---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 11 Mei 2009 15:20 UTC



** KONPERENSI KELAUTAN SEDUNIA DI MENADO

** PBB KECAM SRILANGKA

** PASIEN FLU MEKSIKO BERTAMBAH 

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: SRILANGKA TUNGGU BALASAN MACAN TAMIL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BERJALAN SEPERTI ORANG ZULU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ITALIA PULANGKAN MANUSIA PERAHU AFRIKA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TANPA TANAH, TAMIL KHAWATIR MASA DEPAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TURIS BELANDA DIDUGA TERJANGKIT FLU MEKSIKO



* KONPERENSI KELAUTAN SEDUNIA DI MENADO

Para menteri dan wakil pemerintahan dari 70 negara Senin ini menghadiri 
Konperensi Laut Sedunia yang diselenggarakan di kota Menado, Sulawesi Utara. 
Dalam lima hari mendatang mereka membicarakan dampak perubahan iklim laut-laut 
di seluruh dunia. Masalah seperti naiknya permukaan air laut dan jumlah ikan 
yang masih ada di laut, menjadi salah satu agenda pembicaraan. Selain itu akan 
dicari jalan keluar kongkrit untuk segitiga Koral, wilayah ekosistim bawah laut 
di Asia tenggara yang punya biodiversitas yang sangat luas. Usulan-usulan yang 
diajukan Konperensi Laut Sedunia ini tidak bersifat mengikat. Tetapi pihak 
penyelenggara menekankan untuk pertama kalinya para menteri dari banyak negara 
membicarakan masalah laut dunia.


* PBB KECAM SRILANGKA

PBB mengecam rangkaian kekerasan yang terjadi akhir pekan ini di Srilangka, dan 
menyatakan itu adalah pembunuhan berdarah. Masih belum jelas berapa jumlah 
korban tewas. Menurut berita sekitar 400 pemberontak Tamil tewas, sementara 
pihak Tamil menyebutkan 2000 penduduk sipil menjadi korban. PBB menyatakan 
sebelumnya mereka telah memperingatkan bahwa bisa terjadi pembunuhan massal di 
Srilangka, dan sekarang kecemasan itu beralasan. Menurut PBB lebih dari 100 
anak-anak tewas. Macan Tamil menyatakan pasukan pemerintah melakukan pembunuhan 
massal tersebut, sementara Srilangka menuduh pihak Tamil menggunakan penduduk 
sipil sebagai tameng.


* PASIEN FLU MEKSIKO BERTAMBAH

Jumlah orang yang terkena flu Meksiko semakin bertambah banyak. Di Australia 
dan di dataran Cina diberitakan masing-masing satu orang penderita baru. 
Beberapa hari lalu diberitakan flu tersebut hanya didapati di wilayah Hongkong. 
Tetapi sekarang virus flu Meksiko juga ditemukan pada seorang pria yang tinggal 
di Propinsi Sichuan. Pria ini baru saja pulang dari Amerika Serikat.

Sementara di Amerika Sendiri jumlah korban tertular meningkat. Saat ini ada 
sekitar 2500 penduduk Amerika yang sakit flu Meksiko, jumlah yang lebih banyak 
dari di Meksiko sendiri. Dinas kesehatan Amerika memperkirakan dalam beberapa 
hari mendatang semakin banyak orang yang tertular, dan jumlah pasien flu 
Meksiko yang meninggal dunia juga bertambah. Menurut organisasi kesehatan dunia 
WHO sampai sekarang lebih dari 4300 orang di 29 negara tertular dengan virus 
H1N1.

Pemerintah Meksiko mengumumkan tidak akan hadir dalam konperensi pangan 
internasional yang diselenggarakan di Cina Mei ini. Dengan penolakan itu 
Meksiko memprotes reaksi pemerintah Beijing sehubungan wabah flu. Cina 
mengkarantina puluhan warga Meksiko dan tidak mengijinkan penerbangan yang 
datang dari Meksiko. Pemerintah Meksiko menyatakan kebijakan ini tidak bisa 
diterima dan diskriminatif.


* PAUS MULAI KUNJUNGAN DI ISRAEL

Paus Benediktus ke 16 memulai kunjungan ke Israel dan wilayah Palestina. 
Sewaktu tiba di Israel Paus menyerukan rekonsiliasi antara Israel dan 
Palestina. Benediktus mengusulkan negara Palestina merdeka dan menamakan 
antisemitisme, sesuatu yang tidak bisa diterima. Paus Benediktus menganggap 
kunjungannnya kali ini 'perjalanan ibadah untuk perdamaian'. Tapi banyak pihak 
di Israel yang menentang kunjungan tersebut. Pendahulunya Paus Yohanes Paulus 
II yang mengunjungi Timur Tengah sembilan tahun lalu, punya hubungan erat 
dengan bangsa Yahudi. Tetapi Benediktus banyak dikecam karena pada awalnya 
mendukung uskup Richard Williamson yang tidak mengakui Holocaust, pembunuhan 
massal terhadap orang Yahudi. Selain itu Israel juga menentang  pernyataan 
kesucian terhadap Paus Pius ke-12, yang bersikap pasif sewaktu perang dunia II. 

Aturan keamanan sehubungan kunjungan lima hari Paus ini sangat ketat. Israel 
menugaskan puluhan ribu polisi untuk berjaga. Paus Benediktus antara lain akan 
mengunjungi Yerusalem, museum Yad Vashem, Bethlehem, Nazareth dan kamp 
penampungan Palestina, Aida.


* RIBUT MENGENAI PEMUKULAN ISTRI

Berbagai macam reaksi keluar setelah pernyataan seorang hakim di Arab Saudi. 
Sang hakim berpendapat seorang suami boleh memukul istrinya apabila 
mengeluarkan uang terlalu banyak. Dalam sebuah kongres mengenai kekerasan di 
lingkungan keluarga, hakim ini menyatakan apabila seorang perempuan 
menghabiskan uang belanja dengan membeli pakaian, maka ia boleh ditampar oleh 
suaminya. Para perempuan yang menghadiri kongres tersebut, langsung memprotes 
tegas pernyataan sang hakim, yang mengatakan ia mencoba menjelaskan mengapa 
jumlah kekerasan di lingkungan keluarga meningkat. Menurutnya bukan hanya pihak 
suami yang bersalah. Akibat sikap dan perilaku para istri yang tidak pantas, 
tindak kekerasan meningkat. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani 
menyalahkan kaum perempuan, lanjut sang hakim. Tindak kekerasan di lingkungan 
keluarga selama bertahun-tahun tabu dibicarakan di Arab Saudi. Belakangan 
semakin banyak perhatian yang diberikan terhadap masalah tersebut.


* ROXANA SABERI BEBAS

Hukuman penjara untuk jurnalis Amerika keturunan Iran, Roxana Saberi diubah 
menjadi dua tahun penjara bersyarat, sewaktu sidang naik banding. Dengan ini 
wartawan itu bisa langsung dibebaskan. Saberi ditahan sejak satu bulan lalu 
dengan tuduhan mata-mata dan divonis penjara delapan tahun. Kasus ini 
menyebabkan gelombang protes dunia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama, 
membela Saberi. Sementara Presiden Iran Ahmadinejad menyerukan pihak kehakiman 
Iran untuk bersikap adil terhadap Saberi.


* CHENEY TETAP DUKUNG WATERBOARDING

Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney tetap mendukung sepenuhnya 
metode intrograsi yang banyak dipertentangkan selama beberapa tahun terakhir 
ini. Metoda intrograsi yang dianggap tidak manusiawi terhadap para tertuduh 
teroris, menurut Cheney sangat penting untuk mendapat informasi penting. Lewat 
metoda seperti pencelupan di dalam air, pemerintah berhasil menggagalkan 
sejumlah rencana serangan dan menyelamatkan kemungkinan ratusan ribu orang. 
Cheney menyatakan ia tidak menyesal, dan beranggapan metoda ini memang 
sepantasnya dilakukan. Presiden Barack Obama akhir Januari lalu melarang 
penggunaan metoda intrograsi yang tidak manusiawi, yang dijalankan pendahulunya 
George Bush. Menurut Obama metoda itu dapat disamakan dengan penyiksaan.


* FARC AKTIF KEMBALI

Para pemberontak FARC membunuh sedikitnya tujuh tentara Kolombia. Menurut 
pemerintah Kolombia, tentara ini tewas ketika diserang di wilayah Selatan. Tiga 
lainnya diberitakan cedera. Minggu lalu FARC juga menembak mati delapan 
tentara. Pemerintah kolombia menyatakan dengan ini terbukti bahwa FARC tetap 
aktif bergerilya. memang ada pergantian kekuasaan di dalam tubuh FARC, setelah 
tewasnya pendiri FARC Manuel Marulanda. Para pengamat menyatakan pemimpin baru 
FARC Alfonso Cano sedang menyusun kembali kekuatan kelompoknya.


* BERITA BURSA

Reaksi positif Damrak minggu lalu, kelihatannya tidak berlaku lagi Senin ini. 
Tidak lama setelah dibuka, indeks AEX turun 1% pada 259.

Bursa efek Eropa lainnya juga dibuka negatif.

Bursa Tokyo tetap optimis. Indeks Nikkei ditutup dengan nilai positif, pada 
9.451,98.

1 euro= $ 1,3646

1 euro = Rp. 14,206.35 

1 U$= Rp. 10,456.73


* PERS: SRILANGKA TUNGGU BALASAN MACAN TAMIL DAN KONDISI BURUK AUNG SAN SUU KYII

Harian Belanda De Volkskrant memberitakan, perang di Srilangka masih berlanjut. 
Walaupun Macan Tamil sudah tidak begitu kuat lagi, tapi serangan balasan mereka 
ditunggu setiap saat. Penduduk yang tinggal di wilayah yang masih diduduki 
Macan Tamil dan menjadi buffer di zona perang menunggu penuh ketakutan, kapan 
balasan berdarah dari pihak pemberontak. Pemerintah Srilangka berjanji untuk 
tidak menggunakan peralatan artileri berat di wilayah tersebut, tapi korban 
sipil terus saja berjatuhan. Menurut pihak pemerintah penduduk digunakan 
sebagai tameng dan dipaksa untuk berperang oleh Macan Tamil.

De Volkskrant melanjutkan, saat ini diperkirakan masih ada beberapa ratus 
pemberontak Tamil, yang terkurung di wilayah pantai yang luasnya enam kilometer 
persegi. Apakah pemimpin Tamil, Velupilai Prabhakaran juga termasuk diantaranya 
, tidak jelas. Tidak ada kabar mengenai dirinya sejak Februari lalu. 
Kemungkinan kecil ia termasuk pemberontak Tamil yang mencoba melarikan diri dan 
ditahan. Diperkirakan satuan Macan Tamil akan terus berperang sampai titik 
darah penghabisan.

Sementara itu situasi 50 ribu penduduk sipil yang berada di wilayah perang 
semakin memburuk. Mereka kekurangan pangan, air bersih dan obat-obatan. 
Sementara rumah sakit ditutup, karena terus menjadi sasaran tembakan. Tiga 
wartawan Inggris yang melaporkan situasi di kamp-kamp penampungan menurut 
berita ditahan. Pemerintah Srilangka mengusir semua wartawan dari wilayah 
perang dan wilayah penampungan. Demikian International Herald Tribune.

Dari Srilangka kita ke Myanmar. Kondisi kesehatan pemimpin oposisi Myanmar, 
Aung San Suu Kyi diberitakan kritis. Menurut para dokter Suu Kyi tidak makan 
dan menderita tekanan darah rendah. Dokter pribadinya dilarang mengunjungi 
pemenang hadiah Nobel tersebut dan cemas situasi akan berubah fatal. Menurut 
harian Belanda Trouw pemerintah Myanmar menahan dokter Suu Kyi. 

Penahanan ini ada hubungannya dengan isu bahwa seorang pria Amerika berhasil 
menjenguk Suu Kyi, dengan cara berenang danau yang mengelilingi rumah Suu Kyi. 
Konsulat Amerika di Yangoon meragukan kebenaran berita tersebut. Selain itu 
sang konsul juga tidak mendapat ijin untuk mengunjungi warganya yang 
diberitakan sempat tinggal di rumah Suu Kyi selama dua hari dua malam. Diduga 
berita ini malah komplot untuk memperpanjang masa tahanan rumah Suu Kyi, 
demikian De Volkskrant.

Suu Kyi adalah tahanan politik yang paling terkenal di dunia. Selama 19 tahun 
terakhir, 13 tahun di antaranya dihabiskan Suu Kyi dengan tahanan rumah. Dokter 
pribadinya hanya boleh menjenguk sang pasien satu kali sebulan. Akhir Mei ini, 
junta Myanmar harus memutuskan apakah memperpanjang masa tahanan tersebut. 
Paling tidak isu penyusup Amerika dijadikan alasan bagi pemimpin junta untuk 
memperketat pengawasan di sekitar rumah Suu Kyi. 

Demikian Trouw dan Volksrant dan sekian ulasan pers kali ini.


* BERJALAN SEPERTI ORANG ZULU

Ketakutan masih besar. Setahun sesudah kekerasan anti pendatang di Afrika 
Selatan, banyak warga pendatang yang menyembunyikan jati diri mereka, untuk 
menghindari diri dari sasaran kemarahan. Warga Belanda Ilja Hehenkamp, 
melakukan penelitian terhadap cara warga asing menyesuaikan diri di pemukiman. 
Laporan Elles van Gelder

Jangan kaku, tapi luwes. Kamu jalan seperti ini. Khumalo menunjukkan cara 
berjalan. Orang Zimbabwe berjalan dengan menyeret kaki, katanya. Orang Zulu 
berjalan tegap dan lebih percaya diri. Begitulah. Tukang pangkas rambut berusia 
23 tahun itu berjalan santai di belakang tokonya. Ia mau bicara, tapi di dekat 
generator sehingga pembicaraan tidak terdengar orang lain. 'Dua orang di sini 
tahu bahwa saya orang Zimbabwe', katanya pelan.

'Saya masih merasa takut. Dulu saya memotong rambut sambil mendengarkan musik 
rumbah dari Zimbabwe. Tapi sekarang saya tidak bisa melakukannya lagi, karena 
ini berarti saya mengumumkan jati diri saya sebagai orang Zimbabwe'. 

Khumalo tinggal di pemukiman Alexandra, awal pecahnya kekerasan terhadap orang 
asing setahun lalu. Di jalan tempat Khumalo bekerja, kelompok warga Afrika 
Selatan  bersenjata golok dan tongkat mengejar seorang pendatang. Mereka 
menuduh warga pendatang itu mencuri rumah dan pekerjaan mereka. 

Api kekerasan menjalar cepat ke pemukiman-pemukiman kumuh di sekitar 
Johannesburg dan ke kota-kota lain di Afrika Selatan. Negara itu terbakar 
berminggu-minggu lamanya. Lebih dari 60 orang tewas dan 170 ribu mengungsi. 
Sebagian besar korban adalah pendatang, tapi ada juga warga Afrika Selatan yang 
'berbicara'bahasa berbeda, bukan Zulu, yang dibunuh.

Kamuflase
Para pendatang ini masih takut satu tahun sesudahnya, sehingga mereka harus 
menyamar, kata Ilja Hehenkamp. Hehenkamp, 30 tahun, melakukan penelitian untuk 
studi S2nya mengenai strategi yang digunakan para pendatang untuk merasa aman 
sesudah kekerasan di Alexandra. Ada bermacam-macam strategi. Hehenkamp 
menjumpai pendatang yang membawa uang pas untuk taksi sehingga ia tidak usah 
meminta kembalian dan para penumpang lain tidak bisa dengar bahwa ia orang 
asing. Yang lain, menyembunyikan bekas vaksinasi di pundak karena ini beda dari 
warga Afrika Selatan sendiri. 

 Hehenkamp terutama berbicara dengan orang Zimbabwe, kelompok besar di 
Alexandra. Strategi yang paling sering dipakai adalah berbicara bahasa Zulu, 
atau menggunakan nama Zulu dan berbusana Zulu yang disebut gaya pantsula. 
Dengan demikian, anda bisa membayar rasa aman dengan All-stars atau Dickies, 
kata Khumalo. 

Sibosizoe, 18 tahun, yang tinggal di jalan sama dan berdagang dvd, mengalami 
pernyataan Khumalo itu. 'Lebih dari itu, saya memakai jeans, kaos, dan topi', 
tambahnya. "Jadi saya tampak seperti orang Zulu. Nama saya juga bukan nama 
sebenarnya. Nama asli saya Tariro, tapi setiap orang akan segera tahu bahwa 
saya orang Zimbabwe. Dengan penyamaran ini, saya merasa aman." 

"Pokoknya berpakaian seperti orang Afrika Selatan,  berbicara seperti orang 
Afrika Selatan,  bersikap seperti orang Afrika Selatan. Jeans butut, kaos 
bagus, dan topi olah raga. Penampilan luar saya adalah Afrika Selatan. Tapi 
jauh di dalam, saya bukan. ini hanylah samaran. "
 
Bagi orang Zimbabwe yang berbahasa Ndebele, lebih mudah untuk menyamar karena 
bahasa itu mirip dengan Zulu.

Kebutuhan
Hehenkamp berpendapat strategi-strategi itu dibutuhkan. Masih banyak insiden 
kekerasan xenofobia di Afrika Selatan. "Di samping itu, masalah yang menjadi 
pemicu pecahnya kekerasan itu, belum diselesaikan, "tegasnya. Orang asing 
menjadi kambing hitam bagi warga Afrika Selatan yang sudah jenuh dengan 
kemiskinan mereka. Keadaan ini belum ditangani.

"Menurut saya, banyak akar masalah masih belum diselesaikan, misalnya mengapa 
ada persepsi para pendatang itu mencuri rumah dan pekerjaan mereka. Saya pikir, 
ini bisa terjadi lagi, kalau ada insiden pemicunya." 

Hehenkamp sendiri, sebagai seorang asing berkulit putih, tidak menjadi sasaran 
tapi menjadi semacam tontonan di pemukiman. "Saya satu-satunya orang kulit 
putih di sini, jadi saya selalu mengundang reaksi, " katanya sambil tertawa. 

"Sebelum datang ke sini, keluarga dan teman prihatin. Kakak saya bertanya apa 
saya mau mati. Anda sering dengar hal-hal yang buruk saja mengenai pemukiman. 
Namun orang-orang menghargai upaya saya untuk bersusah payah tinggal di sini 
dan memahami kehidupan mereka. Apabila pendatang yang saya ajak bicara 
ketakutan menunjukkan asal mereka, maka sebagai pendatang kulit putih saya 
justru menarik bagi mereka."


* ITALIA PULANGKAN MANUSIA PERAHU AFRIKA

Italia berpesta karena manusia perahu Afrika berhasil dipulangkan langsung ke 
Libia. Tapi PBB sangat khawatir dengan nasib mereka.  Dipulangkannya manusia 
perahu Afrika langsung ke Belgia dirayakan besar-besaran di Italia. Berdasarkan 
perjanjian persahabatan yang baru, marinir Italia menyeret kembali 243 manusia 
perahu ke Libia sebelum mereka bisa menginjakkan kaki di daratan Italia. 
Organisasi pengungsi sangat berang karena mereka tidak diijinkan minta suaka. 
Laporan Sebastiaan Gottlieb dan Martijn van Tol.

Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni menyebut cara terbaru itu sebagai 
titik tolak penting meredam besarnya arus pengungsi dari Afrika. Dia juga 
memuji perjanjian baru itu karena bisa mengakhiri cekcok dengan Malta soal 
penerimaan manusia perahu. Kedua negara ini berselisih soal siapa yang harus 
menerima pengungsi jika tertangkap di luar wilayah perairan kedua negara di 
Laut Mediterania.

Imbalan Besar
Sebagai imbalan kesediaan Libia menampung para pengungsi, Italia memberi 
sejumlah besar uang. Negara itu sudah bicara dengan pimpinan Libia Moammar 
Khadaffy tahun lalu, akan memberi lima milyar euro selama sepuluh tahun 
mendatang. Resminya ini ditujukan sebagai ganti rugi atas pendudukan Italia di 
Libia tahun 1911 hingga 1943. Libia mengatakan akan menggunakan uang terutama 
untuk membangun sekolah, rumah sakit dan jalan bebas hambatan.

Italia sangat antusias tentang persetujuan dengan Libia, namun pelbagai 
organisasi pengungsi khawatir. William Spindler dari UNHCR mengatakan ini 
adalah pelanggaran HAM, karena para pengungsi sekarang tidak bisa minta suaka 
di Italia maupun Libia.

Spindler: "Kami khawatir karena ini adalah tindakan yang menyebabkan orang 
tidak bisa minta suaka. Libia tidak punya sistem suaka yang berfungsi, karena 
tidak menandatangani Konvensi Pengungsi tahun 1961. Oleh karena itu orang tidak 
bisa minta suaka disana." 

Perjalanan Berat
Para manusia perahu Afrika yang dipulangkan itu terutama terdiri dari orang 
Afrika hitam dari Ghana, Nigeria, Cad, Somalia dan Eritrea. Seringkali mereka 
harus menempuh perjalanan panjang menuju pantai Libia dalam kondisi 
memprihatinkan. Wartawan Italia Gabriele del Grande menulis sejumlah laporan 
soal itu.

Gabriele del Grande: "Perjalanan menghabiskan 2000 hingga 3000 euro dan makan 
waktu lama. Sebagian menghabiskan tiga atau empat tahun di jalan. Mereka harus 
diselundupkan sejumlah jaringan kriminal, yang berarti tidak ada garansi. Yang 
lainnya sudah bayar, tapi uangnya kemudian dibawa kabur si penyelundup. Sering 
kali mereka ditangkap, terutama di Libia, dan ditahan dalam kondisi tidak 
manusiawi." 

Mereka yang berhasil mencapai pantai Libia, menyeberang ke Eropa dengan 
perahu-perahu reyot yang selalu kepenuhan. Hingga saat ini mereka ditampung di 
kamp pengungsi di Malta dan di Lampedusa, sebuah pulau Italia. Apa yang menanti 
mereka yang dikirim pulang ke Libia? Gabriele del Grande mengatakan:

Gabriele del Grande: "Kondisi di Libia sangat buruk. Penjara terlalu penuh. 
Tidak ada kebersihan sama sekali. Polisi sering melakukan tindak kekerasan. 
Kami punya banyak saksi mata terjadinya penyiksaan, pemerkosaan perempuan, yang 
dilakukan polisi di kamp pengungsi. Dan apa yang terjadi setelah berbulan-bulan 
ditahan? Pengungsi dipulangkan ke negara asal walaupun ada resiko mereka 
disiksa setibanya mereka di sana." 

Para imigran dan penyelundup manusia tampaknya tahu betul soal perjanjian baru 
Italia dan Libia tersebut. Beberapa bulan belakangan terjadi rangkaian eksodus 
baru dari pelabuhan di Tripoli, Libia. Di tiga bulan pertama tahun ini saja 
sudah 12 ribu orang Afrika menyeberang, dibanding 35 ribu sepanjang tahun 2008. 
Padahal cuaca tiga bulan pertama tahun ini jauh lebih buruk dibanding cuaca 
musim panas.


* TANPA TANAH, TAMIL KHAWATIRKAN MASA DEPAN

Kawasannya bertambah sempit dan pertempuran makin sengit. Macan Tamil tinggal 
memiliki jalur kecil sepanjang beberapa kilometer di Utara Sri Lanka. Tentara 
Sri Lanka mengatakan, pihaknya akan menaklukkan semua kawasan Macan Tamil. 
Apakah nanti masih ada tanah tersisah buat mereka di Sri Lanka? Laporan Hans 
Jaap Melissen.

Sekitar 50.000 orang Tamil berdesak-desak tinggal di kawasan seluas beberapa 
kilometer per segi di Sri Lanka. Ini adalah akibat dari operasi tentara Sri 
Lanka yang intensif terhadap Tamil. Ratusan orang Tamil tewas akibat serangan 
artileri di kawasan itu akhir pekan lallu. Tentara dan pemberontak saling 
menyalahkan siapa yang melakukan pertumbahan darah.

Intimidasi
Trincomalee, sebuah kota di pantai Timur Laut Sri Lanka, tampaknya tenang. 
Hanya beberapa penerbangan helikopter membuat orang teringat pada pertempuran 
sengit dI Utara. 

Beberapa tahun silam Trincomalee masih menjadi kawasan rebutan. Macan Tamil 
ingin memasukkan  kawasan yang berpenduduk mayoritas Tamil ini ke dalam negara 
Tamil yang tidak resmi. Setelah serangan  besar-besaran tentara pemerintah 
bertambah kuat posisinya. Tapi ini tidak membawa perbaikan bagi posisi Tamil, 
tanda seorang pria Tamil.

"Saya tidak bisa mengatakan, bahwa kami sekarang memiliki perdamaian. Tidak 
seperti sebelum 1948, tahun kemerdekaan Sri Lanka. Ketika itu kami merdeka. 
Tapi sekarang polisi dan tentara mengawasi kami dan mengintimidasi semaunya."

Jangan mengeluh
Gubernur provinsI Timur, Mohan Wijewickrama, menilai, orang Tamil tidak kurang 
apa-apa di kawasannya sendiri. "Penduduk terjebak di pangkuan Macan Tamil, 
karena pemerintah selalu mengabaikan orang Tamil." Sang gubernur yakin masa 
depan cerah. Ia berpendapat, provinsinya bisa menjadi contoh bagi kawasan Utara 
pulau itu, kalau ditaklukkan kembali dari Macan Tamil. 

Mohan Wijewickrama: "Pertama yang harus terjadi adalah memulangkan pengungsi. 
Setelah itu pemerintahan sipil harus dikembalikan dan tentara harus minggir. 
Kemudian demokrasi harus kembali lagi."

Dari ibu kota Kolombo, politikus Tamil Sampanthan melihat bagaimana Macan Tamil 
kalah perang. Ia sendiri telah mengambil jarak dari kekerasan. Sampanthan ingin 
melanjutkan perjuangan dengan cara berpolitik. Ia berharap, pemerintah tidak 
terlalu merasa menang, sehingga tidak mau lagi berunding untuk menambah hak-hak 
warga Tamil.

Sampanthan: "Kalau Tamil semakin ditekan dan diperlakukan sebagai warga kelas 
dua, maka pemerintah ini salah besar."

Akibat "kesalahan" itu, boleh saja dibilang Tamil tidak punya wilayah lagi, 
tapi mereka akan meneruskan perang gerilya. Walaupun di negara yang sudah bosan 
dengan perang, karena sudah lebih 25 tahun mengalami perang saudara. 

Sampanthan: "Mungkin karena orang sudah bosan dengan perang, tapi tidak bosan 
dengan cita-cita politik mereka. Dan ini sudah mengakar. Mereka bercita-cita 
agar bisa memelihara bahasa, budaya dan identitas mereka."

Pemerintah Sri Lanka tidak bersedia tunduk pada tekanan luar negeri untuk 
memberlakukan jeda perang. Alasannya, Kolombo takut nanti dimanfaatkan Tamil 
untuk mempersenjatai diri.


* TURIS BELANDA DIDUGA TERJANGKIT FLU MEKSIKO

Seorang turis perempuan Belanda berusia 32 tahun masuk karantina rumah sakit 
Sanglah di Denpasar Bali karena diduga terkena flu Mexico. Bagaimana kondisinya 
saat ini? Wartawan Bali Gde Suwardana melaporkan.   

Direktur utama rumah sakit Sanglah I Gusti Lanang Made Rubiarta mengatakan 
pasien berada dalam kondisi baik. Dari gejala yang dideteksi selama ini kecil 
kemungkinan pasien menderita flu Mexico atau yang di Bali disebut flu babi. 
Untuk kepastian harus menunggu pemeriksaan sample dari laboratorium. 
Diperkirakan pasien dinyatakan boleh pulang setelah 2 hari. 

Kantor bandara Ngurah RAI mengobservasi sekitar 12 orang yang duduk di sekitar 
sang pasien dalam pesawat. Para penumpang ini dicatat datanya dan selama di 
Bali mereka akan diobeservasi oleh petugas kesehatan Bali. Tidak ada kepastian 
apakah mereka ini orang Belanda. 

Kasus ini tidak ada hubungan dengan Mexico, pusat flu AH1N1. Biarpun dari 
gejala klinis tidak ada hubungannya dengan flu babi, namun karena pasien 
berasal dari Belanda, negara yang dinyatakan WHO, Badan Kesehatan Dunia sebagai 
salah satu negara yang kejangkitan ful babi, maka ia harus diobservasi. Kalau 
tenyata boleh keluar maka ia boleh ke mana saja di Bali.

Wawancara selengkapnya bisa anda ikuti di: www.ranesi.nl


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke