--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 11 Mei 2009 15:20 UTC ** KONPERENSI KELAUTAN SEDUNIA DI MENADO ** PBB KECAM SRILANGKA ** PASIEN FLU MEKSIKO BERTAMBAH ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: SRILANGKA TUNGGU BALASAN MACAN TAMIL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BERJALAN SEPERTI ORANG ZULU ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ITALIA PULANGKAN MANUSIA PERAHU AFRIKA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TANPA TANAH, TAMIL KHAWATIR MASA DEPAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TURIS BELANDA DIDUGA TERJANGKIT FLU MEKSIKO * KONPERENSI KELAUTAN SEDUNIA DI MENADO Para menteri dan wakil pemerintahan dari 70 negara Senin ini menghadiri Konperensi Laut Sedunia yang diselenggarakan di kota Menado, Sulawesi Utara. Dalam lima hari mendatang mereka membicarakan dampak perubahan iklim laut-laut di seluruh dunia. Masalah seperti naiknya permukaan air laut dan jumlah ikan yang masih ada di laut, menjadi salah satu agenda pembicaraan. Selain itu akan dicari jalan keluar kongkrit untuk segitiga Koral, wilayah ekosistim bawah laut di Asia tenggara yang punya biodiversitas yang sangat luas. Usulan-usulan yang diajukan Konperensi Laut Sedunia ini tidak bersifat mengikat. Tetapi pihak penyelenggara menekankan untuk pertama kalinya para menteri dari banyak negara membicarakan masalah laut dunia. * PBB KECAM SRILANGKA PBB mengecam rangkaian kekerasan yang terjadi akhir pekan ini di Srilangka, dan menyatakan itu adalah pembunuhan berdarah. Masih belum jelas berapa jumlah korban tewas. Menurut berita sekitar 400 pemberontak Tamil tewas, sementara pihak Tamil menyebutkan 2000 penduduk sipil menjadi korban. PBB menyatakan sebelumnya mereka telah memperingatkan bahwa bisa terjadi pembunuhan massal di Srilangka, dan sekarang kecemasan itu beralasan. Menurut PBB lebih dari 100 anak-anak tewas. Macan Tamil menyatakan pasukan pemerintah melakukan pembunuhan massal tersebut, sementara Srilangka menuduh pihak Tamil menggunakan penduduk sipil sebagai tameng. * PASIEN FLU MEKSIKO BERTAMBAH Jumlah orang yang terkena flu Meksiko semakin bertambah banyak. Di Australia dan di dataran Cina diberitakan masing-masing satu orang penderita baru. Beberapa hari lalu diberitakan flu tersebut hanya didapati di wilayah Hongkong. Tetapi sekarang virus flu Meksiko juga ditemukan pada seorang pria yang tinggal di Propinsi Sichuan. Pria ini baru saja pulang dari Amerika Serikat. Sementara di Amerika Sendiri jumlah korban tertular meningkat. Saat ini ada sekitar 2500 penduduk Amerika yang sakit flu Meksiko, jumlah yang lebih banyak dari di Meksiko sendiri. Dinas kesehatan Amerika memperkirakan dalam beberapa hari mendatang semakin banyak orang yang tertular, dan jumlah pasien flu Meksiko yang meninggal dunia juga bertambah. Menurut organisasi kesehatan dunia WHO sampai sekarang lebih dari 4300 orang di 29 negara tertular dengan virus H1N1. Pemerintah Meksiko mengumumkan tidak akan hadir dalam konperensi pangan internasional yang diselenggarakan di Cina Mei ini. Dengan penolakan itu Meksiko memprotes reaksi pemerintah Beijing sehubungan wabah flu. Cina mengkarantina puluhan warga Meksiko dan tidak mengijinkan penerbangan yang datang dari Meksiko. Pemerintah Meksiko menyatakan kebijakan ini tidak bisa diterima dan diskriminatif. * PAUS MULAI KUNJUNGAN DI ISRAEL Paus Benediktus ke 16 memulai kunjungan ke Israel dan wilayah Palestina. Sewaktu tiba di Israel Paus menyerukan rekonsiliasi antara Israel dan Palestina. Benediktus mengusulkan negara Palestina merdeka dan menamakan antisemitisme, sesuatu yang tidak bisa diterima. Paus Benediktus menganggap kunjungannnya kali ini 'perjalanan ibadah untuk perdamaian'. Tapi banyak pihak di Israel yang menentang kunjungan tersebut. Pendahulunya Paus Yohanes Paulus II yang mengunjungi Timur Tengah sembilan tahun lalu, punya hubungan erat dengan bangsa Yahudi. Tetapi Benediktus banyak dikecam karena pada awalnya mendukung uskup Richard Williamson yang tidak mengakui Holocaust, pembunuhan massal terhadap orang Yahudi. Selain itu Israel juga menentang pernyataan kesucian terhadap Paus Pius ke-12, yang bersikap pasif sewaktu perang dunia II. Aturan keamanan sehubungan kunjungan lima hari Paus ini sangat ketat. Israel menugaskan puluhan ribu polisi untuk berjaga. Paus Benediktus antara lain akan mengunjungi Yerusalem, museum Yad Vashem, Bethlehem, Nazareth dan kamp penampungan Palestina, Aida. * RIBUT MENGENAI PEMUKULAN ISTRI Berbagai macam reaksi keluar setelah pernyataan seorang hakim di Arab Saudi. Sang hakim berpendapat seorang suami boleh memukul istrinya apabila mengeluarkan uang terlalu banyak. Dalam sebuah kongres mengenai kekerasan di lingkungan keluarga, hakim ini menyatakan apabila seorang perempuan menghabiskan uang belanja dengan membeli pakaian, maka ia boleh ditampar oleh suaminya. Para perempuan yang menghadiri kongres tersebut, langsung memprotes tegas pernyataan sang hakim, yang mengatakan ia mencoba menjelaskan mengapa jumlah kekerasan di lingkungan keluarga meningkat. Menurutnya bukan hanya pihak suami yang bersalah. Akibat sikap dan perilaku para istri yang tidak pantas, tindak kekerasan meningkat. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyalahkan kaum perempuan, lanjut sang hakim. Tindak kekerasan di lingkungan keluarga selama bertahun-tahun tabu dibicarakan di Arab Saudi. Belakangan semakin banyak perhatian yang diberikan terhadap masalah tersebut. * ROXANA SABERI BEBAS Hukuman penjara untuk jurnalis Amerika keturunan Iran, Roxana Saberi diubah menjadi dua tahun penjara bersyarat, sewaktu sidang naik banding. Dengan ini wartawan itu bisa langsung dibebaskan. Saberi ditahan sejak satu bulan lalu dengan tuduhan mata-mata dan divonis penjara delapan tahun. Kasus ini menyebabkan gelombang protes dunia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama, membela Saberi. Sementara Presiden Iran Ahmadinejad menyerukan pihak kehakiman Iran untuk bersikap adil terhadap Saberi. * CHENEY TETAP DUKUNG WATERBOARDING Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney tetap mendukung sepenuhnya metode intrograsi yang banyak dipertentangkan selama beberapa tahun terakhir ini. Metoda intrograsi yang dianggap tidak manusiawi terhadap para tertuduh teroris, menurut Cheney sangat penting untuk mendapat informasi penting. Lewat metoda seperti pencelupan di dalam air, pemerintah berhasil menggagalkan sejumlah rencana serangan dan menyelamatkan kemungkinan ratusan ribu orang. Cheney menyatakan ia tidak menyesal, dan beranggapan metoda ini memang sepantasnya dilakukan. Presiden Barack Obama akhir Januari lalu melarang penggunaan metoda intrograsi yang tidak