---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 27 Mei 2009 13:40 UTC



** SERANGAN DI LAHORE TEWASKAN 20 ORANG 

** OBAMA: BEBASKAN SUU KYI TANPA SYARAT 

** KOREA UTARA ABAIKAN KRITIK INTERNASIONAL 

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: INVESTASI CINA TIDAK BANTU AFRIKA DAN PAMERAN 
FOTO KAMP VUGH 

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: REAKSI PARLEMEN BELANDA TERHADAP KASUS RAWAGEDE 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NASIB FACEBOOK DI BERBAGAI NEGARA 

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: PERSYARATAN BARU PEMBANGUNAN DI BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGUNGSI DI IRAK UTARA MERASA TERLUPAKAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGACARA RAWAGEDE TUNTUT KOMPENSASI BAGI KORBAN 



* SERANGAN DI LAHORE TEWASKAN 20 ORANG

Dua puluh orang tewas dalam sebuah serangan bunuh diri di Lahore, Pakistan. 250 
orang lainnya menderita luka-luka. Bom yang ditaruh dalam mobil meledak di 
depan kantor polisi. Ledakan menghancurkan bangunan dan rumah-rumah di 
sekitarnya. Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. 
Namun, Taliban diduga berada di balik serangan. Mereka diduga ingin membalas 
dendam atas serangan tentara Pakistan di Lembah Swat sebelah barat daya 
Pakistan. Maret lalu Taliban menyerang sebuah bus di Lahore yang mengangkut tim 
kriket Sri Langka. Tujuh orang tewas dan delapan lainnya luka-luka. Beberapa 
minggu kemudian Taliban menyerang Akademi Polisi Lahore. Empat belas orang 
tewas dan sembilan puluh luka-luka.


* OBAMA: BEBASKAN SUU KYI TANPA SYARAT

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menuntut junta militer di Myanmar agar 
segera membebaskan Aung San Suu Kyi tanpa syarat. Tekanan Amerika ini menyusul 
proses pengadilan terhadap pemimpin oposisi Myanmar tersebut. Obama menyebut 
proses tersebut sandiwara. Suu Kyi dituntut karena ia awal bulan ini menerima 
seorang warga Amerika di kediamannya. Menutur penguasa militer Myanmar hal itu 
melanggar peraturan tahanan rumahnya. Suu Kyi mengatakan pria tersebut berenang 
menyeberangi danau ke rumahnya dan dia tidak tahun menahu tentang kedatangan 
pria tersebut. Suu Kyi bisa dijatuhi lima tahun penjara. Tahun depan di Myanmar 
akan digelar pemilu. Menurut para pengamat pemilu dipenjaranya Suu Kyi akan 
menguntungkan junta militer.


* KOREA UTARA ABAIKAN KRITIK INTERNASIONAL

Korea Utara tidak memperdulikan kritik dunia internasional atas uji coba nuklir 
bawah tanah dan peluncuran rudal beberapa hari lalu. Selasa malam Pyongyang 
kembali rudal jarak pendek. Ini adalah yang keenam minggu ini. Menurut media 
Korea Selatan rudal tersebut jatuh di Laut Jepang. Selain itu ada berita yang 
menyatakan Korea Utara kembali mengaktifkan instalasi nuklir di Yangbyon. Di 
pusat nuklir tersebut bisa dibuat plutonium, bahan senjata atom. Berita ini 
didukung oleh laporan satelit mata-mata Amerika Serikat yang melihat keluarnya 
asap dari kompleks nulkir tersebut. Dewan Keamanan PBB masih membahas resolusi 
baru untuk Korea Utara. Amerika Serikat ingin mengambil langkah keras. Namun 
Amerika masih bersedia melanjutkan perundingan enam negara tentang program 
nuklir Korea Utara.


* KORBAN BADAI AILA DI BANGLADESH DAN INDIA NAIK

Jumlah korban meninggal karena Badai Aila di Bangladesh dan India mencapai 
hampir dua ratus orang. Ratusan orang menderita luka-luka. Ratusan ribu warga 
mengungsi. Badai Aila Senin lalu melanda Bangladesh dan India timur. Badai luar 
biasa besar disertai banjir itu menimbulkan kerusakan besar. Jumlah korban 
meninggal di Bangladesh menurut otoritas di sana mencapai 130 orang. Di negara 
bagian India Bengalen Barat menelan 64 orang. Dikhawatirkan jumlah korban tewas 
akan naik. Di Bangladesh sekitar setengah juta orang dibawa ke tempat-tempat 
penampungan. Banjir dan cuaca buruk menyebabkan ratusan ribu orang terkucil 
dari dunia luar.


* PULUHAN PEJABAT MEKSIKO DITAHAN

Polisi Meksiko menangkap 27 pejabat tinggi karena terlibat perdagangan narkoba. 
Di antara mereka ada 10 walikota, seorang hakim dan dua perwira polisi. Tentara 
Meksiko menggerebek kantor polisi dan kantor walikota di negara bagian 
Michoacan, Meksiko barat. Para tersangka diduduga terkait dengan jaringan 
pengedar narkoba La Famila yang terkenal dengan pembunuhan berdarah. Sementara 
itu di Durango seorang wartawan kriminal Meksiko dibunuh. Ia Senin lalu diculik 
dan sehari kemudian mayatnya ditemukan di saluran irigasi. Sebelumnya seorang 
wartawan yang menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan polisi juga dibunuh.


* MACAN TEWASKAN PEGAWAI KEBUN BINATANG

Seorang pegawai kebun binatang di Selandia Baru tewas digigit macan putih. Pria 
tersebut diserang saat membersihkan kandang macan tersebut. Rekan kerja 
berusaha membantu tapi macan tersebut tidak mau melepaskan gigitannya. Gigitan 
macan di perut dan kaki menyebabkan korban tewas seketika. Macan tersebut 
kemudian ditembak mati. Beberapa turis Inggris dan Prancis menyaksikan 
peristiwa tragis di Kebun Binatang Zion Wildlife Gardens di Kota Whangarei itu. 
Kebun binatang binatang tersebut punya sekitar 40 macan dan harimau langka.


* POLISI ITALIA TANGKAP MAFIA NAPELS

Polisi di Napels Italia menangkap 64 anggota mafia. Mereka diduga tergabung 
dalam keluarga Sarno, sebuah kelompok mafia besar. Para tersangka dituduh 
melakukan pemerasan, perdagangan narkoba dan pencucian uang. Minggu lalu 
operasi besar-besaran berhasil menangkap 68 anggota mafia. Dalam operasi 
tersebut juga berhasil disita berbagai barang dagang dan tabungan yang bernilai 
jutaan Euro.


* ORANG UTAN DI BONBIN INDONESIA SEPERTI DI NERAKA

Orang utan yang ada di berbagai kebun binatang Indonesia berada dalam situasi 
yang mengenaskan. Demikian hasil laporan Pusat Perlindungan Orang Utan yang 
dipublikasikan Rabu ini. 

Orang utan dikurung seharian dan jarang punya kontak dengan orang utan lainnya. 
Mereka juga mendapat sedikit makanan, minuman dan tempat bermain. Binatang 
tersebut tidak mendapat perhatian dari para pemiliknya. Mereka hanya dijadikan 
tontonan bagi para pengunjung. 

Para peneliti menyelidiki situasi orang utan di berbagai kebun binatang di 
Jakarta, Solo, Jogjakarta, Bandung dan Surabaya. 28 orang utan yang diteliti 
menunjukkan tanda-tanda stres. Mereka menyiksa diri sendiri, memuntahkan 
makanan dan minum air kencing sendiri. Orang utan tersebut bisa lama duduk 
tanpa menunjukkan emosi sedikitpun.


* BERITA BURSA

Berbagai bursa saham di Eropa dibuka untung. Sesaat setelah pembukaan index AEX 
Amsterdam naik 0,6 persen pada 265,34. London, Paris, dan Frankfurt naik 0,7 
persen. 

Bursa di Jepang Rabu dituduh lebih tinggi. Index Nikkei naik 1,37 persen pada 
9438,77.

Bursa di New York dimulai sedikit rugi. Index Dow Jones ditutup 2,4 persen pada 
8.473,49. Nasdaq naik 3,4 persen pada 1.750,43. 

Satu Euro sama dengan Rp. 14.475.

Satu Dollar sama dengan Rp. 10.372.


* INVESTASI CINA TIDAK BANTU AFRIKA DAN PAMERAN FOTO KAMP VUGH

Harian De Volkskrant dalam kolom ekonominya mengulas laporan Jaringan 
Penelitian Buruh Afrika (ALRN) tentang dampak investasi Cina bagi Afrika. 
Hubungan dagang Cina Afrika seperti jaman kolonialisme. Pengusaha Cina mendesak 
para pedagang lokal. Produk-produk lokal kalah saingan dengan produk dari Cina. 

Menurut penelitian ALRN di sepuluh negara Afrika, investasi Cina membawa dampak 
positif. Tapi, keuntungan terbesar diraih oleh Cina. Negara-negara Afrika 
menyediakan bahan mentah seperti kayu, minyak dan bahan mineral lainnya. Cina 
kemudian memasok produk jadi ke Afrika. Ini sama dengan patron hubungan dagang 
yang terjadi pada jaman kolonialisme oleh negara-negara Barat. 

Produk-produk murah dari Cina sangat populer bagi warga miskin Afrika. 
Akibatnya produk-produk lokal tidak mampu bersaing. Para pengembang Cina 
membuat posisi pengembang lokal terdesak. Harga yang mereka tawarkan jauh lebih 
murah. Untuk mengerjakan berbagai proyek pembangunan di Afrika, pengusaha Cina 
mendatangkan para pekerja dari Cina sendiri. Lebih murah dan gampang dikontrol. 

Namun demikian, investasi Cina sangat diminati oleh para pemimpin Afrika. Ini 
karena Cina tidak memperhatikan masalah lingkungan, HAM dan korupsi. Menurut 
ALRN, untuk mendapatkan keuntungan, negara-negara Afrika harus mengubah 
hubungan dagang dengan Cina. Demikian de Volkskrant. 

Kita beralih ke topik Indonesia. Harian Trouw mengulas pameran foto tentang 
warga keturunan Maluku yang tinggal di Kamp Vugh. Kamp tersebut pada Perang 
Dunia Kedua dipakai sebagai kamp konsentrasi bagi warga Belanda keturunan 
Yahudi. Setelah perang berakhir barak tersebut dipakai untuk menampung warga 
Maluku yang datang ke Belanda menyusul kemerdekaan Indonesia. Beberapa bagian 
lainnya dipakai sebagai penjara dan basis militer. 

Pada 1951 sekitar 12 ribu orang Maluku dari Indonesia ditampung di Kamp Vugh. 
Mereka adalah mantan tentara KNIL bersama keluarga mereka. Pada masa itu, 
orang-orang dari Maluku tersebut menempati barak yang sebenarnya sama dengan 
penjara. Barak dikelilingi dengan pagar-pagar kawat dan ada pintu gerbang yang 
dijaga. Orang-orang tidak boleh keluar masuk sembarangan. 

Barak yang mereka tempati kondisinya sudah tidak begitu bagus, banyak 
tikus-tikus. Renovasi baru dilakukan pada tahun 90-an.Sampai sekarang masih ada 
sekitar 300 warga keturunan Maluku yang tinggal di sana. Di antara penjara dan 
wilayah latihan militer. 

Transformasi barak-barak dari kamp konsentrasi menjadi pemukiman warga 
keturunan Maluku ini menyimpan berbagai cerita pedih warga dari Maluku yang 
terpaksa pindah ke Belanda setelah Indonesia merdeka. Semuanya diabadikan dalam 
foto-foto yang dipamerkan di Monumen Nasional Kamp Vugh. Barak-barak yang 
menjadi rumah, tempat latihan militer yang menjadi tempat bermain anak-anak dan 
pagar-pagar kawat yang masih saja mengelilingi pemukiman. 

'Aneh' sejarah pemakaian Kamp Vugh ini, demikian tulis Trouw dan sekian pula 
ulasan pers kali ini.


* REAKSI PARLEMEN BELANDA TERHADAP KASUS RAWAGEDE

De Tweede Kamer, parlemen Belanda, kaget menanggapi ditemukannya berbagai 
dokumen kasus pembantaian Rawagede. Berdasarkan surat menyurat antara panglima 
tentara Hindia Belanda Jenderal Spoor dengan Jaksa Agung Felderhof ternyata 
diputuskan untuk tidak mengadili para pelaku pembantaian yang menewaskan 
sekitar 400 orang penduduk desa di Jawa Barat itu. Laporan redaksi bahasa 
Belanda Radio Nederland Wereldomroep.

Pada 9 Desember 1947 tentara Belanda di bawah pimpinan Mayor Wijnen membantai 
sekitar 400 warga Rawagede. Acara televisi Belanda Netwerk Senin lalu 
menayangkan penemuan fakta baru tersebut.

Menurut Harry van Bommel, anggota parlemen dari Partai Sosialis, SP, pemerintah 
Belanda mestinya mengumumkan dan memberi tahu kepada para korban dan ahli waris 
korban Rawagede tentang tindakan yang sudah diambil pemerintah zaman dulu 
mengenai kasus ini.

Van Bommel: "Mungkin kasus ini sudah kadaluwarsa. Tapi yang sangat penting 
adalah bahwa pemerintah waktu itu menyetujui amnesti bagi para pejahat perang. 
Amnesti tersebut mestinya diumumkan, sebagai jawaban terhadap pertanyaan saya 
dan juga diumumkan kepada para ahli waris korban dan para korban yang masih 
hidup, yang jumlah tidak banyak di Rawagede.

Rincian peristiwa di desa di Jawa Barat ini tidak tertulis dalam apa yang 
disebut Nota Ekses. Makanya, menurut wakil rakyat dari Partai Sosialis 
tersebut, wajar kalau para pengacara mengimbau tanggung jawab moral pemerintah 
Belanda, yang selama ini mengatakan bahwa kasus Rawagede sudah kadaluwarsa.

Van Bommel: "Ternyata ada argumen yang lebih penting - dan bagi saya ini adalah 
masalah politik - bahwa pada 1948 disepakati untuk tidak mengadili para pejahat 
perang."

Dengan fakta baru ini, yakni keputusan pemerintah Belanda saat itu untuk tidak 
mengadili para pejahat perang, maka Van Bommel menilai pemerintah Belanda harus 
minta maaf.

Van Bommel: "A, kami harus minta maaf karena saat itu tidak melakukan 
pengadilan. B, kami harus minta maaf atas kenyataan bahwa ini bisa terjadi di 
bawah pertanggung jawaban pemerintah Belanda. C, kami harus memberi ganti rugi 
bagi para korban dan ahli warisnya."

Minta maaf ini merupakan tindakan politik yang harus diambil. Bagi Van Bommel, 
tindakan politik harus lebih cepat dijalani ketimbang tindakan hukum. Ia 
menambahkan pula, tanggung jawab politik tidak akan pernah kadaluwarsa.

Sejauh ini, Partai Kristen Demokrat, CDA, yang nyaris selalu ikut duduk di 
kabinet Belanda, tidak bersedia memberi komentar.


* NASIB FACEBOOK DI BERBAGAI NEGARA

Iran mencabut larangan jejaring sosial Facebook. Akhir pekan silam, otoritas 
negeri Islam itu memblokir situs jaringan sosial populer ini. Bagi rezim yang 
suka mengambil tindakan keras, situs-situs seperti Facebook relatif mudah 
dijadikan sasaran. Laporan redaktur Eropa, Perro de Jong. 

Facebook sudah ada sejak tahun 2004, tapi terutama populer sejak kemenangan 
Barack Obama dalam pilpres Amerika Serikat. Berkat Facebook dan jaringan sosial 
serupa, Obama bisa langsung menyapa pemilih Amerika, kata pakar internet dan 
kolumnis Vincent Everts. Obama misalnya berhasil mengumpulkan lebih banyak dana 
ketimbang pesaingnya yang lebih kaya. 

Tempat berkumpul

Menurut Everts jaringan sosial ini kini menjadi semacam tempat berkumpul 
digital. Orang bisa bersama membahas hal-hal yang dianggap penting. Gossip 
terbaru, tapi juga isyu-isyu politik. 

Bahwa hal ini tidak bisa diterima semua orang, terbukti di Kolombia. Pihak 
berwenang memperingatkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata menyalahgunakan 
Facebook untuk mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang bisa menjadi 
sasaran penculikan. 

Sementara itu di Indonesia, sekitar 700 ulama berusaha mengatur penggunaan 
Facebook melalui "fatwa". Menurut para ulama ini tindakan tersebut perlu 
diambil karena facebook disalahgunakan untuk tujuan pornografi dan 
perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. 

Pemilu

Juga pihak berwenang Iran semula mempermasalahkan Facebook di segi moral. 
Karena itu, situs tersebut diblokir hingga awal tahun ini. Tapi setelah 
tindakan itu dicabut, lebih dari 150 ribu warga Iran langsung menjadi anggota. 

Kembali diblokirnya Facebook akhir pekan silam, tidak ada kaitannya dengan 
alasan moral, ujar seorang warga Iran yang bekerja bagi organisasi bantuan di 
London. 

Staf Iran: "Dalam beberapa pekan mendatang, Iran menggelar pemilu. Jadi orang 
berusaha mencari-cari informasi tentang para calon. Terutama tentang Mousavi 
dan kampanyenya. Jadi mungkin inilah alasan mengapa Facebook kembali diblokir."

Kampanye Mousavi yang dikenal sebagai pendukung reformasi, secara sistematis 
tidak tidak disorot media Iran. Itulah sebabnya mengapa ia kemudian lari ke 
situs populer Facebook. 

Kelemahan

Tapi menurut pakar internet Vincent Everts, jika dibanding dengan penyebaran 
teks-teks kritis misalnya, jangkauan luas jaringan-jaringan sosial ini 
sekaligus kelemahan mereka. 

Vincent Everts: "Jika orang bilang, saya menentang ini dengan alasan ini, maka 
artikel itu langsung dikopi di 40 sampai 50 blog. Pemerintah sulit sekali 
menghentikan perkembangan itu. Tapi tempat anda dan teman-teman anda bisa 
berdiskusi tentang pelbagai hal yang anda anggap penting, tempat itu sangat 
sedikit."

Kalau rezim menutup situs tersebut, sangat sulit berpindah ke situs lain, 
katanya. "Tidak mudah untuk mengkopi seluruh data sahabat-sahabat anda ke situs 
lain itu."

Tindakan keras
Tapi, kata Everts, Iran belum begitu tahu segala seluk-beluk sensor 
diktatorial. 

Vincent Everts: "Cina tidak langsung memblokir Facebook, tapi misalnya menutup 
hanya satu halaman saja yang memuat profil orang bersangkutan. Atau hanya 
halaman yang berisi kata-kata tertentu. Kalau memblokir seluruh Facebook, yang 
juga dipakai untuk mendownload musik atau urusan keluarga, maka itu tindakan 
sangat kasar."

Rezim Iran tahu pentingnya Facebook, ujarnya, tapi mereka belum tahu bagaimana 
harus menghadapi perkembangan ini, seperti yang dilakukan Cina. Iran memilih 
bertindak keras. 

Pintu belakang
Menurut staf Iran yang tinggal di London, yang tidak ingin disebut namanya, 
penerapan metoda-metoda primitif macam itu punya satu keuntungan: sangat mudah 
dihindari.

Ketika Facebook resmi diblokir, kabar dari tanah airnya tetap bermasukan, sama 
seperti sebelum ditutup, katanya. Baru ketika keluarga dan kenalannya di Iran 
mulai mengirimnya instruksi bagaimana bisa masuk Facebook melalui cara lain, ia 
tahu ada sesuatu yang tidak beres di sana. 

Tidak jelas apakah pintu belakang itu mungkin menjadi alasan mengapa Teheran, 
setelah satu setengah pekan, mencabut larangan Facebook.


* PERSYARATAN BARU PEMBANGUNAN DI BELANDA
Belanda belum siap menghadapi pergantian cuaca ekstrim, seperti yang terjadi 
Senin malam lalu. Apalagi pergantian cuaca ekstrim macam ini, terutama hujan 
deras, akan lebih sering terjadi karena perubahan iklim. Dan hal itu tidak 
hanya terjadi di Belanda, tapi juga di penjuru dunia. Laporan Thijs Westerbeek 
van Eerten.
Kapasitas drainase - kecepatan air dibuang keluar dari daratan - Belanda 
bergantung pada masyarakat agraris. Jika seluruh daerah Belanda hijau dengan 
irigasi baik, gangguan seperti Senin malam lalu, tidak akan terjadi. Tapi 
sekarang, Belanda dan sebagian besar daratan dunia sudah menjadi kota. Jalan 
dan gedung tidak memberi jalan pada air. Daerah perumahan memiliki atap 
tertutup dan jalan-jalan aspal. Dengan kata lain, kalau tiba-tiba hujan deras, 
kaki kita pasti terendam.
Kacau
Akibat hujan deras Senin malam lalu, sangat dahsyat: semua jalan bebas hambatan 
kebanjiran. Kebakaran terjadi karena korslet listrik. Sambungan internet mati, 
begitu pula dengan TV dan radio. Lalu-lintas kereta terganggu akibat 
keterlambatan besar-besaran, di sekitar Amersfoort bahkan sama sekali tidak ada 
kereta beroperasi. Besar kerugian ekonomi kali ini sekitar 1,5 juta euro. 
Semoga saja, tidak akan terjadi hal yang sama di masa depan. 
"Sekarang, dana dihabiskan untuk menanggulangi akibat hujan," kata profesor 
Huub Savenije dari Universitas Teknik Delft. 
Huub Savenije: "Mungkin kita harus menggandakan kapasitas irigasi dan drainase. 
Kapasitas pompa juga harus diperbesar. Kalau kita mau melakukannya di seluruh 
Belanda, biayanya akan mencapai milyaran euro. Banyak sekali. Dan itu baru 
perkiraan, kenyataannya bisa jauh lebih mahal." 
Terlalu mahal 
Profesor Savenije benar. Untuk sekaligus menyelesaikan masalah ini, mungkin 
kita harus membangun jalan bebas hambatan dengan dasar bolong, tank bawah tanah 
yang bekerja sebagai penampung air di bawah tiap rumah dan taman. Singkat kata, 
proyek ini akan menghabiskan dana sangat tinggi. Negara kaya macam Belanda pun 
belum mampu membiayainya, apalagi negara-negara lain di dunia. 
Karena itulah Huub Savenije menuntut penyesuaian syarat pembangunan. Misalnya, 
dalam merancang rumah atau gedung masa depan, orang harus memasang stopkontak 
setinggi dada untuk mencegah korslet. Pintu bertangga juga ide bagus. Jika 
sebuah rumah bocor, kita bisa membuatnya anti-air dengan plastik. Hujan bukan 
masalah, selama airnya bisa diserap. Toh menerapkan hal-hal macam itu dalam 
membangun rumah, tidak akan membuat biaya melambung tinggi. Daerah perumahan 
yang dibangun dengan syarat-syarat tersebut tidak akan cepat terganggu masalah 
banjir. Jalanan juga harusnya dibangun dari bata yang berpori, agar air hujan 
bisa langsung meresap ke dalam tanah. 
Lebih sering hujan deras
Dengan dana terbatas, Belanda sebenarnya bisa menyelesaikan masalah banjir ini. 
Cepat atau lambat hal ini harus ditanggulangi. Badai seperti yang terjadi Senin 
lalu, akan makin sering datang karena pemanasan atmosfer bumi. Ini bukan teori, 
bukan ramalan, tapi kenyataan. Situs KNMI (BMG Belanda) menegaskan hal itu: 
'Karena pemanasan global, hujan deras akan turun.' 
Juga di Universitas Teknik Delft para peneliti sibuk mengatasi masalah 
perubahan iklim. Profesor Herman Russenberg menjelaskan mengapa hujan deras 
tidak bisa dihindari: 
Herman Russenberg: "Langit yang panas menyerap lebih banyak kelembaban bumi. 
Jadi makin panas atmosfer, makin banyak air yang naik ke atas. Artinya, makin 
banyak air yang tersimpan di atmosfer. Ini mekanisme yang sederhana, Anda juga 
bisa lihat di daerah tropis. Di sana lebih hangat, karena itulah hujan deras 
lebih sering turun di daerah tersebut." 
Setuju
Profesor Russenberg setuju dengan rekan kerjanya Huub Savenije: Harus ada yang 
dilakukan untuk menangani masalah ini, salah satunya prakiraan cuaca yang lebih 
baik. Tapi di atas semua itu, penyesuaian pembangunan diperlukan jika kita - 
sekarang dan selamanya - ingin hidup tanpa banjir.




* PENGUNGSI DI IRAK UTARA MERASA TERLUPAKAN

Kamp pengungsi Makhmur di Irak Utara bukan kota tenda, melainkan kota kecil 
berdebu dengan toko-toko kecil, tukang cukur dan gedung pertemuan besar. Di 
jalanan anak-anak main sepak bola dan pemilik toko meluangkan waktu bersama 
para pejalan kaki. Satu-satunya yang memisahkan kota ini dari kota-kota lain di 
kawasan adalah pagar yang melingkarinya sehingga orang tidak meninggalkannya 
tanpa ijin. Laporan Hermione Gee. 

Kamp Makhmur,  yang didirikan tahun 1998 ini,  kini menampung sekitar 12 ribu 
pengungsi Turki. Mereka lari dari Turki Tenggara semasa perang antara tentara 
Turki dengan Partai Buruh Kurdistan terlarang - atau PKK - awal tahun 1990an. 

Syuhada

Di pusat kamp, yang juga disebut "Taman Martir" dibangun sebuah monumenn untuk 
mengenang korban tewas PKK. Sanak saudara bisa datang dan duduk di taman bunga 
atau keliling taman buah-buahan. Mereka juga bisa mengunjungi museum yang 
memajang foto para lelaki, perempuan dan anak-anak yang tewas dalam perang. 

Kebanyakan foto berlatar belakang bendera Kurdi menampilkan orang berseragam 
militer, membawa senjata api. Satu foto menampilkan seorang gadis berusia 
sekitar 14 tahun menatap ke kamera sambil jongkok dan bersandar di senapannya. 
Banyak foto bertumpukan di lantai. 

Karena PKK melanjutkan perlawanan terhadap Turki, maka semakin banyak orang 
tewas. Akibatnya tidak cukup tempat untuk memajang semua foto. Tumpukan 
foto-foto itu menunggu sampai bisa dipindahkan ke ruangan lebih luas. 

PKK, yang didirikan Abdullah Ocalan tahun 1970an, adalah kelompok militan 
berjuang untuk negara Kurdi merdeka. Gerakan ini ingin mempersatukan kawasan 
Kurdi di turki, Iran, Irak dan Suriah. Namun, di bawah tekanan internasional 
PKK terpaksa mengurangi ambisinya dan menyatakan hanya ingin menjamin hak-hak 
budaya dan politik masyarakat Kurdi di Turki. 

Kekerasan?

Kendati demikian PKK tetap menggunakan kekerasan untuk tujuan itu. Kalau PKK 
tidak meletakkan senjata, Turki akan tetap menyerang pangkalan PKK di 
pegunungan Turki dan Irak. Menurut pemerintah di Ankara, kamp pengungsi 
merupakan tempat aman bagi milisia PKK yang dari pangkalan di Irak Utara 
melancarkan serangan di perbatasan Turki. 

Operasi penggeledahan di kamp Makhmur tahun 2007 yang dipimpin pasukan Amerika 
Serikat dan Irak menghasilkan penemuan amunisi mortir. Tidak ditemukan senjata 
api atau senjata lain. Pimpinan kamp mengatakan tidak lagi mendukung penggunaan 
kekerasan oleh PKK. "Kami telah belajar dari kesalahan kami", kata seorang 
laki-laki. 

Hal ini juga disepakati sekelompok perempuan tua di kamp. Mereka bergabung 
dalam Ibu Perdamaian, organisasi perempuan Kurdi yang kehilangan anak dalam 
perang antara Turki dan PKK. 

Mereka berkumpul di ruangan kecil, bewarna-warni, dikelilingi foto-foto mantan 
pemimpin PKK, Ocalan. Para perempuan menyatakan sangat lelah dengan pertumpahan 
darah. 

"Kami melihat anak kami menjadi syuhada. Kami tidak mau para ibu Turki maupun 
Kurdi menangis dalam kesedihan atau hati mereka terluka. Jalan keluar kami 
adalah perdamaian."

Usulan

Tapi beberapa hari setelah kunjungan kami ke Makhmur, sembilan prajurit Turki 
tewas dalam ledakan bom di pinggir jalan Turki Tenggara. PKK diduga otak di 
balik serangan dan dua calon pelaku bunuh diri ditangkap di kampus universitas 
Bilkent, Ankara. Sebagai balasan, jet tempur Turki menyerang sasaran PKK di 
Irak Utara. 

"Kami memohon perdamaian kepada pemerintah Turki. Tapi mereka malah membalas 
dengan pembunuhan. Tidak ada pemerintah yang menggubris kami."

Dan itulah masalahnya. Karena tidak mau atau tidak bisa kembali ke Turki selama 
perang masih berlanujut, dan karena tidak bisa tinggal di Irak, para pengungsi 
Mahkmur merasa dirinya terlupakan. 

"Kami berupaya mencari pihak yang bisa menampung mereka", kata juru bicara 
organisasi PBB untuk Pengungsi, UNHCR, "tapi kami tidak tahu harus berbuat apa. 
Jika ada yang punya usulan, kami dengan senang hati mau mendengarnya."


* PENGACARA RAWAGEDE TUNTUT KOMPENSASI BAGI KORBAN

Muncul perkembangan baru sekitar kasus Rawagede, kasus pembantaian warga desa 
itu oleh tentara Belanda pada tahun 1947 yang menewaskan 400 orang. Jeffrey 
Pondaag dari Komite Utang Kehormatan Belanda KUKB (www.kukb.nl), organisasi 
yang menuntut pemerintah Belanda minta maaf dalam peristiwa ini beserta 
pengacara keluarga korban Rawagede, menemukan surat di antara tumpukan dokumen 
negara mengenai Rawagede.  Redaksi Radio Nederland.

Menurut Jeffrey Pondaag, surat tersebut adalah surat menyurat antara panglima 
tentara Belanda di Hindia Belanda Jendral Simon Spoor dengan Jaksa Agung 
Felderhof, yang isinya tidak akan menyeret Mayor Wijnen dan serdadu Belanda 
lainnya dalam peristiwa Rawa Gede ke pengadilan militer.  

Ini merupakan informasi baru, yang sebenarnya pihak pemerintah sendiri sudah 
tahu, demikian Jeffrey. 

Sejauh ini, pemerintah Belanda tidak bersedia melakukan penyelidikan atas kasus 
tersebut karena pemerintah  selalu berdalih kasus tersebut sudah kadaluwarsa. 
Demikian dikatakan Jeffrey Pondag.

Terungkapnya informasi baru ini mengagetkan banyak pihak. Martijn Van Dam, 
misalnya, dari Partai Buruh PvdA menyatakan terkejut. Selama ini yang 
didengarnya, para pelaku tidak bisa diadili karena kasusnya sudah kadaluwarsa. 
Tapi dari surat itu, tertanggal tahun 1948,  ternyata para pelaku memang tidak 
akan diadili. 

Dugaan Benar

Rasa terkejut juga dikatakan oleh Liesbeth Zegveld, pengacara para korban 
Rawagede.  Ia mengatakan,  semua yang diduga ternyata memang benar. Orang sudah 
menduga bahwa Jaksa memutuskan untuk tidak menggugat para pelaku. 

Tapi, demikian tambahnya,  yang parah ternyata ditulis bahwa baik pihak 
pengadilan militer mau pun Jaksa mengakui terjadinya pelanggaran, tapi 
memutuskan untuk tidak mengusut, karena mungkin tidak adil buat para serdadu 
kita. 

Ini sangat serius, ujar Liesbet Zegveld. Ada semacam moral ganda. Belanda 
menuntut agar kejahatan yang terjadi pada perang dunia kedua diadili, tapi 
terhadap Indonesia sikap Belanda lain. 

Dengan munculnya data baru ini, menurut Zegveld, pemerintah Belanda tidak bisa 
lagi mengandalkan istilah kadaluwarsa. 

Berdasarkan fakta baru ini tim pengacara akan berbicara lagi dengan para korban 
untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil. Targetnya minimal adalah 
pemberian kompensasi untuk para korban. 

Tim pengacara juga mengharapkan agar pemerintah Belanda meminta maaf kepada 
para korban, karena sampai sekarang pemerintah Belanda belum resmi minta maaf.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke