi kalau 
dalam bahasa Belandanya itu, Ereschuld.

RNW: Tapi waktu kan yayasan Eerlijk Delen itu sudah membagi sebesar itu. Ya, 
itu memang tidak besar ya jumlahnya. Apakah menurut Anda itu jumlah seperti itu 
yang diinginkan?

JP: Bukan masalah jumlah, ini masalah para korban itu ada hak, dan hak itu 
bukan dikatakan oleh bapak Koenders, itu bantuan. Ini bukan masalah bantuan. 
Masalah kewajiban pemerintah Belanda dan hak-hak para korban di Rawagede. Ganti 
rugi ini, kompensasinya ini bukan di atas nama kerjasama dan atas nama bantuan. 
Tetapi atas nama Utang Kehormatan Belanda. Jadi atas nama de Nederlandse 
Ereschulden.

RNW: Kalau menurut Anda, apa yang menyebabkan pemerintah Belanda berbalik. 
Belakangan ini kan, pemerintah Belanda istilahnya tidak memperdulikanlah 
tuntutan dari keluarga para korban sebetulnya apa yang menyebabkan pemerintah 
Belanda ini berbalik?

JP: Buat kami sih, itu jelas. Itu karena pengacara profesor Liesbeth Zegveld 
akan mengeluarkan surat dakwa. Itu kalau dikeluarkan, Belanda malu sekali itu. 
Dan Eropa, teman-temannya di Eropa itu, akan tanya nanti. Kalau Belanda itu 
tidak melakukan seperti yang kami minta, bahwa Belanda itu harus mengganti rugi 
dan minta maaf, intinya itu di situ. 

RNW: Seberapa besarnya ini kekuatan surat dakwa untuk mendesak pemerintah 
Belanda agar melakukan ganti rugi seperti yang Anda katakan tadi? 

JP: Menurut saya itu besar. Kalau nggak besar, nggak akan pemerintah Belanda 
melakukan pertemuan antara wakil kedutaan Belanda dengan pak Supata di 
Rawagede. Pak Supata itu, mewakili ahli waris para korban di Rawagede itu 
terjadinya tanggal 19 Februari. 

Pemerintah Belanda melakukan ini untuk supaya menghalang surat dakwa itu nggak 
keluar. Makanya mereka membuat kebaikan inilah bisa dikatakan begitu. 

RNW: Lalu kira-kira apa kelanjutannya ini sekarang?

JP: Kita tunggu saja, apakah pemerintah Belanda ini menerima. Karena saya 
memberi usulan kepada teman-teman di Indonesia, untuk membikin satu proyek 
dengan judul Utang Kehormatan Belanda. Ini masalahnya Belanda itu harus 
mengakui, harus minta maaf dan Belanda itu ada Utang Kehormatan. Bukan masalah 
dana besarnya atau kecilnya, ini masalah prinsip. 

Apa yang terjadi itu, Belanda harus akui dan harus minta maaf jangan menyesal 
saja. Seperti apa yang Belanda meminta kepada Jepang. Belanda meminta juga 
ganti rugi dan juga minta maaf karena ada organisasi yang bernama Utang 
Kehormatan Jepang.


* KELANGKAAN BUKU -- TOKO BUKU MOBIL JALAN KELUARNYA

Agar masyarakat diberi kesempatan membeli buku murah, maka diluncurkan apa yang 
disebut toko buku mobil. Toko buku berjalan akan beroperasi ke 
kabupaten-kabupaten, terutama ke daerah di mana tidak tersedia toko buku. 
Inisiatif ini datang dari Pusat Pemasaran Buku Indonesia dan didukung Menteri 
Pendidikan Nasional. Apa tujuannya? Ikuti penjelasan Firdaus Oemar, Ketua Umum 
Gabungan Toko Buku Indonesia GATBI. 

Firdaus Oemar [FO]: Begini, program membangun seribu toko buku mobil untuk 
kabupaten dan kota seluruh Indonesia adalah produk dari Pusat Pemasaran Buku 
Indonesia yang di-support oleh Mendiknas. Jadi, produknya bukan dari Departemen 
Pendidikan tetapi dari Pusat Pemasaran Buku Indonesia.

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Tujuannya apa, Pak?

FO: Nah, begini, pemerintah kan punya program buku murah. Buku basic, buku 
elektronik di mana semua naskah yang sudah dinilai oleh BNSP [Badan Nasional 
Standardisasi Pendidikan, Red.] dibeli oleh pemerintah. Kemudian, dicetak oleh 
para percetakan. Itu atas inisiatif sendiri dan dipasarkan oleh Pusat Pemasaran 
Buku Indonesia

RNW: Dan pasar penjualan buku ini siapa?

FO: Adalah sekolah-sekolah, sebab dana untuk membeli buku di sekolah-sekolah 
sekarang ini sudah cukup besar. Untuk satu kabupaten kecil, dana yang tersedia 
tiap tahun sudah lebih dari 30 milyar rupiah. 30 milyar rupiah sebenarnya sudah 
dapat menghidupi dua-tiga toko buku di daerah itu. 

RNW: Jadi bukan perpustakaan ya Pak?

FO: Bukan perpustakaan. 

RNW: Lalu anda menyatakan akan dikerahkan di seluruh Indonesia, di 
kabupaten-kabupaten, di mana tepatnya?

FO: Indonesia kan terdiri dari daerah tingkat dua. Mulai dari propinsi. Katakan 
sekarang propinsi Sumatra Barat, itu terdiri dari 19 kabupaten dan kota. 
Sasaran kita sekarang ini adalah kabupaten kota itu. Daerah yang terbawah. 

RNW: Mengapa justru di situ?

FO: Oleh karena di situ nggak ada toko buku. Sementara uangnya sangat besar 
untuk membeli buku setiap tahun. 

RNW: Dengan harga berapa akan dijual bukunya?

FO: Sudah ditentukan oleh pemerintah. Jadi ada harga eceran tertinggi. Dan 
harga ini relatif sudah sangat murah. Kalau dibandingkan dengan harga buku 
penerbit yang biasa, harga itu adalah sepertiga. 

RNW: Yang dijual hanya buku pelajaran saja? 

FO: Tidak. Yang dijual termasuk buku-buku perpustakaan, buku-buku umum. Satu 
mobil ini mampu membawa 3000 buku. 

RNW: Lalu berapa kira-kira dana yang dikeluarkan untuk itu. Apakah bisa kembali 
modalnya?

FO: Dalam perhitungan kita, paling lama dua tahun, satu cash flow sudah break 
even. Jadi artinya dua tahun sudah lunas. Kalau itu meminjam di bank.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke