--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 27 Mei 2009 13:40 UTC ** SERANGAN DI LAHORE TEWASKAN 20 ORANG ** OBAMA: BEBASKAN SUU KYI TANPA SYARAT ** KOREA UTARA ABAIKAN KRITIK INTERNASIONAL ** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: INVESTASI CINA TIDAK BANTU AFRIKA DAN PAMERAN FOTO KAMP VUGH ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: REAKSI PARLEMEN BELANDA TERHADAP KASUS RAWAGEDE ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NASIB FACEBOOK DI BERBAGAI NEGARA ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: PERSYARATAN BARU PEMBANGUNAN DI BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGUNGSI DI IRAK UTARA MERASA TERLUPAKAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PENGACARA RAWAGEDE TUNTUT KOMPENSASI BAGI KORBAN * SERANGAN DI LAHORE TEWASKAN 20 ORANG Dua puluh orang tewas dalam sebuah serangan bunuh diri di Lahore, Pakistan. 250 orang lainnya menderita luka-luka. Bom yang ditaruh dalam mobil meledak di depan kantor polisi. Ledakan menghancurkan bangunan dan rumah-rumah di sekitarnya. Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Taliban diduga berada di balik serangan. Mereka diduga ingin membalas dendam atas serangan tentara Pakistan di Lembah Swat sebelah barat daya Pakistan. Maret lalu Taliban menyerang sebuah bus di Lahore yang mengangkut tim kriket Sri Langka. Tujuh orang tewas dan delapan lainnya luka-luka. Beberapa minggu kemudian Taliban menyerang Akademi Polisi Lahore. Empat belas orang tewas dan sembilan puluh luka-luka. * OBAMA: BEBASKAN SUU KYI TANPA SYARAT Presiden Amerika Serikat Barack Obama menuntut junta militer di Myanmar agar segera membebaskan Aung San Suu Kyi tanpa syarat. Tekanan Amerika ini menyusul proses pengadilan terhadap pemimpin oposisi Myanmar tersebut. Obama menyebut proses tersebut sandiwara. Suu Kyi dituntut karena ia awal bulan ini menerima seorang warga Amerika di kediamannya. Menutur penguasa militer Myanmar hal itu melanggar peraturan tahanan rumahnya. Suu Kyi mengatakan pria tersebut berenang menyeberangi danau ke rumahnya dan dia tidak tahun menahu tentang kedatangan pria tersebut. Suu Kyi bisa dijatuhi lima tahun penjara. Tahun depan di Myanmar akan digelar pemilu. Menurut para pengamat pemilu dipenjaranya Suu Kyi akan menguntungkan junta militer. * KOREA UTARA ABAIKAN KRITIK INTERNASIONAL Korea Utara tidak memperdulikan kritik dunia internasional atas uji coba nuklir bawah tanah dan peluncuran rudal beberapa hari lalu. Selasa malam Pyongyang kembali rudal jarak pendek. Ini adalah yang keenam minggu ini. Menurut media Korea Selatan rudal tersebut jatuh di Laut Jepang. Selain itu ada berita yang menyatakan Korea Utara kembali mengaktifkan instalasi nuklir di Yangbyon. Di pusat nuklir tersebut bisa dibuat plutonium, bahan senjata atom. Berita ini didukung oleh laporan satelit mata-mata Amerika Serikat yang melihat keluarnya asap dari kompleks nulkir tersebut. Dewan Keamanan PBB masih membahas resolusi baru untuk Korea Utara. Amerika Serikat ingin mengambil langkah keras. Namun Amerika masih bersedia melanjutkan perundingan enam negara tentang program nuklir Korea Utara. * KORBAN BADAI AILA DI BANGLADESH DAN INDIA NAIK Jumlah korban meninggal karena Badai Aila di Bangladesh dan India mencapai hampir dua ratus orang. Ratusan orang menderita luka-luka. Ratusan ribu warga mengungsi. Badai Aila Senin lalu melanda Bangladesh dan India timur. Badai luar biasa besar disertai banjir itu menimbulkan kerusakan besar. Jumlah korban meninggal di Bangladesh menurut otoritas di sana mencapai 130 orang. Di negara bagian India Bengalen Barat menelan 64 orang. Dikhawatirkan jumlah korban tewas akan naik. Di Bangladesh sekitar setengah juta orang dibawa ke tempat-tempat penampungan. Banjir dan cuaca buruk menyebabkan ratusan ribu orang terkucil dari dunia luar. * PULUHAN PEJABAT MEKSIKO DITAHAN Polisi Meksiko menangkap 27 pejabat tinggi karena terlibat perdagangan narkoba. Di antara mereka ada 10 walikota, seorang hakim dan dua perwira polisi. Tentara Meksiko menggerebek kantor polisi dan kantor walikota di negara bagian Michoacan, Meksiko barat. Para tersangka diduduga terkait dengan jaringan pengedar narkoba La Famila yang terkenal dengan pembunuhan berdarah. Sementara itu di Durango seorang wartawan kriminal Meksiko dibunuh. Ia Senin lalu diculik dan sehari kemudian mayatnya ditemukan di saluran irigasi. Sebelumnya seorang wartawan yang menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan polisi juga dibunuh. * MACAN TEWASKAN PEGAWAI KEBUN BINATANG Seorang pegawai kebun binatang di Selandia Baru tewas digigit macan putih. Pria tersebut diserang saat membersihkan kandang macan tersebut. Rekan kerja berusaha membantu tapi macan tersebut tidak mau melepaskan gigitannya. Gigitan macan di perut dan kaki menyebabkan korban tewas seketika. Macan tersebut kemudian ditembak mati. Beberapa turis Inggris dan Prancis menyaksikan peristiwa tragis di Kebun Binatang Zion Wildlife Gardens di Kota Whangarei itu. Kebun binatang binatang tersebut punya sekitar 40 macan dan harimau langka. * POLISI ITALIA TANGKAP MAFIA NAPELS Polisi di Napels Italia menangkap 64 anggota mafia. Mereka diduga tergabung dalam keluarga Sarno, sebuah kelompok mafia besar. Para tersangka dituduh melakukan pemerasan, perdagangan narkoba dan pencucian uang. Minggu lalu operasi besar-besaran berhasil menangkap 68 anggota mafia. Dalam operasi tersebut juga berhasil disita berbagai barang dagang dan tabungan yang bernilai jutaan Euro. * ORANG UTAN DI BONBIN INDONESIA SEPERTI DI NERAKA Orang utan yang ada di berbagai kebun binatang Indonesia berada dalam situasi yang mengenaskan. Demikian hasil laporan Pusat Perlindungan Orang Utan yang dipublikasikan Rabu ini. Orang utan dikurung seharian dan jarang punya kontak dengan orang utan lainnya. Mereka juga mendapat sedikit makanan, minuman dan tempat bermain. Binatang tersebut tidak mendapat perhatian dari para pemiliknya. Mereka hanya dijadikan tontonan bagi para pengunjung. Para peneliti menyelidiki situasi orang utan di berbagai kebun binatang di Jakarta, Solo, Jogjakarta, Bandung dan Surabaya. 28 orang utan yang diteliti menunjukkan tanda-tanda stres. Mereka menyiksa diri sendiri, memuntahkan makanan dan minum air kencing sendiri. Orang utan tersebut bisa lama duduk tanpa menunjukkan emosi sedikitpun. * BERITA BURSA Berbagai bursa saham di Eropa dibuka untung. Sesaat setelah pembukaan index AEX Amsterdam naik 0,6 persen pada 265,34. London, Paris, dan Frankfurt naik 0,7 persen. Bursa di Jepang Rabu dituduh lebih tinggi. Index Nikkei naik 1,37 persen pada 9438,77. Bursa di New York dimulai sedikit rugi. Index Dow Jones ditutup 2,4 persen pada 8.473,49. Nasdaq naik 3,4 persen pada 1.750,43. Satu Euro sama dengan Rp. 14.475. Satu Dollar sama dengan Rp. 10.372. * INVESTASI CINA TIDAK BANTU AFRIKA DAN PAMERAN FOTO KAMP VUGH Harian De Volkskrant dalam kolom ekonominya mengulas laporan Jaringan Penelitian Buruh Afrika (ALRN) tentang dampak investasi Cina bagi Afrika. Hubungan dagang Cina Afrika seperti jaman kolonialisme. Pengusaha Cina mendesak para pedagang lokal. Produk-produk lokal kalah saingan dengan produk dari Cina. Menurut penelitian ALRN di sepuluh negara Afrika, investasi Cina membawa dampak positif. Tapi, keuntungan terbesar diraih oleh Cina. Negara-negara Afrika menyediakan bahan mentah seperti kayu, minyak dan bahan mineral lainnya. Cina kemudian memasok produk jadi ke Afrika. Ini sama dengan patron hubungan dagang yang terjadi pada jaman kolonialisme oleh negara-negara Barat. Produk-produk murah dari Cina sangat populer bagi warga miskin Afrika. Akibatnya produk-produk lokal tidak mampu bersaing. Para pengembang Cina membuat posisi pengembang lokal terdesak. Harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah. Untuk mengerjakan berbagai proyek pembangunan di Afrika, pengusaha Cina mendatangkan para pekerja dari Cina sendiri. Lebih murah dan gampang dikontrol. Namun demikian, investasi Cina sangat diminati oleh para pemimpin Afrika. Ini karena Cina tidak memperhatikan masalah lingkungan, HAM dan korupsi. Menurut ALRN, untuk mendapatkan keuntungan, negara-negara Afrika harus mengubah hubungan dagang dengan Cina. Demikian de Volkskrant. Kita beralih ke topik Indonesia. Harian Trouw mengulas pameran foto tentang warga keturunan Maluku yang tinggal di Kamp Vugh. Kamp tersebut pada Perang Dunia Kedua dipakai sebagai kamp konsentrasi bagi warga Belanda keturunan Yahudi. Setelah perang berakhir barak tersebut dipakai untuk menampung warga Maluku yang datang ke Belanda menyusul kemerdekaan Indonesia. Beberapa bagian lainnya dipakai sebagai penjara dan basis militer. Pada 1951 sekitar 12 ribu orang Maluku dari Indonesia ditampung di Kamp Vugh. Mereka adalah mantan tentara KNIL bersama keluarga mereka. Pada masa itu, orang-orang dari Maluku tersebut menempati barak yang sebenarnya sama dengan penjara. Barak dikelilingi dengan pagar-pagar kawat dan ada pintu gerbang yang dijaga. Orang-orang tidak boleh keluar masuk sembarangan. Barak yang mereka tempati kondisinya sudah tidak begitu bagus, banyak tikus-tikus. Renovasi baru dilakukan pada tahun 90-an.Sampai sekarang masih ada sekitar 300 warga keturunan Maluku yang tinggal di sana. Di antara penjara dan wilayah latihan militer. Transformasi barak-barak dari kamp konsentrasi menjadi pemukiman warga keturunan Maluku ini menyimpan berbagai cerita pedih warga dari Maluku yang terpaksa pindah ke Belanda setelah Indonesia merdeka. Semuanya diabadikan dalam foto-foto yang dipamerkan di Monumen Nasional Kamp Vugh. Barak-barak yang menjadi rumah, tempat latihan militer yang menjadi tempat bermain anak-anak dan pagar-pagar kawat yang masih saja mengelilingi pemukiman. 'Aneh' sejarah pemakaian Kamp Vugh ini, demikian tulis Trouw dan sekian pula ulasan pers kali ini. * REAKSI PARLEMEN BELANDA TERHADAP KASUS RAWAGEDE De Tweede Kamer, parlemen Belanda, kaget menanggapi ditemukannya berbagai dokumen kasus pembantaian Rawagede. Berdasarkan surat menyurat antara panglima tentara Hindia Belanda Jenderal Spoor dengan Jaksa Agung Felderhof ternyata diputuskan untuk tidak mengadili para pelaku pembantaian yang menewaskan sekitar 400 orang penduduk desa di Jawa Barat itu. Laporan redaksi bahasa Belanda Radio Nederland Wereldomroep. Pada 9 Desember 1947 tentara Belanda di bawah pimpinan Mayor Wijnen membantai sekitar 400 warga Rawagede. Acara televisi Belanda Netwerk Senin lalu menayangkan penemuan fakta baru tersebut. Menurut Harry van Bommel, anggota parlemen dari Partai Sosialis, SP, pemerintah Belanda mestinya mengumumkan dan memberi tahu kepada para korban dan ahli waris korban Rawagede tentang tindakan yang sudah diambil pemerintah zaman dulu mengenai kasus ini. Van Bommel: "Mungkin kasus ini sudah kadaluwarsa. Tapi yang sangat penting adalah bahwa pemerintah waktu itu menyetujui amnesti bagi para pejahat perang. Amnesti tersebut mestinya diumumkan, sebagai jawaban terhadap pertanyaan saya dan juga diumumkan kepada para ahli waris korban dan para korban yang masih hidup, yang jumlah tidak banyak di Rawagede. Rincian peristiwa di desa di Jawa Barat ini tidak tertulis dalam apa yang disebut Nota Ekses. Makanya, menurut wakil rakyat dari Partai Sosialis tersebut, wajar kalau para pengacara mengimbau tanggung jawab moral pemerintah Belanda, yang selama ini mengatakan bahwa kasus Rawagede sudah kadaluwarsa. Van Bommel: "Ternyata ada argumen yang lebih penting - dan bagi saya ini adalah masalah politik - bahwa pada 1948 disepakati untuk tidak mengadili para pejahat perang." Dengan fakta baru ini, yakni keputusan pemerintah Belanda saat itu untuk tidak mengadili para pejahat perang, maka Van Bommel menilai pemerintah Belanda harus minta maaf. Van Bommel: "A, kami harus minta maaf karena saat itu tidak melakukan pengadilan. B, kami harus minta maaf atas kenyataan bahwa ini bisa terjadi di bawah pertanggung jawaban pemerintah Belanda. C, kami harus memberi ganti rugi bagi para korban dan ahli warisnya." Minta maaf ini merupakan tindakan politik yang harus diambil. Bagi Van Bommel, tindakan politik harus lebih cepat dijalani ketimbang tindakan hukum. Ia menambahkan pula, tanggung jawab politik tidak akan pernah kadaluwarsa. Sejauh ini, Partai Kristen Demokrat, CDA, yang nyaris selalu ikut duduk di kabinet Belanda, tidak bersedia memberi komentar. * NASIB FACEBOOK DI BERBAGAI NEGARA Iran mencabut larangan jejaring sosial Facebook. Akhir pekan silam, otoritas negeri Islam itu memblokir situs jaringan sosial populer ini. Bagi rezim yang suka mengambil tindakan keras, situs-situs seperti Facebook relatif mudah dijadikan sasaran. Laporan redaktur Eropa, Perro de Jong. Facebook sudah ada sejak tahun 2004, tapi terutama populer sejak kemenangan Barack Obama dalam pilpres Amerika Serikat. Berkat Facebook dan jaringan sosial serupa, Obama bisa langsung menyapa pemilih Amerika, kata pakar internet dan kolumnis Vincent Everts. Obama misalnya berhasil mengumpulkan lebih banyak dana ketimbang pesaingnya yang lebih kaya. Tempat berkumpul Menurut Everts jaringan sosial ini kini menjadi semacam tempat berkumpul digital. Orang bisa bersama membahas hal-hal yang dianggap penting. Gossip terbaru, tapi juga isyu-isyu politik. Bahwa hal ini tidak bisa diterima semua orang, terbukti di Kolombia. Pihak berwenang memperingatkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata menyalahgunakan Facebook untuk mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang bisa menjadi sasaran penculikan. Sementara itu di Indonesia, sekitar 700 ulama berusaha mengatur penggunaan Facebook melalui "fatwa". Menurut para ulama ini tindakan tersebut perlu diambil karena facebook disalahgunakan untuk tujuan pornografi dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Pemilu Juga pihak berwenang Iran semula mempermasalahkan Facebook di segi moral. Karena itu, situs tersebut diblokir hingga awal tahun ini. Tapi setelah tindakan itu dicabut, lebih dari 150 ribu warga Iran langsung menjadi anggota. Kembali diblokirnya Facebook akhir pekan silam, tidak ada kaitannya dengan alasan moral, ujar seorang warga Iran yang bekerja bagi organisasi bantuan di London. Staf Iran: "Dalam beberapa pekan mendatang, Iran menggelar pemilu. Jadi orang berusaha mencari-cari informasi tentang para calon. Terutama tentang Mousavi dan kampanyenya. Jadi mungkin inilah alasan mengapa Facebook kembali diblokir." Kampanye Mousavi yang dikenal sebagai pendukung reformasi, secara sistematis tidak tidak disorot media Iran. Itulah sebabnya mengapa ia kemudian lari ke situs populer Facebook. Kelemahan Tapi menurut pakar internet Vincent Everts, jika dibanding dengan penyebaran teks-teks kritis misalnya, jangkauan luas jaringan-jaringan sosial ini sekaligus kelemahan mereka. Vincent Everts: "Jika orang bilang, saya menentang ini dengan alasan ini, maka artikel itu langsung dikopi di 40 sampai 50 blog. Pemerintah sulit sekali menghentikan perkembangan itu. Tapi tempat anda dan teman-teman anda bisa berdiskusi tentang pelbagai hal yang anda anggap penting, tempat itu sangat sedikit." Kalau rezim menutup situs tersebut, sangat sulit berpindah ke situs lain, katanya. "Tidak mudah untuk mengkopi seluruh data sahabat-sahabat anda ke situs lain itu." Tindakan keras Tapi, kata Everts, Iran belum begitu tahu segala seluk-beluk sensor diktatorial. Vincent Everts: "Cina tidak langsung memblokir Facebook, tapi misalnya menutup hanya satu halaman saja yang memuat profil orang bersangkutan. Atau hanya halaman yang berisi kata-kata tertentu. Kalau memblokir seluruh Facebook, yang juga dipakai untuk mendownload musik atau urusan keluarga, maka itu tindakan sangat kasar." Rezim Iran tahu pentingnya Facebook, ujarnya, tapi mereka belum tahu bagaimana harus menghadapi perkembangan ini, seperti yang dilakukan Cina. Iran memilih bertindak keras. Pintu belakang Menurut staf Iran yang tinggal di London, yang tidak ingin disebut namanya, penerapan metoda-metoda primitif macam itu punya satu keuntungan: sangat mudah dihindari. Ketika Facebook resmi diblokir, kabar dari tanah airnya tetap bermasukan, sama seperti sebelum ditutup, katanya. Baru ketika keluarga dan kenalannya di Iran mulai mengirimnya instruksi bagaimana bisa masuk Facebook melalui cara lain, ia tahu ada sesuatu yang tidak beres di sana. Tidak jelas apakah pintu belakang itu mungkin menjadi alasan mengapa Teheran, setelah satu setengah pekan, mencabut larangan Facebook. * PERSYARATAN BARU PEMBANGUNAN DI BELANDA Belanda belum siap menghadapi pergantian cuaca ekstrim, seperti yang terjadi Senin malam lalu. Apalagi pergantian cuaca ekstrim macam ini, terutama hujan deras, akan lebih sering terjadi karena perubahan iklim. Dan hal itu tidak hanya terjadi di Belanda, tapi juga di penjuru dunia. Laporan Thijs Westerbeek van Eerten. Kapasitas drainase - kecepatan air dibuang keluar dari daratan - Belanda bergantung pada masyarakat agraris. Jika seluruh daerah Belanda hijau dengan irigasi baik, gangguan seperti Senin malam lalu, tidak akan terjadi. Tapi sekarang, Belanda dan sebagian besar daratan dunia sudah menjadi kota. Jalan dan gedung tidak memberi jalan pada air. Daerah perumahan memiliki atap tertutup dan jalan-jalan aspal. Dengan kata lain, kalau tiba-tiba hujan deras, kaki kita pasti terendam. Kacau Akibat hujan deras Senin malam lalu, sangat dahsyat: semua jalan bebas hambatan kebanjiran. Kebakaran terjadi karena korslet listrik. Sambungan internet mati, begitu pula dengan TV dan radio. Lalu-lintas kereta terganggu akibat keterlambatan besar-besaran, di sekitar Amersfoort bahkan sama sekali tidak ada kereta beroperasi. Besar kerugian ekonomi kali ini sekitar 1,5 juta euro. Semoga saja, tidak akan terjadi hal yang sama di masa depan. "Sekarang, dana dihabiskan untuk menanggulangi akibat hujan," kata profesor Huub Savenije dari Universitas Teknik Delft. Huub Savenije: "Mungkin kita harus menggandakan kapasitas irigasi dan drainase. Kapasitas pompa juga harus diperbesar. Kalau kita mau melakukannya di seluruh Belanda, biayanya akan mencapai milyaran euro. Banyak sekali. Dan itu baru perkiraan, kenyataannya bisa jauh lebih mahal." Terlalu mahal Profesor Savenije benar. Untuk sekaligus menyelesaikan masalah ini, mungkin kita harus membangun jalan bebas hambatan dengan dasar bolong, tank bawah tanah yang bekerja sebagai penampung air di bawah tiap rumah dan taman. Singkat kata, proyek ini akan menghabiskan dana sangat tinggi. Negara kaya macam Belanda pun belum mampu membiayainya, apalagi negara-negara lain di dunia. Karena itulah Huub Savenije menuntut penyesuaian syarat pembangunan. Misalnya, dalam merancang rumah atau gedung masa depan, orang harus memasang stopkontak setinggi dada untuk mencegah korslet. Pintu bertangga juga ide bagus. Jika sebuah rumah bocor, kita bisa membuatnya anti-air dengan plastik. Hujan bukan masalah, selama airnya bisa diserap. Toh menerapkan hal-hal macam itu dalam membangun rumah, tidak akan membuat biaya melambung tinggi. Daerah perumahan yang dibangun dengan syarat-syarat tersebut tidak akan cepat terganggu masalah banjir. Jalanan juga harusnya dibangun dari bata yang berpori, agar air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah. Lebih sering hujan deras Dengan dana terbatas, Belanda sebenarnya bisa menyelesaikan masalah banjir ini. Cepat atau lambat hal ini harus ditanggulangi. Badai seperti yang terjadi Senin lalu, akan makin sering datang karena pemanasan atmosfer bumi. Ini bukan teori, bukan ramalan, tapi kenyataan. Situs KNMI (BMG Belanda) menegaskan hal itu: 'Karena pemanasan global, hujan deras akan turun.' Juga di Universitas Teknik Delft para peneliti sibuk mengatasi masalah perubahan iklim. Profesor Herman Russenberg menjelaskan mengapa hujan deras tidak bisa dihindari: Herman Russenberg: "Langit yang panas menyerap lebih banyak kelembaban bumi. Jadi makin panas atmosfer, makin banyak air yang naik ke atas. Artinya, makin banyak air yang tersimpan di atmosfer. Ini mekanisme yang sederhana, Anda juga bisa lihat di daerah tropis. Di sana lebih hangat, karena itulah hujan deras lebih sering turun di daerah tersebut." Setuju Profesor Russenberg setuju dengan rekan kerjanya Huub Savenije: Harus ada yang dilakukan untuk menangani masalah ini, salah satunya prakiraan cuaca yang lebih baik. Tapi di atas semua itu, penyesuaian pembangunan diperlukan jika kita - sekarang dan selamanya - ingin hidup tanpa banjir. * PENGUNGSI DI IRAK UTARA MERASA TERLUPAKAN Kamp pengungsi Makhmur di Irak Utara bukan kota tenda, melainkan kota kecil berdebu dengan toko-toko kecil, tukang cukur dan gedung pertemuan besar. Di jalanan anak-anak main sepak bola dan pemilik toko meluangkan waktu bersama para pejalan kaki. Satu-satunya yang memisahkan kota ini dari kota-kota lain di kawasan adalah pagar yang melingkarinya sehingga orang tidak meninggalkannya tanpa ijin. Laporan Hermione Gee. Kamp Makhmur, yang didirikan tahun 1998 ini, kini menampung sekitar 12 ribu pengungsi Turki. Mereka lari dari Turki Tenggara semasa perang antara tentara Turki dengan Partai Buruh Kurdistan terlarang - atau PKK - awal tahun 1990an. Syuhada Di pusat kamp, yang juga disebut "Taman Martir" dibangun sebuah monumenn untuk mengenang korban tewas PKK. Sanak saudara bisa datang dan duduk di taman bunga atau keliling taman buah-buahan. Mereka juga bisa mengunjungi museum yang memajang foto para lelaki, perempuan dan anak-anak yang tewas dalam perang. Kebanyakan foto berlatar belakang bendera Kurdi menampilkan orang berseragam militer, membawa senjata api. Satu foto menampilkan seorang gadis berusia sekitar 14 tahun menatap ke kamera sambil jongkok dan bersandar di senapannya. Banyak foto bertumpukan di lantai. Karena PKK melanjutkan perlawanan terhadap Turki, maka semakin banyak orang tewas. Akibatnya tidak cukup tempat untuk memajang semua foto. Tumpukan foto-foto itu menunggu sampai bisa dipindahkan ke ruangan lebih luas. PKK, yang didirikan Abdullah Ocalan tahun 1970an, adalah kelompok militan berjuang untuk negara Kurdi merdeka. Gerakan ini ingin mempersatukan kawasan Kurdi di turki, Iran, Irak dan Suriah. Namun, di bawah tekanan internasional PKK terpaksa mengurangi ambisinya dan menyatakan hanya ingin menjamin hak-hak budaya dan politik masyarakat Kurdi di Turki. Kekerasan? Kendati demikian PKK tetap menggunakan kekerasan untuk tujuan itu. Kalau PKK tidak meletakkan senjata, Turki akan tetap menyerang pangkalan PKK di pegunungan Turki dan Irak. Menurut pemerintah di Ankara, kamp pengungsi merupakan tempat aman bagi milisia PKK yang dari pangkalan di Irak Utara melancarkan serangan di perbatasan Turki. Operasi penggeledahan di kamp Makhmur tahun 2007 yang dipimpin pasukan Amerika Serikat dan Irak menghasilkan penemuan amunisi mortir. Tidak ditemukan senjata api atau senjata lain. Pimpinan kamp mengatakan tidak lagi mendukung penggunaan kekerasan oleh PKK. "Kami telah belajar dari kesalahan kami", kata seorang laki-laki. Hal ini juga disepakati sekelompok perempuan tua di kamp. Mereka bergabung dalam Ibu Perdamaian, organisasi perempuan Kurdi yang kehilangan anak dalam perang antara Turki dan PKK. Mereka berkumpul di ruangan kecil, bewarna-warni, dikelilingi foto-foto mantan pemimpin PKK, Ocalan. Para perempuan menyatakan sangat lelah dengan pertumpahan darah. "Kami melihat anak kami menjadi syuhada. Kami tidak mau para ibu Turki maupun Kurdi menangis dalam kesedihan atau hati mereka terluka. Jalan keluar kami adalah perdamaian." Usulan Tapi beberapa hari setelah kunjungan kami ke Makhmur, sembilan prajurit Turki tewas dalam ledakan bom di pinggir jalan Turki Tenggara. PKK diduga otak di balik serangan dan dua calon pelaku bunuh diri ditangkap di kampus universitas Bilkent, Ankara. Sebagai balasan, jet tempur Turki menyerang sasaran PKK di Irak Utara. "Kami memohon perdamaian kepada pemerintah Turki. Tapi mereka malah membalas dengan pembunuhan. Tidak ada pemerintah yang menggubris kami." Dan itulah masalahnya. Karena tidak mau atau tidak bisa kembali ke Turki selama perang masih berlanujut, dan karena tidak bisa tinggal di Irak, para pengungsi Mahkmur merasa dirinya terlupakan. "Kami berupaya mencari pihak yang bisa menampung mereka", kata juru bicara organisasi PBB untuk Pengungsi, UNHCR, "tapi kami tidak tahu harus berbuat apa. Jika ada yang punya usulan, kami dengan senang hati mau mendengarnya." * PENGACARA RAWAGEDE TUNTUT KOMPENSASI BAGI KORBAN Muncul perkembangan baru sekitar kasus Rawagede, kasus pembantaian warga desa itu oleh tentara Belanda pada tahun 1947 yang menewaskan 400 orang. Jeffrey Pondaag dari Komite Utang Kehormatan Belanda KUKB (www.kukb.nl), organisasi yang menuntut pemerintah Belanda minta maaf dalam peristiwa ini beserta pengacara keluarga korban Rawagede, menemukan surat di antara tumpukan dokumen negara mengenai Rawagede. Redaksi Radio Nederland. Menurut Jeffrey Pondaag, surat tersebut adalah surat menyurat antara panglima tentara Belanda di Hindia Belanda Jendral Simon Spoor dengan Jaksa Agung Felderhof, yang isinya tidak akan menyeret Mayor Wijnen dan serdadu Belanda lainnya dalam peristiwa Rawa Gede ke pengadilan militer. Ini merupakan informasi baru, yang sebenarnya pihak pemerintah sendiri sudah tahu, demikian Jeffrey. Sejauh ini, pemerintah Belanda tidak bersedia melakukan penyelidikan atas kasus tersebut karena pemerintah selalu berdalih kasus tersebut sudah kadaluwarsa. Demikian dikatakan Jeffrey Pondag. Terungkapnya informasi baru ini mengagetkan banyak pihak. Martijn Van Dam, misalnya, dari Partai Buruh PvdA menyatakan terkejut. Selama ini yang didengarnya, para pelaku tidak bisa diadili karena kasusnya sudah kadaluwarsa. Tapi dari surat itu, tertanggal tahun 1948, ternyata para pelaku memang tidak akan diadili. Dugaan Benar Rasa terkejut juga dikatakan oleh Liesbeth Zegveld, pengacara para korban Rawagede. Ia mengatakan, semua yang diduga ternyata memang benar. Orang sudah menduga bahwa Jaksa memutuskan untuk tidak menggugat para pelaku. Tapi, demikian tambahnya, yang parah ternyata ditulis bahwa baik pihak pengadilan militer mau pun Jaksa mengakui terjadinya pelanggaran, tapi memutuskan untuk tidak mengusut, karena mungkin tidak adil buat para serdadu kita. Ini sangat serius, ujar Liesbet Zegveld. Ada semacam moral ganda. Belanda menuntut agar kejahatan yang terjadi pada perang dunia kedua diadili, tapi terhadap Indonesia sikap Belanda lain. Dengan munculnya data baru ini, menurut Zegveld, pemerintah Belanda tidak bisa lagi mengandalkan istilah kadaluwarsa. Berdasarkan fakta baru ini tim pengacara akan berbicara lagi dengan para korban untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil. Targetnya minimal adalah pemberian kompensasi untuk para korban. Tim pengacara juga mengharapkan agar pemerintah Belanda meminta maaf kepada para korban, karena sampai sekarang pemerintah Belanda belum resmi minta maaf. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