manusiawi, yang dijalankan pendahulunya George Bush. Menurut Obama metoda itu dapat disamakan dengan penyiksaan. * FARC AKTIF KEMBALI Para pemberontak FARC membunuh sedikitnya tujuh tentara Kolombia. Menurut pemerintah Kolombia, tentara ini tewas ketika diserang di wilayah Selatan. Tiga lainnya diberitakan cedera. Minggu lalu FARC juga menembak mati delapan tentara. Pemerintah kolombia menyatakan dengan ini terbukti bahwa FARC tetap aktif bergerilya. memang ada pergantian kekuasaan di dalam tubuh FARC, setelah tewasnya pendiri FARC Manuel Marulanda. Para pengamat menyatakan pemimpin baru FARC Alfonso Cano sedang menyusun kembali kekuatan kelompoknya. * BERITA BURSA Reaksi positif Damrak minggu lalu, kelihatannya tidak berlaku lagi Senin ini. Tidak lama setelah dibuka, indeks AEX turun 1% pada 259. Bursa efek Eropa lainnya juga dibuka negatif. Bursa Tokyo tetap optimis. Indeks Nikkei ditutup dengan nilai positif, pada 9.451,98. 1 euro= $ 1,3646 1 euro = Rp. 14,206.35 1 U$= Rp. 10,456.73 * PERS: SRILANGKA TUNGGU BALASAN MACAN TAMIL DAN KONDISI BURUK AUNG SAN SUU KYII Harian Belanda De Volkskrant memberitakan, perang di Srilangka masih berlanjut. Walaupun Macan Tamil sudah tidak begitu kuat lagi, tapi serangan balasan mereka ditunggu setiap saat. Penduduk yang tinggal di wilayah yang masih diduduki Macan Tamil dan menjadi buffer di zona perang menunggu penuh ketakutan, kapan balasan berdarah dari pihak pemberontak. Pemerintah Srilangka berjanji untuk tidak menggunakan peralatan artileri berat di wilayah tersebut, tapi korban sipil terus saja berjatuhan. Menurut pihak pemerintah penduduk digunakan sebagai tameng dan dipaksa untuk berperang oleh Macan Tamil. De Volkskrant melanjutkan, saat ini diperkirakan masih ada beberapa ratus pemberontak Tamil, yang terkurung di wilayah pantai yang luasnya enam kilometer persegi. Apakah pemimpin Tamil, Velupilai Prabhakaran juga termasuk diantaranya , tidak jelas. Tidak ada kabar mengenai dirinya sejak Februari lalu. Kemungkinan kecil ia termasuk pemberontak Tamil yang mencoba melarikan diri dan ditahan. Diperkirakan satuan Macan Tamil akan terus berperang sampai titik darah penghabisan. Sementara itu situasi 50 ribu penduduk sipil yang berada di wilayah perang semakin memburuk. Mereka kekurangan pangan, air bersih dan obat-obatan. Sementara rumah sakit ditutup, karena terus menjadi sasaran tembakan. Tiga wartawan Inggris yang melaporkan situasi di kamp-kamp penampungan menurut berita ditahan. Pemerintah Srilangka mengusir semua wartawan dari wilayah perang dan wilayah penampungan. Demikian International Herald Tribune. Dari Srilangka kita ke Myanmar. Kondisi kesehatan pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi diberitakan kritis. Menurut para dokter Suu Kyi tidak makan dan menderita tekanan darah rendah. Dokter pribadinya dilarang mengunjungi pemenang hadiah Nobel tersebut dan cemas situasi akan berubah fatal. Menurut harian Belanda Trouw pemerintah Myanmar menahan dokter Suu Kyi. Penahanan ini ada hubungannya dengan isu bahwa seorang pria Amerika berhasil menjenguk Suu Kyi, dengan cara berenang danau yang mengelilingi rumah Suu Kyi. Konsulat Amerika di Yangoon meragukan kebenaran berita tersebut. Selain itu sang konsul juga tidak mendapat ijin untuk mengunjungi warganya yang diberitakan sempat tinggal di rumah Suu Kyi selama dua hari dua malam. Diduga berita ini malah komplot untuk memperpanjang masa tahanan rumah Suu Kyi, demikian De Volkskrant. Suu Kyi adalah tahanan politik yang paling terkenal di dunia. Selama 19 tahun terakhir, 13 tahun di antaranya dihabiskan Suu Kyi dengan tahanan rumah. Dokter pribadinya hanya boleh menjenguk sang pasien satu kali sebulan. Akhir Mei ini, junta Myanmar harus memutuskan apakah memperpanjang masa tahanan tersebut. Paling tidak isu penyusup Amerika dijadikan alasan bagi pemimpin junta untuk memperketat pengawasan di sekitar rumah Suu Kyi. Demikian Trouw dan Volksrant dan sekian ulasan pers kali ini. * BERJALAN SEPERTI ORANG ZULU Ketakutan masih besar. Setahun sesudah kekerasan anti pendatang di Afrika Selatan, banyak warga pendatang yang menyembunyikan jati diri mereka, untuk menghindari diri dari sasaran kemarahan. Warga Belanda Ilja Hehenkamp, melakukan penelitian terhadap cara warga asing menyesuaikan diri di pemukiman. Laporan Elles van Gelder Jangan kaku, tapi luwes. Kamu jalan seperti ini. Khumalo menunjukkan cara berjalan. Orang Zimbabwe berjalan dengan menyeret kaki, katanya. Orang Zulu berjalan tegap dan lebih percaya diri. Begitulah. Tukang pangkas rambut berusia 23 tahun itu berjalan santai di belakang tokonya. Ia mau bicara, tapi di dekat generator sehingga pembicaraan tidak terdengar orang lain. 'Dua orang di sini tahu bahwa saya orang Zimbabwe', katanya pelan. 'Saya masih merasa takut. Dulu saya memotong rambut sambil mendengarkan musik rumbah dari Zimbabwe. Tapi sekarang saya tidak bisa melakukannya lagi, karena ini berarti saya mengumumkan jati diri saya sebagai orang Zimbabwe'. Khumalo tinggal di pemukiman Alexandra, awal pecahnya kekerasan terhadap orang asing setahun lalu. Di jalan tempat Khumalo bekerja, kelompok warga Afrika Selatan bersenjata golok dan tongkat mengejar seorang pendatang. Mereka menuduh warga pendatang itu mencuri rumah dan pekerjaan mereka. Api kekerasan menjalar cepat ke pemukiman-pemukiman kumuh di sekitar Johannesburg dan ke kota-kota lain di Afrika Selatan. Negara itu terbakar berminggu-minggu lamanya. Lebih dari 60 orang tewas dan 170 ribu mengungsi. Sebagian besar korban adalah pendatang, tapi ada juga warga Afrika Selatan yang 'berbicara'bahasa berbeda, bukan Zulu, yang dibunuh. Kamuflase Para pendatang ini masih takut satu tahun sesudahnya, sehingga mereka harus menyamar, kata Ilja Hehenkamp. Hehenkamp, 30 tahun, melakukan penelitian untuk studi S2nya mengenai strategi yang digunakan para pendatang untuk merasa aman sesudah kekerasan di Alexandra. Ada bermacam-macam strategi. Hehenkamp menjumpai pendatang yang membawa uang pas untuk taksi sehingga ia tidak usah meminta kembalian dan para penumpang lain tidak bisa dengar bahwa ia orang asing. Yang lain, menyembunyikan bekas vaksinasi di pundak karena ini beda dari warga Afrika Selatan sendiri. Hehenkamp terutama berbicara dengan orang Zimbabwe, kelompok besar di Alexandra. Strategi yang paling sering dipakai adalah berbicara bahasa Zulu, atau menggunakan nama Zulu dan berbusana Zulu yang disebut gaya pantsula. Dengan demikian, anda bisa membayar rasa aman dengan All-stars atau Dickies, kata Khumalo. Sibosizoe, 18 tahun, yang tinggal di jalan sama dan berdagang dvd, mengalami pernyataan Khumalo itu. 'Lebih dari itu, saya memakai jeans, kaos, dan topi', tambahnya. "Jadi saya tampak seperti orang Zulu. Nama saya juga bukan nama sebenarnya. Nama asli saya Tariro, tapi setiap orang akan segera tahu bahwa saya orang Zimbabwe. Dengan penyamaran ini, saya merasa aman." "Pokoknya berpakaian seperti orang Afrika Selatan, berbicara seperti orang Afrika Selatan, bersikap seperti orang Afrika Selatan. Jeans butut, kaos bagus, dan topi olah raga. Penampilan luar saya adalah Afrika Selatan. Tapi jauh di dalam, saya bukan. ini hanylah samaran. " Bagi orang Zimbabwe yang berbahasa Ndebele, lebih mudah untuk menyamar karena bahasa itu mirip dengan Zulu. Kebutuhan Hehenkamp berpendapat strategi-strategi itu dibutuhkan. Masih banyak insiden kekerasan xenofobia di Afrika Selatan. "Di samping itu, masalah yang menjadi pemicu pecahnya kekerasan itu, belum diselesaikan, "tegasnya. Orang asing menjadi kambing hitam bagi warga Afrika Selatan yang sudah jenuh dengan kemiskinan mereka. Keadaan ini belum ditangani. "Menurut saya, banyak akar masalah masih belum diselesaikan, misalnya mengapa ada persepsi para pendatang itu mencuri rumah dan pekerjaan mereka. Saya pikir, ini bisa terjadi lagi, kalau ada insiden pemicunya." Hehenkamp sendiri, sebagai seorang asing berkulit putih, tidak menjadi sasaran tapi menjadi semacam tontonan di pemukiman. "Saya satu-satunya orang kulit putih di sini, jadi saya selalu mengundang reaksi, " katanya sambil tertawa. "Sebelum datang ke sini, keluarga dan teman prihatin. Kakak saya bertanya apa saya mau mati. Anda sering dengar hal-hal yang buruk saja mengenai pemukiman. Namun orang-orang menghargai upaya saya untuk bersusah payah tinggal di sini dan memahami kehidupan mereka. Apabila pendatang yang saya ajak bicara ketakutan menunjukkan asal mereka, maka sebagai pendatang kulit putih saya justru menarik bagi mereka." * ITALIA PULANGKAN MANUSIA PERAHU AFRIKA Italia berpesta karena manusia perahu Afrika berhasil dipulangkan langsung ke Libia. Tapi PBB sangat khawatir dengan nasib mereka. Dipulangkannya manusia perahu Afrika langsung ke Belgia dirayakan besar-besaran di Italia. Berdasarkan perjanjian persahabatan yang baru, marinir Italia menyeret kembali 243 manusia perahu ke Libia sebelum mereka bisa menginjakkan kaki di daratan Italia. Organisasi pengungsi sangat berang karena mereka tidak diijinkan minta suaka. Laporan Sebastiaan Gottlieb dan Martijn van Tol. Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni menyebut cara terbaru itu sebagai titik tolak penting meredam besarnya arus pengungsi dari Afrika. Dia juga memuji perjanjian baru itu karena bisa mengakhiri cekcok dengan Malta soal penerimaan manusia perahu. Kedua negara ini berselisih soal siapa yang harus menerima pengungsi jika tertangkap di luar wilayah perairan kedua negara di Laut Mediterania. Imbalan Besar Sebagai imbalan kesediaan Libia menampung para pengungsi, Italia memberi sejumlah besar uang. Negara itu sudah bicara dengan pimpinan Libia Moammar Khadaffy tahun lalu, akan memberi lima milyar euro selama sepuluh tahun mendatang. Resminya ini ditujukan sebagai ganti rugi atas pendudukan Italia di Libia tahun 1911 hingga 1943. Libia mengatakan akan menggunakan uang terutama untuk membangun sekolah, rumah sakit dan jalan bebas hambatan. Italia sangat antusias tentang persetujuan dengan Libia, namun pelbagai organisasi pengungsi khawatir. William Spindler dari UNHCR mengatakan ini adalah pelanggaran HAM, karena para pengungsi sekarang tidak bisa minta suaka di Italia maupun Libia. Spindler: "Kami khawatir karena ini adalah tindakan yang menyebabkan orang tidak bisa minta suaka. Libia tidak punya sistem suaka yang berfungsi, karena tidak menandatangani Konvensi Pengungsi tahun 1961. Oleh karena itu orang tidak bisa minta suaka disana." Perjalanan Berat Para manusia perahu Afrika yang dipulangkan itu terutama terdiri dari orang Afrika hitam dari Ghana, Nigeria, Cad, Somalia dan Eritrea. Seringkali mereka harus menempuh perjalanan panjang menuju pantai Libia dalam kondisi memprihatinkan. Wartawan Italia Gabriele del Grande menulis sejumlah laporan soal itu. Gabriele del Grande: "Perjalanan menghabiskan 2000 hingga 3000 euro dan makan waktu lama. Sebagian menghabiskan tiga atau empat tahun di jalan. Mereka harus diselundupkan sejumlah jaringan kriminal, yang berarti tidak ada garansi. Yang lainnya sudah bayar, tapi uangnya kemudian dibawa kabur si penyelundup. Sering kali mereka ditangkap, terutama di Libia, dan ditahan dalam kondisi tidak manusiawi." Mereka yang berhasil mencapai pantai Libia, menyeberang ke Eropa dengan perahu-perahu reyot yang selalu kepenuhan. Hingga saat ini mereka ditampung di kamp pengungsi di Malta dan di Lampedusa, sebuah pulau Italia. Apa yang menanti mereka yang dikirim pulang ke Libia? Gabriele del Grande mengatakan: Gabriele del Grande: "Kondisi di Libia sangat buruk. Penjara terlalu penuh. Tidak ada kebersihan sama sekali. Polisi sering melakukan tindak kekerasan. Kami punya banyak saksi mata terjadinya penyiksaan, pemerkosaan perempuan, yang dilakukan polisi di kamp pengungsi. Dan apa yang terjadi setelah berbulan-bulan ditahan? Pengungsi dipulangkan ke negara asal walaupun ada resiko mereka disiksa setibanya mereka di sana." Para imigran dan penyelundup manusia tampaknya tahu betul soal perjanjian baru Italia dan Libia tersebut. Beberapa bulan belakangan terjadi rangkaian eksodus baru dari pelabuhan di Tripoli, Libia. Di tiga bulan pertama tahun ini saja sudah 12 ribu orang Afrika menyeberang, dibanding 35 ribu sepanjang tahun 2008. Padahal cuaca tiga bulan pertama tahun ini jauh lebih buruk dibanding cuaca musim panas. * TANPA TANAH, TAMIL KHAWATIRKAN MASA DEPAN Kawasannya bertambah sempit dan pertempuran makin sengit. Macan Tamil tinggal memiliki jalur kecil sepanjang beberapa kilometer di Utara Sri Lanka. Tentara Sri Lanka mengatakan, pihaknya akan menaklukkan semua kawasan Macan Tamil. Apakah nanti masih ada tanah tersisah buat mereka di Sri Lanka? Laporan Hans Jaap Melissen. Sekitar 50.000 orang Tamil berdesak-desak tinggal di kawasan seluas beberapa kilometer per segi di Sri Lanka. Ini adalah akibat dari operasi tentara Sri Lanka yang intensif terhadap Tamil. Ratusan orang Tamil tewas akibat serangan artileri di kawasan itu akhir pekan lallu. Tentara dan pemberontak saling menyalahkan siapa yang melakukan pertumbahan darah. Intimidasi Trincomalee, sebuah kota di pantai Timur Laut Sri Lanka, tampaknya tenang. Hanya beberapa penerbangan helikopter membuat orang teringat pada pertempuran sengit dI Utara. Beberapa tahun silam Trincomalee masih menjadi kawasan rebutan. Macan Tamil ingin memasukkan kawasan yang berpenduduk mayoritas Tamil ini ke dalam negara Tamil yang tidak resmi. Setelah serangan besar-besaran tentara pemerintah bertambah kuat posisinya. Tapi ini tidak membawa perbaikan bagi posisi Tamil, tanda seorang pria Tamil. "Saya tidak bisa mengatakan, bahwa kami sekarang memiliki perdamaian. Tidak seperti sebelum 1948, tahun kemerdekaan Sri Lanka. Ketika itu kami merdeka. Tapi sekarang polisi dan tentara mengawasi kami dan mengintimidasi semaunya." Jangan mengeluh Gubernur provinsI Timur, Mohan Wijewickrama, menilai, orang Tamil tidak kurang apa-apa di kawasannya sendiri. "Penduduk terjebak di pangkuan Macan Tamil, karena pemerintah selalu mengabaikan orang Tamil." Sang gubernur yakin masa depan cerah. Ia berpendapat, provinsinya bisa menjadi contoh bagi kawasan Utara pulau itu, kalau ditaklukkan kembali dari Macan Tamil. Mohan Wijewickrama: "Pertama yang harus terjadi adalah memulangkan pengungsi. Setelah itu pemerintahan sipil harus dikembalikan dan tentara harus minggir. Kemudian demokrasi harus kembali lagi." Dari ibu kota Kolombo, politikus Tamil Sampanthan melihat bagaimana Macan Tamil kalah perang. Ia sendiri telah mengambil jarak dari kekerasan. Sampanthan ingin melanjutkan perjuangan dengan cara berpolitik. Ia berharap, pemerintah tidak terlalu merasa menang, sehingga tidak mau lagi berunding untuk menambah hak-hak warga Tamil. Sampanthan: "Kalau Tamil semakin ditekan dan diperlakukan sebagai warga kelas dua, maka pemerintah ini salah besar." Akibat "kesalahan" itu, boleh saja dibilang Tamil tidak punya wilayah lagi, tapi mereka akan meneruskan perang gerilya. Walaupun di negara yang sudah bosan dengan perang, karena sudah lebih 25 tahun mengalami perang saudara. Sampanthan: "Mungkin karena orang sudah bosan dengan perang, tapi tidak bosan dengan cita-cita politik mereka. Dan ini sudah mengakar. Mereka bercita-cita agar bisa memelihara bahasa, budaya dan identitas mereka." Pemerintah Sri Lanka tidak bersedia tunduk pada tekanan luar negeri untuk memberlakukan jeda perang. Alasannya, Kolombo takut nanti dimanfaatkan Tamil untuk mempersenjatai diri. * TURIS BELANDA DIDUGA TERJANGKIT FLU MEKSIKO Seorang turis perempuan Belanda berusia 32 tahun masuk karantina rumah sakit Sanglah di Denpasar Bali karena diduga terkena flu Mexico. Bagaimana kondisinya saat ini? Wartawan Bali Gde Suwardana melaporkan. Direktur utama rumah sakit Sanglah I Gusti Lanang Made Rubiarta mengatakan pasien berada dalam kondisi baik. Dari gejala yang dideteksi selama ini kecil kemungkinan pasien menderita flu Mexico atau yang di Bali disebut flu babi. Untuk kepastian harus menunggu pemeriksaan sample dari laboratorium. Diperkirakan pasien dinyatakan boleh pulang setelah 2 hari. Kantor bandara Ngurah RAI mengobservasi sekitar 12 orang yang duduk di sekitar sang pasien dalam pesawat. Para penumpang ini dicatat datanya dan selama di Bali mereka akan diobeservasi oleh petugas kesehatan Bali. Tidak ada kepastian apakah mereka ini orang Belanda. Kasus ini tidak ada hubungan dengan Mexico, pusat flu AH1N1. Biarpun dari gejala klinis tidak ada hubungannya dengan flu babi, namun karena pasien berasal dari Belanda, negara yang dinyatakan WHO, Badan Kesehatan Dunia sebagai salah satu negara yang kejangkitan ful babi, maka ia harus diobservasi. Kalau tenyata boleh keluar maka ia boleh ke mana saja di Bali. Wawancara selengkapnya bisa anda ikuti di: www.ranesi.nl --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
