---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 28 Mei 2009 14:40 UTC



** PBB TIDAK USUT PELANGGARAN HAM DI SRI LANKA

** TALIBAN TANGGUNG-JAWAB LEDAKAN DI LAHORE 

** BELUM ADA KEPASTIAN MENGENAI OPEL

** FILM TANJA NIJMEIJER

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA : PARTAI KEBEBASAN  WILDERS, DITERIMA RAKYAT ?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL : MUNCUL LAGI FILM TANJA NIJMEIJER 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : STASIUN TANJUNG PRIUK REBUT KEMBALI PESONA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA : INDONESIA LIRIK PASAR EROPA 

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS : PEREMPUAN TIDAK COCOK SEBAGAI KEPALA POLISI 
& DILEMA KOREA UTARA 



* PBB TIDAK USUT PELANGGARAN HAM DI SRI LANKA

PBB tidak akan mengusut pelanggaran HAM di Sri Lanka. Pengusutan itu diusulkan 
oleh Uni Eropa namun ditolak oleh lembaga HAM PBB. Pemerintah Sri Lanka dengan 
kekerasan menumpas gerilyawan Macan Tamil yang memberontak selama 
bertahun-tahun. Hal itu justru dipuji oleh mayoritas anggota lembaga HAM PBB. 
Mereka juga tidak keberatan dengan larangan kepada organisasi-organisasi 
bantuan untuk menghubungi korban perang saudara. Menteri luar negeri Belanda 
Maxime Verhagen mempertanyakan citra lembaga HAM PBB tersebut. Ia menyebut 
keputusan lembaga itu "tidak pada tempatnya".


* TALIBAN TANGGUNG-JAWAB LEDAKAN DI LAHORE

Sebuah kelompok Taliban di Pakistan menyatakan bertanggung-jawab atas aksi 
bunuh diri Rabu kemarin di Lahore. Tiga pria bersenjata menyerang sebuah kantor 
polisi. Sebuah mobil pengangkut barang yang penuh bahan peledak, kemudian 
meledak. Paling tidak 24 orang tewas, 300-an luka-luka. Kerusakan material, 
luar biasa. Di internet, sebuah kelompok Taliban yang menamakan diri 
Tehrik-i-Taliban Punjab menyebut ledakan tersebut merupakan aksi balas dendam 
serbuan tentara Pakistan di lembah Swat, di Pakistan timur laut. 
Di bulan Maret kelompok Taliban menyerang sebuah bis yang mengangkut pemain 
cricket Sri Lanka. 4 orang tewas. Beberapa minggu kemudian kelompok Taliban 
menyerbu sebuah sekolah polisi di Lahore, yang menewaskan 14 orang.


* PENDIRI ORGANISASI SOSIAL DIVONIS 65 TAHUN PENJARA

Hakim di Amerika memvonis hukuman penjara 65 tahun kepada 2 orang pendiri 
sebuah organisasi sosial. Menurut hakim di Dallas negara bagian Texas 
organisasi "The Holy Land Foundation" bersalah karena mengirim dana lebih dari 
12 juta dollar kepada Hamas. 3 pegawai organisasi tersebut divonis 15 sampai 20 
tahun penjara. Menurut The Holy Land Foundation dana tersebut hanyalah 
digunakan untuk membantu pengungsi Palestina tetapi menurut hakim, pemerintah 
Amerika menganggap Hamas sebagai sebuah organisasi teroris.
Dulu organisasi The Holy Land Foundation termasuk organisasi sosial Islam 
terbesar di Amerika Serikat. Organisasi tersebut kemudian dilarang setelah 
serangan 11 September.


* BELUM ADA KEPASTIAN MENGENAI OPEL

Perundingan selama berjam-jam di Berlin tidak menghasilkan keputusan mengenai 
masa depan pabrik mobil Opel yang mengalami kesulitan. Direksi induk perusahaan 
General Motors dan pemerintah Jerman berunding sampai larut malam mengenai 
calon pembeli. Sekarang tinggal dua calon yaitu pabrik mobil Fiat dari Italia 
dan sebuah perusahaan suku cadang Magna dari Kanada. Menurut menteri 
perekonomian Jerman Karl-Theodor Guttenberg, kedua calon harus kembali menyusun 
strategi mereka. Sebelum berunding Guttenberg sudah mengingatkan bahwa tawaran 
para calon belum cukup memadai. 
Keputusan terakhir berada di tangan General Motors, tapi pemerintah Jerman 
punya pengaruh besar karena memberikan suntikan bantuan milyaran Euro. 
Perundingan akan dilanjutkan Jum'at besok.


* FILM TANJA NIJMEIJER

Tanja Nijmeijer seorang gadis Belanda pada tahun 2003 tampil dalam sebuah film 
sebagai gerilyawan FARC Colombia. Dalam film itu ia berperan sebagai penerjemah 
antara para komandan gerilyawan FARC dengan 3 sandera Amerika. Tayangan film 
tersebut sejauh ini merupakan satu-satunya penampilan Tanja Nijmeijer selama 
ini.
Radio Nederland memperoleh film tersebut dari seorang wartawan Kolombia, Jorge 
Enrique Botero. Tanja Nijmeijer hanya terlihat dari belakang dan dari samping. 
Dinas rahasia Amerika dan Kolombia memastikan bahwa sosok itu adalah Tanja 
Nijmeijer berdasarkan rekonstruksi suaranya. 
Awal bulan ini, kejaksaan Kolombia mengumumkan bahwa Tanja Nijmeijer diusut 
karena ia dicap sebagai seorang gerilyawan. Belum jelas apakah film itu akan 
digunakan untuk pengusutannya. 
Sejak ditemukan buku hariannya pada tahun 2007, tidak ada kabar lagi mengenai 
gadis Belanda itu.


* SASTRAWAN PERU DI-INTEROGASI

Sastrawan Peru,  Mario Vargas Llosa ditahan beberapa saat ketika tiba di 
bandara Maiquetia - Caracas ibu kota Venezuela. Paspornya disita dan 
di-interogasi selama satu jam. Sastrawan berumur 73 tahun itu dikenal vokal 
mengkritik presiden Venezuela, Hugo Chavez. Ia menyebut Chavez sebagai populis 
dan korup.
Vargas sudah diperingatkan agar bersikap lebih hati-hati kalau tidak ia bisa 
diusir. Vargas berkunjung ke Venezuela untuk menghadiri sebuah forum mengenai 
kebebasan dan demokrasi.


* BERITA BURSA

Pasar saham dan bursa Eropa dibuka hari ini dengan rugi besar. Seperti di 
Amerika dan Asia, muncul kecemasan mengenai kenaikan bunga. Para pemilik saham 
dan bursa juga mencemaskan kebangkrutan pabrik mobil General Motor. 
Hari ini nilai index AEX di Amsterdam dibuka dengan 1,4% lebih rendah pada 
260,42
Di London, Paris dan Frankfurt nilai index juga turun antara a dan 1,3%

Di Tokio nilai index Nikkei hari ini naik tipis 0,1% pada 9.451,39

Hari ini nilai tukar Euro tercatat $ 1,3847
Di Jakarta nilai tukar Euro tercatat Rp. 14.354,- 
dan dollar Amerika = Rp. 10.360,-

cuaca di Hilversum berawan. suhu berkisar pada 17 derajat celsius.


* PARTAI KEBEBASAN  WILDERS, DITERIMA RAKYAT ?

"Saya akan memilih Geert Wilders." Hati-hati apabila anda mengungkapkan ini. 
Dalam dua tahun belakangan Geert Wilders paling banyak disorot media ketimbang 
politikus Belanda lain. Menurut jajak pendapat terbaru, Partai Kebebasan 
pimpinannya bisa menjadi partai terbesar di Belanda. Namun mendukung Geert 
Wilders belum diterima secara universal.  Laporan redaktur politik John Tyler. 

Pemilihan parlemen Eropa pekan depan merupakan kesempatan pertama Partai 
Kebebasan  mewujudkan apa yang dikatakan jajak pendapat terbaru itu. Dapatkah 
Geert Wilders diterima masyarakat? 

Dukungan kepada Wilders terutama datang dari kaum buruh yang merasa tidak 
dilibatkan dalam sistem politik. Tapi sejak Februari lalu Wilders dilarang 
masuk Britania Raya, dan sejak rencana pengadilan terhadap dirinya di Belanda 
karena ia telah menebar kebencian, ia juga mendapat dukungan dari luar 
pendukung intinya.

Komentator olahraga terkenal menyatakan akan memilih Partai Kebebasan. Jajak 
pendapat menunjukkan dukungan bagi Wilders dari kelompok berpendidikan tinggi 
pun meningkat. Ilmuwan politik Andre Krouwel tidak terkesan dengan penafsiran 
baru Wilders tentang kebebasan berpendapat.


Andre Krouwel: "Banyak orang melihat bahwa ia munafik ketika mengatakan, 'saya 
harus bisa masuk Britania Raya, karena saya ingin itu, saya harus bisa 
bepergian bebas', tapi ia kemudian menyatakan, orang tak bisa masuk Belanda. 
Menurutnya ia seharusnya bisa mengungkapkan apa saja yang diinginkan. Tapi pada 
waktu yang sama anda tidak boleh membaca al Quran dan tidak boleh mengatakan 
sesuatu yang berbau islam."



Kebebasan berpendapat
Tapi munafik atau tidak, masalah kebebasan berpendapat digandrungi banyak orang 
yang berpendidikan tinggi. Menurut sosiolog Dick Pels, Wilders ada benarnya.

Pels: "Wilders tentu saja berhasil dalam mengklaim bahwa ia adalah korban dari 
sempitnya definisi kebebasan berpendapat di Belanda. Dalam hal ini, ia benar. 
Saya mendukung pendapat yang mengatakan bahwa kebebasan berpendapat terlalu 
sempit digambarkan dalam konstitusi Belanda. Saya sendiri tidak akan 
mencontreng Wilders, tapi ada sejumlah orang yang dalam hal ini berpikir, bahwa 
Wilders mungkin adalah orang yang paling menonjol mewakili pemikiran bahwa 
kebebasan berpendapat harus dibela."

Lebih diterima

Dan inilah yang membantu Wilders untuk lebih bisa diterima. Tapi Andre Krouwel 
mengatakan, menanyakan apakah Willders sendiri akan pernah diterima masyarakat 
luas, adalah sebuah pertanyaan salah.

Andre Krouwel: "Yang lebih penting bukan apa yang dilakukan Wilders. Ia tidak 
masalah. Ia tidak akan pernah menjadi cukup penting, ia tidak bakal pernah 
masuk pemerintahan. Atau kalau memang itu terjadi, partainya akan hancur. Yang 
penting adalah apa yang akan dilakukan oleh dua partai kanan lainnya. Kalau 
mereka mengkopi agendanya, maka semuanya akan berubah, karena kalau demikian, 
ia benar-benar membawa dua partai lain itu ke kanan dan ke tingkat di mana 
mereka akan membatasi hak-hak kelompok tertentu, yakni orang Maroko dan muslim."

Jadi Wilders sebagai katalisator untuk mengukur apakah pemikiran kanan diterima 
secara sosial. Walau bagaimana pun, Wilders sudah berhasl mengubah arah debat 
politik.


* MUNCUL LAGI FILM TANJA NIJMEIJER

Pada tahun 2003 Tanja Nijmeijer, seorang gadis Belanda, tampil sebagai seorang 
pejuang gerilya Kolombia, dalam sebuah film dokumenter. Ia terlihat sebagai 
penerjemah seorang komandan tinggi. Koresponden Radio Nederland Wereldomroep, 
Edwin Koopman, berhasil memperoleh gambar gambar film tersebut, dari pembuat 
film tersebut.

Pada gambar film tampak Tanja Nijmeijer dari belakang dan dari samping. Ia 
duduk di muka meja lonjong, di barak kayu, bersama tiga orang sandera Amerika, 
dan dua orang komandan gerakan revolusioner FARC, serta seorang jurnalis beken 
Kolombia, Jorge Enrique Botero. Di latar belakang tampak berdiri para 
gerilyawan bersenjata.

Tanja Nijmeijer bisa dikenali dari rambutnya yang hitam lurus, dan topi yang 
dikenakannya dalam foto yang kini sudah tersebar luas. Suaranya sama, dengan 
suara yang terdengar dalam pesan video bagi keluarganya.

Aksen Kolombia
Dalam bagian pertama film dokumenter ini, ia tampak sedang menerjemahkan 
percakapan antara seorang komandan FARC dengan tiga warga Amerika, yang diculik 
enam bulan sebelumnya. Mono Jojoy salah seorang komandan tertinggi, menjelaskan 
pada para sandera, bahwa ia akan mengusahakan pertukaran tawanan. Walaupun 
kualitas suara buruk, dapat terdengar bahwa Tanja Nijmeijer fasih berbahasa 
Inggris, dan bahasa Spanyol, dengan aksen Kolombia.
Tanja Nijmeijer : ... kalian melanggar kedaulatan kami. Dan sejak saat ini, 
kalian adalah tawanan perang kami. Tujuan kami adalah, menjaga kalian tetap 
hidup, sebagai bagian dari rencana pertukaran tawanan.

Di adegan selanjutnya, Tanja Nijmeijer menerjemahkan beberapa pertanyaan dari 
seorang komandan lainnya. Komandan ini menyatakan, pada saat diculik, tiga 
warga Amerika ini memiliki dokumentasi berisi informasi mengenai gerakan 
gerilya.
Tanja Nijmeijer :"... ketika kami menemukan barang barang milik kalian di 
pesawat, ternyata kalian memiliki banyak bahan informasi mengenai organisasi 
kami. Coba jelaskan hal itu". 

Kemudian para sandera berbicara langsung pada Tanja Nijmeijer, karena mereka 
tidak memahami terjemahan sepenuhnya. Mereka berbicara dalam bahasa Inggris, 
mengenai pernyataan sang komandan, bahwa jika tentara mencoba membebaskan para 
sandera, mereka akan dibunuh.

Komandan menjelaskan pada para sandera bahwa mereka tidak akan dibunuh. Tanja 
Nijmeijer lalu menerjemahkannya dalam bahasa Inggris.
Tanja Nijmeijer : "Kami tidak akan membunuh kalian. Pihak yang akan membunuh 
kalian adalah orang orang yang datang ke sini yang mencoba membebaskan kalian". 

Salah satu sandera bertanya meminta penjelasan dan Tanja Nijmeijer bertanya 
pada sang komandan dalam bahasa Spanyol.
Tanja Nijmeijer : "Jadi yang mereka katakan adalah jika tentara Amerika datang 
ke sini untuk membebaskan kalian, kalian akan dibunuh.

Pengenalan suara
Gambar gambar tersebut dibuat pada tahun 2003. Sejauh ini, Tanja Nijmeijer 
belum pernah terdengar dan terlihat bertindak sebagai seorang gerilyawan. 
Menurut beberapa sumber pemerintah, dinas rahasia Amerika dan Kolombia, 
berdasarkan metode pengenalan suara, bisa dipastikan bahwa gadis tersebut 
adalah Tanja Nijmeijer. Sejauh mana gambar gambar ini akan menjadi bagian dari 
proses pengadilan terhadap Tanja Nijmeijer, masih belum jelas. Awal Mei ini, 
Kejaksaan Kolombia mengumumkan akan menuntut Tanja Nijmeijer ke pengadilan 
dengan tuduhan melakukan pemberontakan.

Opname film ini dibuat oleh wartawan Kolombia, Jorge Enrique Botero. Ia 
diundang oleh FARC untuk membuat film tentang para sandera, guna membuktikan 
bahwa mereka masih hidup. Beberapa waktu kemudian Jorge Enrique Botero mengolah 
opname film ini menjadi dokumenter, dengan judul "Disandera di Kolombia". 
Keberadaan opname film ini mulai diketahui umum, berkat  buku kenangan yang 
ditulis oleh tiga sandera Amerika tersebut. Mereka tahun lalu berhasil 
dibebaskan oleh tentara Kolombia. Dalam buku tersebut, mereka menceritakan 
tentang opname film dan pertemuan dengan Tanja Nijmeijer. Mereka menggambarkan 
Tanja Nijmeijer sebagai "gadis yang sangat menarik, tapi tampak sangat tidak 
cocok mengenakan seragam FARC".

Sejak saat opname film tersebut, masih perlu waktu empat tahun, hingga Tanja 
Nijmeijer menjadi terkenal di Belanda. Pada bulan September 2007, tentara 
Kolombia mengumumkan buku harian Tanja Nijmeijer, yang mereka temukan saat 
melakukan serbuan pada sebuah markas gerilya. Sejak saat itu, tidak ada berita 
baru lagi tentang Tanja Nijmeijer. Diperkirakan, ia kini kembali aktif berjuang 
sebagai gerilyawan.


* STASIUN TANJUNG PRIUK REBUT KEMBALI PESONA

Setelah sepuluh tahun terbengkalai, beberapa waktu lalu, Stasiun Kereta Api 
Tanjung Priuk kini hidup kembali. Ini bukan sembarang stasiun, karena  
menyimpan sejarah perekonomian yang penting pada masanya. Semasa terlantar, 
stasiun ini berubah kumuh, jadi rumah bagi puluhan tunawisma. Setelah 
diresmikan Presiden Yudhoyono, Stasiun Tanjung Priuk ingin merebut pesonanya 
kembali. Laporan  KBR68H.

Matahari nyaris terbenam, tapi tak menyurutkan denyut aktivitas di Stasiun 
Kereta Api Tanjung Priuk. Semakin sore, justru kian ramai. Di loket, terlihat 
orang berkerumun mengantri. Loket ini tak jauh letaknya dari pintu masuk utama 
stasiun. Melangkah sedikit ke ruang tunggu, puluhan calon penumpang duduk setia 
menunggu kereta datang. 

Agustiar menunggu kereta yang akan membawanya pulang ke Bekasi, seusai kerja. 
Tak jauh dari Agustiar, ada Sugianto besama anaknya yang baru dua tahun, juga 
mau pulang ke Bekasi.

Agustiar: "Saya tinggal di daerah Bekasi. (-Kerjanya di Tanjung Priuk?) Kerja 
kadang-kadang di Tanjung Priuk, kadang-kadang di Jakarta Salemba. (-Jadi sering 
naik kereta api dong?) Iya sering."

Sugianto: "Yah tertolonglah pak. Kalau berangkat kerja kan rada murahan dikin. 
Kalau dulu dari Bekasi ongkosnya mahal. Sekarang cuma bayar 2000 sudah sampai." 

Agustiar dan Sugianto belum lama memanfaatkan kehadiran Stasiun Tanjung Priuk.  
Sepuluh tahun silam, stasiun ini hanya teronggok begitu saja di tengah 
keramaian Jakarta Utara. Tak ada kereta yang lalu lalang di sana. Baru April 
lalu, stasiun tua ini bergeliat, mulai melayani sejumlah rute perjalanan kereta 
api. 

Stasiun tua ini sudah berusia hampir seabad. Ciri khas stasiun ini adalah kubah 
megah, membentang dengan lebar 50 meter, sepanjang sekitar 100 meter. Sang 
arsitek merancang kubah ini untuk menaungi peron tempat penumpang naik dan 
turun kereta; tampilannya mirip dengan stasiun yang ada di Amsterdam, Belanda. 

Stasiun ini berhenti beroperasi pada awal tahun 2000-an. Kepala Stasiun Tanjung 
Priuk Muhammad Basyir mengatakan, kendala utamanya adalah dana. Ketika itu, 
Perusahaan Umum Kereta Api berubah status menjadi PT Kereta Api Indonesia. 
Perubahan membuat stasiun ini tidak mendapat kucuran dana dari pemerintah. 
Pemasukan dari tiket tak menjanjikan, sementara biaya operasional dan gaji 
pegawai harus tersedia. 

Muhammad Basyir: "Karena gini, waktu peralihan dari Perum ke PT Kereta Api, 
kami memikirkan, mungkin kalau PT masih memikirkan untung rugi. Tapi kalau di 
sini masih kurang. Di sini dulu animo masyarakat untuk naik kereta api masih 
kurang."

Setelah tak beroperasi, stasiun ini terbengkalai dan terlupakan. Giliran 
tunawisma yang melirik tempat ini sebagai rumah mereka. Puluhan gubuk liar 
bermunculan, dari dalam stasiun hingga di pinggiran rel. Suasana yang semula 
hiruk pikuk berganti sepi dan suram. Wargono, warga yang tinggal di sekitar 
stasiun, jadi saksi betapa kumuhnya stasiun kala itu. 

Wargono: "Kumuh sekali mas. Karena gubuk-gubuknya nggak teratur. Namanya gubuk 
liar begitu. Dari triplek-triplek, karpet-karpet. Banyak sekali. (-Itu yang 
tinggal warga mana?) Warga pendatang. Gelandangan istilahnya."

Ketika malam datang, stasiun ini bertambah lagi fungsinya, menjadi tempat 
pelacuran. Pela-pela, begitu warga menamai. Ini adalah singkatan dari 
'pelacur-pelacur', yang banyak menghuni tempat tersebut. Tiap malam, keramaian 
pela-pela bercampur dengan kegelapan dan irama musik dangdut musisi jalanan. 
Situasi yang demikian membuat tempat ini rawan dengan tindak kejahatan. 

Karena stasiun ini punya nilai sejarah yang kental, Presiden Yudhoyono 
menyempatkan diri meresmikan beroperasi kembalinya Stasiun Tanjung Priuk. 

SBY: "Dan dengan terlebih dahulu memohon Ridho Allah SWT, saya mengucapkan 
Bismillah ir-Rahman ir-Rahim. Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priuk, 
dengan ini saya nyatakan resmi penggunaannya." 

Pemugaran dimulai akhir 2008 oleh Departemen Perhubungan. Tidak lebih dari tiga 
bulan, pemugaran selesai dilakukan. Beberapa bagian bangunan yang sudah rapuh, 
seperti atap, dinding, lantai hingga pagar stasiun disulap menjadi cantik 
kembali. Biaya pemugaran mencapai sembilan milyar rupiah. Itu belum termasuk 
rehabilitasi rel dari Jakarta Kota menuju Tanjung Priuk. Sampai kelak stasiun 
dan pendukungnya rapi jali, dana yang disiapkan mencapai 30 milyar rupiah. 

Pemugaran Stasiun Tanjung Priuk disambut gembira, terutama oleh komunitas 
pengguna kereta. Ketua Masyarakat Pelestari Kereta Api Indonesia IRPS, Aditya 
Dwi Laksana mengatakan, stasiun ini lebih dari sekadar stasiun, tapi sekaligus 
sebagai benda cagar budaya yang menyimpan sejarah perkereta-apian Indonesia. 

Aditya Dwi Laksana: "Kalau kita lihat, stasiun Tanjung Priuk merupakan salah 
satu cagar budaya yang dilindungi. Tapi selama bertahun-tahun kondisinya sangat 
kumuh dan tidak terawat. Dan itu memang sangat memprihatinkan. Dengan 
pengoperasian kembali stasiun ini dan jalur kereta api di Stasiun Tanjung 
Priuk, maka diharapkan stasiun itu bisa kembali hidup dan bermakna. Dan bisa 
menjadi tulang punggung transportasi di Jakarta dan sebagai cagar budaya yang 
dilindungi."

Stasiun Kereta Api Tanjung Priuk merentang sejarah lebih seabad silam. 
Mula-mula stasiun letaknya sekitar satu kilometer ke sebelah utara dari 
lokasinya sekarang. Seiring meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Tanjung Priuk, 
Stasiun Tanjung Priuk lama tidak mampu lagi menampung arus penumpang dan 
barang. Akhirnya tahun 1914 pemerintah Hindia Belanda saat itu memutuskan untuk 
membangun stasiun baru yang lebih besar. Stasiun itulah yang menjadi stasiun 
kereta api Tanjung Priuk yang kita kenal saat ini.

Pada masa jayanya, Stasiun Tanjung Priuk memainkan peran perekonomian yang 
penting. Pengamat sejarah kota Jakarta, Zefrie Alkatiri mengatakan, stasiun ini 
jadi jalur utama pengangkutan sejumlah bahan kebutuhan pokok. Barang diambil 
dari Pelabuhan Tanjung Priuk, lantas disebarluaskan ke sejumlah kota di Pulau 
Jawa, lewat rel-rel kereta. Saat itu, stasiun ini jadi bangunan paling modern 
dibandingkan bangunan lainnya. Arsitektur bergaya Eropa membuat stasiun ini 
jadi bangunan paling megah di Batavia, nama lawas Jakarta. 

Zefrie Alkatiri: "Jelas bahwa saat itu teratur, bersih, rapih, seperti juga 
banyak bagian dari Batavia yang diperhatikan pemerintah. Sehingga terlihat 
kerapihannya, dan perawatannya. Sehingga menjadi gedung yang lebih baik."

Ketua Masyarakat Pelestari Kereta Api Indonesia Aditya Dwi Laksana sepakat. 
Fasilitas yang dimiliki Stasiun Tanjung Priuk kala itu jauh lebih lengkap 
dibandingkan dengan Stasiun Jakarta Kota atau yang dulu bernama Batavia Ooster 
Spoorweg. Disingkat BOS. Di kemudian hari, nama BOS itu akrab disebut BEOS oleh 
lidah orang Jakarta. 

Aditya Dwi Laksana: "Konon pada waktu itu ada hotel transitnya juga, karena 
para orang-orang Belanda itu, sambil menunggu kereta yang selanjutnya, mereka 
nginap di hotelnya juga. Bahkan mereka bisa naik ke lantai paling atas untuk 
berjemur sambil menikmati pemandangan Pelabuhan Tanjung Priuk dulu. Jadi sangat 
sayang kalau stasiun itu tidak dilestarikan."

Dengan nilai sejarah yang begitu kental, Stasiun Tanjung Priuk lantas 
ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 1993. Ini artinya, bangunan tidak 
boleh diubah dari bentuk semula, harus dilindungi dan dilestarikan. Kalau sudah 
begini, maka potensi wisatanya mesti terus diasah supaya stasiun makin 
berkilau. 

Kepala Dinas Pariwisata Jakarta Arie Budiman mengatakan, Stasiun Tanjung Priuk 
bisa jadi obyek wisata tua terbaru di ibukota. 

Arie Budiman: "Saya kira apresiasi untuk menikmati bangunan-bangunan cagar 
budaya ini memiliki pasar yang potensial, baik di dalam maupun luar negeri. 
Maka dari itu, kami dari dinas pariwisata, berupaya agar kita mampu untuk 
melakukan rehabilitasi yang menyeluruh."

Nantinya, di Stasiun Tanjung Priuk akan disiapkan kereta wisata. Kata Arie, itu 
baru rencana awal mengembangkan potensi wisata stasiun. Kelak, bisa jadi ada 
museum mini yang bercerita tentang sejarah stasiun.


* INDONESIA LIRIK PASAR EROPA

Di tengah krisis finansial dunia, Indonesia dinilai memiliki prospek ekonomi 
yang   baik. Oleh sebab itu, upaya meningkatkan investor asing terus dilakukan. 
Eropa merupakan salah satu pasar yang dilirik agar para pengusahanya 
ramai-ramai menanamkan modalnya di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk 
mendongkrak investor Eropa, di antaraya upaya maksimal yang dilakukan oleh 
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Britania Raya, seperti dituturkan oleh 
Duta Besar Yuri Octavian Thamrin.

Investasi Inggris di Indonesia sudah menduduki peringkat kedua setelah Jepang. 
Berbagai jalan dilakukan oleh kedubes RI di Inggris dengan melakukan promosi 
investasi melalui berbagai pintu. Di antaranya melalui pemerintah, lembaga 
pemikir, partai politik dan organisasi-organisasi non pemerintah atau NGO. 
Tampaknya banyak minat investor Inggris di Indonesia. Mereka percaya pada 
prospek ekonomi Indonesia. Para investor Inggris kebanyakan menanamkan 
investasinya di sektor energi.

Jadi prospek ekonomi yang baik itulah yang terus diungkapkan dan memberi tahu 
peluang-peluang investasi yang ada di Indonesia serta kemudahan apa saja yang 
bisa diberikan di Indonesia. Kalau dari segi perdagangan dengan Indonesia, 
perdagangan bilateral Inggris Indonesia berada di nomor tiga, setelah Jerman 
dan Belanda.  

Selain itu para investor Inggris juga tertarik di bidang perkebunan, retail, 
perbankan dan otomotif. Perdagangan Indonesia dan Inggris mencapai 2,3 milyar 
dolar setahun dan mengalami surplus. Namun masih banyak yang harus dilakukan, 
antara lain bekerja sama dengan museum misalnya. 

Selain itu cara tradisional juga dilakukan Kedubes RI di Inggris yaitu 
mengikuti World Tourism Market. Di samping itu KBRI juga memutar film Indonesia 
dengan mengundang orang-orang Inggris dan menggelar kursus bahasa Indonesia. 

Ikuti wawancara dengan Dubes Yuri Octavian Thamrin di situs web kami: www. 
ranesi.nl


* PEREMPUAN TIDAK COCOK SEBAGAI KEPALA POLISI & DILEMA KOREA UTARA

Pucuk pimpinan kepolisian Belanda merasa ditekan oleh kementrian dalam negeri. 
Pasalnya menteri ter Horst yang membawahi kepolisian mendesak agar lowongan di 
pucuk pimpinan polisi diprioritaskan pada polisi perempuan atau polisi 
keturunan masyarakat pendatang. Apakah ini mengorbankan calon dengan kwalitas 
terbaik ? 

Eveline Rutten yang menduduki salah satu posisi penting di kepolisian wilayah 
Kennemerland ditolak ketika melamar untuk menjadi kepala polisi propinsi 
Zeeland, Belanda baratdaya. Menurut komisi yang mengujinya, Eveline Rutten 
tidak punya kwalitas yang memadai untuk memimpin korps polisi tingkat propinsi.

"Perempuan Tidak Cocok Sebagai Kepala Polisi" halaman muka koran DE TELEGRAAF. 

Perang dingin antara pucuk pimpinan kepolisian Belanda dengan kementrian dalam 
negeri, sudah berlangsung cukup lama. Menteri ter Horst tahun lalu menolak 
penunjukan seorang polisi pria sebagai kepala polisi. Dan kini giliran pihak 
kepolisian yang menolak seorang calon polisi perempuan yang diusulkan 
kementrian dalam negeri untuk jabatan kepala polisi propinsi Zeeland.

Eveline Rutte yang kini menduduki jabatan penting di kepolisian wilayah 
Kennemerland tidak mau berkomentar. Dalam sebuah kongres bagi para polisi 
perempuan di bulan November ia menyayangkan bahwa pucuk pimpinan polisi 
dikuasai kaum pria. Namun ia menambahkan bahwa situasi dan kondisi itupun 
merupakan tanggung-jawab polisi perempuan.

Menteri dalam negeri Guusje ter Horst tetap pada pendiriannya agar paling tidak 
50% dari semua jabatan kepala polisi harus di-isi oleh polisi perempuan atau 
polisi pria keturunan warga pendatang. Demikian DE TELEGRAAF.

Topik kedua mengenai Korea Utara. Dalam waktu singkat, Korea Utara melakukan 
berbagai uji coba nuklir dan roket. Dulu, uji coba nuklir Korea Utara dianggap 
untuk menarik perhatian Amerika. Pyongyang mau mendesak Washington untuk 
menghidupkan kembali perundingan bilateral. 

Presiden Obama sudah bersedia dan bahkan mengirim utusan khusus Stephen 
Bosworth, tapi Pyongyang tetap melakukan uji conba nuklir. Apa sebenarnya yang 
di-inginkan Pyongyang, tanya koran DE VOLKSKRANT ?

Menurut seorang mantan diplomat Belanda yang ikut dalam perundingan dengan 
Korea Utara semasa Bill Clinton, Pyongyang mau agar Washington mengakui 
pemerintah Korea Utara, siapapun yang berkuasa di Gedung Putih. Hal ini tentu 
dikaitkan dengan sikap George Bush yang mencap Korea Utara sebagai salah satu 
negara poros kejahatan disamping Irak.

Kedua, Pyongyang menolak segala bentuk perundingan untuk menghentikan produksi 
nuklir. Tapi Korea Utara selalu bersedia ikut dalam perundingan untuk mengawasi 
persenjataan. Perundingan 6 negara untuk menghentikan ambisi nuklir Korea Utara 
dirubah menjadi perundingan bilateral untuk mengurangi persenjataan antara 
Amerika dengan republik Rakyat Korea.

Dan yang ketiga, Pyongyang menuntut jaminan keamanan dari Washington. Maksudnya 
menghormati proses perombakan yang tengah dilakukan Korea Utara, paling tidak 
itulah yang dimaksud oleh Pyongyang.

Kebijakan terbaik yang bisa ditempuh Washington adalah mencari keseimbangan. 
Disatu pihak tidak tinggal diam kalau Pyongyang kembali melakukan uji coba 
roket atau nuklir, dan dpihak lain tetap membuka kesempatan bagi Pyongyang 
untuk kembali ke meja perundingan. Demikian tajuk koran DE VOLKSKRANT.

Demikian Tinjauan Pers


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke